cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
hearty@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
Jl. Kh Sholeh Iskandar Km 2
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Hearty : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 23387475     EISSN : 26207869     DOI : 10.32832/hearty
Core Subject : Education,
Hearty: Jurnal Kesehatan Masyarakat (ISSN:2338-7475 & e-ISSN:2620-7869) is published semiannual by Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor.
Arjuna Subject : -
Articles 421 Documents
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINDAKAN TIDAK AMAN PADA PEKERJA DI PABRIK PUPUK NPK Listyandini, Rahma; Suwandi, Tjipto
HEARTY Vol 7 No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.012 KB) | DOI: 10.32832/hearty.v7i1.2299

Abstract

Kecelakaan kerja sebagian besar disebabkan oleh 88% tindakan tidak aman dan 10% kondisi tidak aman, serta 2% tidak dapat dihindarkan. Tindakan tidak aman adalah kesalahan dan pelanggaran peraturan yang dapat menyebabkankecelakaan kerja. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor yang berhubungan dengan tindakan tidak aman di pabrik pupuk Nitrogen, Fosfor, Kalium (NPK) PT. X. Penelitian ini menggunakan metode observasional denganrancang bangun cross sectional. Data diperoleh dengan menyebarkan kuesioner. Jumlah responden sebesar 65 pekerja. Analisis data menggunakan uji Chi Square (? = 5%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak adahubungan antara predisposing factor: umur (p=0,144), tingkat pendidikan (p=1,000), masa kerja (p=0,462), pengetahuan (p=0,287), sikap (p=1,000), dan keterampilan (p=0,663) dengan tindakan tidak aman. Namun, adahubungan yang signifikan antara enabling factor: APD (Alat Pelindung Diri) (p=0,000) dan reinforcing factor: pengawasan (p=0,000) dan safety talk (p=0,000) dengan tindakan tidak aman. Kesimpulannya, ketersediaan APD,pengawasan, dan safety talk berhubungan dengan tindakan tidak aman. Perusahaan sebaiknya meningkatkan keterampilan dan pengetahuan pekerja dengan memberikan pelatihan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja),menggiatkan safety talk, serta menyediakan goggle untuk meningkatkan tindakan aman
STUDI KUALITATIF PRAKTIK PEMBERIAN ASI PADA BAYI USIA 0-4 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ABADIJAYA KOTA DEPOK Prastia, Tika Noor; J, Yulia Novika; Azhar, Erdani Harimurti; ., Chuzaemah; Isnani, Sofia Anis
HEARTY Vol 7 No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.625 KB) | DOI: 10.32832/hearty.v7i1.2302

Abstract

ASI merupakan hal penting bagi pertumbuhan, perkembangan, dan status kesehatan anak. Praktik pemberian ASI yang kurang baik dapat menyebabkan gagal tumbuh dan menurunkan kemampuan kognitif anak.Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik pemberian ASI pada bayi usia 0-4 bulan di wilayah kerja Puskesmas Abadijaya Kota Depok. Desain studi kualitatif dengan teknik Rapid Assessment Procedure (RAP) menggunakkan metode FGD, wawancara mendalam, dan observasi. Informan penelitian berjumlah 13 orang (12 informan inti dan 1 informan kunci). Hasil penelitian menunjukkan seluruh ibu memberikan ASI saja kepada bayi, kondisi umum dan payudara ibu baik, seluruh aggota keluarga bersikap mendukung ibumenyusui, serta ibu memiliki teknik menyusui yang baik. Sedangkan hanya sebagian kecil yang masih memilliki budaya pemberian makanan prelakteal kepada bayi baru lahir. Kesimpulan yang didapat bahwakeberhasilan ibu dalam menyusui berperan dalam menentukan tercapainya pemberian ASI secara eksklusif kepada anak sehingga anak dapat mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG IMPLAN PADA WANITA USIA SUBUR DI KELURAHAN KATULAMPA KECAMATAN BOGOR TIMUR KOTA BOGOR Rachmania, Wina; Kurniawan, Dedi; Pertiwi, Fenti Dewi
HEARTY Vol 7 No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.372 KB) | DOI: 10.32832/hearty.v7i1.2304

