Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ)
Jurnal Kebidanan “Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ)” adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Lembaga Penelitian, Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda. Adapun ruang lingkup/topik dalam Jurnal Ilmiah Kebidanan adalah bidang Kebidanan, Kandungan dan Pendidikan Kebidanan. Dalam setiap edisinya, Jurnal Kebidanan “Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ)” menerbitkan 5 hingga 8 (delapan) artikel/ hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke Jurnal Kebidanan “Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ)” tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Kebidanan Bunga Husada (Akbid Bunda) saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles
450 Documents
Pengaruh Pemberian Terapi Akupresur dan Infused Water Lemon Terhadap Penurunan Mual Muntah Pada Ibu Hamil Trimester 1 di Klinik Wicaksana Laghawa Sangatta Utara
Ratih Anita;
Rr. Nindya Mayangsari;
Siti Noorbaya
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54100/bemj.v8i1.335
Introduction: Excessive nausea and vomiting (emesis gravidarum) remain a significant issue during pregnancy, affecting approximately 0.3-3% of pregnant women. Acupressure therapy at the Pericardium 6 point and lemon-infused water have been proven effective in reducing nausea and vomiting in first-trimester pregnant women, with no side effects as they do not involve the use of chemicals. Objective: This study aims to analyze the effect of acupressure therapy and lemon-infused water on reducing nausea and vomiting in pregnant women at Wicaksana Laghawa Clinic, North Sangatta. Methods: This experimental study utilized a two-group pretest-posttest design. The sample consisted of 24 pregnant women selected using purposive sampling. Data were collected using the PUQE-24 questionnaire and analyzed with a paired samples test. Results: Before therapy, the average nausea and vomiting score in the acupressure group was 11.57, which decreased to 3.79 after therapy. In the lemon-infused water group, the initial average score of 9.86 decreased to 3.64. The analysis showed that both therapies were significantly effective (p-value = 0.000; p < 0.05) in reducing nausea and vomiting in pregnant women. Conclusion: Both acupressure and lemon-infused water therapies are effective in reducing the severity of nausea and vomiting. Further research is recommended to explore the interaction between the two therapies and consider environmental and psychosocial factors influencing the outcomes.
Pengaruh Pemberian BANPAS-Sand Suck Sebagai Upaya Pencegahan Atonia Uteri Pada Ibu Bersalin
Puji Handayani;
Wenty Ika Ariani;
Siti Noorbaya
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 7 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54100/bemj.v7i2.336
BANPAS-Sand Suck merupakan alat yang dibuat dari pasir dibungkus dengan plastik dan kain dilengkapi dengan sabuk elastis dan sensor. Alat ini diharapkan dapat mencegah terjadinya atonia uteri dengan memberikan tekanan pada bagian cephalad fundus ibu sehingga uterus tidak naik ke atas dan darah tidak terperangkap di dalam kavum uteri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan bantalan pasir (sand suck) terhadap pencegahan atonia uteri pada kala IV. Metode digunakan dalam penelitian ini adalah quasy eksperimen menggunakan design post test only control group design dengan pendekatan analitik dengan jumlah sampel 30 orang kelompok intervensi ataupun kontrol. Pengambilan sampel dilakukan berdasar atas Consecutive Sampling. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2024. Hasil pengukuran jumlah darah dan besar kontraksi dianalisis menggunakan Independent T Test. Hasil penelitian menununjukkan bahwa rerata jumlah darah yang dikeluarkan pada kala IV di kelompok intervensi yaitu 125,33 ml±16,554 ml dan kelompok kontrol 175,67±17,943mL. Besarnya kontraksi pada kelompok intervensi 55,07 mmHg ± 4,425mmHg sedangkan kelompok kontrol 52,0 mmHg± 6,744 mmHg (p=0,044). Hasil penelitian menunjukan bahwa sand suck lebih efektif dalam pencegahan terjadinya atonia uteri dibanding dengan menggunakan Standard Operating Procedure (SOP). Simpulan, Sand Suck lebih efektif dalam pencegahan atonia uteri ditinjau dari jumlah darah yang keluar dan kuatnya kontraksi pada kala IV.
