cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal EDUTECH Undiksha
ISSN : 26148609     EISSN : 26152908     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Edutech Undiksha adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh jurusan teknologi pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran teknologi. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Arjuna Subject : -
Articles 835 Documents
PENGEMBANGAN INSTRUCTIONAL GAME DENGAN MODEL LUTHER PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS VII DI SMP LAB UNDIKSHA Isnawan, I Wayan Indra; Mahadewi, Luh Putu Putrini; Jampel, I Nyoman
Jurnal Edutech Undiksha Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.645 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v6i2.20287

Abstract

Penelitian pengembangan ini di latarbelakangi oleh rendahanya hasil belajar IPA. Hal ini dikarenakan dalam proses pembelajaran masih menggunakan pembelajaran yang berpusat pada guru. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan rancang bangun Instructional Game dengan Model Luther (2) mendeskripsikan kualitas hasil validitas pengembangan Instructional Game dengan Model Luther menurut para ahli dan uji coba produk, (3) mengetahui efektivitas Instructional Game dengan Model Luther. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan dan model pengembangan adalah model Luther. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dan kualitatif. Pengumpulan data yang digunakan adalah metode wawancara, pencatatan dokumen, kuesioner, dan tes objektif tipe pilihan ganda. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif, deskriptif kuantitatif dan analisis statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian (1) Rancang bangun Instructional Game dengan Model Luther dengan model Luther meliputi enam tahapan: (a) tahap konsep, (b) tahap desain, (c) tahap pengumpulan bahan, (d) tahap pembuatan, dan (e) tahap uji coba, (f) tahap distribusi. (2) Instructional Game dengan Model Luther valid dengan: (a) hasil review ahli isi mata pelajaran menunjukkan Instructional Game dengan Model Luther berpredikat sangat baik (100%), (b) hasil review ahli Instructional Game menunjukkan produk berpredikat sangat baik (90%), (c) hasil review ahli desain pembelajaran menunjukkan Instructional Game dengan Model Luther berpredikat sangat baik (93%), (d) hasil uji perorangan menunjukkan Instructional Game berpredikat sangat baik (90%), hasil uji kelompok kecil menunjukkan Instructional Game berpredikat sangat baik (91%). Hasil uji lapangan menunjukkan produk berpredikat sangat baik (92,02%). (3) Instructional Game dengan Model Luther yang dikembangkan efektif meningkatkan hasil belajar IPA (thitung = 15,576 > ttabel = 2,013 pada taraf signifikansi 5%). Ini berarti bahwa Instructional Game dengan Model Luther terbukti efektif secara signifikan dapat meningkatkan hasil belajar IPA.Kata kunci: Instructional Game, Model Luther, Pengembangan
PENGEMBANGAN KONTEN E-LEARNING BERORIENTASI PEMBELAJARAN KOOPERATIF PELAJARAN IPA KELAS VIII DI SMP NEGERI 1 UBUD Putra, I Wayan Eka Santika; Sudarma, i Komang; Pudjawan, Ketut
Jurnal Edutech Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.416 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v5i2.20364

Abstract

Permasalahan yang ditemukan di SMP negeri 1 Ubud yaitu hasil belajar IPA masih tergolong rendahnya nilai rata-rata siswa (70), masih di bawah kkm (72) kelas VIII . Hal ini disebabkan karena penyampaian materi dilakukan secara konvensional, serta keterbatasan jam pelajaran.  Tujuan penelitian untuk: (1) mendeskripsikan rancang bangun konten e-learning berorientasi pembelajaran kooperatif (2) mengetahui kualitas hasil pengembangan, serta (3) mengetahui efektivitas hasil pengembangan. Model pengembangan yang digunakan adalah model Dick and Carey. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode, kuesioner dan tes. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik deskriptif kualitatif, analisis deskriptif kuantitatif, dan analisis statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukan yaitu: (1) Rancang bangun konten e-learning dikembangkan dengan model Dick and Carey. (2) Konten E-Learning yang dikembangkan valid dengan: (a) hasil review ahli isi berpredikat sangat baik (94%), (b) hasil review ahli media menunjukkan produk berpredikat baik (84%), (c) hasil review ahli desain pembelajaran menunjukkan konten e-learning berpredikat sangat baik (90,66%), (d) hasil uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan menunjukkan elearning berpredikat sangat baik (90,33%), (90,66%) dan (89,84%). (3) Efektivitas pengembangan menunjukkan bahwa thitung = 2,8874 > ttabel = 1,9944. Hal ini berarti, konten elearning yang dikembangkan efektif untuk meningkatkan hasil belajar IPA.    Kata-kata kunci: e-learning, pengembangan, pembelajaran kooperatif
PENGEMBANGAN MODUL IPA BERBASIS MODEL LEARNING CYCLE 5E DI SD MUTIARA SINGARAJA Gunawan, I Komang Apriadi; Agung, A.A. Gede; Pudjawan, Ketut
Jurnal Edutech Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.776 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v5i2.20378

