cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
JPSCR : Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research
ISSN : -     EISSN : 2503331x     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Journal of Pharmaceutical Science And Clinical Research (e-ISSN 2503-331x) offers a forum for publishing the original research articles, review articles from contributors, and the novel technology news related to pharmaceutical science and clinical research. Scientific articles dealing with natural products, pharmaceutical science-industry and clinical research, etc. are particularly welcome. The journal encompasses research articles, original research report, reviews, short communications and scientific commentaries pharmaceutical science and clinical research including: bioactive products, chemotaxonomy, chemistry, ecological biochemistry, metabolism, pharmacy management, pharmacoeconomics, pharmacoepidemiology, clinical pharmacy, community pharmacy, pharmaceutical social and pharmaceutical industry.
Arjuna Subject : -
Articles 105 Documents
Kualitas Hidup Pasien Post Stroke di Rumah Sakit Rujukan Nasional Nurhasnah Nurhasnah; Endang Sulistiyaningsih; Rachmat Fauzie Syaf
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v8i3.61376

Abstract

Stroke adalah salah satu penyebab kematian dan kecacatan yang akan berdampak terhadap ekonomi dan kualitas hidup. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur kualitas hidup pasien post stroke dan membandingkan nilai kualitas hidupnya dengan kualitas hidup populasi masyarakat Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah non-eksperimental cross-sectional dan teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling. Data kualitas hidup masyarakat Indonesia diperoleh dari artikel yang telah dipublikasi sebelumnya. Data kualitas hidup pasien post stroke diperoleh dari hasil pengisian kuesioner di salah satu rumah sakit khusus di Sumatra Barat dan data lainnya diperoleh dari rekam medis pasien. Penilaian kualitas hidup menggunakan kuesioner EQ-5D-5L dan EQ-VAS versi bahasa Indonesia. Sebanyak 109 pasien post stroke terlibat dalam penelitian. Nilai rata-rata utilitas pasien post stroke dengan menggunakan EQ-5D-5L adalah 0,47±0,16dan rata-rata skor EQ-VAS adalah 76,88±10,81. Nilai rata-rata kualitas hidup pasien post stroke dibawah nilai rata-rata kualitas hidup masyarakat Indonesia yaitu 0,91±0,11 (EQ-5D-5L) dan 79,39±14,01 (EQ-VAS). Dapat disimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan kualitas hidup pasien post stroke dengan masyarakat umum Indonesia (nilai p< 0,001) dengan menggunakan kuesioner EQ-5D-5L dan kualitas hidup masyarakat Indonesia lebih baik dibandingkan pasien post stroke.
Effect of Papaya Seeds (Carica papaya) and Gandarusa Leaves (Justicia gendarussa) on the Spermatozoa Quality of Male Mice Jangga Jangga; Abdul Wahid Suleman; Saparuddin Latu; Sri Wulan Rini
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v9i1.69885

Abstract

Papaya seeds (Carica papaya L.) and gandarusa leaves (Justicia gendarussa Burm.f.) are considered medicinal plants that can be used as natural male contraceptives. Papaya seeds contain alkaloids, triterpenoids, saponins, and papain. Meanwhile, the gandarusa leaves contain flavonoids. These compounds have the function of antifertility for men. The purpose of this study was to determine the effect of papaya seeds (Carica papaya L.) ethanol extracts, gandarusa leaves (Justicia gendarussa Burm.f.), and its combination on motility, viability, and morphology of male mice spermatozoa (Mus musculus) most effective decrease concentration on motility, viability, and morphology of male mice spermatozoa (Mus musculus). This research was an experimental study. The samples of this study were 18 male mice with a body weight of 20-30 grams, aged 3-5 months, and were divided into six groups. The treatments given were control, papaya seed ethanol extract, gandarusa leaves ethanol extract, and its combinations to concentrations of P1 Na CMC1%, P2 (papaya seed 100mg/kgW), P3 (gandarusa leaf 50mg/kgW), P4 (papaya seed : gandarusa leaf 50:50 mg/kgW), P5 (papaya seed : gandarusa leaf  50:100 mg/ kgW), P6 (papaya seed : gandarusa leaf 100:50 mg/kgW). The extract was given for 35 days. On the 36th day, the mice were dissected to take their epididymis to observe the spermatozoa's quality (motility, viability, morphology). Those observations used a light microscope. Data were analyzed using one-way ANOVA and LSD post hoc tests. This study resulted differences in P1, P2, P3, P4, P5, and P6 towards motility, viability, and morphology of spermatozoa (p< 0.05). The conclusion of this study showed that both single and combination ethanol extracts of papaya seeds and gandarusa leaves could reduce the motility, viability, and morphology of spermatozoa of male mice, and the effective dosage in reducing motility, viability, and morphology of spermatozoa is P3 gandarusa leaves 50mg/kgW.
Efektivitas Stick Herbal Usada Bali sebagai Antioksidan dan Anti-Inflamasi pada Mencit Putih Jantan yang Diinduksi Karagenan Ketut Agus Adrianta; I Putu Werda Bisama; Ni Nyoman Wahyu Udayani; Ni Made Dharma Shantini Suena; Agung Ari Chandra Wibawa
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v9i1.71522

