cover
Contact Name
Fauziah
Contact Email
fauziah.fahrullah@gmail.com
Phone
+6282123089992
Journal Mail Official
ojsbunda@gmail.com
Editorial Address
AKADEMI KEBIDANAN BUNGA HUSADA SAMARINDA Jalan Abdul Wahab Sjahranie Gang 3 No.12 RT.10 Kelurahan Gunung Kelua –Samarinda Ulu Kalimantan Timur, Kode Pos: 75123
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ)
ISSN : 26227487     EISSN : 26227495     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Kebidanan “Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ)” adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Lembaga Penelitian, Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda. Adapun ruang lingkup/topik dalam Jurnal Ilmiah Kebidanan adalah bidang Kebidanan, Kandungan dan Pendidikan Kebidanan. Dalam setiap edisinya, Jurnal Kebidanan “Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ)” menerbitkan 5 hingga 8 (delapan) artikel/ hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke Jurnal Kebidanan “Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ)” tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Kebidanan Bunga Husada (Akbid Bunda) saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 450 Documents
Hubungan Status Kognitif terhadap Perawatan Diri pada Penderita Diabates Melitus Tipe 2 di Desa Pulo Kemiri Kecamatan Babussalam Kabupaten Aceh Tenggara Herlitawati; Devi Susanti; Yusnaini
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i1.278

Abstract

Peningkatan kasus Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 di seluruh dunia membawa risiko komplikasi serius bagi penderitanya. Perawatan diri yang optimal dapat menjaga kadar gula darah tetap terkontrol dan mencegah komplikasi. Namun, penurunan fungsi kognitif pada beberapa penderita DM Tipe 2 sering kali menghambat pelaksanaan perawatan diri yang efektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara status kognitif dan perawatan diri pada penderita DM Tipe 2 di Desa Pulo Kemiri, Kecamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara. Penelitian deskriptif korelasional ini menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini yaitu seluruh penderita DM Tipe 2 berjumlah 88 orang dengan teknik total sampling sesuai kriteria inklusi. Instrumen Self-Care of Diabetes Inventory (SCODI) untuk menilai perawatan diri, dan status kognitif diukur dengan Mini-Mental State Examination (MMSE). Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar responden lansia awal, berjenis kelamin perempuan, berpendidikan SMA, dan bekerja sebagai petani. Berdasarkan status kognitif, sebagian besar mengalami gangguan kognitif ringan dan memiliki tingkat perawatan diri yang kurang baik. Hasil uji chi-square menunjukkan nilai p-value sebesar 0,021, yang mengindikasikan hubungan signifikan antara status kognitif dan perawatan diri. Disarankan agar tenaga kesehatan memberikan edukasi berulang kepada penderita dengan gangguan kognitif ringan, melibatkan keluarga, serta menggunakan catatan perawatan atau aplikasi pengingat untuk mendukung perawatan yang lebih konsisten.
Peran Kader Remaja Terhadap Perilaku Konsumsi Gizi Seimbang Dalam Kesehatan Reproduksi Fitriani; Eka Fitri Amir; Nuari Andolina
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i1.279

