cover
Contact Name
Mohammad Fauziddin
Contact Email
mfauziddin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
astutimasnur@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
ISSN : 26146754     EISSN : 26143097     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues of educational institutions, educational environment and parenting.
Arjuna Subject : -
Articles 26,294 Documents
Representasi Nilai Moral dalam Cerita Rakyat Batak Pakpak "Berru ni Raja Engket Manuk-Manuk Sigurba-Gurba Sipitu Takal" Diana Permata Sari; Triaviranda Triaviranda; Esti Yolanda Munthe; Jamila Nasution; Elly Prihasti Wuriyani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40874

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pelestarian tradisi lisan sebagai bagian dari warisan budaya daerah yang mengandung nilai moral dan kearifan lokal. Salah satu cerita rakyat Batak Pakpak yang sarat akan pesan moral adalah Berru ni Raja Engket Manuk-Manuk Sigurba-Gurba Sipitu Takal. Namun, perkembangan modernisasi dan budaya populer menyebabkan cerita rakyat semakin jarang dikenal oleh generasi muda. Cerita rakyat tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media penyampaian nilai-nilai kehidupan yang berkembang dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi nilai moral yang terdapat dalam cerita rakyat Batak Pakpak tersebut serta menjelaskan bentuk penyampaiannya melalui unsur-unsur naratif cerita. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dari jurnal, artikel ilmiah, dan berbagai sumber pustaka yang relevan dengan cerita rakyat, nilai moral, dan tradisi lisan. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, klasifikasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita rakyat Berru ni Raja Engket Manuk-Manuk Sigurba-Gurba Sipitu Takal mengandung nilai moral berupa keberanian dan keteguhan hati, kesetiaan dan pengorbanan, serta kejujuran dan keadilan. Nilai-nilai tersebut direpresentasikan melalui tokoh, alur, simbol, dan latar cerita. Temuan ini menunjukkan bahwa cerita rakyat Batak Pakpak memiliki peran penting dalam pelestarian tradisi lisan dan pewarisan nilai-nilai budaya lokal masyarakat Pakpak.
Analisis Yuridis Pemenuhan Hak atas Makanan Bergizi bagi Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bekasi Tuti Suryani; Lusia Sulastri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40875

Abstract

Pemenuhan kebutuhan makanan yang layak dan bernilai gizi bagi warga binaan menjadi salah satu bentuk kewajiban negara dalam melindungi serta menjamin terpenuhinya hak dasar narapidana. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan pemberian makanan bergizi di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bekasi, termasuk berbagai hambatan yang muncul dalam pelaksanaannya serta langkah-langkah yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis empiris dengan menggabungkan pendekatan hukum, konseptual, dan sosiologis. Pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur, observasi lapangan, serta wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelenggaraan makanan di Lapas Kelas IIA Bekasi telah dilaksanakan melalui tahapan penerimaan bahan makanan, penyimpanan, pengolahan, penyajian, dan pendistribusian sesuai pedoman yang berlaku. Namun demikian, implementasinya masih menghadapi berbagai kendala, seperti overcrowding penghuni, keterbatasan sumber daya manusia, belum tersedianya tenaga ahli gizi, keterbatasan anggaran makanan, serta tantangan dalam menjaga higiene dan sanitasi dapur. Upaya yang dilakukan antara lain peningkatan fasilitas dapur, penguatan pengawasan melalui CCTV dan aplikasi SIMONEV Bama, penerapan standar kebersihan, serta pengajuan sertifikasi higiene dan keamanan pangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemenuhan hak atas makanan bergizi di Lapas Kelas IIA Bekasi telah diupayakan secara maksimal, namun masih memerlukan dukungan anggaran, tenaga profesional, dan pengawasan yang lebih efektif guna memenuhi standar pelayanan makanan sesuai prinsip hak asasi manusia.
The Effect of Students' Self-Confidence on Their English Speaking Skills Didik Santoso; Nazwa Kaila Zira; Nabila Putri Azmy; Tiara Fadiyah Rambe; Annisa Nur Azizah; Bayu Pramusia Saragih
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40876

Abstract

Keterampilan berbicara dalam bahasa Inggris dianggap sebagai salah satu aspek terpenting dalam pembelajaran bahasa. Namun, banyak siswa mengalami kesulitan dalam berbicara bahasa Inggris karena faktor psikologis, terutama rendahnya rasa percaya diri. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh kepercayaan diri siswa terhadap keterampilan berbicara bahasa Inggris mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang melibatkan 31 siswa dari berbagai latar belakang pendidikan di Indonesia. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang disebarkan menggunakan Google Forms. Kuesioner tersebut mengukur tingkat kepercayaan diri siswa serta persepsi mereka terhadap keterampilan berbicara bahasa Inggris. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif untuk mengidentifikasi tingkat kepercayaan diri dan kemampuan berbicara siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki tingkat kepercayaan diri yang sedang hingga tinggi dalam berbicara bahasa Inggris. Secara umum, siswa menunjukkan sikap yang positif terhadap partisipasi dalam kegiatan berbicara, mengungkapkan ide, dan berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kepercayaan diri memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan keterampilan berbicara siswa, terutama dalam aspek pengucapan (pronunciation), kosakata (vocabulary), tata bahasa (grammar), kelancaran berbicara (fluency), dan pemahaman (comprehension). Siswa yang memiliki tingkat kepercayaan diri lebih tinggi cenderung berpartisipasi lebih aktif dalam kegiatan berbicara dan menunjukkan kemauan yang lebih besar untuk berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kepercayaan diri memegang peranan penting dalam mendukung keterampilan berbicara bahasa Inggris siswa dan perlu terus dikembangkan dalam lingkungan pembelajaran bahasa Inggris.
Penerapan Zone of Proximal Development dan Scaffolding dalam Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran Siswa Annajmi Mastari Maryam; Nasywa Dwi Septiani; Fauziah Nasution
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40878

