cover
Contact Name
Sih Ageng Lumadi
Contact Email
lumadi@ymail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jnc@stikesmaharani.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Nursing Care and Biomolecular
Published by STIKES Maharani Malang
ISSN : -     EISSN : 25486802     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Arjuna Subject : -
Articles 154 Documents
ANALISIS CARING ABILITY PERAWAT DAN BIDAN DI RS X BANDUNG Lumbantobing, Valentina; Adiningsih, Dian; Praptiwi, Atlastieka
Journal Nursing Care and Biomolecular Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : STIKes Maharani Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.97 KB) | DOI: 10.32700/jnc.v2i2.62

Abstract

Perawat merupakan salah satu tenaga profesional yang sangat dibutuhkan dalam proses kesembuhan pasien. Perawat bertanggung jawab dalam melaksanakan asuhan baik secara otonom maupun kolaboratif, baik yang bersifat asuhan langsung maupun manajerial. Dalam melaksanakan peran-peran tersebut, caring merupakan suatu unsur yang melekat pada tiap peran yang menunjukkan identitas profesional perawat Caring merupakan asuhan yang diberikan secara terus menerus difokuskan pada perawatan fisik maupun mental dan meningkatkan rasa aman pasien. Perawat yang tidak dapat melaksanakan praktik dalam konteks caring akan menjadi perawat yang kaku, kurang peka, seperti robot, dan mudah lelah sehingga memungkinkan tidak maksimalnya pemberian asuhan keperawatan pada pasien yang dapat berdampak pada kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis caring ability perawat dan bidan di RS X Bandung.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif, polulasi dalam penelitian ini adalah perawat dan bidan yang bekerja di ruang rawat inap Obstetrik dan Ginekologi RS X dengan total populasi (N=43). Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen Caring Ability Inventory (CAI) dengan rentang nilai validitas 0,239-0,590 dan nilai reliabilitas 0,839. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan dituangkan dalam bentuk tabel, persentasi dan narasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 32 (74,4%) responden memiliki kemampuan caring dengan kategori sedang dan rendah. Sebagian besar pendidikan  perawat dan bidan adalah jenjang diploma dengan pengalamam kerja kurang dari 5 tahun.Dapat disimpulkan bahwa kemampuan caring perawat dan bidan sebagian besar berada dalam kategori sedang dan rendah. Hal tersebut perlu menjadi perhatian khusus, dimana perlu adanya evaluasi beban kerja serta adanya penyegaran kembali terkait caring pada seluruh perawat dan bidan.
EFFECT OF GRANTING LIFE REVIEW THERAPY TO DEPRESSION LEVEL ON LANSIA IN PANTI WERDHA MOJOPAHIT MOJOKERTO Yani, Athi Linda; Febiansyah, Afrizal afri
Journal Nursing Care and Biomolecular Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : STIKes Maharani Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.011 KB) | DOI: 10.32700/jnc.v3i1.81

Abstract

Depression is a form of mental disturbance in the nature of feelings (affective, mood) characterized by moodiness, sadness, lethargy, loss of passion, no spirit, and feeling helpless, useless, and desperate.            This research uses Quasy Experiment method with Pretest Postest control group design. With the sample number of 20 respondents (2 groups) using Purposive Sampling technique. The data were collected by questionnaire method and then tabulated by using frequency distribution and test using Wilcoxon test with significance level α = 0.05            The results of the study in the treatment group showed the depression level before the treatment of respondents who suffered severe depression 10 people (100%). After treatment of respondents who were depressed moderate 5 people (50%) and mild depression 5%. Based on Wilcoxon test in treatment group is found P = 0,042 (<0,05) and Mann-Whitney test in post is found P = 0,008 (<0,05). This shows that the value of P <0.05. So there is a difference between the control group and the treatment.            The conclusion that can be taken from this research is there is a significant influence of Life Review Therapy on the level of depression in elderly. From these results, with the provision of Life Review Therapy can be used to reduce the level of depression.
TATA LAKSANA KERACUNAN MINUMAN KERAS OPLOSAN (METANOL DAN ETHYLENE GLYCOL) DENGAN FOMEPIZOLE, ETANOL, DAN HEMODIALISIS Mumpuni, Risna Yekti
Journal Nursing Care and Biomolecular Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : STIKes Maharani Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.769 KB) | DOI: 10.32700/jnc.v1i1.3

