cover
Contact Name
anyan
Contact Email
anyanright@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalvoxedukasi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. sintang,
Kalimantan barat
INDONESIA
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan
ISSN : 20864450     EISSN : 25801058     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini memuat publikasi hasil pemikiran dan penelitian dibidang pendidikan, pengajaran dan evaluasi belajar, baik laporan penelitian maupun tinjauan buku yang dapat memberikan solusi permasalahan bagi perkembangan dunia pendidikan dan pengajaran secara luas dan bermanfaat serta belum pernah publikasi di media cetak maupun elektronik. Ruang lingkup bahasan meliputi: - Pendidikan dan Pengajaran - Metode/Model/Strategi Pembelajaran - Teori Pembelajaran - Penelitian Tindakan Kelas (PTK) - Evaluasi dan Hasil Belajar - Media Pembelajaran Interaktif - e-Learning - Multimedia Pendidikan - Bahan ajar - Kurikulum - Rencana Pembelajaran VOX EDUKASI terbit 2 kali per tahun pada bulan April dan Nopember.
Arjuna Subject : -
Articles 347 Documents
SYSTEMATIC REVIEW: EFEKTIVITAS MEDIA PEMBELAJARAN AI-BASED ADAPTIVE LEARNING PADA MATA PELAJARAN EKONOMI Mulyati, Sri; Umamah, Nur
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 16, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v16i2.5654

Abstract

ABSTRAKTransformasi digital telah mendorong munculnya media pembelajaran berbasis AI-Based Adaptive Learning yang menawarkan personalisasi, interaktivitas, dan efektivitas lebih tinggi dibanding media konvensional. Namun, implementasinya dalam konteks pembelajaran ekonomi masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti bias algoritmik, kesiapan guru, serta kesenjangan akses digital. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tren global, efektivitas, dan celah penelitian (research gaps) terkait penerapan AI-Based Adaptive Learning dalam pembelajaran ekonomi, sekaligus memberikan kontribusi teoretis maupun praktis bagi pengembangan media pembelajaran. Kesenjangan penelitian utama yang teridentifikasi ialah terbatasnya kajian komprehensif di bidang ekonomi, dominasi studi jangka pendek, serta minimnya penelitian di negara berkembang. Jenis penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Data dikumpulkan melalui penelusuran artikel ilmiah menggunakan perangkat Publish or Perish (PoP) berbasis Google Scholar, Scopus, dan ScienceDirect, dengan rentang publikasi tahun 2020–2025. Instrumen penelitian berupa kriteria inklusi–eksklusi yang ketat untuk memastikan relevansi literatur, sementara analisis dilakukan dengan teknik thematic coding yang didukung pemetaan bibliometrik menggunakan VOSviewer. Hasil penelitian terhadap 60 artikel terpilih menunjukkan bahwa AI-Based Adaptive Learning efektif meningkatkan capaian kognitif, keterlibatan belajar, serta retensi pengetahuan mahasiswa ekonomi. Faktor penentu keberhasilan meliputi desain instruksional, kesiapan dosen, infrastruktur digital, dan integrasi kurikulum. Namun, variasi efektivitas masih dipengaruhi oleh konteks lokal, jenis mata kuliah, serta level pendidikan. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa AI-Based Adaptive Learning bukan hanya inovasi teknologi, tetapi strategi pedagogis yang mampu merevolusi pembelajaran ekonomi menuju arah yang lebih personal, inklusif, dan berkelanjutan.Kata Kunci: AI-Based Adaptive Learning, media pembelajaran, pembelajaran ekonomi, systematic literature review, hasil belajarABSTRACTDigital transformation has led to the emergence of AI-Based Adaptive Learning media, which offers greater personalization, interactivity, and effectiveness compared to conventional media. However, its implementation in the context of economics education still faces a number of challenges, such as algorithmic bias, teacher readiness, and digital access gaps. This study aims to map global trends, effectiveness, and research gaps related to the application of AI-Based Adaptive Learning in economics learning, while also providing theoretical and practical contributions to the development of learning media. The main research gaps identified are the limited comprehensive studies in the field of economics, the dominance of short-term studies, and the lack of research in developing countries. The type of research used is a Systematic Literature Review (SLR) with a qualitative-descriptive approach. Data were collected through a search of scientific articles using the Publish or Perish (PoP) tool based on Google Scholar, Scopus, and ScienceDirect, with publications ranging from 2020 to 2025. The research instrument consisted of strict inclusion-exclusion criteria to ensure the relevance of the literature, while the analysis was conducted using thematic coding techniques supported by bibliometric mapping using VOSviewer. The results of the study of 60 selected articles showed that AI-Based Adaptive Learning was effective in improving cognitive achievement, learning engagement, and knowledge retention among economics students. Determinants of success include instructional design, lecturer readiness, digital infrastructure, and curriculum integration. However, variations in effectiveness are still influenced by local context, course type, and education level. The implications of this study confirm that AI-Based Adaptive Learning is not only a technological innovation but also a pedagogical strategy capable of revolutionizing economics learning towards a more personalized, inclusive, and sustainable direction.Keywords: AI-Based Adaptive Learning, learning media, economics learning, systematic literature review, learning outcomes
PENGARUH KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS TERHADAP LITERASI DAN NUMERASI SISWA SEKOLAH DASAR Ni'mah, Nurun; Hendri, Hendri; Alisa, Nor; Astuti, Puji; Micky, Micky
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 16, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v16i2.5747

