Articles
321 Documents
PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA PUTRI TERHADAP SIKAP MENGHADAPI PREMENSTRUAL SYNDROME
Susanti Susanti;
Nyimas Aziza
Jurnal Keperawatan Vol 11, No 1 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (104.988 KB)
|
DOI: 10.26630/jkep.v11i1.532
Premenstual syndrome (sindrom premenstruasi) adalah kumpulan gejala yang timbul saat menjelang haid yang menyebabkan gangguan pada pekerjaan dan gaya hidup seseorang. Merupakan kumpulan gejala akibat perubahan hormonal yang berhubungan dengan siklus saat ovulasi (pelepasan sel telur dari ovarium). Sindrom itu akan menghilang pada saat menstruasi dimulai sampai beberapa hari setelah selesai haid. Sekitar 80% sampai 95% perempuan antara 16 sampai 45 tahun mengalami gejala-gejala premenstrual syndrome yang dapat mengganggu (Wijaya, 2008). Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui hubungan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja khususnya remaja putri dengan sikap dalam menghadapi premenstual syndrome. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional, populasi dalam penelitian ini remaja putri di SMA N 12 kelas X tahun 2014 dengan sampel sebanyak 140 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode angket dan alat ukur kuisioner. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian dipeoleh dari 140 responden terdapat 66 responden (47,1%) yangpengetahuan kurang dan terdapat 71 responden (50,7%) yang tidak mendukung. Uji chi square, di dapatkan hasil p value 0.001, berarti ada hubungan antara pengetahuan kesehatan reproduksi dengan sikap remaja putridalam mengahadapi prementrual syndrome.
PENGETAHUAN KANKER PAYUDARA DENGAN MEMERIKSA PAYUDARA SENDIRI (SADARI) PADA SISWI SEKOLAH MENENGAH ATAS
Nurhayati Nurhayati
Jurnal Keperawatan Vol 9, No 1 (2013): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (80.916 KB)
|
DOI: 10.26630/jkep.v9i1.292
Kanker payudara merupakan salah satu jenis penyakit yang mempunyai prevalensi cukup tinggi. Kanker payudara dapat terjadi pada pria maupun wanita, hanya prevalensi pada wanita cukup tinggi. Tahun 2006 di Amerika terdapat 212.920 kasus baru kanker payudara pada wanita dan 1.720 kasus baru pada pria, dengan 40.970 kasus kematian pada wanita dan 460 kasus kematian pada pria. Kanker payudara di Indonesiasebanyak 463 kasus dari 2.538 kasus kanker (18,24%), sedangkan kasus kanker pada remaja putri sebanyak 54 kasus (11,66%). Catatan medik Rumah Sakit Abdul Moeloek pasien ruang Mawar tahun 2009 mencapai 398 pasien, 70% pasien tersebut sudah dalam stadium lanjut dan menjalani kemoterapi. Pendeteksi dini kanker payudara pada remaja putri sebenarnya mudah dan dapat dilakukan oleh setiap wanita maupun pria. Waktu yang tepat untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri adalah seminggu setelah menstruasi, pemeriksaan payudara sendiri pada wanita disebut SADARI.Tujuan dari penelitian ini adalah diketahuinya hubungan antara pengetahuan kanker payudara dengan memeriksa payudara sendiri (SADARI) pada siswi kelas X.X1 dan X11 SMA Tunasharapan Gedong Meneng Bandar Lampung. Desain yang digunakan adalah Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswi SMA Tunas Harapan kelas X, XI dan XII Gedong meneng Bandar Lampung yang berjumlah 52 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar instrument test, dan analisa data menggunakan rumus uji Chi Square. Hasil analisa menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antar pengetahuan kanker payudara dengan tindakan memeriksa payudara sendiri di SMA Tunas Harapan Bandar Lampung, dengan p value sebesar 0,865.Peneliti menyarankan agar SMA Tunas Harapan dapat meminta informasi tentang pelaksanaan memeriksa payudara sendiri bekerja sama dengan program promosi kesehatan Puskesmas setempat.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH SEWAKTU PASIEN DM TIPE 2