Training of Trainer Pesantren Hidayatullah Dalam PHBS Melalui Program Fleanab
Johan, Herni;
M. Sabiq Dzakwan;
Siti Noorbaya
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 7 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54100/bemj.v7i2.337
Perilaku hidup bersih dan sehat hakikatnya adalah dasar pencegahan manusia dari berbagai penyakit. Survey awal di Pesantren Hidayatullah Kota Samarinda terkait indikator PBHS menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat di Pesantren Hidayatullah yang belum menerapkan PHBS. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Promosi Kesehatan Memengaruhi Pola Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS di Pesantren Hidayatullah Kota Samarinda. Jenis penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study. Populasi seluruh ketua kelas santri di Pesantren Hidayatullah Kota Samarinda 146 orang santri dengan jumlah sampel adalah 59 orang santri. Analisa Data dengan regresi berganda. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi yang dibagikan kepada 59 orang responden. Berdasarkan hasil uji regresi berganda secara parsial variabel Pemberdayaan, bina suasana, advokasi dan kemitraan berpengaruh terhadap pola PHBS melalui program Fleanab dengan korelasi positif. Variabel yang memiliki pengaruh paling dominan terhadap pola PHBS adalah Pemberdayaan dengan nilai beta tertinggi yaitu 0,499 sementara itu variabel yang memiliki pengaruh paling rendah yaitu kemitraan dengan koefisien beta sebesar 0,385. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh strategi promosi kesehatan (pemberdayaan, bina suasana, advokasi dan kemitraan) terhadap pola PHBS melalui program Fleanab. Disarankan agar tenaga kesehatan maupun penyelenggara promosi kesehatan lainnya dalam meningkatkan pola PHBS pada tatanan sekolah khususnya di pesantren dan dapat melakukan intervensi kembali yang bertujuan lebih meningkatkan kebersihan agar terhindar dari berbagai penyakit.
PMP Kemandirian Kesehatan Melalui Peran Kader Cocoq Health Care Dan Mother - Tod Class Stunting
Noorbaya, Siti;
Rr. Nindya Mayangsari;
Hendra Saputra
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 7 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54100/bemj.v7i2.338
Deteksi dini stunting adalah upaya untuk mengetahui pertumbuhan anak. Indonesia merupakan negara dengan beban anak stunting tertinggi ke-5 di dunia, sedangkan di Kota Samarinda yang tertinggi yaitu di Puskesmas Sempaja. Stunting menjadi salah satu terlambatnya perkembangan manusia di dunia. Penyebab terjadinya stunting disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya kurangnya pengetahuan dan keterampilan kader dalam deteksi dini stunting. Keterlibatan kader Cocoq Health Care dan Mother – Tod Class Stunting dalam pelaksanaan skrining pertumbuhan anak perlu ditingkatkan untuk menurunkan angka stunting. Pemberdayaan masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan gambaran peran kader tentang deteksi dini stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Sempaja. Pemberdayaan masyarakat ini menggunakan deskriptif kuantitatif, pengambilan sampel menggunakan Kuota sampling dengan jumlah sampel 86 responden. Hasil menunjukkan peran kader tentang deteksi dini stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Sempaja dalam kategori baik yaitu sebanyak (95,3%). Peran kader Cocoq Health Care dan Mother – Tod Class Stunting dalam deteksi dini stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Sempaja dalam kategori baik, mayoritas kader dapat melakukan pengukuran tinggi badan, penimbangan berat badan, dan pengisian KMS dengan baik.
Efektifitas Terapi Musik Klasik Mozart dan Kangaroo Method Terhadap Peningkatan Berat Badan Pada Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)
Siti Aminah;
Ratna Wulandari
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54100/bemj.v8i1.343
Low Birth Weight (LBW) infants are at high risk for various health complications, including growth delays. This study aims to evaluate the effectiveness of Mozart music therapy and the kangaroo method in increasing the weight of LBW infants over 30 days. The findings reveal that Mozart music therapy resulted in a weight gain of 550 grams, while the kangaroo method achieved a gain of 510 grams. These results align with previous studies showing that Mozart music therapy enhances appetite and sleep patterns in infants by regulating neurophysiological responses and reducing cortisol levels. Meanwhile, the kangaroo method improves thermal stability and promotes weight gain through direct skin-to-skin contact between mother and baby, which also increases oxytocin production. International studies confirm the effectiveness of both methods in supporting LBW infants' growth. The combination of music therapy and the kangaroo method has been found to yield even better outcomes, with up to 20% higher weight gain compared to using either method alone. However, the implementation of these methods depends on resource availability and cultural context. This study concludes that both Mozart music therapy and the kangaroo method effectively enhance the weight of LBW infants. Combining these approaches is recommended as an optimal strategy for supporting infant growth, particularly in healthcare settings equipped with adequate technology and trained personnel.