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis, literasi, dan numerasi siswa sekolah dasar, khususnya di SDN 6 Langkai Kota Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keterampilan berpikir kritis terhadap literasi dan numerasi siswa sekolah dasar. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan ex post facto. Sampel penelitian berjumlah 45 siswa kelas V yang diambil dengan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui tes keterampilan berpikir kritis, literasi, dan numerasi, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis berpengaruh positif dan signifikan terhadap literasi (? = 0,612; p < 0,05) dan numerasi (? = 0,589; p < 0,05). Dengan demikian, semakin tinggi keterampilan berpikir kritis siswa, semakin tinggi pula kemampuan literasi dan numerasinya. Hasil ini menegaskan pentingnya integrasi pembelajaran berbasis berpikir kritis dalam meningkatkan mutu pendidikan dasar.Kata Kunci: Keterampilan Berpikir Kritis, Literasi, Numerasi, Sekolah Dasar.ABSTRACTThis research is motivated by the low critical thinking, literacy, and numeracy skills of elementary school students, especially at SDN 6 Langkai, Palangka Raya City. This study aims to analyze the influence of critical thinking skills on elementary school students' literacy and numeracy. The research method uses a quantitative approach with an ex post facto plan. The research sample consisted of 45 fifth-grade students taken using a saturated sampling technique. Data were collected through critical thinking, literacy, and numeracy skills tests, then analyzed using multiple linear regression. The results showed that critical thinking skills had a positive and significant effect on literacy (? = 0.612; p < 0.05) and numeracy (? = 0.589; p < 0.05). Thus, the higher students' critical thinking skills, the higher their literacy and numeracy skills. These results emphasize the importance of integrating critical thinking-based learning in improving the quality of elementary education.Keywords: Critical Thinking Skills, Literacy, Numeracy, Elementary School
PENGARUH SELF REGULATION DAN DESIGN THINKING MINDSET TERHADAP LEADERSHIP MINDSET GURU SEKOLAH DASAR Budhayanti, Clara Ika Sari; Stevanus, Ivan; Parida, Lusila
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 17, No 1 (2026): APRIL ( Artikel in press )
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v17i1.6240

