cover
Contact Name
I Gede Arjana
Contact Email
igede.arjana@undiksha.ac.id
Phone
+6287701436225
Journal Mail Official
jurnalpendidikanfisikaundiksha@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali, Indonesia 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha
ISSN : 25992554     EISSN : 25992562     DOI : 10.23887
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching of physic education in Ganesha University of Education(GUE). The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at physic Education
Articles 443 Documents
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR DAN KREATIVITAS BELAJAR SISWA SMP TERHADAP HASIL BELAJAR IPA ., Ni Made Lioni Garbriana; ., Dra. Ni Ketut Rapi, M.Pd.; ., Dra. Ni Made Pujani,M.Si
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v2i1.6364

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) menganalisis pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar IPA siswa kelas VII SMP Negeri Se-Kecamatan Banjar, (2) menganalisis pengaruh kreativitas belajar terhadap hasil belajar IPA siswa kelas VII SMP Negeri Se-Kecamatan Banjar, dan (3) menganalisis pengaruh motivasi belajar dan kreativitas belajar secara bersama-sama terhadap hasil belajar IPA siswa kelas VII SMP Negeri Se-Kecamatan Banjar. Jenis penelitian ini adalah ex-post facto korelasional. Populasi penelitian ini terdiri dari 1331 siswa kelas VII SMP Negeri Se-Kecamatan Banjar. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik proporsional random sampling berjumlah 298 siswa. Data motivasi belajar dan data kreativitas belajar dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dengan masing-masing koefisien reliabilitas 0,82 dan 0,78. Data hasil belajar IPA diperoleh dengan menggunakan hasil tes yang mencakup materi “Besaran dan Satuan, serta Suhu dan Pengukurannya” dengan koefisien reliabilitas 0,84. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif, teknik analisis regresi linier sederhana, dan regresi ganda dua prediktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh positif motivasi belajar terhadap hasil belajar IPA siswa kelas VII SMP Negeri Se-Kecamatan Banjar (F = 8,928; p < 0,05) dan sumbangan efektif sebesar 1,43%; (2) terdapat pengaruh positif kreativitas belajar terhadap hasil belajar IPA siswa kelas VII SMP Negeri Se-Kecamatan Banjar (F = 9,962, p < 0,05) dan sumbangan efektif sebesar 2,07%, dan (3) terdapat pengaruh yang yang positif antara motivasi belajar dan kreativitas belajar secara bersama-sama terhadap hasil belajar IPA siswa di kelas VII SMP Negeri Se-Kecamatan Banjar (F = 5,373, p < 0,05) dan sumbangan efektif sebesar 3,5%. Kata Kunci : Motivasi Belajar, Kreativitas Belajar dan Hasil Belajar IPA. This study aimed at (1) analyzing the effect of learning motivation towards the science learning achievement of seventh grade students of all junior high schools in Banjar Sub-District, (2) analyzing the effect of learning creativity towards the science learning achievement of seventh grade students of all junior high schools in Banjar Sub-District, and (3) analyzing the effect of motivation and creativity in learning altogether toward the science learning achievement of seventh grade students of all junior high schools in Banjar Sub-District. This study was designed as co-relational ex-post facto. 1331 students of seventh grade of all junior high schools in Banjar Sub-District were the population of this study, and the sample taken by using proportional random sampling were 298 students. Data of students’ motivation and creativity in learning were obtained by using questionnaires in which the coefficient reliability of each questionnaire were 0.82 and 0.78. Data of students’ science learning achievement were obtained through the test which covered the material of “Quantities & Units”, and also “Temperature and its measurement” as well with the coefficient of reliability 0.84. Techniques used to analyze data were descriptive technique, simple linear regression technique, and double regression with two predictor technique. The results of this study shows that (1) there is a positive effect of learning motivation towards science learning achievement of seventh grade students of all junior high schools in Banjar Sub-District (F = 8.928; p < 0.05) and the effective contribution is 1.43%; (2) there is a positive effect of learning creativity in towards science learning achievement of seventh grade students of all junior high schools in Banjar Sub-District (F = 9.962, p < 0.05) and the effective contribution is 2.07%; (3) there is a positive effect between learning motivation and learning creativity altogether toward science learning achievement of seventh of all junior high schools in Banjar Sub-District (F = 5.373, p < 0.05) and the effective contribution was 3.5%. keyword : learning motivation, learning creativity, science learning achievement.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA ., Sri Lestari; ., Prof. Dr.I Wayan Suastra,M.Pd; ., Dewi Oktofa Rachmawati,S.Si,M.Si
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 3, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v3i1.7244

