cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal EDUTECH Undiksha
ISSN : 26148609     EISSN : 26152908     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Edutech Undiksha adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh jurusan teknologi pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran teknologi. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Arjuna Subject : -
Articles 835 Documents
PENGEMBANGAN BUKU CERITA ELEKTRONIK DENGAN METODE STORY TELLING PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS II SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2016/2017 DI SD NEGERI 4 BANYUNING Praditya, Made Apri; Parmiti, Desak Putu; Tastra, I Dewa Kade
Jurnal Edutech Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.494 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v5i2.20367

Abstract

Masalah yang ditemukan di SD Negeri 4 Banyuning adalah hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas II belum memuaskan dikarenakan masih terdapat 10 dari 21 siswa yang belum bisa mengeja kalimat dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan rancang bangun pengembangan buku cerita elektronik (2) mendeskripsikan kualitas hasil validasi pengembangan buku cerita elektronik yang dikembangkan menurut review para ahli dan uji coba produk, (3) mengetahui efektivitas buku cerita elektronik yang dikembangkan. Penelitian pengembangan menggunakan model ADDIE. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dan kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode pencatatan dokumen, kuesioner dan tes. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1) Rancang bangun buku cerita elektronik mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan model ADDIE meliputi 5 tahapan. (2) buku cerita elektronik mata pelajaran Bahasa Indonesia yang dikembangkan valid dengan: (a) hasil review ahli isi mata pelajaran menunjukkan buku cerita elektronik berpredikat sangat baik (83,33%), (b) hasil review ahli buku cerita elektronik menunjukkan produk berpredikat baik (92,5%), (c) hasil review ahli desain pembelajaran menunjukkan buku cerita elektronik berpredikat sangat baik (92,5%), (d) hasil uji coba perorangan (92,53%), uji coba kelompok kecil (92,73%) dan uji coba lapangan (91,96%). (3) Efektivitas pengembangan menunjukkan bahwa buku cerita elektronik yang dikembangkan efektif meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia (thitung = 2,12 > ttabel = 2,021, pada taraf signifikansi 5%). Kata kunci: pengembangan, buku cerita elektronik, Bahasa Indonesia, model ADDIE
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FILM PENDEK BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA MATA PELAJARAN AGAMA HINDU KELAS V DI SD NEGERI 4 BANYUNING TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Suarmika, Pande Bagus Andika; Pudjawan, Ketut; Sudarma, I Komang
Jurnal Edutech Undiksha Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.504 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v6i2.20313

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan rancang bangun pengembangan media pembelajaran film pendek (2) mendeskripsikan kualitas validasi pengembangan media pembelajaran film pendek (3) mengetahui efektifitas media pembelajaran film pendek yang dikembangkan. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan dan model pengembangan yang digunakan adalah model Hannafin dan Peck. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan metode wawancara, pencatatan dokumen, kuesioner dan tes. Intrumen yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu pedoman wawancara, laporan pencatatan dokumen, angket/kuesioner, dan tes objektif. Hasil Penelitiannya sebagai berikut (1) Rancang bangun film pendek dibuat dalam naskah fim pendek. Naskah ini diwujudkan menjadi film pendek melalui tahapan Hannafin dan Peck (2) media pembelajaran film pendek yang dikembangkan valid dengan: (a) hasil riview ahli mata pelajaran menunjukan media pembelajaran film pendek berpredikat sangat baik (94%), (b) hasil riview ahli media pembelajaran produk film pendek yang dikembangkan berpredikat sangat baik (90%), (c) hasil riview ahli desain pembelajaran produk film pendek yang dikembangkan berpredikat baik (88.5%), (d) hasil uji perorangan, uji kelompok kecil dan uji perorangan menunjukan bahwa media pembelajaran film pendek berpredikat sangat baik (90,41%), (91,56 %) dan (92,91%). (3) Efektivitas pengembangan menunjukan bahwa media pembelajaran film pendek yang dikembangkan efektif meningkatkan hasil belajar Agama Hindu ( thitung= 13.08 > ttabel = 2.042, padataraf signifikansi 5%). Ini berarti, terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan media pembelajaran film pendek yang dikembangkan dalam proses belajar.Kata Kunci: film pendek, Hannafin dan Peck
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BERBASIS DISCOVERY MATA PELAJARAN IPA SISWA SD NO 1 BAKTISERAGA KELAS IV Jamilah, .; Jampel, I Noman; Parmiti, Desak Putu
Jurnal Edutech Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.551 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v5i2.20376

