cover
Contact Name
Teguh Pribadi
Contact Email
teguh@malahayati.ac.id
Phone
+6282282204653
Journal Mail Official
holistik@malahayati.ac.id
Editorial Address
Universitas Malahayati Bandar Lampung, Indonesia Jl Pramuka No. 27 Kemiling Bandar Lampung, Indonesia
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Holistik Jurnal Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 19783337     EISSN : 26207478     DOI : 10.33024/hjk
Core Subject : Health,
Berisi kumpulan karya ilmiah dari peneliti diberbagai perguruan tinggi di Indonesia, di bidang ilmu kesehatan khususnya bidang ilmu keperawatan yang berdasarkan kepada kebutuhan pasien secara total meliputi: kebutuhan fisik, emosi, sosial, ekonomi dan spiritual. Adapun penelitiannya mencakup 4 aspek pokok, yakni: promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 2 (2021)" : 20 Documents clear
Pengawasan pada kualitas asuhan keperawatan dan pelaksanaan perawat dalam pemberian asuhan keperawatan Eka Yudha Chrisanto; Triyoso Triyoso; Bina Riani
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i2.1842

Abstract

Supervision in nursing care quality and evidence in practice among staff nursesBackground: In achieving service performance, the number of outpatient visits in 2013 was 35,120 people or an average of 119 people per day or decreased by 18.5% and in 2016 23,449 people with an average of 95 people per day or a decrease of 19.1%, which means there is a decrease in patient visits at the hospital. In hospitalization, 2013 amounted to 12,219 people and in 2016 amounted to 10074 people which means a decrease of 17.5%.Purpose: To determine the relationship between supervision in nursing care quality and evidence in practice among staff nurses.Method: Type of quantitative research with Cross Sectional approach. Target in the research of all nurses, the place of research will be carried out in the Perinatology room of the Regional General Hospital Dr. H. Abdul Moeloek Lampung Province. the research time is planned for April - May 2019. Results: The majority of respondents with a good performance of 67.9% and the majority of respondents with good supervision that is as much as 58.0% There is a relationship of supervision with the performance of nursing care for nurses in children's with a P-value of 0.001 and OR: 5,484Conclusion: There is a relationship of supervision with the performance of nursing care for nurses in the inpatient room. The performance of nursing care for nurses must be developed, not only by nurses in person but need support from various related parties through good relations, mutual trust, and mutual understanding between various systems in hospital organizationsKeywords: Supervision; Nursing care quality; Evidence in practice; Staff nurses.Pendahuluan: Dalam pencapaian kinerja pelayanan, jumlah kunjungan pasien rawat jalan Tahun 2013 sebanyak 35.120 orang atau rata-rata perhari 119 orang atau turun sebesar 18,5% dan di tahun 2016 sebanyak 23.449 orang dengan rata – rata perhari 95 orang atau turun sebesar 19,1%, yang artinya terjadi penurunan kunjungan pasien di Rumah Sakit. Pada rawat inap, tahun 2013 sebesar 12.219 orang dan tahun 2016 sebesar 10074 orang yang artinya mengalami penurunan sebesar 17,5%.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan supervisi kepala ruangan dengan kinerja asuhan keperawatan pada perawat di ruang rawat inap anak.Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Sasaran dalam penelitian seluruh perawat, tempat penelitian akan dilaksanakan di ruang Perinatologi.Hasil: Sebagian besar responden dengan kinerja baik sebesar 67,9% dan sebagian besar responden dengan supervise baik yaitu sebanyak 58,0%. Ada hubungan supervisi dengan kinerja asuhan keperawatan pada perawat di ruang rawat inap anak dengan nilai P-value 0,001 dan OR: 5.484Simpulan: Ada hubungan supervisi dengan kinerja asuhan keperawatan pada perawat di ruang rawat inap anak. Kinerja asuhan keperawatan pada perawat harus dikembangkan, tidak hanya oleh perawat secara pribadi tetapi perlu dukungan dari berbagai pihak terkait melalui hubungan yang baik, saling percaya, dan saling pengertian antara berbagai sistem didalam organisasi rumah sakit.
Analisis efektifitas penggunaan daun sirsak (Annona Muricata linn) terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus Meriem Meisyaroh Syamson; Abd Hayat Fakta
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i2.4321