Analisis Praktik Klinik Keperawatan Dengan Intervensi Inovasi Pemberian Kompres Dingin (Cool Pack) Untuk Mengurangi Tingkat Nyeri Saat Pemasangan Infus Pada Pasien DBD Di Ruang IGD RSUD Aji Muhammad Parikesit Tenggarong
Latifah, Efita Latifah;
Misbah Nurjannah;
Milkhatun, Milkhatun;
Dwi Widyastuti
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54100/bemj.v8i1.252
Demam tinggi yang bisa mencapai 39 derajat merupakan gejala paling umum dari demam berdarah, yaitu infeksi virus yang terutama ditemukan di daerah tropis dan subtropis, mayoritas orang yang terjangkit demam berdarah tidak menunjukkan gejala apa pun. Demam ini mereda dengan cepat setelah berlangsung selama dua hingga tujuh hari, sakit kepala, pegal-pegal di badan, mual, muntah, menggigil, lemas, dan ruam dengan bintik-bintik merah di kulit merupakan gejala umum. Salah satu tindakan yang paling umum dilakukan di rumah sakit adalah pemasangan infus, yang dapat melukai tempat jarum dimasukkan dan membuat anak merasa takut, cemas, atau kesakitan.. Intervensi non-farmakologis merupakan salah satu tindakan terbaik untuk mengurangi nyeri pada saat pemasangan infus dengan terapi kompres dingin menggunakan (cool pack). Tujuan : Karya ilmiah akhir ners ini bertujuan untuk menganalisa intervensi untuk mengurangi skala nyeri pada saat pemasangan infus dengan intervensi inovasi kompres dingin menggunakan (cool pack). Hasil : Yang didapatkan pada kasus menunjukan bahwa adanya pengaruh pemberian intervensi inovasi pemberian kompres dingin menggunakan cool pack untuk mengurangi tingkat nyeri pada saat pemasangan infus.
Pengaruh Prenatal Yoga Terhadap Durasi Waktu Persalinan Kala I Fase Aktif Di TPMB WM Banjarmasin
Jami’atur Rasyidah;
Lisda Handayani;
Rabia Wahdah;
Adriana Palimbo
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54100/bemj.v8i1.291
Latar Belakang :“Melakukan prenatal yoga selama kehamilan dapat mempengaruhi durasi waktu persalinan, dikarenakan adanya latihan olah nafas dan latihan olah tubuh yang berpengaruh terhadap power, passage, passanger dan psikologis pada ibu bersalin untuk mengurangi durasi waktu persalinan kala I. Selain itu, ibu hamil yang mengikuti latihan prenatal yoga secara teratur juga dapat mengurangi terjadinya nyeri dan kecemasan, sehingga dapat diketahui prenatal yoga sangat berpengaruh terhadap outcome persalinan.”. Tujuan : “Menganalisis pengaruh prenatal yoga terhadap durasi waktu persalinan kala I fase aktif di TPMB WM Banjarmasin”. Metode : Penelitian kuantitatif menggunakan jenis penelitian pra-eksperimen dengan rancangan non equivalent with control group design dengan sampel 10 ibu inpartu kala I yang dibagi menjadi 5 orang kelompok intervensi dan 5 orang kelompok kontrol dengan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan berupa lembar kuesioner dan lembar partograf yang hasilnya dianalisis menggunakan uji Mann Withney. Hasil : Didapatkan hasil bahwa responden yang melakukan prenatal yoga saat hamil sebanyak 5 orang (100%) dengan nilai rata-rata persalinan kala I fase aktif berlangsung dalam 108 menit (2 Jam) dengan std. deviation 50,2 menit, hal ini menunjukan bahwa ibu hamil yang melakukan prenatal yoga, persalinan kala I fase aktif menjadi lebih cepat di bandingkan dengan seharusnya yang dimana berdasarkan teori persalinan normal kala I fase aktif terjadi dalam waktu 6 Jam. Sedangkan 5 orang (100%) lainnya tidak melakukan prenatal yoga pada saat hamil dengan nilai rata-rata persalinan kala I fase aktif berlangsung dalam waktu 396 menit (6 Jam) dengan std. deviation 124,42 menit, dimana persalinan ini merupakan persalinan yang normal. Pada kedua kelompok yang melakukan dan tidak melakukan prenatal yoga saat hamil memiliki perbedaan durasi waktu persalinan kala I fase aktif. Kesimpulan : Terdapat pengaruh durasi waktu persalinan kala I pada ibu yang melakukan prenatal yoga pada saat hamil di TPMB WM Banjarmasin.
