cover
Contact Name
Yuniar Siska Novianti
Contact Email
yuniar@ulm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
geosapta@ulm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal GEOSAPTA
ISSN : 24603457     EISSN : 25275844     DOI : -
Jurnal Geosapta- Geosapta is a scientific period journal which is published in every January and July every year, contains scientific articles on Geosciences for Mining Applications from Exploration & Geology, Geomechanics, Coal and Mineral Processing, Management and Mineral-Coal Economic, and Mining Environment.
Arjuna Subject : -
Articles 215 Documents
ANALISIS PRODUKSI DAN BIAYA ALAT WHEEL LOADER PADA KEGIATAN PENGOLAHAN DAN PEMURNIAN BAHAN GALIAN BIJIH BESI DI PT PACIFIC HAN MININDO DESA TAMPANG KEC. PELAIHARI KAB. TANAH LAUT KALSEL Akhmad Rahmadi; Nurhakim Nurhakim; Adip Mustofa; Philip Toh
Geosapta Vol 1, No 01 (2015): Juli 2015
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v1i01.739

Abstract

PT Pacific Han Minindo site Desa Tampang Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan telah membangun satu unit lokasi pengolahan bijih besi. Target produksi pada tahun 2011 sebesar 270 ton per jam belum tercapai, sehingga pada tahun 2012 direncanakan peningkatan produksi pengolahan bijih besi dalam rangka memenuhi target produksi tersebut. Hal ini melatarbelakangi untuk mengadakan analisa ketercapaian target produksi tahun 2011 dan kajian teknis guna memenuhi target produksi tahun 2012 pada serangkaian unit pengolahan, khususnya unit untuk proses pemuatan PT Pacific Han Minindo.Pencapaian target produksi sangat bergantung pada produktivitas unit pengolahan dan permurnian. Oleh karena itu, metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah dengan menganalisa faktor-faktor pendukung produktivitas pemuatan seperti cycle time alat muat, spesifikasi alat, kondisi ROM dan stockpile, faktor-faktor penyebab loss time seperti delay dan breakdown time pada tahun 2011.Setelah dilakukan penelitian dan pengambilan data untuk analisa ketercapaian produksi unit pengolahan pada PT Pacific Han Minindo, didapat produktivitas sebesar 255.18 ton per jam dan belum memenuhi target produksi tahun 2011. Untuk memenuhi target produksi tahun 2012 sebesar 270 ton per jam dilakukan analisis terhadap alat muat wheel loader (CAT 980 dan CAT 966 E), cost (biaya produksi), dan design ROM agar produksi unit pemuatan bisa ditingkatkan.
PENGARUH PENAMBAHAN PFAD TERHADAP KARAKTERISTIK BATUBARA KUALITAS RENDAH RR. Yunita Bayu Ningsih; Umar Rifaldy Pulakadang; Ocky Pradika Riadi
Geosapta Vol 3, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v3i1.2921

Abstract

Upgrading batubara yang dilakukan dengan pemanasan akan menguapkan moisture yang ada didalam batubara sehingga nilai kalori batubara meningkat. Akan tetapi proses pemanasan ini akan menyebabkan pori-pori pada batubara semakin membesar. Akibatnya air dapat masuk kembali kedalam batubara ketika proses pemanasan selesai. PFAD dapat digunakan sebagai coating pada batubara yaitu dapat menutupi pori-pori batubara yang terbuka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan Patty Falm Acid Destilation (PFAD) terhadap kualitas batubara. Penelitian dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan proses karbonisasi dengan suhu 3000C pada batubara yang berukuran 30 mesh. Batubara yang telah dikarbonisasi selanjutnya ditambahkan PFAD sebesar 0%,4%,8% dan 12%. Hasil penelitian menunjukan bahwa tanpa penambahan PFAD kandungan moisture batubara adalah sebesar 5.5% adb, nilai kalori 4,607 kal/gr, zat terbang 41.87%adb dan abu sebesar 12.33%adb. Batubara yang telah ditambahkan PFAD sebanyak 12% dapat menurunkan kandungan moisture menjadi 3.47%adb dan menaikan nilai kalori menjadi 5,342 kal/gr. Zat terbang menjadi sebesar 40,94%adb dan abu menjadi 17.06%adb. Hasil uji SEM menunjukan bahwa batubara yang yang ditambahkan PFAD memiliki pori-pori yang lebih sedikit dan lebih kecil daripada batubara yang tidak ditambahkan PFAD. Penelitian ini menunjukan bahwa penambahan PFAD tidak hanya dapat berfungsi sebagai coating tetapi juga dapat mengubah kualitas batubara. Kata- kata kunci : Batubara, Palm Fatty Acid Destilation, Kualitas Batubara
EVALUASI PRODUKTIVITAS PEMUATAN BATUBARA PADA KEGIATAN PENGAPALAN PT ASMIN BARA BRONANG Wulandari Puspitasari; Uyu Saismana; Riswan Riswan
Geosapta Vol 3, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v3i2.3902