Abstract

Soursop leaf (Annona Muricata Linn) on blood sugar in patients with diabetes mellitus Background: Diabetes Mellitus can also cause kidney failure with a mortality rate of 30%. Preventing the deadly complications of DM requires controlling blood sugar levels. The need for insulin can be adjusted with the control of blood sugar. Diabetes mellitus therapy has been carried out in various ways, either by administering insulin or using commercially available anti-diabetic drugs, known as synthetic drugs. Therapy using synthetic drugs costs a lot and causes side effects. Side effects include bloating and diarrhea. Other side effects that can be caused are an increased risk of myocardial infarction and an increased risk of cardiovascular side effects. The use of traditional medicine in Indonesia itself has begun to be in great demand from the layman to the intellectuals. Therefore, it is important to conduct scientific tests on the ability of plants as traditional medicines that are often used in medicine.Purpose: To know the effectiveness of Soursop leaf (Annona Muricata Linn) on blood sugar in patients with diabetes mellitusMethod: A quantitative study, using the Quasy Experiment Pre Test method, current blood sugar levels, and post-test blood sugar levels after the intervention (oral steeping of soursop leaves). The stages include: collecting data, preparing materials, conducting interviews, checking blood sugar (blood glucose) levels, and the act of giving soursop leaf boiled water by brewing and consuming it orally.Results: A decrease in blood sugar levels is a correlation/relationship between the use of soursop leaves (Annona Muricata Linn) on decreasing blood sugar levels with a significant value of 0.007 (α < 0.05). The results of the paired t-test analysis showed that there was the effectiveness of the use of soursop leaves (Annona Muricata Linn) on reducing blood sugar levels with a p-value of 0.000 (α <0.05) and the value of t count (8.164) > t table was 2.093 so it can be concluded H0 rejected and Ha accepted.Conclusion : There is an effect of Soursop leaf (Annona Muricata Linn) on blood sugar and in patients with diabetes mellitusKeywords: Soursop leaf (Annona Muricata Linn); Blood sugar; Patients; Diabetes mellitusPendahuluan: Diabetes Mellitus juga dapat menyebabkan gagal ginjal dengan angka kematian sebesar 30%. Mencegah terjadinya komplikasi mematikan dari DM diperlukan kontrol kadar gula darah. Kebutuhan insulin dapat disesuaikan dengan adanya kontrol gula darah. Terapi diabetes melitus telah dilakukan dengan berbagai cara, baik pemberian insulin maupun menggunakan obat - obat anti diabetes yang dijual secara komersial, atau yang dikenal sebagai obat sintetis. Terapi dengan menggunakan obat sintetis memerlukan biaya yang tidak sedikit dan menimbulkan efek samping. Efek samping yang ditimbulkan diantaranya adalah kembung dan diare. Efek samping lain yang dapat ditimbulkan terjadinya peningkatan resiko infraksi miokardial dan peningkatan resiko efek samping kardiovaskular. Pemanfaatan obat tradisional di Indonesia sendiri sudah mulai banyak diminati mulai dari kalangan awam hingga kalangan intelektual. Oleh karena itu, penting dilakukan uji secara ilmiah mengenai kemampuan tumbuh-tumbuhan sebagai obat tradisional yang sering digunakan dalam pengobatan.Tujuan: Untuk mengetahui efektifitas penggunaan daun sirsak (Annona Muricata Linn) terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus.Metode: Penelitian kuantitatif, dengan menggunakan metode Quasy Experiment Pre Test, kadar gula darah saat ini, dan post test kadar gula darah setelah intervensi (seduhan oral daun sirsak). Tahapan tersebut antara lain: pengumpulan data, penyiapan bahan, melakukan wawancara, pengecekan kadar gula darah (glukosa darah), dan tindakan pemberian air rebusan daun sirsak dengan cara diseduh dan dikonsumsi secara oral.Hasil: Ada korelasi/hubungan penggunaan daun sirsak (Annona Muricata Linn) terhadap penurunan kadar gula darah dengan nilai signifikan sebesar 0,007 (α < 0,05 ). Hasil analisis paired t test menunjukan bahwa terdapat efektifitas penggunaan daun sirsak (Annona Muricata Linn) terhadap penurunan kadar gula darah dengan nilai p value 0.000 (α<0,05) dan nilai t hitung (8,164) > t table adalah 2,093 sehingga dapat disimpulkan H0 ditolak dan Ha diterima.Simpulan : Ada pengaruh daun sirsak (Annona Muricata Linn) terhadap kadar gula darah dan pada penderita diabetes mellitus
Penyuluhan kesehatan berbasis kearifan lokal tentang pemberian vaksin Measles Rubella (MR) pada anak di Pugung Raharjo Kecamatan Sekampung Udik Kabupaten Lampung Timur Eka Trismiyana; Riska Wandini; Suwarto Suwarto
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i2.1558

