cover
Contact Name
Hamidi
Contact Email
jmpi@unram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpmpi@unran.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA
Published by Universitas Mataram
ISSN : -     EISSN : 26555263     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA (JPMPI) |e-ISSN: 2655-5263| merupakan Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat dan penerapan Ipteks yang memuat publikasi hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat, model atau konsep dan atau implementasinya dalam rangka peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, pemberdayaan masyarakat atau pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Jurnal Pengabdian Magister Pendidika IPA diterbitkan oleh Program Studi Magister Pendidikan IPA Program Pascasarjana Universitas Mataram, terbit 2 (dua) kali setahun yaitu bulan Juli dan Bulan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 28 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1 (2019)" : 28 Documents clear
Peningkatan Kompetensi Guru Biologi Melalui Pendampingan Kegiatan Pembelajaran Berbasis Lesson Study Di SMAN 1 Lembar Jamaluddin Jamaluddin; A. Wahab Jufri; Agus Ramdani; Afriana Azizah
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.437 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v1i2.247

Abstract

Abstrak: Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk, 1) meningkatkan kualitas perencanaan pembelajaran biologi (penyusunan perangkat pembelajaran) dengan menerapkan pola lesson study di SMA Negeri 1 Lembar, 2) meningkatkan kualitas proses pembelajaran biologi dengan menerapkan pola lesson study di SMA Negeri 1 Lembar, dan 3) meningkatkan kualitas cara mengevaluasi pembelajaran dengan menerapkan pola lesson study di SMA Negeri 1 Lembar. Manfaat yang dapat diperoleh melalui kegiatan pengabdian pada masyarakat ini antara lain, 1) secara praksis dapat meningkatkan kualitas pembelajaran biologi melalui penerapan model-model pembelajaran inovatif denganpola lesson studi, 2) dapat mengembangkan kompetensi pedagogik guru khususnya dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran dengan pola lesson studi, 3) hasil yang akan diperoleh dapat digunakan sebagai acuan dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevalusai pembelajaran biologi dengan pola lesson studi.  Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini akan dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu 1) sosialisasi dan focus group discussion tentang materi lesson study, 2) pendampingan pembuatan perangkat pembelajaran dengan pola lesson studi, 3) pendampingan pada saat melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran dengan pola lesson studi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini antara lain adalah, 1) diskusi informasi terkait dengan konsep, prosedur, best practice tentang lesson study, 2) praktek langsung penyusunan perangkat pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran dengan pola lesson studi. Hasil yang diharapkan dapat dicapai melalui kegiatan ini sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan, yaitu 1) meningkatnya pemahaman pendidik biologi tentang konsep dan prosedur pembelajaran biologi dengan pola lesson studi, 2) meningkatnya keterampilan pedidik biologi dalam merancang dan melaksanakan pembelajan biologi dengan pola lesson studi, dan 3) meningkatnya keterampilan pendidik biologi dalam mengevaluasi pembelajaran yang telah dilakukan denga pola lesson studi. Kata Kunci: Kompetensi Pendidik Biologi, Kegiatan Pembelajaran, Lesson Study.
Penyuluhan Tentang Mitigasi Bencana Tsunami Berbasis Hutan Mangrove Di Desa Ketapang Raya Kecamatan Keruak Lombok Timur Didik Santoso; M. Yamin; Muh. Makhrus
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.651 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v1i2.242