Abstract

Keluarga Berencana merupakan upaya mewujudkan keluarga yang berkualitas dan membentuk generasi penerus yang sehat dan cerdas. Implan merupakan salah satu metode kontrasepsi yang memilikicakupan rendah dibandingkan metode kontrasepsi yang lain. Kelurahan Katulampa memiliki cakupan Implan paling rendah di wilayah Kecamatan Bogor Timur. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran tingkatpengetahuan tentang Implan pada wanita usia subur di Kelurahan Katulampa Kecamatan Bogor Timur Kota Bogor Tahun 2019. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan desain CrossSectional. Populasi adalah wanita usia subur yang sudah berkeluarga/menikah berjumlah 1909 orang, sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah wanita usia subur yang sudah berkeluarga/menikah yang menggunakan KBImplan dan non Implan sebanyak 100 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik tentang Implan. Diperlukan upaya program Keluarga Berencana berupaKomunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) pada para wanita usia subur yang sudah menikah dan belum mengetahui dengan baik tentang Implan yang dilakukan oleh petugas KB di lapangan ataupun yang dilakukanoleh para akademisi program studi kesehatan masyarakat khususnya peminatan Kesehatan Reproduksi/KIA.
BUDAYA PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) PADA BAYI USIA KURANG DARI 6 BULAN DI DESA LEUWIBATU RUMPIN Arsyati, Asri Masitha; Rahayu, Yayu Tri
HEARTY Vol 7 No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.113 KB) | DOI: 10.32832/hearty.v7i1.2297

Abstract

Angka ASI Ekskusif di Jawa Barat Indonesia masih sangat rendah yaitu 48.1% dibawah rata-rata cakupan  seluruh Indonesia 54% (dari tertinggi 79.9% di Provinsi Nusa Tenggara Timur dan terendah 32,3% Gorontalo).(Kemenkes RI,2016). Tujuan penelitian untuk mengetahui budaya pemberian makanan pendamping asi (MPASI) pada bayi berusia kurang dari 6 bulan dilihat dari usia pertama kali pola pemberian, jenis makanan,pengetahuan ibu dan kepercayaan. Rancangan penelitian menggunakan kualitatif jenis Rapid Assesment Prosedure (RAP) dimana dapat digunakan dalam waktu 3 bulan. Sampel penelitian berjumlah 30, terdiri dari 6informan kunci dan 24 informan ibu. Pengambilan data wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukan tidak ada pengaruh pengetahuan ibu yang kurang engenai ASI Ekslusif dan pemberian MP ASIyang benar pada kelompok ibu yang mengunjungi posyandu dengan yang tidak mengunjungi posyandu. Ratarata MPASI pertama kali diberikan pada usia 3 bulan dengan jenis makanan pisang, bubur kemasan dan biskuit meskipunada sebagian ibu memberikan MPASI di usia 0 bulan . Kepercayaan pemberian makanan dari masyarakat agar bayi tidak lapar, haus, tidak sariawan dan bisa cepat besar. Rekomendasi diperlukannya pendekatan program kesehatan MP ASI pada tokoh masyarakat, orang tua, dan suami mengenai pengetahuan MP-ASI dini. Selain itu diperlukan media pendukung yang dapat dibawa ke rumah sebagai kontrol MP ASI ibu, membantu program posyandu
HUBUNGAN SIKAP DENGAN PENGALAMAN (BULLYING) PADA SISWA SMKN 2 KOTA BOGOR Pertiwi, Fenti Dewi; Nurdiana, Siti Nuraeni
HEARTY Vol 7 No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.262 KB) | DOI: 10.32832/hearty.v7i1.2298

Abstract

Sekolah adalah tempat bagi anak untuk belajar dan menimba ilmu, serta membantu pembentukan karakter positif pada anak hingga dewasa. Kenyataannya, akhir-akhir ini sering terjadi tindak kekerasan, baik yangdilakukan oleh guru pada siswa, maupun yang dilakukan oleh sesama siswa, Salah satu komponen munculnya perilaku kekerasan (bullying) adalah sikap. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapathubungan antara sikap dengan pengalaman kekerasan (bullying) di siswa SMK Negeri 2 Kota Bogor tahun 2018. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, menggunakan metode penelitian deskriptif korelasional denganpendekatan Cross Sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 93 responden dengan teknik simple random sampling. Alat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner. Analisis data menggunakan uji statistikmenggunakan uji Chi-square. Simpulan dalam penelitian ini Terdapat hubungan antara sikap dengan pengalaman kekerasan (bullying) pada siswa di SMK Negeri 2 Kota Bogor dengan kategori sebagai korban bullying, dan sebagai pelaku kategori pelaku bullying, namun tidak terdapat hubungan antara sikap denganpengalaman siswa yang menjadi pelaku sekaligus korban.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK BALITA, PENGETAHUAN IBU DAN SANITASI TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI KECAMATAN LABUAN KABUPATEN PANDEGLANG Ramdaniati, Siti Nur; Nastiti, Dian
HEARTY Vol 7 No 2 (2019): AGUSTUS
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.489 KB) | DOI: 10.32832/hearty.v7i2.2877

