cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Universitas Papua Jalan Gunung Salju, Amban, Manokwari, Papua Barat - 98314
Location
Kab. manokwari,
Papua barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Veterinary Sciences)
Published by Universitas Papua
ISSN : 2620939X     EISSN : 26209403     DOI : -
Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis diterbitkan oleh Fakultas Peternakan Universitas Papua. Jurnal ini merupakan media komunikasi ilmiah dibidang peternakan dan veteriner yang berupa hasil penelitian atau telaah pustaka (review) yang meliputi produksi ternak, nutrisi dan makanan ternak, sosial ekonomi peternakan, dan budidaya ternak/satwa harapan, kesehatan ternak dan hewan kesayangan, serta veteriner. Jurnal ini diterbitkan dengan frekuensi dua kali setahun pada bulan Maret dan September. Redaksi menerima sumbangan artikel dengan ketentuan penulisan seperti tercantum pada halaman akhir pada isi jurnal ini.
Arjuna Subject : -
Articles 343 Documents
Karakteristik Kuantitatif dan Jarak Genetik Beberapa Galur Ayam Lokal: Quantitative Characteristics and Genetic Distance of Some Local Chicken Strains Asa Bela Sri Reformasi Nala Putri; Gushairiyanto Gushairiyanto; Depison Depison
Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Veterinary Science) Vol. 11 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Ve
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/jipvet.v11i2.110

Abstract

Abstract The research of this study aims to know quantitative characteristics and genetic distance of several local chicken strains. The research material is Super chicken, KUB chicken, and Kampung chicken. The method used was an experiment with a sample of 82 chickens from each strain. Retrieval of BW and AVG data are collected every month until the age of 2 months, while body measurements are taken at the age of 2 months. The data collected are quantitative characteristics includes body weight, weight gain, beak length, beak width, head length, head circumference, head height, neck length, neck circumference, wing length, back length, back height, back height, chest length, chest width, shank length, shank circumference, tibia length, tibia circumference, third finger length and pubic bone distance. Data collected were analyzed using t-test to see the difference in BB, PBB, and body measurements using Minitab statistical software 18. Mahalanobis distance approach with a matrix of variance between variables based on chicken strains was arranged into a matrix to determine the discriminant function and then form phylogenetic trees by using the MEGA X program via the UPGMA method. Body weight, average daily gain, and body sizes of Super chickens are bigger than other strains of chickens, while the smallest is owned by Kampung chickens. The closest genetic distance matrix was shown by Super chickens to KUB chickens (4.08) and the farthest genetic distance was shown by KUB chickens to Kampung chickens (13.87). Keywords: Genetic distance; Local chicken; Quantitatif characteristic Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik kuantitatif dan jarak genetik beberapa galur ayam lokal. Materi penelitian ini adalah ayam Super, ayam KUB, dan ayam Kampung. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan sampel 82 ekor ayam jantan/betina yang dipelihara umur 1 hari sampai umur 2 bulan pada masing-masing galur. Pengambilan data BB dan PBB diambil pada setiap bulan hingga ayam berumur 2 bulan, sedangkan ukuran-ukuran tubuh diambil pada umur 2 bulan. Data yang dihimpun adalah karakteristik kuantitatif meliputi bobot badan, pertambahan bobot badan, panjang paruh, lebar paruh, panjang kepala, lingkar kepala, tinggi kepala, panjang leher, lingkar leher, panjang sayap, panjang punggung, tinggi punggung, panjang dada, lebar dada, panjang shank, lingkar shank, panjang tibia, lingkar tibia, panjang jari ketiga dan jarak tulang pubis. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan uji-t untuk melihat perbedaan BB, PBB, dan ukuran-ukuran tubuh menggunakan perangkat lunak statistika Minitab 18. Pendekatan jarak Mahalanobis dengan matriks peragam antara peubah berdasarkan galur ayam disusun menjadi sebuah matriks untuk mengetahui fungsi diskriminan kemudian membentuk pohon filogenetik dengan menggunakan program MEGA X melalui metode UPGMA. BB, PBB, dan ukuran-ukuran tubuh ayam Super lebih besar dibandingkan dengan galur ayam lainnya, sedangkan yang paling kecil dimiliki oleh ayam Kampung. Nilai matrik jarak genetik terdekat ditunjukkan oleh ayam Super dengan ayam KUB (4,08) dan jarak genetik terjauh ditunjukkan oleh ayam KUB dengan ayam Kampung (13,87). Kata Kunci: Ayam lokal; Jarak genetik; Karakteristik kuantiatif
Kualitas Fisik Telur Ayam Petelur pada Tingkat Pelaku Usaha di Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat: Physical Quality of Layer Eggs Supply at the Level of Local Business in Manokwari Regency West Papua Province Ahmad Kamaruddin; Hanike Monim; Mulyadi Mulyadi; Priyo Sambodo
Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Veterinary Science) Vol. 10 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Ve
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/jipvet.v10i2.111

