cover
Contact Name
Mohammad Fauziddin
Contact Email
mfauziddin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
astutimasnur@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
ISSN : 26146754     EISSN : 26143097     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues of educational institutions, educational environment and parenting.
Arjuna Subject : -
Articles 2,685 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 2 (2024)" : 2,685 Documents clear
Keberhasilan dalam Persiapan Anak Menuju Dunia Persekolahan Yusra, Affan; Hafizah, Chalista; Silaen, Jefri; Mulya, Kurnia Rahmat; Bilkis, Sasa
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan anak merupakan proses kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk lingkungan keluarga di mana orang tua memainkan peran utama. Artikel ini mengkaji pentingnya peran orang tua dalam mempersiapkan anak untuk memasuki dunia persekolahan, dengan fokus pada pola asuh demokratis yang responsif dan berfokus pada kebutuhan anak. Kesiapan anak untuk sekolah diukur melalui lima area utama: kesehatan fisik dan perkembangan motorik, perkembangan sosial-emosional, pendekatan belajar, perkembangan bahasa, serta kognitif dan pengetahuan dasar. Melalui studi literatur, ditemukan bahwa keterlibatan aktif orang tua dalam kegiatan akademik dasar seperti membaca bersama, serta dukungan emosional yang diberikan, sangat berpengaruh pada kesiapan anak untuk sekolah. Dukungan ini tidak hanya membantu anak mengembangkan keterampilan akademik, tetapi juga meningkatkan kesiapan emosional mereka untuk menghadapi tuntutan sekolah. Kesimpulannya, peran orang tua sangat penting dalam membentuk kesiapan anak untuk sekolah, yang mencakup aspek fisik, sosial-emosional, kognitif, dan akademik, sehingga memastikan anak dapat belajar dengan baik, menjalin hubungan sosial yang sehat, dan menghadapi tantangan pendidikan dengan percaya diri.
Penerapan Model Pembelajaran STAD (Student Teams Achievement Division) terhadap Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar dalam Mata Pelajaran PKN Astuti, Aprilia Aisyah; Fidrayani, Fidrayani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konklusi belajar PKN murid SD dipengaruhi oleh strategi pembelajaran Tim Pencapaian Siswa (STAD). Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur sistematis, juga dikenal sebagai SL. Judul penelitian, abstrak, pendahuluan, metode, temuan, diskusi, dan Kesimpulan adalah beberapa topik yang dibahas. Informasi yang dikumpulkan mencakup artikel-artikel yang relevan tentang implementasi strategi pembelajaran STAD pada konklusi studi muid tentang Pendidikan kewarganegaraan SD dari berbagai sumber antara tahun 2019 hingga 2024. Temuan analisis menunjukan bahwa SPSTAD mampu memudahkan murid belajar dimata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan berperan penting dalam membantu mereka mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan komunikasi efektif.
Ulos Simangkat-Angkat Silahisabungan : Kajian Semiotika Manik, Priska Ulina Setriani; Purba, Asriaty R; Sinulingga, Jekmen; Sinaga, Warisman; Herlina, Herlina
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ulos Simangkat-angkat merupakan salah satu ulos Silahisabungan. Ulos yang berasal dari Silahisabungan ini memiliki motif yang tergabung dari motif ulos yang dimiliki oleh etnik Batak Toba. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk motif, fungsi motif, dan makna yang terdapat pada Ulos Simangkat-angkat. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori semiotika yang dikemukakan oleh Charles Sanders Peirce. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk yang terdapat pada Ulos Simangkat-angkat persegi panjang dengan ukuran panjang 250 sentimeter dan lebar 80 sentimeter dengan warna dasar biasanya adalah hitam. Warna hitam ini sering dihiasi dengan motif-motif berwarna merah dan putih, serta kadang-kadang menggunakan benang emas atau perak untuk menambah keindahan dan nilai simbolisnya. Fungsi yang terdapat pada Ulos Simangkat-angkat, yaitu: (1) fungsi sebagai simbol status sosial, seperti menandakan status, kedudukan dan kekuasaan seseorang dalam adat Batak.(2) fungsi digunakan sebagai pemberian dalam upacara adat untuk menandakan rasa hormat, penghargaan dan kedekatan antara keluarga. (3) fungsi perlindungan dan kesejahteraan yang berfungsi sebagai pelindung dan pembawa keberuntungan dalam adat Batak. (4) Fungsi yang digunakan untuk penghormatan kepada tetua (5) fungsi sebagai penguatan identitas budaya. Makna yang terdapat pada Ulos Simangkat-angkat, yaitu: (1) berdasarkan warna yang melambangkan kekuatan, keteguhan, dan ketegasan. Dalam konteks adat Batak, warna ini bisa melambangkan kesakralan dan penghormatan terhadap leluhur. (2) berdasarkan motif, memiliki motif yang terdiri dari garis-garis putus putus berbentuk vertikal yang memiliki makna berhubungan dengan identitas klan (marga) dan status sosial dalam masyarakat Batak dan digunakan untuk menunjukkan hubungan keluarga dan sejarah.
