cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Journal Analytica Islamica
ISSN : 14114380     EISSN : 25415263     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Journal Analytica Islamica: Journal of Islamic Sciences is a journal that includes the study of Islamic Thought, Islamic law, the Quran, the Hadis, Islamic Education, Islamic Economics and Islamic Communication.
Arjuna Subject : -
Articles 452 Documents
The Influence of Teacher's Authority on The Formation of Students' Materials Hidayatullah, Muhamad; Aisida, Sufinatin
Journal Analytica Islamica Vol 12, No 2 (2023): ANALYTICA ISLAMICA
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jai.v12i2.17391

Abstract

Having and maintaining credibility is essential and absolutely necessary when fulfilling the role of an educator. With credibility, a teacher can provide guidance and advice to students without the need for coercion. If credibility is lost, students may become emboldened to oppose authority, which they initially respected. This indicates that the school's values, rules, and even the teacher's instructions may not be respected. Therefore, education cannot effectively proceed without credibility. In this context, the teacher's role in shaping morals becomes even more prominent, with credibility as the key factor driving this process. It is crucial to instill moral values in the younger generation, especially students, so they are not easily influenced by their surroundings and can adapt themselves according to the Islamic educational goal of fostering individuals who are faithful, pious, and morally upright. This research employed quantitative research methods, specifically correlation analysis. The findings revealed that teacher credibility was rated at 75.42%, considered good as it falls within the 61%-80% interval. The assessment of students' moral development scored 72.73%, also falling within the 61%-80% interval, indicating a good level of moral development. The correlation coefficient, rxy, was calculated as 0.793, indicating a strong influence. In conclusion, this study demonstrates a strong correlation between teacher credibility and students' moral development, which is crucial for achieving the goal of creating morally upright individuals in Islamic education. Memiliki dan menjaga kewibawaan merupakan hal yang esensial dan mutlak diperlukan dalam menjalankan peran sebagai pengajar dan pendidik. Dengan memiliki kewibawaan, seorang guru dapat memberikan petunjuk dan nasihat kepada peserta didik tanpa adanya rasa paksaan. Jika kewibawaan hilang, maka peserta didik mungkin akan merasa berani untuk menentang, yang pada awalnya mereka patuh terhadap kewibawaan guru. Ini mengindikasikan bahwa tata nilai sekolah, aturan, dan bahkan petunjuk guru tidak akan dihormati. Dengan demikian, pendidikan tidak akan berjalan efektif tanpa adanya kewibawaan. Dalam hal ini, peran guru dalam membentuk akhlak menjadi semakin menonjol, dengan kewibawaan sebagai faktor kunci yang menggerakkan proses ini. Maka, sangat penting untuk melakukan pembentukan akhlak pada generasi muda, terutama peserta didik, agar mereka tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitarnya dan mampu menyesuaikan diri sesuai dengan tujuan pendidikan Islam yang bertujuan membentuk pribadi muslim yang beriman, bertaqwa, dan berakhlak baik. Pembentukan akhlak memiliki peran penting dalam mewujudkan individu yang memiliki ketaqwaan kepada Allah SWT. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dan jenis penelitian korelasi. Hasil penelitian ini pada analisis persentase kewibawaan guru diperoleh hasil nilai 75,42% dan tergolong baik, karena berada pada interval 61%-80%. Pada analisis pembentukan akhlak mahmudah peserta didik diperoleh hasil 72,73% dan tergolong baik, karena berada pada interval 61%-80%. pada analisis product moment dengan nilar rxy = 0,793 dan pada tabel interpretasi koefisien korelasi di atas menyatakan bahwa nilai “r” yang diperoleh berada pada taraf 0,60-0,799 sehingga tergolong memiliki pengaruh kuat. 
Islamic Religious Education in Preventing and Overcoming Juvenile Delinquency Arifin, Muhamad Khoirul; Heninda, Natasya; Anita, Mutiara; Anggraini, Nadia Mutiara; Anggara Faza, Naufal Dyas; Hidayatullah, Sadam Zaky; Febriani, Evi; Hasanah, Uswatun; Saputra, Devid; Khumaidi, Muhammad
Journal Analytica Islamica Vol 13, No 1 (2024): ANALYTICA ISLAMICA
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jai.v13i1.19817

