International Journal of Community Service Learning
International Journal of Community Service Learning is a scientific journal Community Service published by Universitas Pendidikan Ganesha. This journal is published 4 times a year, ie in February, May, August, and November. The article was published on the results of community service related to education, science, technology, socio-economics, and entrepreneurship.
Articles
631 Documents
PENYULUHAN MENGENAI PENGGUNAAN PESTISIDA YANG BAIK DAN BENAR DI DESA JURUG KECAMATAN SOOKO KABUPATEN PONOROGO
Phuspa, Sisca Mayang;
Rosanti, Eka
International Journal of Community Service Learning Vol 1, No 2 (2017): August 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (219.467 KB)
|
DOI: 10.23887/ijcsl.v1i2.12095
Desa Jurug Kecamatan Sookomerupakan daerah dengan85% penduduknya bermata pencaharian sebagai petani.Pestisida merupakan salah satu unsur yang sulit dipisahkan dengan kegiatan pertanian.Berdasarkan hasil pengamatan dan kuesioner, petani di Desa Jurug belum mengetahui bagaimana bahaya pestisda untuk kesehatan. Berdasarkan referensi, pestisida yang terkandung dalam darah dapat menyebabkan efek toksik dalam menghambat enzim kolinesterase yang dapat mengganggu sistem saraf. Masyarakat petani Desa Sooko belum pernah mendapatkan penyuluhan dari Puskesmas terdekat tentang kesehatan kerja khususnya pada petani yang terkait dengan penggunaan pestisida. Selain itu kesadaran petani akan kesehatan juga masih rendah, terlihat dari hasil kuesioner pretest belum diperhatikannya cara menggunakan pestisida yang baik dan benar serta pemakaian APD sebagai upaya preventif terhadap terjadinya penyakit akibat kerja dari penggunaan pestisida belum maksimal. Berdasarkan hasil penyuluhan, terdapat peningkatan skor kuesioner (post-test) sebesar 50%. Hal ini menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dalam pemakaian pestisida dan bahaya pestisida.Hal ini baik untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya petani untuk menggunakan pestisida yang aman bagi kesehatan.Peningkatan kesehatan petani diharapkan menjadi awal dari peningkatan produktifitas di bidang pertanian.
Pendampingan Pembelajaran Memilah Dan Menempatkan Sampah Pada Tempatnya Sejak Usia Dini Di TK Imbas 1
Amri, Choirul;
Widyantoro, Wahyu
International Journal of Community Service Learning Vol 1, No 3 (2017): November 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2960.04 KB)
|
DOI: 10.23887/ijcsl.v1i3.12598
Perubahan perilaku dapat dilakukan melalui kebiasaan yang dipraktikan sejak usia dini. Pembelajaran bagi anak usia dini merupakan tahapan penting untuk pembisaan perilaku. Perilaku hidup sehat dan bersih melalui pengalaman belajar melalui pemberian contoh dan melalukan pembiasaan.Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk memperkenalkan dan membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat sejak dini melalui pemilahan sampah di TK Imbas 1 (TK ABA Trini) Trihanggo, Gamping, Sleman. Kegiatan ini menggunakan metode demontrasi dan praktik memilah sampah. Diharapkan melalui kegiatan ini anak-anak TK Imbas 1 (TK ABA Trini) mampu mengenal dan mempraktikan memilah sampah pada tempat pemilah sampah.Praktik pemilahan sampah ini dengan pengenalan jenis sampah kepada Murid TK Imbas 1 (TK ABA Trini), hasil kegiatan ini mampu meningkatkan kebisaan anak-anak dalam menempatkan sampah pada tempat pemilah sampah.Pendekatan perilaku hidup sehat dapat dapat dilakukan sejak usia dini, pengalaman pemilahan sampah sejak dini ini akan memberikan pengalaman perilaku hidup sehat dan bersih sejak dini.Â
UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS DAN KEUNTUNGAN HASIL TANGKAP DENGAN MENGUBAH NELAYAN BURUH MENJADI NELAYAN PEMILIK
Ngamel, Yuliana Anastasia;
Teniwut, Wellem Anselmus
International Journal of Community Service Learning Vol 2, No 1 (2018): February 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (538.971 KB)
|
DOI: 10.23887/ijcsl.v2i1.12947
Membangun dari daerah merupakan program utama dari pemerintahan Presiden Joko Widodo, maka program Ipteks Bagi Masyarakat (IbM) ini bertujuan untuk mendukung program pemerintah dengan meningkatkan produktivitas dan perekonomian nelayan tangkap di Dusun Duroa, Kota Tual, Provinsi Maluku dengan mengonversi status mereka dari nelayan tangkap buruh menjadi nelayan pemilik dan memberikan modal, pelatihan, penyuluhan serta pendampingan. Program ini penting sebagai inisiasi untuk meningkatkan perekonomian nelayan tangkap Dusun Duroa yang sebagian besar nelayan tangkap yang berada di wilayah ini merupakan nelayan buruh. Hasil dari program ini sudah terlihat dampaknya dimana keuntungan nelayan tangkap meningkat sangat signifikan karena hasil yang didapatkan seluruhnya masuk ke nelayan tangkap dan produktivitasnya juga meningkat dengan teknik tangkap yang sesuai dengan perairan di sekitar wilayah desa Durua.
