cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
JPSCR : Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research
ISSN : -     EISSN : 2503331x     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Journal of Pharmaceutical Science And Clinical Research (e-ISSN 2503-331x) offers a forum for publishing the original research articles, review articles from contributors, and the novel technology news related to pharmaceutical science and clinical research. Scientific articles dealing with natural products, pharmaceutical science-industry and clinical research, etc. are particularly welcome. The journal encompasses research articles, original research report, reviews, short communications and scientific commentaries pharmaceutical science and clinical research including: bioactive products, chemotaxonomy, chemistry, ecological biochemistry, metabolism, pharmacy management, pharmacoeconomics, pharmacoepidemiology, clinical pharmacy, community pharmacy, pharmaceutical social and pharmaceutical industry.
Arjuna Subject : -
Articles 100 Documents
Therapeutic Potential of White Sweet Potato Peel in Enhancing Insulin Production and The Proliferation of Beta Cells in Diabetic Rats Royhan, Aan; Susilowati, Rina; Sunarti, Sunarti
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v11i1.94516

Abstract

Diabetes mellitus (DM) affects approximately 422 million people worldwide, predominantly in low- to middle-income countries, and is associated with increasing morbidity and mortality. The long-term use of conventional antidiabetic drugs may cause adverse effects, prompting interest in natural therapeutic alternatives. This study aimed to evaluate the effects of white sweet potato peel (WSPP) on glycemic control, insulin expression, and pancreatic beta-cell proliferation in streptozotocin-induced diabetic rats. Male Wistar rats were divided into five groups: diabetic control, diabetic rats treated with WSPP at doses of 400, 800, and 1600 mg/kgBW/day, and non-diabetic controls. Diabetes was induced by a single intraperitoneal injection of streptozotocin (60 mg/kgBW). Fasting blood glucose (FBG) levels were measured at baseline and during treatment. Pancreatic tissues were analyzed using immunohistochemistry to assess insulin expression, Langerhans islet area, and beta cell proliferation using anti-insulin and anti-PCNA antibodies. WSPP administration resulted in a significant, dose-dependent reduction in FBG levels compared to diabetic controls (p < 0.05). The highest dose (1600 mg/kgBW/day) reduced FBG from approximately 250 mg/dL to 72.22 mg/dL after four weeks (p < 0.01), reaching the normal range. Immunohistochemical analysis demonstrated significant increases in insulin expression scores, Langerhans islet area, and the percentage of PCNA-positive cells in the 800 and 1600 mg/kgBW/day groups compared to untreated diabetic rats. At the highest dose, these parameters approached those observed in non-diabetic controls, indicating substantial restoration of pancreatic islet structure and function. In conclusion, WSPP improves glycemic control and promotes beta-cell proliferation in diabetic rats, highlighting its potential as a natural, cost-effective therapeutic strategy for diabetes management.
Pola Resistensi Bakteri Penyebab Ulkus Diabetikum terhadap Antibiotik di Salah Satu Rumah Sakit Swasta di Surakarta Mahmuda, Iin Novita Nurhidayati; Rosyidah, Devi Usdiana; Prakoeswa, Flora Ramona Sigit; Kania, Yulia Intan; Faizah, Ishmah Nur; Afifah, Fathiyya Noor; Prasetyo, Andri Sugeng
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v10i1.85091

