cover
Contact Name
Sugeng Santoso
Contact Email
sugeng.santoso@mercubuana.ac.id
Phone
+6281370112922
Journal Mail Official
fery.endang@um-tapsel.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Jl. Stn Mhd Arief N0 32 Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL AGROHITA
ISSN : 25415956     EISSN : 2615336X     DOI : http://dx.doi.org/10.31604/jap.v5i2.2143
Teknologi adalah hal yang lumrah di era ini. Teknologi telah mengikat setiap aspek kehidupan manusia. Teknologi sendiri merupakan salah satu cara untuk memudahkan pekerjaan manusia agar dapat menghasilkan keluaran yang efisien. Teknologi juga memberikan banyak kemudahan, sekaligus cara baru dalam menjalankan aktivitas manusia. Salah satu teknologi yang biasa digunakan manusia adalah mesin yang dapat membantu manusia dalam melakukan pekerjaannya, seperti mesin pengupas testa misalnya. Desain mesin pengupas testa yang telah dirancang oleh (Putra et al. 2020), merupakan sesuatu yang baru di bidang pertanian. Mesin yang sudah dibuat perlu dikaji terkait kesiapan teknologinya sebelum digunakan oleh petani kelapa. Hal ini dilakukan agar risiko penerapan dan penerapan mesin pengupas kelapa testa dapat dikurangi sehingga pada akhirnya prototipe yang telah dirancang dapat digunakan oleh pengguna.
Articles 479 Documents
LAMA PENYIMPANAN JANGKA PANJANG TERHADAP KETAHANAN DAN PERTUMBUHAN BIJI DURIAN Jumaria Nasution
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 9, No 2 (2024): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v9i2.17110

Abstract

Tujuan Pada penelitian ini adalah mengetahui bagaimana pengaruh lama penyimpanan terhadap perkecambahan dan ketahanan benih durian (Durio zibethinus). Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) Non faktorial dengan perlakuan sebagai berikut P0 (kontrol), P1 (4 hari), P2 (6 hari), P3 (8 hari), dan P4 (10 hari). Parameter pengamatan yang diamati yaitu susut bobot (%), persentase daya kecambah (%), jumlah berkecambah (hari).Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan lama penyimpanan (hari) memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan benih durian, yaitu pada parameter pengamatan persentase susut bobot benih P2 (6 hari) yaitu 3,2%, persentase daya kecambah P2 (6 hari) yaitu 100,0 %, Jumlah berkecambah perhari P2 (6 hari) yaitu 6 hari simpan,g. Perlakuan terbaik untuk pertumbuhan benih durian yaitu pada P2 (6 hari) yaitu 3,1 cm. sehingga waktu penyimpanan yang bagus dengan viabilitas terbaik yaitu di penyimpanan 6 hari
RESPON PRODUKTIVITAS TANAMAN LOBAK PUTIH (RAPHANUS SATIVUS VAR. LONGIPINNATUS) PADA PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR SABUT KELAPA Nanik Lutfiyah; Daru Setyo Rini
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 4 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i4.13841

Abstract

Lobak putih merupakan salah satu jenis sayuran yang terkenal dengan tingkat produksinya yang tinggi. Jika dirawat dengan baik pada masa pertumbuhan, lobak putih mampu menghasilkan hasil yang besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi bagaimana respon lobak putih (Raphanus sativus Var. Longipinnatus) terhadap penggunaan pupuk cair organik berbahan sabut kelapa dan bagaimana pengaruhnya terhadap produksi tanaman secara keseluruhan. Benih lobak putih ini berasal dari varietas lobak panjang Tiongkok, yang digunakan untuk penyelidikan. Dalam penelitian khusus ini, rencana percobaan terdiri dari rancangan acak lengkap (RAL) dengan satu unsur. Konsentrasi pupuk organik cair sabut kelapa (S) menjadi faktor yang menjadi pertimbangan. Penelitian ini mengkaji pupuk organik cair pada empat tingkat konsentrasi yang berbeda. Kadar tersebut ditandai dengan simbol S0 = 0 ml/polibag, S1 = 150 ml/polibag, S2 = 300 ml/polibag, dan S3 = 450 ml/polibag. Dengan menggunakan analisis varians (juga dikenal sebagai sidik jari varians), kami menganalisis data yang kami peroleh. Apabila terdapat perbedaan maka ambang batas Beda Nyata Terkecil (BNT) sebesar 5% akan dilakukan pengujian tambahan. Berdasarkan temuan penelitian ini, tanaman lobak putih mempunyai respon yang baik jika diberikan pupuk organik cair dengan konsentrasi tinggi yang terbuat dari sabut kelapa
UJI ANTIOKSIDAN DAN DAYA TERIMA TABLET EFFERVESCENT EKSTRAK BAWANG PUTIH (Allium sativum, L.) DAN BUNGA TELANG (Clitoria ternatea) DINI NOVITA SARI
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 9, No 2 (2024): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v9i2.16428