Abstract

: Inflamasi disebabkan oleh terlepasnya mediator pro inflamasi di dalam tubuh, seperti TNF-α, caspase-3, dan prostaglandin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan antiinflamasi dari stick herbal Usada Bali yang mengandung rimpang kencur, bunga cengkeh, dan daun kelor pada mencit putih jantan yang diinduksi karagenan. Penelitian dilakukan dengan rancangan penelitian eksprimental laboratorium, dimana dalam pengujian antioksidan digunakan penelitian in-vtiro DPPH dengan instrument spektrofotometri UV-Vis, sedangkan pengujian antiinflamasi berupa penelitian in-vivo dengan rancangan randomize pre test and postest with control group design dan menggunakan hewan coba dengan rincian pembagian kelompok sebagai berikut: Kelompok 1 (P1) adalah kelompok perlakuan plasebo, kelompok 2 (P2) adalah kelompok perlakuan yang diberikan natrium diklofenak, kelompok 3 (P3) adalah kelompok perlakuan yang diberikan Stick Herbal Usada Bali. Pengujian antioksidan memberikan hasil bahwa sampel memiliki nilai IC50 82,285 µg/mL dengan kategori (kuat) dan nilai Antioxidant Activity Index 0,469 dengan katagori (sedang). Pengujian antiinflamasi berdasarkan analisis SPSS menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna antara kelompok kontrol negatif dengan kelompok perlakuan Stick Herbal Usada Bali dengan nilai p=0,000 (p<0,05), serta tidak terdapat perbedaan bermakna antara kelompok positif dengan kelompok perlakuan Stick Herbal Usada Bali p=0,222 (p>0,05). Efektivitas antioksidan dan antiinflamasi Stick Herbal Usada Bali dipengaruhi oleh senyawa yang terkandung di dalamnya yaitu flavonoid dan saponin yang diketahui memiliki khasiat sebagai antioksidan dan antiinflamasi. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa Stick Herbal Usada Bali berpotensi sebagai alternatif terapi antiinflamasi dan memiliki efektivitas sebagai antioksidan.
Formulasi dan Uji Antibakteri Formula Optimum Gel Kitosan Kulit Udang Vannamei (Litopenaeus vannaemei) sebagai Antiakne Naniek Widyaningrum; Fita Nadia Septiana; Rina Wijayanti; Thendi Abdul Arief
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v9i2.78870