Abstract

Permasalahan gizi yang terjadi di Indonesia saat ini telah menjadi permasalahan gizi ganda yaitu gizi kurang dan gizi lebih. Kelompok remaja merupakan salah satu kelompok yang rawan mengalami masalah gizi (gizi lebih atau gizi kurang). Pemberdayaan masyarakat adalah solusinya dapat memungkinkan generasi muda untuk mengambil peran aktif dalam kesehatan masyarakat. Kegiatan dibentuk Program Pemberdayaan Masyarakat yang melibatkan remaja bertujuan untuk mengoptimalkan status kesehatan remaja. Pemberdayaan remaja dilakukan melalui pendirian pos pelayanan remaja, rekrutmen kader kesehatan remaja, pelatihan kader remaja yang menyediakan prasarana dan media pendukung promosi kesehatan dan pos konseling untuk remaja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran kader kesehatan remaja dalam upaya peningkatan perilaku konsumsi gizi seimbang pada remaja. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode analitik metode observasional dengan pendekatan cross-sectional. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan uji Chi-Square. Datanya adalah dikumpulkan dengan menggunakan angket dan lembar observasi perubahan perilaku remaja yang terlibat di dalamnya kader kesehatan remaja. Sampel dalam penelitian ini adalah remaja yang tergabung dalam kader Kesehatan remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar kader aktif dalam posyandu remaja yaitu 19 (70,4%) kader. Kader yang berperan aktif terhadap perilaku konsumsi gizi seimbang dalam kesehatan reproduksi berjumlah 14 (73,6%). Terdapat hubungan yang signifikan antara peran kader remaja terhadap perilaku konsumsi gizi seimbang dalam kesehatan reproduksi dimana p sama dengan 0,038 (p kurang dari 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah Kader memiliki peran penting dalam memberi edukasi kesehatan tentang gizi seimbang terutama pada remaja melalui kegiatan posyandu remaja, semakin rendah pengetahuan mahasiswa tentang gizi dan semakin kurang baik pola konsumsi mahasiswa maka akan semakin besar kemungkinan untuk memiliki status gizi kurus atau gemuk.
Gambaran Penatalaksanaan Skrining Preeklamsia Di Puskesmas Alalak Selatan Kota Banjarmasin Siti Mutiah; Ika Avrilina Haryono; Rabia Wahdah; Laurensia Yunita
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i1.281

Abstract

Latar Belakang: Preeklamsia merupakan salah satu penyebab tertinggi morbiditas dan mortalitas pada ibu dan bayi. Menurut WHO Angka Kematian ibu sangat tinggi sekitar 287.000. Pada tahun 2021 AKI di Provinsi Kalimantan Selatan mencapai 205 kelahiran hidup, meningkat dibanding tahun 2020 yaitu sebesar 135/100.000 kelahiran hidup. Ada beberapa faktor penyebab yang mempengaruhi atau meningkatkan preeklamsia yaitu umur, paritas, obesitas, riwayat hipertensi, dan riwayat preeklamsia. Tujuan: Mengetahui Gambaran Penatalaksanaan Skrining Preeklamsia Pada Buku KIA Sebagai Deteksi Awal Resiko Preeklamsia Pada Usia Kehamilan kurang lebih 20 Minggu Di Puskesmas Alalak Selatan dan mengidentifikasi Pengisian buku KIA pada lembar skrining preeklamsia. Metode: Pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan teknik wawancara dengan tenaga kesehatan, dan observasi pelaksanaan skrining. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa skrining preeklamsia telah dilakukan pada setiap ibu hamil di Puskesmas Alalak Selatan, namun pencatatan hasil skrining dalam buku KIA masih kurang optimal. Untuk meningkatkan kualitas skrining preeklamsia sebagai deteksi dini risiko preeklamsia, perlu adanya peningkatan kesadaran, dan keterampilan tenaga kesehatan serta pemberdayaan kader kesehatan. Selain itu, pengawasan dan evaluasi rutin serta penyediaan fasilitas dan alat skrining yang memadai juga penting untuk mendukung pelaksanaan skrining yang optimal.
Hubungan Pengetahuan Terapi Komplementer Terhadap Ketidaknyamanan Fisik Pada Ibu Hamil Trimester III Lia Natalia; Ayu Idaningsih; Syifa Novita; Yayu Nurjamilah
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i1.282