Abstract

In today's world, delinquency is an increasingly worrying social problem. This tendency results in delinquent misbehaving, such as promiscuity, stealing, brawling, and other troubles. Islamic religious education has a crucial role to solve the problem, although islamic religious education has a crucial role to prevent and overcome juvenile delinquency, but teachers and parents are essential to overcoming juvenile delinquency today, The study aims to identify factors that influence delinquency and provide solutions to the problem in an islamic religious education perspective. The research method used is literature (library research) with a qualitative descriptive approach. With data collecting from sources such as books, papers, articles, and online resources that are relevant to the juvenile problem. This analysis USES the method of content analysis to interpret the meaning of the data that has been collected. Studies have shown that the factors affecting delinquency include internal and external. On the other hand, solutions that can be drawn in the perspective of islamic education involve the association of youth according to islamic doctrine, through the development of a good social ethic, and the creation of a supportive environment. Thus, the study provides a valuable insight into the role that islamic religious education plays in overcoming delinquency. The conclusion is that islamic religious education has a crucial role in shaping the character and behavior of youth. By discerning religious values, teacher and ward support, youth can better meet challenges and choose a positive path in their lives.Di zaman sekarang ini, kenakalan remaja merupakan masalah sosial yang semakin mengkhawatirkan. Kecenderungan tersebut berdampak pada perilaku kenakalan remaja yang menyimpang seperti pergaulan bebas, mencuri, tawuran dan masalah lainnya. Pendidikan agama Islam memiliki peranan penting dalam mengatasi permasalahan tersebut, Meskipun pendidikan agama Islam memiliki peran penting untuk mencegah dan mengatasi kenakalan remaja, Akan tetapi peran guru dan orang tua sangat di butuhkah dalam menanggulangi kenakalan remaja di zaman sekarang Oleh karena itu, Penelitian ini bertujuan untuk             mengetahui          faktor-faktor              yang mempengaruhi kenakalan remaja dan memberikan solusi terhadap permasalahan tersebut di dalam perspektif pendidikan agama Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian literatur (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Dengan Pengumpulan Data yang diperoleh dari berbagai sumber seperti buku, makalah, artikel, dan sumber-sumber Online yang relevan dengan masalah kenakalan  remaja. Analisis ini menggunakan metode analisis konten untuk menginterpretasikan makna dari data yang telah dikumpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kenakalan remaja mencakup faktor internal dan eksternal. Di sisi lain, solusi yang dapat diambil dalam perspektif pendidikan Agama Islam melibatkan pengaturan pergaulan remaja sesuai dengan ajaran Islam, melalui pengembangan etika pergaulan yang baik, dan pembentukan lingkungan yang mendukung. Dengan demikian, penelitian ini memberikan wawasan yang berharga untuk memahami peran pendidikan Agama Islam dalam mengatasi kenakalan remaja. Kesimpulan yang di dapatkan bahwa Pendidikan  Agama  Islam memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter dan perilaku remaja. Dengan memahami nilai-nilai agama, dukungan guru dan lingkungan, remaja dapat menghadapi tantangan dengan lebih baik dan memilih jalur yang positif dalam kehidupan mereka. .
Use of Information and Communication Technology in Agricultural Extension Andriani, Lusiana; Ramadhan, All Rizky; Zebua, Anugerah; Sastro, Agung Kurniawan
Journal Analytica Islamica Vol 12, No 2 (2023): ANALYTICA ISLAMICA
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jai.v12i2.19871