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas fisik, lama penyimpanan dan rantai pemasaran telur ayam ras pasok pada distributor dan pengecer di Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat. Sampel telur diambil dari tiga distributor dengan lama penyimpanan 12 hari dari pengecer yaitu pasar tradisional dan pasar moderen untuk masing-masing lama penyimpanan 17 hari dan 22 hari. Kualitas fisik yang diukur adalah kedalaman kantong udara, indeks albumin dan indeks yolk serta lama penyimpanan telur yang meliputi 12 hari, 17 hari dan 22 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telur ayam ras pasok yang beredar di Kabupaten Manokwari telah mengalami penurunan kualitas fisik. Setelah lama penyimpanan 17 hari, berdasarkan badan standar nasional telur ayam ras pasok tidak layak dikonsumsi sehingga seharusnya tidak dipasarkan.
Defining and Valuing the Relationship Pattern of Actors' Involvement on Cattle Farming Systems using Stakeholder Network Analysis in West New Guinea, Indonesia: Pendefinisian dan Penilaian Pola Hubungan Keterlibatan Aktor Pada Sistim Peternkan Sapi dengan Menggunakan Analisis Stakeholder Network di Papua Barat, Indonesia Deny Anjelus Iyai; Mulyadi Mulyadi; Muhammad Jen Wajo; Rosdiana Naibey; Dwi Nur Hayati; Noviyanti Noviyanti; Makarius Bajari; Johan Koibur; Yafed Syufi; Stepanus Pakage; Noveling Inriani; Lamberthus E. Nuhuyanan; Jublyana Purba; Bernadetha W.I. Rahayu; Hendrik Fatem; Isti Widayati
Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Veterinary Science) Vol. 11 No. 3 (2021): Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Ve
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/jipvet.v11i3.112

Abstract

Abstrak Sapi merupakan salah satu peternakan prioritas utama di Indonesia. Ternak sapi telah memainkan peran penting dalam aspek ekonomi dari total pendapatan. Sebagai peternakan prioritas karena berbagai keterlibatan dan peran pemangku kepentingan. Studi dilakukan di Manokwari pada bulan April-Juni 2019 dengan menggunakan focus group discussion terhadap dua puluh individu, kelompok dan lembaga massa yang diwakili. Pertanyaan yang dibahas mengenai latar belakang, pengiriman sumber daya, interkonektivitas antar aktor, intervensi dan inovasi. Temuan utama adalah bahwa aktor yang dikelompokkan mendominasi, diikuti oleh aktor hukum, lembaga swasta, peran pemangku kepentingan dan memiliki efek positif karena kepentingan. Namun, ancaman eksis baik secara langsung tetapi tanpa efek balik. Tiga sumber daya bersama teratas adalah akses, kepuasan, dan waktu yang dihabiskan. Aktor dapat memiliki program jangka panjang dengan keberlanjutan menggunakan sumber daya netral hingga kuat. Hubungan aktor ditemukan dalam tiga kelompok, yaitu positif, negatif dan tidak ada hubungan. Intervensi sangat dibutuhkan, yaitu waktu yang dihabiskan, kepuasan, kebijakan, pengetahuan dan akses. Prioritas inovasi akan keterampilan, kebijakan, dan pengetahuan. Kata kunci: Analisis jaringan pemangku kepentingan; Intervensi dan inovasi; Pelaku; Sumber daya bersama; Usaha peternakan sapi. . Abstract Cattle is one of the top priority animal agriculture in Indonesia. It has played significant roles in economical aspect of Total revenues. Those are due to stakeholders’ involvement. Study was done in Manokwari from April to June 2019 by using focus group discussion towards twenty various represented individuals, groups and mass institutions. The queries discussed concerning background, resources delivery, interconnectivity amongst actors, intervention and innovation. The primarily finding is that grouped actors dominated, followed by laws actors, private types institutions, stakeholder role and having positive effect due to importance. However, threat existed directly without turn-back effect. The three top shared resources were access, satisfaction, and time spent. Actors can have long term period program with sustainability using neutral to strong power resource. Relationship of actors found in three groups, i.e. positive, negative and no relationship. Intervention was urgently needed, i.e. time spent, satisfaction, policy, knowledge and access. Priority of innovation will be skills, policy, and knowledge. Keywords: Actors; Cattle farming business; Intervention and innovation; Shared resources; Stakeholder network analysis.
Pemanfaatan Daun Kelor (Moringa oleifera) Terhadap Kualitas Pertumbuhan Ayam Kampung Unggul Balitbangtan di Jayapura, Papua: Utilization of Moringa oleifera Leaves on Growth Quality of Kampung Unggul Balitbangtan Chicken in Jayapura, Papua Siska Tirajoh; Batseba M. W Tiro; Fransiskus Palobo; Rohimah H. S Lestari
Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Veterinary Science) Vol. 10 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Ve
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/jipvet.v10i2.113