Abstract

Acne vulgaris atau jerawat merupakan infeksi pori-pori kulit yang tersumbat dengan lemak yang berlebih. Faktor lainnya disebabkan oleh aktivitas mikroorganisme Propionibacterium acnes. Kitosan kulit udang vannamei diketahui berfungsi sebagai antibakteri. Kitosan kulit udang vannamei dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan gel untuk mendapatkan kenyamaan dan kemudahan dalam penggunaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui formula optimum sediaan gel kitosan kulit udang vannamei sebagai antiakne. Optimasi formula menggunakan Simplex Latice Design dengan variasi konsentrasi gelling agent berupa karbopol dan HPMC. Uji evaluasi fisik sediaan gel dan uji antibateri terhadap Propionibacterium acnes dilakukan. Hasil penelitian formula optimal karbopol dan HPMC diperoleh perbandingan 0.5 : 0.5 dengan persentase (1,25%)  dan HPMC (0,725%). Uji evaluasi fisik sediaan gel menunjukkan bahwa sediaan gel memiliki sifat fisik yang baik dengan viskositas 4.616 cps, pH 7.25, dan daya sebar 6.43. Hasil uji antibakteri Propionibacterium acnes didapatkan hasil daya hambat dari sampel gel kitosan (20.73 mm ± 1.33) kuat dan kontrol positif (28.56 mm ± 0.91) sangat kuat. Formula optimum dengan perbandingan karbopol dan HPMC (0.5:0.5) gel kitosan kulit udang vannamei memiliki aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acne dan memenuhi persyaratan uji sifat fisik.  
Perbedaan Efektivitas Penggunaan Metformin-Insulin versus Metformin-Vildagliptin Terhadap Profil Glikemik Pasien DMT2 di Instalasi Rawat Jalan RSISA Periode 2022 Willi Wahyu Timur; Asmahan Nabila Pradesti
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v9i1.71945

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit tidak menular yang ditandai dengan gangguan kondisi metabolisme dengan gejala umum yaitu peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia). Jumlah kasus DM semakin meningkat dari tahun ke tahun.Tata laksana terapi  pasien DM tipe 2 dapat dilakukan melalui 4 pilar, yaitu edukasi, pola makan, aktivitas fisik, dan terapi farmakologi. Terapi farmakologi obat antidiabetik terbagi atas injeksi insulin dan oral. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan efektivititas penggunaan obat metformin-insulin versus metformin-vildagliptin pada pasien DM tipe 2 di RS Islam Sultan Agung Semarang. Penelitian ini termasuk jenis penelitian observasional. Pengambilan data secara retrospektif.Data dilakukan analisis menggunakan SPSS dengan uji parametrik yaitu uji independent t-test  dan uji non parametrik menggunakan Mann-Whitney test untuk mengetahui perbandingan efektivitas 2 kelompok obat.Hasil penelitian analisis perbandingan efektivitas penggunaan Metformin-insulin versus metformin-vildagliptin terhadap profil glikemik diperoleh nilai signifikansi profil glikemik HbA1c 0,494 p(>0,05) dan GDS 0,638 p(>0,05).Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap profil glikemik pada kelompok metformin-insulin maupun metformin-vidagliptin. 
Tamanu Oil (Calophyllum inophyllum L.) Promotes Wound-Healing Activity in Alloxan-Induced Diabetic Rats, and Its Fatty Acids Profile Rita Rakhmawati; Saptono Hadi; Ahmad Ainurofiq; Estu Retnaningtyas Nugraheni; Syaiful Choiri; Tiara Dewi Salindri Pratama
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v9i2.80107

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a metabolic disease and is a severe threat because it causes diabetic wounds. Treating injuries in patients with DM is dominated by synthetic chemicals such as anti-inflammatory, corticosteroids, and antibacterial. It has side effects, so further exploration of natural ingredients is needed. One plant that has the potential to heal wounds is tamanu oil or nyamplung oil. This study aimed to investigate the effect of tamanu oil on the healing of diabetic wounds and the fatty acid composition profile. Male rats of the Wistar strain (Ratus novergius) were given incision wounds along a 2 cm depth of 2 mm, randomly divided into three groups, by applying topically twice a day. We are profiling fatty acids using gas chromatography-mass spectrometry (GC-MS). As far as we know, this is the first study showing that tamanu oil can speed up the healing of diabetic wounds in rats. The Tamanu oil containing oleic acid (42.65%), linoleic acid (25.69%), stearic acid (16.50%), and palmitic acid (12,93) had better effectiveness than other groups, demonstrated by wound closure exceeding 50% on day six and wound closure by 100% on day nine.
Adjusment Dosis pada Pengobatan Tuberculosis Paru Terkonfirmasi Bakteriologis dengan Gangguan Fungsi Ginjal: Case Report Study Tri Tanayawati; Rika Yulia; Fauna Herawati; Januari Erik; Umi Fatmawati; Marisca Evalina Gondokesumo
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v11i1.87600