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) meningkatkan motivasi belajar, (2) meningkatkan prestasi belajar, dan (3) mendeskripsikan tanggapan siswa terhadap penerapan model STAD. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang melibatkan 35 siswa kelas X 3 SMA Negeri 1 Srono pada semester genap tahun pelajaran 2015/2016. Data motivasi dan tanggapan terhadap model pembelajaran kooperatif tipe STAD dikumpulkan dengan kuisioner. Data prestasi belajar siswa dikumpulkan dengan tes. Penelitian berhasil jika, ketuntasan klasikal 85% , KKM 75, motivasi belajar dalam kategori tinggi, dan tanggapan siswa berkategori positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) penerapan model STAD dapat meningkatkan motivasi belajar (x ̅ siklus I = 74,03 dengan kategori tinggi, x ̅ siklus II = 76,60 dengan kategori tinggi), 2) penerapan model STAD dapat meningkatkan prestasi belajar (x ̅ siklus I = 79,29 dengan ketuntasan klasikal 77,14%, x ̅ siklus II = 82,28 dengan ketuntasan klasikal 91,43%); dan 3) tanggapan siswa terhadap penerapan model STAD berkategori positif (x ̅ = 77,2).Kata Kunci : motivasi belajar, pembelajaran kooperatif tipe STAD, prestasi belajar. This study aimed at (1) improving learning motivation, (2) improving learning achievement, and (3) describing the students' responses toward the implementation of STAD model. This research was a classroom action research which was conducted in two cycles of learning and involved 35 students of grade X 3 of SMAN 1 Srono in even semester of academic year 2015/2016. Data of motivation and the responses toward the STAD model were collected by questionnaire, while data of students’ learning achievement were collected by a multiple-choice test. Research was called to be success if classical completeness was 85% with KKM 75, learning motivation was in the category “high”, and the student responses were categorized positive. The results show that: 1) the implementation of STAD model can increase learning motivation (cycle I = 74,03 with high category, the second cycle = 76,60 with high category), 2) the implementation of STAD model can improve learning achievement (x ̅ of cycle I = 79,29 with 77,14% classical completeness, x ̅ of cycle 2 = 82,28 with 91,43% classical completeness); and 3) the students’ responses toward the implementation of STAD model are in positive category.keyword : learning achievement, learning motivation, STAD type cooperative learning.
PENGARUH PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN ICT TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP FISIKA SISWA KELAS X SMK TI ., Putu Fera Andriyani; ., Dra. Ni Made Pujani,M.Si; ., Putu Artawan, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 4, No 2 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v4i2.8050