Abstract

Permasalahan yang ditemukan di kelas V di SD Mutiara Singaraja yaitu rendahnya kualitas pembelajaran IPA. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor seperti kurangnya media, penerapan siklus belajar EEK (eksplorasi, elaborasi, konfirmasi) seperti yang diharapkan oleh standar proses belum dilaksanakan dengan baik serta adanya faktor lain. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan rancang bangun Modul IPA berbasis model learning cycle 5e, (2) mengetahui hasil uji coba pengembangan media Modul IPA berbasis model learning cycle 5e dan (3) mengetahui efektivitas penggunaan media Modul IPA berbasis model learning cycle 5e. Model pengembangan yang digunakan yaitu model ADDIE. Kualitas modul diukur dengan melakukan uji ahli dan uji coba produk. Metode pengumpulan yang digunakan yaitu: (1) metode angket, (2) wawancara, dan (3) tes. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis deskriptif kualitatif, analisis statistik deskriptif kuantitatif, dan analisis statistik inferensial. Hasil penelitian yaitu: (1) Rancang bangun modul dibuat dalam kerangka modul. kerangka modul ini diwujudkan menjadi modul melalui model pengembangan ADDIE. (2) Kualitas modul berdasarkan penilaian ahli isi yaitu 100% dengan kualifikasi sangat baik. Berdasarkan penilaian ahli media pembelajaran, diperoleh persentase 92% dengan kualifikasi sangat baik. Berdasarkan penilaian ahli desain pembelajaran, diperoleh persentase 86.66% dengan kualifikasi baik. Persentase yang diperoleh dari hasil uji perorangan yaitu 90.02% dengan kualifikasi sangat baik. Hasil uji kelompok kecil diperoleh 88,08% dengan kualifikasi baik. Hasil uji lapangan diperoleh 88.53% dengan kualifikasi baik. (3) Efektivitas modul yang dikembangkan diperoleh thitung =53,44, lebih besar dari ttabel yaitu 1,980. Dengan demikian, modul IPA efektif untuk meningkatkan hasil belajar IPA. Kata kunci: pengembangan, modul, learning cycle 5e.
PENGEMBANGAN MODUL BERPENDEKATAN ILMIAH PADA MATA PELAJARAN IPA DI SD NEGERI 1 BANJAR TEGAL Yasa, Gede Kusuma; Sudarma, I Komang; Tastra, I Dewa Kade
Jurnal Edutech Undiksha Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.687 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v5i1.20630

Abstract

Masalah yang ditemukan di SD Negeri 1 Banjar Tegal adalah hasil belajar IPA siswa belum memuaskan. Hal ini disebabkan oleh berbagai factor seperti kurangnya media, desain pembelajaran yang kurang sesuai, serta adanya factor lain. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan rancang bangun pengembangan modul berpendekatan ilmiah (2) mendeskripsikan kualitas hasil validasi pengembangan modul berpendekatan ilmiah (3) mengetahui efektivitas modul berpendekatan ilmiah yang dikembangkan. Model pengembangan yang digunakan yaitu model ADDIE. Kualitas modul berpendekatan ilmiah diukur dengan melakukan uji ahli dan uji coba produk. Metode pengumpulan yang digunakan yaitu: (1) metode angket, (2) wawancara, dan (3) tes. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis deskriptif kualitatif, analisis statistik deskriptif kuantitatif, dan analisis statistik inferensial. Hasil penelitian yaitu: (1) Rancang bangun modul berpendekatan ilmiah dengan model ADDIE meliputi lima tahapan. (2) Modul berpendekatan ilmiah yang dikembangkan valid dengan: (a) hasil review ahli isi mata pelajaran menunjukkan modul berpredikat sangat baik (96,3%), (b) hasil review ahli media pembelajaran menunjukkan produk berpredikat sangat baik (96,6%), (c) hasil review ahli desain pembelajaran menunjukkan modul berpredikat sangat baik (97,3%), (d) hasil uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan menunjukkan modul berpredikat sangat baik (96,2%), (96,4%) dan (96,8%). (3) Efektivitas pengembangan menunjukkan bahwa modul berpendekatan ilmiah yang dikembangkan efektif meningkatkan hasil belajar IPA (thitung = 15,02 > ttabel = 2,00, pada taraf signifikansi 5%).Kata kunci: ADDIE, modul, pendekatan ilmiah, pengembangan
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN TEKNIK DASAR SEPAK BOLA DENGAN KONSEP QUANTUM LEARNING Kurniawan, Rudi; Agung, A.A. Gede; Tegeh, I Made
Jurnal Edutech Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.773 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v5i2.20374

