cover
Contact Name
Asep Amam
Contact Email
aam@student.upi.edu
Phone
-
Journal Mail Official
teoremamathunigal17@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Teorema: Teori dan Riset Matematika
Published by Universitas Galuh
ISSN : 25410660     EISSN : 25977237     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Teorema: Teori dan Riset Matematika merupakan sarana publikasi ilmiah yang terbit setiap bulan Maret dan September, dikelola oleh Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Galuh (Unigal) Ciamis dengan P-ISSN 2541-0660 dan E-ISSN 2597-7237.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2024): Maret" : 15 Documents clear
Berpikir Specializing-Generalizing Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Barisan dan Deret Aritmetika Lorenza, Nella; Sudirman, Sudirman; Susiswo, Susiswo
Teorema: Teori dan Riset Matematika Vol 9, No 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/teorema.v9i1.12892

Abstract

Berpikir specializing-generalizing merupakan pasangan proses berpikir matematis yang sangat penting dalam proses pembelajaran matematika. Berpikir specializing adalah berpikir dengan cara memulai dari hal-hal khusus, sedangkan berpikir generalizing adalah berpikir yang mengarah ke bentuk umum yang didasarkan pada specializing. Penerapan berpikir specializing-generalizing dapat menjadi strategi efektif bagi guru untuk meningkatkan kemampuan berpikir matematis siswa dalam menangani berbagai masalah.  Tujuan penelitian  untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk berpikir specializing-generalizing siswa dalam menyelesaikan masalah barisan dan deret aritmetika. Metode penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah 2 siswa kelas X sekolah menengah atas yang berhasil menyelesaikan masalah barisan dan deret aritmetika. Instrumen yang digunakan adalah tes dan wawancara. Data dalam penelitian ini adalah hasil pekerjaan subjek dan hasil transkrip wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan dua bentuk berpikir specializing-generalizing dalam menyelesaikan masalah barisan dan deret aritmetika, yaitu representasi skematis eksplisit-implisit dan representasi skematis implisit-eksplisit. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi berharga bagi guru matematika dalam merancang pembelajaran yang lebih bermakna.     Kata kunci: Berpikir matematis, specializing-generalizing, masalah barisan dan deret aritmetika
Kualitas Pembelajaran Model Discovery Learning Berbantuan Applet Geogebra Terhadap Kemampuan Penalaran Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Soal HOTS Alif Hazira, Kurnia Vera; Pujiastuti, Emi; -, Sugiman
Teorema: Teori dan Riset Matematika Vol 9, No 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/teorema.v9i1.12842

Abstract

Kemampuan penalaran matematis siswa perlu ditingkatkan dalam pembelajaran matematika. Salah satunya dengan pembiasaan guru memberikan soal HOTS. Alternatif model pembelajaran yang berpotensi memenuhi standar pembelajaran dan diperkirakan dapat menunjang kemampuan penalaran matematis adalah model Discovery Learning. Discovery Learning mengajak siswa menemukan sendiri solusi dari permasalahan matematis yang dihadapinya.  Berdasarkan beberapa hasil penelitian, pembelajaran dengan media teknologi Geogebra dapat menunjang kemampuan penalaran matematis siswa. Applet Goegebra sebagai kebaruan inovasi dari penelitian ini. Applet Geogebra adalah fitur baru yang dimunculkan dari Geogebra. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas pembelajaran model Discovery Learning berbantuan Applet Geogebra terhadap kemampuan penalaran matematis siswa dalam menyelesaikan soal HOTS. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode Quasi Eksperimental berupa The Nonequivalent Pretest-Posttest Control Group Design, yaitu kelompok eksperimental dan kontrol dibandingkan. Kedua kelompok tersebut diberikan pre-test kemudian diberikan perlakuan, dan terakhir diberikan post-test. Hasil penelitian ini adalah (1) perangkat pembelajaran dan penelitian memiliki kategori baik dan sangat baik berdasarkan hasil validasi oleh validator serta uji coba tes, (2) pelaksanaan proses pembelajaran dengan Model Discovery Learning berbantuan Media Applet Geogebra memiliki kategori sangat baik berdasarkan hasil pengamatan oleh observer di lembar pengamatan aktivitas pembelajaran dan angket respon siswa, (3) rata-rata kemampuan penalaran matematis siswa lebih dari 63 (batas tuntas aktual), (4) persentase kemampuan penalaran matematis siswa mencapai nilai 63 lebih dari 75%, (5) rata-rata peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol, dan (6) rata-rata kemampuan penalaran matematis siswa kelas eksperimen setelah pembelajaran lebih baik dari sebelum pembelajaran.
Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa SMP Kelas VIII Mardliyah, Syifa; Herman, Tatang; Suhendra, Suhendra; Febrianti, Eritha Dewi
Teorema: Teori dan Riset Matematika Vol 9, No 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/teorema.v9i1.13312

