cover
Contact Name
Alanindra Saputra
Contact Email
alanindra@staff.uns.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
mramlim@staff.uns.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi
ISSN : 1693265X     EISSN : 25490605     DOI : -
BIOEDUKASI-Jurnal Pendidikan Biologi FKIP UNS merupakan peer review journal, memuat artikel hasil penelitian, review, dan pemikiran terkait dengan biologi, lingkungan, pembelajaran dan pendidikannya. Terbit dua kali dalam setahun, pada bulan Februari dan Agustus.
Arjuna Subject : -
Articles 190 Documents
Kemampuan Menentukan Jenis dan Batasan Informasi Mahasiswa Semester III Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta (Studi Kasus pada Matakuliah Sistematika Invertebrata T.A 2014/2015) AGUSTINA, PUTRI; SAPUTRA, ALANINDRA
Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 8, No 1 (2015): Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Department of Biology Education Faculty of Teacher Training and Education Sebelas Maret Un

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/bioedukasi-uns.v8i1.3280

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kemampuan mahasiswa semester III prodi pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta tahun ajaran 2014/2015 dalam menentukan jenis dan batasan informasi pada matakuliah Sistematika Invertebrata. Kemampuan menentukan jenis dan batasan in-formasi merupakan standar pertama literasi informasi yang dikeluarkan oleh Association of College and Re-search (ACRL). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi penelitian adalah mahasiswa prodi Pendidikan Biologi FKIP UMS semester III yang berjumlah 167 orang dari 5 kelas paralel. Sampel diambil secara acak (random sampling) menjadi 78 orang dari 2 kelas paralel yaitu B dan D. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan (observasi), kuesioner, serta studi kepustakaan dan dokumen. Hasil pe-nelitian menunjukkan bahwa: 94.9% mahasiswa telah mampu menentukan langkah yang dilakukan dalam mencari informasi; mahasiswa telah mampu memilih bentuk-bentuk informasi yang dapat digunakan seba-gai sumber referensi baik informasi tercetak (39.7%), digital/elektronik (17.9%), maupun keduanya (42.3%) serta pada umumnya masih jarang menentukan batasan informasi (84.6%) hanya sesuai dengan topik batas-an dan masih jarang mengevaluasi batasan informasi yang telah dibuat (58.6%).
Kemampuan Berpikir Kreatif Mahasiswa Pendidikan Biologi dalam Penyelesaian Masalah Ekologi Hewan Riyadi, Agus Setiawan; Dharmono, Dharmono; Naparin, Akhmad; Zaini, Muhammad
Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 11, No 1 (2018): Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Department of Biology Education Faculty of Teacher Training and Education Sebelas Maret Un

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.683 KB) | DOI: 10.20961/bioedukasi-uns.v11i1.19740

Abstract

Creative thinking is one of the important competencies as part of the life skills that become one of the national educational purposes. Every individual needs the creative thinking ability to solve problems in life. It is because with creative thinking, individuals can be trained to solve problems in different ways and diverse. Giving problems to be solved by the student’s can trace the creative thinking ability as well, because to solve a problem, one must have the creative thinking ability. The purpose of this research was to describe the student’s creative thinking ability Program Biology Education of Lambung Mangkurat University in problem solving of animal ecology. Type of this descriptive research with a quantitative approach. Population in this research is all student’s Biology Education of Lambung Mangkurat University who have taken animal ecology course in academic year 2015/2016 which amounted to 82 people, with a sample 30% of the population, that is 30 students taken from three categories high, medium and low based on the value of animal ecology course. The data generated in this research were analyzed using data analysis techniques descriptive quantitative. Quantitative data obtained from the results of the assessment of student answers to the question of written assignment that will be analyzed in percentage, then converted into descriptive data according to the category based on the percentage obtained.  The results of this research indicate that the level of creative thinking ability student’s Biology Education of Lambung Mangkurat University dominant at the level of quite creative.
Profil Keterampilan Argumentasi Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi FKIP UNS pada Mata Kuliah Anatomi Tumbuhan PROBOSARI, RIEZKY MAYA; RAMLI, MURNI; HARLITA, HARLITA; INDROWATI, METI; SAJIDAN, SAJIDAN
Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 9, No 1 (2016): Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Department of Biology Education Faculty of Teacher Training and Education Sebelas Maret Un

