Walisongo Journal of Chemistry
Walisongo journal of chemistry is a peer reviewed and open access journal published by Chemistry Department, faculty of Science and Technology, UIN Walisongo Semarang. This journal covering all areas of chemistry including inorganic, organic, physic, analytic, biochemistry, and environmental chemistry. Walisongo Journal of Chemistry publish two issues annually (July and October). Article which accepted in this journal was written by Bahasa and English.
Articles
203 Documents
PRODUKSI ZAT ANTIMIKROBA MELALUI REAKSI BIGINELLI MENGGUNAKAN KATALIS PASSIFLORA FLAVICARVA
Saripudin, Aceng;
Darmwan, Imam
Walisongo Journal of Chemistry Vol 1, No 1 (2018): Walisongo Journal of Chemistry
Publisher : Department of Chemistry Faculty of Science and Technology Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (944.787 KB)
|
DOI: 10.21580/wjc.v2i1.2671
Tujuan penelitian ini adalah untuk memproduksi zat antimikroba melalui reaksi siklokondensasi Biginelli menggunakan katalis larutan buah markisa (Passiflora Flavicarva). Zat antimikroba ini merupakan hasil reaksi siklokondensasi biginelli dari aldehid, etil asetoasetat, dan urea atau tiourea yang memiliki aktivitas biologis. Reaksi ini merupakan reaksi kondensasi antara benzaldehid 6, 2-indanon 2 dan urea 7 dalam suasana asam Identifikasi senyawa dihidropirimidinon dilakukan dengan uji FT-IR dan uji GC-MS. Dari hasil penelitian zat antimikroba dengan katalis larutan buah markisa membuktikan bahwa larutan buah markisa belum dapat digunakan sebagai katalis memproduksi zat antimikroba melalui reaksi siklokondensasi Biginelli.
3D AND 2D RNA STRUCTURE PREDICTION OF THE BRCA2 GENE AND ITS SILENCING RNA IN THE BREAST CANCER
Wijaya, Ryan;
Parikesit, Arli Aditya;
Nurdiansyah, Rizky
Walisongo Journal of Chemistry Vol 3, No 1 (2020): Walisongo Journal of Chemistry
Publisher : Department of Chemistry Faculty of Science and Technology Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (16.54 KB)
|
DOI: 10.21580/wjc.v3i1.6019
Breast cancer is one of the most threatening diseases for women. It is found that BRCA2 gene plays a significant role in breast cancer, provided that mutations occurred. The objective of this study is to determine whether the bioinformatics approach could provide the gene networking, molecular simulation, and computational metabolomics information to shed the relation between BRCA2 gene mutation with breast cancer progression. The methods are utilizing molecular simulation tools to comprehend the biochemical interaction of BRCA2 gene with other oncogenic genes. Lastly, the molecular docking tool is devised to provide the molecular interactions information. It could be implied that the Computer-Aided Drug Design (CADD)-based in silico transcriptomics tools could provide the fine-grained information on the exact role of BRCA2 gene in the progression of breast cancer. The clinical impact of this study could only be measured after the wet laboratory experiment is conducted to validate the computational approach results
SINTESIS ALKOHOL DARI LIMBAH NANGKA (ARTOCARPUS HETEROPHYLLUS) SEBAGAI CAMPURAN BAHAN BAKAR MINYAK (BIOFUEL)
Fibonacci, Anita
Walisongo Journal of Chemistry Vol 2, No 1 (2019): Walisongo Journal of Chemistry
Publisher : Department of Chemistry Faculty of Science and Technology Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1657.897 KB)
|
DOI: 10.21580/wjc.v2i1.4043