Abstract

Saat ini, pembicaraan mengenai bahaya mengkonsumsi miras oplosan menjadi topik yang hangat dibicarakan masyarakat Indonesia. Zat yang digunakan dalam campuran miras adalah metanol dan ethylene glycol. Metanol dan ethylene glycol adalah zat kimia yang tidak layak dikonsumsi. Didalam tubuh metanol mudah terabsorbsi dan dengan cepat akan terdistribusi kedalam cairan tubuh. Keracunan metanol dapat menimbulkan gangguan kesadaran (inebriation). Metanol sendiri sebenarnya tidak berbahaya, yang berbahaya adalah metabolitnya dan dapat menyebabkan asidosis metabolik, kebutaan yang permanen serta kematian dapat terjadi setelah periode laten selama 6-30 jam. Tujuan dari studi ini adalah menyediakan protokol bagi keracunan metano dan ethylene glycol. Metode yang digunakan adalah studi literatur. Keracunan metanol dan ethylene glycol dapat ditangani dengan pemberian fomepizole dengan menghambat proses pembentukam enzim alkohol dehidrogenase yang akan menyebabkan terjadinya asidosis metabolik. Namun penggunaan fomepizole ini tidak memenuhi standar cost effective dan sulit untuk didapatkan pada fasilitas pelayanan kesehatan. Sementara itu, penggunaan etanol masih belum mendapatkan rekomendasi dari FDA.
GAMBARAN TINGKAT KEPATUHAN IBU DALAM PEMANTAUAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK USIA 36 – 48 BULAN lumbantobing, valentina
Journal Nursing Care and Biomolecular Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : STIKes Maharani Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.529 KB) | DOI: 10.32700/jnc.v1i2.18

Abstract

Keberhasilan cakupan pelaksanaan pemantauan atau deteksi dini dan stimulasi tumbuh kembang balita tidak terlepas dari peran tenaga kesehatan dan orangtua, khususnya ibu. Keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan merupakan masalah yang sering dijumpai di masyarakat, tetapi terkadang kurang mendapatkan penanganan yang tepat. Kendala yang ditemui di lapangan adalah kurangnya pelaksanaan deteksi dini tumbuh kembang anak usia 36 – 48 bulan, terutama dalam tes perkembangan yang dilakukan setiap 6 bulan sekali. Anak pada usia tersebut sudah jarang atau tidak pernah datang ke posyandu lagi karena anak sudah masuk PAUD dan persepsi ibu bahwa anak telah diberikan imunisasi wajib sehingga tidak perlu ke posyandu, sehingga tidak jarang ditemukan permasalahan dalam tumbuh kembang pada usia tersebut. Melihat fenomena diatas, peneliti melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui gambaran kepatuhan ibu dalam melakukan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan pada anak usia 36-48 bulan.Penelitian ini menggunakan Jenis penelitian non eksperimen dengan metode deskriptif kuantitatif. Populasi dari penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak usia 36 – 48 bulan, teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah multistage random sampling dengan 2 tahap. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas X Kota Bandung pada bulan Oktober sampai November 2016 dengan jumlah sampel 76 ibu.Hasil penelitian ditemukan dari 76 responden yang memiliki anak usia 36-48 bulan, didapatkan data bahwa 59 responden (77.63%) ibu berada dalam kategori tidak patuh dalam melakukan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak. Perlu adanya upaya yang dapat membantu memfasilitasi ibu dalam melakukan upaya pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak, baik dengan menggunakan perkembangan tehnologi maupun meningkatkan kinerja dari petugas puskesmas serta para kader.  Kata Kunci : Kepatuhan, Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak usia 36 – 48  bulan.
DIFFERENCE QUANTITY SLEEP, BLOOD PRESSURE AND LEVEL NOREPINEPHRINE IN PREGNANT WOMAN WITH SEVERAL PREECLAMPSIA WHO GETTING CONSERVATIVE TREATMENT IN VIP WARDS AND ORDINARY WARDS Kotarumalos, Sitti Sarifah
Journal Nursing Care and Biomolecular Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : STIKes Maharani Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.209 KB) | DOI: 10.32700/jnc.v3i1.76

