International Journal of Community Service Learning
International Journal of Community Service Learning is a scientific journal Community Service published by Universitas Pendidikan Ganesha. This journal is published 4 times a year, ie in February, May, August, and November. The article was published on the results of community service related to education, science, technology, socio-economics, and entrepreneurship.
Articles
631 Documents
Implementasi Sekolah Sedekah Sampah Untuk Mewujudkan Pengelolaan Sampah Berbasis Filantropi di SMP Muhammadiyah Kota Batu
Hasanah, Idaul;
Husamah, Husamah;
Harventy, Gina;
Satiti, Novita Ratna
International Journal of Community Service Learning Vol. 2 No. 4 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (740.612 KB)
|
DOI: 10.23887/ijcsl.v2i4.14364
Sampah menjadi masalah di perkotaan, terlebih tujuan wisata seperti Kota Batu, Jawa Timur. Sebagai upaya penguatan kesadaran sejak dini bagaimana mengatasi permasalahan sampah dan penguatan karakter cinta lingkungan berbasis agama Islam, maka dilakukan pengabdian di SMP Muhammadiyah 2 dan SMP Muhammadiyah 8 Kota Batu. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan implementasi program “Sekolah Sedekah Sampah” di SMP Muhammadiyah Kota Batu. Subjek pengabdian ini adalah masing-masing 3 orang guru dan 50 siswa SMP Muhammadiyah 2 dan SMP Muhammadiyah 8 Kota Batu. Pengabdian dilakukan selama delapan bulan dalam bentuk pelatihan, pendampingan, dan praktik langsung (implementasi). Evaluasi keberhasilan pengabdian didasarkan pada proses dan output, yaitu antusiasme peserta, dihasilkannya produk, peningkatan kompetensi peserta dalam pengelolaan sampah, dan produk berupa lingkungan sekolah yang lebih hijau. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa rerata kehadiran peserta mencapai 95%, dihasilkannya logo dan konsep 3S, ada peningkatan kompetensi peserta dalam pengelolaan sampah (pemberlakuan konsep 3S), dan produk berupa lingkungan sekolah yang lebih hijau. Dapat disimpulkan bahwa pengabdian masyarakat telah diimplementasikan dengan sangat baik.
Pelatihan Pertolongan Pertama pada Kegawatdaruratan di Sekolah Children Centre Brawijaya Smart School Malang
Kusumaningrum, Bintari Ratih;
Kartika, Annisa Wuri;
Ulya, Ikhda;
Choiriyah, Muladefi;
Ningsih, Dewi Kartikawati;
Kartikasari, Efris
International Journal of Community Service Learning Vol. 2 No. 4 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (448.028 KB)
|
DOI: 10.23887/ijcsl.v2i4.14366
Anak-anak merupakan usia yang rentan mengalami kecelakaan atau cedera karena keingintahuan tentang hal disekitarnya, terutama anak usia pra sekolah. Kecelakaan tersebut bisa dicegah, jika di sekolah atau dipenitipan anak hal ini bisa di cegah oleh guru atau pengasuh anak, jika di rumah bisa dicegah oleh orang tua. Pencegahan dan pertolongan pertama pada kecelakaan sangat penting dilakukan di sekolah dan di penitipan anak untuk menciptakan lingkungan yang aman untuk anak-anak. Pada program ini dilakukan program safe community pada sekolah bertujuan untuk mengetahui praktik pencegahan dan P3K,serta melatih guru dalam P3K. Metode pelaksanaan kegiatan yaitu diskusi kelompok terfokus, penyuluhan dan pelatihan P3K. Hasil yang didapatkan yaitu para guru telah melakukan praktik pencegahan dan terdapat peningkatan pengetahuan penanganan kegawatdaruratan di lingkungan sekolahnya. Adanya program ini dapat meningkatkan pengetahuan dan kepercayaan diri mereka serta memotivasi mereka untuk terus belajar tentang P3K dan menyamakan persepsi dengan orang tua siswa tentang pertolongan pertama pada kecelakaan di sekolah. kata kunci : Pertolongan pertama pada kegawatdaruratan, guru TK, pencegahan kecelakaan, sekolah
Implementasi PKM Kelompok Petani Organik di Desa Wonorejo Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang yang Menghadapi Masalah Fungisida
Budiyanto, Moch. Agus Krisno;
Muizzudin, Muizzudin;
Husamah, Husamah;
Permana, Fendy Hardian
International Journal of Community Service Learning Vol. 2 No. 3 (2018): August 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (502.796 KB)
|
DOI: 10.23887/ijcsl.v2i3.14529
Petani yang menerapkan pertanian organik masih mengalami permasalahan terkait pengetahuan tentang pembuatan dan penggunaan fungisida organik, sehingga perlu dilakukan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM). PKM ini bertujuan memberikan pendampingan kepada mitra sehingga terjadi perbaikan dalam hal, (1) penguasaan metode pembuatan fungisida organik anggota kelompok petani organik yang menjadi mitra dan (2) menguasai metode penggunaan fungisida organik anggota kelompok petani organik yang menjadi mitra. Mitra PKM adalah Kelompok Tani Sumber Urip-I dan Kelompok Tani Sumber Urip-II, Desa Wonorejo Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang. Metode pelaksanaan PKM terdiri dari 2 kegiatan utama, yaitu sebagai berikut: 1) Pelatihan pembuatan fungisida organik dari bahan baku lokal dan 2) Pelatihan dan pendampingan penggunaan fungisida organik. Melalui serangkaian kegiatan pelatihan dan pendampingan, maka: 1) semua anggota (100%) mitra PKM telah menguasai metode pembuatan fungisida organik dan 2) semua anggota (100%) mitra PKM telah menguasai penggunaan dan mampu meningkatkan produksi fungisida organik.