Abstract

ABSTRAKGuru berperan sebagai pemimpin pembelajaran yang memerlukan regulasi diri dan pola pikir desain dalam menghadapi tantangan pendidikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh regulasi diri dan pola pikir desain terhadap pola pikir kepemimpinan guru. Metode kuantitatif dengan analisis regresi linear berganda digunakan pada 37 guru tiga sekolah dasar Yayasan Strada yang dipilih secara jenuh. Instrumen meliputi kuesioner regulasi diri, pola pikir desain, dan pola pikir kepemimpinan guru. Hasil menunjukkan regulasi diri tinggi (107,14), pola pikir desain sedang (121,41), dan pola pikir kepemimpinan tinggi (82,73). Regulasi diri dan pola pikir desain berpengaruh signifikan terhadap pola pikir kepemimpinan guru dengan kontribusi 59,4%. Sekolah perlu mengembangkan program penguatan regulasi diri dan pola pikir desain untuk meningkatkan kepemimpinan guru.Kata Kunci: Self-Regulation, Design Thinking Mindset, Teacher Leadership MindsetABSTRACTTeachers serve as instructional leaders who require self-regulation and a design thinking mindset to address educational challenges. This study aims to analyze the influence of self-regulation and design thinking mindset on teachers' leadership mindset. A quantitative method employing multiple linear regression analysis was conducted on 37 teachers from three elementary schools under the Yayasan Strada, selected through saturated sampling. The instruments included questionnaires on self-regulation, design thinking mindset, and teacher leadership mindset. The findings revealed that teachers demonstrated high self-regulation (mean = 107.14), moderate design thinking mindset (mean = 121.41), and high teacher leadership mindset (mean = 82.73). Self-regulation and design thinking mindset significantly influenced teacher leadership mindset, contributing 59.4% to its variance. Schools should develop professional programs that strengthen self-regulation and design thinking mindset to enhance teacher leadership capacity.Keywords: Self-Regulation, Design Thinking Mindset, Teacher Leadership Mindset 
ANALISIS WACANA KRITIS MODEL VAN DIJK PEMBERITAAN KEMISKINAN DIMEDIA FACEBOOK (ANTARANEWS) DAN INSTAGRAM (JAWAPOS) Rifa’i, Abang Mohd. Yushril Ihzha; Yuniarti, Netti
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 17, No 1 (2026): APRIL ( Artikel in press )
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v17i1.6119

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini mengkaji bias ideologi dan stereotip dalam pemberitaan kemiskinan di media daring yang cenderung melanggengkan ketidaksetaraan. Menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) model Teun A. van Dijk, penelitian ini bertujuan membedah tiga dimensi utama, teks (struktur makro, superstruktur, mikro), kognisi sosial (ideologi produsen), dan konteks sosial (dominasi kekuasaan). Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan sumber data unggahan isu kemiskinan pada akun Facebook Antaranews dan Instagram Jawa Pos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wacana kemiskinan di kedua media tersebut bukan sekadar informasi, melainkan konstruksi realitas yang menghubungkan kebijakan pendidikan dengan keberhasilan ekonomi. Narasi ini berfungsi memperkuat posisi politik pemerintah dan menjustifikasi status quo di hadapan masyarakat digital.Kata Kunci: Analisis Wacana Kritis, Teun A. van Dijk, Kemiskinan & Media SosialABSTRACTThis study examines ideological biases and stereotypes in online news coverage of poverty, which often perpetuate social inequality. Utilizing Teun A. van Dijk’s Critical Discourse Analysis (CDA), this research dissects three key dimensions: text (macrostructure, superstructure, and microstructure), social cognition (the producer's ideology), and social context (power dominance). A descriptive qualitative method was employed, analyzing poverty-related posts from the Facebook account of Antaranews and the Instagram account of Jawa Pos. The findings reveal that discourse on poverty in these media outlets is not merely informative; rather, it is a constructed reality that links educational policy to economic success. Such narratives serve to bolster the government's political standing and justify the status quo to a digital audience.Keywords: Critical Discourse Analysis, Teun A. van Dijk, Poverty & Social Media
KONSTRUKSI NILAI BUDI PEKERTI DALAM CERPEN TERKEPUNG GONGGONGAN BAGI PENDIDIKAN KARAKTER REMAJA Yuda, Ramadhan Kusuma; Arni, Arni; Fitriani, Fitriani; Hilman, Rifki
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 17, No 1 (2026): APRIL ( Artikel in press )
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v17i1.6270