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/bioedukasi-uns.v9i1.3880

Abstract

Lemahnya argumentasi ilmiah mahasiswa dalam pembelajaran telah banyak menjadi perhatian,  terutama   dalam hal mengevaluasi dan mengkonstrak permasalahan dan solusinya.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana profil keterampilan argumentasi ilmiah mahasiswa pada mata kuliah Anatomi Tumbuhan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif untuk mendapatkan gambaran keterampilan argumentasi mahasiswa semester 3 di Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS melalui tugas tertulis yang diberikan.  Penilaian argumentasi mahasiswa mengacu pada Toulmin’s Argumentation Pattern (TAP) yang memuat komponen claim, evidence, reasoning dan rebuttal.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan argumentasi ilmiah mahasiswa Pendidikan Biologi FKIP UNS masih tergolong rendah, dibuktikan dengan skor rerata claim sebesar 52%, evidence sebesar 42%, reasoning sebesar 15% dan rebuttal sebesar 10%.  Temuan ini akan dijadikan dasar bagi penelitian lanjutan mengenai model dan strategi pembelajaran inovatif yang dapat meningkatkan kemampuan argumentasi dan penalaran ilmiah terutama bagi calon guru biologi.
PENGEMBANGAN PENILAIAN OTENTIK DALAM PEMBELAJARAN EKOLOGI TUMBUHAN DI PERGURUAN TINGGI Djulia, Ely
Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 5, No 2 (2012): Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Department of Biology Education Faculty of Teacher Training and Education Sebelas Maret Un

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/bioedukasi-uns.v5i2.3928

Abstract

Penilaian merupakan salah satu komponen penting dalam pembelajaran yang turut berkontribusi terhadap pencapaian tujuan pembelajaran. Namun pada prakteknya penilaian sering dilakukan untuk mengukur kognitif semata dan kurang menyentuh aspek afektif dan psikomotor secara menyeluruh. Upaya untuk meningkatkan proses dan hasil belajar biologi telah dilakukan melalui pengembangan penilaian otentik dalam bentuk penilaian proses, kineija, dan penilaian produk selama tiga tahun terakhir. Data diperoleh melalui koleksi laporan mini riset Ekologi Tumbuhan. Dengan menganalisis secara deskriptif analitik, berdasarkan aspek kemampuan pengamatan, kemampuan wawancara dengan informan local, kemampuan analisis data, serta kekmampuan mendokumentasikan flora, hasil studi menunjukkan bahwa penilaian otentik: 1) dapat mengungkap penguasaan biologi mahasiswa lebih komprehensif meliputi aspek morfologi, anatomi, fisiologi, ekologi, sehingga pemahaman materi ajar biologi lebih baik; 2) dapat mengungkap lebih dari satu ranah kognitif-afektif, kognitif-psikomotor atau afektif-psikomotor; 3) memberi kesempatan secara luas pada mahasiswa untuk melakukan self-assessment; 4) melatih mahasiswa berpikir lebih kritis memandang suatu penugasan; 5) dapat memberi umpan balik melampaui tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan, sehingga memberi efek in- struksional dan efek iringan baru yang menginspirasi proses pembelajaran yang lebih kre- atif. Walaupun penilaian otentik memberi banyak dampak positif dalam pembelajaran, namun di sisi lain masih terdapat kendala bagi dosen dalam mengimplementasikannya seperti perlunya lembar kerja mini riset yang lebih spesifik, perlunya rubrik penilaian mini riset berbasis kerja ilmiah, serta perlunya pengubahan etos mengajar. Untuk itu di- perlukan proses yang kontinu dalam pengembangan penilaian otentik dengan tindak lanjut dalam pemanfaatan hasil penilaian otentik untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran Ekologi Tumbuhan di Perguruan Tinggi.
PEMBELAJARAN IPA DENGAN METODE EKSPERIMEN MENGGUNAKAN PENDEKATAN HOME DAN CLASSROOM SCIENCE PROCESS SKILL DITINJAU DARI SIKAP ILMIAH DAN RASA INGIN TAHU Rahmawati, Lilis; Sudarisman, Suciati; Suparmi, Suparmi
Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 6, No 2 (2013): Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Department of Biology Education Faculty of Teacher Training and Education Sebelas Maret Un