Abstract

Penelitian pengembangan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar PJOK siswa. Hal ini diduga karena kurangnya pemanfaatan media pembelajaran yang relevan dalam pembelajaran PJOK oleh guru. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan rancang bangun video pembelajaran teknik dasar sepak bola (2) mendeskripsikan validitas produk video pembelajaran teknik dasar sepak bola (3) mengetahui efektivitas media video pembelajaran teknik dasar sepak bola dalam mata pelajaran PJOK. Model pengembangan yang digunakan adalah Hannafin & Peck, dan video pembelajaran ini menggunakan konsep Quantum Learning. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode pencatatan dokumen, kuisioner, dan tes. Data yang didapatkan dari pencatatan dokumen dianalisis secara deskriptif kualitatif, data dari metode kuisioner dianalisis secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif, sedangkan data yang didapat dari metode tes dianalisis secara statistik inferensial. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1) rancang bangun video pembelajaran teknik dasar sepak bola dengan model Hannafin & Peck meliputi tiga tahapan yaitu, analisis kebutuhan, desain, pengembangan dan implementasi. (2) video Pembelajaran teknik dasar sepak bola yang dikembangkan valid dengan: (a) hasil review ahli isi mata pelajaran menunjukkan video pembelajaran berpredikat sangat baik (92.73%), (b) hasil review ahli media pembelajaran menunjukkan produk berpredikat baik (88.00%), (c) hasil review ahli desain pembelajaran menunjukkan video pembelajaran berpredikat sangat baik (93.33%), (d) hasil uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan menunjukkan video pembelajaran berpredikat sangat baik (90,00%), (91,94%) dan (92,05%). (3) efektivitas pengembangan menunjukkan bahwa video pembelajaran yang dikembangkan efektif meningkatkan hasil belajar PJOK (thitung = 14,628 > ttabel = 1,990 pada taraf signifikansi 5%). Dengan demikian, harga thitung lebih besar dari pada harga ttabel, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya, terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa sebelum menggunakan video pembelajaran dan sesudah menggunakan video. Kata kunci: pengembangan, video pembelajaran, quantum learning
PENGEMBANGAN WAYANG TOKOH DONGENG BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER PADA PELAJARAN BAHASA BALI KELAS III SEKOLAH DASAR Martini, Putu Wida Sri; Suwatra, Ignatius I Wayan; Sudarma, I Komang
Jurnal Edutech Undiksha Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.7 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v6i1.20270

Abstract

Penelitian Pengembangan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar Bahasa Bali siswa. Tujuan penelitian untuk (1) mendeskripsikan rancang bangun pengembangan media Wayang Todong, (2) mengetahui kualitas hasil pengembangan media Wayang Todong, dan (3) efektivitas pembelajaran dengan menggunakan media Wayang Todong berbasis pendidikan karakter. Jenis penelitian ini adalah pengembangan dengan menggunakan model ADDIE. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan metode wawancara, kuisioner, tes, dan pencatatan dokumen. Instrumen yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu pedoman wawancara, kuisioner/angket dan tes objektif. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif, kuantitatif, dan statistik inferensial/induktif uji-t. Hasil penelitian menununjukan bahwa (1) rancang bangun media Wayang Todong dikembangkan dengan model ADDIE yang meliputi analisis, desain, pengembangan, penerapan, dan evaluasi, (2) Kualitas hasil produk yang dikembangkan dinyatakan valid dari review para ahli dan uji coba produk dengan (a) ahli isi mata pelajaran sebesar 98,8% berada pada kualifikasi sangat baik, (b) ahli desain pembelajaran sebesar 97,64% berada pada kualifikasi sangat baik, (c) ahli media pembelajaran sebesar 99,09% berada pada kualifikasi sangat baik, (d) uji coba perorangan sebesar 96,63% berada pada kualifikasi sangat baik, (e) uji coba kelompok kecil sebesar 94,08% berada pada kualifikasi sangat baik, dan (f) uji coba lapangan sebesar 93,37% berada pada kualifikasi sangat baik (3) Hasil uji efektivitas menunjukan hasil uji-t diperoleh thitung (32,28) > ttabel (1,99) sehingga H0 ditolak dan H1 diterima, ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar Bahasa Bali siswa sebelum dan sesudah menggunakan media Wayang Todong. Dengan demikian media Wayang Todong yang dikembangkan efektif untuk meningkatkan hasil belajar Bahasa Bali.Kata Kunci: pengembangan, wayang, pendidikan karakter, ADDIE
PENGEMBANGAN MAJALAH PEMBELAJARAN INSPIRATIF PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2016/2017 DI SD NEGERI 2 KALIUNTU Antara, I Made Juni; Tegeh, I Made; Parmiti, Desak Putu
Jurnal Edutech Undiksha Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.062 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v6i1.20255