Abstract

Health promotion based on local wisdom against  the Measles Rubella (MR) vaccine to children Background: The target of achieving MR vaccine was 95.12%, with the highest achievement in Sumberejo Health Center reached 118.01% and the lowest in Bumi Emas Health Center was 73.86% and Pugung Raharjo Health Center was 95.80% which still lack achievement bythe Minimum Achievement Standard (SPM).Purpose: To know effectiveness health promotion based on local wisdom against the Measles Rubella (MR) vaccine to childrenMethod: This research was quantitative with a quasi-experimental design. The study held in January - March 2019 at the UPTD Pugung Raharjo Health Center, Sekampung Udik District, East Lampung Regency. The population in this study was mothers who had children aged 1-15 years. The study sample was 20 participants. The object in this study was anxiety before and after health education. Data collection was using a questionnaire. Data analysis used the independent t-test.Results: In the group after being given health promotion had a decrease in anxiety levels for mothers who did not provide Measles-Rubella vaccine with a difference 7.600 point with statistical results obtained t-test > t table, 20.013> 1.725, p-value = 0,000 (p-value < α = 0,05).Conclusion: There was health education and anxiety in parents whose children never received measles rubella vaccine. Suggestion to increasing maternal and community awareness of the importance of MR vaccine and reading leaflets that have been given by officers, for institutions providing information should be carried out a routine home visit technique more effective by using flipcharts and leaflets and putting up posters about the benefits of vaccine MR.Keywords: Health promotion; Local wisdom; Measles Rubella (MR); Vaccine; ChildrenPendahuluan: Target pencapaian vacinasi MR sebesar 95,12%, dengan pencapaian tertinggi di Puskesmas Sumberejo dimana mencapai 118,01% danterendah di Puskesmas Bumi Emas sebesar 73,86% dan Puskesmas Pugung Raharjo sebesar 95,80% yang masih kurang capaiannya sesuai Standar Pencapaian Minimal (SPM).Tujuan: Diketahui kecemasan ibu dan vacinasi measles rubella (MR).Metode: Jenis penelitian kuantitatif, rancangan penelitian quasi eksperimen. Penelitian dilakukan pada bulan Januari – Maret 2019. Tempat penelitian dilakukan di UPTD Puskesmas Pugung Raharjo Kecamatan Sekampung Udik Kabupaten Lampung Timur. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak usia 1-15 tahun, sampel penelitian sebanyak 20 partisipan. Objek dalam penelitian ini adalah kecemasan sebelum dan sesudah penyuluhan kesehatan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisis data dengan uji t independen.Hasil: Pada kelompok sesudah diberikan penyuluhan kesehatan memiliki penurunan tingkat kecemasan terhadap ibu yang tidak memberikan vacinasi MR dengan selisih 7.600 poin, hasil uji statistik didapatkan t-test > t tabel, 20.013> 1.725, p-value = 0,000 (p-value < α = 0,05)Simpulan: Ada pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap kecemasan ibu yang tidak memberikan vacinasi MR. Saran untuk meningkatkan kesadaran ibu serta masyarakat terhadap pentingnya vacinasi MR, dengan mengikuti penyuluhan yang diberikan oleh petugas dan membaca leaflet yang disediakan oleh petugas. Pemberian informasi sebaiknya dilakukan dengan teknik kunjungan rumah secara rutin karena lebih efektif menggunakan lembar balik untuk penyuluhan serta menyebar leaflet atau menempel poster yang berisikan tentang manfaat vacinasi MR. 
Pengaruh prone position terhadap peningkatan oksigenasi pada pasien covid-19: Systematic review Dian Noviati Kuriasih; Fitrian Rayasari; Ahmad Zubairi; Suryati Suryati; Ninik Yunitri
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i2.4894

Abstract

The effect of prone position for increasing oxygenation in patients with COVID-19: A systematic reviewBackground: Prone position is known to reduce mortality in intubated non-COVID-19 patients with moderate to severe acute respiratory distress (ARDS).Purpose: To determine the effect of prone position for increasing oxygenation in patients with COVID-19 by a systematic reviewMethod: Criteria of patients with COVID-19  and pneumonia but not with severe respiratory distress (ARDS) increasing oxygen saturation, preventing the use of HFNC breathing apparatus, and preventing the need for intubation. Search systematically from 5 database s medical (PubMed, Proquest, Embase, Medline, Cinhal ) and 1 manual (Google) performed until 12 October 2020, from 5 databases and 1 manual (Google) found 5 articles that met the inclusion criteria, and 122 patients were included for the final analysis. Results: The severity of disease and the need for intubation decreased by 65,6% in patients.  The prone position to increase oxygenation, prevent disease severity, intubation / ICU, and mechanical ventilation to see the effect of the prone position on increasing oxygen saturation.Conclusion: Prone position indicates increased oxygenation of patients with respiratory disease related to COVID-19. The severity of the disease and the need for intubation decreased by 65.5% in the patients. For this reason, the need for the prone position in COVID-19 patients with pneumonia before falling into ARDS, the provision of the prone position was done randomlyKeywords: Prone Position; Patient; COVID-19; OxygenationPendahuluan: Prone posisi diketahui dapat menurunkan angka kematian pada pasien non-COVID-19 yang diintubasi dengan gangguan pernapasan akut sedang sampai berat (ARDS). Namun literature yang meneliti tentang efek posisi prone pada pasien COVID-19 masih kurang.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh posisi tengkurap terhadap peningkatan oksigenasi pada pasien COVID-19 dengan tinjauan sistematisMetode : Kriteria pasien COVID-19 dengan pneumonia tetapi tidak yang mengalami gangguan pernafasan berat (ARDS) sehingga meningkatkan satursi oksigenasi, mencegah penggunaan alat bantu napas HFNC, dan mencegah kebutuhan intubasi. Pencarian sistematis dari 5 databases medis (PubMed, Proquest, Embase, Medline, Cinhal) dan 1 manual (Geogle) dilakukan hingga 12 oktober 2020, dari 5 databases dan 1 manual (Geogle) ditemukan 5 artikel yang memenuhi kriteria inklusi, dan 122 pasien dilibatkan untuk analisis akhir.Hasil: Sebagian besar pasien berusia diatas 50 tahun dengan dominasi jenis kelamin laki-laki (67%), peningkatan saturasi oksigenasi 81/122 (66,4%), respiratori rate < 30 x/menit (60%), tidak diintubasi 78/119 (65,5%), dan penurunan jumlah kematian 77/85 (90,6%) dari penelitian. Komplikasi yang berhubungan dengan pemberian posisi prone yang dilaporkan dalam study literature 9% discomfort, 4% worsening oxygenation, 2% coughing,  5 deaths (9%) [1], 42% backpain, 17% tolerated <1 h, 17% required intubation within 72 h, Tetapi menurut study literature Damarla (2020) dan Schifino G, at al (2020) tidak ditemukan komplikasi intubasi dan kematian. Pemberian prone posisi untuk peningkatan oksigenasi, mencegah derajat keparahan penyakit, tindakan intubasi/ICU dan ventilasi mekanik untuk melihat efek prone posisi terhadap peningkatan saturasi oksigenSimpulan: posisi prone menunjukkan peningkatan oksigenasi pasien penyakit pernapasan terkait COVID-19. Derajat keparahan penyakit dan kebutuhan intubasi menurun 65,5% pada pasien. Untuk itu perlunya posisi prone pada pasien COVI-19 dengan pneumonia sebelum jatuh ke acute respiratory distress (ARDS), pemberian posisi prone ini dilakukan secara randomisasi.
Faktor-faktor yang berhubungan dengan pernikahan usia dini pada remaja usia 15-18 tahun Apriyadi Apriyadi; Dessy Hermawan; Lolita Sary
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i2.1901