Abstract

Pada kegiatan pengapalan di PT Asmin Bara Bronang telah terjadi ketidak tercapaian target barging time, barging time yang sudah ditentukan adalah sebesar 6 jam 20 menit. Tidak tercapainya target barging time dipengaruhi oleh beberapa hal yang berhubungan seperti ketersediaan batubara, produktivitas unit pengumpan wheel loader, dan belt conveyor.Penelitian ini meggunakan pendekatan dengan menganalisa tiga faktor yang beprengaruh langsung pada kegiatan barging, yaitu ketersediaan batubara, produktivitas wheel loader, dan belt conveyor.  Dari hasil penelitian didapatkan bahwa 47% dari barging bulan Mei tidak mencapai target barging time. Dari ketiga faktor, ditemukan bahwa, produktivitas wheel loader adalah penyebabnya. Dimana produktivitas rata-rata aktual wheel loader 862,19 ton/jam, maka CR 30 hanya mampu memuat ±5.000 MT batubara dalam waktu 6 jam. Untuk memenuhi barge dengan ukuran maksimal, yaitu ±8.000 MT. Maka dilakukan simulasi. Simulasi yang dilakukan ada dua, yang pertama adalah dengan memaksimalkan waktu wheel loader maju dan kembali. Menggunakan kecepatan sesuai hand book wheel loader. Maka didapatkan rata-rata produktivitas taksiran wheel loader adalah 1.156,91 ton/jam, CR 30 mampu memuat ±6.900 MT. Simulasi kedua adalah dengan memperkecil loading time, dengan menaikkan produktivitas wheel loader. Untuk menaikan produktivitas wheel loader maka dilakukan penambahan 1 unit wheel loader, produktivitas wheel loader naik menjadi 1.724,28 ton/jam ton/jam. Dengan produktivitas tersebut untuk memuat barge ukuran 300 ft (8.000 MT) dibutuhkan waktu 4 jam 58 menit. Kata-kata Kunci : produktivitas, barging, belt conveyor, barging time, wheel loader, demurrage
PERENCANAAN DISPOSAL PADA TAMBANG TERBUKA BATUBARA Christian Londong; Nurhakim Nurhakim; Marselinus Untung Dwiatmoko; Sari Melati
Geosapta Vol 2, No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v2i1.4207

Abstract

Pada tahun 2012 PT Servo Mining Contractor berencana akan membuka pit baru di wilayah Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP-OP) Koperasi Unit Desa (KUD) Penerus Baru 1, yaitu Pit D.  Oleh sebab itu, perlu direncanakan pembuatan disposal untuk overburden (OB) dari pit tersebut.  Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konstruksi disposal, menentukan pengendali erosi di sekitar lereng disposal, membuat rancangan ramp pada disposal, menentukan kapasitas dan menentukan kebutuhan alat gusur bulldozer, sehingga dapat diketahui umur disposal yang direncanakan.Perancangan disposal menggunakan perangkat lunak Minescape 4.118 dengan target pemindahan overburden direncanakan sebesar 60,000 BCM/bulan.  Kontruksi disposal menggunakan overall slope 28o dengan tinggi jenjang  8 m dan lebar jenjang 5 m dengan sistem pot akan diterapkan untuk kegiatan reklamasi untuk mencegah kekurangan tanah pucuk (top soil). Pengendalian erosi yang direncanakan backslope sebesar 2% dan dan pembuatan saluran sepanjang  270 m dengan dimensi lebar permukaan 2 m, kedalaman saluran 0.9 m, lebar dasar permukaan 1 m dengan sudut 61o. Ramp disposal dirancang dengan panjang 266.15 m dengan beda tinggi 23.02 m. Ramp berada di sisi utara lereng disposal. Kebutuhan alat bulldozer adalah 1 unit dengan lama pengerjaan selama 5 bulan. Kapasitas overburden yang mampu ditampung di disposal ini sebanyak 260,990 CCM sehingga masih terdapat sisa overburden Pit D sebesar 25,752.57 CCM yang akan ditimbun ke dalam Pit D dengan metode backfilling. Kata-kata kunci : Perencanaan Tambang, Disposal, Overburden
PENGARUH KOMPOSISI BRIKET BATUBARA NON-KARBONISASI TERHADAP PARAMETER KUALITAS DAN KARAKTERISTIK PEMBAKARAN Syafira Dian Sari; Agus Triantoro; Riswan Riswan
Geosapta Vol 4, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v4i2.5164

