cover
Contact Name
NUANSA : Jurnal Ilmiah Pendidikan
Contact Email
jurnal.stkipalamindpu@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
admin@stkip-al-amin-dompu.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. dompu,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
NUANSA
Published by STKIP Al-Amin Dompu
ISSN : 22524975     EISSN : 26227665     DOI : -
Core Subject : Education,
Nuansa: Jurnal ilmiah pendidikan berisi tulisan ilmiah tentang pendidikan, inovasi-inovasi pendidikan, dan pemikiran pendidikan dalam bentuk: 1) Hasil penelitian, 2) Gagasan konseptual, 3) Kajian kepustakaan, dan pengalaman praktis
Arjuna Subject : -
Articles 47 Documents
Penanaman Tradisi Keilmuan yang Islami terhadap Anak Didik di SDIT Al-Hilmi Dompu Fitriani, Fitriani
NUANSA Vol 5 No 2 (2017): Edisi September 2016-Februari 2017
Publisher : STKIP Al-Amin Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aspek Nilai-nilai yang ditanamkan meliputi akidah, ibadah dan akhlak. (2) Upaya penanaman tradisi keilmuan yang islami dengan interaksi antar guru dan siswa dan kedekatan dan kebersamaan guru dan siswa dimana guru sebagai sosok ustadz, sahabat dan orang tua. (3) pendekatan dalam menamkan nilai-nilai agama islam melalui proses pembiasaan, penyadaran dan proses pendisiplinan dan penegakan aturan bagi siswa yang melanggar, sedangkan metode melalui keteladanan, ceramah, ibrah, pembiasaan, Tanya Jawab, Perumpamaan, Demonstrasi, Pengalama langsung, outbond dan bernyanyi.
Pendidikan Agama pada Keluarga Guru Agama Islam (Studi di Desa Bumi Pajo Kabupaten Bima) Nuraini, Nuraini
NUANSA Vol 5 No 2 (2017): Edisi September 2016-Februari 2017
Publisher : STKIP Al-Amin Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan agama di lingkungan keluarga merupakan kunci keberhasilan pembentukan perilaku siswa di sekolah dan masyarakat karena tanpa peran dari orang tua di rumah maka pendidikan agama di sekolah dan di masyarakat tidak bisa memberikan peran yang berarti. Adapun sekolah adalah lembaga pendidikan formal yang yang membantu keluarga dalam mendidik anak-anak dan keluarga merupakan lembaga non formal yang menjadi inti dari pendidikan anak, oleh karena itu orang tua harus bisa memaknai betul tentang pendidikan lebih-lebih pendidikan agama yang akan diterapkan kepada anak-anak dalam lingkungan keluarga. Keluargalah yang pertama dan utama memberikan dasar-dasar pendidikan seperti pendidikan agama, budi pekerti, sopan santun, estetika, kasih sayang, rasa aman, mematuhi peraturan serta menanamkan kebiasaan-kebiasaan yang baik dan benar. Keluarga memberikan pendidikan dengan contoh perbuatan, bukan hanya dengan nasehat-nasehat, sebab salah satu sikap kekanak-kanakan adalah suka meniru, yang menjadi masalah dari penelitian ini adalah bahwa masih ditemukan anak dari guru agama yang melakukan tindakan-tindakan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam seperti terlibat dalam pesta minuman-minuman keras dengan mengajak teman-temanya yang lain, Padahal seharusnya mereka itu bisa menjadi contoh bagi anak-anak yang lain. Selain itu ada salah satu keluarga guru agama yang tidak menyekolahkan anaknya sedangkan ia sendiri merupakan guru di sekolah
Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Meningkat Motivasi Hafalan Al-Qur’an di SMP Ar-Rahmah Putri Malang Nurhasanah, Nurhasanah
NUANSA Vol 5 No 2 (2017): Edisi September 2016-Februari 2017
Publisher : STKIP Al-Amin Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran guru Pendidikan Agama Islam dalam menghafal Al-Qur’an sangatlah penting. Karena selain sebagai motivator yang dapat memacu semangat siswa juga sebagai pengajar yang mengajarkan siswanya, dalam menjalankan tugas ini banyak sekali kendala-kendala yang dihadapi upaya untuk mengatasi masalah-masalah yang ada sangat diperlukan untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada. Untuk menjaga kemurnian Al-Qur’an perlu adanya yang menghafal dan proses regenerasi penghafal ini harus selalu ditumbuhkan karena penghafal terdahulu tidak hidup selamanya. Lembaga sekolah berusaha untuk menanamkan nilai-nilai qur’ani pada siswanya, karena sekolah merupakan sarana pendidikan yang lengkap mulai dari pengembangan diri, ilmu pengetahuan, dan life skillakan di dapatkan di sekolah. Menghafal Al-Qur’an membutuhkan keterampilan dalam mempraktekkannya ini membutuhkan guru Pendidikan Agama Islam sekaligus penghafal Al-Qur’an, mampu mengajarkan materi yang mudah dipahami dan siswa mampu mengamalkannya dalam kehidupannya, serta menjadi teladan yang baik bagi siswa. Program menghafal Al-Qur’an yang diadakan oleh beberapa lembaga sekolah merupakan faktor yang sangat mendukung dalam mempelajari dan mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an
Dimensi Politik Pembuatan Kebijakan Pendidikan sebagai Kebijakan Publik Yasin, Ilyas
NUANSA Vol 1 No 1 (2012): Edisi Maret - Agustus 2012
Publisher : STKIP Al-Amin Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.746 KB)