Peningkatan akan kebutuhan energi terus meningkat seiring berjalannya waktu, namun peningkatan kebutuhan energy yang terjadi menimbulkan dampak semakin menipisnya pasokan ketersediaan bahan bakar fosil yang notabene merupakan sumber daya alam yang tak terbarui, disisi lain banyak limbah buah nangka (Artocarpus heterophyllus) yang sebenarnya berpotensi untuk diolah sebagai biofuel. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan alkohol dari limbah nangka (Artocarpus heterophyllus) melalui proses fermentasi menggunakan saccharomyces cereviseae. Limbah buah nangka dimanfaatkan sebagai campuran bahan bakar minyak berbasis bahan dari biomassa (biofuel). Proses pembuatan alcohol dari limbah buah nangka diawali dengan pembuatan starter, medium fermentasi, proses fermentasi hingga mendapatkan alkohol dilanjutkan dengan proses pemurnian dengan cara destilasi. Analisis kadar alkohol dilakukan dengan metode berat jenis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alkohol yang dihasilkan dari limbah buah nangka (Artocarpus heterophyllus) adalah 20 % dengan waktu fermentasi 12 hari.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI
Purwandari, Ratna;
Subagiyo, Sidiq;
Wibowo, Teguh
Walisongo Journal of Chemistry Vol 1, No 2 (2018): Walisongo Journal of Chemistry
Publisher : Department of Chemistry Faculty of Science and Technology Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1856.34 KB)
|
DOI: 10.21580/wjc.v2i2.3104
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak daun jambu biji terhadap Esherichia coli dan Bacillus subtilis. Senyawa antioksidan dalam daun jambu biji diperoleh dengan cara ekstraksi menggunakan metode Soxhletasi dengan pelarut n-heksana dan metanol. Subjek dalam penelitian ini adalah ekstrak daun jambu biji. Sedangkan objek dalam penelitian ini adalah aktivitas antioksidan ekstrak daun jambu biji. Identifikasi senyawa antioksidan menggunakan metode kromatografi paper disc. Dari hasil penelitian ekstraksi daun jambu biji tersebut membuktikan bahwa ekstrak daun jambu biji mempunyai aktivitas antioksidan terhadap Esherichia coli dan Bacillus subtilis. Sehingga daun jambu biji dapat dimanfaatkan untuk mengobati berbagai jenis penyakit
ANALISIS DAMPAK LIMBAH BUANGAN LIMBAH PABRIK BATIK DI SUNGAI SIMBANGKULON KAB. PEKALONGAN
Zammi, Muhammad;
Rahmawati, Atik;
Nirwana, Ratih Rizqi
Walisongo Journal of Chemistry Vol 1, No 1 (2018): Walisongo Journal of Chemistry
Publisher : Department of Chemistry Faculty of Science and Technology Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3821.066 KB)
|
DOI: 10.21580/wjc.v2i1.2667
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah sungai Simbangkulon sudah tercemar ataupun tidak berdasarkan baku mutu yang dikeluarkan/ditetapkan oleh pemerintah/lembaga yang berwenang. Penentuan stasiun pengamatan pada lokasi penelitian didasarkan pada kegiatan masyarakat di Simbangkulon sebagai pusat pembuangan limbah batik. Hasil analisa parameter fisika dan kimia (suhu, pH dan DO) pada air sungai dibandingkan dengan Kriteria Baku Mutu Air Sungai berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup Nomor: KEP-02/MENKLH/I/1988 Tentang Penetapan Baku Mutu Lingkungan dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Berdasarkan hasil penelitian, pH air sungai Simbangkulon antara 6,70 ? 6,94 dan DO antara 1,62 ? 4,32 mg/L, dan suhu antara 27 ? 28 0C yang berarti bahwa kuantitas limbah batik yang dibuang langsung ke sungai Simbangkulon telah mengurangi/mencemari pH dan DO air sungai Simbangkulon, sedangkan suhu belum/tidak tercemar (masih berada pada batas aman yang ditetapkan pemerintah).
