cover
Contact Name
M. Fadhly Farhy Abbas
Contact Email
fadhly@unilak.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
fadhly@unilak.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Lectura : Jurnal Pendidikan
ISSN : 20864876     EISSN : 2549063X     DOI : -
Lectura: Jurnal Pendidikan is a scientific journal containing research articles in education scope. Lectura is published twice a year (February and August) by Faculty of Teachers Training and Education University of Lancang Kuning.
Arjuna Subject : -
Articles 291 Documents
Perspektif Mahasiswa dan Dosen serta Upaya Membekali Mahasiswa Calon Guru Menghadapi Pembelajaran Daring di Era 4.0 Meida Rabia Sihite; Linda Astuti Rangkuti
Lectura : Jurnal Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2023): Lectura: Jurnal Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/lectura.v14i1.11580

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh problematika yang dihadapi oleh mahasiswa dan dosen ketika pembelajaran daring selama pandemi Covid-19. Mahasiswa dan dosen belum beradaptasi dengan pembelajaran daring karena ketidakmampuan menggunakan aplikasi dan berbagai faktor lainnya. Oleh sebab itu, mahasiswa dan dosen perlu dibekali dengan literasi teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perspektif mahasiswa dan dosen terhadap pembelajaran daring akibat pandemi Covid-19 serta mengetahui upaya yang dapat dilakukan FKIP Univa Medan untuk membekali mahasiswa sebagai calon guru untuk menjawab peluang dan tantangan dalam pembelajaran daring di Era 4.0. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Responden penelitian adalah mahasiswa semester VI dan dosen pengampu mata kuliah dengan jumlah 70 orang. Data diperoleh dengan instrumen observasi, kuesioner, dan wawancara. Analisis data meliputi tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dari hasil pengumpulan data sekunder dapat dilihat bahwa dosen mengkombinasikan metode pembelajaran daring synchronous dan asynchronous. Terdapat dua jenis perspektif yang dianalisis yaitu perspektif kognitif dan perilaku. Dari hasil analisis data diketahui bahwa responden memiliki perspektif kognitif dan perspektif perilaku yang positif terhadap pembelajaran daring karena responden sangat setuju bahwa pembelajaran daring merupakan solusi yang tepat di masa pandemi Covid-19 serta berbagai kemudahan diperoleh dalam pembelajaran tersebut. Perspektif perilaku yang negatif muncul hanya karena adanya kendala internal dan eksternal yang dihadapi dalam pembelajaran daring. Upaya yang dapat dilakukan untuk membekali mahasiswa menghadapi peluang dan tantangan dalam pembelajaran daring di Era 4.0 yaitu dengan memasukkan mata kuliah baru antara lain literasi teknologi, ICT dan multimedia dalam pembelajaran, dan micro teaching pembelajaran daring ke dalam kurikulum program studi.
Linguistik Korpus: Sarana dan Media Pembelajaran pada Mata Kuliah Leksikologi dan Leksikografi di Perguruan Tinggi Rona Almos; Pramono Pramono; Seswita Seswita; Rahma Asdaqul Asma; Nurfazira Okta Putri
Lectura : Jurnal Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2023): Lectura: Jurnal Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/lectura.v14i1.11705

Abstract

Linguistik korpus umumnya digunakan dalam berbagai bidang penelitian linguistik. Korpus adalah kumpulan teks asli yang disimpan secara elektronik, baik transkripsi tertulis maupun lisan. Salah satu kegunaan linguistik korpus dalam dunia pedagogi adalah untuk mempelajari korespondensi kata atau sinonim. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan manfaat linguistik korpus sebagai sarana dan media pembelajaran mata kuliah leksikologi dan leksikografi. Penelitian ini diterapkan dalam mata kuliah leksikologi dan leksikografi. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mendapatkan informasi lengkap tetang “Linguistik Korpus: Sarana dan Media Pembelajaran pada Mata Kuliah Leksikologi dan Leksikografi”. Pada saat pengumpulan data, peneliti melakukan wawancara terhadap mahasiswa yang mengambil mata kuliah leksikologi dan leksikografi. Beriringan dengan kegiatan tersebut, dilakukan juga perekaman dan pencatatan. Analisis data dilakukan dengan cara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan korpus sangat membantu peserta didik dalam pembelajaran leksikologi dan leksikografi. Peserta didik telah dapat membedakan lema dan sublema karena perbedaan tersebut tergambar dalam fitur konkordansi yang berupa gabungan kata atau bukan. Konkordansi tersebut menentukan kelas kata pada sebuah lema. Konteks yang hadir dalam konkordansi juga berguna untuk mendefenisikan lema. Selain itu, korpus ini juga mendorong mahasiswa untuk dapat belajar secara mandiri karena dapat diakses kapan saja dan dimana saja.
Mobile Assisted Language Learning (MALL): Exploring the Students’ Experience on Listening Activities Marsika Sepyanda; Dini Deswarni; Havid Ardi
Lectura : Jurnal Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2023): Lectura: Jurnal Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/lectura.v14i1.11943