Abstract

Abstract Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) chicken is a new improved variety of native chicken produced by the Agency for Agricultural Research and Development. In order to increase the productivity of KUB chickens, high quality feed ingredients are needed, one of the local feeds that has good nutritional content for chicken is Moringa oleifera Leaf Meal (MOLM). Moringa, a type of legume crop, can be used as a good source of protein for chicken growth. This study aims to determine the effect of MOLM on the quality of KUB chicken growth. Forty KUB chickens aged 6 weeks were allocated in this study and divided into 2 treatment groups, namely (i) T0 = without MOLM treatment; (ii) T1 = 5% MOLM treatment. Data were statistically analyzed using independent sample t-2 test or non-paired t test (non paired system) using Microsoft Excel application program. The parameters observed include body weight gain, body weight, feed consumption and feed conversion. The results showed that the addition of 5% MOLM to diet KUB chicken had a significant effect on an average body weight of 1,552.5 g/bird at 18 weeks, body weight gain of 1,000 g/bird, feed consumption of 5,720 g/bird and improve the feed conversion of 5.15. While those without added MOLM have an average body weight of 1,207 g/bird at 18 weeks, body weight gain of 723 g/bird, feed consumption is 5,150 g/bird, and feed conversion of 6.75. Keywords: Feed; Growth quality; KUB chicken; Moringa oleifera leaf meal; Abstrak Ayam KUB Balitbangtan merupakan varietas unggul baru ayam kampung hasil produksi Badan Litbang Pertanian. Untuk meningkatkan produktivitas ayam KUB diperlukan bahan pakan yang berkualitas, salah satu pakan lokal yang memiliki kandungan gizi yang baik untuk ayam adalah tanaman Kelor (Moringa oleifera). Kelor, sejenis leguminosa yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber protein untuk pertumbuhan ayam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tepung daun kelor/MOLM terhadap kualitas pertumbuhan ayam KUB. Empat puluh ekor ayam KUB umur 6 minggu dialokasikan dalam penelitian ini dan dibagi menjadi 2 kelompok perlakuan yaitu (i) T0 = perlakuan tanpa kelor; (ii) T1 = perlakuan daun kelor 5%. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji independent sample t-2 atau non paired t test (non paired system) menggunakan program aplikasi Microsoft Excel. Parameter yang diamati meliputi pertambahan bobot badan, bobot akhir, konsumsi pakan dan konversi pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan MOLM 5% pada pakan ayam KUB berpengaruh nyata terhadap rata-rata bobot badan akhir 1.552,5 g/ekor selama 18 minggu, pertambahan bobot badan 1.000 g/ekor, konsumsi pakan 5.720 g/ekor dan nilai konversi pakan 5,15 sedangkan yang tidak diberi MOLM memiliki bobot badan akhir rata-rata 1.207 g/ekor selama 18 minggu, pertambahan bobot badan 723 g/ekor, konsumsi pakan 5.150 g/ekor, dan konversi pakan 6,75. Kata kunci: Ayam KUB; Kualitas pertumbuhan; Pakan; Tepung daun kelor
Isolasi dan identifikasi Escherichia coli dari Sumber Air Minum Kandang Broiler serta Uji Aktivitas Antibakteri Lidah Buaya: Isolation and Identification Escherichia coli form Broiler Farm Water Source and Aloe Vera Antibacterial Activity Test Dian Meididewi Nuraini; Morsid Andityas; Adi Paramarta; Nur Rohman Najib; Agustina Dwi Wijayanti
Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Veterinary Science) Vol. 10 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Ve
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/jipvet.v10i2.116