Abstract

Pengobatan Tuberculosis (TB) secara signifikan mempengaruhi fungsi ginjal karena banyak obat TB diekskresikan melalui ginjal. Akibatnya, pada pasien dengan chronic kidney disease (CKD), dosis pemberian yang tidak tepat akan berujung pada kegagalan terapi atau meningkatnya efek samping. Laporan kasus ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak penyesuaian dosis obat antituberkulosis (OAT), berbasis fungsi ginjal terhadap keamanan dan luaran klinis pada pasien TB dengan CKD stadium lanjut.  Seorang pasien sesak nafas selama 3 bulan terdiagnosis sebagai Tuberculosis (TB) paru terkonfirmasi bakteriologis yang sedang terapi antituberkulosis (OAT), Acute Kidney Injury (AKI) dd Acute on Chronic Kidney Disease (ACKD) mendapatkan terapi obat antituberkulosis (OAT) yang sudah dilakukan penyesuaian dosis berdasarkan nilai klirens kreatinin yaitu rifampisin 600 mg dan isoniazid 300 mg diberikan masing-masing tiap 24 jam. Pirazinamid 1250 mg dan etambutol 1000 mg diberikan 3x seminggu (senin, rabu, jumat. Hasil ini menunjukkan bahwa penyesuaian dosis berdasarkan fungsi ginjal untuk pasien CKD menghasilkan hasil yang baik dalam 11.0 mg/dL turun menjadi 8.3 mg/dL hal kemanjuran terapi yang serupa dengan pasien non-CKD. Penyesuaian dosis OAT berbasis fungsi ginjal meningkatkan keamanan terapi tanpa mengurangi efektivitas pengobatan. Pemantauan fungsi ginjal secara berkala direkomendasikan untuk mengoptimalkan luaran klinis dan mencegah toksisitas obat pada pasien tuberkulosis dengan CKD.
Uji Aktivitas Afrodisiaka Ekstrak Sambiloto (Andrographis Paniculata) pada Tikus Jantan Galur Wistar Tiara Dewi Salindri Pratama; Dinar Sari Cahyaningrum Wahyuni; Ahmad Ainurofiq; Saptono Hadi; Syaiful Choiri; Rita Rakhmawati; Estu Retnaningtyas Nugraheni
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v11i1.94957

Abstract

Salah satu obat tradisional yang sudah digunakan sejak zaman dahulu secara turun menurun di Indonesia adalah sambiloto.  Permasalahan disfungsi seksual, terutama pada pria, dapat berdampak signifikan terhadap kualitas hidup dan kesehatan mental. Pemilihan sambiloto sebagai bahan baku karena tanaman sambiloto memiliki aktifitas sebagai afrodisiak melalui pengaturan kadar hormon atau efek langsung pada jaringan seksual. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengkaji aktivitas seksual hewan uji tikus jantan galur Wistar pada efek pemberian ekstrak etanol sambiloto. Selama tujuh hari, hewan uji akan diberikan ekstrak setiap hari, dan perilaku seksualnya akan diamati 30 menit setelah pemberian terakhir. Kelompok perlakuan pada penelitian ini dibagi menjadi 5 yaitu perlakuan kontrol negatif yang diberikan aquades, perlakuan kontrol positif yang menerima ekstrak pasak bumi dengan dosis sebanyak 7,5 mg/kgBB, serta kelompok perlakuan dengan ekstrak sambiloto, kelompok perlakuan dosis pertama (26,5 mg/kgBB), dosis kedua (50,5 mg/kgBB), dan dosis ketiga (100,5 mg/kgBB). Setiap kelompok terdiri dari tujuh tikus jantan. Dilakukan pengamatan setelah 30 menit pemberian ekstrak dengan memasukkan tikus jantan ke dalam chamber tikus betina dan diamati selama 30 menit. Parameter yang diamati meliputi Frekuensi pemasangan (Mounting Frequency), frekuensi intromisi (Intromission Frequency), latensi pemasangan (Mounting Latency), dan latensi intromisi (Intromission Latency). Hasil dari penelitian menunjukkan jika pemberian ekstrak etanol sambiloto pada dosis 26,5 mg/kgBB, 50,5 mg/kgBB, dan 100,5 mg/kgBB memengaruhi aktivitas seksual hewan uji yang dilihat dari parameter frekuensi pemasangan (Mounting Frequency), frekuensi intromisi (Intromission Frequency), latensi pemasangan (Mounting Latency), dan latensi intromisi (Intromission Latency).
Potensi Krim Solid Lipid Nanoparticle (SLN) Kombinasi Ekstrak Bunga Gemitir dan Alga Merah untuk Mengatasi Jerawat akibat Propionibacterium acnes Anak Agung Istri Padma Suari; Ni Komang Triayu Cita Kartini; I Gede Yudistira Perdangga Bandem; Ni Kadek Dwi Cahyani Cipta Hantari; Ni Putu Eka Leliqia; Ni Putu Ariantari
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v10i1.92332

