cover
Contact Name
Bahrum Subagiya
Contact Email
bahgia990@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.tawazun@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Tawazun: Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 19786786     EISSN : 26545845     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Tawazun: Jurnal Pendidikan Islam has a focus on the study of Islamic education with the following scope: 1. Islamic Education Management 2. Thought of Islamic education 3. Islamic science education 4. Islamic Guidance and Counseling
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 17 No 2 (2024)" : 16 Documents clear
Pengamalan Agama Pada Masyarakat Pesisir di Kota Medan (Studi Kasus Pada Masyarakat Kecamatan Medan Labuhan) Maruhawa, Irsan; Hanum, Azizah; Al Farabi, Mohammad
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 17 No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v17i2.16710

Abstract

This research aims to provide an overview of the diversity of religious practices carried out by coastal communities in the city of Medan, especially in the Medan Labuhan sub-district. The method used in this research is qualitative. The results of the research show that the Islamic community on the coast of Medan Labuhan seems to actively carry out religious activities both in their homes and in mosques. especially the five obligatory prayers. Apart from practicing the five prayers a day and night, the coastal Muslim community in Medan Labuhan is also active in carrying out other practices such as Yasinan and tahlilan, commemorating Islamic holidays such as commemorating the birthday of the Prophet Muhammad SAW, commemorating the Israk and Mikraj of the Prophet Muhammad SAW, and also the celebration of Eid al-Fitr and Idhul Adha. The Medan Labuhan Muslim community also practices Ramadan worship, such as Ramadan fasting, Taraweeh prayers in congregation, reciting the Koran, paying Zakat Fitrah, all of which are practiced properly in accordance with the Koran and the Sunnah of the Prophet and the understanding of the Ahlusunnah wal Jama'ah school of thought. Apart from that, they also practice Islamic teachings regarding morals in being neighbors, morals in wrestling and morals in dressing, all of this is carried out and practiced in order to practice Islamic teachings to the maximum as proof of faith and piety towards Allah, to gain the approval of Allah SWT. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang keberagaman pengamalan agama yang dilakukan oleh masyarakat pesisir yang ada di kota Medan, khususnya di kecamatan Medan Labuhan. Metode yang digunakan pada penelitian ini ialah kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam masyarakat pesisir Medan Labuhan terlihat aktif melaksanakan kegiatan keagamaan baik di rumah-rumahnya maupun di masjid-masjid, terutama ibadah shalat wajib lima waktu. Selain mengamalkan shalat lima watu sehari semalam, masyarakat muslim pesisir di Medan Labuhan juga aktif melaksanakan amalan lain seperti Yasinan dan tahlilan, memperingati perayaan Hari besar Islam seperti peringatan Maualid Nabi Muhammad Saw, peringatan Israk dan Mikraj Nabi Muhammad SAW, dan juga perayaan Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Idul Adha. Masyarakat Muslim Medan Labuhan juga mengamalkan ibadah Ramadhan, seperti puasa Ramadhan, Shalat Tarawih berjamaah, tadarusan Alquran, membayar Zakat Fitrah, semua diamalkan dengan baik sesuai Alquran dan Sunnah Rasulullah dan berpaham Mazhab Ahlusunnah wal Jama’ah. Selain itu mereka juga mengamalkan ajaran Islam tentang akhlak dalam bertetangga, akhlak dalam pergaulan dan akhlak dalam berpakaian, semua itu dilaksanakan dan diamalkan dalam rangka untuk mengamalkan ajaran Islam secara maksimal sebagai bukti Iman dan takwa kepada Allah dan juga guna mendapatkan ridho Allah SWT.
Relasi guru dengan murid dalam perspektif pendidikan Islam Bahri, Samsul; Sakdiyah, Halimatun; Tanjung, Hasan Basri; Samsu
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 17 No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v17i2.16731