Abstract

This research was conducted to describe the use of information and communication technology in agricultural extension. The method used is qualitative research using library research techniques. Qualitative research is a research method that focuses on scientific research activities by describing and understanding the social phenomena that are observed. The library study research technique is a series of scientific activities carried out by collecting a number of information that is relevant to the topic or problem that will be or is being studied with the literature as the main source of reference. Researchers carried out library study data collection techniques regarding the use of information and communication technology in agricultural extension through scientific articles, journals, books, etc. The data analysis technique used in qualitative analysis has four stages, namely data collection, data reduction, data presentation and conclusion drawing and verification. The use of information and communication technology in agricultural extension is important to make it easier for instructors to convey information, and farmers can easily access information about agriculture. Apart from that, the use of ICT can be done in various ways, such as using mass media, online media and the internet. From several existing studies, farmers and agricultural extension workers use the internet and online media such as social media for extension activities. Apart from providing farmers with the impact of increasing knowledge from this information, farmers also get an indirect impact, namely increasing the production of their agricultural products. Farmers can also utilize information and communication technology for the purpose of selling their agricultural products and various other needs.
Use of Word Square Learning Media in Learning The History of Islamic Culture at Madrasah Ibtidaiyah Munawir, Munawir; Rahmah, Azizatur; Nurkhasanah, Mufilia
Journal Analytica Islamica Vol 12, No 2 (2023): ANALYTICA ISLAMICA
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jai.v12i2.17590

Abstract

Islamic teachings stipulate that education is an activity that is obligatory for men and women, and education is an activity that lasts a lifetime ( life long education ). As time goes by, the learning process is not only delivered through the lecture method. Which mostly makes students bored, if learning is delivered using conventional methods. So, teachers must be able to create an interesting learning environment in order to arouse interest in learning in students. One way to increase students' interest, especially in the SKI learning process, is to use the Word Square learning media. The study in this research uses literature review by studying and reading literature related to the research object. The research results show that in its application the Word Square learning media combines the ability to answer questions by matching answers to boxes that are similar to crossword puzzles, so that this can create an interesting and effective learning process. Ajaran islam menetapkan bahwa pendidikan merupakan salah satu kegiatan yang wajib hukumnya dilakukan bagi pria dan wanita, dan pendidikan merupakan kegiatan yang berlangsung seumur hidup (life long education). Seiring berkembangnya zaman, dalam melakukan proses pembelajaran tidak hanya disampaikan melalui metode ceramah. Yang mana kebanyakan menjadikan para peserta didik bosan, jika pembelajaran disampaikan dengan metode konvensional tersebut. Sehingga, guru harus dapat menciptakan lingkungan belajar yang menarik agar dapat membangkitkan minat belajar pada diri peserta didik. Salah satu cara untuk meningkatkan minat peserta didik, khususnya dalam proses pembelajaran SKI adalah dengan menggunakan media pembelajaran Word Square. Kajian dalam penelitian ini, menggunakan kajian literatur dengan mempelajari dan membaca literatur-literatur yang terkait dengan objek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan dalam penerapannya media pembelajaran Word Square memadukan kemampuan menjawab pertanyaan dengan mencocokkan jawaban pada kotak-kotak yang mirip seperti teka-teki silang, sehingga hal tersebut dapat menciptakan sebuah proses belajar yang menarik dan efektif.
Axiology of Payables And Receivables In The Perspective of Sharia Finance Accounting Luthfia, Nadira; Purbaningrum, Ivana Rosa; Nasim, Arim; Suryadi, Edi
Journal Analytica Islamica Vol 13, No 1 (2024): ANALYTICA ISLAMICA
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jai.v13i1.18675

