cover
Contact Name
Mohammad Fauziddin
Contact Email
mfauziddin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
astutimasnur@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
ISSN : 26146754     EISSN : 26143097     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues of educational institutions, educational environment and parenting.
Arjuna Subject : -
Articles 26,294 Documents
Indonesia dari Budaya Lokal ke Budaya Global: Peran Media Sosial dalam Perubahan Nilai Budaya Mahasiswa di Banda Aceh Denada Yuliza; Salmiati Salmiati; Marsya Nadifa; Yovan Bharagita Pratama; Syahru Ramadhan; Imam Abdillah Luqman
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40904

Abstract

Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memiliki peran yang besar dalam kehidupan mahasiswa, baik sebagai sarana komunikasi, hiburan, pencarian informasi, maupun pendukung kegiatan akademik. Intensitas penggunaan media sosial yang tinggi menyebabkan mahasiswa lebih mudah terpapar berbagai budaya global, seperti gaya hidup modern, tren pergaulan, pola komunikasi, dan budaya populer dari luar negeri. Pengaruh tersebut turut menyebabkan perubahan pada beberapa aspek budaya, seperti tata krama, penggunaan bahasa, cara berpakaian, dan interaksi sosial di lingkungan masyarakat. Meskipun demikian, sebagian nilai budaya lokal Aceh masih tetap dipertahankan, seperti penggunaan bahasa Aceh, tradisi peusijuk, dan penerapan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, diperlukan pemanfaatan media sosial secara bijaksana agar budaya lokal tetap terpelihara di tengah arus globalisasi digital yang terus berkembang
Analisis Kesalahan Penempatan Bendera Pada Jadwal Resmi Sea Games 2025 di Thailand dan Dampaknya terhadap Citra Internasional Asmita Maharani; Indah Damayanti; Pradista Venni Retaluya; Taat Tawaqalna Tarlanwi; Bayu Setya Yoga Purwidyasmara
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40906

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesalahan penempatan bendera negara dalam publikasi resmi SEA Games 2025 di Thailand yang menimbulkan sorotan internasional. Bendera sebagai simbol identitas negara memiliki makna penting dalam hubungan diplomatik dan komunikasi global, sehingga kesalahan dalam representasinya dapat berdampak pada citra penyelenggara. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bentuk kesalahan penempatan bendera, mengidentifikasi faktor penyebab, serta mengkaji dampaknya terhadap citra internasional Thailand sebagai tuan rumah SEA Games 33. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik kualitatif deskriptif dengan analisis kritis terhadap berita tvOnenews.com sebagai sumber data utama. Data dianalisis melalui proses dokumentasi, reduksi, klasifikasi, dan interpretasi makna simbolik dari kesalahan representasi bendera dalam event olahraga internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan terjadi secara berulang, melibatkan beberapa negara seperti Indonesia, Vietnam, Laos, dan Tiongkok, serta disebabkan oleh lemahnya sistem verifikasi data visual dan tidak adanya standarisasi komunikasi visual. Kesalahan tersebut memicu respons negatif dari media internasional, suporter, dan jurnalis, serta berdampak pada penurunan citra profesionalisme penyelenggara.
Analisis Kinerja Router dalam Implementasi Virtual Private Network Pada Jaringan SMAN 1 Luwu Timur Asrandi Asrandi; Syafriadi Syafriadi; Saiful Bachri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40907