Abstract

Perubahan dalam kehamilan dapat menyebabkan ketidaknyamanan dalam kehamilan seperti mual muntah, nyeri punggung, sakit ulu hati, sering kencing, sakit kepala, cemas dan ketidaknyaman tersebut dapat ditangani dengan terapi komplementer. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan terapi komplementer terhadap ketidaknyamanan fisik pada ibu hamil trimester III. Jenis Penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester III sebanyak 35 orang. Karena jumlah populasi relatif sedikit atau kurang dari 100 maka sampel pada penelitian ini menggunakan total populasi yaitu sebanyak 35 ibu hamil trimester III. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan analisis datanya menggunakan analisis univariat dengan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji chi square. Lebih dari setengah (60,0%) ibu hamil trimester III memiliki pengetahuan cukup tentang terapi kompelementer. Lebih dari setengah (77,1%) ibu hamil trimester III mengalami ketidaknyamanan fisik dengan kategori sedang. Terdapat hubungan pengetahuan terapi komplementer dengan ketidaknyamanan fisik pada ibu hamil trimester III (p = 0,008). Perlunya bidan memberikan penyuluhan atau konseling kepada ibu hamil trimester III mengenai terapi komplementer serta memberikan demo kepada ibu hamil agar ibu lebih memahami cara penerapan terapi komplementer untuk mengatasi ketidaknyamanan fisik. Untuk ibu hamil diharapkan dapat menerapkan terapi komplementer secara mandiri.
Faktor- Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Pagatan Nurhikmah; Yayuk Puji Lestari; Dwi Sogi Sri Redjeki; Desilestia Dwi Salmarini
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i1.283

Abstract

Latar Belakang: Tingginya prevalensi balita yang Stunting, disebabkan oleh factor eksternal dan internal yang meliputi malnutrisi kronis yang dialami ibu sebelum konsepsi yang ditandai dengan intra uterine growth restriction (IUGR), asupan nutrisi yang tidak tercukupi sesuai kebutuhan serta penyakit infeksi. Faktor eksternal meliputi pemberian ASI eksklusif, status ekonomi keluarga, tingkat pendidikan, anemia. Tujuan: Menganalisis factor yang berhubungan dengan kejadian Stunting pada Balita di Puskesmas Perawatan Pagatan. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan case control. Populasi dalam penelitian ini adalah semua balita di wilayah kerja Puskesmas Perawatan Pagatan. Jumlah sampel yaitu 100 pada kelompok control, 50 pada kelompok Kasus total sampelnya 150 balita, dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil: Riwayat anemia berhubungan dengan kejadian stunting dengan p-value 0,039, OR 2.089 (95% CI 1.031-4.217), ASI eksklusif berhubungan dengan kejadian stunting dengan p-value 0,021, OR 2.263 (95% CI 1.124-4.554)., dan riwayat infeksi berhubungan dengan kejadian stunting dengan p-value 0,000, OR 4.148 (95% CI 2.022-8.510). Faktor dengan besar risiko paling besar terhadap kejadian stunting adalah riwayat infeksi (95% CI 2.022-8.510) berpeluang 4.148 kali pada balita yang memiliki Riwayat infeksi dari pada balita yang tidak memiliki Riwayat infeksi. Simpulan: faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita yaitu riwayat anemia, ASI ekslusif, dan riwayat infeksi pada balita.  
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kadar HB Ibu Hamil dengan Kejadian Anemia di Puskesmas Pelambuan Nur Linda Susilawati; Ika Avrilina Haryono; Dwi Rahmawati; Sarkiah
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i1.285

Abstract

Latar Belakang: Anemia adalah suatu kondisi yang ditandai dengan penurunan kadar kadar hemoglobin (Hb), hematokrit atau jumlah sel darah merah. WHO 2020 menyatakan prevalensi ibu hamil yang mengalami anemia defisiensi besi berkisar antar 35-75 %, di Asia sebesar 48,2%, di Indonesia tahun 2020 sebesar 48,9%, Kalimantan Selatan 19,60%. Dari hasil studi pendahuluan mendapatkan 10 responden di Puskesmas Pelambuan Banjarmasin dimana dari 10 ada 6 ibu hamil mengalami anemia. Tujuan: Mengetahui Faktor-faktor yang mempengaruhi kadar hb ibu hamil dengan kejadian anemia. Metode: Menggunakan metode analisis kuantitatif dengan rancangan case control dimana dibagi 15 case dan 15 control dengan sampel 30 responden, jenis data primer dan sekunder. Hasil: Berdasarkan dari segi umur ibu yang anemia sebagian besar ibu berusia 20-35 tahun tidak beresiko sebesar 36,6%, untuk kelompok tidak anemia 46,6%, dari status gizi ibu hamil yang anemia sebagian besar IMT tidak beresiko 26,6%, kelompok tidak anemia 40,0%, kepatuhan konsumsi tablet fe ibu yang anemia patuh 9,9%, untuk kelompok tidak anemia patuh sebesar 43,3%. Simpulan: Ada hubungan antara kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia sedangkan variabel yang tidak berhubungan adalah umur dan status gizi pada ibu hamil.
Efektifitas Senam Hamil Terhadap Nyeri Punggung Bawah Pada Ibu Hamil Trimester III Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Tamban Catur Evi Anjar Prastiwi; Meldawati; Yayuk Puji Lestari; Susanti Suhartati
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i1.286

