Articles
5,428 Documents
Laboratorium sebagai Pusat Sumber Belajar di Era Digital
Febriyanti, Febriyanti;
Suryana, Icha;
Kanada, Rabial;
Anggelina, Diana;
Vitaloka, Rikke;
Rina, Mesa;
Ilhamsyah, Ilhamsyah
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v8i3.7808
Laboratorium komputer memiliki peran penting sebagai pusat sumber belajar di era digital, khususnya dalam mendukung pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi fungsi laboratorium komputer sebagai sumber belajar siswa dalam proses pembelajaran TIK, serta mengidentifikasi keuntungan dan kekurangannya. Melalui pendekatan studi literatur, ditemukan bahwa laboratorium komputer dapat meningkatkan pemahaman materi, mengembangkan keterampilan teknologi, dan meningkatkan motivasi belajar siswa. Namun, tantangan seperti biaya tinggi, kesenjangan akses, dan masalah keamanan data perlu diatasi agar laboratorium komputer dapat berfungsi optimal
Analisis Kemampuan Bernalar Kritis pada Pembelajaran Ilmu Pendidikan Alam dan Sosial (IPAS) dalam Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar
Hayudinna, Hafidzah Ghany;
Muzkiyah, Anis
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v8i3.7825
Kurikulum merdeka merupakan kurikulum pengganti yang dirancang untuk memperbaiki kulaitas pendidikan Indonesia yang sempat terpuruk akibat dari adanya pandemic Covid-19. Salah satu program pada kurikulum merdeka yaitu Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang didalamnya memuat enam elemen untuk mengembangkan kompetensi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan bernalar kritis yang terdapat pada pelajaran IPAS pada kurkulum merdeka di sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian studi literatur yang dilaksanakan dengan cara menelaah berbagai kajian kepustakaan yang diperlukan pada penelitian. Hasil kajian penelitian ini berupa pengembangan kemampuan bernalar kritis sesuai dengan prinsip kemampuan bernalar kritis pada siswa serta inovasi yang harus dilakukan guru dalam upaya pengembangan kemampuan bernalar kritis siswa. Jenjang pendidikan dasar merupakan jenjang awal yang mengharuskan guru mengembangkan kemampuan analisis siswa. Dengan kemampuan bernalar kritis, siswa dapat memecahkan masalah yang akan datang dalam kehidupannya. Kemampuan bernalar kritis membuat siswa menjadi mudah dalam mengambil keputusan untuk menyelesaikan masalahnya. Melalui pengembangan model pembelajaran serta media pembelajaran yang inovatif dalam pelaksanaan pembelajaran dapat menumbuhkan kemampuan bernalar kritis pada siswa sekolah dasar
Meningkatkan Minat Literasi Siswa Sekolah Dasar melalui Pemanfaatan Aplikasi Tiktok
Zhahira, Bilqis Syazqya;
Fauziah, Hilma Ghifarina;
Nugraha, Metha Putri;
Damayanti, Welsi
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v8i4.7852
Minat literasi siswa sekolah dasar di era digital ini adalah rendah. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, yang paling menonjol adalah peningkatan keterlibatan siswa dengan platform media sosial seperti TikTok. Penggunaan teknologi dalam pendidikan menjadi semakin penting dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki potensi TikTok sebagai alat untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa sekolah dasar. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kuantitatif dengan data yang dikumpulkan di tempat di sekolah V SDN Winayamukti. Temuan penelitian menunjukkan bahwa menggunakan TikTok sebagai alat belajar dapat secara signifikan meningkatkan kemampuan membaca siswa. Siswa lebih terlibat dalam pembelajaran literasi mereka berkat konten interaktif dan menarik yang disediakan oleh aplikasi TikTok.Penggunaan aplikasi TikTok dapat menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan keterampilan siswa di sekolah dasar, memberikan informasi baru, dan memberikan solusi efektif untuk peningkatan keterampilan belajar siswa di era digital. Data utama untuk penelitian ini adalah hasil testimonial siswa tentang apa yang mereka lihat dan apa yang ditulisnya tentang konten yang ditampilkan
Pengaruh Problem Based Learning terhadap Kemampuan Matematis Peserta Didik
Tuti, Dewi Setyas;
Usodo, Budi;
Nugrohorini, Parwo
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v8i3.7881
Pendidikan Indonesia masih jauh dari ideal dikarenakan berdasarkan temuan PISA dan TIMSS, kemampuan matematis peserta didik Indonesia masih tergolong rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan matematis peserta didik yang akan berkembang oleh model pembelajaran Problem Based Learning. Metodologi penelitian yang digunakan adalah Studi Literatur dengan pendekatan kualitatif. Kemampuan matematis peserta didik yang akan dibahas pada penelitian ini diantaranya kemampuan berpikir kritis dan kemampuan pemecahan masalah. Berdasarkan analisis terhadap artikel-artikel yang telah dijelaskan, diperoleh hasil penelitian bahwa model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik, khususnya peserta didik dengan AQ tinggi. Berdasarkan dari berbagai hasil penelitian yang disajikan dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning dalam pembelajaran terbukti efektif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika. Oleh katerna itu, temuan penelitian menunjukkan bahwa model Problem Based Learning dapat meningkatkan kemampuan matematis peserta didik diantaranya kemampuan berpikir kritis dan kemampuan pemecahan masalah. Guru dapat memanfaatkan model Problem Based Learning sebagai panduan pengajaran di kelas, dan peneliti dapat menyelidiki lebih lanjut bagaimana konsep tersebut mempengaruhi kemampuan matematis peserta didik lainnya
Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi Menggunakan Model Project Based Learning untuk Meningkatkan Kreativitas pada IPAS Kelas V
Utami, Fadila Nawang;
Wardani, Krisma Widi
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v8i4.7893
Dalam proses pembelajaran, guru perlu menerapkan pembelajaran yang diadaptasi sesuai dengan kebutuhan gaya belajar dan tingkat pemahaman peserta didik untuk meningkatkan keterampilan kreativitas, salah satunya dengan menerapkan pendekatan berdiferensiasi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kreativitas siswa pada mapel IPAS kelas V SD Negeri Gendongan 01 Salatiga Tahun Pelajaran 2023/2024 menggunakan pembelajaran berdiferensiasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas dengan teknik observasi dan rubrik, dengan subjek penelitian kelas V Yos Sudarso 1 yang berjumlah 27 siswa. Dari hasil pra siklus menunjukkan sebesar 40,74% (11 siswa) memiliki tingkat keterampilan kreativitas yang rendah. Pada siklus 2 terjadi peningkatan sebesar 77,77 (21 siswa) telah mencapai ketuntasan. Siswa mulai menunjukkan kemampuan mengelaborasi gagasan-gagasan mereka dengan lebih rinci dan menghasilkan penilaian yang lebih akurat. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi tidak hanya membantu siswa memahami materi secara lebih baik, tetapi juga mendorong mereka untuk mengembangkan kreativitas dalam berpikir dan bertindak sesuai dengan gaya belajar dan tingkat pemahaman siswa.
Cultural Literacy : Ondel-Ondel Betawi in Elementary School Textbooks
Ummah, Wihdatul;
Mudrika, Dadan;
Fatmawati, Ayu Widya;
Gumala, Yosi
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v8i3.7899
This study aims to analyze the use of Betawi ondel-ondel in elementary school textbooks as a means of cultural literacy for students. The methodology used is a literature study that includes a review of elementary school textbooks that contain material about Betawi culture and the use of ondel-ondel in an educational context. The results showed that the use of ondel-ondel in elementary school textbooks made a positive contribution to students' understanding and appreciation of Betawi culture. Students not only gained knowledge about ondel-ondel, but also developed important cultural literacy skills. The conclusion of this study is the importance of integrating local cultural elements in the primary education curriculum to enhance students' understanding of their cultural heritage. The last recommendation from this study is the need for more research and development of teaching materials that utilize the potential of local culture as a means of learning in elementary schools
Analisis Implementasi Profil Pelajar Pancasila Dimensi Kreatif Kelas IV di Sekolah Dasar
Kinasih, Sekar;
Rusmawan, Rusmawan
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v8i4.7902
Profil pelajar Pancasila dilakukan dalam pembelajaran intrakurikuler, kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler fokus terhadap pembentukan karakter dan kemampuan keseharian yang ada diri peserta didik pembelajaran di Sekolah Dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi profil pelajar Pancasila dimensi kreatif kelas IV dalam pembelajaran di Sekolah Dasar. Pada penelitian ini menggunakan jenis kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan implementasi profil pelajar Pancasila dimensi kreatif di kelas IV Sekolah Dasar sudah baik dan tampak pada saat kegiatan intrakurikuler, ekstrakurikuler, P5 dan budaya sekolah yang mengacu peserta didik dalam memberikan ide meningkatkan pengetahuan dan kreativitas mereka
Analisis Kemampuan Literasi Numerik Peserta Didik Kelas VI di Sekolah Dasar
Tawil, Muh
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 5 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v8i5.7929
Di era abad 21 sangat urgen melatihkan literasi numeric untuk menghadapi perkembangan pengetahuan dan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kemampuan literasi numerik peserta didik kelas VI SDN Se-KabupatenGowa, Indonsia tahun pelajaran 2022/2023 pada aspek kompetensi numerik. Metode penelitian survey dengan populasinya peserta didik kelas VI SDN di Kabupaten Gowa dengan jumlah sampel 856 dipilih dengan teknik StratefiedRandom Sampling. Instrumen penelitian berupa soal pilihan ganda sebanyak 20 butir. Teknik pengumpulan data yaitu dengan pemberian tes secara langsung di sekolah. Data dianalisis secarastatistik deskriptif. Hasil penelitian yang diperoleh adalah tingkat kemampuan literasi numerik peserta didik kelas VI SDN Se-Kabupaten Gowa berada pada kategori “sangat rendah” dengan persentase 32.95% dan skor rata-rata sebesar 6.59.tingkat kemampuan literasi numerasi peserta didik kelas VI SDN Se-KabupatenGowaberada pada kategori “sangat rendah” dengan persentase 32,95% dan skor rata-rata sebesar 6,59; hanya SDN di Tombolo Pao, berada pada kategori sedang dengan persentase 64,4% dan skor rata-rata sebesar 12,88.