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan kemampuan yang perlu dikuasai siswa. Namun, fakta dilapangan menyatakan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa masih tergolong rendah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII-B berjumlah 22 orang. Analisis data dilakukan dalam tiga langkah yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian diperoleh bahwa kemampuan berpikir kritis siswa masih tergolong rendah. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya siswa yang sudah memenuhi indikator kemampuan berpikir kritis. Terdapat satu siswa yang memenuhi empat indikator kemampuan berpikir kritis, tiga siswa yang memenuhi tiga indikator kemampuan berpikir kritis, lima siswa yang memenuhi dua indikator kemampuan berpikir kritis, tujuh siswa yang memenuhi satu indikator kemampuan berpikir kritis, dan enam siswa yang tidak memenuhi seluruh indikator kemampuan berpikir kritis.
Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Open Ended Materi Geometri Pradiarti, Refni Adesia; Sudirman, Sudirman; Sisworo, Sisworo
Teorema: Teori dan Riset Matematika Vol 9, No 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/teorema.v9i1.12782

Abstract

Berpikir kreatif menjadi salah satu kemampuan yang harus dimiliki siswa pada abad 21. Kreativitas matematika siswa dapat diukur melalui pemberian masalah open ended kepada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif siswa melalui pemberian soal open ended. Penelitian dilakukan di SMAN 3 Malang. Banyak subjek penelitian 5 siswa. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian didapatkan dari hasil tes berpikir kreatif dan wawancara dengan subjek. Kemampuan berpikir kreatif subjek dianalisis mengacu pada tercapainya 3 indikator berpikir kreatif yaitu fluency, flexibility, dan originality. Dari hasil penelitian ditemukan 5 tingkat berpikir kreatif yang dikategorikan dalam level 0-4. Subjek S1 yang mampu memenuhi seluruh indikator berpikir kreatif yaitu fluency (kelancaran), flexibility (keluwesan), dan originality (kebaruan) merupakan siswa dengan tingkat berpikir kreatif level 4 yaitu sangat kreatif, subjek S2 yang hanya mampu memenuhi indikator flexibility dan originality dapat dikategorikan sebagai tingkat berpikir kreatif level 3 yaitu kreatif, subjek S3 yang hanya mampu memenuhi indikator flexibility (keluwesan) merupakan siswa dengan tingkat berpikir kreatif level 2 yaitu cukup kreatif, subjek S4 yang hanya mampu memenuhi indikator fluency (kelancaran) merupakan siswa dengan tingkat berpikir kreatif level 1 yaitu kurang kreatif, dan subjek S5 yang belum mampu memenuhi seluruh indikator berpikir kreatif merupakan siswa dengan tingkat berpikir kreatif level 0 yaitu tidak kreatif.Kata kunci: Berpikir kreatif, Masalah Open Ended, Geometri.
Pengembangan Media Tiga Dimensi (3D) Bangun Ruang Pada Materi Dimensi Tiga Yudha, Sri Indah Dwirahmasari; Qohar, Abd -
Teorema: Teori dan Riset Matematika Vol 9, No 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/teorema.v9i1.13169