Abstract

Abstract Colibacillosis is one of the most problematic issues in the boiler industry. However, the antibiotic overuse has induced Escherichia coli resistance so that other alternative to reduce colibacillosis is needed. One of the alternatives is using aloe vera (Aloe barbadensis Miller), which has been widely used as an antibacterial agent. This study aims to isolate and identify E. coli from the broiler drinking water source and test the aloe vera antibacterial activity against it. Escherichia coli were isolated from well in three broiler farms in Moyudan District, Sleman, Yogyakarta that previously had colibacillosis. Escherichia coli were isolated using eosin methylene blue (EMB) agar and the metallic sheen colony was tested to confirm the biochemist reaction. The pure isolate of E. coli was used in the aloe vera inhibition test using Muller Hinton agar (MHA) by a Well Diffusion method. Aloe vera was processed using aquades and ethanol 70%. The aquades infusion was diluted into 12.5%, 25%, 50%, 75%, and 100% and the extract ethanol 70% was diluted into 10%, 12.5, %, 25%, 40%, and 50%. The bacterial identification showed that one of three samples contained E. coli which was then used for inhibition test. The result showed no inhibition zone in the aquades infusion while ethanol extract showed an inhibition zone in concentration 25%, 40%, and 50% of aloe vera extract with a diameter 19.5 mm, 24 mm, and 25 mm. It can be concluded that aloe vera ethanol extract has inhibitory activity against E. coli in poultry drinking water with a minimum concentration of 25%. Keywords: Aloe vera; Broiler drinking water; Escherichia coli; Inhibitory activity Abstrak Colibacilosis masih menjadi permasalahan dalam industri broiler. Penggunaan antibiotik berlebihan telah menyebabkan resistensi sehingga perlu alternatif lain. Salah satu alternatif adalah menggunakan bahan alami seperti adalah lidah buaya (Aloe barbadensis Miller) yang memilliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi E. coli dari sumber air minum di kandang broiler serta menguji aktivitas inhibisi lidah buaya terhadap bakteri tersebut. Air yang digunakan sebagai sumber E. coli berasal dari sumur di tiga peternakan broiler di Kecamatan Moyudan, Sleman, Yogyakarta yang memiliki riwayat infeksi colibacilosis. Bakteri E. coli diisolasi menggunakan media eosin methylene blue (EMB) dan diuji sifat biokimia untuk mengkonfirmasi sifat bakteri E. coli. Isolat murni E. coli digunakan pada uji daya hambat bakteri dengan metode difusi sumuran menggunakan media Muller Hinton Agar (MHA). Lidah buaya diproses menggunakan aquades dan ethanol 70%. Infusa aquades diencerkan menjadi konsentrasi 12,5%, 25%, 50%, 75%, dan 100% dan ekstrak ethanol 70% diencerkan menjadi 10%, 12., %, 25%, 40%, dan 50%. Hasil isolasi menunjukan bahwa satu sumber air dari sumur di Desa Kolowenang mengandung E. coli yang kemudian digunakan pada pengujian daya hambat. Hasil pengujian menunjukan tidak ada daya hambat yang terbentuk pada infusa aquades sedangkan ekstrak etanol lidah buaya 25%, 40%, dan 50% menunjukan adanya zona hambat sebesar 19,5 mm, 24 mm, dan 25 mm berturut-turut. Ekstrak etanol lidah buaya pada penelitian ini memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan E. coli yang bersumber dari air minum broiler dengan konsentrasi terendah 25%. Kata kunci: Air minum broiler; Escherichia coli; Lidah buaya; Daya hambat bakteri
Galur Day Old Chicken Berpengaruh pada Perbandingan Rasio Heterofil: Limfosit saat Mengalami Transportasi dari Yogyakarta ke Makassar: Day Old Chicken Strain Influence on the Ratio of Heterophil: Lymphocytes when Experiencing Transportation from Yogyakarta to Makassar Rizka Indriani; Pudji Astuti; Amir Husni; Claude Mona Airin
Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Veterinary Science) Vol. 11 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Ve
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/jipvet.v11i2.117