Roza Mulyani
Jurnal Keperawatan Vol 11, No 2 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (107.728 KB)
|
DOI: 10.26630/jkep.v11i2.593
Diabetes melitus merupakan penyakit yang berkaitan dengan kadar Glukosa dalam darah. Diabetes disebut sebagai silent killer dan ada yang menyebutnya sebagai mother of disease karena bisa menyerang organ lain, seperti jantung, ginjal, saraf, pembuluh darah, mata, dan menyebabkan kematian. Menurut WHO, diabetes bertanggung jawab atas 6 kematian yang terjadi dalam 1 menit, dan dari 20 kematian, setidaknya 1 terjadi akibat diabetes. Berdasarkan 10 besar kematian penyakit tidak menular di rumah sakit di Indonesia, diabetes melitus berada pada posisi ke-enam dari 10 penyakit tidak menular yang menyebabkan kematian di Indonesia pada tahun 2010 Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya diabetes tipe 2 ini. Umumnya diabetes tipe 2 disebabkan karena gaya hidup yang tidak sehat. Hal ini membuat insulin dalam tubuh tidak dapat berfungsi dengan baik. Pola makan atau gaya hidup yang tidak sehat serta kadar kolesterol yang tinggi dapat menyebabkan terjadinya diabetes tipe 2. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kadar Glukosa darah sewaktu pasien diabetes melitus tipe 2 rawat jalan di Puskesmas Rawat Inap Kemiling Kota Bandar Lampung tahun 2015. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional dengan pendekatan kuantitatif, dengan sampel adalah pasien rawat jalan berjumlah 66 orang. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara asupan serat, kolesterol, dan aktivitas fisik dengan kadar Glukosa darah sewaktu. Tidak ada hubungan antara asupan lemak, ,usia , tekanan darah dan riwayat keluarga dengan kadar Glukosa darah sewaktu Disarankan pasien diabetes melitus tipe 2 mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung serat dan rendah kolesterol. Aktivitas fisik juga perlu dilakukan guna menurunkan kadar Glukosa darah dengan syarat tidak terlalu berat.
Faktor Internal Yang Berhubungan Dengan Imunisasi Dasar Baduta Di Kota Bandar Lampung
Rohayati, Rohayati;
Fatonah, Siti
Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik Vol 13, No 1 (2017): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang Bandar Lampung Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (201.204 KB)
Imunisasi merupakan salah satu bentuk intervensi kesehatan yang sangat efektif dalam upaya menurunkan angka kematian bayi dan balita. Puskesmas Gedong Air salah satu puskesmas di Bandar Lampung dengan cakupan yang baik. Permasalah pada penelitian ini adalah adakah hubungan antara pengetahuan ibu, status pekerjaan ibu, dan pendapatan dengan imunisasi dengan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi. Jenis penelitian ini deskritif korelatif. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak bawah dua tahun di puskesmas gedng Air. Dengan jumlah sampel 100 responden. Instrument yang digunakan berupa kuessioner. Hasil analisis mennjukkan ada hubungan antara pengetahuan ibu dan pendapatan keluarga dengan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi, hasil dari analisis diperoleh p value = 0,000 (p value < 0,05). Perhitungan odd ratio (OR) = 21 menunjukkan ibu dengan tingkat pengetahuan baik cenderung memberikan imunisasi dasar lengkap kepada bayinya dibandingkan dengan ibu pengetahuan kurang. Semakin luas pengetahuan seseorang semakin mudah orang melakukan perubahan dalam tindakkannya (Notoatmodjo, 2003). Pendidikan dan pekerjaan tidak behubungan dengan kelengkapan imunisasi dasar. Berdasarkan hasil penelitian, saran yang diajukkan kepada tenaga kesehatan adalah supaya mmberi penyuluhan epada ibu dan kelurganyamengenai pentingnya imunisasi dasar dan melakukan pemantauan tehadap kelengkapan imunisasinya, sedangkan untuk ibu yang mempunyai bayi hendaknya meluangkan waktunya untuk mengimunisasikan anaknya.