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kandungan antioksidan dan daya terima tablet effervescent dari ekstrak bawang putih (Allium sativum, L.) dan bunga telang (Clitoria ternatea). Metode penelitian  ini menggunakan rancangan acak lengkap yaitu terdiri dari 5 jenis perlakuan dan 3 kali ulangan yaitu perlakuan perbedaan terhadap bubuk ekstrak bawang putih, yaitu: A = 10% B = 14,28% C = 18,57% D = 22,86% E = 27,14%, tablet effervescent berbahan dasar bubuk ekstrak bawang putih dan ditambahkan ekstrak bunga telang sebanyak 0,2% pada setiap perlakuan. Sehingga menjadi 15 perlakuan. Data di analisis menggunakan Analisys of Varian (ANOVA) dan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kepercayaan 95%. Penambahan ekstrak bawang putih dan ekstrak bunga telang memberikan pengaruh yang nyata terhadap kadar antioksidan tablet. Uji aktivitas antioksidan dilakukan pada konsentasi 10.000 ppm. Daya terima tablet effervescent terbaik menurut panelis ialah pada pelakuan A (bawang putih 10%) dengan tingkat daya terima terhadap warna (4,05), aroma (3,75), rasa (3,85) dan tekstur (4,45). Sedangkan produk yang paling tidak disukai adalah perlakuan E (bawang putih 27,14%) dengan tingkat daya terima terhadap warna (4,05), aroma (3,20), rasa (3,20) dan tekstur (4,00).
PENGARUH VOLUME DAN WAKTU PEMBERIAN AIR DALAM TEKNOLOGI RIGASI TETES “RO DRIP” TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI PAGODA (Brassica narinosa L.) Krisna Agung Wicaksono; Djoko Murdono
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 9, No 1 (2024): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v9i1.15461

Abstract

Pengaturan pemberian udara dengan volume dan waktu, jumlah pemberian udara (volume) pada waktu yang tepat diaplikasikan menggunakan metode irigasi tetes “Ro Drip”. Irigasi tetes “Ro Drip” adalah metode pemberian udara pada sekitar perakaran tanaman dan permukaan tanah secara langsung secara kontinyu dan perlahan. Penelitan ini bertujuan untuk Mengetahui pengaruh volume udara dan waktu penyiraman sistem irigasi tetes “Ro Drip” terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pagoda. Penelitan ini di laksanakan pada bulan Juli hingga Oktober 2023 di kebun percobaan Salaran Fakultas Peretanian dan Bisnis. Terdapat 7 perlakuan yang diterapkan dalam penelitian ini, yaitu kontrol (P0), Penyiraman pagi waktu 1 menit (P1), Penyiraman siang waktu 1 menit (P2), Penyiraman sore waktu 1 menit (P3), Penyiraman pagi waktu 2 menit (P4 ). . , Penyiraman sore waktu 2 menit (P5), Penyiraman sore waktu 2 menit (P6). Setiap perlakuan akan diulang sebanyak 4 kali sehingga terdapat 28 unit percobaan. Penelitian ini menggunakan Rancangan acak kelompok (RAK), hasil dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA) dan diuji lebih lanjut dengan uji DMRT dengan taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan waktu penyiraman dan lamanya penyiraman berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil sawi pagoda (Brassica narinosa L.) dan pertumbuhan terbaik yang diperoleh pada perlakuan (P2) atau waktu penyiraman siang hari dengan lamanya penyiraman 1 menit
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BEBERAPA VARIETAS KACANG BUNCIS (Phaseoulus vulgaris L.) TERHADAP PEMBERIAN POC DAUN KELOR Samsinar Harahap Harahap; Fery Endang Nasution
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 4 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i4.14551