Abstract

ABSTRAKRepresentasi nilai budi pekerti dalam sastra anak menghadapi persoalan utama berupa kecenderungan penyajian nilai secara normatif tanpa menjelaskan proses konstruksinya dalam struktur cerita. Cerpen Terkepung Gonggongan karya Rindi Yani menghadirkan konflik yang memungkinkan penelusuran pembentukan makna moral secara naratif. Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi nilai budi pekerti dalam cerpen tersebut serta relevansinya bagi pendidikan karakter remaja. Penelitian menggunakan metode analisis struktural-naratif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tanggung jawab dan keberanian dikonstruksi melalui hubungan kausal antara alur konflik, penokohan, dan situasi ujian karakter yang dialami tokoh utama, serta diperkuat melalui interaksi sosial. Nilai dibangun secara implisit melalui perkembangan peristiwa dan perubahan sikap tokoh, sehingga merepresentasikan proses transformasi karakter dalam struktur naratif.Kata Kunci: konstruksi nilai, budi pekerti, cerpen, pendidikan karakter, remajaABSTRACTThe representation of moral values in children’s literature faces a major challenge: the tendency to present values normatively without explaining their construction within the narrative structure. Rindi Yani’s short story Terkepung Gonggongan presents a conflict that allows for a narrative exploration of the formation of moral meaning. This study aims to analyze the construction of moral values in this short story and its relevance to character education for adolescents. The study employs a structural-narrative analysis method with a qualitative approach. The results indicate that the values of responsibility and courage are constructed through causal relationships between the conflict plot, characterization, and the character-testing situations experienced by the protagonist, and are reinforced through social interactions. These values are built implicitly through the progression of events and changes in the characters’ attitudes, thereby representing a process of character transformation within the narrative structure.Keywords: value construction, morals, short stories, character education, teenagers
ANALISIS PENINGKATAN KOSAKATA MELALUI PENULISAN BUKU HARIAN MAHASISWA ANGKATAN 2025 DI SEKOLAH TINGGI BAHASA HARAPAN BERSAMA Therenica, Nia
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 17, No 1 (2026): APRIL ( Artikel in press )
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v17i1.6312

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan mengenai meningkatkan kemampuan berbahasa Mandarin yang efektif, dan salah satu metode yang digunakan adalah kegiatan menulis buku harian secara rutin selama 1 semester. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest – posttest design. Sampel penelitian terdiri dari mahasiswa angkatan 2025 yang mengikuti pembelajaran bahasa Mandarin. Data yang diperoleh adalah hasil test HSK, yang dilakukan sebelum dan sesudah penggunaan metode ini (pre-test & post-test), serta survei mengenai tanggapan mahasiswa terhadap kegiatan menulis buku harian. Kemudian data akan di uji dengan menggunakan cara paired sample t-test, dan jika hasil menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dengan angka 0,05. Dengan demikian, kegiatan menulis buku harian ini terbukti efektif dalam meningkatkan penguasaan bahasa Mandarin. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan metode pembelajaran bahasa Mandarin serta menjadi referensi bagi pengajar dalam menerapkan strategi pembelajaran yang lebih efektif.Kata Kunci: Buku Harian; Bahasa Mandarin;Peningkatan kemampuanABSTRACTThis research is motivated by the problem of how to effectively improve Mandarin language proficiency, and one of the methods used is the regular practice of writing a diary for one semester. This study uses a quantitive approach with a pre experimental one group pretest-posttest desaign. The research sample consists of students from the 2025 cohort who are taking Mandarin language courses. The data obtained are results of the HSK test conducted before and after the implementation of this method  (pre-test and post-test), as well as survei results regarding students’ responses to the diary writing activity. The data are the analyzed using paired sample t-test. If the results show a significant difference at the 0.05 significance level, it indicates that the diary writing activity is effective in improving Mandarin language proficiency. This research is expected to contribute to the development of Mandarin language teaching methods and serve as a reference for istructors in implementing more effective learning strategies.Keywords: Diary; Chinese Language; Skill improvement
ANALISIS KESULITAN MAHASISWA KELAS SORE SEMESTER 6 SEKOLAH TINGGI BAHASA HARAPAN BERSAMA DALAM MENGUASAI HSK 5 DAN CARA MENGATASINYA Sari, Angelica Mei; Wijaya, Ricky; Saviola, Louis; Refky, Refky; Syah, Syafahrudin; Fitri, Theresia; Iden, Sabinus
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 17, No 1 (2026): APRIL ( Artikel in press )
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v17i1.6298

