cover
Contact Name
Sih Ageng Lumadi
Contact Email
lumadi@ymail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jnc@stikesmaharani.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Nursing Care and Biomolecular
Published by STIKES Maharani Malang
ISSN : -     EISSN : 25486802     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Arjuna Subject : -
Articles 154 Documents
PENGARUH EDUCATIONAL CARDS GAME TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN KESENANGAN BELAJAR PADA MAHASISWA STIKES KEPANJEN Hardiyanto, Hardiyanto
Journal Nursing Care and Biomolecular Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : STIKes Maharani Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.188 KB) | DOI: 10.32700/jnc.v2i2.65

Abstract

Pendahuluan: Perguruan tinggi adalah institusi yang mempersiapkan sumber daya manusia melalui proses pembelajaran. Pembelajaran dengan cara yang tradisional seringkali kurang interaski antara guru dan murid sehingga pembelajaran membosankan. Fungsi bermain adalah untuk memfasilitasi pembelajaran,  permainan yang baik dapat menciptakan dan membuat sebuah konsep bahasan yang luas ke dalam bahasan yang lebih kecil sehingga lebih mudah untuk diserap. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui manfaat penggunaan educational cards game dalam meningkatkan pengetahuan dan kesenangan belajar sistem musculoskeletal. Metode: Metode penelitian Quasy eksperimental. Sampel yang digunakan sebanyak 50 orang secara simple random sampling. Sampel dibagi kedalam 2 kelompok percobaan, kelompok 1 menggunakan teknik pengajaran standart (SAP), Kelompok 2 menggunakan Educational cards game. Hasil: Terdapat pengaruh yang signifikan (p<0,01) antara pembelajaran menggunakan SAP/Modul dan Kartu pendidikan pada tingkat pengetahuan responden sebelum dan sesudah perlakuan. Responded menyatakan lebih senang dengan pembelajaran yang mengikutkan permainan kartu. Pembahasan: Kesenangan dalam pembelajaran tidak datang dengan sendirinya, tapi dipengaruhi oleh berbagai hal seperti media pembelajaran. Kesenangan dapat membantu siswa untuk menerima informasi dengan lebih baik.  Proses pembelajaran akan mudah diterima dan dipahami bila situasi hati kita senang. Sehingga belajar bukan lagi aktivitas yang harus disuruh terlebih dahulu, tetapi timbul kesadaran dari dirinya sendiri
HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI TERAPEUTIK DENGAN TINGKAT KECEMASAN KELUARGA PASIEN DI RUANG INTENSIVE CARE UNIT The Relationship Between Therapeutic Communication and Family Patient’ Anxiety in The Intensive Care Unit Rahayu, Kun Ika Nur
Journal Nursing Care and Biomolecular Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : STIKes Maharani Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.908 KB) | DOI: 10.32700/jnc.v1i1.5

Abstract

Banyak faktor penyebab terjadinya kecemasan dalam diri pasien dan keluarganya selama dirawat di ruang ICU. Salah satunya faktor komunikasi terapeutik perawat. Komunikasi terapeutik dilakukan dengan tujuan membantu pasien dan keluarganya mengurangi beban perasaan dan pikiran serta dapat mengambil tindakan yang efektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa hubungan antara komunikasi terapeutik dengan tingkat kecemasan keluarga pasien di Ruang Intensive Care Unit RSUD Pare Kab Kediri tahun 2013. Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua keluarga pasien di Ruang Intensive Care Unit RSUD Pare Kab Kediri dengan jumlah sampelnya 30 orang yang dipilih dengan teknik quota sampling. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini komunikasi terapeutik telah diberikan perawat dengan baik, yaitu sebanyak 29 (96,7 %) responden dan hanya 1 (3,3 %) responden yang merasa komunikasi terapeutik diberikan dengan cukup. Dari tingkat kecemasan keluarga diketahui 10 (33,3 %) keluarga mengalami kecemasan ringan dan berat (panic). Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji statistik Rank Spearman dengan nilai signifikan sebesar 0,233 yang berarti lebih besar dari pada α (0,05), artinya tidak ada hubungan antara komunikasi terapeutik dengan tingkat kecemasan keluarga pasien di Ruang Intensive Care Unit RSUD Pare Kab Kediri tahun 2013.
HAND HYGIENE MERUPAKAN FAKTOR RESIKO TERJADINYA KECACINGAN PADA SISWADI SDN SIDORAHAYU 04 WAGIR KABUPATEN MALANG (Hand Hygiene As Risk Factor of Intestinal Wormy Diseases at Elementary School Students” Sidorahayu “ 04 Malang Regency of Wagir) Agustina, Wiwik; Dewani, Ratna Ayu
Journal Nursing Care and Biomolecular Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : STIKes Maharani Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.109 KB) | DOI: 10.32700/jnc.v2i1.37