Abstract

ABSTRAK Buncis merupakan salah satu komoditi hortikultura yang mempunyai peranan dan sumbangan cukup besar bagi masyarakat. Kebutuhan sayuran ini semakin meningkat seiring dengan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan. Saat ini banyak petani buncis yang menggunakan pupuk kimia secara berlebihan sehingga berdampak buruk bagi kondisi lahan pertanian dan pencemaran lingkungan. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan pupuk organik cair. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk menjawab masalah yang ada. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respon pertumbuhan dan produksi beberapa varietas kacang buncis terhadap pemberian POC daun kelor. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan pada bulan Juli-September 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) factorial, yang terdiri dari 2 faktor yaitu faktor varietas (V) yang terdiri dari 4 taraf dan faktor pemberian POC daun kelor (D) terdiri dari 4 taraf. Perlakuan beberapa varietas menunjukkan pengaruh yang tidak nyata pada semua parameter pengamatan. Perlakuan pemberian POC daun kelor menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap parameter tinggi tanaman umur 2, 3, 4 dan 5 mst, jumlah polong per sampel, jumlah polong per plot, berat polong per sampel dan berat polong per plot dengan perlakuan terbaik terdapat pada dosis 500 ml/lt air (D3). Sedangkan pada parameter diameter batang umur 2, 3, 4 dan 5 mst serta parameter umur berbunga menunjukkan pengaruh yang tidak nyata. Interaksi perlakuan beberapa varietas dan pemberian POC daun kelor menunjukkan pengaruh yang tidak nyata terhadap semua parameter pengamatan
PERBANDINGAN RENDEMEN TANAMAN MENGHASILKAN (TM II) PADA VARIETAS DUMPY DAN VARIETAS BAKRIE SPRING Binsar Munthe, Binsar; Agustina, Nur Ariyani; Afrianti, Suratni
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 9, No 3 (2024): Jurnal Agrohita
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v9i3.16977

Abstract

Tanaman kelapa sawit umur empat sampai tujuh tahun dikatagorikan tanaman menghasilkan (TM II) mampu memberi produktivitas minyak CPO yang baik. Rendehnya rendemen CPO dapat dilihat dari penggunaan bibit kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan rendemen pada bibit kelapa sawit tanaman menghasilkan (TM II) antara varietas Dumpy dan varietas Bakrie Spring yang berada di PT Sinar Gunung Sawit Raya. Penelitian ini menggunakan survei langsung dengan metode eksperimen. Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan sejak 01 November 2023 – 31 Januari 2024. Hasil penelitian menunjukkan varietas Dumpy umur 6 tahun memiliki rendemen OER 22,79% dan rendemen KER 5,66%, varietas Dumpy umur 7 tahun memiliki rendemen OER 24,65%, rendemen KER 3,26%, varietas Bakrie Spring umur 6 tahun memiliki rendemen OER 23,10%, rendemen KER 5,11%, varietas Bakrie Spring umur 5 tahun memiliki rendemen OER 22,65%, rendemen KER. Selain itu, faktor kurangnya penyerbukan kelapa sawit, dan adanya serangan hama Oryctes rhinoceros, tikus, gulma anakan sawit liar, genangan air, jarak tanam yang terlalu rapat, jumlah pelepah yang berlebihan dapat mempengaruhi kualitas dan bobot kelapa sawit sehingga dapat menyebabkan penurunan rendemen kelapa sawit
Respon Bibit Tanaman Pisang Raja Bulu (Musa paradisiaca L.) Tahap Aklimatisasi terhadap Berbagai Level Lama Penyinaran dan Penambahan Kombinasi Zat Pengatur Tumbuh Hakim Adil; Florentina Kusmiyati; Syaiful Anwar
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 4 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i4.14014

