cover
Contact Name
Uba Umbara
Contact Email
uba.bara@upmk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
uba.bara1985@upmk.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
JUMLAHKU: Jurnal Matematika Ilmiah STKIP Muhammadiyah Kuningan
ISSN : 24433500     EISSN : 2654833X     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
JUMLAHKU published scientific articles through digital journals in 2015 with issue volume 1 number May 1 2015. The period of publication of this journal is every May and November.
Arjuna Subject : -
Articles 231 Documents
ANALISIS KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA PESERTA DIDIK BERDASARKAN KEMANDIRIAN BELAJAR DAN GENDER SELAMA PANDEMI Nadiya Eka Suryani; Evi Susanti; Nur' Aisha; Puput Safitri Wijaya; Citra Utami
JUMLAHKU: Jurnal Matematika Ilmiah STKIP Muhammadiyah Kuningan Vol 10 No 1 (2024): JUMLAHKU VOL.10 NO.1 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jumlahku.v10i1.3691

Abstract

Riset ini dilakukan karena adanya permasalahan pada kurangnya pemahaman konsep mathematics peserta didik. Riset ini adalah riset kualitatif deskriptif dengan tujuan untuk mengetahui kriteria pemahaman konsep mathematics peserta didik berdasarkan kemandirian belajar dan gender selama masa pandemi. SMP Negeri 8 Singkawang merupakan tempat dilakukannya riset dengan melibatkan peserta didik kelas VII. Tes pemahaman konsep mathematics, kuisioner, dan interview merupakan teknik pengumpulan data yang digunakan. Sedangkan reduksi data, presentasi data, dan penarikan konklusi merupakan teknik analisis data yang dilakukan. Hasil dari riset ini mengindikasikan (1) rata-rata pemahaman konsep mathematics peserta didik saat belajar daring selama pandemi menyandang kriteria tinggi untuk seluruh kriteria kemandirian belajar, baik dari segi sedang, rendah ataupun tinggi, (2) rata-rata peserta didik dengan gender perempuan menyandang pemahaman konsep mathematics saat belajar daring yakni sebesar 77,8 sedangkan rata-rata peserta didik dengan gender laki-laki menyandang pemahaman konsep saat belajar daring yakni sebesar 72,8. Adapun konklusi dari hasil riset ini yaitu (1) peserta didik yang menyandang kriteria kemandirian belajar tinggi, sedang, maupun rendah yang belajar daring saat pandemi menyandang pemahaman konsep mathematics yang tinggi. (2) Peserta didik dengan gender perempuan menyandang kriteria pemahaman konsep mathematics yang unggul daripada peserta didik dengan gender laki-laki saat belajar daring selama pandemi.
SYSTEMATIC LITERATUR REVIEW: SATU DEKADE PENELITIAN KEMAMPUAN SPASIAL DAN ICT Desy Lusiyana; Nurjanah
JUMLAHKU: Jurnal Matematika Ilmiah STKIP Muhammadiyah Kuningan Vol 10 No 1 (2024): JUMLAHKU VOL.10 NO.1 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jumlahku.v10i1.3692