Abstract

Perilaku hand hygiene merupakan tindakan mencuci tangan dan memotong kuku jari. Infeksi yang sering menyerang pada masa pertumbuhan adalah cacingan.  Cacingan merupakan penyakit yang disebabkan karena infeksi parasit. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya hubungan antara perilaku hand hygiene terhadap kejadian resiko cacingan. Penelitian ini merupakan penelitian korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang digunakan adalah siswa siswi di sekolah dasar kelas I dan II  di SDN Sidorahayu 04 Wagir Kabupaten Malang sebanyak 40 anak. Sampel dipilih sesuai dengan kriteria inklusi. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan total sampling. Hasil uji spearman menunjukkan nilai p=0,000 dengan α= 0,05, ada hubungan yang signifikan antara perilaku hand hygiene dengan resiko cacingan. Nilai korelasi r= 0.754 menunjukkan kekuatan korelasi yang kuat, dan arah korelasi positif . Perilaku hand hygiene yang cukup atau kurang dapat menyebabkan terjadinya resiko cacingan.perilaku hand hygiene yang kurang pada anak dapat menyebabkan anak beresiko terinfeksi cacingan. Kesimpulan dari penelitian ini  bahwa terdapat hubungan yang  bermakna pada  perilaku hand hygiene dengan resiko cacingan pada anak usia sekolah di SDN Sidorahayu 04 Wagir Kabupaten Malang. Selanjutnya disarankan untuk menanamkan perilaku hand hygiene  sejak dini pada anak baik di rumah ataupun di sekolah, agar resiko cacingan dapat menurun.
Pengaruh Kehamilan Terhadap Frekuensi Kekambuhan Asma Pada Ibu Hamil Trimester I, II Dan III Dengan Riwayat Asma Di Kota Malang Agustina, Wiwik; Sumiatun, Sumiatun
Journal Nursing Care and Biomolecular Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : STIKes Maharani Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.894 KB) | DOI: 10.32700/jnc.v2i2.42

Abstract

Di Indonesia prevalensi asma berkisar diantara 5% - 6% dari populasi penduduk di Indonesia, dengan prevalensi asma pada kehamilan berkisar diantara 3,7% - 4%. Defisiensi imun seluler dapat ditemukan pada kehamilan. Pada pregnant ashmatic baik dengan peningkatan IgE maupun tidak ada perubahan memiliki kecenderungan terjadinya eksaserbasi asma yang semakin memburuk selama kehamilan. Tujuan penelitian ini membuktikan pengaruh kehamilan terhadap frekuensi kekambuhan asma pada ibu hamil trimester I, II dan III dengan riwayat asma di kota Malang. Penelitian ini menggunakan desain komparatif. Populasi dalam penelitian ini semua hamil dengan asma, sampel dipilih sesuai dengan kriteria inklusi, pengambilan sampel dilakukan dengan metode accidental sampling. Pada hasil Friedman Test didapatkan nilai p=0.03 dengan α=0,05  maka hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan frekuensi kekambuhan asma yang signifikan antara ibu hamil trimester I, II dan III. Nilai korelasi r = 0, 1 menunjukkan kekuatan korelasi sangat lemah, dan korelasi positif. R2 = 3,6% menunjukkan kehamilan memiliki pengaruh 3,6% pada frekuensi kambuhan asma pada kehamilan. Perubahan fisik, emosional dan biokimia selama kehamilan menyebabkan kambuhan asma pada kehamilan, terutama stress pada trimester ketiga. Perubahan imunitas pada kehamilan, terutama penurunan imunitas yang dimediasi sel, diduga sebagai predisposisi infeksi pada orang dengan asma dan dapat menyebabkan pemburukan asma. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan frekuensi kambuhan asma pada kehamilan antara trimester I, II dan III, dimana frekuensi kekambuhan yang tertinggi terjadi saat trimester ketiga. Saran dari penelitian ini adalah pemantauan ketat dan penanganan yang benar pada ibu hamil penderita asma dengan melakukan Ante Natal Care (ANC) secara teratur.
PENINGKATAN KETERAMPILAN PRIMIGRAVIDA DALAM MERAWAT BAYI DENGAN PENERAPAN KOMBINASI METODE BUZZ GROUP DAN MODELLING Lestaluhu, Viqy; Indrawan, I Wayan Agung; Andarini, Sri
Journal Nursing Care and Biomolecular Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : STIKes Maharani Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.411 KB) | DOI: 10.32700/jnc.v3i1.71