Abstract

Infeksi ulkus diabetikum termasuk sebuah komplikasi lanjutan dari diabetes melitus yang masih terus meningkat kasusnya. Apabila belum ditangani secara cepat akan memperlaju tingkat keparahan infeksi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola resistensi bakteri penyebab ulkus diabetikum terhadap antibiotik pada pasien ulkus diaetikum. Jenis penelitian menggunakan deskriptif observasional. Sistem kompak VITEK 2 digunakan untuk identifikasi bakteri dan pengujian kerentanan antimikroba sesuai petunjuk. Kemudian, suspensi untuk inokulasi kartu AST GP 71 yang digunakan untuk uji kerentanan obat dilakukan dengan memindahkan 280µL suspensi kultur dari suspensi pertama ke dalam 3mL larutan garam steril untuk memperoleh kekeruhan akhir 10 CFU/mL. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 11 jenis bakteri teridentifikasi dari spesimen pus, didapatkan hasil bahwa Staphylococcus aureus dan Eschericia coli mendominasi bakteri terbanyak.
Pengaruh Penggunaan Pati Karboksimetil Umbi Keladi (Colocasia esculenta L.) sebagai Bahan Penghancur pada Sediaan Tablet Paracetamol Sulaiman, Sri Sulistiana; Syamsidi, Armini; Sultan, Asriana; Yuninda, Mifta Sari
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 10, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v10i3.104465

Abstract

Pati karboksimetil (CMS) umbi keladi berpotensi sebagai bahan penghancur tablet. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi karakteristik fisik CMS, sifat granul, serta pengaruh variasi konsentrasi CMS terhadap waktu hancur tablet dibandingkan dengan pati alami dan disintegran komersial. CMS diperoleh melalui metode karboksimetilasi. Evaluasi karakteristik CMS yaitu kekuatan pengembangan, bulk density, tapped density, sifat alir (Rasio hausner), kompresibilitas (Indeks Carr), serta sudut diam. Tablet dibuat dengan metode granulasi basah menggunakan variasi: F0 (Pati alami 5%), F1 (CMS 0,5%), F2 (CMS 1%), F3 (CMS 2%), F4 (CMS 3%), dan F5 (Sodium Starch Glycolate (SSG) 2%). Evaluasi granul meliputi laju alir dan sudut diam, sedangkan evaluasi tablet meliputi keseragaman bobot, kerapuhan, kekerasan, waktu hancur, dan disolusi. Hasil karakteristik fisik menunjukkan CMS memiliki sifat yang lebih baik dibandingkan pati alami. Dengan perbandingan CMS dan pati alami sebagai berikut, kekuatan pengembangan 20,23 g/g dan 6,41 g/g, bulk density 0,5 g/mL dan 0,36 g/mL, tapped density 0,61 g/mL dan 0,55 g/mL, sifat alir 1,19 dan 1,53, kompresibilitas 16,43% dan 35,48%, serta sudut diam 19,66º dan 32,66º. Seluruh formula granul menunjukkan sifat alir baik. Evaluasi tablet menunjukkan formula F1–F5 memenuhi persyaratan farmakope. Formula F2 (CMS 1%) dipilih sebagai formula terbaik dengan keseragaman bobot 464 mg, kerapuhan 0,8%, kekerasan 5,98 kg, waktu hancur 3,82 menit, dan disolusi 95,88%. Dengan demikian, CMS 1% dinilai sebagai konsentrasi optimum sebagai penghancur tablet karena menghasilkan tablet dengan sifat fisik yang baik dan memiliki efektivitas penghancuran yang baik.
Hubungan Riwayat Asupan Suplemen Mikronutrien Ibu Selama Kehamilan dengan Kejadian Stunting pada Balita di Puskesmas X Kota Jambi Permatasari, Jelly; Sutrisno, Deny; Sa'diah, Nurmillah Tul
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v11i1.108585