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui proses rancang bangun modul pembelajaran (2) Hasil validasi pegembangan modul pembelajaran yang dikembangkan menurut review para ahli dan uji coba produk (3) Mengetahui efektifitas modul pembelajaran yang dikembangkan. Model pengembangan yang digunakan adalah model Dick and Carrey. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode pencatatan dokumen, kuesioner dan tes. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1) Rancang bangun modul pembelajaran mata pelajaran IPA dengan model Dick and Carrey meliputi semupuh tahapan. (2) Modul pembelajaran mata pelajaran IPA yang dikembangkan valid dengan: (a) hasil review ahli isi mata pelajaran menunjukkan modul pembelajaran berpredikat sangat baik (100%), (b) hasil review ahli media pembelajaran menunjukkan produk berpredikat baik (88,19%), (c) hasil review ahli desain pembelajaran menunjukkan modul pembelajaran berpredikat baik (85,88%), (d) hasil uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan menunjukkan modul pembelajaran berpredikat sangat baik (91,11%), (92,10%) dan (92,45%). (3) Efektivitas pengembangan menunjukkan bahwa modul pembelajaran yang dikembangkan efektif meningkatkan hasil belajar IPA (thitung = 21,52 > ttabel = 1,989 pada taraf signifikansi 5%) Kata kunci: pengembangan, modul pembelajaran, discovery learning
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF SEBAGAI SUPLEMEN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS VIII SMP Saputra, Gede Arya Adi; Agung, A. A. Gede; Suwatra, Ignatius I Wayan
Jurnal Edutech Undiksha Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.512 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v5i1.20632

Abstract

Penelitian pengembangan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa, minimnya sumber belajar dalam pelajaran IPS di SMPN 3 Singaraja. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan rancang bangun pengembangan multimedia pembelajaran interaktif sebagai suplemen pembelajaran kooperatif tipe STAD, (2) mendeskripsikan validitas hasil pengembangan multimedia pembelajaran interaktif sebagai suplemen pembelajaran kooperatif tipe STAD, (3) mengetahui efektivitas multimedia pembelajaran interaktif sebagai suplemen pembelajaran kooperatif tipe STAD. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan metode wawancara, kuesioner, dan tes. Instrumen yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu pedoman wawancara, angket/kuesioner, dan tes objektif. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif, teknik analisis deskriptif kuantitatif, dan teknik analisis statistik inferensial. Hasil penelitian ini adalah (1) rancang bangun pengembangan multimedia interaktif sebagai suplemen pembelajaran kooperatif mengacu pada model pengembangan ADDIE (2) kualitas hasil pengembangan produk diperoleh (a) ahli isi mata pelajaran berada pada kategori sangat baik dengan persentase 98%, (b) ahli desain pembelajaran pada kategori baik dengan persentase 85,32%, (c) ahli media pembelajaran pada kategori sangat baik dengan persentase 93,65%, (d) uji coba perorangan, kelompok kecil, dan lapangan pada kategori sangat baik dengan persentase 91,64%, 96,21%, dan 97,83%. (3) Hasil uji efektivitas multimedia pembelajaran interaktif sebagai suplemen pembelajaran kooperatif yaitu diperoleh thitung lebih besar dari pada ttabel dengan taraf signifikansi 5% dan db 58 yaitu 12,5 > 2,00. Bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap hasil belajar IPS siswa kelas VIII L sebelum dan sesudah menggunakan multimedia pembelajaran interaktif sebagai suplemen pembelajaran kooperatif tipe STAD. Dengan demikian multimedia pembelajaran interaktif efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS.Kata-kata kunci: ADDIE, kooperatif, multimedia, pengembangan, STAD
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN BUDAYA MASYARAKAT HINDU BALI KELAS IV SDN 3 BANJAR TEGAL Bekagema, Megasepa Duade; Mahadewi, Luh Putu Putrini; Tastra, I Dewa Kade
Jurnal Edutech Undiksha Vol 4, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v4i1.20212