Abstract

Abstract Day Old Chicken is a living commodity that is widely distributed between islands throughout Indonesia. Transport trip within two to 24 hours, depending on the distance of the enclosure to be addressed. During the Day-Old Chicken journey, a variety of stresses result in stress and also end in death. Strain Day-Old Chicken has different endurance. Physiological stress parameters in poultry by calculating the ratio of Heterophil: Lymphocytes (H: L). This study aims to determine the difference in stress between Day-Old Chicken strain Cobb and Java Super passed through. Research carried out using Day-Old Chicken strain Cobb as many as 100 chicken/box and Java Super 100 chicken /box. The transportation process from Yogyakarta airport (loading) to Makassar airport (landing). Furthermore, Day-Old Chicken was taken four animals randomly before and after it was passed for blood smear preparations. Blood smear preparations with Giemza staining to calculate the H: L ratio. Analysis of H: L ratio data as a comparison of body resistance to stress between Day-Old Chicken strain Cobb and Java Super using Two Way Anova with a 95% confidence level. The results showed that there was no interaction (P> 0.05) between location (loading-landing) and Day-Old Chicken strain different from H: L ratio. The difference in the Day-Old Chicken strain affects the H: L ratio (P <0.05) with the average value of the H: L ratio of Day-Old Chicken strain Java Super higher than the Cobb. The conclusion is that the difference in Day-Old Chicken lines that experience transportation using airplanes affects the body's resistance to stress. Keywords: Day-Old Chicken; Heterophil; Lymphocytes; Stress; Transportation Abstrak Day Old Chicken merupakan komoditas hidup yang banyak dilalulintaskan antar pulau di seluruh Indonesia. Perjalanan pengangkutan dalam waktu dua sampai 24 jam, tergantung jarak kandang yang akan dituju. Rasio Heterofil : Limfosit (H:L) dapat digunakan sebagai parameter awal adanya stress transportasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasio H:L serta tingkat kematian Day Old Chicken galur Cobb dan galur Jawa Super yang ditransportasikan dari Yogyakarta ke Makassar. Penelitian menggunakan Day Old Chicken galur Cobb 100 ekor/boks dan galur Jawa Super 100 ekor/boks. Proses transportasi dari bandara Yogyakarta (loading) menuju bandara Makassar (landing). Day Old Chicken diambil empat ekor secara acak sebelum dan sesudah ditransportasikan untuk perhitungan rasio H:L. Analisis data rasio H:L sebagai perbandingan ketahanan tubuh terhadap stres antara Day Old Chicken galur Cobb dan galur Jawa Super menggunakan Two Way Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi (P > 0,05) antara lokasi (loading-landing) dan galur Day Old Chicken berbeda terhadap rasio H:L. Perbedaan galur Day Old Chicken mempengaruhi rasio H:L (P < 0,05) dengan nilai rata-rata rasio H:L Day Old Chicken galur Super Jawa lebih tinggi dibandingkan galur Cobb. Kesimpulan bahwa perbedaan galur Day Old Chicken yang mengalami transportasi menggunakan pesawat terbang mempengaruhi ketahanan tubuh terhadap stres. Kata Kunci: Day Old Chicken; Heterofil; Limfosit; Stres; Transportasi.
Pola Bagihasil (Teseng) pada Usaha Penggemukan Sapi di Kabupaten Bone: Profit Sharing Pattern (Teseng) in Cattle Fattening Business in Bone Regency Sitti Nurani Sirajuddin; Ilham Rasyid; Ikrar M. Saleh; Agustina Agustina
Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Veterinary Science) Vol. 12 No. 1 (2022): Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Ve
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/jipvet.v12i1.122

