cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
JPSCR : Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research
ISSN : -     EISSN : 2503331x     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Journal of Pharmaceutical Science And Clinical Research (e-ISSN 2503-331x) offers a forum for publishing the original research articles, review articles from contributors, and the novel technology news related to pharmaceutical science and clinical research. Scientific articles dealing with natural products, pharmaceutical science-industry and clinical research, etc. are particularly welcome. The journal encompasses research articles, original research report, reviews, short communications and scientific commentaries pharmaceutical science and clinical research including: bioactive products, chemotaxonomy, chemistry, ecological biochemistry, metabolism, pharmacy management, pharmacoeconomics, pharmacoepidemiology, clinical pharmacy, community pharmacy, pharmaceutical social and pharmaceutical industry.
Arjuna Subject : -
Articles 100 Documents
Perbedaan Efektivitas Penggunaan Metformin-Insulin versus Metformin-Vildagliptin Terhadap Profil Glikemik Pasien DMT2 di Instalasi Rawat Jalan RSISA Periode 2022 Timur, Willi Wahyu; Pradesti, Asmahan Nabila
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v9i1.71945

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit tidak menular yang ditandai dengan gangguan kondisi metabolisme dengan gejala umum yaitu peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia). Jumlah kasus DM semakin meningkat dari tahun ke tahun.Tata laksana terapi  pasien DM tipe 2 dapat dilakukan melalui 4 pilar, yaitu edukasi, pola makan, aktivitas fisik, dan terapi farmakologi. Terapi farmakologi obat antidiabetik terbagi atas injeksi insulin dan oral. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan efektivititas penggunaan obat metformin-insulin versus metformin-vildagliptin pada pasien DM tipe 2 di RS Islam Sultan Agung Semarang. Penelitian ini termasuk jenis penelitian observasional. Pengambilan data secara retrospektif.Data dilakukan analisis menggunakan SPSS dengan uji parametrik yaitu uji independent t-test  dan uji non parametrik menggunakan Mann-Whitney test untuk mengetahui perbandingan efektivitas 2 kelompok obat.Hasil penelitian analisis perbandingan efektivitas penggunaan Metformin-insulin versus metformin-vildagliptin terhadap profil glikemik diperoleh nilai signifikansi profil glikemik HbA1c 0,494 p(>0,05) dan GDS 0,638 p(>0,05).Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap profil glikemik pada kelompok metformin-insulin maupun metformin-vidagliptin. 
Tamanu Oil (Calophyllum inophyllum L.) Promotes Wound-Healing Activity in Alloxan-Induced Diabetic Rats, and Its Fatty Acids Profile Rakhmawati, Rita; Hadi, Saptono; Ainurofiq, Ahmad; Nugraheni, Estu Retnaningtyas; Choiri, Syaiful; Pratama, Tiara Dewi Salindri
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v9i2.80107

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a metabolic disease and is a severe threat because it causes diabetic wounds. Treating injuries in patients with DM is dominated by synthetic chemicals such as anti-inflammatory, corticosteroids, and antibacterial. It has side effects, so further exploration of natural ingredients is needed. One plant that has the potential to heal wounds is tamanu oil or nyamplung oil. This study aimed to investigate the effect of tamanu oil on the healing of diabetic wounds and the fatty acid composition profile. Male rats of the Wistar strain (Ratus novergius) were given incision wounds along a 2 cm depth of 2 mm, randomly divided into three groups, by applying topically twice a day. We are profiling fatty acids using gas chromatography-mass spectrometry (GC-MS). As far as we know, this is the first study showing that tamanu oil can speed up the healing of diabetic wounds in rats. The Tamanu oil containing oleic acid (42.65%), linoleic acid (25.69%), stearic acid (16.50%), and palmitic acid (12,93) had better effectiveness than other groups, demonstrated by wound closure exceeding 50% on day six and wound closure by 100% on day nine.
Adjusment Dosis pada Pengobatan Tuberculosis Paru Terkonfirmasi Bakteriologis dengan Gangguan Fungsi Ginjal: Case Report Study Tanayawati, Tri; Yulia, Rika; Herawati, Fauna; Erik, Januari; Fatmawati, Umi; Gondokesumo, Marisca Evalina
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v11i1.87600