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk:(1) mendeskripsikan rancang bangun majalah pembelajaran inspiratif, (2) mengetahui hasil validasi, majalah pembelajaran inspiratif, (3) mengetahui efektivitas majalah pembelajaran inspiratif pada mata pelajaran IPA kelas V semester ganjil tahun pelajaran 2016/2017 di SD Negeri 2 Kaliuntu. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model Hanafin and Peck. Pengumpulan data dilakukan dengan metode pencatatan dokumen, kuesioner dan tes. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah lembar pencatatan dokumen, lembar kuesioner, dan tes objektif tipe pilihan ganda. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif, kuantitatif, dan statistik inferensial. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) majalah pembelajaran inspiratif ini dikembangkan dengan model Hanafin and Peck melalui 3 tahapan (penilaian kebutuhan, desain, pengembangan dan Implementasi); (2) kualitas Majalah Pembelajaran inspiratif berdasarkan dari hasil review ahli dikualifikasikan sangat baik. Persentase tingkat pencapaian dari review ahli isi, desain pembelajaran, dan media pembelajaran berturutturut yaitu 100%, 96% dan 95%. Berdasarkan dari hasil uji coba produk dikualifikasikan sangat baik. Persentase tingkat pencapaian dari uji coba perorangan, kelompok kecil, dan lapangan berturut-turut yaitu 89,80%, 88,62% dan 89,56%. (3) efektivitas animasi stop motion menunjukkan rata-rata nilai pre-test 46,7 dan nilai post-test 76,7. Setelah dilakukan perhitungan dengan menggunakan uji-t diperoleh hasil thitung (34,678) > ttabel (2,003) sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian, majalah pembelajaran inspiratif untuk kelas V di SDN 2 Kaliuntu yang dikembangkan efektif untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswaKata Kunci: majalah pembelajaran, inspiratif, Hanafin & Peck
PENGEMBANGAN E-MODUL INTERAKTIF MATA PELAJARAN IPS DI SMP NEGERI 1 SINGARAJA Aryawan, Rizky; Sudatha, I Gde Wawan; Sukmana, Adrianus I Wayan Ilia Yuda
Jurnal Edutech Undiksha Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.002 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v6i2.20290

Abstract

Permasalahan yang terjadi di kelas VII A1 SMP Negeri 1 Singaraja adalah kurangnya bahan ajar yang dapat membelajarkan siswa secara mandiri. Bahan ajar yang digunakan hanyalah buku cetak yang isinya didominasi oleh sajian teks saja. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan proses pengembangan e-modul IPS interaktif, (2) mendeskripsikan kualitas pengembangan e-modul IPS interaktif, (3) mengetahui efektivitas e-modul IPS interaktif. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Model pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE. Metode pegumpulan data yang digunakan adalah metode wawancara, pencatatan dokumen, kuesioner, dan tes objektif tipe pilihan ganda. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif, deskriptif kuantitatif dan analisis statistik inferensial (uji-t). Subjek penelitian ini adalah 32 siswa kelas VII A1 SMP Negeri 1 Singaraja Tahun Pelajaran 2017/2018. Hasil penelitian (1) Proses pengembangan e-modul IPS interaktif meliputi lima tahapan yaitu: tahap analisis, tahap perancangan, tahap pengembangan, tahap implementasi, dan tahap evaluasi. (2) E-modul IPS interaktif valid dengan: (a) hasil review ahli isi mata pelajaran menunjukkan e-modul berpredikat sangat baik (100%), (b) hasil review ahli media menunjukkan e-modul berpredikat sangat baik (99,42%), (c) hasil review ahli desain pembelajaran menunjukkan e-modul berpredikat sangat baik (94,44%), (d) hasil uji perorangan menunjukkan e-modul berpredikat sangat baik (91,23%), hasil uji kelompok kecil menunjukkan e-modul berpredikat sangat baik (92,09%), hasil uji lapangan menunjukkan e-modul berpredikat sangat baik (91,57%). (3) Penggunaan e- modul IPS interaktif efektif digunakan dalam pembelajaran IPS, hal ini dibuktikan dengan meningkatnya hasil belajar siswa setelah menggunakan e-modul IPS interaktif.Kata kunci: ADDIE, AIR, e-modul, interaktif, pengembangan
PENGEMBANGAN BLENDED LEARNING TIPE FLIPPED CLASSROOM PADA MATA PELAJARAN SENI BUDAYA KELAS XI Sukayanti, 134 PENGEMBANGAN BLENDED LEARNING TIPE F; Sudarma, I Komang; Jampel, I Nyoman
Jurnal Edutech Undiksha Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.059 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v6i1.20279

