cover
Contact Name
Sih Ageng Lumadi
Contact Email
lumadi@ymail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jnc@stikesmaharani.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Nursing Care and Biomolecular
Published by STIKES Maharani Malang
ISSN : -     EISSN : 25486802     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Arjuna Subject : -
Articles 154 Documents
PENGARUH TEH PEPPERMINT TERHADAP DISMENORRHOE PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN STIKES MAHARANI MALANG EFFECT OF PEPPERMINT TEA ON DISMENORRHOE IN MIDWIFERY STUDENTS OF DIII STUDY PROGRAM STIKES MAHARANI MALANG ibaadillah, afrihal afiif; -, Naumiati -; Samtyaningsih, Dian
Journal Nursing Care and Biomolecular Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : STIKes Maharani Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.087 KB) | DOI: 10.32700/jnc.v2i1.23

Abstract

Keluhan yang sering terjadi saat menstruasi adalah timbulnya dismenorhoe yang sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, yang biasanya sering mengkonsumsi obat-obatan kimia utnuk mengatasinya akan berdampak negatif pada organ tubuh. Tujuan dari penelitian ini mengetahui pengaruh konsumsi teh peppermint terhadap dismenorhea pada mahasiswa  program studi DIII Kebidanan STIKes Maharani Malang. Penelitian ini menggunakan desain “One Group Pretest-Postest”. Sampel yang digunakan 46 responden. Sebagian besar responden ( 67,4%) mengalami nyeri dismenorrhea pada tingkat sedang. Hampir setengah  responden ( 41,3%) menyebutkan bahwa mereka tidak mengalami dismenorrhea setelah mengkonsumsi teh peppermint. Hasil  uji statistic Wilcoxon Sign Rank Test dengan n = 46, asymp sig. (2-tailed) 0,000 <  α = 0,05 sehingga ada pengaruh konsumsi teh peppermint terhadap nyeri disminorhea pada mahasiswa Prodi DIII Kebidanan STIKES Maharani Malang. Kram menstruasi adalah rasa nyeri yang dipicu oleh produksi berlebihan dari hormon prostaglandin yang menyebabkan kejang rahim. Asam lemak omega-3 yang terkandung dalam peppermint membantu penurunan produksi prostaglandin dengan cara menghambat transportasi dan pembentukan hormon prostaglandin, dengan menurunnya prostaglandin, kram menstruasi dapat berkurang. Meningkatkan upaya mencari informasi pengaruh pemberian teh peppermint sehingga responden dapat mengetahui manfaat yang diperoleh nantinya pada saat mengalami disminorhea.
PENGARUH TERAPI RELAKSASI SPIRITUAL TERHADAP TINGKAT STRES PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS YANG MENJALANI HEMODIALISIS Ningsih, Etik Dwi; Mukarromah, indah
Journal Nursing Care and Biomolecular Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : STIKes Maharani Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.444 KB) | DOI: 10.32700/jnc.v3i2.82

Abstract

Introduction: The stress experienced by patients with chronic renal failure who undergo hemodialysis may aggravate a person's condition such as disobedience to diet and fluid modification and treatment if not treated properly. Spiritual relaxation was a method of lowered stress, one's effort to achieve relaxed state through spiritual religious beliefs. The purpose of the study, looking at the effect of spiritual relaxation on stress levels in patients with chronic renal failure who underwent hemodialysis. Method: Pre experimental method one group pre and posttest design with 10 respondents sample through technique of proposive sampling. The independent variable was spiritual relaxation and the dependent variable of stress level. The stress level was measured by HSS Instrument (hemodialysis stress scale) and spiritual relaxation used Standard Operating Procedures. Spiritual relaxation performed once per week for 1 month. it analyzed by Wilcoxon test with α = 0,05. The result was a significant difference between stress level before and after intervention p = 0,004 (p<α) it means there was influenced. Result and analysis: Spiritual relaxation balanced the sympathetic and parasympathetic nerves when relaxed conditions were effective in reduced stress and maintained the psychological health of patients with chronic renal failure. Discussion: Spiritual relaxation can be used as an alternative to nursing actions and examine hormonal changes in stress reduction
PENGETAHUAN CULTURAL COMPETENCE PADA MAHASISWA PROGRAM PROFESI NERS di BANDUNG Lumbantobing, Valentina; Susilaningsih, Fransisca Sri; Rasyiddin, Gyan; Kurniawan, Titis; Pratiwi, Atlastieka
Journal Nursing Care and Biomolecular Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : STIKes Maharani Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.151 KB) | DOI: 10.32700/jnc.v3i2.119