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan teori sosiokultural Lev Vygotsky dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran siswa dengan fokus pada Zone of Proximal Development (ZPD) dan scaffolding. Konsep ini menjadi dasar penting dalam pembelajaran modern yang menekankan interaksi sosial sebagai faktor utama perkembangan kognitif peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur dengan mengkaji buku dan artikel jurnal di bidang psikologi pendidikan dan teori pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa ZPD membantu guru menyesuaikan tingkat kesulitan materi dengan kemampuan aktual siswa, sedangkan scaffolding berperan sebagai dukungan sementara untuk meningkatkan pemahaman secara bertahap. Interaksi sosial juga terbukti meningkatkan keterlibatan, kemampuan berpikir kritis, dan kemandirian belajar siswa. Namun, penerapannya masih menghadapi tantangan, terutama dalam mengidentifikasi kemampuan siswa secara akurat di kelas heterogen. Secara keseluruhan, teori Vygotsky berkontribusi dalam menciptakan pembelajaran adaptif, kolaboratif, dan berpusat pada peserta didik.
Refleksivitas dan Ketergantungan Emosional dalam Hubungan Intim Mahasiswa Pendidikan Sosiologi di Era Digital Diva Hamnia Putri; Rizki Setiawan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40879

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis refleksivitas dan ketergantungan emosional dalam hubungan berpacaran di era digital pada mahasiswa Pendidikan Sosiologi FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta). Era digital telah mengubah pola interaksi dalam hubungan romantis melalui penggunaan media sosial dan aplikasi komunikasi yang memungkinkan intensitas komunikasi semakin tinggi. Kondisi tersebut berpotensi memunculkan ketergantungan emosional yang memengaruhi cara individu memaknai hubungan yang dijalani. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan perspektif teori refleksivitas Anthony Giddens. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria mahasiswa yang sedang atau pernah menjalani hubungan berpacaran di era digital. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa refleksivitas mahasiswa terlihat dalam kemampuan mengevaluasi hubungan, mempertimbangkan dampak penggunaan media digital terhadap hubungan, serta mengambil keputusan terkait keberlanjutan hubungan. Sementara itu, ketergantungan emosional ditunjukkan melalui kebutuhan akan komunikasi intensif, validasi emosional, dan rasa cemas ketika komunikasi terganggu. Media sosial berperan sebagai ruang yang memperkuat sekaligus menantang kualitas hubungan romantis mahasiswa. Temuan penelitian menunjukkan bahwa refleksivitas menjadi faktor penting dalam membantu mahasiswa mengelola ketergantungan emosional secara lebih sehat.
Strategi Guru dalam Berkomunikasi dengan Anak Tunawicara di SLB Negeri Banda Aceh Juleha Ashari; Dara Nurul Fitri; Diba Futri Balkis; Aja Zazhila Hazqan; Hijriati Hijriati
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40880

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang digunakan guru dalam berkomunikasi dengan anak tunawicara di SLB Negeri Banda Aceh. Anak tunawicara memiliki keterbatasan dalam kemampuan berbicara sehingga memerlukan pendekatan komunikasi yang khusus dan adaptif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam terhadap empat guru yang mengajar anak tunawicara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan berbagai strategi komunikasi seperti bahasa isyarat formal dan sehari-hari, media visual berupa gambar dan kartu, serta komunikasi nonverbal yang meliputi ekspresi wajah, gerakan tubuh, dan sentuhan emosional. Guru juga menyesuaikan pendekatan komunikasi berdasarkan kemampuan individual setiap siswa. Kendala utama yang dihadapi berupa keterbatasan pemahaman dua arah antara guru dan siswa, diatasi dengan penyampaian materi secara perlahan dan pendekatan penuh empati. Peran orang tua ditemukan sebagai faktor pendukung penting dalam keselarasan metode komunikasi antara rumah dan sekolah. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kompetensi guru, penyediaan fasilitas yang memadai, serta penguatan kerja sama antara guru, orang tua, dan pihak sekolah untuk meningkatkan efektivitas komunikasi dengan anak tunawicara.
Manajemen Kepemimpinan dan Pengawasan Lembaga PAUD: Konsep, Strategi, dan Implementasi Menuju Pendidikan Berkualitas Suci Rahayu Ningsih; Rani Puspa Juwita; Usnaila Ramadhani; Fitria Santika; Putri Devani Aris
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40881