Tahapan Pemberian Ulos dalam Upacara Adat Marunjuk Etnik Batak Toba : Kajian Kearifan Lokal Manurung, Lasmaria; Tampubolon, Flansius; Sinulingga, Jekmen; Siahaan, Jamorlan; Sinaga, Warisman
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang berjudul “Tahapan Pemberian Ulos Dalam Adat Marunjuk Etnik Batak Toba” ini bertujuan untuk menggambarkan tahapan pemberian ulos dalam adat marunjuk suku Batak Toba, jenis-jenis ulos yang digunakan, serta nilai kearifan lokal yang terkandung dalam upacara tersebut. Teori yang digunakan untuk analisis adalah teori kearifan lokal dari Sibarani. Metode penelitian yang diterapkan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik penelitian lapangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1)Tahapan pemberian ulos dalam upacara adat marunjuk meliputi: Pemilihan ulos oleh pihak parboru untuk diberikan kepada penerima.Penerima ulos duduk di lokasi yang telah ditentukan.Ulos diberikan dengan cara dibentangkan dan disematkan sambil menyampaikan umpasa.Ulos pertama kali diberikan oleh orang tua pengantin wanita kepada orang tua pengantin pria, dan diakhiri dengan pemberian ulos tulang kepada kedua mempelai. Pesan dari pemberian ulos adalah untuk menyatukan dua jiwa dalam pemberkatan.(2)Jenis ulos yang digunakan dalam upacara adat marunjuk meliputi 7 jenis yang disepakati oleh kedua keluarga, yaitu: ulos passamot, ulos hela bersama dengan mandar hela, ulos pamarai, ulos simanggonghon, ulos simolohon, ulos sihutti ampang, dan ulos tulang yang diberikan pada akhir upacara oleh pihak tulang kepada kedua mempelai sambil menyampaikan umpasa. Selain itu, pengantin juga menerima ulos holong dari para tamu undangan sebelum pemberian ulos tulang.(3)Pesan tuturan dalam upacara ini mencakup saling mengasihi, saling percaya, menolak perceraian, mengandalkan Tuhan, saling menghargai, hidup rukun dalam rumah tangga, dan menghormati orang tua.(4)Nilai kearifan lokal dalam tata cara pemberian ulos mencakup nilai kesopanan, kerukunan, penyelesaian konflik, komitmen, rasa syukur, kepedulian dan kasih sayang, rasa hormat, gotong royong, pelestarian dan kreativitas budaya, serta cinta budaya.
Kearian Lokal Mangido Tuani Gondang dalam Upacara Adat Saur Matua Sihombing, Sulastri Tiur L.; Herlina, Herlina; Siahaan, Jamorlan; Sinulingga, Jekmen; Sinaga, Warisman
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mangido tuani gondang adalah ritual pembuka dalam upacara adat saur matua dengan maksud meminta izin dan berkat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tahap-tahap dan jenis kearifan lokal apa saja yang terdapat pada tradisi mangido tuani gondang dalam upacara adat saur matua etnik Batak Toba. Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah metode deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah kearifan lokal yang dikemukakan oleh Robert Sibarani. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menemukan terdapat tiga tahapan dalam tradisi mangido tuani gondang dalam upacara adat saur matua. Tahapan tradisi mangido tuani gondang dalam upacara adat saur matua etnik batak toba terdiri dari tiga tahap, yakni : (a) pasahat boras sakti; (b) pangalu-aluhon tu Amanta Na Martua Debata, sahala raja, loloan natorop dan (c) maminta gondang. Terdapat nilai kearifan lokal yakni 10 nilai kedamaian, yang meliputi: kesopansantunan, kejujuran, kesetiakawanan sosial, kerukununan dan penyelesaian konflik, komitmen, pikiran positif, rasa syukur, amanah, pengendalian, kepedulian dan kasih sayang, rasa hormat dan 8 nilai kesejahteraan yang meliputi: kerja keras, disiplin, Kesehatan, gotong royong, pengelolaan gender, pelestarian dan kreatifitas budaya, kemandirian dan cinta budaya.