Abstract

Axiology in the context of financial accounting for debt and receivables transactions involves the application of ethical principles, moral values, and philosophical values in the management and reporting of debt and receivables. In the Islamic perspective, the axiology of financial accounting for debt and receivables becomes a profound study by applying Sharia principles as the main guidance. One of the fundamental principles that serves as a foundation is the prohibition of usury (riba). This research employs a qualitative research method in the form of a literature review with a systematic reviews approach. The data used in this research refer to books and research articles. Data search is conducted using keywords such as "Axiology of Debt and Receivables in the Philosophy Perspective, Debt and Receivables in Islam." The practice of debt and receivables is regulated in Sharia to assist those facing difficulties and provide assistance to those in need. However, the presence of usury can undermine the good intentions behind this assistance, as those facing difficulties must pay additional money from their borrowings. Axiologically, debt and receivables involving usury are considered undesirable.Aksiologi dalam konteks akuntansi keuangan pada transaksi utang piutang melibatkan penerapan prinsip-prinsip etika, moral, dan nilai-nilai filosofis dalam pengelolaan dan pelaporan utang piutang. Dalam perspektif Islam, aksiologi akuntansi keuangan utang piutang menjadi kajian yang mendalam dengan menerapkan prinsip-prinsip syariah sebagai pedoman utama. Salah satu prinsip utama yang menjadi pijakan adalah larangan riba. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dalam bentuk literature review dengan pendekatan systematic reviews. Data yang digunakan dalam penelitian ini merujuk pada buku dan artikel penelitian. Pencarian data dilakukan dengan menggunakan kata kunci, seperti “Aksiologi Utang Piutang Utang Piutang dalam Perspektif Filsafat Aksiologi Utang Piutang dalam Islam”. Praktek utang piutang diatur dalam syariat untuk membantu menyelamatkan orang-orang yang mengalami kesulitan dan memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan. Namun, keberadaan riba dapat menghilangkan niat baik dalam tolong-menolong ini karena pihak yang mengalami kesulitan harus membayar tambahan uang dari pinjamannya. Secara aksiologis pun, utang piutang yang melibatkan riba di dalamnya dinilai tidak baik.
Scholarship of Syekh Jamaluddin Al-Qasimi (1282 H-1332 H) In Education Harahap, Mhd. Harmidi; Tengku Kasim, Tengku Sarina Aini; Yussuf, Ahmad
Journal Analytica Islamica Vol 13, No 1 (2024): ANALYTICA ISLAMICA
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jai.v13i1.19342

Abstract

 Education is an important thing in Islam. Every Muslim is encouraged to seek various types of knowledge. The importance of this education is clearly stated in the Qur’an and Sunnah and explained by Islamic scholars in their great works.This paper reveals the involvement and commitment of Sheikh Jamaluddin al-Qasimi in the field of education. He was a great contemporary scholar in Syria who produced several works discussing educational ideas. This paper focuses on his involvement in the field of education which includes an analysis of his students and his students and his educational works. This debate further examines his contributions and works in the field of education. The results of the study found that al-Qasimi has contributed a lot in the field of moral education, morality to oneself, morality to Allah SWT and his massanger, morality in the home and social society. Pendidikan merupakan perkara yang penting dalam Islam. Setiap Muslim digalakkan untuk menuntut pelbagai jenis ilmu. Kepentingan pendidikan ini secara jelas dinyatakan dalam al-Quran dan al-Sunnah serta dijelaskan oleh para sarjana Islam menerusi karya-karya agung mereka. Makalah ini menyingkap penglibatan dan komitmen Syekh Jamaluddin al-Qasimi dalam bidang pendidikan. Beliau merupakan ulama besar kontemporari di Syam yang menghasilkan beberapa karya yang membincangkan idea-idea pendidikan. Makalah ini menumpukan kepada penglibatan beliau dalam bidang pendidikan yang merangkumi analisis mengenai para murid dan karya-karya pendidikan beliau. Perbahasan ini seterusnya mengkaji sumbangan dan karya-karya beliau dalam bidang pendidikan. Hasil kajian mendapati bahawa al-Qasimi telah banyak memberikan sumbangan dalam bidang pendidikan akhlak, akhlak kepada diri sendiri, akhlak kepada Allah SWT dan RasulNya, akhlak di dalam rumah dan sosial kemasyarakatan
The Concept of Dhikr in Sufism and Its Practices and Benefits in Life Daniyarti, Wiwi Dwi; Thoriq, Muhammad; Pradana, Ega Bagas; Nurida, Safira Dwi
Journal Analytica Islamica Vol 12, No 2 (2023): ANALYTICA ISLAMICA
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jai.v12i2.18549