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan pendidikan yang tercermin dari rendahnya mutu sumber daya manusia akibat dari kurangnya perhatian guru dalam kualitas proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan rancang bangun pengembangan media video pembelajaran; (2) mengetahui kualitas hasil pengembangan media video pembelajaran; dan (3) menguji keefektifan media video pembelajaran terhadap peningkatan hasil belajar Agama Hindu kelas IV SD. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan menggunakan model Hannafin dan Peck. Pengumpulan data dilakukan dengan metode pencatatan dokumen, kuesioner dan tes. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar pencatatan dokumen, kuesioner, dan tes objektif. Hasil penelitian menunjukkan (1) rancang bangun dilakukan melalui tiga tahap, yaitu tahap analisis kebutuhan, desain, serta pengembangan dan implementasi. (2) Kualitas hasil pengembangan media video pembelajaran berdasarkan dari hasil review ahli isi sebesar 92% pada kualifikasi sangat baik. Ahli desain sebesar 89,3% pada kualifikasi baik. Ahli media sebesar 87,5% pada kualifikasi baik. Hasil uji perorangan sebesar 93,3%, hasil uji kelompok kecil sebesar 91,2%, dan hasil uji lapangan sebesar 93,1% masing-masing pada kualifikasi sangat baik sehingga kualitas media video ini dapat digunakan untuk penelitian lebih lanjut. (3) Keefektifan media video pembelajaran diuji dari penghitungan hasil belajar t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil belajar Agama Hindu siswa setelah menggunakan media (87,50) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media (55,42). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan video pembelajaran efektif untuk meningkatkan hasil belajar Agama Hindu siswa kelas IV SD Negeri 3 Banjar Tegal tahun 2016/2017.Kata kunci: pengembangan, video pembelajaran, Hannafin dan Peck.
PENGEMBANGAN MEDIA INTERAKTIF MATEMATIKA UNTUK SISWA KELAS VII DI SLN NEGERI SINGARAJA Sagita, Gede Doni Harta; Sudarma, I Komang; Sukmana, Adrianus I Wayan Ilia Yuda
Jurnal Edutech Undiksha Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.054 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v6i1.20272

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) untuk menggambarkan rancang bangun media pembelajaran matematika interaktif smplb tuna rungu yang dikembangkan, (2) untuk mengetahui kualitas media pembelajaran matematika interaktif smplb tuna rungu yang dikembangkan ditinjau dari kevalidan, kepraktisan dan kefektifannnya, (3) untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan hasil belajar matematika antara siswa smplb tuna rungu yang pembelajarannnya menggunakan media interaktif dengan pembelajaran konvensional. Metode pengumpulan data yang digunakan, yaitu: (1) wawancara, dan (2) metode kuesioner, dan (3) metode tes. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif, kuantitatif dan statistik inferensial/induktif uji-t. Model pengembangan waterfall terdiri dari 6 tahapan, yaitu tahap Analisis (Analysis), Tahap perancangan (Design), Tahap implementasi (implementation), Tahap pengujian (testing), Tahap deployment, Tahap pemeliharaan (maintenance). Dalam Kelayakan pengembangan media inteeraktif pembelajaran berdasarkan penilaian ahli isi mata pelajaran 99% mendapatkan predikat sangat baik, ahli desain pembelajaran 98% mendapatkan predikat baik, ahli media pembelajaran 98% mendapatkan predikat sangat baik, uji coba perorangan 94% mendapatkan predikat sangat baik, uji coba kelompok kecil 94% mendapatkan predikat sangat baik, uji coba lapangan 91,66%mendapatkan predikat sangat baik. Berdasarkan hasil uji-t diperoleh t hitung = 7,61 untuk db = 16 dan taraf signifikan 5% t tabel = 1,74588. disimpulkan bahwa nilai posttest lebih baik atau bagus dibandingkan dengan nilai pretest. Sehingga dapat diinterpretasikan bahwa dengan menggunakan media interaktif pembelajaran matematika dapat meningkatkan hasil belajar matematikaKata Kunci: Matematika, Model Pengembangan, Media Interaktif
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO ANIMASI PADA PEMBELAJARAN SISWA KELAS IV DI SEKOLAH DASAR Ponza, Putu Jerry Radita; Jampel, I Nyoman; Sudarma, I Komang
Jurnal Edutech Undiksha Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.149 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v6i1.20257