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/bioedukasi-uns.v6i2.2648

Abstract

ABSTRAK-Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh metode eksperimen menggunakan pendekatan Home dan Classroom Science Process Skill, sikap ilmiah, rasa ingin tahu dan interaksinyaterhadap prestasi belajar Biologi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IX SMP Negeri 6 Surakarta tahun pelajaran 2011/2012. Sampel diperoleh dengan teknik cluster random sampling terdiri dari 2 kelas IX E dan IX G. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes untuk mendapatkan data prestasi belajar kognitif, metode angket untuk mendapatkan informasi rasa ingin tahu, sikap ilmiah dan prestasi belajar afektif dan psikomotor, serta observasi untuk pendukung prestasi afektif dan psikomotor. Data dianalisis menggunakan anava tiga jalan dengan desain faktorial2 x 2 x 2 dan frekuensi sel tidak sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. metode eksperimen menggunakan pendekatan Home dan Classroom Science Process Skill memberikan pengaruh terhadap prestasi belajar; 2. tidak ada pengaruh antara sikap ilmiah terhadap prestasi belajar; 3. tidak ada pengaruh antara rasa ingin tahu terhadap prestasi belajar; 4. tidak ada interaksi antara pendekatan Home dan Classroom Science Process Skill dan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar; 5. tidak ada interaksi antara pendekatan denganrasa ingin tahu dengan prestasi belajar; 6. tidak ada prestasi interaksi antara sikap ilmiah dan rasa ingin tahu terhadap prestasi belajar; 7. tidak ada interaksi antara metode eksperimen, pendekatan Home dan Classroom Science Process Skill, sikap ilmiah, dan rasa ingin tahu terhadap prestasi belajar.
DAFTAR ISI, DAFTAR NAMA PENELAAH AHLI (MITRA BESTARI) DAFTAR NAMA PENELAAH AHLI, DAFTAR ISI
Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 9, No 2 (2016): Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Department of Biology Education Faculty of Teacher Training and Education Sebelas Maret Un

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/bioedukasi-uns.v9i2.8592

Abstract

DAFTAR ISI, DAFTAR NAMA PENELAAH AHLI (MITRA BESTARI)
Identifikasi Berpikir Kreatif Mahasiswa Melalui Metode Mind Mapping FATMAWATI, BAIQ
Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 7, No 2 (2014): Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Department of Biology Education Faculty of Teacher Training and Education Sebelas Maret Un

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/bioedukasi-uns.v7i2.2924

Abstract

The learning closely associated with the use of the brain as the centred of mental activity begin from the understanding, processing, until inference information. To optimize learning outcomes, the learning process using whole-brain approach. Creative thinking is a mental activity to create relationships continuous that were found the right combination includes aspects of cognitive, affective, and metacognitive. Thepurposesof this research to reveal of students creative thinking skills in the material the fermentation through mind mapping. This research is descriptive statistics which describe the student’s creative thinking skills that have, without giving specific mind map treatment. The subject is students of biology education semesters V. The results of analysis data showed that the scores of creative thinking skills students are: Fluency(Score 3; 21, 73%.Score 2; 39, 13%. Score 1; 39,13%). Flexibility(Score 3; 21, 73%.Score 2; 30, 43%. Score 1; 47, 82%) dan Originality(Score 3; 0%. Score 2; 0%. Score 1; 17.39%.Based on data, it can be concluded that the students have not be able to bring their creative ideas through mind mapping
Pengaruh Variasi Konsentrasi Garam terhadap Kualitas Fermentasi Udang yuktika, siti; sutiyanti, ekris; dhewi, endha sukma; martika, shinta dwi; sa'diyah, rizqa damas
Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 10, No 2 (2017): Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Department of Biology Education Faculty of Teacher Training and Education Sebelas Maret Un