Abstract

This journal examines the concept of dhikr in Sufism, which is a branch of spirituality in the Islamic religion. Dhikr literally means remembering or chanting the name of Allah. In Sufism, dhikr has a central role as a tool to get closer to Allah, achieve spiritual awareness, and achieve the ultimate human goal of achieving a higher existence. This journal explores dhikr practices commonly carried out in Sufism, such as dhikr jahr (dhikr done aloud), dhikr khafi (dhikr done silently), and dhikr halqi (dhikr done with breathing movements). This dhikr practice is carried out regularly and repeatedly, with the aim of eliminating mental distractions and focusing on the presence of Allah. Apart from that, this journal also highlights the benefits of dhikr in everyday life. The practice of dhikr is known to have a positive effect on an individual's mental and spiritual well-being. Dhikr can help reduce stress, increase concentration, strengthen your relationship with God, and deepen your understanding of the meaning of life. Dhikr is also considered a means of cleansing the heart of negative traits, such as arrogance, envy, and malice, as well as developing positive traits, such as patience, compassion, and sincerity. This journal uses qualitative research methods by reviewing literature and primary sources in the field of Sufism and Islamic spirituality. The results of this research provide a better understanding of the concept of dhikr in Sufism, related practices, and its benefits in everyday life.Jurnal ini mengkaji konsep dzikir dalam tasawuf, yang merupakan cabang spiritualitas dalam agama Islam. Dzikir secara harfiah berarti mengingat atau menyebut nama Allah. Dalam tasawuf, dzikir memiliki peran sentral sebagai alat untuk mendekatkan diri kepada Allah, mencapai kesadaran spiritual, dan mencapai tujuan akhir manusia untuk mencapai keberadaan yang lebih tinggi. Jurnal ini mengeksplorasi praktik dzikir yang umum dilakukan dalam tasawuf, seperti dzikir jahr (dzikir yang dilakukan dengan lantang), dzikir khafi (dzikir yang dilakukan dalam hati), dan dzikir halqi (dzikir yang dilakukan dengan gerakan pernafasan). Praktik dzikir ini dilakukan secara rutin dan berulang-ulang, dengan tujuan menghilangkan gangguan pikiran dan fokus pada kehadiran Allah. Selain itu, jurnal ini juga menyoroti Manfaat dzikir dalam kehidupan sehari-hari. Praktik dzikir diketahui memiliki efek positif pada kesejahteraan mental dan spiritual individu. Dzikir dapat membantu mengurangi stres, meningkatkan konsentrasi, menguatkan hubungan dengan Tuhan, dan memperdalam pemahaman akan makna kehidupan. Dzikir juga dianggap sebagai sarana untuk membersihkan hati dari sifat-sifat negatif, seperti kesombongan, iri hati, dan kedengkian, serta mengembangkan sifat-sifat positif, seperti kesabaran, kasih sayang, dan ketulusan. Jurnal ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan mengkaji literatur dan sumber-sumber primer dalam bidang tasawuf dan spiritualitas Islam. Hasil penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang konsep dzikir dalam tasawuf, praktik-praktik yang terkait, dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.
Da'wah Message In Surah Al-A'raf Verse 85 (Semiotic Analysis Of Roman Jakobson) Hanif, Sharikhul; Basri, Hasan; Irsyad, Muhammad
Journal Analytica Islamica Vol 12, No 2 (2023): ANALYTICA ISLAMICA
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jai.v12i2.17392