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan rancang bangun video animasi pembelajaran, (2) mendeskripsikan hasil validitas pengembangan video animasi pembelajaran, dan (3) mengetahui efektivitas video animasi pembelajaran yang dikembangkan. Model pengembangan yang digunakan yaitu model ADDIE (analyze, design, development, implementation, evaluation). Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan metode wawancara dan tes. Instrumen yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu pedoman wawancara dan tes objektif. Hasil penelitiannya sebagai berikut. (1) Rancang bangun video animasi dibuat dalam naskah video. Naskah ini diwujudkan menjadi video animasi melalui tahapan pengembangan ADDIE. (2) Hasil validitas video animasi berdasarkan penilaian ahli isi yaitu 96% dengan kualifikasi sangat baik, ahli desain pembelajaran, diperoleh persentase 92% dengan kualifikasi sangat baik, penilaian ahli media pembelajaran, diperoleh persentase 86% dengan kualifikasi baik. Persentase yang diperoleh dari hasil uji perorangan yaitu 96% dengan kualifikasi sangat baik. Hasil uji kelompok kecil diperoleh 93.08% dengan kualifikasi sangat baik. Hasil uji lapangan diperoleh 97,16% dengan kualifikasi sangat baik. Dengan demikian video animasi pembelajaran yang dikembangkan dinyatakan valid. (3) Efektivitas video yang dikembangkan diperoleh thitung =20,88, lebih besar dari ttabel yaitu 2,00. Terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan video pembelajaran. Dengan demikian video animasi yang dikembangkan efektif meningkatkan hasil belajar siswa. Saran dari penelitian ini adalah agar guru memanfaatkan video animasi pembelajaran yang dikembangkan dalam proses pembelajaran.Kata Kunci: pengembangan, tematik, video animasi pembelajaran
PENGEMBANGAN MODUL IPA BERBASIS PENDEKATAN ILMIAH (SCIENTIFIC APPROACH) DI SD NEGERI 1 KAMPUNG ANYAR Suaniasih, Ni Luh Putu; Sudatha, I Gde Wawan; Parmiti, Desak Putu
Jurnal Edutech Undiksha Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.434 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v6i2.20291

Abstract

Permasalahan yang terjadi di kelas IV SD Negeri 1 Kampung Anyar adalah sumber materi yang digunakan hanya menggunakan buku siswa dan belum ada pengembangan bahan ajar yang bisa digunakan siswa untuk belajar mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan proses pengembangan modul berbasis pendekatan ilmiah, (2) mendeskripsikan kualitas pengembangan modul IPA berbasis pendekatan ilmiah, (3) mengetahui efektivitas modul berbasis pendekatan ilmiah. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Model pengembangan yang digunakan yaitu model Hannafin dan Peck. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara, kuesioner, dan tes. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah lembar observasi, pedoman wawancara, angket, dan tes pilihan ganda. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif, deskriptif kuantitatif dan analisis statistik inferensial (uji-t). Subjek penelitian ini adalah 14 orang siswa kelas IV SD Negeri 1 Kampung Anyar Tahun Pelajaran 2017/2018. Hasil penelitian yaitu: (1) Proses pengembangan modul meliputi tiga tahapan yaitu, tahap analisis kebutuhan, tahap desain, dan tahap pengembangan dan implementasi. (2) Modul IPA berbasis pendekatan ilmiah valid dengan: (a) hasil review ahli isi mata pelajaran 87% dengan predikat baik, (b) hasil review ahli desain pembelajaran 97% dengan predikat sangat baik, (c) hasil review ahli media pembelajaran 90,7% dengan predikat sangat baik, (d) hasil uji coba perorangan 97% dengan predikat sangat baik, (e) hasil uji coba kelompok kecil 94,4% dengan predikat sangat baik, (f) hasil uji coba lapangan 95% dengan predikat sangat baik. (3) Modul berbasis pendekatan ilmiah (scientific approach) efektif digunakan dalam pembelajaran. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya hasil belajar siswa setelah menggunakan modul IPA berbasis pendekatan ilmiah (scientific approach).Kata kunci: Hannafin dan Peck, modul, pendekatan ilmiah, pengembangan
PENGARUH METODE STORYTELLING BERBANTUAN KOMIK TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA NDONESIA SISWA KELAS V Prabawardani, Ketut; Agung, A. A. Gede; Parmiti, Desak Putu
Jurnal Edutech Undiksha Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.087 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v6i2.20281