Abstract

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah lima tahun) akibat dari  kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya dan memiliki risiko terjadinya penurunan kemampuan intelektual serta peningkatan risiko penyakit degeneratif di masa mendatang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik balita, pengetahuan ibu dan sanitasi terhadap kejadian stunting. Rancangan penelitian ini case control dengan populasi seluruh balita stunting (39 balita). Penelitian inimenggunakan metode total sampling dengan jumlah 39 kasus dan 39 kontrol. Data dikumpulkan dengan wawancara menggunakan kuesioner dan antropometri untuk mengukur tinggi badan. Pengolahan data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil analisis menyimpulkan bahwa terdapat hubungansignifikan antara Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) , pengetahuan ibu, kepemilikan jamban dan sumber air terhadap kejadian stunting pada balita di Kecamatan Labuan. Pihak Puskesmas sebaiknya melakukan kelas ibubalita dan ibu hamil secara berkala serta kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam kepemilikan jamban dan sumber air bersih.
HUBUNGAN KADAR 25-HIDROKSI VITAMIN D SERUM DENGAN DERAJAT KEPARAHAN INFEKSI DENGUE Birman, Yuliza; ., Efrida; Rasyid, Rosfita
HEARTY Vol 7 No 2 (2019): AGUSTUS
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.679 KB) | DOI: 10.32832/hearty.v7i2.2873

Abstract

Derajat keparahan infeksi dengue dipengaruhi oleh sistem imun pejamu. Kerja sistem imun dipengaruhi oleh imunomodulator, salah satunya vitamin D. Kadar Vitamin D berbeda pada derajat keparahan infeksi dengue. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar 25-hidroksi vitamin D serum dengan derajat keparahan infeksi dengue. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional terhadap 32 pasien yang didiagnosis infeksi dengue di RSI Siti Rahmah Padang. Sampel dipilih dengan metode consecutive sampling. Kadar 25-hidroksivitamin D serum diukur menggunakan metode ELISA. Derajat keparahan infeksi dengue terbagi menjadi demam dengue dan demam berdarah dengue, berdasarkan kadar albumin serum yang diukur dengan metodekolorimetri. Analisis hasil penelitian secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji t. Hasil penelitian mendapatkan rerata kadar 25-hidroksi vitamin D serum infeksi dengue 23,09±11,39 ng/mL. Derajat keparahaninfeksi dengue lebih banyak demam dengue (84,4%). Kadar 25-hidroksi vitamin D lebih tinggi pada demam berdarah dengue (30,41±11,82ng/mL). Tidak terdapat hubungan antara kadar 25-hidroksi vitamin D denganderajat keparahan infeksi dengue. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antarakadar 25-hidroksi vitamin D serum dengan derajat keparahan infeksi dengue
HUBUNGAN KOMPONEN HEALTH BELIEF MODEL DENGAN UPAYA PENCEGAHAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL PADA IBU RUMAH TANGGA MELALUI PENGGUNAAN KONDOM Agustina, Silvia Ari
HEARTY Vol 7 No 2 (2019): AGUSTUS
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.625 KB) | DOI: 10.32832/hearty.v7i2.2874