Abstract

Sebagai salah satu ranah publik cukup penting, pembuatan kebijakan di bidang pendidikan seringkali menjadi ajang perebutan pengaruh para elite politik. Akibatnya, politisasi pendidikan kadang menjadi tak terhindarkan.Di sisi lain, upaya untuk melakukan pengarus-utamaan (mainstreaming)kebijakan pendidikan sehingga dapat sejajar dengan kebijakan di bidang lainnya juga tidaklah mudah. Bagi dunia ketiga dan negara-negara berkembang, upaya tersebut tidak saja berhadapan dengan sistem politik dan budaya yang kurang mendukung tapi juga vis-a-vis dengan problem ekonomi yang akut. Akibatnya, seringkali kebijakan pendidikan dikalahkan oleh kebijakan lain seperti di bidang pertahanan keamanan dan ekonomi.
Pengaruh Kondisi Sosial Budaya terhadap Pendidikan dan Peranan Pendidikan Dalam Pembangunan Kebudayaan Nasional Kadir, Abdul
NUANSA Vol 1 No 1 (2012): Edisi Maret - Agustus 2012
Publisher : STKIP Al-Amin Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.436 KB)

Abstract

Sistem Pendidikan Nasional lebih bercirikan ”keseragaman” berlandaskan pada budaya nasional, berdiri di atas puncak-puncak kebudayaan daerah. Seiring dengan proses desentralisasi pendidikan yang dalam melibatkan peran serta masyarakat mengisyaratkan pengakuan terhadap manusia Indonesia dan masyarakat setempat (konsep otonomi daerah). Ini berarti Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional ditinjau dari persepektif filosofis harus beranjak dari suatu paradigma baru pendidikan menuju pada pengakuan terhadap aspirasi masyarakat dan individu. Demikian,kebutuhan pembelajaran individu berada dalam perbedaan realitas sosiohistoris, sosio-ekonomis, suku-bangsa, sosio-psikologis. Artinya akan dihadirkan populasi sasaran beragam dalam konteks sistem pendidikan dan persekolahan. Kontemplasi apik antara pendidikan dan kebudayaan akan membentuk pribadi-pribadi yang memiliki karakter yang memang merupakan fitrah dasar manusia. Disamping faktor-faktor lainnya seperti akhlak, moral dan watak, karakter menentukan prilaku individu untuk berbuat berdasarkan norma-norma yang telah disepakati. Pembentukan karakter tersebut sangat kuat dipengaruhi oleh asupan kondisi lingkungan sosial dan lingkungan budaya bangsa, dan tentu saja nilai luhur budaya bangsa dan lingkungan masyarakat yang terpelihara yang diwarnai oleh jati diri bangsa yang kokoh. Bahwa kondisi sosial budaya yang terjadi saat ini turut menentukan arah pendidikan yang dilakukan. Namun, demikian lembaga pendidikan diharapkan tidak hanyut dalam arus perubahan yang kadang sangat bertentangan dengan nilai-nilai kebajikan. Budaya yang kuat adalah budaya yang mampu mempertahankan entitasnya dan tidak parsial sehingga akan terus dijadikan pegangan bagi masyarakat penganutnya dan bahkan dapat dijadikan sandaran bagi tumbuhnya potensi-potensi baru demi menjaga tetap terpatrinya budaya itu. Pendidikan merupakan salah satu wadah yang dapat secara maksimal digunakan sebagai ajang penggemblengan karakter dan nilai-nilai kesejatian. Sebagai ajang pembudayaan. Pendidikan menjadi instrumen kekuatan sosial masyarakat untuk mengembangkan suatu sistem pembinaan yang relevan dengan tuntutan perubahan zaman. Untuk itu, pendidikan hendaknya mampu melakukan fungsinya, melakukan tugas-tugas kelembagaan sesuai dengan hukum perkembangan masyarakat. Dalam hal ini, pendidikan hendaknyamemperhatikan benar modal kutlural dan modal sosial di samping modalmodal dasar lainnya. Pendidikan sejatinya harus berperan maksimal dalam mengembangkan kebudayaan nasional. Untuk itu diperlukan transformasi pedagogik yang direncanakan, dilaksanakan dan dikontrol dengan baik. Hal-hal yang dapat dilakukan misalnya mengembangkan civic intelligent yang termasuk di dalamnya pendidikan multikultural dan pendidikan karakter pada lembaga pendidikan yang menerapkan community based education. Dalam konsep ini diharapkan akan diperoleh masyarakat madani (civic society) yang memahami dengan baik hak-haknya dengan menunaikan kewajiban-kewajibannya demi kemaslahatan bangsa dan negara.
Mengkritisi Perkembangan Kurikulum Pendidikan di Indonesia Menggunakan Pembangian Model Kurikulum Finney Kiswara, F. Widya
NUANSA Vol 1 No 1 (2012): Edisi Maret - Agustus 2012
Publisher : STKIP Al-Amin Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.527 KB)