Pengembangan Media Interaktif Perkembangbiakan Tumbuhan Alami dan Buatan “Bantu Albu” Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Digital Native
Komariah, Komariah;
Arbarini, Mintarsih;
Widiarti, Nuni;
Subali, Bambang
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v8i3.7942
Siswa saat ini dididik untuk menjadi digital natives—orang-orang yang kepribadiannya selaras dengan perkembangan teknologi terkini dalam pembelajaran yang interaktif dan menawan—dalam konteks Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0. Penelitian ini bermaksud untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan mengembangkan sumber belajar interaktif tentang Reproduksi Tumbuhan Alam dan Buatan (Bantu Albu) yang dapat didistribusikan dan diakses. Penelitian dan Pengembangan (R&D) bersama dengan model 4D Thiagarajan digunakan dalam langkah-langkah mengidentifikasi, membuat, mengembangkan, dan menyebarkan proses penelitian. Analisis N-Gain hasil belajar siswa kelas III kelas eksperimen kategori tinggi sebesar 0,8 dan kelas kontrol kategori sedang sebesar 0,4, serta produk pembelajaran multimedia interaktif yang dapat diakses secara online melalui website dan divalidasi oleh ahli bahasa, materi pelajaran ahli, dan ahli media dengan rata-rata 0,78 merupakan luaran penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa hasil belajar meningkat ketika siswa memahami materi yang telah diberikan. Kondisi siswa kelas III digital native SD Negeri Kedungsukun 01 menunjukkan bahwa media interaktif (Bantu Albu) pada materi ajar Reproduksi Tumbuhan Alam dan Buatan dinilai tepat dan efisien dalam mendorong hasil pembelajaran digital. Siswa kelas III SD Negeri Kedungsukun 01 diberikan penjelasan mengenai reproduksi tumbuhan baik buatan maupun alami
Mengintegrasikan Scaffolding dalam Cooperative Learning: Meningkatkan Interaksi dan Pemahaman Siswa
Akmali, Iqbal Rizky;
Kusaeri, Kusaeri
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v8i3.7997
Artikel ini mengeksplorasi tren literatur mengenai efek integrasi scaffolding dalam cooperative learning terhadap interaksi dan pemahaman siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki bagaimana scaffolding dalam setting cooperative learning mempengaruhi keterlibatan dan pemahaman siswa. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) untuk mensintesis temuan-temuan terkini dari studi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi scaffolding dalam cooperative learning telah mendapat perhatian besar dalam literatur pendidikan, dengan peningkatan signifikan dalam publikasi pada tahun 2022. Mayoritas artikel menyoroti bahwa scaffolding dapat meningkatkan interaksi siswa, memperdalam pemahaman mereka, dan mendukung perkembangan keterampilan sosial serta akademik. Selain itu, scaffolding membantu siswa mengatasi tantangan belajar dalam berbagai disiplin ilmu dengan menyediakan dukungan yang terstruktur dan personalisasi. Kesimpulannya, penelitian ini menawarkan wawasan penting bagi praktisi pendidikan dalam merancang strategi pengajaran yang lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan belajar siswa, serta menekankan perlunya penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi dampak jangka panjang dan penerapan scaffolding dalam berbagai konteks pendidikan