ASPEK SPIRITUAL NARAPIDANA NARKOBA YANG MENJALANI MASA TAHANAN DI LEMBAGA PERMASYARAKATAN
Mariah, Lukita;
Manurung, Idawati;
Halim, Abdul
Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik Vol 9, No 2 (2013): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang Bandar Lampung Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (133.334 KB)
Masa tahanan adalah masa dimana narapidana ditahan di dalam lembaga permasyarakatan (Lapas). Semakin lama ditahan ada kemungkinan semakin baik karena mendapat bimbingan spritual tetapi juga bisa juga semakin jauh dari kehidupan yang religius. Berdasarkan pre survei terhadap 20 narapidana,  35% narapidana mengatakan beribadah bukan atas kesadaran diri sendiri, 64% ibadah dengan tidak teratur, 28,57% tidak khusuk beribadah, dan 64% tidak selalu membaca kitab suci agama mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan lama menjalani masa tahanan dengan aspek spiritul di Lembaga Permasyarakatan. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif komparatif, populasi adalah tahanan kasus narkoba dengan sampel sejumlah 67 orang. Alat pengumpul data menggunakan lembar kuesioner, dan metode analisa yang digunakan adalah uji beda 2 mean atau uji T-Test. Hasil rata-rata tingkat aspek spiritual narapidana yang â¤1 tahun 0,61,  lebih besar dibandingkan  narapidana ⥠1 yaitu 0,55.  Hasil analisa bivariat menunjukkan  hasil p=0.66, jadi  tidak ada perbedaan aspek spiritual pada narapidana yang menjalani masa tahanan belum lama  (â¤1 tahun) dengan yang  sudah lama (>1 tahun). Kesimpulan penelitian ini adalah tidak ada peningkatan spiritual setelah menjalani masa tahanan yang lama. Saran dari penelitian ini untuk lembaga pemasyarakatan untuk dapat lebih meningkatkan kegiatan keagamaan.
Pengaruh Terapi Token terhadap Kemampuan Mengontrol Perilaku Kekerasan pada Pasien Gangguan Jiwa
Sunarsih, Sunarsih;
Manurung, Idawati;
Holidy, Holidy
Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik Vol. 17 No. 1 (2021): Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik
Publisher : Departement of Nursing, Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Bandar Lampung, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (200.386 KB)
|
DOI: 10.26630/jkep.v13i2.937
Perilaku kekerasan adalah suatu bentuk perilaku yang bertujuan untuk melukai seseorang secara fisik maupun psikologis bisa dilakukan secara verbal, diarahkan pada diri sendiri, orang lain, dan lingkungan. Token Ekonomi adalah suatu wujud modifikasi yang dirancang untuk meningkatkan perilaku yang diinginkan dan pengurangan perilaku yang tidak diinginkan dengan pemakaian token (hadiah-hadiah).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai rata-rata kemampuan mengontrol diri pasien rawat inap di LKS-ODK Kemiling Bandar Lampung sebelum dan setelah dilakukan terapi token.Jenis penelitian ini adalahquasy experimental dengan rancangan pretest-posttest one group design.Jumlah sampel sebanyak 20 orang, dipilih dengan purposive sampling.Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi.Hasil yang didapat adalah rata-rata nilai kemampuan mengontrol perilaku kekerasan sebelum dilakukan terapi token adalah 20,05, dan rata-rata nilai kemampuan mengontrol perilaku kekerasan setelah mendapat terapi token adalah 36,20. Hasil uji dependen sample t-test didapat bahwa ada pengaruh kemampuan mengontrol perilaku kekerasan sebelum dan setelah dilakukan terapi token (p value 0,00<0,05). Diharapkan petugas kesehatan dapat lebih meningkatkan intervensi pada asuhan keperawatan untuk pasien-pasien gangguan jiwa, khususnya perilaku kekerasan dengan menerapkan terapi aktivitas kelompok dan terapi token secara terprogram dan terstruktur.