Abstract

Surah Al-A'raf Verse 85 of the Al-Qur'an is one of the verses that contains a strong message of preaching in Islam. This research aims to understand the message of da'wah in this verse by applying Roman Jakobson's semiotic approach, which allows analysis of communication elements and language structures in this sacred text. The research method used in this research is using a type of library research with a content analysis approach. This research is supported by the use of data collection techniques in the form of: reading and understanding the message of da'wah in surah Al-A'raf verse 85 with analysis of Roman Jakobson's semiotics and its relevance to the modern context. The results of the study show that the message of da'wah in Surah Al-A'raf Verse: 85 contains elements of communication, such as the sender of the message (Prophet Syu'aib AS), the message (call for monotheism and rejection of idol worship), the recipient of the message (the Madyan ), communication codes (Arabic), communication channels (Qur'anic texts), and the historical context surrounding them. The message of da'wah has strong relevance in modern society. The message of monotheism and rejection of idol worship remains central to Islamic teachings and influences the thinking, morals and behavior of individual Muslims. Additionally, Roman Jakobson's semiotic analysis helps us understand how Arabic was used specifically to convey this message with clarity and power.Surah Al-A’raf Ayat 85 dari Al-Qur'an adalah salah satu ayat yang mengandung pesan dakwah yang kuat dalam Islam. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pesan dakwah dalam ayat ini dengan menerapkan pendekatan semiotika Roman Jakobson, yang memungkinkan analisis elemen-elemen komunikasi dan struktur bahasa dalam teks suci ini. Adapun metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan jenis penelitian kepustakaan (Library research) dengan pendekatan content analysis. Penelitian ini didukung dengan penggunaan teknik pengumpulan data berupa: membaca dan memahami pesan dakwah dalam surah Al-A’raf ayat 85 dengan analisis Semiotika Roman Jakobson dan relevansinya terhadap konteks modern.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesan dakwah dalam Surah Al-A’raf Ayat: 85 terdapat unsur-unsur komunikasi, seperti pengirim pesan (Nabi Syu'aib AS), pesan (seruan untuk tauhid dan penolakan terhadap penyembahan berhala), penerima pesan (kaum Madyan), kode komunikasi (bahasa Arab), saluran komunikasi (teks Al-Qur'an), dan konteks historis yang mengitarinya. Pesan dakwah memiliki relevansi yang kuat dalam masyarakat modern. Pesan tentang tauhid dan penolakan terhadap penyembahan berhala tetap menjadi inti ajaran Islam dan memengaruhi pemikiran, moral, dan perilaku individu Muslim. Selain itu, analisis semiotika Roman Jakobson membantu kita memahami bagaimana bahasa Arab digunakan secara khusus untuk menyampaikan pesan ini dengan kejelasan dan kekuatan.
Preparation For The Implementation Of The Independent Curriculum Ibrahim, Ibrahim; Husnah, Azimmatul; Fadillah, Alya Rasiqha; Eriska, Eriska; Amanda, Suci
Journal Analytica Islamica Vol 13, No 1 (2024): ANALYTICA ISLAMICA
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jai.v13i1.18427