Abstract

Perubahan fisik pada masa kehamilan menyebabkan terjadinya perubahan pusat gravitasi yang bergerak ke depan, tulang belakang akan sedikit melengkung ke belakang dan lambung bergeser ke atas. Kehamilan pada trimester ketiga ini disebut juga dengan kewaspadaan pada trimester III rasa lelah depresi ringan dan ketidaknyamanan akan meningkat. Mengetahui efektifitas senam hamil terhadap nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester III di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Tamban Catur. Penelitian ini menggunakan rancangan Quasy Experimental Design (Eksperimen Semu), dalam satu kelompok (one group pre test post test). Sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimeter III sebanyak 17 orang. Hasil sebelum diberikan perlakuan adalah ibu merasakan sangat nyeri sebelum diberikan perlakuan sebanyak 10 orang (58,8%), lebih nyeri 4 orang (23,5%) dan nyeri sangat hebat 3 orang (17,6%), sedangkan hasil sesudah ibu diberikan perlakuan senam hamil yaitu sangat nyeri 1 orang (5,9%), lebih nyeri 8 orang (47,1), sedikit leih nyeri 7 orang (41,2%) dan sedikit nyeri 1 orang (5,9%). Hasil uji statistic menggunakan uji Wilcoxon didapatkan p value 0,000 < 0,05 sehingga H0 ditolak, Ha diterima yang artinya adanya efektifitas senam hamil terhadap nyeri pungung bawah pada ibu hamil trimester III. Simpulan: Adanya efektifitas senam hamil terhadap nyeri pungung bawah pada ibu hamil trimester III di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Tamban Catur  
Efektifitas Rebusan Daun Sirih Hijau Terhadap Penyembuhan Luka Perineum Di Wilayah Kerja Puskesmas Lok Batu Susilawati; Ika Friscila; Yayuk Puji Lestari; Putri Vidiasari Darsono
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i1.287

Abstract

Latar Belakang: Luka perineum adalah sobekan yang terjadi pada saat bayi lahir baik secara spontan maupun dengan menggunakan alat bantu Tindakan. Salah satu masa yang paling penting adalah masa nifas karena dapat diperkirakan 50% kematian ibu terjadi pada 24 jam masa nifas. Hal ini terjadi disebabkan adanya infeksi jalan lahir yang disebabkan beberapa faktor seperti perilaku vulva hygiene. Tujuan: Mengetahui efektifitas rebusan daun sirih hijau terhadap penyembuhan luka perineum di Wilayah Kerja Puskesmas Lok Batu. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan Quasy Experimental Design (Eksperimen Semu), Non Equaivalent Control Group. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok yakni kelompok eksperiment dan Kelompok Kontrol. Hasil: Dari hasil penelitian menunjukkan responden yang dilakukan perlakuan rebusan daun sirih yang mengalami penyembuhan luka baik ≤ 6 hari sebanyak 10 orang (50%), sedangkan yang tidak diberikan perlakuan, mengalami penyembuhannya baik ≤ 6 hari sebanyak 6 orang (30%) dan yang mengalami penyembuhan buruk > 6 hari sebanyak 4 orang (20%). Kemudian dilakukan analisis menggunakan uji MC Nemar maka didapatkan p value 0,031 < 0,05 yang artinya H0 ditolak dan Ha diterima yaitu adanya efektifitas rebusan daun sirih hijau terhadap penyembuhan luka perineum di Wilayah kerja Puskesmas Lok Batu. Simpulan: p value 0,031 < 0,05 yang artinya H0 ditolak dan Ha diterima yaitu adanya efektifitas rebusan daun sirih hijau terhadap penyembuhan luka perineum di Wilayah kerja Puskesmas Lok Batu
Asuhan Kebidanan Pada Ny. W Inpartu Kala I Fase Aktif Dengan Birth Ball Sari, Zelda Mulia; Mayasari, Ade Tyas; Sanjaya, Riona
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i1.288