Abstract

Kemampuan spasial merupakan kemampuan untuk memanipulasi, memutar, membalik, atau memutar secara mental stimuli yang disajikan secara gambaran. Tujuan penelitian ini yaitu menelusuri metode penelitian yang sering digunakan untuk meningkatkan kemampuan spasial dan teknologi yang sering digunakan untuk mengukur kemampuan spasial. Metode yang digunakan yaitu systematic literatur review dengan langkah prisma yang menggunakan aplikasi covidence. Langkah yang dilakukan yaitu mencari sumber literatur. Pada penelitian ini sumber literatur yang digunakan yaitu artikel dengan terindeks Scopus. Diperoleh 138 artikel terindeks scopus yang diperoleh dengan kata kunci spatial ability, ICT dan geometri. Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan covidence menggunakan langkah PRISMA. Langkah-langkah tersebut dibagi menjadi tiga bagian yaitu identification, screen, dan Included. Terdapat 47 artikel dengan kriteria terdapat kemampuan spasial pada materi geometri. Populasi/sampelnya pada siswa Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, dan Perguruan Tinggi. Hasil analisis data diperoleh selama 10 tahun terdapat 33 artikel yang mengkaji kemampuan spasial pada pembelajaran matematika dengan artikel terpublish terbanyak yaitu pada tahun 2021 sebanyak 7 artikel dan media pembelajaran yang sering digunakan yaitu Augmented RealityKemampuan spasial merupakan kemampuan untuk memanipulasi, memutar, membalik, atau memutar secara mental stimuli yang disajikan secara gambaran. Tujuan penelitian ini yaitu menelusuri metode penelitian yang sering digunakan untuk meningkatkan kemampuan spasial dan teknologi yang sering digunakan untuk mengukur kemampuan spasial. Metode yang digunakan yaitu systematic literatur review dengan langkah prisma yang menggunakan aplikasi covidence. Langkah yang dilakukan yaitu mencari sumber literatur. Pada penelitian ini sumber literatur yang digunakan yaitu artikel dengan terindeks Scopus. Diperoleh 138 artikel terindeks scopus yang diperoleh dengan kata kunci spatial ability, ICT dan geometri. Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan covidence menggunakan langkah PRISMA. Langkah-langkah tersebut dibagi menjadi tiga bagian yaitu identification, screen, dan Included. Terdapat 47 artikel dengan kriteria terdapat kemampuan spasial pada materi geometri. Populasi/sampelnya pada siswa Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, dan Perguruan Tinggi. Hasil analisis data diperoleh selama 10 tahun terdapat 33 artikel yang mengkaji kemampuan spasial pada pembelajaran matematika dengan artikel terpublish terbanyak yaitu pada tahun 2021 sebanyak 7 artikel dan media pembelajaran yang sering digunakan yaitu Augmented Reality.
PENGEMBANGAN SOAL BERBASIS ASESMEN KOMPETENSI MINIMUM UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN LITERASI NUMERASI SISWA Hardiwan; Asep Nursangaji; Munaldus; Halini; Dona Fitriawan
JUMLAHKU: Jurnal Matematika Ilmiah STKIP Muhammadiyah Kuningan Vol 10 No 1 (2024): JUMLAHKU VOL.10 NO.1 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jumlahku.v10i1.3708

Abstract

Penelitian ini didasari oleh rendahnya kemampuan literasi numerasi siswa yang dikarenakan belum terbiasanya siswa menyelesaikan soal-soal literasi numerasi dan soal-soal literasi numerasi masih belum banyak tersedia sehingga guru kesulitan untuk memberikan soal literasi numerasi kepada siswa. Oleh sebab itu, perlu untuk dikembangkan soal matematika yang mampu mengukur kemampuan literasi numerasi siswa. Metode yang diterapkan pada penelitian ini yaitu Research and Development dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) tanpa menjalankan tahap keempat dan kelima. Proses pengembangan dimulai dari tahap analisis, yang meliputi analisis kurikulum, kebutuhan, serta materi dan soal. Setelah itu, pada tahap desain dirancang prototipe produk, kemudian pada tahap pengembangan produk tersebut dikonsultasikan kepada tiga orang ahli sebagai validator. Selanjutnya dilaksanakan uji coba produk kepada siswa untuk mengetahui validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh soal mempunyai koefisien validitas lebih besar dari 0,6 yang berarti kategori seluruh soal yang dikembangkan tergolong valid. Soal-soal yang dikembangkan juga sangat reliabel karena mempunyai koefisien reliabilitas sebesar 0,853. Dengan demikian, disimpulkan bahwa penelitian pengembangan ini menghasilkan lima butir soal berbasis AKM untuk mengukur kemampuan literasi numerasi siswa materi statistika yang valid dan reliabel.
EFEKTIVITAS PBL TERINTEGRASI STEM DITINJAU KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA Rahmi Hidayati; Firda Halawati; Hedawati
JUMLAHKU: Jurnal Matematika Ilmiah STKIP Muhammadiyah Kuningan Vol 10 No 1 (2024): JUMLAHKU VOL.10 NO.1 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jumlahku.v10i1.3763