Abstract

This article relates to the preparation for the implementation of the Merdeka curriculum at SDN 158 Palembang. The research type is qualitative with a descriptive approach. Data collection methods include interviews, observations, and documentary studies. The data analysis technique involves stages of data collection, data presentation, verification, and drawing conclusions. The validity of the data is examined through triangulation consisting of time, method, and source triangulation. Based on the results and discussions, the preparation for the implementation of the Merdeka Curriculum at SDN 158 Palembang indicates that the school has prepared itself to implement the curriculum in accordance with government regulations. The preparation involves understanding and readiness related to the implementation of the Merdeka Curriculum. Educators undergo education and training to understand and be familiar with the preparation and implementation processes of the Merdeka Curriculum. The implementation of the Merdeka Curriculum is considered an initiative that provides more creativity and flexibility to teachers and schools in designing and implementing the curriculum. Several preparation steps have been taken, including understanding the concept of the Merdeka Curriculum, identifying potential and needs involving all stakeholders, training for teachers, adjusting learning programs, as well as curriculum planning and development. These preparation stages are designed to assist educators and educational units in setting goals for the implementation of the Merdeka Curriculum. The readiness of each educator and educational unit can vary, so these implementation stages are designed so that each educator can confidently try to apply the Merdeka Curriculum. This confidence refers to the belief that educators have the ability to continue learning and improve their skills, not only in implementing the curriculum but also in the overall education process. The ability to continue learning is considered a crucial asset for educators.Artikel ini berkaitan dengan persiapan implementasi kurikulum Merdeka di SDN 158 Palembang. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan desktiptif. Metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Teknik analisis data melalui tahapan pengumpulan data, penyajian data, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data mmelalui triangulasi yang terdiri dari triangulasi waktu, metode dan sumber. Berdasarkan hasil dan pembahasan bahwa persiapan implementasi Kurikulum Merdeka di SDN 158 Palembang menunjukkan bahwa sekolah telah mempersiapkan diri untuk menjalankan kurikulum tersebut sesuai dengan regulasi pemerintah. Persiapan melibatkan pemahaman dan kesiapan terkait implementasi Kurikulum Merdeka. Tenaga pendidik menjalani pendidikan dan pelatihan untuk memahami serta mengenal proses persiapan dan pelaksanaan Kurikulum Merdeka. Penerapan Kurikulum Merdeka dianggap sebagai inisiatif yang memberikan lebih banyak kreativitas dan fleksibilitas kepada guru dan sekolah dalam merancang serta melaksanakan kurikulum. Beberapa langkah persiapan telah dilakukan, termasuk pemahaman konsep Kurikulum Merdeka, identifikasi potensi dan kebutuhan dengan melibatkan semua stakeholder, pelatihan bagi guru, penyesuaian program pembelajaran, serta perencanaan dan pengembangan kurikulum. Tahapan persiapan ini didesain untuk membantu pendidik dan satuan pendidikan menetapkan tujuan implementasi Kurikulum Merdeka. Kesiapan setiap pendidik dan satuan pendidikan dapat beragam, sehingga tahapan implementasi ini dirancang agar setiap pendidik dapat dengan percaya diri mencoba menerapkan Kurikulum Merdeka. Keyakinan ini merujuk pada pandangan bahwa pendidik memiliki kemampuan untuk terus belajar dan meningkatkan keterampilan mereka, tidak hanya dalam penerapan kurikulum, tetapi juga dalam proses pendidikan secara keseluruhan. Kemampuan untuk terus belajar dianggap sebagai modal penting bagi pendidik.
Pantun as the Context of Da'wah in Islam Meylani, Auliya; Faridah, Faridah; Hasibuan, Nisa Hafzhiyah; Panjaitan, Devi Hertina; Serungke, Mayang; Rambe, Nursamsia
Journal Analytica Islamica Vol 13, No 1 (2024): ANALYTICA ISLAMICA
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jai.v13i1.20426

Abstract

Pantun is a form of Malay poetry used to express complex ideas and emotions. Pantun has appeared in this area for at least 500 years. Pantun has a clear a-ba-b rhyme scheme. Pantun can be channeled in the form of music, songs and writing. The aim of this research is to look at the delivery of da'wah using pantun media and the meaning contained therein. This research is a type of qualitative descriptive research that focuses analysis on content. This research uses reading and note-taking techniques as the data to be found is based on the research object. The data obtained is in the form of Islamic education in Pantun Melayu. The results of the research can be seen from the use of pantun as a medium for da'wah, the content of the pantun is one theme in al-Azhar's interpretation of 'the beauty of the sea' (wa ayatun lahum anna hammalna dzurriyatahum fi al-fulq al-masyhun). Hamka explained the beauty of the ark in rhyme verses. Anak tiung on rambutan, singing with a beak, stunned the ship in the sea, came the wind sailing far away. Ships that sail in the middle of the ocean are proof of the greatness and power of Allah SWT, which can transport people and their necessary goods from one place to another. From this pantun, according to Hamka, the message of da'wah that can be taken is the advice to see the greatness, breadth and depth of the ocean as Almighty, Most Vast and Most Glorious, Allah SWT. The vast oceans seen by the eye are actually very small compared to the vastness of space. provisions, Bring two or three strings, If it's an inch long, Don't let the sea be guessed. Apart from that, da'wah that includes rhymes will have a new atmosphere, namely a relaxed, comfortable atmosphere, not tense, not monotonous and boring. The congregation will receive the da'wah message with a feeling of comfort. This will certainly strengthen da'wah activities in the general public.