Abstract

Stunting masih dianggap sebagai tantangan kesehatan utama, baik secara nasional maupun global, mengingat dampaknya terhadap kualitas sumber daya manusia. Kondisi ini ditandai dengan pertumbuhan anak yang tidak optimal akibat kekurangan gizi kronis, terutama selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara riwayat konsumsi suplemen mikronutrien ibu selama kehamilan dengan kejadian stunting pada balita. Studi menggunakan desain cross sectional dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling, 85 ibu dengan riwayat hamil tahun 2022 yang terdaftar di Puskesmas X Kota Jambi dilibatkan dalam studi ini. Data terkait kejadian stunting pada balita diperoleh secara retrospektif dan informasi mengenai riwayat asupan suplemen mikronutrien ibu selama kehamilan dikumpulkan secara prospektif menggunakan kuesioner. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan uji Chi-square dan Cramer’s V melalui JASP software. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 27,1% balita mengalami stunting. Terdapat hubungan signifikan secara statistik antara konsumsi vitamin B, zat besi, vitamin D, vitamin A, tembaga, dan zink selama kehamilan dengan kejadian stunting pada balita (p<0,05) dengan kekuatan hubungan tergolong sangat kuat ( >0,25). Temuan ini menegaskan bahwa kecukupan dan keteraturan konsumsi suplemen berperan penting dalam menurunkan risiko stunting. Hal ini menunjukkan bahwa program suplementasi perlu ditingkatkan baik melalui edukasi, pemantauan konsumsi, maupun pemerataan distribusi suplemen agar pemenuhan mikronutrien ibu hamil dapat lebih optimal dalam mencegah stunting sejak kehamilan. 
Evaluasi Pemberian Terapi pada Pasien Demam Berdarah Dengue di Rumah Sakit Umum Provinsi Bali Sanjaya, Dwi Arymbhi; Meriyani, Herleeyana; Juanita, Rr Asih; Siada, Nyoman Budiartha; Ambara Damayanti, Made Elvenia; Noviani, Lusy
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v10i1.78958

Abstract

Sekitar 50-100 juta jiwa terjangkit demam berdarah dengue (DBD) setiap tahunnya dengan jumlah kematian mencapai 20.000 hingga 40.000 juta jiwa per tahun menurut World Health Organization (WHO). Provinsi Bali menduduki peringkat ke-3 dengan Incidence Rate (IR) DBD tertinggi pada tahun 2021 yaitu 59,8 per 100.000 penduduk. Penyakit DBD biasanya disertai dengan komplikasi dan penyakit penyerta yang dapat mengakibatkan peningkatan morbiditas dan mortalitas. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran perbaikan klinis yang diamati dari parameter hematologi (leukosit, hemoglobin, hematokrit, dan trombosit) pada pasien DBD dengan komplikasi dan penyakit penyerta. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross-sectional yang dilakukan di rumah sakit umum Provinsi Bali. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif yaitu data yang diperoleh dari bulan Januari 2020 hingga Desember 2021. Lima puluh tiga sampel pada penelitian diambil menggunakan teknik total sampling. Efektivitas penatalaksanaan DBD dengan komplikasi dan penyakit penyerta pada hari pertama, hari ketiga, dan hari kelima dianalisis menggunakan uji Cochran dengan post-hoc McNemar. Pasien DBD dengan komplikasi dan penyakit penyerta pada penelitian ini sejumlah 53 orang dengan 66% laki-laki dan 34% perempuan dengan rata-rata lama rawat inap yaitu 6,0 hari. Ringer laktat dan parasetamol merupakan jenis terapi yang paling banyak digunakan dalam penatalaksanaan DBD. Penatalaksanaan pasien DBD dengan komplikasi dan penyakit penyerta di rumah sakit umum Provinsi Bali pada tahun 2020-2021 menunjukan peningkatan trombosit dan leukosit yang signifikan sejak hari ketiga hingga hari kelima (p<0,05). 
Analisis Faktor Risiko Penggunaan Obat Anti-Inflamasi Nonsteroid Jangka Panjang terhadap Penyakit Ginjal Kronik di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau Muharni, Septi; Hasti, Syilfia; Meidhika, Rizka; Aryani, Fina; Husnawati, Husnawati
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v10i2.59263