Abstract

Introduction: Pregnancy with severe preeclampsia characterized by hypertension often experience sleep disturbance and quantity. This pathology is compounded by activation of the sympathetic nervous system and possibly by stress associated with resting patterns. One of the management of severe preeclampsia is conservative treatment. The success of conservative care is influenced by the quantity factor of sleep in hospitalized patients. The inpatient room is one of the most important physical facilities for the patient care and healing. Method: Using a cohort study design, conducted on 30 pregnant women with severe preeclampsia. The sample was divided into two groups: 15 mothers were treated in the VIP wards and 15 mothers in ordinary wards. Instruments for collecting sleep duration was using question sheet, norepinephrine levels in 24-hour urine test that performed on the first-day treatment and before pregnancy termination (post-treatment). Data analysis using independent t-test. Result and analysis: In this research, normality test is done by using Shapiro-Wilk test. The decision criteria, namely when the value of Sig or p-value greater than the level of significance = 0.05. The results showed a significant mean difference (p = <0.005) between sleeping duration in VIP wards that is 7,1556±35337 hours which was higher than the duration of ordinary wards 5,9921±1,02829 hours. While the results of post-treatment blood pressure and post-treatment norepinephrine levels showed no significant difference (p = >0.005) Discussion: the difference of patient care in VIP wards and ordinary wards can affect the sleep disturbance and quantity. Enough sleep for 7 hours during pregnancy can avoid stressful conditions which can increase the production of adrenal hormones that one of the causes in elevated blood pressure 
HUBUNGAN ANTARA PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) RUMAH TANGGA DENGAN KEJADIAN DIARE PADA ANAK USIA TODDLER (1-3 TAHUN) DI KELURAHAN TANJUNGREJO RW 01 KECAMATAN SUKUN KOTA MALANG (Correlation Between Clean and Healthy Life Style Household and Di rohadi, fahrur; handian, feriana ira
Journal Nursing Care and Biomolecular Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : STIKes Maharani Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.9 KB) | DOI: 10.32700/jnc.v1i2.31

Abstract

Diare dapat menyebar melalui praktik-praktik yang tidak higienis seperti menyiapkan makanan dengan tangan yang belum dicuci, setelah buang air besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) rumah tangga dengan kejadian diare pada anak usia toddler (1-3 tahun) di Kelurahan Tanjungrejo RW 01 Kecamatan Sukun Kota Malang, desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik korelasional dengan rancangan penelitian case control. Besar sampel sebanyak 56 orang yang diambil dengan cara incidental sampling yang disesuaikan dengan kriteria inklusi. Pengumpulan data di lakukan pada bulan Maret sampai Mei 2012. Didapatkan hubungan yang signifikan antara PHBS rumah tangga dengan kejadian diare pada anak usia toddler (1-3 tahun) di Kelurahan Tanjungrejo RW 01 Kecamatan Sukun Kota Malang dengan ρ value 0,000, r = - 0,564. Koefisien korelasi negatif ini menunjukkan semakin rendah PHBS maka akan semakin tinggi kejadian diare dan begitupun sebaliknya. Saran dari penelitian ini diharapkan petugas kesehatan dapat membantu untuk memberikan informasi dan pengetahuan bagi masyarakat, tentang peranan sarana dasar kesehatan lingkungan dalam melindungi masyarakat khususnya balita dan anak-anak dari penyakit diare, yaitu dengan memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang bagaimana membiasakan mencuci tangan, penggunaan air bersih untuk di konsumsi, dan kebiasaan BAB di jamban.
PERBEDAAN PRODUKSI ASI PADA AKSEPTOR KB SUNTIK KOMBINASI DAN PROGESTIN Difference Breast Milk Production in KB Acceptor Combination and Progestin Hariyanti, Tanti Budhi; Kristiana, Agnis Sabat
Journal Nursing Care and Biomolecular Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : STIKes Maharani Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.711 KB) | DOI: 10.32700/jnc.v2i1.36