Abstract

Introduction: First pregnancy is a critical period for mother life. Primigravida needs sufficient information on baby delivery preparation and baby care skill. This study aims at know the effect of combination buzz group and modelling methods on primigravida skill in taking care of baby. Method:  Research design is true experiment using randomized subject, pre-test and post-test control group design. It was conducted at community health care of Poka Rumah Tiga Ambon. The samples of 24 respondents divided into two groups namely experimental and control group.  Checklist containing items on bathing the baby, putting on diapers, umbilical cord care and technique of breastfeeding, are used to assess primigravida skill. The data obtained are then analysed using Paired t-test and Mann-Whitney U Test with α=0,05. Result and analysis : The finding shows that there is a significant difference in terms of primigravida skill from thosein before and after the use of combination method of buzz group and  modelling (p=0,000). The average score difference was 46,271 (SD=3,758). In addition there was a significant difference between the experimental and control group (p=0,000). Discussion: The method involving pregnant mother in the form of buzz group and modelling an appropriate option for health practitioner in improving the health of mother and baby.
PERBEDAAN ANGKA KEJADIAN DIARE PADA BAYI USIA 0-6 BULAN ANTARA YANG DIBERIKAN ASI EKSKLUSIF DENGAN YANG DIBERIKAN SUSU FORMULA DI POSYANDU KELURAHAN TANJUNGREJO KECAMATAN SUKUN KOTA MALANG (Differences between Exclusive Breast feeding recipients and Fo trigantara, regista
Journal Nursing Care and Biomolecular Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : STIKes Maharani Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.321 KB) | DOI: 10.32700/jnc.v1i2.33

Abstract

Diare merupakan penyebab utama kesakitan dan kematian pada anak, dengan perkiraan 1,3 miliar episode dan 3,2 juta kematian setiap tahun pada balita. Daerah kota malang bulan Januari-Juli terdapat 870 kasus diare untuk bayi berusia dibawah 1 tahun. Kejadian diare pada bayi disebabkan karena kesalahan dalam pemberian makan, dimana bayi sudah diberi makan selain ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan angka kejadian diare pada bayi usia 0-6 bulan antara yang diberikan ASI eksklusif dengan yang diberikan susu formula.Penelitian menggunakan desain Studi Komparasi pendekatan cross sectional.Terdiri dari dua kelompok sampel yaitu  yang diberikan ASI Eksklusif  berjumlah 16 responden dan yang diberikan Susu Formula berjumlah 26 responden di Posyandu Kelurahan Tanjungrejo Kecamatan Sukun Kota Malang, dengan teknik pengambilan sampel yaitu Insidental Sampling dan analisa data dilakukan dengan uji Independent T-test. Dimana didaptkan nilai signifikansi sebesar 0,315 lebih besar dari P value sebesar 0,05, artinya tidak ada  perbedaan angka kejadian diare pada bayi usia 0-6 bulan antara yang deberikan ASI Eksklusif dengan yang diberikan Susu Formula.Hal tersebut menunjukkan perbedaan antara literatur dengan hasil penelitian. Kemungkinan hal yang membuat masih tingginya kejadian diare pada bayi yang diberikan ASI eksklusif adalah faktor lain diluar protektifitas yang terkandung dalam ASI, yaitu kurangnya kebersihan diri pada ibu, pemberian MP-ASI dini pada bayi berupa bubur, dan ibu mengkonsumsi makanan berserat tinggi. Saran perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan menambah jumlah sampel dan mengendalikan confinding variable yang dapat mempengaruhi hasil penelitian.
HUBUNGAN NYERI JAHITAN PERINEUM DENGAN DEFEKASI PERTAMA KALI PADA IBU NIFAS HARI KE 2-3 DI BPM “SR” MALANG (THE CORRELATION BETWEEN PERINEUM PAIN STITCHES AND FIRST DEFECATION IN DAY 1-2 OF PUEPERAL MATHERNAL AT BPM “SR” MALANG) putri, anggraini pratama; supriyanti, eka
Journal Nursing Care and Biomolecular Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : STIKes Maharani Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.448 KB) | DOI: 10.32700/jnc.v2i2.43