Abstract

The impact of Covid-19 disease requires the educational process have to be implemented in an integrated way with technology. Mobile Assisted Language Learning (MALL) as the recent methods becomes more popular because of these, where everything can be simplified by using mobile devices. This research aims at exploring the use of Mobile Assisted Language Learning (MALL) on students’ listening activities especially related to their leaning experience. This research investigated the use of various applications and learning resources that can be accessed by students by themselves. It also gave a description about the students’ experience in using the applications on their listening activities which is considered as learning activity that is integrated Mobile Assisted Language Learning (MALL) on the process. This study was designed as descriptive quantitative research. The participants involved in this study were 33 English Department students who taken listening subject. Questionnaire was used as instrument in collecting the data in this stud, and it was distributed by using Google form. It was found that Mobile Assisted Language Learning (MALL) support students’ listening activities through several recommended applications. Most of the students got better learning experience on their listening activities through exercises that they got from the applications they used. It means that Mobile Assisted Language Learning (MALL) brings a great learning experience on students’ listening activities. Therefore, it can be concluded that Mobile Assisted Language Learning (MALL) support students’ listening activities through several recommended applications.
Pengaruh Metode Peer Teaching terhadap Hasil Belajar Pendidikan Pancasila Hanifah Aliyatul Mufidah; Feri Tirtoni
Lectura : Jurnal Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2023): Lectura: Jurnal Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/lectura.v14i1.11980

Abstract

Kurikulum Merdeka Belajar dibuat untuk mempersiapkan kegiatan proses belajar mengajar akibat dari permasalahan krisis belajar yang telah lama kita hadapi karena pandemi. Krisis tersebut terlihat rendahnya hasil belajar peserta didik, terutama dalam pembelajaran pendidikan Pancasila. Merdeka Belajar membuat guru dan siswa dengan bebas berinovasi dan meningkatkan standar pembelajaran. Pada kenyataanya guru lebih berperan aktif dalam proses belajar mengajar dibandingkan siswa, serta dalam menyajikan metode pembelajaran guru masih menggunakan metode lama yaitu metode ceramah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode peer teaching dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila pada kurikulum merdeka belajar siswa kelas IV B. Dalam metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif jenis eksperimen desain pra-eksprimen dan pengelola data SPSS versi 26. Teknik pengambilan data sampel menggunakan teknik sampling jenuh dengan jumlah populasi sebanyak 26 siswa kelas IV B. Analisis data pada penelitian ini menggunakan Uji Hipotesis. Hasil tersebut diperoleh dari pengisian soal pilihan ganda yang berjumlah 25 butir. Dari hasil uji hipotesis uji t-test, diperoleh signifikansi kurang dari 0,05 yang artinya terdapat sebuah pengaruh terhadap perbedaan perlakuan variabel serta setelah dilakukan uji eta squared hasilnya yaitu sebesar 0,746 pada pretest dan posttest 0,782. Nilai posttest mengalami kenaikan dan bilamana t ≥ 0,14 menunjukkan adannya sebuah peningkatan dan hasil uji paired two sample pada SPSS menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan rerata hasil belajar antara sebelum menggunakan metode ialah 65,23 dengan setelah penerapan metode peer teaching ialah 73,85. Perhitungan berikut menunjukkan adanya pengaruh metode peer teaching dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila pada kelas IV B SDN Sugihwaras.
Pengaruh Model Pembelajaran Blended Learning terhadap Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar Kharisma Afanda Puspita; Feri Tirtoni
Lectura : Jurnal Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2023): Lectura: Jurnal Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/lectura.v14i1.12031