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan guna membandingkan keefektifan antara PBL yang terintegrasi STEM dengan konvensional terhadap kemampuan pemecahan masalah dan kepercayaan diri siswa. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian eksperimen semu. Seluruh siswa kelas XI SMA Darul Hijrah Puteri Martapura merupakan populasi dalam penelitian ini, sedangkan untuk sampel dilakukan secara acak didapatkan yakni kelas XI A sebagai kelas eksperimen dan Kelas XI C sebagai kelas kontrol. Analisis uji yang digunakan adalah uji manova T2 Hotelling dan uji t-test dua sampel. Hasil penelitian dengan taraf signifikansi 5% menunjukkan bahwa: 1) Adanya perbedaan keefektifan pembelajaran matematika model PBL terintegrasi STEM dengan pembelajaran secara konvensional terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa 2) model PBL terintegrasi STEM lebih efektif daripada konvensional dilihat dari kemampuan pemecahan masalah siswa, 3) untuk tingkat kepercayaan diri siswa model PBL terintegrasi STEM lebih efektif dibandingkan secara konvensional.
KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DENGAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME PADA PESERTA DIDIK DI SMA Mutiara Ranum Rasdindra; Ahmad Yani T; Dona Fitriawan
JUMLAHKU: Jurnal Matematika Ilmiah STKIP Muhammadiyah Kuningan Vol 10 No 1 (2024): JUMLAHKU VOL.10 NO.1 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jumlahku.v10i1.3806

Abstract

Terdapat banyak aspek pengajaran dan pembelajaran yang dapat meningkatkan serta mendukung peserta didik selama studi mereka. Potensi yang perlu dimiliki perserta didik yaitu kemampuan komunikasi matematis yang tinggi harus didukung dengan pendekatan yang tepat sesuai dengan proses pembelajaran di sekolah. Ketika mereka mempunyai kemampuan komunikasi matematis yang baik maka ia akan mampu menyajikan ide-ide mereka secara efektif dan akurat yang bertujuan untuk mendukung keseluruhan suatu pendekatan pembelajaran misalnya pendekatan pembelajaran konstruktivis. Pendekatan kontruktivisme merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan pada peserta didik sebagai partisipan aktif ketika menemukan ide-ide baru baik melalui proses belajar mengajar maupun melalui pengalaman sehari-hari, dan dalam hal ini pendidik sebagai fasilitator dalam proses belajar mengajar. Metode penelitian yang digunakan adalah inferensi kuantitatif dengan menggunakan pendekatan pembelajaran pra eksperimen atau desain kelompok untuk mengungkap dan menjelaskan bagaiman perbedaan yang terjadi sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil yang ditunjukkan dalam penelitian ini bahwa kemampuan komunikasi matematis peserta didik yang menggunakan pendekatan yang digunakan oleh guru atau konvensional relative rendah. Hal ini dibuktikan dari hasil pra riset. Sebelum menerapkan pendekatan kontruktivis terlebih dahulu dilakukan pre-test bertujuan untuk mengetahui kemampuan awal komunikasi matematis peserta didik, dan setelah menerapkan pendekatan konstruktivis dilakukan post-test untuk mengetahu derajat komunikasi matematis peserta didik yang dilakukan pada bagian akhir. Hasil akhir penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan komunikasi matematis peserta didik sebelum dan sesudah diterapkan pendekatan kontruktivis yang berdampak positif terhadap kemampuan komunikasi matematis peserta didik.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR GEOMETRI RUANG DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PROJECT BASED LEARNING (PjBL) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH Safran; Orin Asdarina
JUMLAHKU: Jurnal Matematika Ilmiah STKIP Muhammadiyah Kuningan Vol 10 No 1 (2024): JUMLAHKU VOL.10 NO.1 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jumlahku.v10i1.3815