Abstract

This research aims to describe and construct the relationship between teachers and students in the perspective of Islamic education, using a descriptive-analytical method with the approach of Islamic education, history, and comparative science. This research found that the teacher-student relationship in Islamic education forms a civilizational bond based on prophetic, human, and divine values in the learning process. This relationship is identified through four main aspects: first, the educative interaction relationship that emphasizes communication and knowledge transfer holistically; second, educative internalization that focuses on instilling moral and spiritual values in students; third, religious personality formation that directs students to develop strong religious characters; and fourth, religious professionalism that encourages teachers to carry out their roles with high responsibility and integrity in accordance with Islamic principles. This study emphasizes the importance of teacher-student relations rooted in civilizational values and spirituality to achieve educational goals in line with Islamic principles, and underlines the important role of teachers in shaping students into noble and highly competent individuals. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengonstruksi relasi antara guru dan murid dalam perspektif pendidikan Islam, menggunakan metode deskriptif-analitis dengan pendekatan ilmu pendidikan Islam, sejarah, dan komparatif. Penelitian ini menemukan bahwa hubungan guru-murid dalam pendidikan Islam membentuk ikatan keadaban yang berlandaskan nilai-nilai profetik, insaniah, dan Ilahiah dalam proses pembelajaran. Relasi ini diidentifikasi melalui empat aspek utama: pertama, relasi interaksi edukatif yang menekankan pada komunikasi dan transfer pengetahuan secara holistik; kedua, internalisasi edukatif yang berfokus pada penanaman nilai-nilai moral dan spiritual dalam diri murid; ketiga, pembentukan personalitas religius yang mengarahkan murid untuk mengembangkan karakter beragama yang kuat; dan keempat, profesionalisme religius yang mendorong guru untuk menjalankan peran mereka dengan tanggung jawab dan integritas tinggi sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Studi ini menekankan pentingnya relasi guru-murid yang berakar pada nilai-nilai keadaban dan spiritualitas untuk mencapai tujuan pendidikan yang sejalan dengan prinsip-prinsip Islam, serta menggarisbawahi peran penting guru dalam membentuk murid menjadi individu yang berakhlak mulia dan berkompetensi tinggi.
Model pembelajaran Nahwu berbasis PAIKEM (Pembelajaran, Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, & Menyenangkan) Abdulloh, Muhammad; Sa'diyah, Maemunah; Ibdalsyah
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 17 No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v17i2.16871

Abstract

The purpose of writing is to formulate a PAIKEM (active, creative, innovative, effective and fun learning)-based Nahwu learning model. Qualitative research method with field research type (Field Research) as research object at MA MQL BISA Bogor and MA Darul Muttaqien Parung. The results of the research found that the most significant obstacles consisted of internal factors of lack of motivation, student commitment and low self-confidence, external factors of inadequate learning media, ineffective Arabic language environment, and lack of supervision of recording student violations. In order to answer these obstacles, a PAIKEM-based Nahwu learning model was formulated with learning stages consisting of four stages, namely the experiencing stage, the interaction stage, the communication stage and the reflection stage. A social system consisting of building a positive learning atmosphere, determining class rules, practices to strengthen norms, integration with PAIKEM. Social principles consist of providing positive feedback, individualizing approaches, constructive criticism, encouraging a learning atmosphere, stimulating student participation, and strengthening a growth mindset. The support system consists of interactive learning facilities, interesting teaching materials, teaching aids, a supportive learning environment, and teacher training. The instructional impact consists of mastery of the concept of Nahwu, Arabic language skills, and the ability to analyze texts. And the accompanying impacts consist of critical thinking skills, collaboration skills, motivation for independent learning, use of technology, and cultural awareness. Abstrak Tujuan penulisan untuk merumuskan model pembelajaran Nahwu berbasis PAIKEM (pembelajaran aktif, kreatif, inovatif, efektif, dan menyenangkan). Metode penelitian kualitatif dengan tipe penelitian lapangan (Field Research) objek penelitian di MA MQL BISA Bogor dan MA Darul Muttaqien Parung. Hasil dari penelitian ditemukan bahwa hambatan yang paling signifikan terdiri dari faktor internal kurangnya motivasi, komitmen siswa dan rendahnya percaya diri, faktor eksternal media pembelajaran yang tidak memadai, tidak efektifnya lingkungan berbahasa Arab, dan kurangnya pengawasan pencatatan pelanggaran siswa. Guna menjawab hambatan tersebut dirumuskan model pembelajaran Nahwu berbasis PAIKEM dengan Tahapan pembelajaran yang terdiri dari empat tahap yaitu tahap mengalami, tahap interaksi, tahap komunikasi, dan tahap refleksi. Sistem sosial yang terdiri dari membangun suasana belajar yang positif, menentukan peraturan kelas, praktik untuk menguatkan norma, integrasi dengan PAIKEM. Prinsip sosial terdiri dari memberi umpan balik positif, pendekatan individualisasi, kritik konstruktif, mendorong suasana belajar, merangsang partisipasi siswa, dan menguatkan pola pikir pertumbuhan. Sistem pendukung terdiri dari sarana pembelajaran interaktif, bahan ajar yang menarik, alat peraga, lingkungan belajar yang mendukung, dan pelatihan guru. Dampak instruksional terdiri dari penguasaan konsep Nahwu, kemampuan berbahasa Arab, dan kemampuan menganalisis teks. Dan dampak pengiring terdiri dari kemampuan berpikir kritis, kemampuan kolaborasi, motivasi untuk belajar mandiri, penggunaan teknologi, dan kesadaran budaya.
Pengembangan bahan ajar tajwid dengan flipbook di Madrasah Tsanawiyah Addimasyqi, Moh. Ridham; Tamam, Abas Mansur; Alim, Akhmad
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 17 No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v17i2.17055