Abstract

Pisang Raja Bulu (Musa paradisiaca L.) merupakan salah satu tumbuhan tropis komoditas hortikultura buah dari family Musaceae. Perbanyakan tanaman pisang dilakukan secara vegetatif menggunakan tunas. Metode tersebut dinilai kurang efektif karena jumlah tunas yang dihasilkan terbatas. Perbanyakan melalui kultur in vitro merupakan salah satu upaya untuk memproduksi bibit berkualitas dalam jumlah yang besar dan dalam jangka waktu yang relatif lebih singkat. Kekurangan dari kultur in vitro yaitu memiliki persentase keberhasilan yang kurang pada tahap aklimatisasi. Pengaturan lama penyinaran dan penambahan zat pengatur tumbuh giberelin diharapkan dapat menunjang pertumbuhan bibit dan meningkatkan persentase keberhasilan aklimatisasi. Penelitian ini telah dilaksanakan pada 2 Mei 2022 – 11 Juli 2022 di sepetak lahan di Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan rancangan split plot 4 x 3 dengan dasar Rancangan Acak Kelompok (RAK) diulang 5 kali. Petak utama adalah lama penyinaran dengan 4 taraf yaitu lama penyinaran 10 jam, 12 jam, 14 jam, dan 16 jam. Anak petak adalah penambahan hormon giberelin dengan 3 taraf konsentrasi yaitu penambahan giberelin 0 ppm, 50 ppm, dan 100 ppm. Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman pisang, diameter batang semu, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, dan persentase keberhasilan aklimatisasi. Data tinggi tanaman, diameter batang semu, jumlah daun, panjang daun, dan lebar daun dianalisis kuantitatif dengan Analysis of Variance (ANOVA), selanjutnya perlakuan yang berpengaruh diuji lanjut dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) dan Polinomial Ortogonal (PO) pada taraf 5% untuk menentukan hasil perlakuan terbaik diantara semua perlakuan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa lama penyinaran 16 jam dan penambahan giberelin 100 ppm efisien meningkatkan tinggi tanaman, diameter batang semu, jumlah daun, panjang daun, dan lebar daun. Lama penyinaran 10 jam dengan penambahan giberelin 50 ppm sudah dapat meningkatkan nilai panjang daun tanaman. Konsentrasi giberelin yang ditambahkan masih dapat ditingkatkan untuk mendapatkan lebar daun yang optimal. Persentasi keberhasilan aklimatisasi yang didapatkan yaitu 100%. 
OPTIMALISASI PERTANIAN PADI: STUDI KASUS PENERAPAN SISTEM JAJAR LEGOWO SRI DAN MINA PADI UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS DAN PENDAPATAN PETANI Rahmi Awalina
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 9, No 2 (2024): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v9i2.16615

Abstract

ABSTRAK Pertanian padi sawah memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga ketahanan pangan, karena sebagian besar produksi beras nasional berasal dari lahan sawah. Dalam upaya untuk meningkatkan produksi beras secara berkelanjutan, pemerintah melalui Departemen Pertanian telah menetapkan target Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) sebesar 5% per tahun. Oleh karena itu, pengelolaan lahan pertanian padi sawah menjadi sangat penting untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional. Namun, selain dari segi produktivitas lahan, pengelolaan pertanian padi sawah juga perlu terus dikembangkan mengingat keterbatasan luas lahan yang dimiliki petani sawah, yang menjadi salah satu faktor utama terbatasnya pendapatan dari usaha tani padi sawah. Salah satu cara untuk mengoptimalkan potensi lahan sawah irigasi dan meningkatkan pendapatan petani adalah dengan mengubah strategi pertanian dari monokultur ke diversifikasi pertanian melalui penerapan teknologi budidaya Minapadi. Pengelolaan padi sawah dengan mengkombinasikan sistem Jarwo, SRI, dan Minapadi diharapkan dapat meningkatkan produktivitas lahan sawah dan pendapatan petani. Penerapan Sistem SRI-Jarwo-Minapadi secara bersamaan di daerah persawahan di Kelurahan Lambung Bukik Kecamatan Kuranji Kota Padang menunjukkan peningkatan pendapatan petani yang cukup signifikan. Pendapatan petani dari SRI-Jarwo-Minapadi meningkat sebesar Rp 5.737.000 per hektar. Meskipun jumlah produksi padi pada sistem SRI-Jarwo-Minapadi relatif lebih rendah dibandingkan dengan sistem konvensional karena luas area tanam padi berkurang 15%, namun jumlah produksi hanya berkurang 5%. Oleh karena itu, produktivitas padi per unit luas lahan pada sistem SRI-Jarwo-Minapadi lebih tinggi, dan diperlukan upaya sinergisitas dalam pengelolaan lahan sawah antara sistem Jajar Legowo, SRI, dan Minapadi untuk mencapai produksi padi dan pendapatan petani yang optimal
EFISIENSI SALURAN PEMASARAN USAHA TERNAK RUMINANSIA (STUDI KASUS CV. AMANAH SAEBUR DI KECAMATAN TAMBUN SELATAN KABUPATEN BEKASI) Ugy Alamsyah Prawira; Muharam Muharam; Ekalia Yusiana
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 4 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i4.13488