Abstract

Abstract  This study aimed to determine the pattern of profit sharing (Teseng) in cattle fattening business in Bone Regency. The study was conducted from December to January 2020. Data collection took place in Masago Village, Patimpeng District, Bone Regency. The selection of this location as the research location was because at that location the beef cattle breeder community applies a traditional pattern commonly called Teseng. The type of research used was descriptive quantitative research. The types of data are qualitative data and quantitative data. Sources of research data are primary data and secondary data. The population in the study were all 25 farmers who carried out the Teseng profit-sharing system in Masago Village, Patimpeng District, Bone Regency. The sampling technique in this study was purposive with the number of cattle ownership as many as 10 and 15 farmers. The data collection methods are field observation and literature study. The data analysis was quantitative descriptive using income analysis. The results show a pattern of profit sharing system in beef cattle fattening business in Masago Village, Patimpeng District, Bone Regency, namely 60% for livestock owners and: 40% for farmers. Key words: Cattle; Farmers; Sharing profit; System   Abstrak  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besaran/persentase bagihasil (Teseng) pada usaha penggemukan sapi di Kabupaten Bone. Penelitian dilakukan pada bulan Desember sampai Januari 2020. Pengambilan data bertempat di Desa Masago, Kecamatan Patimpeng, Kabupaten Bone. Adapun pemilihan lokasi ini sebagai lokasi penelitian yaitu karena di lokasi tersebut masyarakat peternak sapi potong menerapkan pola tradisional yang biasa disebut Teseng. Jenis penelitian yang digunakan adalah yaitu penelitian kuantitatif deskriptif. Jenis data adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Sumber data penelitian adalah data primer dan data sekunder. Populasi pada penelitian adalah seluruh peternak yang berjumlah 25 orang yang melakukan sistem bagi hasil Teseng di Desa Masago, Kecamatan Patimpeng, Kabupaten Bone. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive yaitu dengan jumlah kepemilikan sapi sebanyak 10 ekor dan 15 ekor. Metode pengumpulan data yaitu observasi lapangan dan studi pustaka. Analisis data yaitu kuantitatif deskriptif dengan menggunakan analisis pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan pola sistem bagi hasil pada usaha penggemukan sapi potong di Desa Masago, Kecamatan Patimpeng Kabupaten Bone yaitu 60% untuk pemilik ternak dan 40% untuk peternak.  Kata kunci: Bagihasil; Peternak; Sapi; Sistem
Faktor- Faktor Eksternal pada Peternak Sapi Potong yang Mengikuti Program AUTS di Kabupaten Sinjai,Propinsi Sulawesi Selatan: External Factors of Beef Cattle Farmers Who participated inthe Cattle Farming Business Insurance Program in Tellulimpoe District, Sinjai Regency, South Sulawesi Province Syamsinar Syukur; Musdalipah Musdalipah; Sitti Nurani Sirajuddin; Nur Fitriani
Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Veterinary Science) Vol. 11 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Ve
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/jipvet.v11i1.123

