cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
WIDYA LAKSANA
ISSN : 14104369     EISSN : 25496859     DOI : -
Core Subject : Education,
Widya Laksana is a scientific multidisciplinary journal published by Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Pendidikan Ganesha twice a year; January and August
Arjuna Subject : -
Articles 652 Documents
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS BAGI GURU BAHASA INGGRIS SMP DI KECAMATAN SUKASADA Mahayanti, Ni Wayan Surya; Utami, I.A. Made Istri
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.501 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v6i2.11619

Abstract

Pelatihan dan pendampingan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru mengadakan PTK (Penelitian Tindakan Kelas) sebagai tagihan wajib sebagai bukti keprofesionalan mereka dalam mengajar. Peserta yang terlibat merupakan guru-guru Bahasa Inggris SMP di Kecamatan Sukasada.  3 tahapan telah dilakukan, mulai pemaparan materi dalam seminar, pelatihan penyusunan proposal PTK, serta pendampingan penyusunan instrument hingga pelaporan PTK. Dari hasil pre–test dan post-test yang dilakukan, terlihat bahwa pemahaman peserta mengenai Peelitian Tindakan Kelas meningkat dari 42,6 menjadi 76. Disamping hasil test, dari hasil kuesioner II, 100% peserta mengatakan termotivasi untuk membuat PTK setelah diberikan pelatihan. Selain itu, berdasarkan hasil laporan PTK yang telah selesai dibuat, keseluruhannya sudah berkualitas baik. Dapat disimpulkan bahwa pelatihan PTK yang dilaksanakan oleh tim pengabdian pada masyarakat memberi dampak langsung pada pengetahuan peserta terkait dengan PTK.
DESA BINAAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL TRI HITA KARANA DI DESA PEMUTERAN KECAMATAN GEROKGAK KABUPATEN BULELENG Mudana, I Wayan
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.985 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v3i1.9156

Abstract

Pengabdian Kepada masyarakat ini bertujuan untuk (1) meningkatkan wawasan aparat desa dalam berkolaborasi dengan kelompok masyarakat ekonomi, politik dan sipil, (2) meningkatkan pengetahaun dan keterampilan ibu-ibu PKK di Desa Pemuteran   dalam mengolah ikan hasil tangkapan, (3) meningkatkan pengetahaun dan keterampilan ibu- ibu PKK di Desa Pemuteran dalam mengolah ubi ketela pohon dalam membuat beraneka kue kukus, dan (4)meningkatkan wawasan aparat desa, ibu-ibu PKK dan anggota masyarakat tentang pariwisata dan pelestarian lingkungan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode ceramah, diskusi dan pelatihan. Melalui kegiatan ini dihasilkan peningkatan pengetahuan aparat desa dalam mengembangkan kolaborasi dengan  kelompok masyarakat  lainnya seperti masyarakat politik, ekonomi  dan sipil, peningkatan pengetahuan dan keterampilan aparat desa dan Ibu-Ibu PKK dalam pengembangan pariwisata dan kelestarian lingkungan, peningkatan wawasan dan keterampilan ibu-ibu PKK pembuatan bakso, nugget dan bolu kukus pelangi.
PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENGEMBANGKAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS WHITE BOARD ANIMATION VIDEO Hartawan, I Gusti Nyoman Yudi; Sudiarta, I Gusti Putu; Waluyo, Djoko
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.768 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v7i1.11710