Abstract

Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sangat penting dalam meletakkan dasar bagi perkembangan kognitif, sosial, emosional, dan fisik anak. Efektivitas lembaga PAUD sangat ditentukan oleh kualitas kepemimpinan dan pengawasan yang diberikan oleh kepala sekolah. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep manajemen kepemimpinan dan pengawasan dalam lembaga PAUD dan untuk memastikan strategi implementasi yang efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Metodologi yang digunakan adalah kajian Pustaka (library research) yang mencakup analisis berbagai jurnal, buku, dan artikel ilmiah yang relevan. Temuan studi menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional dan demokratis lebih efektif dalam mendorong kerja sama, meningkatkan motivasi guru, dan mempromosikan inovasi kelembagaan. Pengawasan yang berkelanjutan dan sistematis sangat penting untuk menjaga persyaratan kualitas layanan PAUD. Simpulan penelitian ini menegaskan perlunya penguatan kapasitas kepemimpinan kepala PAUD melalui pelatihan berkelanjutan dan pendampingan profesional.
Implementasi Prinsip Outcome-Based Education (OBE) dalam Penyusunan RPS Mata Kuliah Psikologi Agama dengan Prinsip Outcome-Based Education (OBE) Habibie Ramadhan; Siti Halimah; Ayu Wanda Ginting; Ismi Aulia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40882

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi prinsip Outcome-Based Education (OBE) dalam penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Mata Kuliah Psikologi Agama di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif analitis. Data diperoleh melalui analisis dokumen RPS dan wawancara semi terstruktur dengan dosen pengampu mata kuliah. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip OBE telah diimplementasikan dalam penyusunan RPS melalui keterkaitan antara Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), metode pembelajaran, dan sistem penilaian. RPS juga menerapkan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa melalui penggunaan seminar kelas, problem based learning, mini riset, dan project class. Meskipun demikian, masih ditemukan beberapa aspek yang perlu disempurnakan, terutama pada perumusan capaian pembelajaran yang lebih spesifik dan terukur serta penguatan asesmen berbasis praktik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penyusunan RPS Mata Kuliah Psikologi Agama telah mencerminkan implementasi prinsip OBE dengan cukup baik, namun masih memerlukan pengembangan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di perguruan tinggi.
Integrasi Nilai-Nilai Islami dan Profil Pelajar Pancasila dalam Pembelajaran PAI Berbasis Kurikulum Merdeka Studi Kasus di SMA Nurul Ilmi Darunnajah Cecep Lalang Febrian; Holisoh Holisoh; Fitri Hilmiyati; Yahdinil Firda Nadirah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40883

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam penguatan karakter siswa melalui implementasi Kurikulum Merdeka. Kurikulum Merdeka hadir sebagai upaya transformasi pendidikan nasional yang menekankan pembelajaran berpusat pada peserta didik, fleksibilitas pembelajaran, serta penguatan karakter melalui Profil Pelajar Pancasila. Di tengah berbagai tantangan sosial seperti degradasi moral, perundungan, dan menurunnya kepedulian sosial di kalangan pelajar, PAI memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis berbagai literatur, regulasi, dan hasil penelitian yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi PAI dalam Kurikulum Merdeka mampu mendukung penguatan karakter siswa melalui pembelajaran yang kontekstual, berbasis proyek, dan berorientasi pada internalisasi nilai-nilai Islam. Nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, toleransi, disiplin, dan kepedulian sosial dapat dikembangkan secara optimal melalui berbagai kegiatan pembelajaran. Namun demikian, terdapat beberapa kendala dalam implementasinya, antara lain keterbatasan pemahaman guru terhadap paradigma Kurikulum Merdeka, kurangnya sumber belajar yang memadai, serta belum optimalnya budaya sekolah yang mendukung pembentukan karakter. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kompetensi guru, pengembangan perangkat ajar yang adaptif, dan sinergi seluruh elemen pendidikan untuk mewujudkan penguatan karakter siswa secara efektif.
Konseling Kelompok Teknik Cognitive Restructuring untuk Menurunkan Citra Tubuh Negatif Pada Wanita Emerging Adults Ghaisani Ashiilah Muhlis; Rohmah Rifani; Wilda Ansar
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40884

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas konseling kelompok dengan teknik cognitive restructuring dalam meningkatkan citra tubuh negatif pada wanita emerging adults. Partisipan berjumlah 7 orang perempuan berusia 18–25 tahun yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan hasil screening skala body image. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain one-group pretest-posttest. Hasil analisis data menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan signifikan pada skor citra tubuh partisipan setelah mengikuti intervensi (Z = -2,371; p = 0,018). Temuan ini menunjukkan bahwa teknik cognitive restructuring efektif dalam mengurangi distorsi kognitif terkait tubuh dan membentuk pola pikir yang lebih realistis dan positif. Penelitian ini memberikan implikasi bagi pengembangan intervensi psikologis dalam menangani masalah body image pada wanita emerging adults.