KARAKTERISTIK IBU HAMIL PADA KEJADIAN ABORTUS
Meti, Diana
Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik Vol 8, No 2 (2012): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang Bandar Lampung Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (108.349 KB)
Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) di perkirakan di Indonesia kasus aborsi mencapai 2,3 juta kasus setiap tahunnya dan di Provinsi Lampung pada Tahun 2010 angkanya sebesar 18,46 % yaitu 30.548 kejadian abortus dari 200.340 jumlah kelahiran bayi, sedangkan di Rumah Sakit Pringsewu terdapat 345 kasus dari jumlah kasus yang di rawat. Hasil survey di RSIA Mutiara Hati tahun 2010 terjadi kasus abortus sebanyak 86 kasus (16 %) dari 537 kasus kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik ibu dengan kejadian abortus di RSIA Mutiara Hati Gadingrejo Kabupaten Pringsewu. Penelitian analitik dengan disain Cross secsional. Populasi dalam penelitian ini semua ibu yang dirawat dari bulan Januari hingga Desember tahun 2011 sebanyak 428 orang, dengan menggunakan total sampling dari keseluruhan populasi sebanyak 428 sampel. Data dalam penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu diperoleh dari catatan medis seluruh ibu bersalin di ruang kebidanan RSIA Mutiara hati. Analisa data yang digunakan yaitu  analisa bivariat dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menggambarkan kejadian abortus sebanyak 106 kejadian (24,8%). Disimpulkan bahwa ada hubungan umur (p value = 0,02), paritas (p value = 0,000) dengan kejadian abortus dan tidak adanya hubungan pendidikan (p value = 0,83)  dengan abortus. Atas dasar hasil tersebut pPeneliti menyarankan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang abortus sehingga nantinya mampu mengarahkan masyarakat tentang pencegahan terjadinya abortus.
HUBUNGAN PERUBAHAN FISIK USIA REMAJA DENGAN RASA PERCAYA DIRI PADA SISWI KELAS 7
Pasaribu, Vivin Sabrina;
Rahmayati, El;
Puri, Anita
Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik Vol 11, No 1 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang Bandar Lampung Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (138.938 KB)
Masa remaja merupakan masa sulit karena mereka harus melewati masa penuh masalah.Salah satu masalah yang terjadi pada masa remaja adalah masalah perubahan fisik. Berdasarkan data WHO (2009) jumlah remaja di dunia saat ini mencapai ± 1,2 milyar. Menurut hasil presurvey yang didapatkan dari 30 orang siswi kelas 7 di SMPN 28 Bandar Lampung sebanyak 66,67 % merasa malu dengan perubahan yang terjadi pada payudara mereka sehingga berusaha untuk menutup-nutupinya. Pada dasarnya siswi mengetahui adanya perubahan fisik tetapi tetap mereka canggung dan tidak nyaman dengan perubahan yang terjadi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perubahan fisik usia remaja dengan rasa percaya diri pada siswi kelas 7 di SMPN 28 Bandar Lampung. Rancangan penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan desain cross sectional dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Proportional Random Sampling.Berdasarkan hasil perhitungan sampel yang digunakan berjumlah 57 responden.Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner, dan dianalisa menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji chi square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden terbanyak adalah mengalami perubahan fisik dengan rasa percaya diri sedang sebanyak 38,6%. Setelah dilakukan uji statistik Chi Square dengan derajat kepercayaan 95% dengan nilai α (0,005) dihasilkan perhitungan p value (0,000) < (0,005) yang menunjukan bahwa ada hubungan antara antara perubahan fisik usia remaja dengan rasa percaya diri.