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.568 KB) | DOI: 10.20961/bioedukasi-uns.v10i2.11568

Abstract

AbstractShrimp is one source of protein that people like. Shrimps have major weaknesses that are susceptible to decay due to physiological, mechanical, and microbiological influences. One effort to process and preserve the simple and easy fishery is fermentation. The salt concentration used in shrimp fermentation greatly determines the quality of the shrimp. The purpose of this study was to determine the effect of salt concentration (20%, 25% and 30%) on shrimp fermentation process for seven days. The method used in this study is experimental and the parameters used in this research are temperature, pH, total organic acid, microbiological analysis and organoleptic test (including aroma, taste and texture). The results show that shrimp fermentation with 25% concentration has the best quality compared to shrimp fermentation that use concentration 20% and 30%.Keywords: shrimp, fermentation, salt concentration. 
Keragaman Genetik Pertumbuhan pada Sifat Bentuk Batang dan Indeks Volume Kayu Surian (Toona sinensis Roem) di Plot Uji Provenans Candiroto, Jawa Tengah Jayusman, Jayusman
Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 11, No 1 (2018): Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Department of Biology Education Faculty of Teacher Training and Education Sebelas Maret Un

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.652 KB) | DOI: 10.20961/bioedukasi-uns.v11i1.19730

Abstract

Uji provenan untuk memilih materi genetik surian yang akan dilibatkan dalam program pemuliaan  telah dilakukan di Candiroto, Jawa Tengah dengan menguji 15 provenans dengan rincian  5 provenans dari Jawa Barat, 8 provenas dari Jawa Tengah dan 2 provenans dari Jawa Timur.  Desain pengujian  berbentuk square plot (5 x 5), 25 pohon setiap blok,  3 replikasi dengan jarak tanam 3 x 3m pada areal seluas 1,2 Ha. Pengamatan periodik dilakukan dengan melakukan pengukuran beberapa sifat pertumbuhan penting antara lain bentuk batang dan indeks volume kayu. Pemilihan kedua sifat tersebut berdasarkan peruntukan kayu surian adalah untuk bahan kayu pertukangan yang dipersyaratkan memiliki bentuk batang lurus, silindris dengan tinggi bebas cabang seoptimal mungkin, serta mampu menghasilkan volume kayu yang maksimal. Pengamatan pada umur 11 tahun terhadap bentuk batang dilakukan berdasarkan skor 1 – 5 sedangkan indeks volume batang dihitung tanpa dikalikan angka bentuk. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa nilai rerata bentuk  batang surian terdistribusi paling banyak pada pada rentang skor   2,03 – 4,21 dengan nilai rerata 3,2 yang mengindikasikan bentuk batang surian cenderung  lurus mulai dari setengah tinggi bebas cabang hingga batang lurus setinggi bebas cabang. Pengamatan indeks volume seluruh provenans berada pada  kisaran 0,11 - 0,33 m3 denga nilai rerata sebesar 0,23 m3. Analisis varian menunjukkan kedua sifat tersebut sangat dipengaruhi asal provenans. Hasil uji Duncan menunjukkan bahwa peringkat seluruh provenan untuk kedua sifat tidak selaras. Berdasarkan sifat bentuk batang dan indeks volume dari seluruh provenans yang diuji  maka peluang menetapkan provenans terbaik untuk ditetapkan sebagai sumber materi genetik untuk pembangunan populasi pemuliaan telah dapat dilakukan karena data yang digunakan telah memenuhi setengah daur penebangan. Keterbatasan jumlah famili dan individu yang di plot uji provenans dapat dilengkapi dengan infusi atau penambahan materi genetik dari provenans terpilih tersebut dengan tetap mempertimbangkan area koleksi yang mewakili sebaran provenas dan kecukupan jumlah famili. Untuk mendapatkan panduan dalam infusi materi genetik maka diperlukan informasi keragaman genetik, sehingga koleksi materi genetik lanjutan yang akan dilakukan dapat  lebih efektif.
Kerentanan Ekosistem Mangrove terhadap Ancaman Gelombang Ektrim/Abrasi Di Kawasan Konservasi Pulau Dua Banten VITASARI, MUDMAINAH
Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 8, No 2 (2015): Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Department of Biology Education Faculty of Teacher Training and Education Sebelas Maret Un