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena rendahnya keterampilan berbicara Bahasa Indonesia yang disebabkan oleh kurangnya media dan metode pembelajaran yang digunakan untuk mendukung pelajaran Bahasa Indonesia dengan rata-rata masih dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) adalah 64,47, sedangkan KKM yang telah ditetapkan untuk mata pelajaran pelajaran Bahasa Indonesia adalah 65. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode Storytelling berbantuan komik terhadap keterampilan berbicara Bahasa Indonesia antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan metode Storytelling berbantuan komik dan kelompok siswa yang tidak dibelajarkan dengan metode Storytelling berbantuan komik pada siswa kelas V Gugus XI Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2017/2018 Penelitian ini tergolong penelitian eksperimen semu (quasi eksperimen) dengan rancangan nonequivalent posttest only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah 70 orang siswa kelas V Gugus XI Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2017/2018. Sampel penelitian ini berjumlah 40 orang siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dengan teknik observasi langsung partisipan yang dibantu dengan rubrik penilaian keterampilan berbicara Bahasa Indonesia. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan metode Storytelling berbantuan komik terhadap keterampilan berbicara Bahasa Indonesia antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan metode Storytelling berbantuan komik dan kelompok siswa yang tidak dibelajarkan dengan metode Storytelling berbantuan komik dengan thitung lebih besar dari ttabel (thitung > ttabel). Nilai thitung = 49,514, sedangkan nilai ttabel = 2,042.Kata kunci : keterampilan berbicara bahasa Indonesia, storytelling
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MAJALAH DENGAN MODEL HANNAFIN DAN PECK PADA MATA PELAJARAN IPA DI SDN 5 KAMPUNG BARU SINGARAJA Ningsih, Maryani; Suwatra, Ignatius I Wayan; Pudjawan, Ketut
Jurnal Edutech Undiksha Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.606 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v6i2.20325

Abstract

Permasalahan yang terjadi di kelas V/B SD Negeri 5 Kampung Baru adalah sumber materi yang digunakan hanya menggunakan buku siswa dan belum ada pengembangan bahan ajar yang bisa digunakan siswa untuk belajar mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan proses pengembangan majalah IPA, (2) mendeskripsikan kualitas hasil pengembangan majalah IPA, (3) mendeskripsikan efektivitas majalah IPA. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Model pengembangan yang digunakan yaitu model Hannafin dan Peck. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara, kuesioner, dan tes. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif, deskriptif kuantitatif dan analisis statistik inferensial (uji-t). Subjek penelitian ini adalah 21 orang siswa kelas V/B SD Negeri 5 Kampung Baru Tahun Pelajaran 2017/2018. Hasil penelitian yaitu: (1) Proses pengembangan majalah IPA meliputi tiga tahapan yaitu, tahap analisis kebutuhan, tahap desain, dan tahap pengembangan dan implementasi. (2) Majalah IPA valid dengan: (a) hasil review ahli isi mata pelajaran 93,75% dengan predikat sangat baik, (b) hasil review ahli media pembelajaran 76,67% dengan predikat baik, (c) hasil review ahli desain pembelajaran 94,11% dengan predikat sangat baik, (d) hasil uji coba perorangan 94,67% dengan predikat sangat baik, (e) hasil uji coba kelompok kecil 92,5% dengan predikat sangat baik, (f) hasil uji coba lapangan 92,18% dengan predikat sangat baik. (3) Majalah IPA efektif digunakan dalam pembelajaran. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya hasil belajar siswa sesudah menggunakan majalah IPAKata Kunci: pengembangan, multimedia pembelajaran, IPA