Abstract

Studi ini merupakan penelitian pengembangan. Studi ini mempunyai tujuan sebagai pengembangan media pembelajaran tiga dimensi (3D) bangun ruang pada materi dimensi tiga. Penelitian yang dikembangkan menggunakan langkah-langkah model Borg dan Gall. Instrumen yang digunakan dalam studi ini meliputi media pembelajaran, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), Lembar validasi media, dan angket siswa. Teknik pengumpulan dan analisis data dalam penelitian ini dengan uji coba skala kecil melalui peerteaching. Prosedur dalam studi ini meliputi analisis produk yang dikembangkan, validasi produk, dan uji coba produk. Hasil validasi menunjukkan bahwa media sangat valid dengan skor sebesar 87,5%. Sedangkan hasil uji kepraktisan menunjukkan respon siswa sangat baik yaitu sebesar 87,4%. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa media dapat menunjang kegiatan belajar siswa dan memotivasi siswa untuk mempelajari materi. Penggunaan media pembelajaran ini sangat disarankan untuk diterapkan dalam pembelajaran matematika materi dimensi tiga. Kata kunci:  media pengembangan, tiga dimensi bangun ruang, dimensi tiga       
E-LKPD Matematika Berbasis React: Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Kusmayanti, Heni; Murtiyasa, Budi
Teorema: Teori dan Riset Matematika Vol 9, No 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/teorema.v9i1.13664

Abstract

ABSTRAKKurangnya perangkat pembelajaran yang mampu memikat  serta  mempermudah peserta didik mengakses pendidikan pada masa perkembangan teknologi ini mengakibatkan rendahnya kemampuan pemecahan masalah pada peserta didik. Sehingga perlu dikembangkannya lembar kerja peserta didik yang berwujud elektronik atau E-LKPD berbasis Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, Transferring (REACT) untuk menghadapi hal tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengembangakan serta menguji keefektifan E-LKPD berorientasi REACT sehingga bisa menumbuhkan kemampuan peserta didik menyelesaikan masalah matematis. Penelitian dan pengembangan ini mempergunakan acuan pengembangan ADDIE dengan langkah analysis (menganalisis), design (mendesain), development (mengembangkan), implementation (mengimplementasikan), evaluation (mengevaluasi). Penelian ini dilakukankan bulan Juli sampai dengan bulan Desember 2023 dengan melibatkan kelas VIII D di SMP Negeri 3 Mojosongo. Perangkat penelitian pengembangan ini meliputi lembar validasi ahli (ahli materi dan media), kuesioner tanggapan peserta didik juga guru, dan tes kemampuan  pemecahan masalah siswa. Analisis data yang diperlukan peneliti menggunakan kombinasi angka dan uraian kalimat (statistics descriptive).  Hasil yang didapat setelah analisis data adalah E-LKPD berorientasi REACT yang mengacu pada kurikulum, kebutuhan peserta didik, dan sumber bahan ajar sehingga E-LKPD berbasis REACT terbukti valid sesuai dengan tahapan pengembangan ADDIE. Dari hasil analisis data diperoleh bahwa  H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian, penerapan E-LKPD berbasis REACT meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik.
Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa SMP melalui Pendekatan Matematika Realistik dengan Model PBL dan CTL Berbasis Project-Based Learning pada Penyelesaian Soal AKM di Kabupaten Lebak Banten Yulianto, Dwi; Junaedi, Yusup; Juniawan, Egi Adha; Anwar, Syahrul
Teorema: Teori dan Riset Matematika Vol 9, No 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/teorema.v9i1.13457