Abstract

Penelitian dan pengembangan ini dilakukan untuk menghasilkan modul ajar geometri ruang dengan menggunakan model Project Based Learning (PjBL) untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah di SD Negeri 10 Susoh. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima langkah: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Penelitian ini dibatasi sampai tahap pengembangan. Berdasarkan penilaian dari tiga validator, modul ajar geometri ruang dengan menggunakan model PjBL ini dinilai valid dari aspek materi dan media, modul ajar mendapatkan nilai rata-rata sebesar 84% dengan kategori sangat valid. Sedangkan dari aspek media, modul ajar mendapatkan nilai sebesar 91% dengan kategori sangat valid. Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwasanya modul ajar geometri ruang dengan menggunakan model Project Based Learning (PjBL) untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah telah memenuhi kriteria kevalidan dari kedua aspek yang dievaluasi.
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA SMA MELALUI MODEL PROBLEM-BASED LEARNING BERDIFERENSIASI BERBANTUAN GEOGEBRA Diningrum, Rucita Iga; Eliyarti, Wisma; Anggiana, Agus Dede
JUMLAHKU: Jurnal Matematika Ilmiah STKIP Muhammadiyah Kuningan Vol 10 No 2 (2024): JUMLAHKU VOL.10 NO.2 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jumlahku.v10i2.3941

Abstract

Dalam bidang pendidikan, matematika memegang peranan penting dalam membantu siswa mengembangkan kapasitas berpikir kritis, sistematis, logis, dan rasional. Kini, para pendidik dituntut untuk fokus membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis di kelas. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru mata pelajaran, nilai sumatif akhir semester siswa Kelas X SMAN 18 Bandung masih di bawah kriteria KKM. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah siswa yang menggunakan GeoGebra sebagai pendamping model problem-based learning terdiferensiasi mengalami peningkatan kemampuan berpikir kritis matematika lebih baik daripada siswa yang menggunakan model pembelajaran tradisional. Partisipan penelitian adalah siswa kelas X SMAN 18 Bandung. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas X-4 sebagai kelompok eksperimen dan kelas X-2 sebagai kelompok kontrol. Teknik penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggabungkan desain kelompok kontrol non-ekuivalen dengan desain kuasi eksperimen. Soal-soal deskriptif dari ujian kemampuan berpikir kritis matematis digunakan sebagai alat bantu penelitian. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa meningkat lebih banyak ketika mereka menggunakan model problem-based learning terdiferensiasi dengan bantuan GeoGebra daripada ketika mereka menggunakan model pembelajaran tradisional.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: KESULITAN BELAJAR PADA MATERI MATRIKS TINGKAT SMA SAMPAI PERGURUAN TINGGI Rahmi Nur'aini Azzahra; Suryadi, Didi; Nurjanah
JUMLAHKU: Jurnal Matematika Ilmiah STKIP Muhammadiyah Kuningan Vol 10 No 2 (2024): JUMLAHKU VOL.10 NO.2 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jumlahku.v10i2.3963

Abstract

Pada tingkat sekolah menengah maupun perguruan tinggi sering kali terjadi kesulitan belajar dalam memahami konsep-konsep abstrak seperti matriks. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis kesulitan belajar pada materi matriks sehingga bisa mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih efektif untuk memfasilitasi pemahaman yang lebih baik terhadap konsep matriks di Indonesia. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) menggunakan langkah-langkah PRISMA dengan website Covidence. Sumber literatur diperoleh dari Google Scholar melalui PoP (Publish or Perish) dengan menggunakan kata kunci “kesulitan belajar”, “matriks”, dan “pendidikan matematika” yang mencakup total 200 artikel. Setelah melalui langkah-langkah PRISMA diperoleh 18 artikel untuk dikaji. Berdasarkan hasil kajian menggunakan SLR terdapat total 6 artikel penelitian tentang kesulitan belajar pada materi matriks dari tahun 2019 hingga 2024 yang diterbitkan pada tahun 2023. Jawa Barat merupakan daerah yang sangat produktif dengan minat yang besar terhadap bidang ini, sebanyak 6 artikel. Jenjang pendidikan yang dijadikan sampel terbanyak adalah pada jenjang SMA sebanyak 13 artikel. Artikel yang paling banyak dikutip berjudul Analisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal matriks dan kaitannya dengan motivasi belajar matematika pada kelas XI dari Jurnal Euclid yaitu sebanyak 34 kali. Sedangkan kesulitan belajar yang sering terjadi adalah kesulitan belajar dalam menggunakan konsep sebesar 46,875% atau yang ditemukan pada 15 artikel.
IDENTIFIKASI BENTUK-BENTUK ETNOMATEMATIKA PADA POLA LANTAI TARI TRADISI ZAPIN ALON PESISIR Fisky, Arasi; Syani Putri, Nurul Hilda; Elvi, Mariyanti
JUMLAHKU: Jurnal Matematika Ilmiah STKIP Muhammadiyah Kuningan Vol 10 No 2 (2024): JUMLAHKU VOL.10 NO.2 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jumlahku.v10i2.4041