Abstract

Sociocultural factors in practices of early marriage  in 15–18 years old adolescentBackground: Early marriages have a negative impact on health, both for mothers from pregnancy to childbirth and infants due to imperfect reproductive organs. Immature reproductive organs cause women who get married early at risk. In Gunung Labuhan Village, Sungkai Selatan District in 2017 there were early marriage with 27 people married at less than 18 years old.Purpose:  To identify Sociocultural factors in practices of early marriage  in 15–18 years old adolescentMethod: A quantitative, case control research design. The population in this study were all adolescents in Gunung Labuhan Village, Sungkai Selatan District, North Lampung Regency in 2018 with 341 people with 27 cases of early marriage and 27 controls. Statistical tests using the chi square test.Results: There is a relationship between education, parental education, occupation, parental occupation, income with early marriage in Gunung Labuhan Village, South Sungkai District, North Lampung Regency 2018. Suggestions are expected to socialize the time of marriage and the impact of early marriage through counseling and using language that is easily understood to children who entering the age of young women and parents.Conclusion: that the average age is 16.22, the standard deviation is 0.80, the range is 15-17 years, the basic education is 18 (66.7%) respondents, the job is to work 20 (74.1%) the respondents, the parents' work is not permanent 17 (63.0%) respondents, low income 14 (51.9%). The relationship between early marriage and education (p-value 0.014), the relationship between early marriage and parental education (p-value 0.028), the relationship between early marriage and work (p-value 0.006), the relationship between early marriage and parental occupation (p-value 0.029), the relationship between early marriage and income (p-value 0.049).Keywords: Sociocultural factors; Practices of early marriage; Adolescent (15–18 years old)Pendahuluan: Pernikahan usia dini berdampak buruk pada kesehatan, baik pada ibu dari sejak hamil sampai melahirkan maupun bayi karena organ reproduksi yang belum sempurna. Belum matangnya organ reproduksi menyebabkan perempuan yang menikah usia dini berisiko. Di Desa Gunung Labuhan Kecamatan Sungkai Selatan pada tahun 2017 terdapat pernikahan usia dini  dengan jumlah 27 jiwa menikah di usia kurang dari 18 tahunTujuan: Diketahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pernikahan usia dini pada remaja usia 15-18 tahunMetode: Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian case control. Populasinya seluruh remaja di Desa Gunung Labuhan Kecamatan Sungkai Selatan Kabupaten Lampung Utara 2018sebanyak  341 orang dengan jumlah kasus pernikahan dini 27 orang, dan 27 kontrol.Uji statistik menggunakan uji chi square.Hasil: Bahwa usia dengan rata – rata 16,22, standar devisiasi 0,80, rentang 15-17 tahun, pendidikan dasar 18 (66,7%) responden, pekerjaan dengan bekerja 20 (74,1%) responden, pekerjaan orang tua tidak tetap 17 (63,0%) responden, pendapatan rendah 14 (51,9%). Hubungan antara pernikahan dini dengan pendidikan (p-value 0,014), hubungan antara pernikahan dini dengan pendidikan orang tua (p-value 0,028), hubungan antara pernikahan dini dengan pekerjaan (p-value 0,006), ubungan antara pernikahan dini dengan pekerjaan orang tua (p-value 0,029), hubungan antara pernikahan dini dengan pendapatan (p-value 0,049).Simpulan: Ada hubungan pendidikan, pendidikan orang tua, pekerjaan,  pekerjaan orang tua, pendapatan dengan pernikahan usiadini di Desa Gunung Labuhan Kecamatan Sungkai Selatan Kabupaten Lampung Utara 2018. Saran diharapkan mensosialisasikan waktu  pernikahan dan dampak pernikahan dini  melalui penyuluhan dan menggunakan bahasa yang mudah dipahami kepada anak yang memasuki usia remaja putri dan orang tua.
Program promosi kesehatan dalam upaya mencegah pernikahan dini Asnuddin Asnuddin; Andi Palla; Wilda Rezki Pratiwi
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i2.4335