Penguatan Pemahaman Siswa Kelas XII AK Melalui Bimbingan dan Pelatihan Akuntansi dan Pajak di SMK Dharma Widya, Desa/Kecamatan Neglasari, Tangerang-Banten
Effendi, Bahtiar
International Journal of Community Service Learning Vol. 2 No. 4 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (674.664 KB)
|
DOI: 10.23887/ijcsl.v2i4.14635
SMK Dharma Widya, Neglasari, Tangerang-Banten yang dipimpin oleh Triwidi Pantoro meminta agar dosen prodi S1 Akuntansi Universitas Matana dapat memberikan bimbingan dan pelatihan akuntansi bagi siswa kelas XII konsentrasi akuntansi yang setengah semester lalu guru pembina (kaprodi akuntansi) telah resign dan kegiatan pembelajaran di kelas tersebut kurang maksimal dengan keterbatasan dewan guru yang mendalami akuntansi. Metode yang diterapkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah analisis deskriptif dengan menganalisa kondisi situasi materi yang diajarkan dan membuat pola pembelajaran materi yang perlu diperdalam melalui bimbingan dan pelatihan melalui dua tahap yakni pemahaman dan implementasi. Kegiatan ini berlangsung selama 2 minggu. Hasil dari penelitian ini menunjukkan keberhasilan proses bimbingan dan pelatihan akuntansi dan pajak dengan peningkatan pemahaman siswa kelas XII konsentrasi akuntansi yang dibuktikan melalui pre test dan post test materi akuntansi dan pajak, selain itu terdapat peningkatan semangat optimis dan percaya diri dari siswa kelas XII konsentrasi akuntansi dalam menghadapi UAS tahun 2018 ini.Keywords: Prodi akuntansi,universitas matana, pengabdian masyarakat, bimbingan dan pelatihan, pemahaman siswa
Pendampingan Masyarakat dalam Budidaya Rumput Laut di Kepulauan Sapeken Kabupaten Sumenep Jawa Timur
Nurwidodo, Nurwidodo;
Rahardjanto, Abdulkadir;
Husamah, Husamah;
Mas'odi, Mas'odi
International Journal of Community Service Learning Vol. 2 No. 3 (2018): August 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (574.552 KB)
|
DOI: 10.23887/ijcsl.v2i3.14770
Budidaya rumput laut di Kepulauan Sapeken Kabupaten Sumenep sangat potensial untu dilakukan, namun pada kenyataannya para nelayan/petani masih mengalami banyak kendala, sehingga aktivitas tersebut belum memiliki kontribusi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Tim telah melakukan kegiatan pengabdian di Kepulauan Sapeken Kabupaten Sumenep, sehingga artikel ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pendampingan masyarakat dalam budidaya rumput laut di daerah tersebut. Subjek dalam pengabdian adalah 2 kelompok tani rumput laut (masing-masing terdiri atas 10 orang pembudidaya). Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan selama delapan bulan. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah survey, demonstrasi, dan praktek langusng, dan evaluasi. Keterlaksanaan atau keberhasilan pengabdian didasarkan pada terpenuhinya indikator-indikator proses pengabdian dan produk yang dihasilkan dalam pengabdian, Kegiatan pengabdian dievaluasi dalam hal proses dan akhir kegiatan. Kegiatan pengabdian dianggap telah berhasil bila persentase keterlibatan dan keaktifan masyarakat mencapai ≥75%, masyarakat mampu melakukan budidaya. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa masyarakat mitra sangat antusias terlibat, 100% terlibat dalam budidaya, da nada peningkatan produksi budidaya rumput laut. Dapat disimpulkan bahwa pengabdian masyarakat telah diimplementasikan sesuai dengan rencana.