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja jaringan setelah penerapan Virtual Private Network (VPN) pada perangkat Router MikroTik di jaringan SMAN 1 Luwu Timur. Parameter yang dianalisis meliputi throughput, delay, dan packet loss untuk mengetahui kualitas jaringan sebelum dan sesudah implementasi VPN menggunakan dua protokol, yaitu WireGuard dan L2TP/IPSec. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan melakukan pengujian langsung pada jaringan menggunakan aplikasi Wireshark sebagai alat monitoring lalu lintas data serta Speed Test Ookla untuk pengukuran kecepatan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tanpa VPN diperoleh throughput 48,5 Mbps, delay 18 ms, dan packet loss 0%. Pada VPN WireGuard diperoleh throughput 35,1 Mbps, delay 28 ms, dan packet loss 0%. Sedangkan pada VPN L2TP/IPSec diperoleh throughput 21,3 Mbps, delay 55 ms, dan packet loss 0%. Seluruh nilai parameter berada dalam kategori baik hingga sangat baik berdasarkan standar TIPHON. Berdasarkan hasil penelitian, protokol WireGuard terbukti lebih efisien dibandingkan L2TP/IPSec dalam menjaga keseimbangan antara keamanan dan kinerja jaringan.
Penguatan Karakter Gigih Melalui Kegiatan Edukatif Pada Siswa Kelas 4 SD N 2 Honggosoco Jesslyn Natalia Setiawati; Rizkia Kamila; Mela Anisa; Resnandya Crysa Az-Zahra
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40924

Abstract

Karakter gigih merupakan salah satu karakter penting yang mendukung keberhasilan siswa dalam menghadapi berbagai tantangan pembelajaran. Hasil asesmen awal melalui wawancara dengan wali kelas dan observasi pembelajaran di SD N 2 Honggosoco menunjukkan bahwa sebagian siswa kelas IV masih cenderung mudah menyerah ketika menghadapi tugas atau pertanyaan yang dianggap sulit. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat karakter gigih siswa melalui berbagai kegiatan edukatif yang melibatkan partisipasi aktif peserta. Metode yang digunakan adalah partisipatif-edukatif dengan rangkaian kegiatan berupa penyampaian materi, permainan edukatif, diskusi, refleksi, serta praktik langsung. Evaluasi program dilakukan menggunakan 12-Item Grit Scale yang diberikan sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) pelaksanaan kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor grit siswa dari 3,47 pada pre-test menjadi 3,62 pada post-test dengan peningkatan sebesar 0,15 poin. Selain itu, hasil observasi menunjukkan peningkatan keberanian siswa dalam mencoba, ketekunan dalam menyelesaikan tugas, serta sikap yang lebih positif ketika menghadapi kesulitan. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan edukatif yang dirancang secara partisipatif dapat menjadi strategi yang efektif dalam mendukung penguatan karakter gigih pada siswa sekolah dasar. Keberlanjutan program perlu didukung melalui pembiasaan dan pendampingan yang konsisten oleh guru dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari.
Pengaruh Lingkungan Keluarga dan Sosial terhadap Keberhasilan Pendidikan Siswa Aisyah Rahmawati; Anisa Rahmadani; Fitri Hairani; Putri Amelisa Febri Andini; Wulansari Saputri Sihotang
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40925

Abstract

Keberhasilan pendidikan siswa dipengaruhi faktor eksternal seperti lingkungan keluarga dan sosial. Penelitian ini menjelaskan pengertian faktor lingkungan, mendeskripsikan pengaruh keluarga dan masyarakat, serta menganalisis dampak positif dan negatif pertemanan terhadap perkembangan dan prestasi belajar. Metode studi pustaka menggunakan identifikasi, pembacaan, dan analisis literatur (1995–2025) dengan analisis deskriptif kualitatif. Hasil menunjukkan pola asuh, kondisi ekonomi, dan budaya keluarga membentuk karakter dan motivasi belajar. Lingkungan masyarakat dan teman sebaya memberikan dukungan emosional serta peluang kerja sama, namun berisiko menimbulkan tekanan kelompok dan ketergantungan sosial jika kontrol diri rendah. Sinergi positif antara keluarga dan lingkungan sosial diperlukan untuk mendukung keberhasilan akademik dan perkembangan psikologis siswa.
Analisis Penggunaan Singkatan Nonformal dalam Komunikasi Chat Online Mahasiswa Salsabila Zulzaliqah Putri; Leony Elsa Siholmarito Pasaribu; Adel Tessaalonika; Indah Liya; Azura Nur Irwansyah; Keren Yemima Simanungkalit; Desy Ronauli Tampubolon
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40927