HUBUNGAN PENGETAHUAN SUAMI DENGAN PEMAKAIAN METODE KONTRASEPSI VASEKTOMI
Harisva, Renny;
Mugiati, Mugiati;
Risneni, Risneni
Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik Vol 10, No 2 (2014): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang Bandar Lampung Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (103.132 KB)
Rendahnya partisipasi pria dalam ber KB dapat memberikan dampak negatif bagi kaum wanita karena dalam kesehatan reproduksi tidak hanya kaum wanita saja yang selalu berperan aktif. Menurut data dari Puskesmas Hanura Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran tahun 2012 memiliki PUS 4.818 dengan jumlah KB aktif 4.027 dengan rincian penggunaan alat kontrasepsi pria sebagai berikut MOP 23 (0,4%), dan Kondom 126 (3,2%). Akseptor KB vasektomi / MOP terendah adalah di desa Sidodadi hanya 1 orang. Penelitian ini bertujuan untuk Diperoleh hubungan pengetahuan suami dengan pemakaian metode kontrasepsi vasektomi di Desa Sidodadi Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran Tahun 2014. Rancangan penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 78 suami pasangan usia subur diambil menggunakan teknik Proportional Stratified RandomSampling. Pengambilan Data menggunakan Data primer yaitu data yang diambil secara langsung kepada suami pasangan usia subur di desa Sidodadi. Analisis data yang digunakan yaitu univariat dan bivariat.Hasil penelitian yang dilakukan terhadap 78 responden didapatkan pengetahuan suami dengan pemakaian metode kontrasepsi vasektomi terbanyak dalam kategori baik sebesar 56,4%, pemakaian metode kontrasepsi vasektomi sebesar 30,8%, dan ada hubungan pengetahuan suami dengan pemakaian metode kontrasepsi vasektomi dengan P-value = 0,001. Sehingga dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan pengetahuan dengan pemakaian metode kontrasepsi vasektomi. Saran peneliti untuk peneliti lain, diharapkan bisa sebagai bahan penambah informasi tentang hubungan pengetahuan suami dengan pemakaian metode kontrasepsi vasektomi dan bagi tempat penelitian diharapkan untuk lebih meningkatkan upaya dalam mempromosikan tentang KB, sehingga suami dapat ikut serta dalam menjadi akseptor KB khususnya vasektomi.
HUBUNGAN SIKAP DAN NORMA SUBYEKTIF DENGAN NIAT BERHENTI MEROKOK PADA PEGAWAI LAKI-LAKI DI POLTEKKES TANJUNGKARANG
Hernawily Hernawily;
Yuliati Amperaningsih
Jurnal Keperawatan Vol 11, No 2 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (89.926 KB)
|
DOI: 10.26630/jkep.v11i2.584
Merokok merupakan salah satu kebiasaan yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari, menarik sebagai suatu maalah kesehatan, minimal dianggap sebagai faktor risiko dari suatu penyakit tidak menular. Secara nasional prevalensi perokok saat ini 34,7 persen. Berdasarkan Riskesdas tahun 2010 prevalensi merokok provinsi Lampung menempatiurutan ke sepuluh dengan persentase sebesar 38%.Tidak menutup kemungkinan tenaga kesehatan yang bekerja di suatu instansi pemerintah mempunyai perilaku merokok.Hal ini dipengaruhi berbagai faktor terhadap periilaku merokok tersebut. Tujuan penelitian ini diketahuinya hubungan sikap dan norma subyektif dengan niat berhenti merokok pada pegawai laki-laki diPoltekkes Tanjungkarang tahun 2014. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini semua pegawai laki-laki tyang merokok dengan sampel total populasi sebanyak 67 responden. Diperoleh p-value 0,119 (p>0,05) berarti tidak ada hubungan sikap dengan niat berhengti merokok, sedangkan p-value 0,039 (p<0,05) berarti ada hubungan norma subyektif dengan niat berhenti merokok.Disarankan perlu dibuat peraturan tentang kawasan tanpa rokok, pembuatan poster, leaflet dan pin tentang bahaya merokok serta memberikan sanksi bagi pelanggar dengan lisan maupun tertulis.