Abstract

Beragamnya latarbelakang klien yang menjalani perawatan di rumah sakit menjadi salah satu alasan dimana seorang perawat wajib memiliki kemampuan dalam melakukan asuhan keperawatan dengan memperhatikan aspek budaya. Proses pembelajaran tentang keperawatan peka budaya pada tingkat akademik pendidikan keperawatan sudah diberikan pada semester satu, dan pelaksanaan pendidikan profesi ners berlangsung pada semester sembilan, maka perlu diidentifikasi lebih lanjut terkait kemampuan mahasiswa dalam malakukan asuhan keperawatan peka budaya sehingga dapat memberikan palayanan yang maksimal kepada pasien dan mencegah cultural shock pada mahasiswa. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi gambaran pengetahuan tentang cultural competence pada mahasiswa program profesi Ners.Rancangan penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang dilakukan pada mahasiswa program profesi Ners di Bandung. Menggunakan teknik total sampling didapatkan 266 mahasiswa dalam 3 angkatan pendidikan profesi Ners. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan yang dikembangkan oleh team trusculturan nusing depertemen keperawatan dasar. Data dianalisis menggunakan analisis distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang yaitu sebanyak 204 (76,69%). Pengetahuan tentang cultural competency mahasiswa program profesi Ners perlu ditingkatkan, oleh sebab itu diharapkan adanya intergrasi yang berkesinambungan antara learning outcome dan topik cultural competence pada setiap mata kuliah keperawatan yang didapatkan mahasiswa selama program pendidikan sarjana. 
ANALISIS PENGARUH MOTIVASI INTERNAL TERHADAP FASE PRA-BENCANA DI DUSUN WONOSARI DAN SUKOSARI, DESA PANDANSARI, KEC. PONCOKUSUMO KAB. MALANG Debora, Oda; Wibowo, Wibowo
Journal Nursing Care and Biomolecular Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : STIKes Maharani Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.947 KB) | DOI: 10.32700/jnc.v3i2.88

Abstract

Introduction: Community resiliency is one of important factor in order to encounter disaster and accelerate recovery phase after a disaster occur. To enhance this resilience, various efforts can be done during pre-disaster phase. However, without intense internal motivation, this efforts were useless. The aim of this research was to find out the internal motivation which has a dominant influence on the pre-disaster phase. Method: This research was a non-experimental with cross-sectional design. Data was collected in one time for each respondent using a questionnaire. Partial Least Square test were done to found out the most influential components in internal motivation and pre-disaster phase and the relational strength between those two variables Result and Analysis: Internal motivation affected pre-disaster phase, it was shown by t score 2,508. Variables which contributed predominantly to internal motivation was knowledge which was indicated by a t value of 2.074. Whereas the pre-disaster phase which contributed predominantly was Expedient hazard Mitigation which was indicated by t value of 21,346. Discussion: It can be concluded that the provision of sustainable knowledge to the population can improve the population ability to recognize vulnerabilities in their location and create a better mitigation system. Nurses can improve the community ability in mitigation through the continuous delivery of knowledge about disasters and first aid in a sustainable emergency. Mitigation was not confined only for environment, it also concluded community resources mitigation as well. Economic mitigation was the prior consideration thought by the community, especially for those who had middle-low income.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESIAPAN WANITA DALAM MENGHADAPI MENOPAUSE Sari, Nining Loura
Journal Nursing Care and Biomolecular Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : STIKes Maharani Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.133 KB) | DOI: 10.32700/jnc.v3i2.107