Abstract

CV. Amanah Saebur merupakan usaha yang bergerak di bidang pengadaan qurban dan aqiqah. CV. Amanah Saebur memiliki permasalahan pendapatannya menurun dan memiliki banyak saluran pemasaran dengan tingkat yang berbeda sehingga belum memaksimalkan penjualan pada saluran pemasaran yang paling efisien. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis saluran lembaga pemasaran dan menganalisis efisiensi saluran lembaga pemasaran usaha ternak ruminansia pada CV. Amanah Saebur. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kuantitatif. Sampel responden diambil dengan teknik snow ball sampling. Data didapatkan melalui kuesioner, wawancara, dan observasi. Data dianalisis menggunakan analisis deskripsi untuk mengetahui saluran pemasaran dan analisis kuantitatif dengan menggunakan biaya pemasaran, margin, dan efisiensi saluran pemasaran. Saluran lembaga pemasaran usaha ternak ruminansia pada CV. Amanah Saebur ada empat dan terbagi lagi menjadi dua saluran yaitu: saluran pemasaran kurban: saluran I (supplier – pedagang besar - konsumen) dan saluran II (supplier – pedagang besar – broker - konsumen) dan saluran pemasaran aqiqah: saluran III (supplier – pedagang besar - konsumen) dan saluran IV (supplier – pedagang besar – pedagang pengecer - konsumen) dimana CV. Amanah Saebur berperan sebagai pedagang besar. Saluran pemasaran kurban yang paling efisien adalah saluran I dengan nilai efisiensi sebesar 0,03% dan saluran II sebesar 0,12%, sedangkan saluran pemasaran aqiqah yang paling efisien adalah saluran III dengan nilai efisiensi sebesar 0,14% dan saluran IV sebesar 0,26%.  Semua saluran pada CV. Amanah Saebur efisien tetapi saluran I adalah saluran yang paling efisien karena nilainya lebih kecil dari saluran lainnya, saluran II dan saluran IV rantai pemasarannya lebih panjang karena broker dan pedagang pengecer terlibat dalam saluran tersebut.
PENGGUNAAN BEBERAPA JENIS SISTEM HIDROPONIK DAN SUMBER NUTRISI YANG BERBEDA PADA PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SAWI PAGODA (Brassica narinosa) Silitonga, Yusnita Wahyuni; Harahap, Samsinar -
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 9, No 1 (2024): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v9i1.15747

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pertumbuhan dan produksi tanaman sawi pagoda (Brassica narinosa) dengan beberapa sistem hidroponik dan penambahan nutrisi dari sumber hara yang berbeda. Penelitian  dilakukan di kebun percobaan dalam rumah kasa. Fakultas pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Kelurahan Batang Ayumi Julu, Kecamatan Padangsidimpuan Utara Kota Padangsidimpuan Provinsi Sumatera Utara, yang berada pada ketinggian + 450 m pdl. Penelitian ini dimulai pada bulan Januari sampai dengan Maret 2024. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor, Faktor 1= jenis hidroponik dan Faktor 2 = komposisi nutrisi.Berdasarkan penelitian dilapangan diperoleh hasil, ada pengaruh sistem hidroponik dan sumber nutrisi yang berbeda terhadap tinggi tanaman. Perlakuan yang paling ideal atas interaksi sistem hidroponik dengan komposisinutrsisi terhadap tinggi tanaman adalah H3K3 dengan perlakuan model hidroponik tower dengan komposisinutrisi AB Mix+Air Kolam ikan lele ikan lele ikan lele  dengan tinggi rata-rata yaitu 15,66 cm. Kemudian, ada pengaruh sistem hidroponik dan komposisinutrisi yang berbeda terhadap jumlah daun. Perlakuan yang paling ideal atas interaksi sistem hidroponik dengan komposisinutrsisi terhadap tinggi tanaman adalah H3K3 dengan perlakuan model hidroponik tower dengan komposisinutrisi AB mix +Air Kolam ikan lele dengan tinggi rata-rata yaitu 15,44 helai daun.Serta ada pengaruh sistem hidroponik dan komposisinutrisi yang berbeda terhadap berat tanaman. Perlakuan yang paling ideal atas interaksi sistem hidroponik dengan komposisinutrsisi terhadap tinggi tanaman adalah H2K3 dengan perlakuan model hidroponik wick dengan komposisinutrisi AB mix +Air Kolam ikan lele dengan tinggi rata-rata yaitu 18,29 gram.