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/bioedukasi-uns.v8i2.3870

Abstract

Ekosistem Mangrove merupakan ekosistem unik di pesisir sebagai pelindung daratan baik pelindung dari abrasi, intrusi dan sebagai habitat berbagai macam spesies. Besarnya fungsi mangrove ini akan sangat disayangkan ketika terjadi kerusakan karena akan berdampak ke berbagai aspek seperti matinya spesies, berubahnya garis pantai karena abrasi, masuknya air asin ke air tanah dan lain sebagainya sehingga perlunya pemeliharaan ekosistem ini. Pemeliharaan ini perlu dilakukan dengan pengenalan kondisi kawasan ini sehingga tindakan yang akan dilakukan lebih tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengenali kondisi ekosistem mangrove dan lingkungannya antara lain ancaman, kerentanan dan kerusakan yang bisa terjadi. Metode penelitian ini menggunakan analisis kualitatif semi-kuantitatif dengan statistik sederhana.. Pengambilan data dilakukan dengan analisis data sekunder dan observasi lapangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan indeks ancaman gelombang terhadap ekosistem mangrove meliputi tinggi gelombang, arus, bentuk garis pantai dan ada tidaknya karang penghalang. Indikator tersebut merupakan indikator yang memperkuat besarnya energi gelombang. Kemudian mengguanakan indeks kerentanan mangrove dari gelombang meliputi luasnya vegetasi mangrove, zonasi mangrove dan fungsi hutan mangrove. Indikator tersebut akan memperkuat kondisi kerentanan mangrove dari gelombang. Selanjutnya tingkat kerusakaan menggunakan persamaan bencana, dimana tingkat ancaman dan kerentanan saling menguatkan terhadap kerusakan. Hasil analisis setiap indikator diklasifikasikan ke dalam 3 kelas menurut Rumus Sturgess, sedangkan tingkat kerusakan terhadap gelombang dikelaskan menurut matrik Peraturan KA BNPB No 02 Tahun 2012 yang dimodifikasi. Hasil penelitian antara lain (1) Ancaman gelombang terhadap ekosistem mangrove di Kawasan Konservasi Pulau Dua pada tingkat sedang (2) Kerentanan ekosistem mangrove terhadap gelombang di Kawasan Konservasi Pulau Dua pada tingkat sedang (3) Berdasarkan kondisi ancaman dan kerentanan maka dapat dilihat tingkat kerusakan pada kelas sedang. Dengan pengenalan kondisi ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi pemerintah maupun masyarakat untuk bertindak sebagai upaya pengantisipasian dan pengurangan kerusakan ekosistem mangrove dikarenakan gelombang.

Page 4 of 19 | Total Record : 190


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 19, No 1 (2026): Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 18, No 2 (2025): Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 18, No 1 (2025): Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 17, No 2 (2024): Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 17, No 1 (2024): Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 16, No 2 (2023): Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 16, No 1 (2023): Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 15, No 2 (2022): Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 15, No 1 (2022): Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 14, No 2 (2021): Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 14, No 1 (2021): Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 13, No 2 (2020): Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 13, No 1 (2020): Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 12, No 2 (2019): Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 12, No 1 (2019): Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 11, No 2 (2018): Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 11, No 1 (2018): Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 10, No 2 (2017): Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 10, No 1 (2017): Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 9, No 2 (2016): Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 9, No 1 (2016): Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 8, No 2 (2015): Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 8, No 1 (2015): Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 7, No 2 (2014): Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 7, No 1 (2014): Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 6, No 2 (2013): Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 6, No 1 (2013): Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 5, No 2 (2012): Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi More Issue