Abstract

Nining Loura SariProgram Studi S1 KeperawatanABSTRAK Menopause adalah masa berhentinya menstruasi akibat hilangnya aktivitas folikel ovarium dalam memproduksi hormone estrogen. Penurunan kadar hormon ini diikuti berbagai perubahan fisik dan psikis pada ibu. Kehilangan daya tarik, kurang bersemangat, kesulitan dalam berkonsentrasi dan mengingat sesuatu, perasaan tertekan atau kecemasan merupakan masalah yang timbul pada kondisi menopause. Kondisi tersebut mendorong wanita untuk memecahkan masalah melalui cara mencari bantuan dan dukungan dari keluarga yaitu suami. Diperlukan juga sikap positif dengan diimbangi oleh informasi atau pengetahuan yang cukup, sehingga ibu lebih siap baik secara fisik, mental dan spiritual.Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan metode penelusuran artikel jurnal di database dengan menggunakan kata kunci sesuai topik dan didapatkan 7 jurnal, tetapi yang sesuai kriteria inklusi hanya 4 jurnal.Hasil penelitian menunjukkan kesiapan menghadapi menopause meliputi dukungan suami, sikap dan pengetahuan. Kesiapan yang paling dominan dalam menghadapi menopause adalah pengetahuan karena minimnya informasi yang diterima oleh ibu dan dilatarbelakangi oleh pendidikan yang rendah.Kesimpulan : Penyuluhan tentang menopause perlu dilakukan oleh tenaga kesehatan. Pengetahuan yang cukup akan membantu ibu memahami dan mempersiapkan dirinya menghadapi masa menopause dengan lebih baik, dan diharapkan mampu melakukan upaya pencegahan sedini mungkin untuk siap memasuki umur menopause tanpa mengalami keluhan-keluhan yang berat.  
PENGARUH FORMULASI SEDIAAN HERBAL PARAM KOCOK DARI KENCUR, KUNIR PUTIH DAN DAUN PACAR AIR TERHADAP SKALA NYERI SENDI PADA LANSIA Ariesti, Ellia; Kartikasari, Betti Dwi
Journal Nursing Care and Biomolecular Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : STIKes Maharani Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.555 KB) | DOI: 10.32700/jnc.v3i2.89

Abstract

Keberhasilan pembangunan kesehatan di Indonesia mempunyai dampak antara lain adalah meningkatnya umur harapan hidup lansia yang mengakibatkan meningkatnya jumlah dan proporsi penduduk lansia. Proses penuaan pada lansia diikuti dengan kemunduran fisik, biologi, mental maupun sosial ekonomi. Salah satu perubahan kondisi fisik karena menua adalah pada sistem muskuloskeletal yaitu gangguan pada persendian yang merupakan penyakit yang sering dijumpai yang sangat erat hubungannya dengan proses menua dengan gejala utama nyeri. Metode penelitian yang digunakan adalah quasy eksperimen dengan pendekatan pre dan post test pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Jumlah sampel penelitian sebanyak 50 lansia. Pengumpulan data untuk mengetahui skala nyeri sendi pada lansia menggunakan kuesioner Verbal Numerical Rating Scale. Dari hasil uji paired sample t test untuk perbandingan antara nilai skala nyeri pasien pada saat sebelum (pre test) dan setelah (post test) pemberian formulasi sediaan herbal param kocok dari kencur, kunir putih dan daun pacar air menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.000 yang lebih kecil dari alpha 0.05 (p<0.05, tolak Ho), sehingga dapat diartikan bahwa ada perbedaan yang signifikan pada nilai skala nyeri sendi pasien lansia antara saat sebelum (pre test) dan setelah diberikan formulasi sediaan herbal param kocok dari kencur, kunir putih dan daun pacar air (post test). Param kocok sebagai sediaan topikal sangat sesuai digunakan untuk lansia yang mengalami masalah persendian dengan jumlah pelumas sendi yang menurun.
ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMAUAN ORANG AWAM UNTUK MEMBERIKAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA KORBAN KECELAKAAN LALU LINTAS DI KOTA MALANG Firdaus, Achmad Dafir; Agoes, Achdiat; Lestari, Retno
Journal Nursing Care and Biomolecular Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : STIKes Maharani Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.664 KB) | DOI: 10.32700/jnc.v3i2.109