Abstract

Nyeri adalah pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual dan potensial. Rasa nyeri merupakan mekanisme pertahanan tubuh, timbul bila ada jaringan rusak dan hal ini akan menyebabkan individu bereaksi dengan memindahkan stimulus nyeri. Secara umum nyeri digambarkan sebagai keadaan yang tidak nyaman, akibat dari ruda paksa pada jaringan. Rasa nyeri sering dirasakan oleh ibu nifas yang memiliki jahitan. Episiotomi adalah suatu tindakan insisi pada perineum yang menyebabkan terpotongnya selaput lendir vagina, cincin selaput dara, jaringan pada septum rektovagina, otot-otot dan fasia perineum dan kulit sebelah depan perineum. Sehingga ibu bisa mengalami nyeri luka pada jalan lahir ibu. Defekasi pada ibu nifas harus ada dalam 3 hari postpartum. Bila ada obstipasi dan timbul koprostase hingga skibala (feses yang mengeras) tertimbun di rektum, mungkin akan terjadi febris. Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan antara nyeri jahitan perineum dengan defekasi pertama kali pada ibu nifas di BPM “SR”.Desain penelitian yang digunakan adalah analitik korelasi dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini seluruh ibu nifas yang mempunyai jahitan perineum yang berjumlah 25 ibu nifas dan sampel yang digunakan sebanyak 25 ibu nifas dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Instrumen yang digunakan adalah wawancara.Hasil analisa dengan uji Fisher,diperoleh nilai signifikansi yang diperoleh lebih kecil dari α = 5% (0,001 < 0,050) sehingga diputuskan H0 ditolak dan H1 diterima. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara nyeri jahitan perineum dengan defekasi pertama kali pada ibu nifas hari ke- 2 dan 3. Dengan mengetahui adanya hubungan antara nyeri jahitan perineum dengan defekasi pertama kali, maka hal ini dapat dijadikan sumber informasi bagi petugas kesehatan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat khususnya asuhan kebidanan pada masa nifas. Dengan demikian hal ini dapat menjadi salah satu upaya dalam memberikan asuhan kebidanan pada ibu nifas yang mengalami nyeri. 
PERAN ORANGTUA BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN SCHOOL PHOBIA PADA ANAK USIA PRASEKOLAH (Parents Role Correlated with School Phobia Incidence in Pre School Children ) Rosyida, Kumala; Handian, Feriana Ira
Journal Nursing Care and Biomolecular Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : STIKes Maharani Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.91 KB) | DOI: 10.32700/jnc.v1i1.11

Abstract

School phobia disebabkan karena ketakutan yang bervariasi diantaranya takut berpisah dengan orangtua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara peran orangtua terhadap kejadian school phobia pada anak usia prasekolah di TK Puspita Mojolangu Malang. Metode dalam penelitian korelasi dengan pendekatan case control. Teknik pengambilan sampel yang digunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 49 yang merupakan orangtua murid. Instrumen penelitian yang digunakan kuesioner dan analisi data menggunakan korelasi Spearman rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orangtua mempunyai peranan cukup yaitu 28 orangtua (57%) dan sebagian besar anak tidak mengalami school phobia yaitu 25 anak (51%). Hasil analisis korelasi Spearman menunjukkan p 0,01 atau lebih kecil dari α 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara peran orangtua dengan kejadian school phobia pada anak usia prasekolah di TK Puspita Mojolangu Malang. Sehingga disarankan bagi orang tua untuk lebih  memperhatikan kondisi fisik dan psikis anak selama masa prasekolah
Gaya Kepemimpinan Koordinator UKP dan Motivasi Kerja Karyawan Puskesmas Sukomoro, Magetan Leadership Style of UKP Coordinator and Employee Motivation of Sukomoro Community Health Center, Magetan Widiarini, Retno
Journal Nursing Care and Biomolecular Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : STIKes Maharani Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.995 KB) | DOI: 10.32700/jnc.v2i1.39