Abstract

Berdasarkan diskusi dengan Ketua dan Sekretaris MGMP Kabupaten Buleleng, disepakati bahwa pengembangan konten dan media pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi masih tetap menjadi program prioritas dalam peningkatan kompetensi profesional dan kompetensi pedagogik guru. Untuk itu, disepakati mengadakan program kerjasama dalam pengembangan media pembelajaran  matematika berbasis white board animation video.  Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatknya kompetensi guru mitra dalam membuat dan mengunakan media pembelajaran  berbasis White Board Animation Video. Metode Pelaksanaan kegiatan ini menggunakan (1) model partisipatory rural apprasial. Model ini digunakan untuk mengidentifikasi masalah yang dialami mitra atau kelompok masyarakat, (2) Model Technology Transfer (TT), digunakan agar mitra atau kelompok masyarakat menguasai prinsip-prinsip penerapan teknologi terutama dalam hal pengembangan media pembelajaran matematika, dan (3) Model pelatihan/diskusi kelompok. Hasil kegiatan ini adalah mitra dapat membuat dan menggunakan media pembelajaran berbasis White Board Animation Video.
PEMANFAATAN BARANG BEKAS LAYAK PAKAI SEBAGAI ALAT PERAGA BAHASA DI TK WISATA KUMARA DAN TK KUMARA KERTI Adnyani, Ni Luh Putu Sri; Paramarta, I Made Suta; Suarcaya, Putu
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.632 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v3i2.9161

Abstract

Kegiatan  pengabdian  pada  masyarakat  yang  berjudul “Pemanfaatan  Barang  Bekas Layak Pakai sebagai Alat Peraga Bahasa di TK Wisata Kumara dan TK Kumara Kerti” merupakan sebuah kegiatan pelatihan yang diberikan kepada guru-guru TK yang bertujuan untuk Adapun tujuan darai pelaksanaan kegiatan  P2M ini adalah: 1)Untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas alat peraga bahasa kelompok Taman Kanak-Kanak Wisata Kumara dana Kumara Kerti, 2) untuk meningkatkan variasi atau keberagaman alat peraga bahasa yang dimiliki TK-TK tersebut, dan 3) untuk membantu guru dalam upaya pencapaian standar perkembangan bahasa anak melalui alat peraga bahasa yang memadai.  Kegiatan  telah  dilaksanakan  pada  bulan  September 2013.  Pada  kegiatan tersebut alat peraga yang dihasilkan adalah buku berbincang dan kartu memori.
PENGEMBANGAN USAHA KRUPUK SUSU IBU-IBU PKK DESA JABUNG KECAMATAN JABUNG KABUPATEN MALANG Wahyuningtyas, Dyah Tri; Kumala, Farida Nur
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.179 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v5i2.8990

Abstract

Masyarakat dusun Umpak dan Mindi sebelumnya telah diberikan pelatihan pembuatan krupuk susu. Hasil dari pelatihan tersebut adalah terciptanya industri rumah tangga atau UKM pembuatan krupuk susu. Hasil dari UKM ini cukup digemari warga sekitar. Namun untuk pemasaran dan pengembangan usaha kearah yang lebih luas belum dapat dijalankan, mengingat usaha ini belum memiliki ijin dan manajemen yang tepat selama proses produksi hingga pemasaran. Menanggapi masalah tersebut perlu ditawarkan suatu ipteks tentang cara pengembangan usaha krupuk susu yang bertujuan untuk mengembangkan UKM krupuk susu melalui proses pelatihan manajemen usaha krupuk susu dan pembuatan perijinan ke dinas kesehatan setempat. Program pelatihan ini terdiri dari tiga sesi yaitu pelatihan manajemen usaha krupuk susu, perijinan PIRT ke dinkes dan evaluasi program. Adapun luaran pada program pelatihan ini adalah terciptanya usaha krupuk susu yang berkembang di beberapa tempat salah satunya adalah pusat oleh – oleh. Hasil dari program pengabdian ini sebagai berikut: 1).  Usaha krupuk susu telah memiliki manajemen yang lebih baik selama proses produksi hingga pemasaran yang dilengkapi dengan administrasi untuk menunjang kegiatan UKM, 2). Telah mendapatkan nomor ijin dagang rumah tangga (PIRT) setelah dilalui melalui beberapa tahapan. 3). Kegiatan pemasaran produk melalui online dan juga merambah sektor pariwisata (toko oleh – oleh).Kata kunci: Manejemen, PIRT, Krupuk susu.
TOED Preservation (TOED Education) at Adiwiyata School As an Effort to Implement Healthy Lifestyle Yasa, Arnelia Dwi; Sulistyowati, Prihatin
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.448 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v7i1.12241