Abstract

Perubahan kurikulum di Indonesia sudah dilakukan berkali-kali sedang Vinney hanya menggolongkan kurikulum menadi empat macam. Empat macam penggolongan Vinney didasarkan pada filsafat yang melatarbelakangi kurikulum itu sendiri. Yang menjadi pertanyaan adalah, perubahan kurikulum yang berkali-kali di Indonesia apakah berdasar kajian filsafat tertentu. Makalah ini belumlah menjawab filsafat pendidikan mana yang cocok untuk Indonesia tetapi makalah ini hanya melihat apakah ada dasar filsafat yang cukup kuat yang mendasari perubahan kurikulum diIndonesia. Dari hasil analisa, perubahan kurikulum sudah didasari oleh filsafat tertentu. Sayangnya ideologi pengajarannya belum sering dipengaruhi oleh kepentingan sempit tertentu. Makalah ini juga merekomendasikan untuk mengadakan penelitian lebih lanjut untuk melihat hal-hal yang mempengaruhi kurikulum di Indonesia agar bisa mewujudkan cita-cita bangsa seperti yang tertuang dalam UUD1945.
Nilai-nilai Kepemimpinan Pada Masa Demokrasi Parlementer (1950-1959) Wulandari, Taat
NUANSA Vol 1 No 1 (2012): Edisi Maret - Agustus 2012
Publisher : STKIP Al-Amin Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.432 KB)

