cover
Contact Name
Mohammad Fauziddin
Contact Email
mfauziddin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
admin@aulad.org
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Aulad : Journal on Early Childhood
ISSN : 26554798     EISSN : 2655433X     DOI : -
Aulad : Journal on Early Childhood is a periodically scientific journal published by Program Studi PG-PAUD Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Riau, Indonesia. The journal focuses its scope on the issues on Early Childhood. We invite scientists, scholars, researchers, as well as profesionnals to publish their researches in our Journal. This Journal is published every April, August and December annually. Scientific paper submitted to this journal should follow the following guidelines As our commitment to the advancement of science and technology, the Jurnal Obsesi follows the open access policy that allows the published articles freely available online without any subscription.
Arjuna Subject : -
Articles 568 Documents
Media Digital pada Pembelajaran Multikultural di Sekolah Multi-Etnis Mahardika, Karla; Syaodih, Ernawulan; Djoehaeni, Heny
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 8 No. 2 (2025): May-Agustus 2025
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.1202

Abstract

Pembelajaran multikultural pada anak usia dini penting untuk dibahas karena keberagaman etnis dan budaya yang semakin nyata dalam lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran multikultural dengan memadukan media digital di TK yang berada di lingkungan multietnis. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian meliputi guru dan siswa dengan usia 5-6 Tahun di TK-Y di Kota Tasikmalaya. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan langkah reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media digital (animated drawing), dapat meningkatkan keterlibatan siswa & mempermudah pemahaman mereka terhadap nilai-nilai keberagaman budaya. Kegiatan seperti menyanyikan lagu tradisional, mengenakan pakaian adat, serta menari tarian daerah yang dipadukan dengan media visual memberikan pengalaman belajar yang multisensori dan kontekstual. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa guru perlu mengembangkan media digital yang adaptif, inklusif, dan sesuai dengan konteks budaya anak untuk mendukung pembelajaran multikultural.
Persepsi Orang Tua Tentang Pendidikan Seks Anak Usia Dini Pada Siswa Usia 4-6 Tahun Ningtias, Nadia Estu; Meilanie, R Sri Martini; Dhieni, Nurbiana
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 8 No. 2 (2025): May-Agustus 2025
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.1303

Abstract

Kasus kekerasan seksual pada anak usia dini di Indonesia masih tinggi, sehingga penting untuk memahami peran orang tua dalam pendidikan seks sejak dini. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi persepsi orang tua terhadap pendidikan seks pada anak usia dini. Studi ini menggunakan metode survei kuantitatif dengan kuesioner tertutup pada 100 orang tua siswa usia 5-6 tahun sebagai subjek penelitian. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif untuk mengidentifikasi pola persepsi dan dukungan orang tua. Hasil menunjukkan mayoritas orang tua memiliki persepsi positif dan mendukung pelaksanaan pendidikan seks, meskipun sebagian masih merasa canggung membahas topik ini. Implikasi penelitian ini menegaskan perlunya program sosialisasi dan edukasi yang berkelanjutan bagi orang tua, agar pendidikan seks dapat diberikan secara efektif di lingkungan keluarga. Salah satunya karena persepsi orang tua yang menganggap pendidikan seks tabu serta kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam menyampaikannya.  
Pengaruh Metode Pembelajaran Eksperimen Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Anak Usia 5-6 Tahun Puspita, Sandra; Satriana, Malpaleni; Maghfirah, Febry
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 8 No. 2 (2025): May-Agustus 2025
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.1305

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan faktor yang sangatlah fundamental dan perlu mengalami perkembangan pada anak usia dini, karena dengan kemampuan berpikir kritis sehingga anak mampu mengidentifikasi masalah, menyampaikan pendapat, serta mengevaluasi kegiatan secara logis. Penelitian memiliki tujuan yaitu menganalisis pengaruh metode pembelajaran eksperimen sebelum dan sesudah pelaksanaan terhadap kemampuan berpikir kritis anak. Penelitian akan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui desain pra-eksperimen yaitu One-Group Pretest and Posttest Design. Data dikumpulkan dengan cara wawancara, observasi, serta dokumentasi. Teknik analisis data mencakup uji validitas, reliabilitas instrumen, normalitas, homogenitas, analisis statistik deskriptif, serta hipotesis menggunakan uji-T, subjek penelitian ini ialah sebanyak 23 anak usia 5-6 tahun. Hasil dari penelitian memperlihatkan bahwasanya metode pembelajaran eksperimen memiliki pengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis. Analisis paired samples t-test memperlihatkan nilai signifikansi 0,00<0,05, yang mengindikasikan adanya pengaruh signifikan. Dengan demikian, metode pembelajaran eksperimen memiliki dampak signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis anak usia 5-6 tahun.
Pengaruh Penggunaan Handphone Terhadap Kemampuan Sosial Anak Usia Dini Nur, Mutiara; Sitorus, Ahmad Syukri
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 8 No. 2 (2025): May-Agustus 2025
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.1313

