cover
Contact Name
anyan
Contact Email
anyanright@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalvoxedukasi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. sintang,
Kalimantan barat
INDONESIA
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan
ISSN : 20864450     EISSN : 25801058     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini memuat publikasi hasil pemikiran dan penelitian dibidang pendidikan, pengajaran dan evaluasi belajar, baik laporan penelitian maupun tinjauan buku yang dapat memberikan solusi permasalahan bagi perkembangan dunia pendidikan dan pengajaran secara luas dan bermanfaat serta belum pernah publikasi di media cetak maupun elektronik. Ruang lingkup bahasan meliputi: - Pendidikan dan Pengajaran - Metode/Model/Strategi Pembelajaran - Teori Pembelajaran - Penelitian Tindakan Kelas (PTK) - Evaluasi dan Hasil Belajar - Media Pembelajaran Interaktif - e-Learning - Multimedia Pendidikan - Bahan ajar - Kurikulum - Rencana Pembelajaran VOX EDUKASI terbit 2 kali per tahun pada bulan April dan Nopember.
Arjuna Subject : -
Articles 332 Documents
PEROLEHAN KECAKAPAN PEMECAHAN MASALAH MELALUI MULTIMEDIA STRATEGI INQUIRI DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Warkintin Warkintin
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 3, No 1 (2012): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1900.435 KB) | DOI: 10.31932/ve.v3i1.450

Abstract

Pemerolehan Kecakapan Pemecahan Masalah melalui Multimedia Strategi Inquiri dalam Pembelajaran Matematika. Penelitian  ini bertujuan mengembangkan pola belajar dan perilaku belajar siswa pada pembelajaran matematika dengan strategi inquiri. Penelitian ini dilakukan dengan tiga siswa untuk kelompok kecil, tujuh siswa untuk uji coba kelompok besar , dan 38 siswa untuk uji coba lapangan dengan rencana penelitian pengembangan. Aspek penilaian meliputi aspek  materi, aspek media, dan aspek pembelajaran. Analisis data menggunakan analisis deskriftif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa siswa dapat membuat lampion dari kertas origami atau dari kertas karton yang menyerupai kubus, dan lampion tersebut bisa digantung dan dijadikan hiasan, siswa dapat mendeskipsikan sebuah banguan yang di bagi menjadi beberapa bagian, siswa dapat menghitung luas permukaan sebuah dan volume bak air mandi yang menyerupai kubus, sehingga siswa dapat menentukan beberapa debit air yang digunakan oleh siswa tersebut selama satu hari bahkan satu bulan. Hasil validasi ahli  materi, ahli desain, dan ahli media menunjukan media tersebut dengan kriteria baik, sehingga tampilan media yang diperoleh relevan untuk belajar bpemecahan masalah secara tuntas.Kata kunci: perolehan, strategi  inquiri, pembelajaran matematika
PENGGUNAAN HEWAN DAN TUMBUHAN LOKAL DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS PRAKTIKUM UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA BIOLOGI PADA KONSEP SEL Hilarius Jago Duda
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 3, No 1 (2012): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1023.563 KB) | DOI: 10.31932/ve.v3i1.451

Abstract

Tujuan umum dari penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa pendidikan biologi pada pokok bahasansel hewan dan tumbuhan. Tujuan khusus penelitian ini untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis mahasiswa pada materi sel hewan dan tumbuhan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experiment. Sampel yang digunakan dalam penelitian in adalah mahasiswa STKIP Persada Khatulistiwa Sintang, program studi pendidikan biologi semester 4 yang terdiri dari dua kelas. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah: soal tes berpikir kritis. Prosedur pelaksanaan penelitian adalah tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap analisis data . Teknik analisis data dengan melakukan uji normalitas, uji homogenitas, uji Gain ternomalisasi, uji hipotesis, dan uji perbedaan dua rata-rata. Dari hasil penelitian dpat diketahui bahwa rata-rata kemampuan bepikir kritis mahasiswa pada kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol, dimana pada kelas eksperimen adalah 87,20 sedangkan pada kelas kontrol 79,80, dari hasil uji terlihat bahwa Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 dimana lebih kecil dari 0,05 sehingga dapt dikatakan terdapat perbedaan yang signifikan antara pembelajaran berbasis praktikum dengan pembelajran yang konvensional. Kata kunci: hewan dan tumbuhan lokal, pembelajaran berbasis praktikum, kemamapuan berpikir kritis
RASA KEBANGSAAN PADA MAHASISWA ASAL WILAYAH PERBATASAN INDONESIA-MALAYSIA Mardawani Mardawani
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 3, No 1 (2012): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1086.445 KB) | DOI: 10.31932/ve.v3i1.452