Roto Gaja Lumpat dalam Upacara Adat Saur Matua Etnik Batak Toba: Kajian Kearifan Lokal Siregar, Nomi Supitri; Herlina, Herlina; Purba, Asriaty R.; Sinulingga, Jekmen; Sinaga, Warisman
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tahapan-tahapan roto gaja lumpat dalam upacara adat saur matua etnik batak Toba, dan nilai-nilai kearifan lokal yang terdapat pada roto gaja lumpat dalam upacara adat saur matua etnik batak Toba. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kearifan lokal yang dikemukakan oleh Robert Sibarani (2014). Adapun Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Tahapan dalam roto gaja lumpat dalam upacara adat saur matua dibagi menjadi dua tahap yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksanaan dan masing-masing tahapan terdiri dari beberapa bagian. Adapun tahap persiapan terdiri dari: 1) tahapan tahi tataring, 2) tahapan martonggo raja, 3) tahapan pembuatan roto gaja lumpat. Tahapan pelaksanaannya yaitu: 1) tahapan mompo, 2) tahapan marsisulu ari, 3) tahapan maralaman, 4) tahapan tariak, 5) tahapan acara pemakaman, 6) tahapan makan bersama, 7) tahapan padalan jambar. Nilai-nilai kearifan lokal yang terdapat pada roto gaja lumpat dalam upacara adat saur matua adalah 1) nilai kesopansantunan, 2) nilai kejujuran, 3) nilai kesetiakawanan sosial, 4) nilai kerukunan dan penyelesaian konflik, 5) nilai komitmen, 6) pikiran positif, 7) nilai rasa syukur, 8) nilai kerja keras, 9) nilai disiplin, 10) nilai pendidikan, 11) nilai kesehata, 12) nilai gotong royong, 13) nilai pengelolahan genjer, 14) nilai pelestarian dan kreatifitas budaya, 15) nilai peduli lingkungan.
Upacara Adat Mengket Rumah pada Etnik Batak Karo: Kajian Kearifan Lokal Hutahaean, Enjel; Purba, Asriaty R.; Herlina, Herlina; Sinulingga, Jekmen; Sinaga, Warisman
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini berjudul Upacara Adat Mengket rumah Pada Etnik Batak Karo: Kajian Kearifan Lokal”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tahapan-tahapan upacara mengket rumah , dan nilai-nilai kearifan lokal yang terdapat dalam upacara mengket rumah. Teori yang digunakan adalah teori kearifan lokal yang dikemukakan oleh Robert Sibarani. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Adapun hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu : (1) Tahapan- tahapan Upacara Mengket rumah ada 11 yaitu, 1) Runggu/ Arih-arih, 2) Ngarak, 3) Mbuka kunci, 4) Kimbangken amak mbentar, 5)Man Cimpa, 6)Majekken Daliken, 7) Ngukati, 8) rose Osei, 9)kata pedah, 10) Man,11) Mere Simulih Sumpit Kalimbubu (2) Nilai-nilai kearifan lokal yang ada pada upacara adat mengket rumah pada etnik Batak Karo ada 10 yaitu, 1) nilai kesopansantunan, 2) nilai gotong royong, 3) nilai kesetiakawanan sosial, 4) nilai kerukunan dan penyelesaian konflik, 5) nilai komitmen, 6) nilai pikiran positif, 7) nilai rasa syukur, 8) nilai kerja keras, 9) nilai disiplin, 10) nilai pelestarian dan kreativitas budaya, 11) nilai peduli lingkungan.
Mukul pada Etnik Batak Karo: Kajian Tradisi Lisan Tampubolon, David Hasudungan; Tampubolon, Flansius; Sinulingga, Jekmen; Herlina, Herlina; Purba, Asriaty R.