Abstract

Penggunaan handphone pada anak usia dini semakin umum digunakan sebagai hiburan dan alat bantu orang tua maupun anak-anak. Namun, penggunaan berlebihan dapat berdampak negatif pada perkembangan sosial anak, seperti komunikasi, empati, dan kerja sama. Mengingat usia dini adalah masa emas perkembangan sosial-emosional, penting untuk meneliti pengaruh durasi penggunaan handphone terhadap kemampuan sosial anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis asosiatif dan analisis regresi linear sederhana. Instrumen berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Subjek penelitian adalah 55 anak usia 5–6 tahun di Dusun II Hamparan Perak. Metode pengumpulan data yaitu Survei, teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner tertutup (skala Likert 1–4). Analisis data Hasil menunjukkan nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,284 dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,080, yang berarti 8% kemampuan sosial anak dipengaruhi oleh durasi penggunaan handphone. Temuan ini menunjukkan perlunya pembatasan durasi dan pendampingan penggunaan handphone oleh orang tua secara aktif.
Peningkatan Kemampuan Mengelola Emosi melalui Penilaian Diri Berbasis Gambar Karsela, Karsela; Sit, Masganti
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 8 No. 2 (2025): May-Agustus 2025
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.1328

Abstract

Pengembangan kemampuan mengelola emosi pada anak usia dini penting dilakukan untuk membentuk karakter yang sehat secara sosial dan emosional sejak dini. Hal ini bertujuan agar anak mampu mengenali, mengekspresikan, dan mengendalikan emosinya secara tepat dalam berbagai situasi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengelola emosi anak usia dini melalui implementasi penilaian diri berbasis gambar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Partisipan dalam penelitian ini adalah 11 anak kelompok B (usia 6 tahun) di RA An-Nida Bandar Setia. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa melalui penerapan penilaian diri berbasis gambar, yang dikombinasikan dengan kegiatan mewarnai, bercerita, dan refleksi, anak menunjukkan peningkatan dalam mengenali dan mengelola emosinya. Peningkatan terlihat signifikan dari tahap pra-siklus ke siklus kedua, di mana lebih dari 95% anak mencapai kategori “berkembang sangat baik”. Dengan demikian, strategi penilaian diri berbasis gambar terbukti efektif dalam membantu anak memahami dan mengelola emosinya secara mandiri sesuai dengan tahap perkembangan usianya.
Peningkatan Perkembangan Bahasa Anak melalui Media Boneka Tangan Tematik Rizka, Sitti Muliya; Bahrun, Bahrun; Mulia, Vani Monita
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 8 No. 2 (2025): May-Agustus 2025
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.1335

Abstract

Kemampuan berbahasa merupakan salah satu aspek perkembangan yang krusial untuk ditanamkan sejak dini karena berkontribusi terhadap keterampilan komunikasi, berpikir, interaksi sosial, serta kesiapan anak dalam menghadapi proses pembelajaran di jenjang berikutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan perkembangan bahasa anak melalui penggunaan media boneka tangan tematik. Pendekatan yang digunakan dalam studi ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart, melibatkan 11 anak sebagai subjek penelitian yang terdiri dari 6 perempuan dan 5 laki-laki. Data dikumpulkan melalui observasi dan penilaian unjuk kerja. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan bertahap kemampuan bahasa anak, dari 42% pada siklus I, menjadi 78,4% pada siklus II, dan 82% pada siklus III. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media boneka tangan tematik mampu memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan perkembangan bahasa anak di TK Bunga Pala. Media ini terbukti efektif dan menarik untuk digunakan dalam mendukung pembelajaran bahasa pada anak usia dini
Tinjauan Model Pembelajaran Reggio Emilia dalam Pembentukan Karakter Anak Usia Dini Mayumi N, Ema; Syaodih, Ernawulan
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 8 No. 3 (2025): September-December 2025
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v8i3.887