Abstract

The knowledge of early marriage practices and the health impacts among adolescent in a health promotion program Background: Adolescence is a period of human life that is very strategic, important and has a broad impact on subsequent developments.Marriage at an early age is prone to reproductive health problems and is prone to stress. Health education media such as videos can be used as a tool in providing health education. The use of video media in providing health education is considered very appropriate to convey health messages to the public, especially among adolescents.Purpose: To determine the effect of the knowledge of early marriage practices and the health impacts among adolescent in a health promotion programMethod: Quantitative research with "Quasi Experiment" design with two Group Pretest-Posttest Design approach. Sampling using purposive sampling, the sample in this study were teenage students, with a total population and sample of 94 participants who were divided into two groups, namely groups with online media whatsapp and zoom with 47 participants and groups with offline media face-to-face 47 participants. For the measurement of knowledge using 20 questions with 3 categories, namely Good score 29-40, Enough score 24-28, Less score 0-23. Where the lowest score is 0 and the highest score is 40. The results of the analysis used the T test with a significance level of = 0.05 which was carried out with the help of the SPSS computer program.Results: The study show by nonparametric test using the Wilcoxon test, it was found that the value of p = 0.000, because the value of p = 0.000 <0.05 (α).Conclusion: Based on the research results, it can be concluded that there is a significant influence between health promotion and online media in preventing early marriage.Keywords: The knowledge; Early marriage practices; Health impacts; Adolescent; Health promotion programPendahuluan: Masa remaja adalah periode kehidupan manusia yang sangat strategis, penting dan berdampak luas bagi perkembangan berikutnya. Pernikahan di usia dini rentan terhadap masalah kesehatan reproduksi serta mudah mengalami stress. Media pendidikan kesehatan seperti video dapat digunakan sebagai alat bantu dalam memberikan pendidikan kesehatan. Penggunaan media video dalam memberikan pendidikan kesehatan dirasa sangat tepat untuk menyampaikan pesan kesehatan kepada masyarakat, terutama pada kalangan Remaja.Tujuan: untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan dengan terhadap kejadian pernikahan dini.Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain “Quasi Experiment” dengan pendekatan Two Group Pretest-Posttest Design. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sampel dalam penelitian ini yaitu remaja siswa/siswi, dengan jumlah populasi dan sampel 94 partisipan yang dibagi dalam dua kelompok yaitu kelompok dengan media online whatsapp dan zoom dengan 47 partisipan dan kelompok dengan media offline tatap muka 47 partisipan. Untuk pengukuran pengetahuan menggunakan 20 pertanyaan dengan 3 kategori yaitu Baik skor 29-40, Cukup skor 24-28, Kurang skor 0-23. Dimana skor terendah 0 dan skor tertinngi 40. Hasil analisis menggunakan uji T dengan tingkat kemaknaan α = 0,05 yang dilakukan dengan bantuan program computer SPSSHasil: Dari hasil nonparametric test dengan menggunakan uji Wilcoxon didapatkan nilai p=0,000, oleh karena nilai p=0.000<0.05 (α).Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian dapat di simpulkan ada pengaruh yang signifikan antara promosi kesehatan dengan media online dalam mencegah pernikahan dini .
Kepatuhan mengikuti program pengelolaan penyakit kronis (Prolanis) dengan stabilitas gula darah pada penderita diabetes melitus Dimas Ning Pangesti; Andoko Andoko; Umi Romayati Keswara; Ibnu Samsul Bahri
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i2.1774