Abstract

Penelitian pengembangan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar Seni Budaya siswa kelas XI TKJ 1 SMK Negeri 3 Singaraja. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan rancang bangun pengembangan blended learning, (2) mendeskripsikan validitas hasil pengembangan blended learning¸ dan (3) mengetahui efektifitas penggunaan blended learning. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan menggunakan model ADDIE. Data dalam penelitian dikumpulkan menggunakan metode pencatatan dokumen, kuesioner, dan tes. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah laporan pencatatan dokumen, lembar kuesioner, dan tes objektif pilihan ganda. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif, teknik analisis deskriptif kuantitatif, dan teknik analisis statistik inferensial/induktif uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Rancangan pengembangan blended learning melalui model ADDIE yang terdiri atas analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. (2) Hasil validasi produk dinyatakan valid dari review para ahli dan pengguna dengan (a) hasil review ahli isi mata pelajaran menunjukkan blended learning berpredikat sangat baik (90,53%), (b) hasil review ahli desain pembelajaran menunjukkan bahwa blended learning berpredikat sangat baik (93%), (c) hasil review ahli media menunjukkan bahwa blended learning berpredikat sangat baik (95%), (d) hasil uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil, dan uji coba lapangan menunjukkan bahwa blended learning berpredikat sangat baik (98,82%), baik (87,84%), dan sangat baik (92,55%). (3) Uji efektivitas blended learning menunjukkan bahwa hasil t-hitung (22,07) > t-tabel (2,007). Ini berarti, terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan blended learning. Sehingga blended learning yang dikembangkan efektif untuk meningkatkan hasil belajar Seni Budaya.Kata kunci: ADDIE, blended learning, flipped classroom, pengembangan, schoology
PENGEMBANGAN MODUL BERORIENTASI PENDIDIKAN KARAKTER PADA MATA PELAJARAN IPS SISWA KELAS VII SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2018/2019 DI SMP MUHAMMADIYAH 2 SINGARAJA Ismawati, Mia; Tegeh, I Made; Jampel, I Nyoman
Jurnal Edutech Undiksha Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.614 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v6i2.20322

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan rancang bangun pengembangan modul berorientasi pendidikan karakter (2) mengetahui hasil validasi pengembangan modul berorientasi pendidikan karakter menurut review para ahli dan uji coba produk, dan (3) mengetahui efektivitas modul berorientasi pendidikan karakter yang dikembangkan. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan model 4-D. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode kuesioner dan tes dengan instrumen kuesioner dan tes hasil belajar berupa tes objektif. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik deskriptif kualitatif, analisis deskriptif kuantitatif, dan analisis statistik inferensial uji-t. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) proses rancang bangun modul berorientasi pendidikan karakter mata pelajaran IPS dengan model 4-D melalui 4 tahapan sebagai berikut (a) pendefinisian (define), (b) perancangan (design), (c) pengembangan (develop), (d) penyebaran (desseminate). (2) modul berorientasi pendidikan karakter yang dikembangkan memiliki kualitas dengan: (a) hasil review ahli isi berpredikat baik (75.65%), (b) hasil review ahli desain pembelajaran menunjukkan modul berorientasi pendidikan karakter berpredikat cukup (74%), (c) hasil review ahli media pembelajaran menunjukkan modul berorientasi pendidikan karakter berpredikat cukup (66,43%), (d) hasil uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan menunjukkan modul berorientasi pendidikan karakter berpredikat baik (79,2%), (80,27%) dan (75,29%). (3) modul berorientasi pendidikan karakter yang dikembangkan terbukti efektif secara signifikan dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas VII t hitung = 24,73 > ttabel = 2,008 pada taraf signifikan 5%.Kata Kunci: pengembangan, multimedia pembelajaran, IPA