Abstract

Penelitian ini menganalisis mengenai dampak model pembelajaran Reggio Emilia dalam pengembangan karakter anak usia dini melalui pendekatan kualitatif dan studi pustaka. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendekatan Reggio Emilia mampu mendukung perkembangan karakter positif seperti rasa ingin tahu, kemampuan berpikir kritis, disiplin, dan kemandirian. Penerapan model ini mampu membentuk karakter yang berorientasi pada eksplorasi, kreativitas, dan interaksi sosial. Dalam pelaksanaannya, guru berperan sebagai fasilitator, bukan sumber pengetahuan tunggal, dan lingkungan berperan sebagai "guru ketiga". Tahapan pembelajaran yang melibatkan invitasi, provokasi, dan dokumentasi mendorong anak untuk terlibat aktif, membangun pengetahuan mereka sendiri, dan mengembangkan keterampilan sosial-emosional. Keberhasilan implementasi model ini sangat bergantung pada faktor-faktor pendukung seperti peran keluarga, peran sekolah, dan peran lingkungan. Kurangnya pemahaman mendalam dari pendidik dan keterbatasan sumber daya menjadi tantangan yang perlu diatasi. Dengan demikian, dukungan dari berbagai pihak sangat penting untuk keberhasilan implementasi pendekatan Reggio Emilia dalam pembentukan karakter anak usia dini.
Integrasi Teknologi dalam Pembelajaran Anak Usia Dini Yusuf, Syahran; Darmasnyah, Darmasyah
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 8 No. 2 (2025): May-Agustus 2025
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.1055

Abstract

Integrasi teknologi dalam pembelajaran anak usia dini (PAUD) menjadi isu yang semakin relevan di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan teknologi dalam pembelajaran PAUD, dampaknya terhadap perkembangan anak, serta tantangan yang dihadapi oleh pendidik serta lembaga pendidikan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran PAUD dilakukan melalui berbagai media, seperti aplikasi edukatif, video pembelajaran, dan perangkat interaktif. Integrasi teknologi berkontribusi positif terhadap perkembangan kognitif, sosial, dan motorik anak, terutama dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, serta interaksi sosial. Namun, terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi, seperti kurangnya kesiapan guru, keterbatasan infrastruktur, serta kurangnya literasi digital pada orang tua.
Neuroparenting untuk Anak Laki-Laki: Memahami dan Mengasuh Berdasarkan Neurosains Pratiwi, Srie Maya; Rachmawati, Yeni
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 8 No. 3 (2025): September-December 2025
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v8i3.1076

Abstract

Neuroparenting menjadi pendekatan penting dalam memahami dan mengasuh anak, terutama anak laki-laki, berdasarkan ilmu otak. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep neuroparenting serta bagaimana stimulasi sensorik dalam pola asuh memengaruhi perkembangan otak anak laki-laki. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur dengan menganalisis berbagai penelitian terkait neuroparenting, perkembangan otak, dan pola asuh berbasis stimulasi sensorik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh yang sesuai dengan prinsip neuroparenting dapat meningkatkan perkembangan kognitif, emosional, dan sosial anak laki-laki secara optimal. Studi ini merekomendasikan bahwa orang tua perlu memahami bagaimana stimulasi sensorik berkontribusi terhadap perkembangan otak anak untuk menerapkan strategi pengasuhan yang lebih efektif. AbstractNeuroparenting is an essential approach to understanding and raising children, especially boys, based on brain science. This study aims to explore the concept of neuroparenting and how sensory stimulation in parenting influences boys' brain development. The method used is a literature review by analyzing various studies related to neuroparenting, brain development, and parenting based on sensory stimulation. The findings indicate that parenting aligned with neuroparenting principles can optimally enhance children's cognitive, emotional, and social development. This study recommends that parents understand how sensory stimulation contributes to brain development to implement more effective parenting strategies.
The Effect of Overweight on Gross Motor Development in Early Childhood Muniroh, Luluk Laelatul; Kuswanto, Cahniyo Wijaya
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 8 No. 2 (2025): May-Agustus 2025
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.1088

Abstract

Overweight in children is increasingly recognized as a risk factor for developmental delay, particularly in gross motor skills. This study investigated the correlation between obesity and gross motor development in 5–6-year-old children using a quantitative correlational approach. Data were collected from 15 children selected through purposive sampling of two kindergartens in Bandar Lampung, Indonesia. Gross motor development was assessed using an observational checklist adapted from the Denver II scale. The analysis revealed a very strong positive correlation between overweight and gross motor skill impairment (Pearson r = 0.911, p< 0.001). Regression analysis further confirmed that overweight significantly predicted gross motor developmental delay (F = 14.849, p < 0.001). This finding suggests that overweight significantly impairs children's physical mobility. This study contributes current local data to the growing global concern about pediatric obesity and its developmental consequences. Practical implications include the need for integrated school-based interventions and awareness programs for parents to reduce overweight-related motor deficits in children aged religious