Abstract

Compliance with the chronic disease management program with blood sugar stability in people with diabetes mellitusBackground: according to Basic Health Research (2013), the numbers of diabetes mellitus (DM) patients in Indonesia were +12,191,564. The DM prevalence in Lampung province was 0.7% or 38,923 case. Prevalence of DB in Metro was 1.2% or 1,564 cases (Office Health in Metro, 2018) and it belonged to first rank in Lampung province. Banjar sari public health center in Metro had a chronic disease management program (Prolanis) with 51 members. The observation result from 16 DM patients measured for their blood pressures showed that 5 patients (31.25%) had blood sugar level > normal and 11 patients (68.75%) had normal blood sugar level.Purpose: To find out the correlation of Compliance with the chronic disease management program with blood sugar stability in people with diabetes mellitusMethod: A quantitative research by using cross sectional approach. Population was 36 DM patients in chronic disease management program in Banjarsasri public health center in Metro. Data were collected with questionnaires and analyzed by using chi square test.Results: there were 19 respondents (52.8%) with not normal blood sugar level and 21 respondents (58.3%) were obedience to diet pattern. There was a correlation of diet obedience to sugar blood level of patients with diabetes mellitus in chronic disease management program (p-value 0.015; OR 8.0).Conclusion: there was a correlation of diet obedience to sugar blood level of patients with diabetes mellitus in chronic disease management program. The researcher suggests public health center to limit food intake according to suggested diet pattern.     Keywords: Compliance; Chronic disease management program; Blood sugar stability; Diabetes mellitusPendahuluan: Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas, 2013), jumlah  penderita DM Di Indonesia yaitu +12.191.564 jiwa. Prevalensi penderita DM di Provinsi Lampung yaitu 0,7%  dengan jumlah penderita 38.923 jiwa.  Prevalensi diabetisi di Kota Metro adalah 1,2 % dengan jumlah kasus 1.564 jiwa menurut (Dinkes Metro 2018)  menempati peringkat 1 di Provinsi Lampung. Puskesmas Rawat Inap Banjarsari Metro memiliki program Prolanis dengan jumlah peserta 51 orang. Hasil pengamatan menunjukkan hanya sebanyak 16 penderita DM yang melakukan pengukuran kadar gula darah dengan hasil 5 orang (31,25%) kadar gula darah > normal dan 11 orang (68,75%) kadar gula darah dalam kategori normal.Tujuan: Diketahui hubungan Kepatuhan mengikuti program pengelolaan penyakit kronis (Prolanis) dengan stabilitas gula darah pada penderita diabetes mellitus.Metode: Penelitian kuantitatif, menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh Penderita DM Peserta Prolanis di Puskesmas Rawat Inap Banjarsari Metro pada saat penelitian dilaksanakan sejumlah 36 orang.Sampel 36 responden. Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan  menggunakan kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi Square.Hasil:Pada penelitian menunjukandistribusi frekuensi responden yang memiliki kadar gula darah tidak normal sebanyak 19 responden (52.8%), responden yang  patuh terhadap diet sebanyak 21 (58.3%). Adahubungan kepatuhan terhadap diet dengan kadar gula darah pada Penderita DM Peserta Prolanis (p value 0,015 dan OR 8,0).Simpulan: Ada hubungan kepatuhan terhadap diet dengan kadar gula darah pada penderita DM peserta prolanis. Saran dalam penelitian ini diharapkan penderita DM dapat membatasi asupan makanan sesuai dengan diet yang dianjurkan. 
Pengaruh pemberian pepaya pada penyerapan tablet Fe terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester II Ratna Dewi Putri; Cherly Desvia Nunyai; Nita Evrianasari; Suharman Suharman
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i2.1832