Abstract

Abstract This study aimed to determine the external factors of beef cattle farmers who participated in the Cattle Livestock Business Insurance (AUTS) program in Tellulimpoe District, Sinjai Regency. This research was conducted in Tellulimpoe District, Sinjai Regency from November to December 2018. The population was all of the beef cattle farmers who participated in the AUTS program, namely 582 people. Slovin formula was used to determine the samples and 41 beef cattle farmers were taken as a result. Primary and secondary data were used as data sources. The data were analyzed descriptively with the assistance of tabulation. The results showed that the external factors of beef cattle farmers who participated in the cattle business insurance program were the market for livestock business, the ever-advancing technology in the field of animal husbandry, the availability of production-supporting facilities along with the availability of equipment, production-stimulants for farmers, and lastly, freight and transportation. Key words: characteristics; beef cattle farmers; insurance; cattle; external factors Abstrak Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor eksternal pada peternak yang mengikuti program Asuransi Usaha Ternak Sapi di Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sinjai. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Tellulimpoe Kabupaten Sinjai pada Bulan November sampai Desember 2018. Populasi adalah semua peternak sapi potong yang mengikuti program AUTS yaitu 582 orang. Responden yang diambil sebagai sampel dengan menggunakan rumus Slovin diperoleh 41 orang peternak. Sumber data adalah data primer dan data sekunder. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan bantuan tabulasi.Hasil penelitian menujunkkan factor eksternal peternak yang mengikuti program asuransi usaha ternak sapi yaitu pasaran untuk hasil usahaternak, teknologi yang senantiasa maju di bidang peternakan, tersedianya sarana dan peralatan produksi pendukung yang tersedia di tempat, perangsang produksi bagi peternak, pengangkutan dan transportasi. Kata kunci: karakteristik; peternak; asuransi; sapi; faktor eksternal
Analisis Jumlah Coliform dan Faecal Coli (MPN) pada Daging Sapi dan Ayam di Kota Manokwari: Analysis of (MPN) of Coliform Bacteria and Faecal Coli on Fresh Beef and Chicken in Manokwari Abdul Rahman Ollong; John Arnold Palulungan; Rizki Arizona
Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Veterinary Science) Vol. 10 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Ve
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/jipvet.v10i2.124

Abstract

Abstract Beef and chicken meat are potential as a medium for microbial growth such as coliform bacteria since it has a high nutrients content. Coliform bacteria in a given amount could be used as a hygienic indicator and a sign for the presence of pathogenic bacteria. The aimed of this research was to determine the amount of coliform and Escherichia coli on fresh beef and broiler chicken. The bacterial tests included qualitative tests as presumptive test, confirmed test, completed test whereas quantitavely test as Most Probable Number (MPN) to test the number of coliform and faecal coli. The results showed that pH in beef meat is normal and chicken meat shows under normal pH (pH in beef anf chicken meat are 5,7 – 5,98). Coliform and faecal coli bacteria was detected in 100% of samples had MPN values > 1 MPN/g. It means that the value do not meet eligibility criteria consumption. The high number of Coliform and faecal coli contamination in beef and chicken meat were supposed in relation with market sanitation, cross contamination with other food, low knowledge about hygiene. Keywords: Number of coliform; Beef and chicken; Traditional market Abstrak Daging sapi dan ayam memiliki kandungan nutrisi yang tinggi sehingga menjadi media yang baik untuk pertumbuhan mikroba. Salah satu jenis bakteri yang sering mengkontaminasi yaitu coliform dan faecal coli yang merupakan indikator higienis dan sebagai tanda keberadaan bakteri patogen. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung jumlah coliform dan faecal coli pada sampel daging sapi dan ayam yang dijual di pasar traditional kota Manokwari menggunakan uji kualitatif yaitu uji presumptive test, confirmed test, completed test sedangkan kuantitatif yaitu Most Probable Number (MPN) untuk menguji jumlah coliform dan faecal coli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pH daging sapi dalam kisaran normal dan pH ayam tergolong rendah yang semuanya pada kisaran 5,7 – 5,98; dan 100% sampel daging sapi, ayam dan pedagang daging terkontaminasi bakteri coliform dan faecal coli dengan nilai MPN yang tidak memenuhi kriteria kelayakan konsumsi, yakni > 1 MPN/g. Tingginya cemaran coliform dan faecal coli pada daging sapi dan ayam terkait dengan faktor kualitas sanitasi pasar, kontaminasi silang dengan bahan makanan lain dan pengetahuan higienitas yang rendah. Kata kunci : Jumlah coliform dan faecal coli; Daging sapi dan ayam; Pasar Tradisional
Aplikasi Penambahan Kunyit dan Multinutrien Blok Plus pada Pakan Kambing Jawarandu terhadap Infestasi Endoparasit dan Konsumsi Pakan: Application Of Turmic Addition And Multinutrient Block Plus On The Jawarandu Goat’s Diet Towards Endoparasit Infestations And Feed Consumption Retno Iswarin Pujaningsih; Dian Wahyu Harjanti; Baginda Iskandar Moeda Tampubolon; Widianto Widianto; Ahmad Ahsan; Wening Suri Pawestri
Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Veterinary Science) Vol. 11 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Ve
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/jipvet.v11i1.128