Abstract

Meningkatnya jumlah kemiskinan, kebijakan pemimpin yang lebih mengutamakan kepentingan diluar kesejahteraan rakyatnya, merupakan bentuk kegagalan demokrasi modern, contoh riil yang dihadapi yaitu meningkatnya harga pangan, meningkatnya harga minyak, merupakan bukti kegagalan produk tidak adanya kepemimpinan di negeri ini. Sehingga puncak dari tidak adanya /krisis kepemimpinan dan keteladanan maka bergeraklah gelombang reformasi 1998. Dan sukses dengan tumbangnya rezim tiga dasawarsa yang telah berkuasa selama rentang waktu tersebut. Di antara begitu banyak pekerjaan yang sekarang sangat menonjol di Indonesia sejak bulan Mei 1998, ialah reformasi politik, reformasi kelembagaan negara, pembentukkan kembali ekonomi yang sehat, dan ada tugas lain yang penting dan bisa menolong proses reformasi itu, tetapi belum begitu menarik perhatian. Yang dimaksudkan adalah upaya mempelajari dan menggali sejarah Indonesia pada masa demokrasi parlementeri, karena di situ orang bisa mencari kesulitan sekarang. Selain itu mungkin ada pelajaran yang dapat melapangkan sedikit jalan keluar dari keadaan yang penuh kesengsaraan, ketidakpastian, dan kejengkelan zaman sekarang. Pelajaran tersebut dapat kita pelajari dan ambil dari sejarah Indonesia pada masa demokrasi parlementer. Penelitian ini mengajak kita menggali inspirasi dari zaman demokrasi parlementer tahun lima puluhan.
Kompetensi Mengajar Guru IPS SMP di Kabupaten Sleman Widiastuti, Anik
NUANSA Vol 1 No 1 (2012): Edisi Maret - Agustus 2012
Publisher : STKIP Al-Amin Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.057 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kompetensi mengajar guru IPS SMP di Kabupaten Sleman. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini seluruh guru IPS SMP di Kabupaten Sleman yang berjumlah 244 guru. Sampel diambil sebanyak 30% dari populasi, yaitu sebanyak 73 guru dengan menggunakan teknik proportional random sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket dan lembar penilaian dokumen guru. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa kompetensi mengajar guru IPS ekonomi SMP di Kabupaten Sleman: 32,88% tergolong tinggi; 56,16% tergolong sedang; dan 10,96% tergolong rendah.
Penggunaan Model Pembelajaran Tematik dan Kesiapan Mengajar Guru terhadap Prestasi Belajar Siswa Narimah, Narimah
NUANSA Vol 7 No 1 (2018): Edisi Maret - Agustus 2018
Publisher : STKIP Al-Amin Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh  Penggunaan  Model  Pembelajaran Tematik dan  Kesiapan  Mengajar  Guru  Terhadap  Prestasi  Belajar  Siswa  pada  Mata  Pelajaran  IPS” Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  adanya  pengaruh  model  pembelajaran  tematik  terhadap  prestasi  belajar  siswa.  Untuk  mengetahui  adanya  pengaruh  kesiapan mengajar  guru  terhadap  prestasi  belajar  siswa  dan  untuk  mengetahui  adanya  pengaruh  prestasi  belajar  siswa  dan  kesiapan  mengajar  guru  secara  bersama-sama  terhadap  prestasi  belajar  siswa. Hasil  penelitian  menunjukan  bahwa  ada  pengaruh  model  pembelajaran  tematik  dan  kesiapan  mengajar  guru secara  bbersama-sama terhadap  prestasi  belajar  siswa  pada  mata  pelajaran  IPS.  Persepsi  siswa  tentang  model  pembelajaran  tematik  mempunyai  sumbangan   efektif  yang  lebih  besar   dari  pada  kesiapan  mengajar  guru  terhadap  prestasi  belajar  siswa  pada  mata  pelajaran  IPS kelas IV  dan  V  SD  2  Ngali  Belo  Kab,Bima.  Walaupun  belum  maksimal.
Pengembangan Bahan Ajar melalui Pendekatan Diverse Learners Syatriadin, Syatriadin
NUANSA Vol 7 No 1 (2018): Edisi Maret - Agustus 2018
Publisher : STKIP Al-Amin Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guna menghasilkan tamatan yang mempunyai kemampuan sesuai standard kompetensi lulusan, diperlukan pengembangan pembelajaran setiap kompetensi secara sistematis, terpadu, dan tuntas (mastery learning). Pada pendidikan menengah umum, di samping buku-buku teks, juga dikenalkan adanya lembar-lembar pembelajaran (instructional sheet) dengan nama yang bermacam-macam, diantaranya: lembar tugas (job sheet), lembar kerja (work sheet), lembar informasi (information sheet) dan bahan ajar lainnya berupa cetak maupun non-cetak. Bahan ajar atau materi pembelajaran secara garis besar terdiri dari pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dipelajari siswa dalam rangka mencapai standar kompetensi yang telah ditentukan. Secara terperinci, jenis-jenis materi pembelajaran terdiri dari pengetahuan (fakta, konsep, prinsip, prosedur), keterampilan, dan sikap atau nilai. Diverse learners (keragaman), menemukan beberapa konsep diantaranya menurut Dimitrova (2003:34) menjelaskan keragaman terdiri dari : (a) etnis, gender, agama, disability. (b) bahasa, kebudayaan, komunikasi. (c) pengetahuan dasar, gaya belajar, pendekatan belajar individual. (d) motivasi dan ekspetasi personal. (e) konteks sosial pendidikan dan gaya hidup seseorang