Abstract

Pengobatan Tuberculosis (TB) secara signifikan mempengaruhi fungsi ginjal karena banyak obat TB diekskresikan melalui ginjal. Akibatnya, pada pasien dengan chronic kidney disease (CKD), dosis pemberian yang tidak tepat akan berujung pada kegagalan terapi atau meningkatnya efek samping. Laporan kasus ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak penyesuaian dosis obat antituberkulosis (OAT), berbasis fungsi ginjal terhadap keamanan dan luaran klinis pada pasien TB dengan CKD stadium lanjut.  Seorang pasien sesak nafas selama 3 bulan terdiagnosis sebagai Tuberculosis (TB) paru terkonfirmasi bakteriologis yang sedang terapi antituberkulosis (OAT), Acute Kidney Injury (AKI) dd Acute on Chronic Kidney Disease (ACKD) mendapatkan terapi obat antituberkulosis (OAT) yang sudah dilakukan penyesuaian dosis berdasarkan nilai klirens kreatinin yaitu rifampisin 600 mg dan isoniazid 300 mg diberikan masing-masing tiap 24 jam. Pirazinamid 1250 mg dan etambutol 1000 mg diberikan 3x seminggu (senin, rabu, jumat. Hasil ini menunjukkan bahwa penyesuaian dosis berdasarkan fungsi ginjal untuk pasien CKD menghasilkan hasil yang baik dalam 11.0 mg/dL turun menjadi 8.3 mg/dL hal kemanjuran terapi yang serupa dengan pasien non-CKD. Penyesuaian dosis OAT berbasis fungsi ginjal meningkatkan keamanan terapi tanpa mengurangi efektivitas pengobatan. Pemantauan fungsi ginjal secara berkala direkomendasikan untuk mengoptimalkan luaran klinis dan mencegah toksisitas obat pada pasien tuberkulosis dengan CKD.
Uji Aktivitas Afrodisiaka Ekstrak Sambiloto (Andrographis Paniculata) pada Tikus Jantan Galur Wistar Pratama, Tiara Dewi Salindri; Wahyuni, Dinar Sari Cahyaningrum; Ainurofiq, Ahmad; Hadi, Saptono; Choiri, Syaiful; Rakhmawati, Rita; Nugraheni, Estu Retnaningtyas
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v11i1.94957

Abstract

Salah satu obat tradisional yang sudah digunakan sejak zaman dahulu secara turun menurun di Indonesia adalah sambiloto.  Permasalahan disfungsi seksual, terutama pada pria, dapat berdampak signifikan terhadap kualitas hidup dan kesehatan mental. Pemilihan sambiloto sebagai bahan baku karena tanaman sambiloto memiliki aktifitas sebagai afrodisiak melalui pengaturan kadar hormon atau efek langsung pada jaringan seksual. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengkaji aktivitas seksual hewan uji tikus jantan galur Wistar pada efek pemberian ekstrak etanol sambiloto. Selama tujuh hari, hewan uji akan diberikan ekstrak setiap hari, dan perilaku seksualnya akan diamati 30 menit setelah pemberian terakhir. Kelompok perlakuan pada penelitian ini dibagi menjadi 5 yaitu perlakuan kontrol negatif yang diberikan aquades, perlakuan kontrol positif yang menerima ekstrak pasak bumi dengan dosis sebanyak 7,5 mg/kgBB, serta kelompok perlakuan dengan ekstrak sambiloto, kelompok perlakuan dosis pertama (26,5 mg/kgBB), dosis kedua (50,5 mg/kgBB), dan dosis ketiga (100,5 mg/kgBB). Setiap kelompok terdiri dari tujuh tikus jantan. Dilakukan pengamatan setelah 30 menit pemberian ekstrak dengan memasukkan tikus jantan ke dalam chamber tikus betina dan diamati selama 30 menit. Parameter yang diamati meliputi Frekuensi pemasangan (Mounting Frequency), frekuensi intromisi (Intromission Frequency), latensi pemasangan (Mounting Latency), dan latensi intromisi (Intromission Latency). Hasil dari penelitian menunjukkan jika pemberian ekstrak etanol sambiloto pada dosis 26,5 mg/kgBB, 50,5 mg/kgBB, dan 100,5 mg/kgBB memengaruhi aktivitas seksual hewan uji yang dilihat dari parameter frekuensi pemasangan (Mounting Frequency), frekuensi intromisi (Intromission Frequency), latensi pemasangan (Mounting Latency), dan latensi intromisi (Intromission Latency).
Potensi Krim Solid Lipid Nanoparticle (SLN) Kombinasi Ekstrak Bunga Gemitir dan Alga Merah untuk Mengatasi Jerawat akibat Propionibacterium acnes Suari, Anak Agung Istri Padma; Kartini, Ni Komang Triayu Cita; Bandem, I Gede Yudistira Perdangga; Hantari, Ni Kadek Dwi Cahyani Cipta; Leliqia, Ni Putu Eka; Ariantari, Ni Putu
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v10i1.92332