Abstract

Kurikulum merdeka belajar Sekolah Dasar (SD) adalah upaya untuk mengubah sistem pendidikan menjadi lebih baik dan menempatkan SD pada jalur untuk mencapai tujuan dan sasaran yang tepat dan sesuai. Ketika satuan pendidikan dasar memiliki kurikulum merdeka, guru memiliki keleluasaan untuk merencanakan rencana kegiatan sekolah dan modul pengajaran untuk memfasilitasi pembelajaran sesuai dengan tingkat kemampuan siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan pengaruh model Blended Learning terhadap hasil belajar siswa sekolah dasar pada kurukulum merdeka belajar kelas IV-B di wilayah Keret Krembung. Data yang diperoleh dikumpulkan dan dianalisis menggunakan metode penelitian eksperimental dengan menggunakan instrumen pre-test dan post-test, dan populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV-B SD yang berjumlah 17 siswa, 9 laki-laki dan 8 siswa perempuan. Pengolahan data menggunakan program Statistical Package for the Social Sciences (SPSS). Peneliti memberikan soal pre-test, dan kemudian menjelaskan materi tentang pola hidup gotong royong, setelah itu peneliti memberikan soal post-test kepada peserta didik SDN Keret Kelas IV-B tahun pelajaran 2022-2023 pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila yang tujuannya untuk mengetahui seberapa besar pengaruh model pembelajaran Blended Learning terhadap hasil belajar siswa sekolah dasar pada kurikulum merdeka. Penelitian ini menggunakan sampel jenuh dimana seluruh anggota populasi dijadikan sampel. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa nilai Sig penerapan model Blended Learning sebesar 0,003 dan offline sebesar 0,001, sehingga, hasil tersebut berdampak signifikan terhadap penggunaan model pembelajaran online yang lebih besar dari hasil belajar offline. Kesimpulannya, model Blended Learning berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa sekolah dasar pada kurukulum merdeka belajar.
Pengelolaan Pembiayaan Pendidikan di Sekolah Dasar Mohamad Muspawi; Moni Lukita
Lectura : Jurnal Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2023): Lectura: Jurnal Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/lectura.v14i1.12237

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keadaan pengelolaan pembiayaan pendidikan di Sekolah Dasar (SD) Nurul Khoir Jambi yang menopang keberlangsungan kegiatan pendidikan di sekolah tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan penggunaan sumber dana yang dimiliki sekolah, tanggung jawab keuangan dan keterbukaan pengelolaan keuangan sekolah, mengurangi kesalahan dalam pengelolaan keuangan sekolah, dan mengetahui pemanfaatan keuangan sekolah bagi mutu proses pembelajaran di kelas. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan jenis case study tunggal yang terfokus pada pengelolaan pembiayaan dalam pendidikan di SD Nurul Khoir Jambi. Data penelitian dikumpulkan menggunakan dokumentasi dan wawancara. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa secara finansial SD Nurul Khoir Jambi dapat dikatakan tidak mengalami kesulitan dalam mendapatkan dana pendidikan, dan dana juga digunakan untuk kepentingan pendidikan. Kepala sekolah memperlihatkan kerja sama yang baik dengan bendahara, sehingga pelaksanaan beberapa program sekolah cukup baik. Sistem akuntabilitas yang diterapkan SD Nurul Khoir menunjukkan tanggung jawab sekolah. Transparansi atau keterbukaan dilaksanakan, dibuktikan dengan penempatan laporan penggunaan dana di papan pengumuman sehingga informasi dapat diakses oleh semua orang. Pemanfaatan keuangan sekolah dapat menunjang mutu proses pembelajaran di kelas. Hal itu terbukti dengan terpenuhinya beberapa sarana dan prasarana penting yang dibutuhkan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pengelolaan pembiayaan pendidikan di SD Nurul Khoir telah berjalan mengikuti prosedur yang baik.
Pengembangan BARCODI (Barcode Comic Digital) Berorientasi Penguasaan Konsep Siswa Sekolah Dasar pada Materi Fotosintesis Intan Ghaida Safitri; Atep Sujana; Ani Nur Aeni
Lectura : Jurnal Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2023): Lectura: Jurnal Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/lectura.v14i1.12539

Abstract

Proses pembelajaran saat ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan berbagai media pembelajaran yang dikembangkan untuk memaksimalkan pembelajaran. Salah satu jenis media pembelajaran yang dapat dikembangkan yaitu komik digital pada materi fotosintesis di Sekolah Dasar (SD). Pada saat ini masih terdapat banyak guru yang belum mengetahui bahwa komik digital dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang dapat membantu proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas komik digital sebagai media pembelajaran pada materi fotosintesis di SD yang berorientasi pada penguasaan konsep siswa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode R&D (Research and Development) dengan model pengembangan ADDIE serta menggunakan instrumen penelitian wawancara, angket, dan tes untuk memperoleh data. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Sukaraja 1, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat dengan partisipan pembelajaran berjumlah 18 orang siswa kelas IV serta satu orang ahli materi, satu ahli desain, dan satu praktisi pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) sekolah dasar sebagai validator media pembelajaran komik digital. Untuk mengumpulkan data, peneliti menggunakan wawancara terstruktur kepada guru, angket tertutup, dan soal pre-test post-test siswa. Analisis data dilakukan secara kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan pada nilai rata rata siswa dengan persentase nilai rata rata awal yaitu 20,83 dan persentase nilai akhir yaitu 81,39. Dengan demikian, BARCODI dapat dijadikan sebagai media pembelajaran di SD serta dapat membantu meningkatkan penguasaan konsep siswa.
Analisis Kebutuhan Mahasiswa pada Pembelajaran Menulis Feature Lira Hayu Afdetis Mana; Laspida Harti
Lectura : Jurnal Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2023): Lectura: Jurnal Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/lectura.v14i1.12542