PENYULUHAN GAYA HIDUP SEHAT MELALUI AKTIVITAS JASMANI BAGI MASYARAKAT DI KOMPLEK KHARISMATAMA PERMAI KELURAHAN BATANG KABUNG KECAMATAN KOTO TANGAH KOTA PADANG
astuti, yuni
International Journal of Community Service Learning Vol. 2 No. 4 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (510.761 KB)
|
DOI: 10.23887/ijcsl.v2i4.15408
Permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat yaitu sering mengalami keluhan fisik seperti kram di kaki kalau terlalu lama duduk, kelelahan setelah beraktifitas ringan, mudah sakit karna pergantian cuaca yang terkadang dapat menghambat aktivitas pekerjaan dan lebih memilih untuk tidak keluar rumah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut perlunya dilakukan aktifitas jasmani yang mengutamakan kelenturan kaki harus rutin dilakakukan seperti menggetar-getarkan, meregangkan serta melemaskannya. Efek dari aktifitas jasmani sederhana ini juga dapat meningkatkan kerja jantung dan paru. Metode yang digunakan yaitu menggunakan metode ceramah dengan media audio visual serta berdiskusi dengan masyarat tentang gerakan yang dilakukan dalam video tersebut tentang aktivitas jasmani yang dapat dilakukan oleh masyarakat. Dari hasil pelaksanaan penyuluhan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa melalui aktivitas jasmani yang dilakukan masyarakat sebagai peserta pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan dapat terlaksana dengan baik. Hal tersebut ditandai dengan adanya kesungguhan dan antusiasme untuk bertanya dan diskusi dari peserta pelatihan dan untuk mengetahui bagaimana gerakan gerakan-gerakan sehat melalui aktivitas jasmani.
IMPLEMENTATION OF CULTURAL TOURISM DEVELOPMENT PROGRAM BASED ON LOCAL WISDOM IN BEDULU VILLAGE REGENCY OF GIANYAR BALI
Arismayanti, Ni Ketut;
Suwena, I Ketut
International Journal of Community Service Learning Vol. 2 No. 3 (2018): August 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (469.966 KB)
|
DOI: 10.23887/ijcsl.v2i3.15412
Implementation of cultural tourism development program in Bedulu village aims to strengthen community empowerment through the development of cultural tourism in accordance with the vision and mission aimed at strengthening village management system; Increasing public participation in tourism activities and development; Improve self-financing and self-help communities and to improve the welfare of the community as well as increasing the original income of Gianyar regency. The implementation approach model includes 1) Participatory Rural Appraisal (PRA) model; 2) Model of Entrepreneurship Capacity Building (ECB), and 3) Transfer Technology Model (TT). Implementation of the program include: 1) Identification of tourism potential at Tourism Attraction Goa Gajah Temple, Relief of Yeh Pulu, Samuan Tiga Temple, and Tegallinggah Cliff Temple; 2) Focus Group Discussion (FGD) with relevant stakeholders on potential and strategic issues of cultural tourism development based on local wisdom in Bedulu Village; 3) Training of Packaging Cultural Tour Packages in Bedulu Village; 4) Technical Training for Tour Guide in Bedulu Village; 5) Making of Guide Book; 6) Making Bedouin Tourism Brochure; 7) Practical English Training in Bedulu Village; 8) Homestay Management Training in Bedulu Village; 9) Culinary Development Training of Bedulu Village; 10) Village Tourism Management in Bedulu Village. The outputs generated in these community service activities include guidebooks; Brochures in English and Japanese; Tutorial on website management; Marketing of tourist attraction located in Bedulu Village through the website, Instagram social media, and video uploaded on YouTube; Capacity building and knowledge as well as community capacity with various training provided.