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah untuk mengtetahui bagaimana  Rasa Kebangsaan pada Mahasiswa Asal Perbatasan Indonesia –Malaysia? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan bentuk penelitian studi kasus. Data yang dikumpulkan diperoleh dari hasil wawancara, angket,lembar  observasi, dan studi dokumentasi. Berdasarkan hasil pengolahan data dapat disimpulkan bahwa terdapat 4 tantangan yang dihadapi oleh mahasiswa asal wilayah perbatasan, yakni  faktor ekonomi, kedekatan jarak tempuh, sejarah masdyarakat, dan pembanguna infrastuktur yang belum memadai. Pada hakikat rasa kebangsaan mahasiswa asal wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia tergolong baik. Mahasiswa memiliki tekad terintegrasi ke dalam NKRI yang ditunjukan dalam wujud  sikap nasionalisme dan kecintaan terhadap identitas nasional. Dari hasil penelitian ini di harapkan adanya peran pemerintah baik pemerintah pusat maupun daerah serta masyarakat dalam membina rasa kebangsaan pada masyarakat perbatasan.Kata kunci: rasa kebangsaan, wilayah perbatasan
HUBUNGAN ANTARA KETERAMPILAN MENGAJAR GURU DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA Warkintin Warkintin
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 4, No 1 (2013): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.057 KB) | DOI: 10.31932/ve.v4i1.442

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Antara Keterampilan Mengajar Guru Dengan Motivasi Belajar. Variabel Penelitian ini mengunakan variabel bebas, yaitu keterampilan mengajar guru, sedangkan variabel terikat yaitu motivasi belajar siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Teknik dan Alat pengumpulan data, dalam penelitian adalah: Tekniknya berupa 1) Teknik Komunikasi Langsung. 2) Teknik Komunikasi Tidak Langsung. 3) Teknik Dokumentasi. sedangkan alatnya berupa angket yang berisi pertanyaan-pertanyaan dan disertai dengan sejumlah alternatif jawaban yang disediakan yang berhubungan dengan keterampilan mengajar guru dan motivasi belajar siswa oleh siswa yang dibagikan kepada seluruh sampel penelitian sebanyak 10 orang dan Pedoman Wawancara. Populasi dan Sampelnya adalah: Populasinya terdiri atas 10 siswa dan Sampelnya adalah: seluruh populasi kelas V. Hasil penelitian yang diperoleh adalah: 1) terdapat keterampilan mengajar guru sebesar 67,3 (77 %) yang tergolong kuat. 2) terdapat motivasi belajar siswa sebesar 45 (51,9 %) yang dikategorikan cukup. 3) terdapat hubungan hubungan antara variabel bebas (X) dengan variabel terikat atau keterampilan mengajar guru terhadap motivasi belajar siswa sebesar 0,468 yang dikategorikan cukup. Kesimpulan akhirnya adalah Terdapat hubungan positif yang signifikan antara variabel bebas (X) dengan variabel terikat (Y) atau terdapat hubungan positif yang signifikan antara keterampilan mengajar guru terhadap motivasi belajar siswa.Kata kunci: Keterampilan Mengajar Guru Dengan Motivasi Belajar Siswa
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN PENALARAN MATEMATIS SISWA SEKOLAH DASAR SE-KOTA SINTANG Beni Setiawan; Olenggius Jiran Dores
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 10, No 2 (2019): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (860.296 KB) | DOI: 10.31932/ve.v10i2.565

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah dan penalaran matematis siswa Sekolah Dasar Se-Kota Sintang. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Tempat penelitian dilaksanakan di 10 SD Negeri dan Swasta yang terletak di Kota Sintang pada kelas IV semester ganjil tahun ajaran 2018-2019. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IV Sekolah Dasar Se-Kota Sintang. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas IV yang terdiri dari 30 siswa. Subjek terbagi menjadi siswa berkemampuan tinggi (KT), berkemampuan sedang (KS), dan berkemampuan rendah (KR). Data dalam penelitian ini adalah (1) data kemampuan pemecahan masalah matematika pada tiap level kemampuan; (2) data kemampuan penalaran matematis siswa. Sumber data adalah skor hasil tes tertulis kemampuan pemecahan masalah dan skor hasil tes kemampuan penalaran matematis, dokumen, dan wawancara. Hasil penelitian didapat kesimpulan: 1) tingkat kemampuan pemecahan masalah siswa pada semua tingkat kemampuan masih tergolong rendah; 2) tingkat kemampuan penalaran matematis siswa dalam penyelesaian pada semua tingkat masih tergolong rendah; 3) kesulitan siswa pada umunya belum memahami soal dan sulit mengerjakan soal yang sifatnya tidak rutin.
ANALISIS KEBUTUHAN BAHAN AJAR BERBASIS KEARIFAN LOKAL SEBAGAI PENUNJANG MATA KULIAH KAJIAN FIKSI Saptiana Sulastri
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 10, No 2 (2019): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.344 KB) | DOI: 10.31932/ve.v10i2.507