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan mahasiswa dalam hal materi pembelajaran menulis kreatif khususnya menulis feature yang lebih lengkap dan bimbingan dari dosen untuk menghasilkan feature yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan siswa dalam pembelajaran menulis kreatif, khususnya menulis feature di Universitas PGRI Sumatera Barat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia semester ganjil 2021/2022 yang mengambil mata kuliah menulis kreatif. Sampel penelitian ini adalah sesi C yang terdiri dari 38 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner berdasarkan: (1) kebutuhan mahasiswa (needs) terhadap pembelajaran menulis feature, (2) kekurangan atau kelemahan mahasiswa (lacks) dalam pembelajaran menulis feature, dan (3) keinginan atau harapan mahasiswa (wants) terkait pembelajaran menulis feature. Kuesioner diisi oleh siswa pada google form dan disebarkan melalui grup WhatsApp (WA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan siswa untuk pengajaran menulis feature adalah: (1) sebagian besar siswa membutuhkan kebebasan dalam menentukan topik feature dengan persentase 63%, (2) sebagian besar siswa sangat membutuhkan konsep lengkap penulisan feature dengan persentase 76%, (3) sebagian besar mahasiswa membutuhkan bimbingan dosen dalam menulis feature dengan persentase 72%, (4) sebagian besar mahasiswa menginginkan lebih banyak materi tentang feature dengan persentase 85%. Kesimpulannya, dapat dinyatakan bahwa siswa membutuhkan informasi yang lebih detail tentang pembelajaran penulisan feature untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam.
Exploring the Strategies for Indicating Research Gaps Used by Authors in English Education Research Article Introductions M. Affandi Arianto; Maulluddul Haq; Jufrizal Jufrizal
Lectura : Jurnal Pendidikan Vol. 14 No. 2 (2023): Lectura: Jurnal Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/lectura.v14i2.13434

Abstract

The trend of topics in language education research is affected by how authors convince readers about the issues being discussed. However, the persistence of the topic is not based on the number of scholars who have conducted the research, for instance, collaborative writing topics, but it focuses more on the newness to be contributed to the advancement of knowledge by indicating research gaps. Therefore, this qualitative study, which is specified into genre analysis, aims to describe the strategies for indicating research gaps and the area of gaps that are still needed to be fulfilled in the research of collaborative writing. A corpus consisting of 20 research article introductions (RAIs) published in highly reputable journals with high-impact factors was compiled and subjected to analyze, respectively (i.e., using the frameworks of Lim, 2012 and Ewijk, 2018) the types of research gap strategies and the areas of gaps that have been focused on by the authors. The findings show that the strategy of stating the absence of a specific area in the research of collaborative writing is employed in a vast majority (45.45%). Besides, the area of impact is found as the promising area of gap (occurred 24 times) that the authors tend to focus on. The pedagogical implications of this study are also discussed in this article.
Financing Management for Poor Students: Internal or External? Iqmatul Pratiwi
Lectura : Jurnal Pendidikan Vol. 14 No. 2 (2023): Lectura: Jurnal Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/lectura.v14i2.14031

Abstract

There are many children who do not go to school, they are more concerned with making a living for their survival. Even though the government has provided assistance to elementary schools in the form of Assistance for Poor Students, Jakarta Smart Card, and Smart Indonesia Program. The aim of this article is to describe whether the problem of financing education comes from internal or external because the government has provided inexpensive and free education in accordance with Article 31 of the 1945 Constitution. This research used a qualitative approach with case study design. This research used interview and observation techniques with stakeholders at public elementary schools in the Tebet area. Then conducted interviews with the principal, vice principal, treasurer, committee, class coordinator, and parents. Both internal and external factors are mutually sustainable, if one of the two does not support it will have an impact on children’s education. This research is more directed to internal factors, namely family factors, where financial management in the family is regulated by the parents. On average, they set aside 20% of their income for their children’s education. Sometimes some parents borrow money from relatives and neighbors if the situation is urgent.