Abstract

AbstractSDN Tanjungrejo 2 is an Adiwiyata school located in Kecamatan Sukun Malang. SDN Tanjungrejo 2 page is filled with shade trees and ornamental plants whereas TOGA is not found there. Students do not know the type, benefits. This devotion aims to improve students understanding of the types, benefits, ways of planting and processing of toga into herbal medicine through TOGA preservation program in Adiwiyata School.TOGA preservation as an effort to back to nature movement, increasing space green field at SDN Tanjungrejo 2 Malang, live pharmacy learning media and herbal medicine. The TOGA preservation activities at SDN Tanjungrejo 2 begin with the introduction of TOGA type and benefit, TOGA processing into herbal medicine, TOGA planting on the vertical shelf. Activity is said to be successful because of the N-Gain score score, students understanding of TOGA in medium and high category. Keywords: TOED, adiwiyata school, healthy lifestyle
IBW DI KAWASAN GREENBELT KECAMATAN SUKASADA KABUPATEN BULELENG Mardana, Ida Bagus Putu
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.102 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v3i2.9167

Abstract

Kawasan  greenbelt  merupakan  wilayah  konservasi  air dan  vegetasi  hijau  (greenbelt zone)  yang membentang  dari dataran  rendah  ke perbukitan  bedugul  berpotensi  bagi pengembangan wisata desa, agrowisata, kerajinan kreatif-inovatif, pertanian dan peternakan  sebagai sumber kehidupan   masyarakat  di kecamatan  Sukasada.  Kegiatan IbW  kawasan  greenbelt  di kecamatan  Sukasada    kabupaten  Buleleng  Provinsi  Bali, menyasar pada 4(tempat) desa, yakni desa Ambengan, desa Gitgit, desa Wanagiri, dan desa Pancasari bertujuan untuk melakukan pemetaan aset wilayah   dan pemberdayaan masyarakat dalam melaksanakan program ipteks peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam pertanian-peternakan-perikanan, pendidikan lifeskill, kewirausahaan, pembinaan adat-istiadat, keagamaan, lembaga sosial, sanitasi, dan kepariwisataan.  Metode  pelaksanaan IBW  dalam pemberdayaan masyarakat menggunakan pendekatan SLA  (Sustainable  Livelihoods  Approach).  Kegiatan  IbW selama tiga tahun diharapkan menghasilkan luaran: (1) Rencana strategis (Renstra) dan pemetaan wilayah, (2) Terwujudnya demplot industri kecil pengolahan kelapa, (3) terwujudnya sentra industri kecil/skala rumah tangga, (4) Terwujudnya demplot peternakan-pertanian ramah lingkungan, (5) terwujudnya produk wisata rural- agrotourism culture, (7) Terwujudnya kelompok belajar kelas kecil tingkat SD, tingkat SMP dan mekanisme pengelolaanya berbasis desa pekraman, (8) Peningkatan kesehatan sanitasi lingkungan, (9) Terwujudnya managemen mitigasi bencana alam berbasis masyarakat, dan (10) publikasi ilmiah hasil program IbW pada jurnal nasional.
PELATIHAN PENGEMBANGAN ASESMEN AUTENTIK DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DI SEKOLAH DASAR BERBASIS LESSON STUDY BAGI GURU-GURU SD DI KECAMATAN BULELENG Jampel, I Nyoman
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.223 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v5i1.9095