Abstract

Papaya (Carica papaya) consumption on iron absorption in the second trimester pregnant womenBackground: Anemia is one of the most common indirect causes of bleeding in maternity. The prevalence of anemia in pregnancy in Lampung Province is 69.8%. Papaya fruit contains high vitamin C which serves to accelerate the absorption of Fe tablets.Purpose: To determine papaya (carica papaya) consumption on iron absorption in the second trimester pregnant women at BPS Jati Agung District, South Lampung Regency in 2019.Method: The research method uses quantitative methods, the research design is pre-experimental with a one group pretest posttest approach. The population in this study were all 52 pregnant women with TM II. The sample in this study were all pregnant women in the second trimester as many as 30 participant. The sampling technique used was purposive sampling.Results : Univariate data analysis to determine the average hemoglobin level in pregnant women before and after being given papaya fruit, bivariate analysis using the T-test dependent. The average hemoglobin level in pregnant women before being given Papaya to pregnant women was 9.793 g/dl, and the average after being given treatment was 11.213 g/dl. The results of the analysis using the T-test dependent obtained a p-value of 0.000 which means that there is an effect of giving papaya on the absorption of Fe tablets on hemoglobin levels in second-trimester pregnant women.Conclusion : The average hemoglobin level was 9.793 gr/dl, which was below the average 14 participants and above the average 16 participants, and the average hemoglobin level in anemic pregnant women after giving which was 11.213 g/dl, which was below the average of 19 participants and above the average of 11, the t-test was obtained (p-value 0.000 <a 0.05).Suggestion: To public health center management to promote consume papaya fruit as a non-pharmacological way of increasing hemoglobin levels in pregnant women.Keywords: Papaya (Carica papaya); Iron absorption; Second trimester; Pregnant womenPendahuluan :Anemia merupakan salah satu penyebab tidak langsung terjadinya perdarahan terbanyak pada ibu bersalin. Prevalensi anemia pada kehamilan di Provinsi Lampung adalah sebesar 69,8%. Buah pepaya mengandung tinggi vitamin C yang berfungsi untuk mempercepat penyerapan tablet Fe.Tujuan :Untuk mengetahui pengaruh pemberian pepaya pada penyerapan tablet Fe terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil Trimester II di BPS Kecamatan Jati Agung Kabupaten  Lampung  Selatan Tahun 2019.Metode : Menggunakan metode kuantitatif, rancangan penelitian adalah pra-eksperimen dengan pendekatan one group pretest posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil TM II sebanyak 52 ibu hamil.Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester II sebanyak 30 participans, teknik Pengambilan sample menggunakan purposive sampling.Hasil :Analisa data univariat untuk mengetahui rata-rata kadar hemoglobin pada ibu hamil sebelum dan setelah diberikan buah pepaya, analisa bivariat menggunakan uji T-test dependent. Rata-rata kadar hemoglobin pada ibu hamil sebelum diberikan pepaya pada sebesar 9,793 gr/dl, dan rata-rata setelah diberikan perlakuan sebesar 11,213 gr/dl. Hasil analisa menggunakan Uji-T-test dependent didapatkan p-value 0,000 yang berarti ada pengaruh pemberian pepaya pada penyerapan tablet Fe terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester II di BPS Eliana Putriani,Amd,Keb Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung SelatanSimpulan :Rata-rata kadar hemoglobin pada ibu hamil sebelum diberikan sebesar 9,793 gr/dl, dimana dibawah rata-rata sebanyak 14 participans dan diatas rata-rata sebanyak 16 participans, dan rata-rata kadar hemoglobin pada ibu hamil anemia setelah diberikan pepaya sebesar 11,213 gr/dl, dimana dibawah rata-rata sebanyak participans dan diatas rata-rata sebanyak 11 participans. Diketahui adanya pengaruh pemberian pepaya pada penyerapan tablet fe terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester II di BPS Eliana Putriani,A.Md,Keb Kec. Jati Agung Kab.Lampung  Selatan Tahun 2019, uji t didapat (p value 0,000 <a 0.05).Saran: Kepada pihak Puskesmas agar mempromosikan konsumsi buah pepaya sebagai cara nonfarmakologis untuk meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil.
Pengaruh Slow Deep Breathing (SDB) dapat menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi primer Silvia Nora Anggreini; Alfianur Alfianur
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i2.5182

Abstract

Effects of slow and deep breathing on blood pressure in patients with primary hypertension Background: Hypertension is often finding during routine health checks or comes with other complaints such as headaches or dizziness. If hypertension remains unknown and untreated, it can lead to death from heart failure, myocardial infarction, stroke, and kidney failure. Hypertension can be treated in two ways by pharmacological and non-pharmacological therapy. Pharmacological therapy is carried out by administering antihypertensive drugs. Non-pharmacological therapy that may be an alternative to control blood pressure is slow deep breathing (SDB) or deep and slow breathing.Purpose: To determine the effects of slow and deep breathing on blood pressure in patients with primary hypertensionMethod: A quantitative method with pre and post test designs without control. The sample in this study were all primary hypertension patients who were treated at Pekanbaru Medical Center (PMC) Hospital. The sample in this study was taken using a non-probability sampling technique, namely the total sampling method. The analysis used is univariate and bivariate. The statistical test used to determine the difference in blood pressure before and after SBD using Paired samples T Test.Results: The statistical test, it was found that the average decrease in systolic blood pressure was 8.95 mmHg with p value p = 0.02 < 0.05 and diastolic blood pressure was 7.29 mmHg with p value p = 0.01 < 0.05 indicating that there was a difference in blood pressure before and after SDBConclusion: There is a significant effect of slow and deep breathing on blood pressure in patients with primary hypertensionKeywords: Patients; Hypertension; Blood pressure; Slow deep breathingPendahuluan : Hipertensi sering ditemukan secara tidak sengaja pada waktu pemeriksaan kesehatan rutin atau datang dengan keluhan lain misalnya sakit kepala atau pusing. Apabila hipertensi tetap tidak diketahui dan tidak dirawat dapat mengakibatkan kematian karena payah jantung, infark miokardium stroke dan gagal ginjal. Penaganan hipertensi dapat dilakukan dengan dua cara yaitu terapi farmakologis dan non farmakologis. Terapi farmakologis dilakukan dengan pemberian obat-obatan antihipertensi. Terapi non-farmakologis yang mungkin menjadi alternatif untuk mengontrol takanan darah yaitu latihan slow deep breathing  (SDB) atau penafasan dalam dan lambat.Tujuan : Mengetahui pengaruh latihan SDB terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi primer.Metode : Penelitian kuantitatif dengan desain pre dan post test without control. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruhan pasien hipertensi primer yang dirawat di RS Pekanbaru Medical Center (PMC). Sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik non probability sampling yaitu dengan metode total sampling. Analisis yang digunakan adalah univariat dan bivariate. Uji statistic yang digunakan untuk mengetahui perbedaan tekanan darah sebelum dan sesudah SDB menggunakan Paired samples T Test.Hasil : Dari uji statistik didapatkan rata-rata penurunan takanan darah sistolik  sebesar 8.95 mmHg dengan nilai p value p = 0.02 < 0.05 dan tekanan darah diastolik 7,29 mmHg  dengan nilai p-value p = 0.01 < 0.05 menunjukkan terdapat perbedaan tekanan darah sebelum dan sesudah SDBSimpulan : Terdapat pengaruh yang signifikan pada tekanan darah setelah dilakukan  SDB pada pasien hipertensi di Rumah Sakit Pekanbaru Medical Center
Optimalisasi durasi pemberian ASI dengan pertumbuhan berat badan bayi usia 7-12 bulan Aryanti Wardiyah; Rahma Elliya; Muhammad Johan Bastomi
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i2.4494