Pemanfaatan E-book sebagai Sumber Belajar Mandiri bagi Siswa SMA/SMK/MA
Suryani, Ela;
Khoiriyah, Ika Silfiana Arifatul
International Journal of Community Service Learning Vol. 2 No. 3 (2018): August 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (454.101 KB)
|
DOI: 10.23887/ijcsl.v2i3.15422
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMA/SMK/MA ditujukan untuk mensosialisasikan pemanfaatan e-book kepada siswa kelas XII. E-book sebagai sumber belajar mandiri sehingga siswa mampu memperdalam materi secara mandiri apabila terjadi kekurangan jumlah tatap muka yang dilakukan guru dan siswa tidak memiliki buku cetak mata pelajaran yang lengkap.Metode pelaksanaan yang digunakan adalah presentasi, brainstorming, dan sharing tentang e-book kepada siswa kelas XII pada jenjang pendidikan sekolah menengah atas. Kegiatan PkM ini dilaksanakan melalui sosialisasi, pendampingan, dan monitoring dan evaluasi.Pelaksanaan PkM pemanfaatan e-book kepada siswa kelas XII SMA N 1 Pabelan dan SMK Kanaan mampu meningkatkan pemahaman terhadap e-book yang ditandai dengan persentase indikator ketercapaian memahami e-book (93%), mengunduh e-book (51%), dan menggunakan e-book (80%). Tanggapan positif dari siswa kelas XII SMA N 1 Pabelan dan SMK Kanaan terhadap pelaksanaan kegiatan PkM ini tergolong sangat baik. Hal ini dapat dilihat dari indikator kehadiran peserta PkM mencapai 98% dari target dan selama kegiatan berlangsung peserta sangat antusias mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir kegiatan.
IbM PKK Desa Payungan Dalam Memanfaatkan Sayuran Menjadi Bakso Yang Bernilai Gizi Tinggi
Arifatul Khoiriyah, Ika Silfiana;
Wening, Dyah Kartika
International Journal of Community Service Learning Vol. 2 No. 3 (2018): August 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (660.627 KB)
|
DOI: 10.23887/ijcsl.v2i3.15466
Salah satu olahan makanan berbahan dasar daging adalah bakso. Bakso sudah dikenal masyarakat Indonesia sejak lama, Jumlah peminatnya pun dari segala kalangan mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Tujuan pengabdian ini yaitu memperkenalkan pemanfaatan sayuran menjadi bakso yang bernilai gizi tinggi, meningkatkan keikutsertaan masyarakat dalam mendukung program pola hidup sehat, merangsang kreativitas masyarakat untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat, dan meningkatkan daya keterampilan masyarakat dalam berwirausaha. Lokasi pengabdian akan dilaksanakan di Desa Payungan Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Semarang, melalui praktek demonstratif langsung yang melibatkan unsur-unsur pemangku kepentingan yakni PKK Desa Payungan Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Semarang.Metode yang digunakan adalah Metode Training of Trainner (TOT) dengan cara pemberian materi melalui ceramah, kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung oleh masing-masing peserta. Tim IbM tidak mengundang seluruh anggota masyarakat di daerah sekitar, peserta merupakan kader PKK Desa Payungan Kecamtan Kaliwungu Kabupaten Semarang.Diversifikasi bahan makanan dari daging menjadi sayuran diharapkan dapat menjadi pola makan sayur bagi masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui skim Hibah Iptek bagi Masyarakat sumber dana LP2M tahun 2017 yang hasilnya berupa pelatihan untuk kegiatan IbM di Mitra PKK Desa Payungan Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Semarang. Dalam kegiatan pelatihan IbM ini dihadiri anggota di Mitra PKK Desa Payungan Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Semarang yang diikuti dengan antusias sampai acara selesai dan termotivasi untuk memproduksi sendiri.
Inmate Empowerment Through Training in Making Bags Made of Rope as a Provision of Skills
Dewi, Triana Kumala;
Sholihah, Rosi Ayu;
Sarie, Aries Luvieta;
Kiswardinata, R. Bekti;
Tri Prasasti, Pinkan Amita
International Journal of Community Service Learning Vol. 2 No. 3 (2018): August 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (706.747 KB)
|
DOI: 10.23887/ijcsl.v2i3.15478
Community service team, Elementary School Teacher Education Universitas PGRI Madiun has conducted training in making bags made from raw rope for inmates in prison Ngawi class II B as a provision of skills. The purpose of the abdimas is (1) Provision of skills to the prisoner by inviting the prisoners to perform a creation in the form of a rope bag (2) to create economic independence for the prisoners through training on making bags made from rope, (3) to encourage or support the prisoner again have confidence. Training activities begin with the opening and delivery of materials and discussion and evaluation. Training in making bag made from rope made with direct practice in bag making. Training training is emphasized on improving skills and motivational motivation for prisoners to remain confident in their work. It can be concluded that in the training of making bags made from raw rope has been done with bai. Based on the questionnaire results, 86% of participants gave an assessment that the training of bag making made from raw ropes for prisoners in Ngawi Class II class B institution is very motivating in increasing the skills of the participants.