Abstract

Abstrak: Kejadian bencana selalu menimbulkan banyak kerugian baik jiwa maupun materi, karena kurangnya kewaspadaan dan kesiapan masyarakat dalam menghadapi ancaman bahaya. Bencana gempa bumi yang terjadi disertai dengan tsunami mengakibatkan wilayah pesisir rusak. Di lain sisi, wilayah pesisir Indonesia termasuk padat dengan permukiman dan pembangunan.  Pulau Lombok merupakan salah satu pulau terbesar di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) juga memiliki tingkat kerawanan yang tinggi terhadap bencana tsunami. Hal ini dikarenakan bagian selatan Pulau Lombok berhadapan langsung dengan Samudra Hindia yang merupakan pertemuan dua lempeng benua yaitu lempeng Benua Asia dan lempeng Benua Australia. Kejadian tsunami di daerah Lunyuk Sumbawa bagian selatan pada tahun 1979 juga berdampak pada daerah-daerah selatan Pulau Lombok yaitu daerah kawasan teluk Tanjung Luar di Kecamatan Keruak dan daerah kawasan Teluk Awang di Lombok Tengah. Dalam rangka mengurangi bahaya tsunami, dan sekaligus untuk melindungi wilayah pesisir  dari ancaman abrasi, angin laut, penyusupan air  asin ke arah daratan, menyerap bahan  pencemar, serta mempertahankan produktivitas pantai dan  laut, perlu dilakukan pelestarian dan perlindungan hutan mangrove ataupun  hutan pantai.  Mangrove adalah suatu komunitas tumbuhan atau suatu individu jenis tumbuhan yang membentuk komunitas tersebut di daerah pasang surut. Hutan mangrove adalah tipe hutan yang secara alami dipengaruhi oleh pasang surut air laut, tergenang pada saat pasang naik dan bebas dari genangan pada saat pasang rendah. Ekosistem mangrove adalah suatu sistem yang terdiri atas lingkungan biotik dan abiotik yang saling berinteraksi di dalam suatu habitat mangrove. “Mangrove” adalah vegetasi hutan yang tumbuh di antara garis pasang surut. Karena karakter pohon mangrove yang khas, ekosistem mangrove berfungsi sebagai peredam gelombang dan badai, pelindung abrasi, penahan lumpur, dan perangkap sedimen. Disamping itu, ekosistem mangrove juga merupakan penghasil detritus dan merupakan daerah asuhan (nursery ground), daerah untuk mencari makan (feeding ground), serta daerah pemijahan (spawning ground) bagi berbagai jenis ikan, udang, dan biota laut lainnya. Juga sebagai pemasok larva ikan, udang, dan sebagai tempat pariwisata. Kata Kunci: Mangrove, Mitigasi, Tsunami
Skrining Kelainan Mata Pada Siswa SDIT Abata Mataram Ni Nyoman Geriputri; Ika Primayanti; Eva Triani; Rika Hastuti Setyorini; Ida Lestari Harahap
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.863 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v1i2.243

Abstract

Abstrak: Mata sebagai panca indera penting memerlukan pemeriksaan dan perawatan teratur. Pemeriksaan rutin sebaiknya dilakukan sejak usia dini untuk mendeteksi adanya kelainan refraksi dan kondisi mata lainnya yang dapat mengarah pada gangguan penglihatan permanen. Anak–anak usia sekolah terpapar pada sekumpulan penyakit dan kelainan mata yang sebagian berpotensi menimbulkan gangguan penglihatan permanen baik pada masa kanak–kanak maupun masa kehidupan selanjutnya. Kelainan refraksi dan kondisi mata lainnya berpotensi mempengaruhi kemampuan siswa untuk belajar atau mengganggu performa akademisnya. Penglihatan yang buruk tidak hanya menghalangi kegiatan belajar di sekolah tetapi juga berpengaruh pada masa dewasa nantinya karena 80% proses belajar anak–anak diperoleh melalui sistem visual. Sebagian besar kondisi ini dapat dicegah atau diobati bila ditemukan lebih awal. Kelainan mata pada anak seringkali sulit untuk ditemui karena berbagai faktor, baik dari internal anak maupun faktor eksternal, yaitu dari guru dan orang tua. Kurangnya pengetahuan mengenai tanda dan gejala kelainan mata menjadi penyebab terlambatnya penanganan gangguan penglihatan yang dapat dicegah. Deteksi kelainan mata pada siswa SDIT Abata Mataram dapat dilakukan melalui skrining secara berkala. Berdasar hasil kegiatan skrining yang dilakukan pada siswa SDIT Abata Mataram didapatkan 15% dari 26 siswa mengalami kelainan yang dicurigai sebagai gangguan refraksi, tanpa adanya kelainan lain pada mata. Dianjurkan kepada guru agar menyampaikan hasil pemeriksaan kepada orang tua/wali murid untuk selanjutnya memeriksakan putra/putrinya yang memiliki kelainan refraksi ke dokter spesialis mata. Kata Kunci: Skrining, Kelainan Mata
Pelatihan Tentang Penggunaan Ikan Sebagai Indikator dalam Menentukan Kualitas Air Sungai di Ampenan Tengah Mataram Khairuddin Khairuddin; M. Yamin; Abdul Syukur
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.336 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v1i2.244