Mengapa Skenario Pembelajaran Perlu Pendidikan Karakter?
Hendrowati, Tri Yuni;
Suningsih, Ari
International Journal of Community Service Learning Vol 2, No 1 (2018): February 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (299.058 KB)
|
DOI: 10.23887/ijcsl.v2i1.12889
Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan bantuan keilmuan kepada guru SMP Negeri 25 Bandar Lampung dalam menyusun skenario pembelajaran yang memuat pendidikan karakter selain muatan inti lainnya yaitu pengetahuan dan ketrampilan. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dalam bentuk pelatihan selama empat kali pertemuan dengan peserta sebanyak 25 orang guru. Metode yang digunakan adalah metode ceramah, tanya jawab, diskusi, dan demonstrasi. Praktik lapangan implementasi skenario pembelajaran yang menerapkan pendidikan karakter oleh guru peserta pengabdian, menggunakan pendekatan saintifik. Berdasarkan hasil pengamatan diperoleh temuan sebagai berikut: 1) Guru SMP Negeri 25 Bandar Lampung sebagai peserta pengabdian kepada masyarakat menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi; 2) Para peserta dapat mengimplementasikan penguatan pendidikan karakter kedalam skenario pembelajaran yang disusunnya; 3) Para peserta dapat mengimplementasikan skenario pembelajaran yang disusun dalam kegiatan belajar mengajar; 4) Perubahan karakter peserta didik yang mencerminkan budaya bangsa Indonesia merupakan dampak posistif, dari skenario pembelajaran yang diimplementasikan.
USAHA PRODUKSI KERAJINAN SAPU BERBAHAN SERABUT KELAPA BERBASIS WILAYAH
Saputra, Didin Hadi;
Widyaningrum, Meiyanti;
Bahri, Samsul
International Journal of Community Service Learning Vol 2, No 2 (2018): May 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (580.224 KB)
|
DOI: 10.23887/ijcsl.v2i2.14157
The joint business of coconut fiber broom made by Namira and Bina Taruna is a business that has been run by the partner in Telaga Waru Village, Pringgabaya District, East Lombok regency. The effort has been carried out for generations by local villagers. The focus of this activity is on how to oversee the whole business management process, and to administer, document the results of coconut fiber production through marketing media in order to output or the end result (such as increased production and wider market network) to be obtained more optimally and effectively. This Community Partnership Program activity aims to improve the quality of coconut fiber broom products located in Telaga Waru Village, Pringgabaya District, East Lombok regency. Methods of implementation of the PKM offered by the proposing team to the partners of Namira and Bina Taruna include coordination of partner group existence, preparation of schedule of activities, assistance of skill development of partner business group, marketing through assistance, organizing scheduled open house products and facilitating coverage in the print media. The results of this dedication have been felt by the whole community of Telaga Waru village and its surroundings after the participants follow the socialization process and the science is given through direct practice and interactive dialogue process so that from the training result, there will be improvement of understanding before and after training.