Abstract

Penyakit ginjal kronis merupakan masalah kesehatan global dengan angka kejadian yang terus meningkat, memiliki prognosis yang buruk dan banyak menghabiskan biaya dalam perawatannya. Salah satu faktor risiko penyakit ginjal kronikadalah penggunaan obat Anti Inflamasi Nonsteroid (AINS) jangka panjang. AINS bekerja dengan menghambat enzim COX-1 yang berperan dalam mempertahankan perfusi ginjal. Penghambatan ini mengakibatkan terganggunya fungsi ginjal (autoregulasi ginjal) jika digunakan rutin dan dalam jangka waktu panjang, terutama pada pasien dengan faktor risiko seperti pasien hipertensi, gangguan fungsi ginjal dan pasien lanjut usia. AINS sangat mudah diperoleh masyarakat tanpa resep dokter dan menjadi salah satu risiko penggunaan yang tidak rasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dan kekuatan hubungan antara riwayat penggunaan AINS, frekuensi dan lama penggunaan terhadap kejadian penyakit ginjal kronik. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan case control pada 100 pasien (50 kasus penyakit ginjal kronikdan 50 kasus non penyakit ginjal kronik) di Poli Penyakit dalam RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau dengan teknik purposive sampling. Hasil uji statistik menunjukkan riwayat penggunaan AINS, frekuensi, dan lama penggunaan tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap kejadian penyakit ginjal kronik(nilai p>0,05) dengan odds ratio (OR) 2,19; 0,33 dan 0,556. Meskipun tidak bermakna secara statistik, hasil ini menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan risiko penyakit ginjal kronik pada pasien yang memiliki riwayat penggunaan AINS jangka panjang.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Tenaga Kesehatan terhadap Pelaporan Efek Samping Obat di Rumah Sakit Kota Banda Aceh Fakri, Fajar; Maghfiratillah, Maghfiratillah; Desiyana, Lydia Septa
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 10, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v10i3.89956

Abstract

Efek samping obat (ESO) merupakan reaksi yang tidak diinginkan dan berpotensi membahayakan pasien akibat penggunaan obat. Pelaporan ESO melalui sistem Monitoring Efek Samping Obat (MESO) menjadi komponen penting dalam sistem farmakovigilans, namun tingkat pelaporannya di Indonesia masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat pengetahuan dan sikap tenaga kesehatan terhadap pelaporan MESO, menganalisis hubungan antara pengetahuan dan sikap tersebut, serta menggambarkan praktik pelaporan MESO di salah satu rumah sakit kelas A di Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 78 tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter, perawat, dan apoteker dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson melalui aplikasi PSPP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang kurang (57,69%), sementara mayoritas memiliki sikap yang cukup baik terhadap pelaporan MESO (62,82%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan sikap tenaga kesehatan terhadap pelaporan MESO (p = 0,047 dan p = 0,006; p < 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan pengetahuan berpotensi memperbaiki sikap terhadap pelaporan MESO. Oleh karena itu, diperlukan strategi intervensi yang sistematis, seperti pelatihan dan sosialisasi berkelanjutan, untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi tenaga kesehatan dalam pelaporan MESO.
Efek Toksik Pemberian Ekstrak Daun Mundar (Garcinia forbesii King) Pada Ginjal Rattus norvegicus Jantan Galur Wistar Rosida, Azma; Reyhana, Adinda Salma; Wydiamala, Erida; Joharman, Joharman; Rudiansyah, Mohammad; Fujiati, Fujiati
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v10i2.97631