Abstract

ABSTRAK                Kejadian kecelakan lalu lintas diprediksi cenderung semakin meningkat seiring dengan berjalannya waktu. Banyaknya orang yang menjadi korban kecelakaan tidak selalu ditunjang dengan banyaknya responder dan pelayanan kesehatan yang dapat memberikan pertolongan yang cepat serta tepat. Untuk mengatasi hal tersebut perlu pemberdayaan orang awam yang seringkali menjadi first responder. Namun orang awam saat ini juga tidak selalu mau untuk memberikan pertolongan dikarenakan beberapa faktor diantaranya faktor intrapersonal, psikososial dan situasional yang mempengaruhi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor – faktor tersebut sehingga dapat mengoptimal kemauan dan peran orang awam pada akhirnya. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan metode pendekatan restrospektif menggunakan instrumen terstruktur yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Analisis yang digunakan adalah analisis bivariat dengan uji Chi-Square dan Fisher sebagai alternatif. Sampel yang digunakan berjumlah 110 orang awam yang pernah menemui kejadian lalu lintas di Kota Malang. Hasil yang didapatkan adalah responden saat menemui kejadian kecelakaan lalu lintas (KLL) yang dipengaruhi faktor intrapersonal sebanyak 92,7%, faktor psikososial sebanyak 27,3%, dan faktor situasional sebanyak 60%. Sedangkan responden yang memberikan pertolongan adalah sebanyak 47,3%. Berdasarkan uji Chi-Square didapatkan hanya faktor situasional saja yang memiliki hubungan signifikan dengan kemauan orang awam untuk menolong korban kecelakaan lalu lintas dengan nilai p 0,002 (p<0,005). Dengan demikian perlu pemberdayaan peran serta orang awam dengan cara – cara yang dapat meningkatkan pengetahuan, kemauan, serta kemampuan dalam memberikan pertolongan pertama pada korban kecelakaan lalu lintas. Kata Kunci : Kemauan, Pertolongan Pertama, Kecelakaan Lalu Lintas, Orang Awam ABSTRACTTraffic accidents predicted tend to increase over time. The number of people who become victims of accidents are not always supported by many responders and health care that can provide prompt and appropriate care. To overcome this problem, we need to give empowerment to laypeople who are often become the first responder. But, lay people nowadays are not always willing to provide assistance due to several factors including intrapersonal factors, psychosocial and situational influences. The purpose of this study was to analyze those factors so that we can optimize the willingness and the role of lay people in the end. This study is observational study with retrospective approach using structured instruments which have been validity and reliability tested. The analysis is bivariate analysis using Chi-Square and Fisher as an alternative. The samples are 110 lay people who had witnessed traffic accidents in Malang city. The results obtained are respondents who witnessing traffic accidents that are affected by intrapersonal factors is 92.7%, psychosocial factors is 27.3% and situational influences is 60%. While respondents who gave aid is 47.3%. Based on Chi-Square test is obtained only situational factors that have a significant relation with the willingness of lay people to help traffic accidents victim with a value p 0.002 (p<0.005). Thus, we need to give empowerment to laypeople in ways that can improve kowledge, willingness, and ability to provide first aid to traffic accidents victims. Key Words: Willingness, First Aid, Traffic Accidents, Laypeople
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN VAK (VISUALIZATION AUDITORY KINESTHETIC) TERHADAP PENGETAHUAN BANTUAN HIDUP DASAR PADA SISWA KELAS X-1 DI MAM 2 BAURENO BOJONEGORO Juanita, Farida; Nurhidayati, Novi
Journal Nursing Care and Biomolecular Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : STIKes Maharani Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.578 KB) | DOI: 10.32700/jnc.v3i2.106

Abstract

Basic Life Support (BLS) is a support that given to the cardiac arrest victims. The purpose of this research is to know the effect of Visualization Auditory Kinesthetic (VAK) method to knowledge of BLS for students at grade X-1 MAM 2 Baureno Bojonegoro. This research used pre-experimental one-group pre-posttest design with simple random sampling method, which obtained 30 respondents. By using Wilcoxon Sign Rank Test with α = 0,05, the value of ρ = 0,000. It showed that there was a significant effect giving VAK method to knowledge of BLS for students at grade X-1 MAM 2 Baureno Bojonegoro. It is suggested for education institution to choose this method for giving information about the other topics of health education.
HUBUNGAN LENGTH OF STAY DENGAN KEPUASAN KELUARGA PASIEN PRIORITAS SATU DI IGD RSUD dr. HENDRIKUS FERNANDEZ LARANTUKA Irman, Ode
Journal Nursing Care and Biomolecular Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : STIKes Maharani Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.204 KB) | DOI: 10.32700/jnc.v3i2.118

Abstract

Length of stay (LOS) dan kepuasan keluarga pasien  berperan penting dalam upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan di IGD. Lamanya perawatan dan kepuasan keluarga pasien menentukan kualitas dalam pelayanan di IGD. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan hubungan LOS dengan kepuasan keluarga pasien prioritas satu di IGD RSUD dr. Hendrikus Fernandez Larantuka.Jenis Penelitian yaitu analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien pasien prioritas satu beserta keluarga di IGD RSUD dr. Hendrikus Fernandez Larantuka. Sampling yang digunakan yaitu consecutive sampling. Besar sampel sebanyak 92 orang. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi dan kuesioner, kemudian diuji dengan uji statistik koefisien kontingensi. Hasil penelitian menunjukkan LOS tidak sesuai standar dan keluarga tidak puas sebanyak 47 orang (85.5%). LOS sesuai standar dengan keluarga merasa puas sebanyak 28 orang (75.7%). Hasil uji koefisien kontingensi diperoleh p value (0,000) < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima jadi ada hubungan LOS dengan kepuasan keluarga pasien prioritas satu di IGD RSUD dr. Hendrikus Fernandez Larantuka dengan kekuatan hubungan = 0.523, termaksud dalam kategori sedangPenelitian ini mengindikasikan pentingnya pihak rumah sakit untuk mempercepat perawatan di IGD, memperhatikan jumlah sumber daya manusia (dokter-perawat), penambahan fasilitas, sehingga LOS sesuai standar dan kepuasan keluarga semakin meningkat
PERSEPSI MAHASISWA KEPERAWATAN TENTANG PERAWATAN SPIRITUAL (SPIRITUAL CARE) Azzahra, Meza Belindiani; Nur'aeni, Aan; Kosasih, Cecep Eli
Journal Nursing Care and Biomolecular Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : STIKes Maharani Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.628 KB) | DOI: 10.32700/jnc.v3i2.108

Abstract

Perception that received by nursing student can determine their behavior toward spiritual care in nursing practice. It is important to be identified in the academic stage to evaluate whether the learning process is able to support student perception. The purpose of this study was to identify the perception of nursing students about spiritual care. This research was quantitative descriptive. Population were final year and third year nursing student at one of the institution in West Java. Samples were acquired using a proportionate stratified random sampling technique (n=171). Data were collected using a spiritual care giving scale (SCGS). Data were analyzed using frequency distribution, percentage, and mean. Result of this research indicated that all of respondents had a favorable perception about spiritual care. However, there still aspects that had lower mean value comparing other aspects. Based on frequency distribution, there were number respondents who had disagree statement about form of spiritual care (11,1%) and individual’s integrity when having spirituality in theirself (12,3%). The conclusion of this research was all respondents had a favorable perception of spiritual care. Nevertheless, there were aspects that need to be improved, such as spiritual care attitudes and definition of spiritual care. These can be improved through a specific education regarding spirituality and spiritual care.

Page 6 of 16 | Total Record : 154