IMPLEMENTATION OF CULTURAL TOURISM DEVELOPMENT PROGRAM BASED ON LOCAL WISDOM IN BEDULU VILLAGE REGENCY OF GIANYAR BALI
Arismayanti, Ni Ketut;
Suwena, I Ketut
International Journal of Community Service Learning Vol 2, No 3 (2018): August 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (469.966 KB)
|
DOI: 10.23887/ijcsl.v2i3.15412
Implementation of cultural tourism development program in Bedulu village aims to strengthen community empowerment through the development of cultural tourism in accordance with the vision and mission aimed at strengthening village management system; Increasing public participation in tourism activities and development; Improve self-financing and self-help communities and to improve the welfare of the community as well as increasing the original income of Gianyar regency. The implementation approach model includes 1) Participatory Rural Appraisal (PRA) model; 2) Model of Entrepreneurship Capacity Building (ECB), and 3) Transfer Technology Model (TT). Implementation of the program include: 1) Identification of tourism potential at Tourism Attraction Goa Gajah Temple, Relief of Yeh Pulu, Samuan Tiga Temple, and Tegallinggah Cliff Temple; 2) Focus Group Discussion (FGD) with relevant stakeholders on potential and strategic issues of cultural tourism development based on local wisdom in Bedulu Village; 3) Training of Packaging Cultural Tour Packages in Bedulu Village; 4) Technical Training for Tour Guide in Bedulu Village; 5) Making of Guide Book; 6) Making Bedouin Tourism Brochure; 7) Practical English Training in Bedulu Village; 8) Homestay Management Training in Bedulu Village; 9) Culinary Development Training of Bedulu Village; 10) Village Tourism Management in Bedulu Village. The outputs generated in these community service activities include guidebooks; Brochures in English and Japanese; Tutorial on website management; Marketing of tourist attraction located in Bedulu Village through the website, Instagram social media, and video uploaded on YouTube; Capacity building and knowledge as well as community capacity with various training provided.
Varian Produksi, Manajemen Keuangan dan Pemasaran Usaha Mikro Kerupuk Kerang Madurasa di Kabupaten Bangkalan
Hasan, Buaddin;
Rizkiana, Atya
International Journal of Community Service Learning Vol 2, No 3 (2018): August 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (841.522 KB)
|
DOI: 10.23887/ijcsl.v2i3.14175
Program Program Kemitraan Masyarakat (PKM) kelompok usaha Kerupuk Kerang Madurasa Produk Madura Citarasa Nusantara di kelurahan Pejagan Kabupaten Bangkalan merupakan usaha peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar pesisir Kabupaten Bangkalan dengan cara mengolah kerang menjadi kerupuk kerang. Proses pelaksanaannya bekerjasama dengan 2 mitra yang sama-sama bergerak dalam usaha home industri pembuatan kerupuk kerang. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan program PKM ini adalah metode pelatihan, pendampingan dan evaluasi. Metode pelatihan merupakan upaya mendidik dan melatih mitra agar mampu mengembangkan usahanya. Metode ini dilakukan dalam tiga sesi, petama adalah pelatihan pengembangan varian bentuk produk kerupuk kerang madurasa (bulat pih, stik, dan kotak pipih). Sesi kedua adalah pelatihan pemasaran produk, dalam hal ini tim pengusul melatih mitra agar mampu memanfaatkan media sosial dan media rekanan untuk memasarkan produk, serta melatih untuk dapat bermitra dengan toko-toko pusat oleh-oleh di Kabupaten Bangkalan. Sesi ketiga adalah pelatihan manajemen usaha, meliputi pembukuan sederhana dan manajemen pelaporan. Sedangkan metode pendapingan dan evaluasi merupakan bagian dari setiap sesi pelatihan dengan tujuan membina dan mengevaluasi kelemahan pada setiap sesi pelatihan dan melakukan perbaikan guna mendapatkan hasil yang baik. Hasil dari pelaksanaan program kemitraan masyarakat ini, berupa varian bentuk produk kerupuk kerang yaitu bulat pipih, kotak pipih dan stik. Adanya variasi, packaging yang menarik dan sistem pemasaran yang tekonsep berdampak pada peningkatan hasil usaha yaitu 50% dari produksi awal.
Inmate Empowerment Through Training in Making Bags Made of Rope as a Provision of Skills
Dewi, Triana Kumala;
Sholihah, Rosi Ayu;
Sarie, Aries Luvieta;
Kiswardinata, R. Bekti;
Tri Prasasti, Pinkan Amita
International Journal of Community Service Learning Vol 2, No 3 (2018): August 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (706.747 KB)
|
DOI: 10.23887/ijcsl.v2i3.15478
Community service team, Elementary School Teacher Education Universitas PGRI Madiun has conducted training in making bags made from raw rope for inmates in prison Ngawi class II B as a provision of skills. The purpose of the abdimas is (1) Provision of skills to the prisoner by inviting the prisoners to perform a creation in the form of a rope bag (2) to create economic independence for the prisoners through training on making bags made from rope, (3) to encourage or support the prisoner again have confidence. Training activities begin with the opening and delivery of materials and discussion and evaluation. Training in making bag made from rope made with direct practice in bag making. Training training is emphasized on improving skills and motivational motivation for prisoners to remain confident in their work. It can be concluded that in the training of making bags made from raw rope has been done with bai. Based on the questionnaire results, 86% of participants gave an assessment that the training of bag making made from raw ropes for prisoners in Ngawi Class II class B institution is very motivating in increasing the skills of the participants.