Abstract

  Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kebutuhan bahan ajar berbasis kearifan lokal sebagai penunjang mata kuliah kajian fiksi mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP PGRI Pontianak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Subjek yang dipilih mahasiswa pada salah satu kelas yang ada di Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP PGRI Pontianak. Instrumen pengumpul data adalah wawancara yang ditujukan kepada dosen dan mahasiswa. Untuk menganalisis kebutuhan bahan ajar berbasis kearifan lokal sebagai penunjang mata kuliah kajian fiksi menggunakan kualitatif yang diperoleh dari tanggapan dosen pengampu mata kuliah dan mahasiswa terkait dengan kebutuhan bahan ajar berbasis kearifan lokal sebagai penunjang mata kuliah kajian fiksi pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Kata Kunci: kebutuhan bahan ajar, kajian fiksi,kearifan lokal
PENINGKATAN KETERAMPILAN INTELEKTUAL MELALUI PENERAPAN MODEL PROJECT CITIZEN PADA MATA KULIAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Rohani Rohani; Muhammad Anwar Rube’i
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 10, No 2 (2019): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.597 KB) | DOI: 10.31932/ve.v10i2.509

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan  keterampilan intelektual melalui penerapan model project citizen pada mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. subjek penelitian ini adalah mahasiswa semester II program Studi PPKn IKIP-PGRI Pontianak dengan jumlah 40 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perencanaan model pembelajaran project citizen yang dilakukan peneliti seperti membuat peta kajian materi, Rencana Pembelajaran Semester (RPS), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, instrumen penelitian, angket dan dokumentasi. Penerapan langkah-langkah model project citizen seperti, mengidentifikasi masalah, memilih masalah yang ingin dibahas di kelas, mahasiswa mengumpulkan informasi, mengembangkan portofolio, dan menyajikan portofolio. penerapan model project citizen dapat meningkatkan keterampilan intektual hal ini dapat dilihat dari hasil analisis data keterampilan intektual  siklus I  mencapai 69% , siklus II mencapai 74 % dan siklus III mencapai 85 % .Kata Kunci: keterampilan intektual, project citizen.
METODE PENANAMAN NILAI BUDAYA DALAM PENGASUHAN ANAK USIA DINI PADA KELUARGA DAYAK DESA Fransiska Fransiska; Suparno Suparno
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 10, No 2 (2019): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.183 KB) | DOI: 10.31932/ve.v10i2.516

Abstract

Abstract: Every region in Indonesia is unique in preserving the culture of the area, one of which is through the method of planting cultural values related to early childhood care. However, along with the development of an increasingly modern era makes the planting of cultural values begin to erode with new cultures that enter the community environment. The purpose of this research is to describe the method of teaching cultural values in the care of young children in the Dayak Desa family. This research uses a qualitative approach to the type of case study research. Information in this research consisted of traditional leaders, hamlet heads, and parents with data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques using interactive models from Miles and Huberman. The results showed that: (1) Methods of inculcating cultural values in the care of early childhood include padah pəlajaR (advice), contoh (example), pəjamak (habituation), bətutuR (dialogue), ukum (punishment). (2) The application of the method of teaching cultural values is done through direct communication, habituation, and giving advice.Keywords: The method of Teaching Culture Value, Parenting for Early Children, Family of Dayak Desa Abstrak: Setiap daerah yang ada di Indonesia memiliki keunikan dalam melestarikan budaya daerahnya salah satunya adalah melalui metode penanaman nilai budaya yang berkaitan dengan pengasuhan anak usia dini. Akan tetapi seiring dengan perkembangan zaman yang semakin modern membuat penanaman nilai budaya ini mulai terkikis dengan budaya-budaya baru yang masuk ke dalam lingkungan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang metode penanaman nilai budaya dalam pengasuhan anak usia dini pada keluarga Dayak Desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Infoman dalam penelitian ini terdiri dari ketua adat, kepala dusun dan orang tua dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan interactive model dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Metode penanaman nilai budaya dalam pengasuhan anak usia dini meliputi padah pəlajaR (nasihat), contoh (teladan), pəjamak (pembiasaan), bətutuR (dialog), ukum (hukuman). (2) Penerapan metode penanaman nilai budaya dilakukan melalui komunikasi langsung, pembiasaan dan pemberian petuah (nasihat)Kata Kunci: Metode Penanaman Nilai Budaya, Pengasuhan Anak Usia Dini, Keluarga Dayak Desa
KECERDASAN INTERPERSONAL PESERTA DIDIK DI SEKOLAH DASAR Agustini Agustini; Imanuel Sairo Awang; Lusila Parida
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 10, No 2 (2019): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.763 KB) | DOI: 10.31932/ve.v10i2.519