Abstract

Data dari BKKBN dari peserta KB baru, 41,7% menggunakan metode kontrespsi suntikan. Kontrasepsi suntik dibagi menjadi 2 yaitu kombinasi dan progestin. KB suntik kombinasi mengandung hormon esterogen  sehingga jika diberikan kurang dari 6 bulan prostpartum akan berdampak pada berkuranganya produksi ASI. Sedangkan KB suntik progestin tidak mengganggu produksi ASI. Berdasarkan penelitian ternyata KB Suntik Progestin juga akan mempengaruhi produksi ASI. Dari studi pendahuluan pada ibu akseptor KB Suntik Kombinasi setelah pemberian ASI bayi menunjukkan tanda kecukupan pemberian ASI. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan produksi ASI pada akseptor KB suntik kombinasi dan progestin. Penelitian ini menggunakan desain analitik pendekatan cross sectional. Populasi sebanyak 200 ibu meneteki dan sampel 160 ibu akseptor KB Suntik Kombinasi dan Progestin dengan teknik sampling purposive sampling. Tempat penelitian di BPS Anugerah Kabupaten Malang. Intrumen penelitian menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis data menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar responden yang memakai KB suntik progestin produksi ASI berkriteria lancar yaitu sebanyak 77 orang (96,3%). Begitu juga dengan akseptor KB suntik kombinasi juga sebagian besar produksi ASI berkriteria lancar yaitu yaitu sebanyak 76 orang (95%). Analisa data dengan Mann Whitney didapatkan hasil p sebesar 0,70 yang berarti bahwa p>0,05 (0,70 > 0,05) dengan demikian Ho ditolak berarti tidak ada perbedaan produksi ASI pada akseptor KB suntik kombinasi dan progestin. Dari hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar dalam mengembangkan penggunaan KB Suntik Kombinasi agar dapat digunakan oleh akseptor yang menyusui serta menjadi bahan konseling bagi ibu menyusui yang ingin menggunakan KB suntik
EKSTRAK MENGKUDU (Morinda citrifolia L) SEBAGAI ANTIMICROBA TERHADAP Streptococcus viridans SECARA IN VITRO (THE NONI EXTRACT (Morinda citrifolia L) AS ANTIMICROBA TOWARD Streptococcus viridans IN VITRO) Mahtuti, Erni Yohani; Ibaadillah, Afrihal Afiif
Journal Nursing Care and Biomolecular Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : STIKes Maharani Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.539 KB) | DOI: 10.32700/jnc.v2i2.64

Abstract

Streptococcus viridans infection is serious when bacteria enter other areas of the body, to the bloodstream causing endocarditis, heart damage, kidney failure. Symptoms: fatigue, fever, weight loss, and shock, organ failure insufficient blood; Intra-abdominal infections; meningitis, swelling of the meninges to death. Bacteria cause 50% of cases endocarditis. Treatment with high-dose antibiotics is dangerous, causing resistance. Noni (Morinda citrifolia) as antiviral, antibacterial, antiinflammatory has 150 content phytonutrients, increases endurance and improves cell. The objectives were to know the MIC and MBC of noni extract and penicillin to Streptococcus viridans in vitro. The research is true experiment, RAL design, bacteria sample and noni extract. Free variable, concentration of noni extraction, penisillin 5μL, 7.5 μL and 10 μL. Variable depends the amount of bacteria. Research location in Laboratory Microbiology and Bio Medical University Muhammadiyah of Malang. Method agar plate dilution. Collecting data the number of colonies Streptococcus viridans, One-Way Anova analysis. The results of MIC 5μL and MBC 10 μL. Analysis p = 0.00 <0.01, Ho rejected, Hi accepted is effectiveness of noni extract and penicillin against Streptococcus viridans as antimicrobial compound in vitro. Effectiveness of  regression linear noni 63.8% and pensillin 63.9% in inhibiting the growth  Streptococcus viridans in vitro.
SEKSUALITAS PADA WANITA SETELAH TOTAL ABDOMINAL HISTEREKTOMI (TAH) (The Sexuality of Women After Total Abdominal Histerektomy (TAH) Wulandari, Barkah; Rachman, Irwan Taufiqur; Nisman, Wenny Artanty
Journal Nursing Care and Biomolecular Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : STIKes Maharani Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.016 KB) | DOI: 10.32700/jnc.v1i1.9