Abstract

Bunga gemitir (Tagetes erecta L.) dan alga merah (Kappaphycus alvarezii (Doty) L.M.Liao) merupakan bahan alam yang telah dilaporkan memiliki aktivitas antibakteri dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antibakteri kombinasi ekstrak etanol bunga gemitir dan alga merah terhadap bakteri penyebab jerawat, Propionibacterium acnes ATCC 1223, serta aktivitasnya setelah diformulasi dalam bentuk sediaan sediaan krim solid lipid nanoparticle (SLN). Serbuk kering bunga gemitir dan alga merah diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Terhadap ekstrak yang diperoleh, dilakukan skrining fitokimia. Selanjutnya, masing-masing ekstrak diuji aktivitas antibakterinya terhadap P. acnes secara individual dengan metode mikrodilusi. Aktivitas antibakteri kombinasi kedua ekstrak selanjutnya diuji dengan metode mikrodilusi checkerboard. Berdasarkan hasil pengujian aktivitas antibakteri, 4 perbandingan kombinasi ekstrak dibuat dalam bentuk sediaan krim SLN yaitu formula F1, F2, F3, dan F4. Sediaan F1–F4 dievaluasi melalui uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, dan daya lekat. Aktivitas antibakteri krim SLN diuji dengan metode difusi sumuran. Berdasarkan uji skrining fitokimia yang dilakukan, flavonoid, alkaloid dan fenol terdeteksi pada kedua ekstrak, sedangkan steroid hanya terdeteksi pada ekstrak bunga gemitir. Pada pengujian aktivitas antibakteri ekstrak secara individual, ekstrak bunga gemitir dan alga merah memiliki aktivitas lemah dengan nilai konsentrasi hambat minimum (KHM) sebesar 4 dan 16 mg/mL. Kombinasi ekstrak bunga gemitir dan alga merah menghasilkan aktivitas antibakteri lebih tinggi daripada aktivitas masing-masing ekstrak secara individual terhadap P. acnes, dan dikategorikan memiliki efek aditif dengan nilai FKI sebesar 0,5312. Setelah diformulasi dalam bentuk krim SLN, hanya formula F4 yang mengandung 0,1 g ekstrak bunga gemitir dan 0,2 g ekstrak alga merah memberikan aktivitas antibakteri terhadap P. acnes dengan diameter zona hambat sebesar 16,762,46 mm. Hasil penelitian ini menunjukkan sediaan krim SLN F4 yang mengandung kombinasi ekstrak bunga gemitir dan alga merah potensial untuk diinvestigasi lebih lanjut untuk pengembangan sediaan untuk mengatasi jerawat berbasis bahan alam. 
Hubungan Selfcare Terhadap Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Dr. Moewardi Surakarta Artini, Kusumaningtyas Siwi; Irawan AM, Ady
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 10, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v10i3.93774

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah suatu kondisi yang ditandai dengan hiperglikemia yang apabila tidak ditangani dapat mengakibatkan komplikasi. Adanya komplikasi yang dialami pasien akan mengakibatkan menurunnya kualitas hidup pasien. Kualitas hidup pasien bisa terjaga apabila pasien melakukan selfcare dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi korelasi antara tingkat selfcare dan kualitas hidup pasien diabetes melitus di instalasi rawat jalan RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Penelitian ini menggunakan rancangan cross-sectional. Selfcare dinilai dengan menggunakan kuesioner DSMQ dan kualitas hidup pasien dengan menggunakan instrumen EQ-5D-5L. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara selfcare dengan kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2 yang ditandai dengan semakin baik tingkat selfcare maka semakin baik pula kualitas hidup pasien.
Eksplorasi Potensi Antidiabetes Gynura procumbens: Analisis Bibliometrik Berbasis Data Scopus Arib, Faisal Nur; Chotimah, Aditya Nurul; Kintoko, Kintoko; Salamah, Nina
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 10, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v10i3.98143