Abstract

Goat management in rural areas is still commonly done traditionally with little regard for health factors. One factor is the presence of parasitic worms in the goat's digestive tract which causes disturbed growth. The research aims to evaluate the effect of the addition of turmeric and multinutrient block plus (MNBP) in eliminating endoparasites and increasing feed intake of Jawarandu goats. The material used was 12 male Jawarandu goats weighing an average of 20 kg. A completely randomized design was used in this study with 4 treatments and 3 replications. Treatment T0: basal ration + MNBP; T1: T0 + 1% turmeric; T2: T0 + 3% turmeric; T3: T0 + 5% turmeric. The parameters observed were feed intake, weight gain, number of endoparasites and total eggs per gram of feces. Data analysis using analysis of variance significance level of 5% to determine the effect of treatment. If there is a treatment effect, it is followed by Duncan's multiple range test. The results showed a decrease in the number of endoparasites. The best treatment to induce an antibody system is T2 treatment, namely the addition of turmeric with a level of 3%. Feed intake was not significantly increasing although improving body weight gain in T2 and T3. The conclusion of the study is that the administration of MNBP and turmeric with a level of 5% has not been able to eliminate all endoparasites until the 28th day. MNBP and turmeric are useful as natural antioxidants. Increased level of turmeric can increase weight gain and immune system of goats. Keyword: Multinutrient blocks, turmeric, Jawarandu goats, endoparasite, feed intake

Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 4 (2025): Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Ve Vol. 15 No. 3 (2025): Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Ve Vol. 15 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Ve Vol. 15 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Ve Vol. 14 No. 4 (2024): Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Ve Vol. 14 No. 3 (2024): Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Ve Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Ve Vol. 14 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Ve Vol. 13 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Ve Vol. 13 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Ve Vol. 12 No. 3 (2022): Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Ve Vol. 12 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Ve Vol. 12 No. 1 (2022): Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Ve Vol 11 No 3 (2021): Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Vete Vol. 11 No. 3 (2021): Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Ve Vol 11 No 2 (2021): Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Vete Vol. 11 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Ve Vol 11 No 1 (2021): Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Vete Vol. 11 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Ve Vol 10 No 2 (2020): Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Vete Vol. 10 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Ve Vol 10 No 1 (2020): Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Vete Vol. 10 No. 1 (2020): Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Ve Vol 9 No 2 (2019): Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Veter Vol. 9 No. 2 (2019): Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Vet Vol. 9 No. 1 (2019): Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Vet Vol 9 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Veter Vol 8 No 2 (2018): Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Veter Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Vet Vol. 8 No. 1 (2018): JURNAL ILMU PETERNAKAN Vol 8 No 1 (2018): JURNAL ILMU PETERNAKAN Vol. 7 No. 1 (2012): JURNAL ILMU PETERNAKAN Vol 7 No 1 (2012): JURNAL ILMU PETERNAKAN Vol. 5 No. 2 (2010): JURNAL ILMU PETERNAKAN Vol 5 No 2 (2010): JURNAL ILMU PETERNAKAN Vol. 5 No. 1 (2010): JURNAL ILMU PETERNAKAN Vol 5 No 1 (2010): JURNAL ILMU PETERNAKAN Vol 4 No `1 (2009): JURNAL ILMU PETERNAKAN Vol. 4 No. `1 (2009): JURNAL ILMU PETERNAKAN Vol. 3 No. 1 (2008): JURNAL ILMU PETERNAKAN Vol. 2 No. 1 (2007): JURNAL ILMU PETERNAKAN Vol 1 No 2 (2006): JURNAL ILMU PETERNAKAN Vol. 1 No. 2 (2006): JURNAL ILMU PETERNAKAN Vol 1 No 1 (2006): JURNAL ILMU PETERNAKAN Vol. 1 No. 1 (2006): JURNAL ILMU PETERNAKAN Vol 1 No 1 (2006): JURNAL ILMU PETERNAKAN More Issue