Abstract

The purpose of this study is to analyze the need for the development of tajweed teaching materials with flipbooks in MTs, make tajweed teaching materials with flipbooks in MTs, determine the feasibility of tajweed teaching materials with flipbooks in MTs and find out the level of effectiveness of tajweed teaching materials with flipbooks in MTs. The results of this study show that the majority of 97% in MTs Utsmanil Hakim and 96% agree on the need for the development of electronic-based tajweed teaching materials. The tajweed material presented in this teaching material is the science of tajweed, makhraj and the nature of letters, tarqiq and tafkhim, the law of nun sukun and tanwin, the law of mim sukun, the law of mad thabi'i and far'i, waqaf and ibtida', gharib readings developed with the Canva and Heyzine applications. The feasibility of tajweed teaching materials with flipbooks at Madrasah Tsanawiyah is validated by material, media, and language experts. Validation from media experts obtained a score of 82% classified as "Very Feasible", validation by media experts obtained a score of 95% classified as "Very Feasible", validation by linguists obtained a score of 96.25% in the "Very Feasible" category.The tajweed teaching materials were tested in two schools, the first at MTs Utmanil Hakim with experimental class VII A had an average pretest score of 63 and the pretest in experimental class VII A experienced a significant increase in the average posttest score to 89. The N-Gain score obtained by the VII A experimental class was 0.712 and the level of effectiveness of using tajweed teaching materials with flipbooks was high. Abstrak Penelitian ini bertujuan adalah menganalisis kebutuhan pengembangan bahan ajar tajwid dengan flipbook di MTs, membuat bahan ajar tajwid dengan flipbook di Madrasah Tsanawiyah, mengetahui kelayakan bahan ajar tajwid dengan flipbook di MTs dan mengetahui tingkat efektivitas bahan ajar tajwid dengan flipbook di MTs. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah R&D dengan model ADDIE. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, mayoritas 97% di MTs Utsmanil Hakim dan 96% setuju perlu adanya pengembangan bahan ajar tajwid berbasis elektronik. Materi tajwid yang disajikan dalam bahan ajar ini adalah ilmu tajwid, makhraj dan sifat huruf, tarqiq dan tafkhim, hukum nun sukun dan tanwin, hukum mim sukun, hukum mad thabi’i dan far’i, waqaf dan ibtida’, bacaan gharib yang dikembangkan dengan aplikasi Canva dan Heyzine. Kelayakan bahan ajar tajwid dengan flipbook di Madrasah Tsanawiyah di validasi oleh ahli materi, media, dan bahasa. Validasi dari ahli media didapatkan nilai 82% tergolong “Sangat Layak”, validasi ahli media didapatkan nilai 95% tergolong “Sangat Layak”, validasi ahli bahasa didapatkan nilai 96,25% kategori “Sangat Layak”. Bahan ajar tajwid diuji coba dalam dua sekolah, pertama di MTs Utmanil Hakim dengan kelas eksperimen VII A memiliki nilai rata-rata pre-test sebesar 63 dan pre-test di kelas eksperimen VII A mengalami peningkatan signifikan dalam nilai rata-rata post-test menjadi 89. Hasil skor N-Gain yang diperoleh kelas eksperimen VII A adalah sebesar 0,712 dan tingkat efektivitas penggunaan bahan ajar tajwid dengan flipbook termasuk tinggi.
Child discipline education concept in the perspective of Bukhari Hadeeths and its relevance to the thought of Muhammad Iqbal Andriana, Nesia; Mujahidin, Endin; Subagiya, Bahrum
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 17 No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v17i2.17518