UJI ADSORPSI BENTONIT TERAKTIVASI KOH TERHADAP LOGAM CU(II)
Fauziyati, Mega Roikhanah
Walisongo Journal of Chemistry Vol 2, No 2 (2019): Walisongo Journal of Chemistry
Publisher : Department of Chemistry Faculty of Science and Technology Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (965.075 KB)
|
DOI: 10.21580/wjc.v2i2.6028
Peningkatan perkembangan industri setiap tahun menyebabkan limbah cair yang dihasilkan semakin meningkat. Limbah yang tidak mengalami pengolahan menyebabkan pencemaran lingkungan. Salah satu upaya untuk mengurangi kadar ion logam dalam limbah yaitu meminimalisir kandungan ion logam berat menggunakan metode adsorpsi. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh proses aktivasi pada bentonit dengan menggunakan KOH dan mengaplikasikannya sebagai adsorben ion logam Cu(II). Parameter yang digunakan pada penelitian ini adalah variasi konsentrasi aktivator KOH, waktu optimum dan pH. Selain itu studi kinetika adsorpsi juga dipelajari dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan adsorben terbaik adalah bentonit teraktivasi KOH 6M. Karakteristik bentonit ditandai dengan munculnya gugus spesifik Si-O dan Si-O-Si pada panjang gelombang 1009,31 cm-1 dan 466,71 cm-1, munculnya difaktogram khas montmorillonit pada intensitas 2 = 20,880o (d=4,508 Å), luas permukaan spesifik 87,2001 m2/g dengan kapasitas adsorpsi 50,013 mg/g. Kondisi optimum waktu kontak adalah 120 menit pada konsentrasi awal ion logam Cu(II) 1000 ppm 50 ml. Adsorpsi ini mengikuti model kinetika pseudo orde dua dengan konstanta laju adsorpsi ion logam Cu(II) sebesar 9,08 x 10-4 g.mg-1.
PELAPISAN BAHAN MAGNETIK PASIR BESI BUGEL DENGAN SITRAT
Rosiati, Nur Mutia;
Miswanda, Dikki;
Muflikhah, Muflikhah
Walisongo Journal of Chemistry Vol 2, No 1 (2019): Walisongo Journal of Chemistry
Publisher : Department of Chemistry Faculty of Science and Technology Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1277.484 KB)
|
DOI: 10.21580/wjc.v3i1.3577
Pemanfaatan bahan alam sebagai sumber bahan magnetik (BM) merupakan keuntungan tersendiri, yakni preparasi yang lebih mudah dilakukan, jumlah bahan kimia yang digunakan lebih sedikit dan biaya preparasi lebih terjangkau. Hasil membuktikan bahwa unsur terbanyak yang terkandung pada BM pasir besi Pantai Bugel adalah Fe, Ti dan Si dengan fasa oksida dominan berupa magnetit. Modifikasi BM dilakukan untuk mendukung perannya sebagai adsorben magnetik. Bahan magnetik pasir besi Pantai Bugel terlapis sitrat (BM/Sitrat) telah berhasil disintesis pada penelitian ini. Variasi waktu perendaman BM dalam larutan sitrat dilakukan dengan waktu 6, 12 dan 24 jam untuk mengetahui waktu optimum perendaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu optimum perendaman dicapai pada waktu 24 jam.
AKTIFITAS KITOSAN-GLUKOSA SEBAGAI PENGAWET IKAN BANDENG DURI LUNAK
Wardani, Oftiana Irayanti;
Firmansyah, R. Arizal;
Setyawati, Siti Mukhlishoh
Walisongo Journal of Chemistry Vol 1, No 1 (2018): Walisongo Journal of Chemistry
Publisher : Department of Chemistry Faculty of Science and Technology Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1481.398 KB)
|
DOI: 10.21580/wjc.v2i1.2672
Modifikasi Kitosan dengan Glukosa mampu memperbaiki kemampuan kitosan dalam mengawetkan makanan. Kitosan-Glukosa yang diaplikasikan pada ikan bandeng duri lunak dengan cara pelapisan menghasilkan adanya perbedaan kandungan protein sebesar 0,0045%, 0,0048%, dan 0,072%. Sedangkan perbedaan kandungan mikroba sebesar 4,05 x 104 ; 7 x 104 ; dan 1,37 x 106. Pengukuran tersebut dilakukan di hari ke 1, 3, dan 5 pada kontrol ikan yang tidak mengalami pelapisan dengan ikan yang mengalami pelapisan. Hasil uji organoleptik dengan skala nilai 1-4 pada tampilan, aroma, warna dan rasa pada hari ke 5 menunjukkan bahwa nilai ikan yang mengalami pelapisan lebih tinggi dari pada yang tidak mengalami pelapisan. Uji IR menunjukkan tidak ada gugus baru terbentuk antara kitosan-glukosa.