Abstract

Gynura procumbens (Lour.) Merr., tumbuhan tropis dari famili Asteraceae, telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional untuk berbagai penyakit. Studi praklinis menunjukkan potensi G. procumbens sebagai agen antidiabetes, yang relevan dengan tren peningkatan kasus diabetes melitus (DM) secara global. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi perkembangan riset praklinis G. procumbens sebagai agen antidiabetes melalui analisis bibliometrik berbasis data Scopus. Sebanyak 23 artikel terpilih (2000–2024) dianalisis menggunakan perangkat lunak VOSviewer. Analisis meliputi pemetaan tren publikasi, jaringan keterkaitan kata kunci (keyword co-occurrence), distribusi negara dan institusi, artikel paling berpengaruh, hubungan referensi bersama (bibliographic coupling), dan kutipan bersama (co-citation). Hasil menunjukkan peningkatan tren publikasi sejak tahun 2000, dengan Malaysia sebagai kontributor utama, khususnya Universiti Sains Malaysia. Tema utama mencakup efek hipoglikemik, mekanisme molekuler, identifikasi senyawa aktif, serta potensi unik dalam meningkatkan fertilitas pada kondisi DM—suatu arah riset yang jarang ditemukan pada agen antidiabetes lain. Perkembangan penelitian bergerak dari studi ekstrak kasar menuju formulasi inovatif seperti nanopartikel. Analisis bibliographic coupling dan co-citation mengungkap keterkaitan antar tema, membentuk empat klaster utama yang saling beririsan. Studi ini mengidentifikasi celah penting, termasuk kurangnya data toksikologi kronis dan profil farmakokinetik. Temuan pada penelitian ini menegaskan G. procumbens sebagai kandidat terapi antidiabetes berbasis bukti ilmiah, dengan peluang pengembangan pada terapi komplikasi reproduksi akibat DM. Temuan ini menyediakan peta tematik yang dapat dimanfaatkan peneliti untuk merancang studi multidisiplin, mempercepat pemahaman mekanisme kerja, dan mendorong pengembangan formulasi G. procumbens yang efektif dan aman untuk aplikasi klinis.
Analisis Efektivitas Biaya Terapi Tiotropium Bromide Dibandingkan dengan Salmeterol/Fluticasone Propionate pada Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) di RSUD Tabanan Yowani, Sagung Chandra; Yayanasri, Yayanasri; Niruri, Rasmaya; Noviyani, Rini
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v10i2.94437

Abstract

Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) merupakan penyakit progresif yang membutuhkan terapi jangka panjang dengan bronkodilator. Dua terapi yang banyak digunakan adalah golongan long-acting muscarinic antagonists (LAMA) yaitu Tiotropium Bromide (Spiriva®) dan kombinasi long-acting β2 agonist (LABA) dengan inhaled corticosteroids (ICS) yaitu Salmeterol/Fluticasone Propionate (Seretide®). Studi untuk menganalisis perbedaan efektivitas dan biaya antara kedua terapi tersebut perlu dilakukan. Tujuan dari studi ini adalah membandingkan nilai ICER Tiotropium Bromide dengan Salmeterol/Fluticasone Propionate. Penelitian cross-sectional dengan teknik purposive sampling diterapkan dalam penelitian ini, dimana data kejadian rawat inap, peresepan salbutamol, dan biaya medis yang diperoleh dari catatan rekam medis pasien PPOK rawat jalan pada Januari 2022 – Desember 2023 di RSUD Tabanan, yang selanjutnya dianalisis menggunakan metode analisis efektivitas biaya untuk mendapatkan nilai ICER. Diperoleh 77 sampel yang mendapatkan terapi Tiotropium Bromide dan 107 sampel dengan terapi Salmeterol/Fluticasone Propionate. Total biaya medis pada kelompok terapi Tiotropium Bromide adalah Rp919.925.338,00 dan pada kelompok terapi Salmeterol/Fluticasone Propionate adalah Rp372.639.863,00. Sementara itu, 8 dari 77 sampel pada kelompok terapi Tiotropium Bromide dan 4 dari 107 sampel pada kelompok terapi Salmeterol/Fluticasone Propionate mengalami rawat inap, sedangkan 5 dari 77 sampel pada kelompok terapi Tiotropium Bromide dan 6 dari 107 sampel pada kelompok terapi Salmeterol/Fluticasone Propionate diresepkan Salbutamol saat kunjungan rutin ke dokter. Berdasarkan data tersebut, diperoleh nilai ICER sebesar (-Rp16.096.631,6) untuk parameter kejadian rawat inap dan (-Rp18.871.912,9) untuk parameter peresepan Salbutamol. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa Salmeterol/Fluticasone Propionate adalah cost-effective dibandingkan dengan Tiotropium Bromide. 
Evaluasi Formulasi Mikrokapsul Transfersom Ekstrak Etanol 96% Jahe Merah (Zingiber officinale var. rubrum) Christian, Yulius Evan; Suhardin, Riky
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 10, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v10i3.98011