Abstract

IMS merupakan penyakit yang banyak ditularkan meelalui hubungan seksual. Penggunaan pengaman atau kondom saat berhubungan seksual efektif untuk mencegah penyakit ini. IMS banyak menjangkiti kelompok berisiko seperti WPS, akan tetapi belakangan terakhir ini Ibu Rumah Tangga yang notabenenya hanya punya satu pasangan bisa terjangkit penyakit IMS ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan komponen Health Belief Model (HBM) dengan perilaku penggunaan kondom pada ibu rumau tangga. Metodepenelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah mixed methodology dengan strategi eksplanatoris sekuensial. Penelitian ini dimulai dari pengumpulan data kuantitatif terlebih dahulu, setelah selesai untukmemperkuat hasil ditambah dengan data kualitatif. Jumlah sampel untuk data kuantiatif sebanyak 101 responden. Sedangkan untuk data kualitatif melibatkan 2 Ibu Rumah Tangga, 2 Suami, petugas Puskesmas yang melayani penapisan Infeksi Menular Seksual dan 1 Lembaga Swadaya Masyarakat. Analisis yang digunakan adalah regresi linier ganda. Validitas dan reliabilitas data kualitatif menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil Penelitian terdapat hubungan yang positif dan secara statistik signifikan antara penggunaankondom dengan beberapa variabel independen yang diteliti. Secara statistik diperoleh hasil yang signifikan adalah variabel persepsi kerentanan (b:-0,12; CI 95%: -0,23 hingga -0,00; p<0,05), persepsi hambatan kondom(b:-0,11; CI 95%: -0,22 hingga -0,00; p<0,05), dan efikasi diri (b: 0,19; CI 95%: 0,10 hingga 0,28; p<0,01). Secara bersama-sama seluruh variabel independen di dalam model regresi linier ganda ini mampu menjelaskanperilaku penggunaan kondom sebesar 32%. Ibu Rumah Tangga sering mengajak suami untuk menggunakan kondom, tetapi suami sering menolak dengan berbagai alasan, misalnya kurang nyaman menggunakan kondom
FAKTOR RISIKO KEJADIAN PENYAKIT ISPA PADA BALITA DI PUSKESMAS LAONTI KABUPATEN KONAWE SELATAN Kusnan, Adius; Alifariki, La Ode; Pujirahayu, Rahminingrum
HEARTY Vol 7 No 2 (2019): AGUSTUS
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.199 KB) | DOI: 10.32832/hearty.v7i2.2875

Abstract

Infeksi Saluran Pernafasan Akut masih merupakan masalah kesehatan utama di Indonesia terutama pada balita. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor risiko kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut pada balita. Jenis penelitian inimenggunakan desain penelitian case control study. Populasi penelitian adalah balita yang menderita infeksi saluran pernapasan akut usia 7 sampai 59 bulan. Sampel berjumlah 70 balita yang terdiri dari 35 kasus dan 35 kontrol. Hasilpenelitian menunjukkan faktor risiko kejadian penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut pada balita dengan nilai OR hitung masing-masing diperoleh kepadatan hunian rumah (OR = 3,24; CI 95% = 1,21-8,62), pemberian ASI eksklusif(OR = 3,85; CI 95% = 1,4-10,5), kebiasaan merokok di dalam rumah (OR = 6,35; CI 95% = 2,0-20,1). Kesimpulan penelitian adalah kepadatan hunian rumah, pemberian ASI eksklusif, dan kebiasaan merokok di dalam rumahmerupakan faktor risiko kejadian infeksi saluran napas akut
GAMBARAN KEMAMPUAN DAN KEMAUAN MEMBAYAR PASIEN RUMAH SAKIT UMUM PURI RAHARJA DENPASAR Wirajaya, Made Karma Maha
HEARTY Vol 7 No 2 (2019): AGUSTUS
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.645 KB) | DOI: 10.32832/hearty.v7i2.2876

Abstract

Kemampuan dan kemauan membayar penting karena berpengaruh terhadap tingkat pemanfaatan pelayanan kesehatan dan pendapatan yang diterima. Menurunnya tingkat pendapatan rawat inap yang diperoleh RumahSakit Puri Raharja dapat mengindikasikan adanya masalah keterjangkauan daya beli masyarakat terhadap pelayanan kesehatan terutama kemampuan dan kemauan membayar. Penelitian ini bertujuan mengetahuigambaran kemampuan dan kemauan membayar pasien rawat inap di Rumah Sakit Puri Raharja. Rancangan penelitian ini adalah crossectional. Sampel diambil secara purposive sampling dan data dikumpulkan melaluiwawancara dengan kuesioner kepada 100 pasien rawat inap. Hasil penelitian ini mendapatkan bahwa rata rata kemampuan membayar pasien di kamar kelas VVIP sebesar Rp 3.202.500, VIP A sebesar Rp 3.089.898, VIP Bsebesar Rp 3.471.454, VIP C sebesar Rp 2.963.912, kelas I sebesar Rp 2.221.508, kelas II sebesar Rp 2.124.764 dan kelas III sebesar Rp 1.389.435 sedangkan kemauan membayar pasien pada kamar kelas VVIP sebesar Rp745.000, VIP A sebesar Rp 600.000, VIP B sebesar Rp 575.000, VIP C sebesar Rp 530.000, kelas I sebesar Rp 457.000, kelas II sebesar Rp 320.000 dan kelas III sebesar Rp 240.000. Diharapkan pihak rumah sakit perlumempertimbangkan kemampuan dan kemauan membayar pasien selain unit cost dalam penyusunan tarif rawatinap sehingga masyarakat dapat menjangkau pelayanan rawat inap yang disediakan

Page 4 of 43 | Total Record : 421