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pemahaman konsep fisika antara siswa yang belajar menggunakan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Berbantuan ICT (MPBMBI) dengan Model Pembelajaran Konvensional (MPK). Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian pretest-postest non-equivalent control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas X SMK TI Bali Global Singaraja (N=58 siswa). Sampel diambil menggunakan metode purposive random sampling, sehingga sampel untuk kelas eksperimen adalah kelas X MM dan kelas kontrol adalah kelas X TKJ. Data yang dikumpulkan adalah data pemahaman konsep fisika yang digali dengan tes pilihan ganda diperluas. Analisis menggunakan statistik deskriptif dan uji-t independent sample. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pemahaman konsep fisika antara siswa yang belajar menggunakan MPBLI dan siswa yang belajar menggunakan MPK (p = 0,001 < 0,05). MPBLI lebih baik daripada MPK dalam meningkatkan pemahaman konsep fisika siswa dengan MPBLI = 70,58 (tinggi) dan MPK = 47,88 (sedang).Kata Kunci : Model pembelajaran berbasis masalah, ICT, pemahaman konsep fisika This study aimed at analyzing the differences of physics concepts understanding between the students who learn by using ICT Aided Problem Based Learning Model (MPBMBI) and the students who learn by using Conventional Learning Model (MPK). This research was a quasi-experimental research with pretest-postest non-equivalent control group design. The population of this study were students of class X SMK TI Global Singaraja Bali (N = 58 students). Samples were taken by using method of purposive random sampling. The samples for the experimental class were the class X MM and for the control class were class X TKJ. The collected data were data of physics concepts understanding explored by using extended multiple-choice test. Data analysis used descriptive statistics and t-test independent sample. The results show that there are differences of physics concepts understanding between the students who learn by using MPBMBI and the students who learn by using MPK (p = 0.001
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN FISIKA KELAS X IPA SMA NEGERI Hajrin, M.; Sadia, I Wayan; Gunadi, I Gede Aris
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v9i1.20650

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) perbedaan keterampilan berpikir kritis antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran langsung, (2) perbedaan keterampilan berpikir kritis antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran langsung setelah dilakukan pengendalian terhadap skor pretest, (3) kontribusi yang signifikan skor pretest terhadap keterampilan berpikir kritis antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran langsung. Penelitian ini termasuk penelitian quasi eksperiment menggunakan desain one way non-equivalent pretest-posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MIPA di SMA Negeri 3 Singaraja tahun ajaran 2018/2019 sebanyak 4 kelas, sejumlah 117 siswa dengan sampel sebanyak 59 siswa yang meliputi 30 siswa di kelas eksperimen dan 29 siswa di kelas kontrol. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis kovarian (ANAKOVA) satu jalur. Hasil penelitian menunjukkan beberapa temuan, yaitu: (1) terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan berpikir kritis fisika antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran langsung (F=20,173; p<0,05). 2) setelah dilakukan pengendalian terhadap skor pretest, terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan berpikir kritis fisika antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran langsung (F*=44,215; p<0,05). Uji lanjut menunjukkan nilai rata-rata (LSD=2,362; Δμ =8,089) kelompok MPIT signifikan lebih tinggi dibandingkan kelompok MPL. 3) terdapat kontribusi yang signifikan skor pretest terhadap keterampilan berpikir kritis fisika siswa yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran langsung (Freg = 13,941; p<0,05). Variabel kovariat (pretest) memberikan kontribusi terhadap posttest sebesar 33% dan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain. Kata kunci: inkuiri terbimbing, keterampilan berpikir kritis.
EFEKTIVITAS MODEL KONFLIK KOGNITIF DALAM REMEDIASI MISKONSEPSI SISWA SMP PADA MATERI TEKANAN ., Ni Kadek Egar Widyarani; ., Prof. Dr I Wayan Sadia,M.Pd; ., Drs. Slamet Haryadi Suryo Wijoyo
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 4, No 2 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v4i2.8258

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan profil miskonsepsi siswa, 2) mendeskripsikan perbedaan proporsi remediasi miskonsepsi siswa antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol, dan 3) mendeskripsikan retensi miskonsepsi siswa. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan pre-testpost-test nonequivalen control group desain. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah sampel 62 orang siswa.Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif dan uji perbedaan proporsi (uji z) dua pihak dengan taraf signifikansi 5%. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh bahwa profil miskonsepsi siswa pada materi tekanan bervariasi dengan rentangan konsepsi berkisar antara tiga sampai tujuh yang menunjukkan bahwa sebelum proses pembelajaran, siswa telah memiliki berbagai konsepsi. Remediasi miskonsepsi untuk kelompok eksperimen sebesar 54% (70% saat pret-test dan 16% saat post-test) sedangkan untuk kelompok kontrol sebesar 26% (73% saat pret-test dan 47% saat post-test), dengan nilai zhitung > zα/2 yaitu 2,80> 1,96. Miskonsepsi siswa masih resisten meskipun telah diterapkan model pembelajaran konflik kognitif.Kata Kunci : miskonsepsi, model konflik kognitif, model pembelajaran konvensional, retensi miskonsepsi. This study aimed at describing 1) the students’profile misconceptions, 2) the differences of students’ misconceptions remediation proportion between the experimental group and the control group, and 3) the students’ misconception retentions. This research was a quasi-experimental research with pre-test post-test nonequivalent control group design. Samples were taken by using simple random sampling which consisted of 62 students. Data were analyzed by using descriptive analysis techniques and two parts proportion difference test (z test) with 5% in significance level. The result shows that the profile of the student misconceptions in the pressure subject matter varies with concept range are about three to seven kinds of conception which indicates that before learning process, the students have different conceptions. Remediation of misconceptions for the experimental group is 54% (70% on pre-test and 16% on post-test), while for the control group is 26% (73% on pre-test and 47% on post-test), with the value of zhitung > zα /2, namely 2.80 > 1.96. The percentage of students’ misconception during a retention test increases after 3 weeks when the treatment was not given. Students’ misconceptions are still resistant although cognitive conflict learning model have been applied.keyword : misconception, cognitive conflict model, conventional learning model, retention of misconception
PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN KUIS INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA KELAS X BKP 1 SMK NEGERI ., AMANDA NURUL FAUDILA; ., Prof. Dr. I Wayan Suastra, M.Pd.; ., Drs. Rai Sujanem, M.Si.
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v7i2.19818

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya prestasi belajar fisika siswa kelas X jurusan Bisnis Konstruksi dan Properti (BKP) 1. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar fisika siswa dan mendeskripsikan tanggapan siswa terhadap model Discovery Learning berbantuan kuis interaktif dalam pembelajaran fisika. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi/evaluasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X BKP 1 sebanyak 33 siswa yang terdiri dari 28 orang laki-laki dan 5 orang perempuan. Data prestasi dikumpulkan dengan tes dan tanggapan siswa dikumpulkan menggunakan angket. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Discovery Learning berbantuan kuis interaktif dapat meningkatkan prestasi belajar fisika kelas X BKP 1 SMK Negeri 3 Singaraja. Pada siklus I diperoleh skor rata-rata tes adalah 60,15 dengan ketuntasan klasikal 59% dan meningkat pada siklus II dengan skor rata-rata tes adalah 70.11 dengan ketuntasan klasikal 88%. Hasil penerapan pada siklus kedua sangat baik dan siswa memberi tanggapan positif terhadap model Discovery Learning berbantuan kuis interaktif.Kata Kunci : Discovery Learning, kuis interaktif, prestasi This research is motivated by the low physics learning achievement of class X Construction and Property Business Department (BKP) 1 students. This study aimed at improving the student’s physics learning achievement and describing the students' responses to the Interactive Quizzes Assisted Discovery Learning model in physics learning. This type of this research was classroom action research conducted in two cycles. Each cycle consisted of 4 stages, namely planning, action, observation/evaluation, and reflection. The subjects of this study were 33 students of class X BKP 1 consisting of 28 males and 5 females. Performance data were collected by tests, and students’ responses were collected by using a questionnaire. Data were analyzed descriptively. The results show that the application of Interactive Quizzes Assisted Discovery Learning model can improve student’s physics learning achievement in class X BKP 1 of SMKN 3 Singaraja. In the first cycle, the average score of the test is 60.15 with 59% its classical completeness is 59%, and increase in the second cycle with its average test score is 70.11 with classical completeness is 88%. The results of the implementation in the second cycle are very good and the students give positive responses to the Interactive Quiz assisted Discovery Learning model.keyword : Discovery Learning, Interactive Quiz, Achievement
Model Pembelajaran Kooperatif-Jigsaw dalam Meningkatkan Pembelajaran Fisika terhadap Sikap Sosial, Sikap Spiritual, dan Prestasi Belajar Siswa Kelas X5 di SMA Negeri 2 Singaraja. ., Putu Dian Pratiwi; ., Drs. Ida Bagus Putu Mardana,M.Si; ., Drs. I Nyoman Putu Suwindra, M.Kom.
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v7i2.11276

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan profil sikap sosial, sikap spiritual, dan prestasi belajar siswa terhadap pembelajaran fisika dan (2) menganalisis perubahan sikap sosial, sikap spiritual, dan prestasi belajar siswa terhadap pembelajaran fisika setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif-jigsaw. Desain penelitian ini adalah pra-eksperimen dengan tipe one group pre-post test. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X5 SMA Negeri 2 Singaraja Tahun Pelajaran 2016/2017. Data penelitian dikumpulkan menggunakan kuesioner sikap sosial dan sikap spiritual serta tes prestasi belajar siswa. Data dianalisis menggunakan analisis statistika deskriptif. Pengujian hipotesis dengan signifikansi (α) 5% menggunakan Uji t (paired t-test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) profil sikap sosial siswa kelas X5 SMA Negeri 2 Singaraja adalah berada pada kualifikasi sedang (aspek jujur, disiplin, tanggung jawab, toleransi, gotong royong, dan percaya diri) dan kualifikasi rendah (aspek santun dan sopan), sedangkan profil sikap spiritual siswa kelas X5 SMA Negeri 2 Singaraja adalah berada pada kualifikasi sedang (aspek menghargai ajaran agama yang dianut dan menghayati ajaran agama yang dianut), dan profil prestasi belajar siswa kelas X5 SMA Negeri 2 Singaraja adalah adalah berada pada kualifikasi rendah (dimensi C3 dan C4) dan kualifikasi sedang (dimensi C2) dan (2) penerapan model kooperatif-jigsaw dalam proses belajar mengajar dapat secara efektif meningkatkan sikap sosial (thitung = 23,61; p < 0,05), sikap spiritual (thitung = 18,82; p < 0,05), dan prestasi belajar siswa (thitung = 28,21; p < 0,05). Hal tersebut menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif-jigsaw berpengaruh signifikan terhadap peningkatan sikap sosial, sikap spiritual, dan prestasi belajar siswa kelas X5 SMA Negeri 2 Singaraja dalam pembelajaran fisika.Kata Kunci : sikap sosial, sikap spiritual, prestasi belajar, model pembelajaran kooperatif-jigsaw This study aimed at (1) describing the profile of social attitudes, spiritual attitudes, and students’ learning achievement toward physics learning and (2) analyzing the changes of social attitudes, spiritual attitudes, and students' learning achievement on physics learning after applying jigsaw cooperative learning model. Design of this study was pre-experimental with one group pre-post test. Subject in this research were the class X5 students of SMA Negeri 2 Singaraja in Academic Year 2016/2017. Instrument used in this research were questionnaire of social attitudes and spiritual attitudes as well as student achievement test. Data were analyzed by using quantitative descriptive analysis. Hypothesis testing with significance value (α) 5% used t-test (paired t-test). The result of the research shows that (1) the social attitude profile at class X5 students of SMA Negeri 2 Singaraja is medium qualification (in the aspects of honest, discipline, responsibility, tolerance, mutual cooperation, and confidence) and low qualification (in the aspects of polite and courteous), while the spiritual attitude profile at class X5 students of SMA Negeri 2 Singaraja is medium qualification (in the aspects of appreciate the religion believe and inspire the religion believe), and the student' learning achievement profile at class X5 students of SMA Negeri 2 Singaraja is low qualification (in the dimensions of C3 and C4) and medium qualification (in the dimension of C2). (2) the application of jigsaw cooperative model in the teaching and learning process can effectively improve the social attitudes (tvalue = 23,61; p < 0,05), spiritual attitudes (tvalue = 18,82; p < 0,05), and students' learning achievement (tvalue = 28,21; p < 0,05). This shows that the cooperative-jigsaw learning model has a significant effect on the improvement of social attitude, spiritual attitude, and student' learning achievement at class X5 students of SMA Negeri 2 Singaraja toward physics learning.keyword : social attitudes, spiritual attitudes, learning achievements, cooperative-jigsaw learning model
THE EFFECT OF INTERACTIVE MULTIMEDIA ASSISTED PROBLEM BASED LEARNING MODEL TOWARDS THE CRITICAL THINKING SKILLS OF SMA STUDENTS ., I Gusti Ayu Putu Adi Laksmidewi; ., Prof. Dr. Ketut Suma, MS; ., Luh Putu Budi Yasmini, S.Pd., M.Sc.
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 1, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v1i1.3578

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan keterampilan berpikir kritis antara kelompok siswa yang belajar dengan Model Problem Based Learning Berbantuan Multimedia Interaktif (MPBL-MI), Model Problem Based Learning (MPBL), dan Model Pembelajaran Langsung (MPDI). Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan desain penelitian pretest-posttest nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 2 Tabanan semester genap tahun ajaran 2013/2014 yang terdiri dari 8 kelas IPA dengan jumlah total 318 orang siswa. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan simple group random sampling. Sehingga diperoleh tiga kelas dengan jumlah total sampel adalah 120 orang siswa. Data dikumpulkan melalui pemberian pretest dan posttest berupa tes keterampilan berpikir kritis, yang terdiri dari 10 soal essay. Data dianalisis dengan tekhnik analisis deskriptif dan analisis varians (ANAVA) satu jalur dengan uji lanjut Least Significant Difference (LSD) dengan taraf signifikansi untuk seluruh pengujian adalah 0,05. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritis antara kelompok siswa yang belajar dengan MPBL-MI, kelompok siswa yang belajar dengan MPBL, dan kelompok siswa yang belajar dengan MPDI (F = 17,788; p
PENERAPAN BAHAN AJAR SAINS BERBASIS KEARIFAN BUDAYA LOKAL UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA KELAS X MIPA 7 DI SMA NEGERI Rosadi, P. Rima Elda; Rapi, N. K.; Yasa, P.
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v9i2.22101

Abstract

Abstrak Rendahnya aktivitas dan prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya strategi pembelajaran atau metode pembelajaran yang diterapkan guru di kelas. Melalui penerapan bahan ajar sains berbasis kearifan lokal dalam pembelajaran fisika, penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan aktivitas belajar, (2) meningkatkan prestasi belajar, dan (3) mendeskripsikan respon siswa terhadap penerapan bahan ajar sains berbasis kearifan lokal dalam pembelajaran fisika. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X MIPA 7 SMAN 2 Singaraja yang berjumlah 32 orang. Objek penelitian ini adalah aktivitas belajar, prestasi belajar, bahan ajar sains berbasis kearifan lokal, dan respon siswa terhadap penerapan bahan ajar sains berbasis kearifan lokal. Data aktivitas belajar siswa diperoleh melalui observasi pada setiap pertemuan, dengan menggunakan pedoman observasi. Data prestasi belajar fisika diperoleh melalui tes prestasi tiap akhir siklus, data respon siswa diperoleh melalui angket respon siswa pada akhir siklus kedua. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Penelitian ini dikatakan berhasil jika aktivitas belajar siswa minimal berkategori aktif, prestasi belajar siswa minimal berkategori tinggi, respon siswa minimal berkategori positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan aktivitas belajar, hal ini ditunjukkan dari skor rata-rata aktivitas belajar pada siklus I = 14,55; Standar Deviasi = 2,25; dengan kategori cukup aktif, dan rata-rata aktivitas belajar pada siklus II = 15,99; Standar Deviasi = 1,98 dengan kategori aktif. Hasil prestasi belajar pada kedua siklus berkategori baik. Pencapaian prestasi belajar siswa pada siklus I, nilai rata-rata  = 73,6; Standar Deviasi = 11,9 dengan KK = 75%. Siklus II, nilai rata-rata  = 83,9; Standar Deviasi = 5,8 dengan KK = 90,6%. Respon siswa terhadap penerapan bahan ajar sains berbasis kearifan lokal dalam pembelajaran fisika berkategori sangat positif dengan skor rata-rata   = 83,75.  Kata kunci: aktivitas belajar, prestasi belajar, bahan ajar sains berbasis kearifan lokal
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TENTANG KOMPETENSI PEDAGOGIK, KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DENGAN PRESTASI BELAJAR IPA DI SMP NEGERI 4 TEJAKULA ., Ngurah Sadhu Gunawan; ., Dr. A.A.Istri Agung Rai Sudiatmika,M.P; ., Dewi Oktofa Rachmawati,S.Si,M.Si
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v2i1.5269

Abstract

Penelitian korelasi ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan hubungan antara persepsi siswa tentang kompetensi pedagogik guru dengan prestasi belajar IPA di SMP Negeri 4 Tejakula; (2) mendeskripsikan hubungan antara persepsi siswa tentang kompetensi profesional guru dengan prestasi belajar IPA di SMP Negeri 4 Tejakula; dan (3) mendeskripsikan hubungan antara persepsi siswa tentang kompetensi pedagogik, kompetensi profesional guru dengan prestasi belajar IPA di SMP Negeri 4 Tejakula. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII di SMP Negeri 4 Tejakula yang berjumlah 170 orang dari 285 orang dengan menggunakan teknik proporsional random sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode angket dan tes. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif, analisis korelasi product moment dan analisis korelasi ganda. Hasil dari penelitian ini adalah (1) terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi siswa tentang kompetensi pedagogik guru dengan prestasi belajar IPA di SMP Negeri 4 Tejakula dengan koefisien korelasi sebesar 0,408 yang menunjukkan hubungan yang cukup kuat; (2) terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi siswa tentang kompetensi profesional guru dengan prestasi belajar IPA di SMP Negeri 4 Tejakula dengan koefisien korelasi sebesar 0,404 yang menunjukkan hubungan yang cukup kuat; (3) terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi siswa tentang kompetensi pedagogik, kompetensi profesional guru dengan prestasi belajar IPA di SMP Negeri 4 Tejakula dengan koefisien korelasi sebesar 0,475 yang menunjukkan hubungan yang cukup kuat.Kata Kunci : persepsi siswa, kompetensi pedagogik guru, kompetensi profesional guru, prestasi belajar IPA This correlation study aimed at (1) describing the relation between the student’s perception about teacher’s pedagogic competency and the student’s Science achievement in SMP Negeri 4 Tejakula; (2) describing the relation between student’s perception about teacher’s professional competency and student’s Science achievement in SMP Negeri 4 Tejakula; (2) describing the relation between student’s perception about teacher’s professional competency and student’s Science achievement in SMP Negeri 4 Tejakula; (3) describing the relation between student’s perception about teacher’s pedagogic and professional competency and student’s Science achievement in SMP Negeri 4 Tejakula. Sample at this study which was proportional random sampling technique was 170 at 285 student’s of grade VIII at SMP Negeri 4 Tejakula. Data were collection by using questionnaire and test methods. Data were analyzed by using descriptive analysis, correlation product moment analysis, and multiple correlation analysis. The result of this study shows that (1) there is a significant relation between student’s perception about teacher’s pedagogic competency and student’s Science achievement in SMP Negeri 4 Tejakula, with its correlation coefficient is 0,408; (2) there is a significant relation between student’s perception about teacher’s professional competency and student’s Science achievement in SMP Negeri 4 Tejakula, with its correlation coefficient is 0,404; (3) there is a significant relation between student’s perception about teacher’s pedagogic and professional competency and student’s Science achievement in SMP Negeri 4 Tejakula, with its correlation coefficient is 0,475. All of them indicated to be a fair in correlation.keyword : student’s perception, teacher’s pedagogic competence, teacher’s professional competency, Science learning achievement

Page 2 of 45 | Total Record : 443