Abstract

Perkembangan komunikasi digital telah memengaruhi cara mahasiswa menggunakan bahasa dalam interaksi sehari-hari. Salah satu fenomena yang banyak ditemukan adalah penggunaan singkatan nonformal dalam komunikasi berbasis teks. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk singkatan nonformal serta menganalisis fungsi penggunaannya dalam komunikasi daring mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa percakapan dalam grup chat mahasiswa. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan teknik catat, kemudian dianalisis melalui tahap identifikasi, klasifikasi, analisis fungsi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 28 data singkatan nonformal yang dapat diklasifikasikan ke dalam enam jenis, yaitu penghilangan huruf vokal, pemendekan kata, penggunaan angka, bentuk fonetis, pemendekan suku kata, dan variasi ejaan tidak baku. Jenis singkatan yang paling dominan adalah penghilangan huruf vokal dan pemendekan kata. Selain itu, penggunaan singkatan nonformal memiliki beberapa fungsi, yaitu mempercepat proses komunikasi, menghemat pengetikan, menciptakan suasana komunikasi yang santai, dan menunjukkan kedekatan antaranggota grup. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan singkatan nonformal merupakan bentuk adaptasi bahasa terhadap kebutuhan komunikasi digital yang cepat, praktis, dan efisien.
Fenomena Singkatan dalam Ruang Digital: Analisis Pola dan Fungsi Singkatan pada Percakapan WhatsApp di Kalangan Remaja Nazwa Amelia; Lindsay Sharavopa; Hani’am Kalista; M Zahid Abdurrahim; M Taqiyyudin; Cut Marsya Novrisa; Anggi Okta Arthamevia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40928

Abstract

Singkatan saat komunikasi dalam teks digital sudah menjadi hal umum oleh kalangan remaja Indonesia, Melalui komunikasi digital yaitu WhatsApp. Fenomena ini mengajak penerapan ganda, yaitu sisi yang berbeda hal ini menerapkan kreativitas berbahasa, akan tetapi ada sisi lain yang ada potensi mampu menghapuskan bahasa formal bagi anak muda kita. Dalam penelitian ada tujuan nya untuk menganalisis banyaknya bentuk umum dari singkatan yang selalu dipakai untuk percakapan WhatsApp kalangan remaja, mengetahui fungsi pragmatisnya, juga mengetahui dengan analisis dampaknya kepada kompetensi berbahasa Indonesia formal. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan analisis online atau angket (Google form). Data dikumpulkan berdasarkan hasil jawaban dari angket dalam singkatan WhatsApp yang dihasilkan oleh 5 kalangan remaja berusia 16 – 25 tahun dari teknik purposive sampling. Untuk hasil penelitian menunjukkan adanya 247 varian singkatan yang dihasilkan, yang bisa dikelompokkan keempat kelompok utama: (1) singkatan fonetis (42%), (2) akronim sosial-digital (28%), (3) clipping (17%), dan (4) inisialisme kontekstual (11%). Dari aspek fungsi, singkatan selalu digunakan untuk strategi efisiensi komunikasi dan menjadi tanda solidaritas kelompok sebaya. Penelitian ini menyatakan jika penggunaan singkatan percakapan WhatsApp sudah membentuk beragam bahasa jenis itu sendiri (netspeak) bersifat kontekstual dan komunal, harus mendapat perhatian serius untuk konteks pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah.
Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya Della Desmita; Titin Sumarni
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40929