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul: “Mukul Pada Etnik Batak Karo: Kajian Tradisi Lisan”. Mukul disebut juga dengan persadaan tendi (mempersatukan roh) antara kedua pengantin melalui makan bersama dengan media manuk sangkep. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk medeskripsikan performansi teks, ko-teks, dan konteks dalam mukul dan mendeskripsikan nilai dan norma dalam mukul. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori tradisi lisan oleh Robert Sibarani yaitu tradisi lisan adalah kecenderungan suatu daerah dalam mewariskan sejarah melalui percakapan dari satu keturunan ke keturunan lainnya, dan tradisi lisan mencakup suatu tradisi budaya yang diturunkan “dari mulut ke telinga”. Dari satu generasi ke generasi seterusnya. Berdasarkan hasil penelitian terdapat performansi teks yaitu teks verbal dan teks non-verbal dalam mukul, performansi ko-teks dalam mukul terdapat 4 unsur ko-teks yaitu unsur paralinguistik, unsur kinetik, unsur proksemik dan unsur material, dan performansi konteks yaitu konteks sosial budaya, konteks situasi dan koteks ideologi yang terdapat dalam mukul, terdapat juga fungsi dan makna dalam mukul dan terdapat 7 nilai yaitu nilai kejujuran, nilai kesetiakawanan sosial, nilai komitmen, nilai pikiran positif,nilai kerja keras, nilai disiplin, dan nilai gotong royong.
Analisis Wacana Kritis Dalam Puisi “Aku Masih Utuh Dan Kata-Kata Belum Binasa” Karya Wiji Thukul (Kajian Analisis Wacana `Teun A Van Dijk) Sari, Endah; Dwi Istiqomah, Adinda
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian berjudul Analisis Puisi “Aku Masih Utuh dan Kata-Kata Belum Binasa” karya Wiji Thukul (Analisis Wacana Kritis Teun A. Van Dijk). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis salah satu puisi karya Wiji Thukul untuk mengetahui hubungan antar teks dan faktor yang berada di luar teks. Teori yang digunakan yaitu Analisis Wacana Kritis model Teun A. Van Dijk yang memiliki 3 dimensi di dalamnya : Analisis Teks, Kognisi Sosial, dan Analisis Sosial. Adapun metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif, dengan paradigma kritis. Objek penelitian ini yaitu teks puisi Aku Masih Utuh dan Kata-Kata Belum Binasa. Data penelitian diperoleh dari studi pustaka. Hasil penelitian meliputi 3 dimensi AWK model van Dijk : Analisis teks yang memiliki 3 aspek didalamnya. Pada struktur makro, puisi bertemakan informasi serta senjata perlawanan berupa kata-kata. Superstruktur, penyusunan bait demi bait yang saling berkaitan. Struktur mikro, yang terdapat elemen detil, maksud, leksikon, metafora, bentuk kalimat, dan kata ganti. Kognisi Sosial yang membahas keadaan pribadi penyair mengenai penilaiannya terhadap penguasa, penilaian orang terhadap dirinya, penilaian peran Wiji Thukul, dan bagaimana memahami peristiwa di sekitarnya. Terakhir yaitu Analisis Sosial, di mana praktik kekuasaan yang dilakukan Orde Baru cenderung represif, dan memanfaatkan kemudahan pada akses kekuasaannya melalui media massa untuk melancarkan propagandanya.
Bela Diri Kata: Strategi Inovatif Dalam Memerangi Bullying Verbal Di Sekolah Menengah Pertama Hamdani, Hamzah; Ahmadi, Anas
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk bullying verbal, faktor penyebab, dan strategi dalam memerangi bullying verbal yang ada di Sekolah Menengah Pertama. Hasil studi menunjukkan bahwa bullying verbal dapat berwujud dalam berbagai bentuk, antara lain ejekan, hinaan, ancaman, dan penyebaran rumor. Faktor penyebabnya meliputi masalah psikologis pelaku, dinamika kelompok, serta lingkungan yang permisif terhadap perilaku bullying verbal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi observasi dan wawancara. Hasil temuan data dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Penerapan strategi inovatif ini mampu memerangi bullying verbal dan dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang positif serta memungkinkan peserta didik menjadi bijak dalam kaitannya dengan mengontrol kondisi sosial-emosional dalam bertutur kata.

Page 100 of 269 | Total Record : 2685