Abstract

ABSTRAKHSK 5 merupakan tingkat penting dalam kemahiran bahasa Mandarin yang menjembatani tahap menengah dan lanjutan. Pada tingkat ini, pembelajar sering mengalami kesulitan akibat perluasan kosakata, teks bacaan yang lebih panjang, serta materi mendengarkan yang kompleks. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kesulitan yang dihadapi pembelajar dalam persiapan HSK 5 serta mengkaji strategi pembelajaran yang efektif untuk mengatasinya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menganalisis karakteristik tes HSK, permasalahan pembelajar, serta klasifikasi strategi kognitif dan metakognitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelompokan kosakata, latihan membaca intensif, teknik segmentasi dalam mendengarkan, latihan pola penulisan, dan manajemen waktu merupakan strategi yang efektif dalam meningkatkan performa pembelajar. Selain itu, faktor psikologis seperti regulasi diri dan pengendalian kecemasan turut mempengaruhi keberhasilan dalam menghadapi ujian. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi panduan praktis bagi pembelajar dan pengajar dalam merancang persiapan HSK 5 yang lebih sistematis dan efisien.Kata Kunci: HSK 5, strategi pembelajaran, pembelajaran Mandarin, kecemasan bahasa, persiapan ujianABSTRACTHSK 5 represents a crucial level of Mandarin proficiency that bridges the intermediate and advanced stages. At this level, learners often encounter difficulties due to the expansion of vocabulary, longer reading passages, and more complex listening materials. This study aims to identify the common challenges faced by learners in preparing for HSK 5 and to examine effective learning strategies to overcome these difficulties. The research employs a qualitative descriptive approach by analyzing the characteristics of the HSK test, learners’ problems, and the classification of cognitive and metacognitive strategies. The findings indicate that vocabulary grouping, intensive reading practice, listening segmentation techniques, writing pattern exercises, and time management strategies significantly support learners’ performance. In addition, psychological factors such as self-regulation and anxiety control also influence test success. The results of this study provide practical guidance for both learners and instructors in designing more systematic and efficient HSK 5 preparation.Keywords: HSK 5; learning strategies; Mandarin language learning; language anxiety; test preparatio
KESALAHAN PENGGUNAAN KATA ‘HE, JI, YIJI’ MAHASISWA STB HARAPAN BERSAMA ANGKATAN 2022 Novianti, Angelina; Arlim, Gerry Ariel
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 17, No 1 (2026): APRIL ( Artikel in press )
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v17i1.6297

Abstract

ABSTRAKIsu pokok penelitian ini adalah banyaknya kesalahan mahasiswa Sekolah Tinggi Bahasa Harapan Bersama angkatan 2022 dalam menggunakan konjungsi bahasa Mandarin “he”, “ji” dan “yiji”, yang sering dianggap serupa namun memiliki fungsi berbeda. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis kesalahan serta menganalisis faktor penyebabnya. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Sekolah Tinggi Bahasa Harapan Bersama Angkatan 2022, sementara objek penelitian ini adalah konjungsi bahasa Mandarin “he”, “ji” dan “yiji”. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data diperoleh melalui angket dan tes yang dibagikan pada mahasiswa, kemudian dianalisis menggunakan metode perbandingan dan metode analisis kesalahan. Hasil penelitian menunjukkan empat jenis kesalahan, yaitu penambahan kata, pengurangan kata, pemilihan kata dan pengurutan kata. Kesalahan pengurutan kata muncul paling dominan dengan rata-rata 80.14%?kesalahan pengurangan kata memiliki persentase terendah dengan rata-rata 32.54%. Kesalahan tertinggi terdapat pada pengurutan “yiji” (84,66%), dan terendah pada pengurangan “ji” (29,65%). Faktor penyebab kesalahan meliputi aspek peserta didik, bahan ajar, dan pengajar, yang semuanya berpengaruh signifikan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi untuk penelitian lebih lanjut di masa yang akan datang.Kata Kunci: kata konjungsi, “he”, “ji”, “yiji”, analisis kesalahanABSTRACTThe key issue in this study is the frequent errors made by students of Sekolah Tinggi Bahasa Harapan Bersama, class of 2022, in using the Mandarin conjunctions “he”,“ji” and “yiji”, which are often perceived as similar despite having different functions. The aim of this research is to identify the types of errors and analyze the factors contributing to them. Questionnaires and tests were used to collect data, which were analyzed using comparative analysis and error analysis. The results show four types of errors: addition, omission, misselection, and misordering. Misordering errors are the most common, with an average rate of 80.14%, while omission errors are the least frequent at 32.54%. The highest error rate occurs in the misordering of “yiji” (84.66%), and the lowest in the omission of “ji” (29.65%). Factors influencing these errors include students, learning materials, and teachers. This study is expected to serve as a reference for later research.Keywords: conjunctions, “he”, “ji”, “yiji”, error analysis
ANALISIS PEMAHAMAN PENGUNAAN STRUKTUR KALIMAT BA BAHASA MANDARIN PADA MAHASISWA ANGKATAN 2025 SEKOLAH TINGGI BAHASA HARAPAN BERSAMA Heny, Heny
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 17, No 1 (2026): APRIL ( Artikel in press )
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v17i1.6292