Abstract

Tujuan dari pelaksanaan P2M ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru (1) merencanakan pembelajaran yang akan dilaksanakan di dalam kelas. Dalam hal ini, pembuatan RPP, LKS, media pembelajaran, dan instrumen evaluasi. Dan (2) melaksanakan proses penilaian dalam implementasi kurikulum 2013 sesuai dengan pasal 19 PP No 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dan Permendiknas no 41 Tahun 2007 tentang standar proses pendidikan. Dengan demikian, bentuk kegiatan pengabdian yang akan dilakukan berupa pendampingan lesson study di sekolah. Secara umum, urutan langkah-langkah rinci lesson study mulai dari tahap merencanakan (plan), melaksanakan (do), dan merefleksi (see). Hasil kegiatan refleksi pada siklus I adalah (1) Dalam bekerja dalam kelompok, terdapat siswa yang tidak bekerja. Hal ini dikarenakan guru model tidak memberikan tugas yang jelas kepada masing-masing siswa dalam satu kelompok. Tugas-tugas dalam kelompok sebagian besar dikerjakan oleh orang yang sama atau satu / dua orang saja. Solusi mungkin untuk pertemuan berikutnya setiap siswa diberikan tugas yang jelas kepada masing-masing kelompok. Ini dilakukan sebelum diskusi kelompok dimulai. (2) Secara umum pembelajaran yang dilaksanakan guru model sudah sangat baik, akan tetapi masih ada beberapa kelemahan yang dapat menyebabkan siswa tidak dapat belajar dengan baik. Siswa tidak ada yang mengacungkan tangan untuk bertanya, apakah karena sudah mengerti atau tidak berani karena ada observer. (3) Banyak siswa tidak dapat bekerja dalam kelompok dan harus menunggu penjelasan dari guru. Hal ini dikarenakan di awal kegiatan guru model kurang memberikan petunjuk diskusi, petunjuk penggunaan alat, dan langkah-langkah yang jelas. Dan (4) Secara garis besar, ketercapaian pembelajaran pada siklus I sudah mencapai 85%. Adapun hasil kegiatan refleksi pada siklus II adalah (1) Secara umum pembelajaran yang dilaksanakan guru model sudah sangat baik dan tujuan pembelajaran yang diharapkan sudah tercapai. (2) Guru model sudah melaksanakan pembelajaran dengan sangat kontekstual sehingga siswa benar-benar memahami materi yang disajikan dan tentunya pembelajaran ini akan sangat bermakna bagi siswa itu sendiri. (3) Siswa sangat antusias mengikuti pembelajaran yang dilaksanakan. Hal ini tidak terlepas dari persiapan yang dilakukan oleh guru model. Pembelajaran sangat kontekstual dan sangat menantang. (4) Siswa sangat termotivasi mengikuti pembelajaran. Hal ini disebabkan pembelajaran yang dilaksanakan mengutamakan partisipasi aktif seluruh siswa untuk bekerja dan belajar dengan baik. (5) Semua siswa dapat belajar dengan baik. Ini tentunya berkat kerja keras guru model untuk mempersiapkan pembelajaran dan perhatian guru dapat mencapai seluruh siswa. Dan (6) Secara garis besar, ketercapaian pembelajaran pada siklus II sudah mencapai 95%.
TEKNOLOGI TEPAT GUNA PENGOLAHAN LIMBAH TEKSTIL BAGI INDUSTRI TENUN BINTANG TIMURTEKNOLOGI TEPAT GUNA PENGOLAHAN LIMBAH TEKSTIL BAGI INDUSTRI TENUN BINTANG TIMUR Yuningrat, Ni Wayan; Ayuni, Ni Putu Sri; Martiningsih, Ni Wayan; Gunamantha, I Made; Widana, Gede Agus Beni
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.317 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v7i1.12673