Abstract

Total Abdominal Histerektomi merupakan tindakan pengangkatan uterus dan serviks, hal tersebut secara tidak langsung mempengaruhi seksualitas wanita setelah TAH, Keluhan yang sering dirasakan pada wanita setelah TAH adalah keringnya vagina, berkurangnya hasrat seksual, anorgasmia dan berkurangnya kepuasan seksual. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran seksualitas pada wanita setelah menjalani tindakan TAH. Hal ini termasuk untuk mengetahui fungsi seksual dan kepuasan seksual setelah TAH. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Tahap 1 menggunakan kuantitatif deskriptif. Tahap kedua metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Sampel penelitian berjumlah 14 responden dari pasien post TAH atas indikasi benign dari RSUP Dr Sardjito Yogyakarta dan wawancara mendalam dilakukan terhadap 5 responden yang merupakan sampel kualitatif. Terdapat gambaran peningkatan seksualitas pada wanita setelah TAH. Hal ini dikarenakan sebelum TAH merasakan gangguan aktivitas seksual. Mayoritas fungsi seksual wanita setelah TAH dikategorikan dalam fungsi seksual baik. Terdapat gambaran peningkatan kepuasan seksual pada wanita setelah  menjalani TAH. Hal tersebut berhubungan dengan hilangnya keluhan utama, hilangnya kecemasan terhadap penyakit dan sikap serta perhatian pasangan
PENGARUH TERAPI SEKANDI (SENAM KAMAR MANDI) TERHADAP KEBUGARAN JASMANI PADA INDIVIDU USIA PRODUKTIF Rachmania, Diana; Perwiditasari, Rentika
Journal Nursing Care and Biomolecular Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : STIKes Maharani Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.779 KB) | DOI: 10.32700/jnc.v2i1.20

Abstract

Introduction: There is a decrease of interest in doing exercise because of the crowded activity.Than so many people who complain about his health both physical and psychological. sekandi therapy (gymnastic bathroom therapy) is a gymnastics exercise with regulation of breathing and pranayama exercises become the foundation of it. The purpose of this study was to determine the effect of Sekandi therapy to increased physical fitness in individuals of productive age. Method: This research used quasy experiment desain. The samples were 40 respondents, taken by Pruposive sampling technique, and divided into 2 groups: control group (n = 20) and treatment group (n = 20). Result:  The results of the control group without treatment as much as 70% of the physical fitness therapy in the enough category. And the  treatment group after they aplly sekandi therapy almost all respondents for physical fitness in the good category as much as 80%. Wilcoxon test result with p value 0,000 < α (0,05) and Mean Whitney with  p value 0,025 <α (0,05) indicate there was influence of Sekandi therapy (gymnastics bathroom therapy) to increase physical fitness in individual age productive. Analysis: Through  sekandi therapy, can increase the work activities of the heart, respiratory system, maximize the bodys metabolic functions, eliminate muscle stiffness so that the body in good health.  Discussion: Sekandi  therapy in addition to beneficial in terms of health can also provide benefits in other respects in particular can be used as an additional movement in gymnastics fitness such as aerobics.

Page 2 of 16 | Total Record : 154