Abstract

Fase aktif kala I persalinan merupakan tahap krusial yang ditandai uterus yang berkontraksi secara teratur dan pembukaan serviks secara progresif. Namun, kontraksi yang tidak adekuat dapat menghambat kemajuan persalinan, meningkatkan risiko partus lama, dan menyebabkan komplikasi. Metode nonfarmakologis yang efektif untuk mempercepat proses persalinan adalah penggunaan birth ball. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh birth ball terhadap kemajuan persalinan pada ibu bersalin kala I fase aktif.  Penelitian ini dilakukan pada Ny. W, seorang primigravida berusia 33 tahun dengan kehamilan aterm, yang menunjukkan kontraksi uterus tidak adekuat. Intervensi dilakukan dengan membimbing ibu menggunakan birth ball selama fase aktif persalinan. Pemantauan menggunakan partograf mencatat perkembangan dari pembukaan serviks 4 cm menjadi 10 cm dalam waktu 4 jam.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode birth ball dapat meningkatkan kekuatan dan frekuensi kontraksi uterus, mempercepat dilatasi serviks, serta mengurangi waktu yang dibutuhkan pada fase aktif persalinan. Disimpulkan bahwa birth ball merupakan intervensi fisiologis yang aman dan efektif dalam praktik kebidanan, terutama untuk mempercepat kemajuan persalinan pada ibu yang berada pada fase aktif kala I. 
Gambaran Pengetahuan Remaja Terhadap Penanganan Nyeri Saat Menstruasi Di SMK Bina Banua Banjarmasin Hapizah Amalia; Ika Avrilina Haryono; Frani Mariana; Fadhiyah Noor Anisa
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i1.289

Abstract

Nyeri saat menstruasi normalnya terjadi pada hari 1-3 saat menstruasi. WHO 2013 kejadian disminorea sebanyak 1.769.425 jiwa, di Indonesia menurut Kemenkes RI 2016 64,26%, di Kalimantan Selatan 70,9%. Dari hasil studi pendahuluan  10 responden di SMK Bina Banua Banjarmasin 8 mengalami dismenorea. Dampak yang dapat terjadi terganggunya kosentrasi dalam belajar. Penanganan nyeri saat menstruasi dapat dilakukan dengan cara farmakologi menggunakan obat analgetik dan non farmakologi menggunakan kompres air hangat, posisi knee chest, Teknik relaksasi. Mengetahui gambaran pengetahuan remaja terhadap penanganan nyeri saat menstruasi Metode deskritif analitik dengan rancangan coss sectional dengan sampel 67 responden menggunakan total sampling, jenis data primer dan sekunder. Penelitian dengan 67 responden didapatkan pengetahuan terhadap penanganan nyeri saat menstruasi kurang sebanyak 28 responden (42%). Karakteristik umur remaja pertengahan sebanyak 53 responden (79%), karakteristik menarche normal sebanyak 67 (100%) responden dan karakteristik nyeri saat menstruasi sebanyak 64 responden (95%) yang mengalami nyeri saat menstruasi. Pengetahuan tentang penanganan dismenorea sangat berpengaruh terhadap penanganan pertama saat dismenorea. Diharapkan pihak sekolah SMK Bina Banua Banjarmasin meningkatkan pengetahuan siswi dengan memberikan informasi tentang menstruasi tentunya pada penanganan nyeri saat menstruasi bagi remaja putri misalnya melalui majalah dinding, buku-buku, atau majalah Kesehatan.