Abstract

Briket batubara merupakan bahan bakar padat yang mempunyai kelayakan teknis untuk digunakan sebagai bahan bakar, untuk menghasilkan briket batubara dengan kualitas yang baik maka perlu dilakukan analisis terhadap parameter kualitas dan karakteristik pembakaran dari briket yang telah diolah. Hal ini dilakukan untuk menghasilkan briket batubara yang diharapkan memiliki kualitas yang dapat menunjang penggunaan energi panas yang dihasilkan dari briket.Metode analisis yang digunakan adalah melakukan pengujian di laboratorium meliputi pengujian kadar air, kadar abu, kadar zat terbang, nilai kalori dan karbon tertambat. Serta melakukan pembakaran briket untuk mengetahui waktu nyala api, waktu nyala bara dan waktu pembakaran.Hasil analisis parameter kualitas dengan kadar air terendah terdapat pada komposisi A (ukuran partikel batubara 0,40 mm), kadar air sebesar 9,69%. Kadar abu terendah terdapat pada komposisi A (ukuran partikel batubara 0,40 mm), kadar abu sebesar 3,50%. Kadar zat terbang tertinggi terdapat pada komposisi A (ukuran partikel batubara 2,38 mm), kadar zat terbang sebesar 61,90%. Nilai kalori tertinggi terdapat pada komposisi C (ukuran partikel batubara 0,40 mm), nilai kalori sebesar 6586,5 kkal/kg. Karbon tertambat tertinggi terdapat pada komposisi C (ukuran partikel batubara 0,40 mm), nilai karbon tertambat sebesar 37,97%. Serta waktu pembakaran briket terlama didapat pada komposisi C (ukuran partikel batubara 2,38 mm) dengan waktu nyala api 50 menit 31 detik, waktu nyala bara 1 jam 25 menit 45 detik dan waktu pembakaran 2 jam 16 menit 16 detik. Kata-kata Kunci : Batubara, Briket, Non-Karbonisasi, Kualitas, Ukuran Partikel
EVALUASI PENAMBANGAN DI PIT 3 BERDASARKAN PENGUKURAN SURVEY KEMAJUAN TAMBANG TERHADAP RITASE ALAT ANGKUT (TRUCK ACOUNT) PADA PT TANJUNG ALAM JAYA KECAMATAN PENGARON, KABUPATEN BANJAR, KALIMANTAN SELATAN Mahfudz Ade Kurnia; Uyu Saismana; Riswan Riswan; Eko Santoso; Gusti Yunizar
Geosapta Vol 1, No 01 (2015): Juli 2015
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v1i01.733

Abstract

PT Tanjung Alam Jaya yang bergerak di bidang pertambangan batubara menggunakan kegiatan survey dan perhitungan ritase alat angkut untuk mengetahui volume bahan galian yang terbongkar/dipindahkan. Kedua metode ini memberikan hasil yang berbeda namun keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan kedua metode tersebut dalam mengontrol dan mengevaluasi kemajuan tambang.Kegiatan survey memberikan selisih volume antara dua model permukaan yang diperoleh dari pengambilan titik-titik koordinat di dalam pit. Volume OB (overburden) yang terbongkar dapat diperkirakan dari perhitungan ritase alat angkut yang mengangkut OB ke luar pit. Data faktor-faktor yang mempengaruhi produksi pada bulan Februari 2012 berupa bucket fill factor (BFF) alat, swell factor (SF) material, cycle time (CT) alat, produksi alat dan efisiensi kerja (EU) alat diambil untuk menghitung produksi OB yang selanjutnya dianggap sebagai volume pembongkaran OB yang sebenarnya.Berdasarkan data faktor-faktor produksi alat angkut yang diambil pada bulan Februari 2011, didapat volume OB yang terbongkar sebesar 257,136.86 BCM. Volume OB dari hasil survey sebesar 216,252.21 BCM dan dari hasil pendataan ritase alat angkut diperoleh 230,885.00 BCM, atau dikatakan terdapat perbedaan 6.77%.
OPTIMALISASI PRODUKTIVITAS ALAT GALI MUAT BERDASARKAN ANALISA AKURASI GEOMETRI PEMBORAN DAN RANCANGAN PELEDAKAN Ferdiyan Chrissandi Girsang; Nurhakim Nurhakim; Romla Noor Hakim; Aldi Ade Rakhmawan
Geosapta Vol 2, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v2i2.4213