Abstract

Self-discipline is one of the fundamental characters in education. The elementary school age is a critical age in child education. This research aims to extract the educational concept within Bukhari’s hadeeths as well as analyzing their relevance to the Muhammad Iqbal’s thought. This research employs a qualitative method through quasi experiment and historical literature review. The results showed a significant correlation between the concept of self-discipline education in Bukhari's hadith and the concept of education in Iqbal's thought. The purpose of education according to Iqbal is to form a cognitively, spiritually, and dynamically integrated human being to become the khalifah of Allah on earth. This is in line with the purpose of discipline education in Bukhari's hadith. Educational methods such as exemplary, discussion, appreciation, sanctions, and habituation in Iqbal's thought are also found in Bukhari's hadith. Educational evaluation emphasizes the importance of loyalty to Allah and His Messenger, by upholding justice regardless of time and place. This study concludes that there is a significant relevance between children's discipline education in Bukhari's hadith and Muhammad Iqbal's thought. Abstrak Kedisiplinan adalah salah satu karakter mendasar dalam pendidikan. Usia sekolah dasar adalah usia kritis dalam pendidikan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengekstrak konsep pendidikan yang terkandung dalam hadits-hadits Bukhari serta menganalisa relevansinya dengan pemikiran Muhammad Iqbal. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan kuasi eksperimen serta studi pustaka dan sejarah. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi signifikan antara konsep pendidikan disiplin diri anak dalam hadits Bukhari dan konsep pendidikan dalam pemikiran Iqbal. Tujuan pendidikan menurut Iqbal adalah membentuk manusia yang terintegrasi secara kognitif, spiritual, dan dinamis untuk menjadi khalifah Allah di bumi. Ini sejalan dengan tujuan pendidikan disiplin dalam hadits Bukhari. Metode pendidikan seperti keteladanan, diskusi, apresiasi, sanksi, dan pembiasaan dalam pemikiran Iqbal juga ditemukan dalam hadits Bukhari. Evaluasi pendidikan menekankan pentingnya loyalitas kepada Allah dan Rasul-Nya, dengan menegakkan keadilan tanpa memandang waktu dan tempat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ada relevansi signifikan antara pendidikan disiplin anak dalam hadits Bukhari dan pemikiran Muhammad Iqbal.
The concept of age of puberty and religious development according to Ibn Qayyim AL-Jauziyah Syaiful; Tamam, Abas Mansur; Alim, Akhmad
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 17 No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v17i2.17528

Abstract

The age of puberty is the initial age of adolescent maturity after the end of childhood. Each phase of development has its own developmental tasks as well as the age of puberty. It is important to understand the age of puberty so that parents can prepare themselves in educating their children in that phase, because the age of puberty is a phase of anxiety and worry for children and parents. Many Muslim scholars talk about the age of baligh, while the term balighh does not exist in the concept of Western scientists but they use the term teenager, therefore we will get different things about the concept of the age of baligh between Islam and the West. This research only discusses the age of puberty from an Islamic perspective by referring to the opinion of Ibn Qayyim Al Jauziyyah in his book Tuhfatu al-Maudud bi Ahkami al-Maulud. The research method in this paper is literature (Library Research) with primary data from the book Tuhfatu al-Maudud bi Ahkami al-Maulud, Islamic and Western psychology books, as well as relevant journals or articles. The results showed that according to Ibn Qayyim Al-Jauziyah the age of puberty starts from the age of 10-15 years, then at the age of puberty a child already has a correct understanding and belief as the basis of his faith in Allah SWT, and is able to practice his sharia obligations with awareness and commitment. As for his daily behavior, he is able to show commendable behavior such as honesty, humility and respect for parents and others. Abstrak Usia baligh merupakan usia awal kematangan remaja setelah berakhirnya masa kanak-kanak. Setiap fase perkembangan memiliki tugas perkembangannya masing-masing begitu pula dalam usia baligh. Pentingnya memahami usia baligh agar orang tua dapat mempersiapkan diri dalam mendidik anaknya di fase tersebut, karena usia baligh merupakan fase kecemasan dan kekhawatiran bagi anak dan orang tua. Banyak ilmuwan Muslim berbicara tentang usia baligh, sementara istilah baligh tidak ada dalam konsep ilmuwan Barat akan tetapi mereka menggunakan istilah remaja (teenager) oleh karenanya kita akan mendapatkan hal yang berbeda tentang konsep usia baligh antara Islam dan Barat. Penelitian ini hanya membahas usia baligh menurut perspektif Islam dengan merujuk pada pendapat Ibnu Qayyim Al Jauziyyah dalam kitabnya Tuhfatu al-Maudud bi Ahkami al-Maulud. Metode penelitian dalam tulisan ini adalah kepustakaan (library research) dengan data primer kitab Tuhfatu al-Maudud bi Ahkami al-Maulud, buku-buku psikologi Islam dan Barat, serta jurnal atau artikel yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyah usia baligh dimulai dari usia 10-15 tahun, kemudian di usia baligh seorang anak sudah memiliki pemahaman dan keyakinan yang benar sebagai dasar keimanannya kepada Allah SWT, serta mampu mengamalkan kewajiban syariatnya dengan kesadaran dan komitmen. Adapun mengenai perilaku kesehariannya dia mampu menunjukkan perilaku terpuji seperti jujur, rendah hati dan hormat terhadap orang tua dan sesama.

Page 2 of 2 | Total Record : 16