Abstract

Bunga gemitir (Tagetes erecta L.) dan alga merah (Kappaphycus alvarezii (Doty) L.M.Liao) merupakan bahan alam yang telah dilaporkan memiliki aktivitas antibakteri dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antibakteri kombinasi ekstrak etanol bunga gemitir dan alga merah terhadap bakteri penyebab jerawat, Propionibacterium acnes ATCC 1223, serta aktivitasnya setelah diformulasi dalam bentuk sediaan sediaan krim solid lipid nanoparticle (SLN). Serbuk kering bunga gemitir dan alga merah diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Terhadap ekstrak yang diperoleh, dilakukan skrining fitokimia. Selanjutnya, masing-masing ekstrak diuji aktivitas antibakterinya terhadap P. acnes secara individual dengan metode mikrodilusi. Aktivitas antibakteri kombinasi kedua ekstrak selanjutnya diuji dengan metode mikrodilusi checkerboard. Berdasarkan hasil pengujian aktivitas antibakteri, 4 perbandingan kombinasi ekstrak dibuat dalam bentuk sediaan krim SLN yaitu formula F1, F2, F3, dan F4. Sediaan F1–F4 dievaluasi melalui uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, dan daya lekat. Aktivitas antibakteri krim SLN diuji dengan metode difusi sumuran. Berdasarkan uji skrining fitokimia yang dilakukan, flavonoid, alkaloid dan fenol terdeteksi pada kedua ekstrak, sedangkan steroid hanya terdeteksi pada ekstrak bunga gemitir. Pada pengujian aktivitas antibakteri ekstrak secara individual, ekstrak bunga gemitir dan alga merah memiliki aktivitas lemah dengan nilai konsentrasi hambat minimum (KHM) sebesar 4 dan 16 mg/mL. Kombinasi ekstrak bunga gemitir dan alga merah menghasilkan aktivitas antibakteri lebih tinggi daripada aktivitas masing-masing ekstrak secara individual terhadap P. acnes, dan dikategorikan memiliki efek aditif dengan nilai FKI sebesar 0,5312. Setelah diformulasi dalam bentuk krim SLN, hanya formula F4 yang mengandung 0,1 g ekstrak bunga gemitir dan 0,2 g ekstrak alga merah memberikan aktivitas antibakteri terhadap P. acnes dengan diameter zona hambat sebesar 16,762,46 mm. Hasil penelitian ini menunjukkan sediaan krim SLN F4 yang mengandung kombinasi ekstrak bunga gemitir dan alga merah potensial untuk diinvestigasi lebih lanjut untuk pengembangan sediaan untuk mengatasi jerawat berbasis bahan alam. 
Hubungan Selfcare Terhadap Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Dr. Moewardi Surakarta Kusumaningtyas Siwi Artini; Ady Irawan AM
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 10, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v10i3.93774

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah suatu kondisi yang ditandai dengan hiperglikemia yang apabila tidak ditangani dapat mengakibatkan komplikasi. Adanya komplikasi yang dialami pasien akan mengakibatkan menurunnya kualitas hidup pasien. Kualitas hidup pasien bisa terjaga apabila pasien melakukan selfcare dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi korelasi antara tingkat selfcare dan kualitas hidup pasien diabetes melitus di instalasi rawat jalan RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Penelitian ini menggunakan rancangan cross-sectional. Selfcare dinilai dengan menggunakan kuesioner DSMQ dan kualitas hidup pasien dengan menggunakan instrumen EQ-5D-5L. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara selfcare dengan kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2 yang ditandai dengan semakin baik tingkat selfcare maka semakin baik pula kualitas hidup pasien.

Page 7 of 11 | Total Record : 105