Abstract

Abstract: The study is aim to describe interpersonal intellectual of students grade IV SDN 39 Tanjung Ria, Sepauk subdistrict, Sintang Regency. Descriptive method with qualitative approach was employed in this study. The study applied observation, direct and indirect techniques by using tool of data collection namely observation, interview, questionnaire and documentation with qualitative-verificative analisys . The result of study revealed that learning process that could improve students’ interpersonal intellectual was success. Teachers have taught the lesson as it is, yet it had not been optimal during the learning process, students were busy playing and doing other activities such as talking to peers but some were focused on the lessons. Showing empathy to peers is good enough. This was proven by how students interact helping others who had difficulty in learning. However, students ability in communicating properly was still poor. This could be seen by their skill in using appropriate language poorly, there were still students who used their mother tongue when communicated in the classroom. The ability to comprehend ethic of conduct and social condition were good enough. This could be observed by obey rules and keep the class condusive. Furthermore, students were able to accept the fact that they are different from one and another. With that in mind, it can be argued that students interpersonal intellectual were varies; some were categorized as high which score 11-16, medium which score 6-10, and low which is score 1-5.  Keywords: Intellectual, interpersonal, students Abstrak:Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kecerdasan interpersonal pada peserta didik kelas IV Sekolah Dasar Negeri 39 Tanjung Ria, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini ada teknik pengamatan langsung, terknik komunikasi langsung, komunikasi tidak langsung dengan alat pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, angket dan dokumentas dengan teknik analisis data menggunakan teknik kualitatif-verifikatif. Berdasarlan hasil penelitian kegiatan belajar yang dapat mengembangkan kecerdasan interpersonal siswa berlangsung dengan baik. Guru telah mengajar sebagaimana mestinya tetapi belum optimal pada proses pembelajaran, peserta didik sibuk melakukan aktivitas-aktivitas lainnya seperti bermain, mengajak temannya berbicara, ada  juga yang aktif dalam kegiatan pembelajaran, mendengarkan dengan serius. Kemampuan rasa empati kepada teman sudah baik. Hal ini dibuktikan dengan peserta didik yang peduli dan mau menolong temannya yang mengalami kesulitan dalam belajar, kemudian  kemampuan berkomunikasi dengan santun masih sangat kurang, yang dibuktikan dimana peserta didik tidak mampu untuk menggunakan bahasa yang baik, masih ada peserta didik yang menggunakan bahasa daerah pada saat proses pembelajaran. Kemampuan pemahaman etika dan situasi sosial sudah baik. Hal ini dibuktikan dengan peserta didik sudah mampu untuk menjaga ketertiban kelas, kemudian pada saat pembelajaran berlangsung peserta didik mampu untuk menerima perbedaan. Berdasarkan paparan tersebut kecerdasan interpersonal yang dimiliki peserta didik berbeda-beda ada peserta didik yang memiliki kecerdasan interpersonal berkategori tinggi yakni pada rentang 11-16, ada peserta didik yang memiliki kecerdasan interpersonal berkategori sedang yang berada pada rentang 6-10 dan ada peserta didik yang memiliki kecerdasan interpersonal berkategori rendah yakni berada pada rentang 1-5.Kata Kunci :Kecerdasan, Interpersonal, Peserta didik 
Kajian Peningkatan Minat Belajar Bahasa Mandarin Dengan Media Lagu merry andriani
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 10, No 2 (2019): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (18.128 KB) | DOI: 10.31932/ve.v10i2.466

Abstract

 Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi dalam meningkatkan minat belajar bahasa mandarin di kalangan pelajar Kota Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode membaca dan mengumpulkan data,observasi dan wawancara, dan mempraktekkan langsung di dalam kelas. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa belajar bahasa mandarin dengan media lagu sangat mempermudah para kalangan pelajar di Kota Pontianak.  Media lagu Mandarin yang dinyanyikan dengan harapan siswa dapat melatih mulut dan lidahnya serta menjadi termotivasi dalam mengikuti proses belajar. Karena media Lagu merupakan salah satu perwujudan bentuk pernyataan atau pesan yang memiliki daya menggerakkan hati, wawasan, cita rasa dan keindahan yang dapat dikomunikasikan.  Media lagu juga dapat melatih siswa dalam beberapa hal seperti kemampuan mendengar, kemampuan mencatat, kemampuan berkreativitas, serta siswa dapat menanggapi isi dan pesan lagu tersebut. Maka dari itu pemanfaatan media lagu merupakan salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan motivasi siswa dalam proses belajar.  Kata Kunci: Media Lagu Bahasa Mandarin,Bahasa Mandarin,Pengajaran,Siswa/pelajar

Page 11 of 34 | Total Record : 332