Abstract

Jahe merah merupakan salah satu jenis jahe dengan rasa dan aroma khas. Gingerol adalah metabolit utama dalam jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) yang memiliki aktivitas farmakologis. Namun, senyawa ini memiliki keterbatasan berupa stabilitas rendah dan kelarutan air yang terbatas. Mengatasi keterbatasannya, digunakan sistem penghantaran seperti mikrokapsul transfersom guna meningkatkan stabilitas dan bioavailabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi formula transfersom serta mikrokapsul transfersom ekstrak jahe merah guna meningkatkan stabilitas, bioavailabilitas, dan efisiensi penjerapan gingerol. Mikrokapsul transfersom memiliki vesikel fleksibel yang mampu meningkatkan stabilitas dan bioavailabilitas gingerol yang sensitif terhadap suhu dan pH. Dibandingkan metode penghantaran lain, transfersom lebih efektif mengatasi keterbatasan gingerol. Transfersom dibuat dengan metode hidrasi lapis tipis menggunakan variasi perbandingan fosfolipid dan Span 80 (6,5:3,5; 7,0:3,0; 9,0:1,0). Masing-masing formula diuji karakteristik fisikokimianya: ukuran partikel, indeks polidispersitas, zeta potensial, morfologi, dan efisiensi penjerapan. Formula terbaik dipilih berdasarkan kestabilan penyimpanan selama 7 hari dan parameter fisik sesuai standar nanopartikel, lalu dimikroenkapsulasi dengan metode spray drying menggunakan maltodekstrin (7,2%) dan gom arab (4,8%) sebagai bahan penyalut. Spray drying digunakan karena waktu paparan panas singkat dan suhu dapat dikendalikan agar tidak melebihi ambang stabilitas gingerol. Maltodekstrin dan gom arab melindungi gingerol dari degradasi panas sehingga tetap stabil. Karakteristik transfersom menunjukkan morfologi sferis, ukuran partikel 261,8 nm, indeks polidispersitas 0,470, zeta potensial -49,9 mV, dan efisiensi penjerapan 77,09%. Mikrokapsul memiliki morfologi sferis, ukuran partikel 433,76 nm, indeks polidispersitas 0,403, zeta potensial -32,2 mV, dan efisiensi penjerapan 93,85%. Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak jahe merah dapat diformulasikan menjadi transfersom dan mikrokapsul transfersom yang memenuhi kriteria nanopartikel, yaitu ukuran <500 nm, indeks polidispersitas <0,5, zeta potensial <-30 mV, dan efisiensi penjerapan >70%.
Narrative Review: Kandungan Senyawa Sekunder dan Aktivitas Antibakteri Spesies Pepaya (Carica papaya) dan Carica (Vasconcellea pubescens) Rahma, Nur Anisa; Diniatik, Diniatik; Astuti, Ika Yuni
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v10i2.87821

Abstract

Famili Caricaceae terdiri dari sekitar 35 spesies dalam 6 genus, termasuk Carica papaya dan Vasconcellea pubescens yang banyak dibudidayakan. Berbagai bagian tumbuhan seperti biji, buah, kulit, daun, dan akar mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin yang berpotensi sebagai antibakteri. Artikel ini bertujuan mengkaji kandungan senyawa metabolit sekunder dan aktivitas antibakteri dari C. papaya dan V. pubescens. Kajian disusun sebagai narrative review berdasarkan 134 artikel yang disaring melalui kriteria inklusi dan eksklusi, menghasilkan 20 artikel untuk dianalisis secara deskriptif. Aspek yang ditinjau meliputi spesies tanaman, bagian yang digunakan, senyawa aktif, metode uji antibakteri, dan efektivitasnya. Sumber berasal dari jurnal nasional dan internasional. Hasil review menunjukkan bahwa daun dan biji merupakan bagian paling sering dimanfaatkan sebagai antibakteri. Kandungan senyawa aktif meliputi fenolik, flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan triterpenoid. Metode uji antibakteri yang digunakan antara lain difusi agar (sumur dan cakram), uji kertas disk, pelat racun, dan metode spread plate. Bakteri yang dihambat mencakup gram positif (Bacillus cereus, B. subtilis, Staphylococcus aureus, Streptococcus pneumoniae, Clostridium perfringens, Corynebacterium diphtheriae, Listeria monocytogenes) dan gram negatif (Escherichia coli, Proteus mirabilis, Salmonella enteritidis, S. typhimurium, Shigella sonnei, Vibrio parahaemolyticus, V. vulnificus).

Page 7 of 10 | Total Record : 100