PEMBINAAN SENAM AEROBIK DALAM UPAYA MENINGKATKAN KEBUGARAN JASMANI MASYARAKAT PONDOK PINANG LUBUK BUAYA KECAMATAN KOTO TANGAH KOTA PADANG
ai, erianti
International Journal of Community Service Learning Vol 2, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (472.748 KB)
|
DOI: 10.23887/ijcsl.v2i4.15479
Pengabdian Program Penerapan Ipteks bagi masyarakat tentang pembinaan senam aerobik ini dilakukan dalam upaya meningkatkan kebugaran jasmani masyarakat Pondok Pinang Lubuk Buaya Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. Pentingnya kebugaran jasmani yang baik untuk menunjang aktivitas kerja terutama masyarakat yang sudah memasuki usia lanjut untuk mempertahankan dan meningkatkan kebugaran jasmani tersebut dapat dilakukan dengan cara melakukan senam aerobik. Berdasarkan pelaksanaan pengabdian yang telah dilaksanakan maka meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang kebugaran jasmani dalam kehidupan sehari-hari. Pengetahuan tentang senam aerobik yang dilakukan secara teratur dengan takaran yang cukup akan dapat memperbaiki kerja jantung, dan paru-paru, serta mempunyai banyak manfaat bagi kebugaran tubuh. Meningkatnya pengalaman warga akan keterampilan gerak berirama yang diiringi dengan musik membuat warga dalam melakukan senam aerobik dengan penuh konsentrasi, bersemangat, bergembira dan menikmati indahnya kebersamaan membuat warga yang terlibat ikut kegiatan merasakan manfaatnya. Meningkatnya motivasi dan antusias masyarakat di Perumahan Pondok Pinang Lubuk Buaya Kecamatan Koto Tangah Kota Padang terhadap kegiatan senam aerobik. Hal ini dapat dilihat dari kehadiran para peserta senam aerobik di lapangan dan semangat dalam mengikuti serangkaian gerakan yang dipandu dengan irama dan mengikuti instruktur yang menyenangkan. Meningkatnya nilai dan sikap, serta hubungan antar warga masyarakat Perumahan Pondok Pinang Lubuk Buaya Kecamatan Koto Tangah Kota Padang yang mengikuti kegiatan senam aerobik. Hal ini dapat dilihat dari keterampilan gerak berirama yang ditunjukkan warga yang memiliki tingkat kemampuan gerakan yang berbeda-beda.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF BERBASIS TRI HITA KARANA DI DESA BINAAN ABANG BATU DINDING KECAMATAN KINTAMANI KABUPATEN BANGLI
Nurjaya, I Gede;
Tirtayani, Luh Ayu;
Suwena, I Kadek Rai
International Journal of Community Service Learning Vol 1, No 1 (2017): May 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1320.477 KB)
|
DOI: 10.23887/ijcsl.v1i1.11895
Program Desa Binaan di Desa Abang Batu Dinding ini bertujuan 1) Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan nilai karakter anak usia dini dan pelatihan keterampilan usaha mandiri. (2) Meningkatkan kesadaran masyarakat akan potensi alam dan lingkungan memalui kegiatan pembudidayaan ikan mujair dan pertanian organik untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan. (3) Mendorong tumbuhnya kreativitas, motivasi dan inovasi masyarakat dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi melalui pelatihan pengembangan usaha ekonomi kreatif, seperti pengolahan ikan mujair pasca panen menjadi Abon Mujair, Krupuk Mujair, Bakso Mujair dan pengolahan hasil pertanian seperti bawang menjadi bawang goreng siap saji. (4) Meningkatkan kesadaran masyarakat melalui penyuluhan untuk mendorong terwujudnya kemandirian dan kesejahteraan masyarakat dalam bidang sistem pemasaran hasil sumber daya alam yang ada di Desa Abang Batu Dinding Kecamatan Kintamani. Berdasarkan pada permasalahan prioritas yang ada, maka solusi yang ditawarkan melalui desa binaan ini menggunakan metode sebagai berikut : Partisipatory Rural Appraisal (PRA) yaitu suatu sistem untuk menyusun dan mengembangkan program operasional dalam pembangunan tingkat desa. Enthrepreneurship Capasity Building (ECB), metode ini berkaitan erat dengan kemampuan beriwirausahan dari masyarakat, Teknologi Tepat Guna (TTG), yaitu metode yang dirancang bagi suatu masyarakat tertentu agar dapat disesuaikan dengan aspek-aspek lingkungan, keetisan, kebudayaan, sosial, politik dan ekonomi masyarakat bersangkutan.