Abstract

Tumbuhan mundar (Garcinia forbesii King) merupakan tanaman khas yang tumbuh di Indonesia dan Malaysia telah dimanfaatkan masyarakat secara empiris sebagai obat penyakit kulit, malaria, dan diabetes. Tujuan penelitian untuk mengetahui efek toksik pemberian ekstrak daun Mundar terhadap ginjal. Metode penelitian menggunakan uji toksisitas akut berdasarkan pedoman BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) nomor 10 tahun 2022. Hewan uji terdiri dari 25 Rattus norvegicus (tikus putih) jantan galur Wistar terbagi 4 kelompok perlakuan dosis 5, 50, 300, 2000 mg/KgBB dan 1 kelompok kontrol (akuades). Pengamatan dilakukan selama 14 hari. Hasil uji One-Way ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan kadar ureum (p=0,003) dan kreatinin (p= 0,006), sedangkan indeks ginjal (p=0,60) tidak terdapat perbedaan bermakna antar kelompok. Ekstrak daun Mundar dosis 300 dan 2000 mg/KgBB meningkatkan rerata kadar ureum di atas normal, sedangkan rerata kadar kreatinin masih dalam rentang normal. Pemeriksaan histopatologi ginjal menunjukkan nekrosis tubulus proksimal dan atrofi glomerulus ginjal pada dosis 300 dan 2000 mg/KgBB. Kesimpulan ekstrak daun Mundar dosis 300 dan 2000 mg/KgBB meningkatkan kadar ureum, menyebabkan kerusakan tubulus dan glomerulus ginjal tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur Wistar. 
Effect of Green Pharmacy-Based MTM Education on Quality of Life among Elderly Patients with Type 2 Diabetes Mellitus Heroweti, Junvidya; Filliana, Ulfa; Nurrahmawati, Deshinta Dinda; Rahmadania, Farhani Nur; Salamah, Ananda Fiqi; Bashir, Muhammad Irfan
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v11i1.114411

Abstract

Diabetes Mellitus Type 2 (T2DM) is a chronic metabolic disease that commonly affects elderly (≥60 years) populations and significantly impacts patients' quality of life due to long-term pharmacotherapy and disease complications. Medication Therapy Management (MTM) has been recognized as an effective pharmacist-led intervention to optimize medication use and improve clinical outcomes. However, its integration with environmental sustainability principles remains limited. This study aimed to evaluate the effect of Green Pharmacy-based MTM education on quality of life among elderly patients with type 2 diabetes mellitus. A quasi-experimental study with a pretest-posttest control group design was conducted among 84 elderly patients at primary healthcare centers in Semarang, Central Java, Indonesia, from September to October 2025. The application of rational medication principles, as emphasized in Green Pharmacy-based MTM education, plays a crucial role in minimizing adverse effects and optimizing therapeutic outcomes. Quality of life was assessed before and after the intervention using the Diabetes Quality of Life (DQoL) questionnaire, accompanied by clinical monitoring of random blood glucose levels. The results showed that the intervention significantly improved quality of life compared to control (p<0.05). These findings highlight the potential of sustainable, pharmacist-led educational interventions to enhance diabetes management and patient-centered outcomes. 
Antibacterial Activity of Zerumbone from Extract of Zingiber zerumbet (L.) Roscoe ex Smith Rhizomes Marliyana, Soerya Dewi; Handayani, Desi Suci; Hayati, Nida Nafisah; Ramadhani, Risna
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v10i1.94947

Abstract

The rhizome of Zingiber zerumbet, known as Lempuyang Gajah, is commonly used in the community for medicinal purposes due to its diverse biological activities, particularly its antibacterial compounds. Among these compounds, zerumbone is one of the major secondary metabolites found in Z. zerumbet rhizomes. This research focused on the isolation of zerumbone and the exploration of its antibacterial properties. The isolation process involved the use of the maceration method with acetone as the solvent, while various chromatographic techniques such as Liquid Vacuum Chromatography, Column Chromatography, and Thin Layer Chromatography were employed for fractionation and purification of zerumbone. The identification of zerumbone was accomplished through GC-MS data analysis. The antibacterial activity of zerumbone was tested against Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, Escherichia coli, and Pseudomonas aeruginosa using the agar diffusion method. This compound exhibited moderate antibacterial activity against P. aeruginosa with an inhibition zone of 9.42 mm. The rhizome of Z. zerumbet can serve as an alternative source of zerumbone for further studies in the field of medicine.  

Page 8 of 10 | Total Record : 100