Abstract

Pada umumnya industri tekstil khususnya tenun menggunakan zat warna sintetis untuk proses pencelupannya, dengan pertimbangan warna yang dihasilkan akan lebih menarik dan tidak mudah pudar. Zat warna yang telah selesai digunakan dalam pencelupan seringkali dibuang langsung ke lingkungan tanpa diolah terlebih dahulu. Hal ini juga dilakukan oleh industri bintang timur, yang mana zat warna hanya ditampung dalam tanah yang digali sedalam 1 meter, sedangkan lokasinya dekat dengan persawahan. Kegiatan pengabdian diawali dengan identifikasi pengetahuan peserta tentang karakteristik, bahaya, penanggulangan dan penanganan awal zat warna tekstil melalui kuisioner. Sosialisasi alat pengolahan limbah dilakukan melalui penyerahan reaktor fotokatalitik fixed bed TiO2-batu apung dan dilanjutkan dengan demonstrasi pengoperasiannya menggunakan zat warna sisa pencelupan. Berdasarkan hasil kuisioner, sebagian besar peserta belum mengetahui karakteristik zat warna tekstil dan proses pengolahan yang diperlukan agar zat warna tekstil tidak mencemari lingkungan. Proses degradasi zat warna tekstil berjalan kurang efektif (26%) yang disebabkan kurangnya sinar matahari yang diperlukan untuk proses fotodegradasi tersebut. Pada umumnya industri tekstil khususnya tenun menggunakan zat warna sintetis untuk proses pencelupannya, dengan pertimbangan warna yang dihasilkan akan lebih menarik dan tidak mudah pudar. Zat warna yang telah selesai digunakan dalam pencelupan seringkali dibuang langsung ke lingkungan tanpa diolah terlebih dahulu. Hal ini juga dilakukan oleh industri bintang timur, yang mana zat warna hanya ditampung dalam tanah yang digali sedalam 1 meter, sedangkan lokasinya dekat dengan persawahan. Kegiatan pengabdian diawali dengan identifikasi pengetahuan peserta tentang karakteristik, bahaya, penanggulangan dan penanganan awal zat warna tekstil melalui kuisioner. Sosialisasi alat pengolahan limbah dilakukan melalui penyerahan reaktor fotokatalitik fixed bed TiO2-batu apung dan dilanjutkan dengan demonstrasi pengoperasiannya menggunakan zat warna sisa pencelupan. Berdasarkan hasil kuisioner, sebagian besar peserta belum mengetahui karakteristik zat warna tekstil dan proses pengolahan yang diperlukan agar zat warna tekstil tidak mencemari lingkungan. Proses degradasi zat warna tekstil berjalan kurang efektif (26%) yang disebabkan kurangnya sinar matahari yang diperlukan untuk proses fotodegradasi tersebut.
PELATIHAN KETERAMPILAN DASAR LABORATORIUM (BASIC LABORATORY SKILL) BAGI STAF LABORATORIUM IPA SMP SE-KABUPATEN BULELENG Subamia, I Dewa Putu
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.723 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v1i2.9276

Abstract

Telah  dilaksanakan  kegiatan  pengabdian  kepada  masyarakat  (P2M)  dalam  bentuk pelatihan keterampilan dasar laboratorium (basic laboratory skill) bagi staf laboratorium IPA SMP se-Kabupaten Buleleng. Kegiatan yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dasar staf laboratorium IPA SMP tersebut dilaksanakan dalam dua tahap, in service dan on service mulai tanggal 21-29 September 2012. Materi pelatihan meliputi organisasi dan administrasi laboratorium, tata kelola alat-alat dan bahan laboratorium IPA, keterampilan menggunakan alat-alat dasar lab IPA (basic laboratory skills), dan keamanan dan keselamatan kerja (K3). Evaluasi kegiatan ini dilakukan terhadap proses dan output kegiatan. Penskoran dilakukan dengan skala Likert dan dianalisis secara statistik deskriptif. Berdasarkan indikator-indikator yang telah dievalusi, proses kegiatan P2M ini dinyatakan berhasil dengan kategori baik. Simpulannya, setelah mengikuti pelatihan, peserta kegiatan P2M ini memahami dengan baik kompetensi yang harus dimiliki tenaga laboratorium IPA SMP, pelatihan yang telah  diselenggarakan  mampu  meningkatkan  pengetahuan  dan  keterampilan  dasar laboratorium  bagi  staf  laboratorium  IPA  SMP  peserta pelatihan,  kinerja  tenaga laboratorium  IPA  menjadi  lebih baik,  dan  kegiatan  P2M  ini  disambut positif oleh peserta pelatihan karena mereka mendapatkan banyak informasi tentang pengetahuan dan  keterampilan  dasar  laboratorium IPA  SMP  dan  mampu  mentransformasi  diri manjadi lebih terampil menata laboratorium di sekolah masing-masing.

Page 7 of 66 | Total Record : 652