Abstract

The existence of competing demands from other health practitioners, both public and private status, would to force the primary health centers to think business-like and innovate on the services provided. Sukomoro Public Health Center  as one of the public health centers that would change the status into BLUDs expected to increase their responsibilities in serving health care. It was necessary for the performance of a good employee, the employee must have a highly motivated and loyal to the institution so that the objective the institution would be more easily achieved. It needed to be supported by leadership style, especially coordinators employees who deal directly with the performance of his subordinates and could increase employee productivity and improve service quality. The objective of this study was to analyze the association between UKP coordinator leadership style with employee motivation PHC Sukomoro Magetan. This study used cross sectional design. The study population were all employees UKP include General Poli, health of both mother and child or family planning. The number of samples were 35 people using simple random sampling. Most types of UKP coordinator leadership style was participative leadership style of 65.71%. The level of employee motivation was 51.43% have a high motivation to work. Based on the results of Chi Square test, there was an association between UKP coordinator leadership style with employee motivation Sukomoro PHC Magetan (p=0,024). The results of the test output contingency coefficient of 0.024, which means the level of associationbetween UKP coordinator leadership style with the employee motivation Sukomoro PHC  was very low.
PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN SUSU FORMULA DENGAN TERJADINYA KARIES GIGI PADA ANAK USIA TODDLER DI DESA GARON, KEC. BALEREJO, MADIUN (MATERNAL BEHAVIOUR IN GIVING FORMULA FEEDING WITH THE OCCURANCE OF DENTAL CARIES IN CHILDREN IN GARON VILLAGE, BALEREJO) Maria, Lilla
Journal Nursing Care and Biomolecular Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : STIKes Maharani Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.486 KB) | DOI: 10.32700/jnc.v2i2.41

Abstract

Masalah karies pada anak atau dikenal sebagai Sindroma Karies Botol (SKB) sering ditemukan pada anak balita. Penyebabnya adalah gula yang terdapat dalam susu formula yang kadang diminumkan saat anak menjelang tidur menimbulkan kebusukan dan kehancuran gigi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara perilaku ibu dalam pemberian susu formula dengan terjadinya karies gigi pada anak usia toddler.      Desain penelitian yang digunakan studi komparatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki anak umur toddler dengan riwayat pemberian susu formula di desa Garon, Kec. Balerejo, Kab. Madiun sebanyak 79 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling sehingga didapatkan jumlah sampel 66 orang. Uji statistik yang digunakan yaitu uji chi-square.      Dari hasil penelitian terhadap 66 responden, menunjukkan bahwa perilaku ibu dalam pemberian susu formula adalah 56,06% dalam kategori buruk, sedangkan keadaan gigi anak yang mengalami karies adalah sebanyak 59,09%, hal ini diperoleh dari hasil uji statistik chi-square, dengan hasil x2 hitung = 21,25 dan x2 tabel = 3,84 dengan tingkat signifikasi 0,05 dan df = 1 serta didapatkan nilai KK sebesar 0,49. Karena x2 hitung lebih besar dari harga x2 tabel, maka H0 ditolak dan H1 diterima artinya ada hubungan positif yang sedang antara perilaku ibu dalam pemberian susu formula dengan terjadinya karies gigi pada anak usia toddler.      Dari hasil penelitian diatas, disarankan untuk setiap tempat pelayanan kesehatan agar memberikan penyuluhan tentang cara pemberian susu formula yang benar sehingga kejadian karies gigi pada anak bisa dicegah.Caries problem in children, known as the Bottle Caries Syndrome (LCS) are often found in children under five years. The reason is the  sugar found in milk formula that sometime when children drink before bed cause tooth decay and destruction. The wrong habits in children is caused by a lack of attention to maternal behaviour habits a good kid. Because a child will still need guidance and direction from parents. Purpose of this study is to determine the relationship between maternal behaviour in the formula feeding with the occurrence of dental caries in children aged 2-5 years.      The research design used in this study is a comparative study with cross sectional. The population in this study were all mother who have children aged 2-5 years with history of formula feeding to her child in the village Garon, Kec. Balerejo, Kab. Madiun around 79 people. The sampling technique used was simple random sampling to obtain samples of 66 person. The statistical test used is the chi-square test.      From the result of a study of 66 responden, indicated that maternal behaviour in the formula feeding was 56,06 % in the poor category, while the situation of children who have dental caries was as much as 59,06 % , this is obtained from the chi-square test, with x2 table= 3,84, with significance level 0,05 and df=1 and obtained values of KK is 0,49. Because the count is greater than table x2, then Ho refused and H1 accepted which means there is a positive relationship between maternal behaviour in the formula feeding with the occurrence of dental caries in children aged 2-5 years.      From the above result, it is advisable for every health care service to provide counselling about how to correct formula feeding so that the incidence of dental caries in children can be prevented.

Page 4 of 16 | Total Record : 154