Abstract

ABSTRAKStruktur kalimat ? (b?) merupakan pola khusus dalam bahasa Mandarin yang tidak terdapat dalam bahasa Indonesia, sehingga sering menimbulkan kesulitan dan membuat mahasiswa enggan menggunakannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman mahasiswa Sekolah Tinggi Bahasa Harapan Bersama terhadap struktur kalimat ? (b?). Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan instrumen kuesioner online yang terdiri atas 16 butir soal, yang diisi oleh 82 mahasiswa program Diploma 3 dan Sarjana semester 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman mahasiswa tergolong cukup baik, namun berbeda berdasarkan jenis soal. Rata-rata jawaban benar pada soal benar-salah sebesar 66,84%, pada soal menentukan posisi kata ? (b?) sebesar 85%, dan pada soal mengubah kalimat sebesar 73%. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa lebih mampu mengenali daripada menggunakan kalimat ? (b?). Kesulitan disebabkan oleh perbedaan struktur bahasa, pemilihan kata kerja dan pelengkap, serta kurangnya latihan.Kata Kunci: Analisis pemahaman?Struktur kalimat  ??BA??Pembelajaran Bahasa MandarinABSTRACTThe ? (b?) sentence structure is a unique pattern in Mandarin that does not exist in Indonesian, which often causes difficulties and makes students reluctant to use it. This study aims to examine the level of students’ understanding of the ? (b?) sentence structure at Sekolah Tinggi Bahasa Harapan Bersama. The method used in this study is a quantitative descriptive approach, employing an online questionnaire consisting of 16 items, which was completed by 82 first-semester students from Diploma 3 and undergraduate programs. The results show that the students’ level of understanding is relatively good; however, it varies depending on the type of questions. The average percentage of correct answers was 66.84% for true-false questions, 85% for questions on determining the correct position of ? (b?), and 73% for sentence transformation tasks. These findings indicate that students are better at recognizing than producing ? (b?) sentence structures.The difficulties encountered are caused by differences in language structure, inappropriate selection of verbs and complements, and a lack of practice.Keywords: Analysis of Comprehension,  Ba  (???) Sentence Structure, Mandarin Language Learning
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INSIDE OUTSIDE CIRCLE TERHADAP HASIL BELAJAR PAI DI SMP Rara, Citra Sukma; Pahrudin, Agus; Kuswanto, Riyan Terna
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 17, No 1 (2026): APRIL ( Artikel in press )
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v17i1.6288

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik, khususnya pada aspek menerapkan (C3) dan mengevaluasi (C5) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) materi alam semesta sebagai tanda kekuasaan Allah SWT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran IOC (Inside Outside Circle) terhadap hasil belajar peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu dan desain posttest-only control group design. Penelitian ini menggunakan 48 siswa kelas VII sebagai sampel yang dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu eksperimen dan kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui tes pilihan ganda yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kedua kelompok, ditunjukkan oleh uji Mann–Whitney (p = 0.014) dan uji independent samples t-test (p = 0.048), yang keduanya menunjukkan nilai signifikansi < 0.05 dengan selisih rata-rata sebesar 1.000 pada kelas eksperimen. Temuan ini menunjukkan bahwa model pembelajaran IOC (Inside Outside Circle) berpengaruh signifikan terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran PAI.Kata Kunci: Hasil Belajar, Inside Outside Circle, Pendidikan Agama IslamABSTRACTThis study was motivated by the low level of students’ higher-order thinking skills, particularly in the applying (C3) and evaluating (C5) domains in Islamic Religious Education (PAI), especially on the topic of the universe as a sign of Allah SWT’s power. This study aims to examine the effect of the Inside Outside Circle (IOC) learning model on students’ cognitive learning outcomes. This research employed a quantitative approach with a quasi-experimental method using a posttest-only control group design. The sample consisted of 48 seventh-grade students divided into experimental and control groups. Data were collected through validated and reliable multiple-choice tests. The results showed a significant difference between the two groups, as evidenced by the Mann–Whitney test (p = 0.014) and the independent samples t-test (p = 0.048), both of which are below the 0.05 significance level, with a mean difference of 1.000. These findings indicate that the IOC (Inside Outside Circle) model significantly improves students’ cognitive learning outcomes in PAI.Keywords: Learning Outcomes, Inside Outside Circle, Islamic Religious Education