Abstract

Tari Zapin Alon Pesisir merupakan jenis tarian adat yang berasal dari kebudayaan melayu Lingga, tepatnya di Sanggar Seni Langgam Selatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji etnomatematika yang terdapat pada pola lantai tari tradisi zapin alon pesisir. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah pegiat seni di Dabo Singkep sekaligus pemilik dari Sanggar Seni Langgam Selatan yang bernama Boy Andika S.Pd.SD yang menjabat sebagai Guru di SDN 002 Singkep. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan peneliti sebagai instrument utama. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis domain, taksonomi, komponensial, dan tema budaya. Hasil penelitian didapati aktivitas mengukur yang terdapat pada saat penari memasuki pentas dan melakukan perpindahan pada pola yang sudah ditetapkan oleh koreografer. Penari menggunakan alat ukur tidak baku yaitu langkah kaki, sehingga ditemukan konsep matematika berupa satuan tidak baku. Aktivitas mendesain terdapat pada gerak alif, dimana posisi tangan dan kaki penari membentuk sudut dan pada bentuk pola lantai tari Zapin Alon Pesisir, sehingga ditemukan konsep geometri berupa sudut, garis dan bangun datar seperti jajargenjang, lingkaran, persegi.
LITERASI NUMERASI SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL PISA DITINJAU DARI RESILIENSI MATEMATIS Savitri, Vira; Edy Yusmin; Hamdani Mikraj; Dede Suratman; Dian Ahmad BS
JUMLAHKU: Jurnal Matematika Ilmiah STKIP Muhammadiyah Kuningan Vol 10 No 2 (2024): JUMLAHKU VOL.10 NO.2 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jumlahku.v10i2.4052

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan dalam menjelaskan literasi numerasi siswa ketika menuntaskan soal PISA dilihat dari resiliensi matematis. Metode yang dipakai berupa metode deskriptif kualitatif dengan teknik mengumpulkan datanya memakai tes PISA konten uncertainty and data, angket resiliensi matematis serta pedoman wawancara. Subjek dari penelitian ini terdiri dari 25 siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Batu Ampar. Dari 25 siswa dipilih 1 siswa yang memilikii tingkat resiliensi matematis tinggi, sedang dan rendah untuk diwawancarai guna mengetahui lebih dalam jawaban siswa dari tes yang diberikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh subjek pada saat wawancara mengaku belum mengetahui simbol matematika dasar, walaupun begitu siswa yang mempunyaitingkat resiliensi matematis tinggi dapat menganalisa informasi yang terdapat dalam tabel dan grafik, kemudian menggunakan hasil analisis tersebut untuk menyelesaikan masalah yang diberikan, dapat memakai angka dan simbol dengan cermat untuk menyelesaikan masalah dengan efektif serta mampu mengambil kesimpulan dari analisa yang sudah dijalankan. Sedangkan, siswa dengan tingkat resiliensi matematis sedang cenderung dapat menganalisa informasi yang terdapat dalam tabel dan grafik, kemudian menggunakan hasil analisis tersebut untuk menuntaskan persoalan yang diberikan, dapat memakai angka dan simbol untuk menyelesaikan masalah dengan baik, serta mampu mengambil kesimpulan dari analisa yang sudah dijalankan. Namun, terdapat beberapa kekeliruan karena kurangnya ketelitian. Dan siswa yang memiliki tingkat resiliensi matematis rendah cenderung dapat meganalisa informasi yang terdapat dalam tabel dan grafik, kemudian menggunakan hasil analisis tersebut dalam memecahkan persoalan yang diberikan, serta mampu memakai angka dan simbol untuk menyelesaikan persoalan dengan baik.