Abstract

Pada kegiatan penambangan, peledakan merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk pembongkaran material. Ukuran keberhasilan peledakan dapat dilihat dari angka produktivitas alat gali muat dan nilai recovery peledakan. Selama penelitian diperoleh bahwa hasil peledakan di pit Central Tutupan II roof seam T110 belum mencapai target yang ditetapkan perusahaan. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh lokasi peledakan terdiri dari batuan yang bersifat heterogen dan berada pada zona area kritis, sehingga dengan dilakukannya pembatasan muatan bahan peledak untuk mengurangi tingkat getaran tanah belum mampu menghasilkan energi ledak yang optimal.Dalam mengkaji hasil kegiatan peledakan, angka produktivitas alat gali muat dapat diamati berdasarkan nilai digging time. Ketercapaian nilai digging time sesuai standar perusahaan (<12 detik) dipengaruhi oleh tingkat keakurasian geometri pemboran, penetapan geometri peledakan yang sesuai, penyesuaian kolom isian (primary charge) terhadap litologi batuan lokal dan penentuan arah peledakan. Memprediksi hasil peledakan yang optimal, dikaji melalui distribusi fragmentasi secara teoritis.Upaya untuk memperoleh hasil peledakan yang lebih optimal, perlu dilakuakan modifikasi rancangan peledakan yang terdiri sebagai berikut. Akurasi geometri pemboran dioptimalkan >50% dari geometri rencana (7m x 7m x 8m). Metode peledakan menggunakaan single deck pada zona laminasi sedangkan double deck pada zona batupasir laminasi dengan pola echelon. Distribusi fragmentasi material boulder (ukuran >100cm) diusahakan < 20% dengan cara mengoptimalkan nilai powder factor pada kedalaman lubang ledak 3m, 4m, 5m, dan 8m. Sedangkan untuk arah peledakan direkomendasikan menuju N 150o E yang mengacu pada orientasi kemiringan utama (dip direction) dari bidang diskontinuitas. Kata-kata kunci: Akurasi geometri pemboran, fragmentasi, recovery peledakan, digging time, powder factor
PERENCANAAN PENAMBANGAN BATUBARA PIT TIMUR DI PT PADA IDI DESA LUWE HULU KALTENG Heru Cahyo Prasakto; Nurhakim Nurhakim; Riswan Riswan; Karina Shella Putri
Geosapta Vol 3, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v3i1.2932

Abstract

PT Pada Idi memerlukan perencanaan dan perancangan tambang pada area prospek yang telah dilakukan eksplorasi sebelumnya. Hal ini dilakukan sebagai pedoman dalam pelaksanaan penambangan, mengurangi ketidakpastian dan pemilihan kemungkinan terbaik.Penelitian dikerjakan dengan bantuan software. Batas penambangan, cadangan tertambang, volume OB ditentukan dengan nilai Stripping Ratio (SR) 7, 9 dan 10. Rancangan pit dan timbunan mengacu pada rekomendasi geoteknik lereng perusahaan. Tahapan penambangan dibuat dengan target produksi 100.000 ton/bulan.Hasil penelitian dengan SR 9 yaitu : pit limit sampai elevasi -10 mdpal, luas pit 128.08 Ha, cadangan  tertambang 2.84 juta ton, volume OB 25.99 juta BCM, umur pit 2 tahun 8 bulan. Hasil penelitian dengan SR  7 yaitu : pit limit sampai elevasi -5 mdpal, luas pit 103.05 Ha, cadangan  tertambang 2.80 juta ton, volume OB 19.72 juta BCM, umur pit 2 tahun 11 bulan. Hasil penelitian dengan SR  10 yaitu : pit limit sampai elevasi -25 mdpal, luas pit 182.3 Ha, cadangan  tertambang 3.93 juta ton, volume OB 39.17 juta BCM, umur pit 3 tahun 10 bulan. Kebutuhan alat mekanis pit SR 9 adalah 7 unit Excavator PC-400, 2 unit Excavator PC-200, 28 unit Dump Truck Nissan CWB dan 10 unit Dump Truck Hino FM260. Kata-kata kunci: Pit, Stripping Ratio, Pit Limit, Cadangan, Alat Mekanis 
SIMULASI COAL BLENDING DENGAN BEBERAPA PENDEKATAN PERHITUNGAN PADA ROM PIT JELIWAN BARAT Nona Herlina Hendita Tasya; Nurhakim Nurhakim; Uyu Saismana
Geosapta Vol 2, No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v2i1.4202