EFFECTS OF TEMPERATURE AND AERATION ON THE DISSOLVED OXYGEN (DO) VALUES IN FRESHWATER USING SIMPLE WATER BATH REACTOR: A BRIEF REPORT
Febiyanto, Febiyanto
Walisongo Journal of Chemistry Vol 3, No 1 (2020): Walisongo Journal of Chemistry
Publisher : Department of Chemistry Faculty of Science and Technology Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (580.692 KB)
|
DOI: 10.21580/wjc.v3i1.6108
This work investigated the effect of temperature and aeration treatments on the dissolved oxygen (DO) values in freshwater. The study was carried out using a simple water bath reactor in room temperature condition. Based on the results, freshwater sample without the aeration and temperature treatments (control) indicates a fluctuating profile on which the obtained values of DO were 4.21-4.98 mg/L at Taverage = 27.7 °C. However, the aeration treatment was slightly able to enhance the DO value up to 8.12 mg/L from the initial concentration of 3.88 mg/L at Taverage = 27.4 °C. Compared to the aeration treatment, the addition of temperature treatment has extremely increased the DO value up to 21 mg/L from 6.6 mg/L (T0 minutes = 27 °C) for 20 minutes of DO observation (T20 minutes = 12.4 °C). Hence, this brief report suggests that the addition of temperature treatment gave a significant effect on the DO value in freshwater than the aeration treatment and control.
DEKOLORISASI SENYAWA AZO LIMBAH REMAZOL GOLDEN YELLOW OLEH BIOADSORBEN ECENG GONDOK (EICHHORNIA CRASSIPES)
Fitriani, Ika Nur;
Puspitasari, Anggi Ristiyana;
Amelia, Rizki Nor
Walisongo Journal of Chemistry Vol 2, No 2 (2019): Walisongo Journal of Chemistry
Publisher : Department of Chemistry Faculty of Science and Technology Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1054.317 KB)
|
DOI: 10.21580/wjc.v2i2.6023
Telah dilakukan penelitian tentang adsorbsi senyawa azo Remazol Golden Yellow dari limbah cair zat warna sintetis menggunakan adsorben dari eceng gondok (Eichhornia crassipes). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi optimal eceng gondok (Eichhornia crassipes) sebagai bioadsorben limbah zat warna Remazol Golden Yellow dan mengetahui kadar ppm Remazol Golden Yellow maksimum dalam limbah zat warna sintetis yang dapat diserap oleh bioadsorben eceng gondok (Eichhornia crassipes). Subyek penelitian adalah eceng gondok yang teraktivasi NaOH 2% dengan waktu perendaman 24 jam. Obyek penelitian adalah efisiensi adsorpsi eceng gondok (Eichhornia crassipes) terhadap zat warna sintetis-reaktif Remazol Golden Yellow. Variabel bebas yang dipakai adalah variasi massa. Daya adsorbsi ditentukan dengan dengan membandingkan konsentrasi Remazol Golden Yellow sebelum dan setelah adsorbsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar massa bioadsorben, efisiensi adsorbsi juga akan semakin besar dan adsorbsi optimum variasi massa Remazol Golden Yellow diperoleh pada massa adsorben 2,5 gram/100 mL dengan efisiensi adsorbsi 74,767%