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena rendahnya ketrampilan berfikir tingkat tinggi (HOTS) pada aspek kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan pemecahan masalah matematis siswa SMP di Kabupaten Lebak Banten. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan keefektifan pendekatan matematika realistik dengan model Problem-Based Learning (PBL) dan Project-Based Learning (PjBL) berbasis Project-Based Learning (PMR-PBL dan PMR-CTL) serta membandingkan efektivitas keduanya terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS), terutama berfokus pada kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan pemecahan masalah matematis siswa. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode Quasi Experiment (eksperimen semu) dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan desain faktorial 2  3 secara Randomized Control Group Only Design dengan Top of Formmenggabungkan model penerapan pendekatan Matematika Realistik dengan model (PMR-PBL dan PMR-CTL) berbasis Project-Based Learning untuk mengukur pengaruhnya terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) pada penyelesaian soal AKM siswa SMP di Kabupaten Lebak Banten ditinjau dari kemampuan berpikir kiritis, kreatif dan pemecahan masalah matematis. Penelitian ini menggunakan desain pretest-posttest non-equivalent group design pada 104 siswa SMP di Kabupaten Lebak Banten. Penelitian ini menggunakan teknik cluster random sampling untuk menentukan sampel melalui uji normalitas, homogenitas, dan kesamaan rataan. Instrumen penelitian berupa soal uji berbentuk esai dengan 5 item tes berpikir tingkat tinggi (HOTS) pada soal AKM. Sebelumnya, instrumen tersebut telah melewati serangkaian analisis, termasuk uji validitas soal, uji tingkat kesulitan, uji daya pembeda, dan uji reliabilitas. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan analisis multivariate analysis of variance (MANOVA) dan uji one sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PMR-PBL efektif meningkatkan kemampuan HOTS siswa, khususnya dalam berpikir kritis, kreatif, dan pemecahan masalah matematis. Sementara PMR-CTL juga memberikan hasil yang serupa. Namun, tidak terdapat perbedaan signifikan antara kedua pendekatan tersebut dalam efektivitasnya terhadap kemampuan HOTS siswa SMP di wilayah tersebut.
Optimasi Masalah Penugasan Menggunakan Maximum Range Column Method (MRCM) Muhtarulloh, Fahrudin; Nurhakim, Resa Aida; Wulan, Elis Ratna; Sukaesih, Esih; Khumaeroh, Mia Siti
Teorema: Teori dan Riset Matematika Vol 9, No 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/teorema.v9i1.12724

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan biaya yang minimum dalam kasus masalah transportasi seimbang dan tidak seimbang. Metode yang digunakan adalah Maximum Range Column Method (MRCM) yang diperkenalkan oleh Huzooe Bux Kalhoro dkk tahun  2021. Metode ini hanya mendapatkan solusi layak awal sehingga untuk mendapatkan solusi optimal dilanjutkan dengan uji optimal menggunakan Metode Modified Distribution (MODI). Langkah penyelesaian menggunakan Maximum Range Column Method (MRCM) dimulai dengan mencari range biaya dengan mengambil selisih terbesar dan terkecil setiap kolom. Selanjutnya pilih sel biaya terkecil dan alokasikan sejumlah supply dan demand. Ulangi langkah-langkah yang disebutkan diawal sampai diperoleh solusi layak awal dan dilanjutkan dengan metode MODI sampai diperoleh solusi optimal. Hasil dari masalah transportasi seimbang diperoleh solusi optimal sebesar $ 2,202 dan untuk kasus masalah transportasi tidak seimbang diperoleh solusi optimal sebesar $ 11,500. Diperoleh kesimpulan bahwa MRCM yang dilanjut dengan MODI dapat mencari biaya minimum untuk masalah transportasi seimbang dan tidak seimbang.bstrak ditulis dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dengan jenis huruf Arial Narrow, ukuran 10 pt, spasi tunggal. Abstrak bukanlah penggabungan beberapa paragraf, tetapi merupakan ringkasan yang utuh dan lengkap yang menggambarkan isi tulisan. Abstrak secara eksplisit mengandung latar belakang, tujuan penelitian/artikel, metode penelitian/kajian, temuan hasil penelitian dan simpulan, implikasi (jika ada). Abstrak harus memberikan informasi yang singkat kepada pembaca tentang konten artikel. Jangan mencantumkan nomor tabel, nomor gambar, dan referensi pada abstrak. Abstrak terdiri dari satu paragraf dengan banyak kata maksimal 250 kata.
Alat Peraga Matematika Manipulatif Geometri Siswa Tunarungu Rahmawati, Fadhilah
Teorema: Teori dan Riset Matematika Vol 9, No 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/teorema.v9i1.12726