Abstract

Perkembangan bahasa merupakan salah satu aspek penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini karena berperan sebagai sarana komunikasi, berpikir, dan interaksi sosial. Kemampuan bahasa yang berkembang secara optimal dapat membantu anak memahami lingkungan, mengungkapkan pikiran dan perasaannya, serta mendukung kesiapan belajar pada jenjang pendidikan berikutnya. Oleh karena itu, pemahaman mengenai perkembangan bahasa dan faktor-faktor yang memengaruhinya menjadi hal yang penting bagi orang tua, pendidik, dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan bahasa anak usia dini serta mengidentifikasi berbagai faktor yang memengaruhi perkembangannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari berbagai sumber sekunder berupa buku, artikel jurnal ilmiah, hasil penelitian terdahulu, dan dokumen akademik yang relevan dengan topik penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi (content analysis) melalui proses pengumpulan, pengelompokan, dan interpretasi data berdasarkan tema yang dikaji. Hasil kajian menunjukkan bahwa perkembangan bahasa anak usia dini berlangsung melalui beberapa tahapan, yaitu tahap pralinguistik, tahap satu kata, tahap dua kata, tahap kalimat sederhana, dan tahap kalimat kompleks. Perkembangan bahasa dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain faktor biologis, tingkat kecerdasan, lingkungan keluarga, lingkungan sosial, pola asuh orang tua, serta penggunaan media dan teknologi digital. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan perkembangan bahasa anak meliputi komunikasi aktif, kegiatan membaca cerita, bermain, bernyanyi, pemberian stimulasi yang tepat, serta pemanfaatan teknologi secara bijaksana.
Tinjauan Literatur tentang Fungsi dan Tujuan Manajemen Keuangan dalam Organisasi Salwa Haryati; Rani Puspa Juwita; Syarifah Aisyah Al Zahir; Mazaya Fildzah; Novia Rifni
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40930

Abstract

Manajemen keuangan merupakan aspek penting dalam organisasi, namun masih sering dianggap hanya relevan bagi perusahaan besar. Padahal, berbagai jenis organisasi memerlukan pengelolaan keuangan yang baik untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fungsi dan tujuan manajemen keuangan dalam organisasi. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai jurnal dan sumber ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa fungsi utama manajemen keuangan meliputi perencanaan keuangan, pengendalian dana, pengalokasian sumber daya, pengelolaan risiko keuangan, serta pengambilan keputusan investasi dan pendanaan. Adapun tujuannya adalah mengoptimalkan nilai organisasi, meningkatkan efisiensi operasional, menjaga likuiditas, meminimalkan risiko, serta mewujudkan akuntabilitas dan transparansi. Dengan demikian, manajemen keuangan berperan penting dalam mendukung keberlanjutan dan pencapaian tujuan organisasi.
Meningkatkan Minat Baca Melalui Model Pembelajaran Reading Guide Berbentuk Komik Digital Materi Merawat Keutuhan Bangsa dan Negara Pada Siswa Kelas VIII E UPT SMP Negeri 2 Tuban Aulia Ulin Nuha; Djoko Apriono; Agus Suyoso
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40933

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat baca siswa terutama di kelas VIII E UPT SMP Negeri 2 Tuban pada materi Merawat Keutuhan Bangsa dan Negara. Pembelajaran cenderung bersifat tekstual dan kurang menarik sehingga siswa merasa jenuh dan enggan membaca materi secara mendalam. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan minat baca siswa melalui penerapan model pembelajaran Reading Guide berbentuk komik digital. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan dalam dua siklus dengan mengacu pada model Kemmis & Taggart, di mana masing-masing siklus terdiri atas tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII E yang berjumlah 32 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan angket minat baca, lembar observasi, dan wawancara. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Reading Guide berbentuk komik digital dapat meningkatkan minat baca siswa secara signifikan. Pada pra-siklus, rata-rata persentase minat baca siswa hanya mencapai 45% (kategori rendah). Setelah dilakukan tindakan pada siklus I, minat baca meningkat menjadi 65% (kategori sedang), dan pada siklus II meningkat mencapai 85% (kategori tinggi). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Reading Guide berbentuk komik digital efektif dalam meningkatkan minat baca siswa kelas VIII E pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila.