cover
Contact Name
Misbahul Munir
Contact Email
munirmisbahul1990@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltalimuna@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Ta`Limuna : Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 20852975     EISSN : 26229889     DOI : -
Core Subject : Education,
TA`LIMUNA Journal of Islamic Education ISSN 2622-9889 (Print) and ISSN 2085-2975 (Online) is a journal published twice a year by STAI Ma’had Aly Al Hikam Malang. This journal emphasizes aspects related to Islamic Education, with special reference to applied research in Islamic education that can be focused on the components of learning including curriculum, methods, models, psychology, thought and several issues of Islamic education and its problems.
Arjuna Subject : -
Articles 275 Documents
GERAKAN ALIGARH DI INDIA (REFLEKSI HISTORIS GERAKAN MODERNISME PENDIDIKAN SAYYID AHMAD KHAN) Amrullah, Zen
TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 10 No. 2 (2021): SEPTEMBER
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/talimuna.v10i2.772

Abstract

Abstract: The existence of the domination of the western world, especially in the fields of science and technology, has given rise to the awareness of Muslim scientists to escape from this domination. And various efforts were made by Muslim reformers in order to restore the identity of Islam, which then the movement was called modernism, tajdid, ishlah, or renewal. One of the figures who organized this educational modernism movement was Sayyid Akhmad Khan from India with his Aligarh movement called scientific society. The reform made by Sayyid Ahmad Khan is that he puts the ideas of religious thought in the world of education. In addition, he also established educational institutions that can be used by all citizens and operated jointly by Hindus and Muslims. In this educational institution Sayyid Ahmad Khan integrates Islamic education with modern western education, so this has an impact on the western view of Muslims in India getting better
AKULTURASI ARSITEKTUR MASJID DENGAN BUDAYA DAN PENDIDIKAN DALAM KONTEKS ISLAM JAWA HAQ, MUHAMMAD FAISHAL
TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 10 No. 2 (2021): SEPTEMBER
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/talimuna.v10i2.790

Abstract

Masjid merupakan tempat peribadatan umat Islam yang mempunyai peran sangat penting dalam proses dakwah Islam. Pada zaman Rasulullah, selain untuk tempat beribadah, masjid juga merupakan wadah atau tempat untuk berdakwah dan untuk mempelajari ilmu-ilmu agama. Penelitian ini menggunakan metode dan pendekatan studi kepustakaan (library research). Hasil dari penelitian ini adalah penyesuaian bangunan masjid yang dibangun bertujuan agar para wali dalam proses dakwahnya mudah diterima oleh masyarakat. Dengan menggunakan pendekatan seperti itu para wali dengan wibawanya berdakwah dengan masyarakat secara mudah. Bentuk-bentuk dari beberapa masjid yang ada di Jawa umumnya mengadopsi bentuk bangunan dari  Hindu-Budha, seperti atap masjid terdiri dari tiga bagian, bagian paling atas meruncing seperti atap piramida dan candi Hindu.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM KEPEMIMPINAN KHALIFAH HARUN AR-RASYID HALIMAH, SITI M.; Sabhrina, Aninda Ika
TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 10 No. 2 (2021): SEPTEMBER
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/talimuna.v10i2.791

Abstract

AbstrakKhalifah Harun ar-Rasyid merupakan sosok pemimpin yang dermawan, suka memberi baik karena kemauannya sendiri ataupun karena diminta. Harun terkenal sebagai pemimpin berkarisma yang dikagumi oleh rakyatnya, sholeh, taat beragama serta piawai dalam memegang pemerintahan. Oleh sebab itu penulis mengangkat sosok Harun ar-Rasyid menjadi pemeran utama karena beliau sosok tokoh yang mesti untuk dijadikan contoh pada pemimpin di lembaga pendidikan Islam zaman sekarang. Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif deskriptif serta tergolong penelitian kepustakaan. Inilah yang peneliti gunakan untuk mengumpulkan data, buku Harun Ar-Rasyid Amir Para Khalifah dan Raja Teragung di Dunia sebagai sumber primernya dan jurnal-jurnal atau makalah sebagai sumber pendukungnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Dalam pemerintahan Khalifah Harun ar-Rasyid banyak mengalami kemajuan-kemajuan. Dan salah satu indikator berkembang pesatnya pendidikan dan pengajaran ditandai dengan berkembang luasnya lembaga-lembaga pendidikan Islam.Kata kunci: Nilai Pendidikan Islam; Kepemimpinan; Khalifah Harun Al-Rasyid AbstractCaliph Harun ar-Rashid is a generous leader, likes to give either on his own volition or on demand. Harun ar-Rashid is known as an authoritative caliph, loved by the people, pious, religious and skilled in holding the government. Therefore, the author makes the figure of Harun ar-Rasyid as the main character because he is a figure who must be used as an example with the reality of today's leaders in Islamic educational institutions. This study uses a descriptive qualitative approach and includes library research, because in collecting the data the researcher uses Harun Ar-Rasyid Amir's book The Caliphs and the Greatest King in the World as the primary source and journals or papers as a supporting source. The results show that: During the reign of Caliph Harun ar-Rashid, many progresses were made. And one indicator of the rapid development of education and teaching is marked by the expansion of Islamic educational institutions.Keywords: Values of Islamic Education; Leadership; Caliph Harun Al-Rasyid
MEMBANGUN SIKAP TOLERAN DAN DEMOKRATIS MELALUI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Gafur, Abdul; Mutholingah, Siti; Munir, Misbahul
TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 10 No. 2 (2021): SEPTEMBER
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/talimuna.v10i2.798

Abstract

The condition of Indonesian society which is plural and multiculture can trigger socio-religious conflicts. These conflicts can be reduced or even avoided if the Indonesian people always apply the values of tolerance and democracy in their daily life. In this case, Islamic education as a process and part of the national education system certainly has a very important role in the context of growing and developing a tolerant and democratic attitude for students. The implementation of Islamic Education should lead to the internalization of the values of tolerance and democracy which include the values of justice, freedom, responsibility, equality, deliberation, pluralism so that students become good individuals in their families, communities, countries and their environment.
RELEVANSI PENDIDIKAN ISLAM AL-GHAZALI TERHADAP GROWTH MINDSET GENERASI Z PADA MASA COVID-19 Budiarti, Erlita
TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 1 (2022): MARET
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/talimuna.v11i1.826

Abstract

ABSTRAK. Fenomena corona virus disease (Covid-19) telah mengubah produktivitas keseharian masyarakat dengan pola pelaksanaan dalam jaringan (Daring), Penularan virus berdampak pada aktivitas pembelajaran mengharuskan jutaan pelajar tidak terkecuali Indonesia melaksanakan pembelajaran secara e-learning, sehingga banyak pelajar tertekan, tidak percaya diri hingga ketakutan selama masa covid-19, sebab mengalami culture shock terhadap pembelajaran online yang belum pernah terjadi digolongan pelajar sebelumnya. Padahal pendidikan merupakan ukuran keberhasilan pelajar dalam menghadapi tantangan pada masa covid-19, oleh sebab itu peneliti ingin mengkaji pendidikan islam berdasarkan filosofi Al-Ghazali dari segi implementasi serta orisinalitas yang melampaui jaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan relevansi pendidikan islam yang memuat filosofi Al-Ghazali terhadap Growth Mindset para millennial dari adanya kejadian pandemi covid-19, adapun fokus permasalahan pada penelitian ini adalah sebagaimana menjawab permasalahan saat pembelajaran pada masa covid-19 tentunya ditemukan rumusan terbaru guna mencapai Growth Mindset yang optimal. metode yang digunakan peneliti adalah studi pustaka yaitu penelitian yang menggunakan penelusuran berupa buku, jurnal dan artikel yang mendukung adanya hasil penelitian, dengan menggunakan analisis data kualitatif deskriptif dan wawancara semi-struktur berdasarkan daftar pertanyaan yang disusun lalu wawancara tersebut dikembangkan berdasarkan literatur yang terkait. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa konsep pendidikan islam filosofi Al- Ghazali menekankan pada pendidikan agama serta pembentukan akhlak dengan pengembangan kebahagiaan dunia dan akhirat tanpa mengabaikan kebaikan dunia sebagai sarana mencapai tujuan kebahagiaan akhirat. Konsep ini, sejalan dengan Growth Mindset karena dalam proses pembelajaran selama peristiwa covid-19 dibutuhkan penguasaan keterampilan diri yang islami dengan pembinaan personalitas berpikir positif. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa peristiwa covid-19 telah memunculkan inovasi terbaru dalam dunia pendidikan secara eksplisit dan implisit yang telah dirancang dalam pendidikan islam sehingga berpengaruh pada Growth Mindset.
SOLUSI TERHADAP PROBLEMATIKA DISINTEGRASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI TRI PUSAT PENDIDIKAN Mahmudi, Ali; Saiban, Kasuwi; Hazin, Mufarrihul
TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 1 (2022): MARET
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/talimuna.v11i1.834

Abstract

Abstraksi: Penelitian ini dilatar belakangi adanya berbagai macam problematika disintegrasi pendidikan agama Islam (PAI) di tri pusat pendidikan yang berorientasi pada mutu pembelajaran. Oleh karena itu tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai problematika dan solusi adanya disintegrasi Pendidikan Agama Islam pada tri pusat pendidikan. Hubungan yang terjalin baik dalam tri pusat pendidikan, yakni lingkungan pendidikan keluarga (orang tua, wali siswa), sekolah (siswa, guru, karyawan, staf sekolah, pengurus yayasan) dan masyarakat (komite sekolah, LSM, pengusaha, berbagai kumpulan sosial) dapat menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif, aman dan menyenangkan. Sebaliknya jika komunitas tri pusat pendidikan berjalan tidak, harmonis maka dipastikan proses pendidikan agama Islam akan menemui banyak problemtika. Penelitian ini menggunakan metode library research, yaitu menggunakan sumber data berupa jurnal-jurnal ilmiah, buku-buku referensi dan sumber bacaan lain, baik cetak maupun online (model e-research).  Keyword: Solusi, Disintegrasi, Problematika, Pendidikan Agama Islam, Tri Pusat Pendidikan
PENGEMBANGAN DIMENSI KUALITAS SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU BINA INSAN MULIA BLITAR Nurcholiq, Mochamad
TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 1 (2022): MARET
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/talimuna.v11i1.839

Abstract

Abstrak:Dimensi kualitas merupakan suatu hal utama yang perlu dikembangkan oleh suatu lembaga jika ingin menjadi pilihan pelanggan. Inilah yang dilakukan oleh SDIT Bina Insan Mulia Blitar, yakni mengembangkan dimensi kualitas ini. Pengembangan dimensi kualitias di SDIT Bina Insan Mulia ini meliputi performa, features, keandalan, konformitas, daya tahan, kemampuan pelayanan, estetika dan kualitas yang diperselisihkan. Dimensi performa mencakup layanan jasa dan sarana prasarana yang memadai. Dimensi features meliputi adanya kemudahan pelayanan administrasi melalui mobile banking. Dimensi keandalan mencakup tenaga pendidikyang berkarakter sehingga memiliki kekhasan dari lembaga pendidikan yang lain. Dimensi konformitas mencakup penyesuaian skill peserta didik terhadap tuntutan sosial keagamaan terutama saat ini adalah tuntutan hafalan al-Qur’an dan hadits. Dimensi daya tahan mencakup pertahanan nilai akreditasi A. Dimensi kemampuan pelayanan mencakup layanan konseling 24 jam. Dimensi estetika mencakup penciptaan nuansa Islami dalam aspek ritual maupun sosial. Dimensi kualitas yang diperselisihkan mencakup adanya factor enjoy dan nyaman dari pelanggan dalam pemilihan sekolah ini. Kata kunci: pengembangan, dimensi kualitas Abstract: The quality dimension is the main thing that needs to be developed by an institution if it wants to become the customer's choice. This is what SDIT Bina Insan Mulia Blitar does, namely developing this quality dimension. The development of the quality dimension at SDIT Bina Insan Mulia includes performance, features, reliability, conformity, durability, serviceability, aesthetics and perceived quality. The performance dimension includes adequate services and infrastructure. The features dimension includes the ease of administrative services through mobile banking. The reliability dimension includes educators who have character so that they are unique from other educational institutions. The conformity dimension includes the adjustment of students' skills to socio-religious demands, especially at this time the demands of memorizing the Qur'an and hadith. The durability dimension includes the defense of the A accreditation score. The service capability dimension includes 24-hour counseling services. The aesthetic dimension includes the creation of Islamic nuances in ritual and social aspects. The dimensions of perceived quality include the enjoyment and convenience of the customers in choosing this school. Keywords: development, quality dimension
PLURALISME DALAM PENDIDIKAN ISLAM DI SD/MI Nurmalina, Dwi
TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 1 (2022): MARET
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/talimuna.v11i1.872

Abstract

AbstrakPluralisme menjadi persoalan penting karena mempunyai andil dalam mengembangkan dunia pendidikan Islam di jalur formal khususnya di SD/MI. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji serta menganalisa tentang kurikulum, nilai-nilai dasar dari pluralisme serta tujuan pendidikan Pluralisme di SD/MI yaitu sebagai asumsi dasar sekaligus dalam merumuskan jawaban dalam penelitian tersebut, dengan menggunakan metode kajian studi pustaka atau library research berbentuk artikel dan jurnal yang telah di publish. Hasil Penelitian ini yaitu agar mampu menciptakan tatanan pendidikan pluralisme dalam pendidikan islam SD/MI dengan harapan peserta didik dapat menerapkannya dalam kehidupannya sehari-hari yaitu dengan damai, harmonis, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, dan mampu beradaptasi dengan berbagai golongan yang berbeda namun tidak terlepas dari akar budaya, agama, dan jati dirinya sehingga segala pengaruh negatif dari perubahan zaman dapat diantisipasi peserta didik dengan lebih baik. Kata Kunci: Pendidikan Islam, Pluralisme, Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah.
Character Education in Lembaga Dakwah Kampus bustomi, ahmad
TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 2 (2022): SEPTEMBER
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/talimuna.v11i02.937

Abstract

AbstractThis Research began from a personal experiences of researcher about students who have thought that the democration is Kafir product and Indonesia which is majority is Islamic should not agree with Democracy, Pancasila and Constitution. The recruitment curriculum of cadre is very important thing to be analyzed more deeply considering from where it will be seen the direction of this students’ movement working, the background and spirit of organizations. Therefore, the researcher focuses on something important to be analyzed especially related to the role of Islamic student organization of extra campus on the forming of students’ character of LDK cadre in UIN Sunan Kalijaga. The aim of this research for describe the implementation and implication of Islamic student organization of extra University in the forming of student characters. The research using a qualitative approach and the subject of research namely of Muhammad Akhyar as Leader of LDK UIN Sunan Kalijaga. The methods of data collection used observation, interview and documentation. Data analysis in this research uses Milles Huberman model with data reduction technique, data presentation, and conclusion. The results of this research show that: Firstly, The implementation of cadre curriculum LDK is as the method which has Guide in TEKAD called MC Instructor whose duty give introduction before presenter, guides the learning process in class and fgd/fanel companion, while the speakers is called the instructor. The method of study which consists of speech method, Interactive, fgd/sgd, panel, group dynamics and debate. Secondly, the impilication of curriculum shows nine characters: religious, tolerance, discipline, hard work, creative, democratic, friendly/communicative, social care and responsible.Keywords: Student Character, Recruitment Curriculum.  AbstrakPenelitian ini bermula dari pengalaman pribadi peneliti mengenai maraknya mahasiswa yang berfikiran that demokrasi adalah produk kafir dan tidak sepatutnya Indonesia yang mayoritas rakyatnya beragama Islam menyepakati demokrasi, pancasila dan undang-undang. Kurikulum perkaderan menjadi hal yang paling pokok untuk dikaji lebih, mengingat dari sanalah akan terlihat arah gerakan mahasiswa ini berjalan, latar belakangnya serta spirit berorganisasinya. Oleh karena itu penting untuk dikaji terutama terkait peran kurikulum perkaderan LDK UIN Sunan Kalijaga dalam pembentukkan karakter mahasiswa. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pelaksanaan dan pengaruh organisasi mahasiswa Islam ekstra kampus dalam pembentukan karakter mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan subjek penelitiannya adalah Muhammad Akhyar selaku Ketua Umum LDK. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data pada penelitian ini menggunakan model Milles Huberman dengan teknik reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, Implementasi kurikulum pengkaderan LDK yaitu dengan metode memiliki Pemandu dalam TEKAD, yang disebut instruktur MC, bertugas memberikan pengantar sebelum pemateri memberi materi, memandu jalannya kelas dan pendamping fgd/panel,  sedangkan pemateri disebut instruktur. Metode yang digunakan adalah metode ceramah, tanya jawab, fgd/sgd, panel, dinamika grup dan debat. Kedua, peran kurikulum memunculkan 9 karakter, yaitu religius, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, demokratis, bersahabat/komunikatif, peduli sosial dan tanggung jawab.Kata Kunci: Karakter Mahasiswa, Kurikulum Pengkaderan.
PEMIKIRAN FILOSOFI PENDIDIKAN ISLAM MUHAMMAD IQBAL DAN RELEVANSINYA DENGAN RANAH PSIKOMOTORIK SISWA Ahmadi, Alfarabi Shidqi
TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 1 (2022): MARET
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/talimuna.v11i1.948

Abstract

Islamic education for Iqbal must include the totality of human, which in the process must provide the widest possible space for movement and creativity. Muhammad Iqbal, who has a background as a philosopher, often calls of muslims to want to move and not be trapped in boredom. On the other hand, the psychomotor domain is a concept that emphasizes movement intelligence and creativity in skills. This study aims to discover new things of Muhammad Iqbal’s thought and their relevance to the psychomotor domain of students in Islamic education. The research method used is a literature study with a descriptive qualitative approach. The result of this research is that the concept of Islamic education brought by Muhammad Iqbal invites people not only to be satisfied with scientific understanding, but also to take the initiative and move to practice their knowledge. This has relevance to psychomotor which with cognitive understanding capital than follows up with skills or physical movement.