Abstract

Jeliwan Barat merupakan pit yang dimiliki oleh PT Kapuas Tunggal Persada, perusahaan tambang batu bara yang berlokasi di Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah. Di lokasi ini, PT KTP memproduksi batubara dari tiga lapisan yang berbeda, yaitu Eupper, E1, dan E2. Batubara dari lapisan-lapisan tersebut kemudian ditempatkan menjadi satu produk di Stock ROM. Prosedur ini menyulitkan pengontrolan kualitas serta kualitas batubara yang diinginkan pembeli.Langkah pertama dalam penelitian ini adalah membagi batubara mentah dari pit menjadi tiga produk, sesuai pada seam batubaranya. Langkah selanjutnya adalah mencoba beberapa metode untuk mensimulasikan komposisi pencampuran batubara untuk memenuhi permintaan pembeli. Pada bulan Desember 2014 dan Januari 2015, permintaan pembeli batubara adalah CV ≥ 6,500 Kkal/Kg, TM ≤ 10%, TS ≤ 1%, dan Ash ≤ 14%, serta dengan kuantitas sebanyak 20.000 ton.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setelah batubara membagi berdasarkan seam nya, simulasi komposisi pencampuran batubara menjadi lebih mudah. Dalam studi ini, ada beberapa metode yang diterapkan untuk mensimulasikan parameter batubara sesuai permintaan pembeli, yaitu Coal Blending Simulation (CBS), Seabase Blending Calculator, Solver (add-in dari Microsoft Excel), Matriks, dan pemodelan Matematika (Metode Eliminasi - Substitusi). Dari simulasi ini pencampuran, didapatkan bahwa Solver dan Seabase pendekatan memberikan hasil yang terbaik Kata-kata kunci: Kualitas Batubara, Blending, Ash, Blending Calculator Seabase, Metode Simpleks (Solver).
PENENTUAN TINGKAT KEMATANGAN SERPIH BATUBARAAN MENGGUNAKAN METODE REFLEKTANSI VITRINIT DAN NILAI KALORI Annisa Annisa
Geosapta Vol 4, No 01 (2018): Januari 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v4i01.4442

Abstract

Batubara sebagai sumberdaya energi konvensional masih dibutuhkan di Indonesia, tetapi  upaya untuk penggunaan energi alternatif juga dilakukan demi mengatasi persoalan kelangkaan energi di masa yang akan datang. Upaya penggunaan sumberdaya energi non-konvensional seperti oil shale dan dalam penelitian ini akan dibahas mengenai serpih batubaraan. Serpih batubaraan memiliki kandungan bahan organik yang pada penelitian ini akan ditentukan tingkat kematangannya dengan  membandingkan metoda reflektansi vitrinit dan nilai kalori untuk dicari parameter yang lebih tepat.Penelitian ini bertujuan menentukan tingkat kematangan serpih batubaraan dengan menggunakan metode analisis reflektansi vitrinit dan data analisis nilai kalori yang didukung dengan data uji analisis proksimat. Hasil yang didapatkan adalah nilai Reflektansi vitrinit (Rr) BDJ 0801 adalah 0,4817 dan BDJ 0806 adalah 0,5304,00. Sedangkan nilai Calorific value (Kkal/kg,adb) adalah BDJ 0801 sebesar 1.568,00. Berdasarkan hasil uji reflektansi vitrinit sampel yang memiliki rentang nilai vitrinit dari 0,4781% hingga 0,5391% termasuk dalam kategori Low Rank (Lignite and Sub-bituminous coals) dan Medium Rank (Bituminous coals). Kata-kata kunci: Serpih batubaraan, nilai kalori, reflektansi vitrinit, low rank, oil shale

Page 8 of 22 | Total Record : 215