Abstract

Studi ini menunjukkan bahwa manipulatif matematika interaktif sangat penting untuk mengajar siswa tunarungu matematika. Penekanan juga menekankan betapa pentingnya ini dalam lingkungan pembelajaran kolaboratif dan studi matematika independen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif seperti angket, wawancara, dan lembar observasi untuk mendapatkan pengetahuan lengkap tentang berbagai kebutuhan dan preferensi pembelajar tunarungu dan guru matematika. Aspek interaktif dari alat-alat ini memungkinkan berbagi metode, berbicara tentang jawaban, dan meningkatkan pengetahuan matematika dalam kelompok. Alat peraga juga mendorong keterlibatan sosial dan kognitif, yang penting untuk pengalaman belajar yang lebih luas bagi siswa tunarungu. Hasil khusus menunjukkan bahwa manual pengajaran yang lengkap, termasuk video bahasa isyarat yang dapat diakses melalui CD atau kode QR, diperlukan untuk meningkatkan pembelajaran berurutan dan penerapan fungsional. Metode berpusat siswa ini sejalan dengan pedoman kurikuler saat ini, yang menekankan kolaborasi dan inklusi. Alat peraga digabungkan dengnan video bahasa isyarat ke dalam materi pelajaran akan meningkatkan pembelajaran kooperatif dan inklusif. Ini juga akan mendorong kolaborasi dengan teman sejawat dan dalam berbagai situasi pembelajaran. Secara keseluruhan, penggunaan alat peraga tidak hanya berfokus pada kebutuhan pembelajaran saat ini, tetapi juga meletakkan dasar untuk keberhasilan akademik dalam jangka panjang dengan meningkatkan kemampuan di luar matematika dan menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mudah diakses bagi siswa tunarungu.
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Pada Pembelajaran Project Based Learning Berbasis Aplikasi MathCityMap Ditinjau Dari Gaya Belajar Siswa Paramitha, Witha; Pujiastuti, Emi; Noor Asih, Tri Sri
Teorema: Teori dan Riset Matematika Vol 9, No 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/teorema.v9i1.13962

Abstract

Kemampuan berpikir kritis diperlukan siswa dalam pembelajaran matematika untuk memecahkan permasalahan yang diberikan. Dengan kemampuan berpikir kritis, siswa diharapkan mampu menyelesaikan masalah di kehidupan sehari-harinya. Indikator kemampuan berpikir kritis yang digunakan terdiri dari interpretasi (interpretation), analisis (analysis), evaluasi (evaluation), dan kesimpulan (inference). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis matematis siswa ditinjau dari gaya belajarnya pada pembelajaran dengan model Project Based Learning berbasis aplikasi MathCityMap. Penelitian ini merupakan penelitian deskripstif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini menunjukkan bahwa siswa dengan gaya belajar visual memiliki kemampuan berpikir kritis matematis pada kategori cukup, siswa dengan gaya belajar auditorial memiliki kemampuan berpikir kritis matematis pada kategori tinggi, dan siswa dengan gaya belajar kinestetik memiliki kemampuan berpikir kritis matematis pada kategori sangat tinggi. Siswa dengan gaya belajar kinestetik memperoleh hasil yang paling tinggi karena pembelajaran dengan model Project Based Learning berbasis aplikasi MathCityMap memfasilitasi siswa kinestetik untuk memahami konsep melalui pembelajaran secara langsung.

Page 1 of 2 | Total Record : 15