Asuhan Kebidanan Dengan Terapi Pemberian Sari Kacang Hijau Untuk Peningkatan Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil di Puskesmas Karang Mekar
Putri Nabella;
Sarkiah;
Eirene Eunike Meidiana Gaghauna;
Ika Avrilina Haryono
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54100/bemj.v8i1.292
Latar Belakang : Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi di Indonesia, termasuk di Puskesmas Karang Mekar. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi anemia pada ibu hamil adalah dengan memberikan terapi sari kacang hijau. Sari kacang hijau mengandung zat besi yang tinggi, yang dapat membantu meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil. Tujuan : Memberikan Asuhan Kebidanan Dengan Terapi Pemberian Sari Kacang Hijau Untuk Peningkatan Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Karang Mekar. Metode : Studi kasus ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan metode penelitian yang memahami suatu masalah dalam kontak secara langsung dengan mengedepankan proses interaksi komunikasi yang mendalam antara peneliti dengan responden. Ciri data ini adalah dapat diamati dan dicatat. Tipe data ini bersifat non-numerik. Jenis data ini dikumpulkan menggunakan SOAP. Hasil : Hasil dari studi kasus ini didapatkan berupa hasil analisa data menunjukkan bahwa diagnosa kebidanan G1P0A0 UK 30 minggu janin tunggal hidup intrauterine dengan masalah anemia ringan karena kadar hemoglobin ibu yaitu 10,1 gr/dl% dan setelah dilakukan pemantauan selama 7 hari dengan memberikan asuhan sari kacang hijau yang rutin diminum tiap pagi dan sore dibarengi dengan tablet tambah darah diminum sebelum tidur. Hasil akhir Ibu membaik kadar hemoglobinnya mengalami peningkatan yaitu menjadi 11,4 gr/dl%. Kesimpulan : Asuhan yang diberikan pada Ibu Hamil dengan anemia ringan selama 7 hari terbukti meningkatkan kadar hemoglobin pada Ibu Hamil dari kadar hemoglobin 10,1 gr/dl% menjadi 11,4 gr/dl%
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Nifas Tentang Perawatan Luka Perineum di Puskesmas Pekauman Banjarmasin
Aulia Fitri Denawanti;
Fadhiyah Noor Anisa;
Setia Budi
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54100/bemj.v8i1.296
Luka perineum memerlukan perawatan yang optimal untuk mencegah terjadinya infeksi dan mempercepat penyembuhan luka. Cara perawatan luka perineum yang benar masih belum banyak yang mengerti sehingga banyak orang yang salah dalam perawatannya. Puskesmas Pekauman Banjarmasin terdata memiliki ibu nifas terbanyak se-Banjarmasin. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap ibu nifas tentang perawatan luka perineum di Puskesmas Pekauman Banjarmasin. Metode penelitian ini yaitu kuantitatif dengan rancangan survei analitik dan pendekatan cross sectional ini dilakukan pada 30 ibu nifas dengan luka perineum di Puskesmas Pekauman dengan teknik purposive sampling dan dianalisa dengan uji korelasi Kolmogorov Smirnov Z sebagai alternatif uji chi square pada tabel 2x3. Responden terbanyak memiliki pengetahuan baik dengan jumlah 21 orang (70%), dan memiliki sikap positif dengan jumlah 17 dari 30 orang (56,7%). Analisa uji hipotesis secara bivariat menunjukkan nilai p = 0,021 yang artinya ada hubungan pengetahuan dan sikap ibu nifas tentang perawatan luka perineum. Ada hubungan pengetahuan dan sikap ibu nifas tentang perawatan luka perineum di Puskesmas Pekauman Banjarmasin.
Manfaat Massage Bayi Terhadap Kualitas Tidur Bayi 0-12 Bulan DI TPMB WM
Salsabila Arifa Febria;
Fadhiyah Noor Anisa;
Nurul Hidayah
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54100/bemj.v8i1.300
Masa bayi adalah periode penting pertumbuhan dan perkembangan optimal, yang sangat dipengaruhi oleh kualitas tidur. Tidur yang baik mendukung perkembangan otak dan produksi hormon pertumbuhan, yang penting bagi kesehatan bayi. Salah satu cara efektif untuk meningkatkan kualitas tidur bayi adalah melalui pijatan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui manfaat dari massage bayi terhadap kualitas tidur bayi 0-12 bulan di TPMB WM. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan deskritif dan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Instrumen pengambilan data menggunakan ceklist. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 20 bayi (52,6%) mengalami peningkatan kualitas tidur yang baik setelah dipijat, 10 bayi (26,3%) merasakan manfaat yang cukup, dan 8 bayi (21,1%) menunjukkan peningkatan yang kurang. dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pijatan bayi yang diajarkan oleh bidan WM dan dilakukan di rumah memiliki dampak positif terhadap kualitas tidur bayi. Bayi-bayi ini cenderung tidur lebih lama setelah dipijat, yang diduga disebabkan oleh rangsangan pada saraf vagus yang meningkatkan pelepasan hormon serotonin. Hormon ini berperan dalam menginduksi rasa kantuk dan memberikan ketenangan pada bayi. Penelitian ini menegaskan pentingnya pijatan sebagai intervensi sederhana namun efektif untuk meningkatkan kualitas tidur bayi