Abstract

The optimization duration of exclusive breastfeeding and physical growth of infants 7 to 12 months of age Background: Breastfeeding will keep the baby healthy and starts life in the healthiest way, breast milk has an important role in maintaining the health and survive, because babies who are exclusively breastfed have a better immune system than babies who are not breastfed. Based on data obtained at the Rejo Katon Health Center, the coverage of exclusive breastfeeding in 2016 was 46.2%, in 2017 it was 34.6% and in 2018 it was 30.4%, it is known that the difference in body weight of infants who receive exclusive breastfeeding and formula milk in Rejo Katon Health Center Work Area in 2020.Purpose: To determine The relationship between baby weight and the optimal duration of exclusive breastfeedingMethod: This type of quantitative analytic research with a case control approach, the subjects in this study were all babies in the working area of Rejo Katon Health Center. The variables in the study were infant weight, exclusive breastfeeding, and formula milk. The research was conducted in July 2020, in the working area of the Rejo Katon Community Health Center.Results: It is known that there are 50 (50.0%) infants who are exclusively breastfed, 58 (58.0%) babies with normal weight. There is a difference in the body weight of infants who receive exclusive breastfeeding and the body weight of infants who receive formula milk in Rejo Katon Health Center Work Area in 2020 p-value 0.026 and OR 2.7.Conclusion: There are differences in body weight of infants who receive exclusive breastfeeding and the weight of babies who receive formula milk in the Work Area of the Rejo Katon Health Center in 2020. Suggestions for mothers to be able to provide good nutrition to their children. Pay attention to the child's weight by monitoring and paying attention to the nutrition consumedKeywords: Exclusive breastfeeding; Physical growth; InfantsPendahuluan: Menyusui akan menjamin bayi tetap sehat dan memulai kehidupannya  dengan cara yang paling sehat, ASI memiliki peranan penting dalam menjaga kesehatan dan  kelangsungan hidup bayi, karena bayi yang diberi ASI secara eksklusif memiliki daya tahan  tubuh yang lebih baik dibandingkan bayi yang tidak diberikan ASI eksklusif, Berdasarkan  data yang diperoleh di Puskesmas Rejo Katon cakupan ASI eksklusif tahun 2016 sebesar  46,2%, tahun 2017 sebesar 34,6% dan tahun 2018 sebesar 30,4%, diketahui perbedaan berat  badan bayi yang mendapatkan ASI eksklusif dan tidak ASI eksklusif di Wilayah Kerja  Puskesmas Rejo Katon Tahun 2020.  Tujuan: untuk mengetahui Optimalisasi durasi pemberian ASI dengan pertumbuhan berat badan bayi usia 7-12 bulan.Metode: Jenis penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan case control,  subjek dalam penelitian ini adalah seluruh bayi yang ada di wilayah kerja Puskesmas Rejo  Katon. Variabel dalam penelitian adalah berat badan bayi, ASI eksklusif, dan tidak ASI  eksklusif . Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Juli 2020, di wilayah kerja Puskesmas  Rejo Katon.  Hasil : Diketahui bayi yang diberikan ASI eksklusif sebanyak 50 (50,0%) bayi, bayi dengan  berat badan normal sebanyak 58 (58,0%) , Ada perbedaan berat badan bayi yang  mendapatkan ASI eksklusif dengan berat badan bayi yang mendapatkan tidak ASI eksklusif  di Wilayah Kerja Puskesmas Rejo Katon Tahun 2020 p-value 0,026 dan OR 2,7.  Simpulan : Ada perbedaan berat badan bayi yang mendapatkan ASI eksklusif dengan  berat badan bayi yang mendapatkan tidak ASI eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Rejo  Katon Tahun 2020. Saran bagi ibu untuk dapat memberikan nutrisi yang baik pada anaknya.  Memperhatikan berat badan anaknya dengan melakukan pemantauan dan perhatian pada gizi  yang dikonsumsi  

Page 2 of 2 | Total Record : 20