Abstract

Abstrak: Air adalah kebutuhan vital dalam  kehidupan manusia. Hewan yang hidup di perairan sungai seperti ikan dapat menjadi indikator dalam penentuan kualitas air di sungai seperti sungai di Ampenan Tengah Mataram. Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk: 1) Melatih masyarakat sasaran di Ampenan Tengah untuk mengenal berbagai jenis ikan sebagai indikator biologi di Ampenan Tengah Mataram, 2) Memberikan pengetahuan tentang pengertian ikan sebagai parameter biologi pada masyarakar sasaran di Ampenan Tengah Mataram. 3) Memberikan contoh tentang cara menggunakan ikan dalam menentukan kualitasa air sungai di Ampenan Tengah Mataram dan 4) Pelaksanaan kegiatan ini menggunakan  beberapa pendekatan dan metode adaah: 1) Pendekatan Sosial dan birokrasi, 2) Metode ceramah, 3) Metode demonstrasi dan praktek lapangan dan 4) Metode tanya jawab. Pelaksanaan Pelatihan menggunakan  ikan sebagai indikator untuk menentukan Kualitas Air Sungai Di Ampenan. Jumlah  peserta 20 orang dalam diskusi mereka cukup aktif.  Dari hasil evaluasi  95 % peserta dapat memahami dengan baik materi dan keterampilan dalam pelatihan. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini telah dapat memberikan pemahaman tentang jenis-jenis ikan sebagai indikator penenuan kualias air.  Selain itu peserta pelatihan telah memiliki keahlian dan keterampilan dalam menggunakan ikan sebagai indikator dalam menentukan kualitas air sungai dan dapat menerima informasi tentang pengetahuan dan perilaku yang dapat meredam terjadinya penurunan kualitas air sungai di kelurahan Ampenan Tengah dari para pelatih dari program studi pendidikan Biologi FKIP Universitas Mataram. Kata Kunci: Ikan,   Kualitas air sungai, Ampenan
Pembinaan Masyarakat dalam Budidaya Tanaman Cabai Rawit dengan Sistem Bedengan Lahan dan Aplikasi Mulsa Plastik Ahmad Raksun; Karnan Karnan
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.016 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v1i2.240

Abstract

Abstrak: Masyarakat tani Dusun Mertak Umbak Desa Mertak Tombok Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah masih memiliki pengetahuan tentang budidaya pertanian yang rendah. Rendahnya pengetahuan masyarakat berdampak pada rendahnya hasil usaha pertanian yang mereka peroleh. Oleh karena itu diperlukan pembinaan masyarakat tani Dusun Mertak Umbak tentang usaha pertanian berbasis agribisnis. Salah satu tanaman yang mempunyai nilai ekonomi tinggi dan dapat dikembangkan di Dusun Mertak Umbak adalah tanaman cabai rawit. Masalah-masalah utama yang dihadapi oleh masyarakat tani Dusun Mertak Umbak adalah: (1) Hasil usaha pertanian yang diperoleh masyarakat tani Dusun Mertak Umbak masih tergolong rendah, (2) masyarakat tani Dusun Mertak Umbak tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang budidaya tanaman cabi rawit dengan sistem bedengan dan aplikasi mulsa plastik, (3) masyarakat tani Dusun Mertak Umbak tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang pemupukan tanaman cabai rawit menggunakan kompos. Dalam upaya mengatasi masalah pertama maka tim memberikan solusi dengan membudidayakan tanaman yang mempunyai nilai ekonomi tinggi yaitu tanaman cabai rawit. Untuk mengatasi permasalahan kedua maka tim memberikan solusi dengan melakukan pembinaan masyarakat tani dalam budidaya tanaman cabai rawit dengan sistem bedengan dan aplikasi mulsa plastik. Selanjutnya untuk mengatasi permasalahan ketiga, tim memberikan solusi dengan melakukan pendampingan masyarakat dalam melakukan pemupukan tanaman menggunakan kompos. Hasil pengabdian masyarakat ini adalah: (1) masyarakat Dusun Mertak Umbak Desa Mertak Tombok yang menjadi mitra kegiatan ini memiliki pengetahuan dan keterampilan membudidayakan cabai rawit dengan sistem bedengan lahan dan aplikasi mulsa plastik, (2) Mitra memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang teknik pembuatan kompos, (3) mitra memiliki respons yang baik terhadap pelaksanaan kegiatan dan berkomitmen untuk moncoba memanfaatkan kotoran ternak yang ada disekitarnya sebagai bahan baku pembuatan kompos. Selanjutnya menggunakan kompos untuk meningkatkan hasil panen tanaman pada lahan pertanian yang mereka miliki Kata-kata kunci: Pembinaan masyarakat, budidaya cabai rawit, bedengan lahan dan mulsa plastik
Skrining dan Edukasi Pencegahan Bullying Pada Siswa SMA Negeri Di Kota Mataram Emmy Amalia; Lina Nurbaiti; Wahyu Sulistya Affarah; Hamsu Kadriyan
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.598 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v1i2.245

Abstract

Abstrak: Bullying telah dikenal sebagai masalah sosial yang terutama ditemukan di kalangan pelajar. Bullying dapat membawa dampak buruk yang berat pada korban termasuk gangguan belajar, gangguan mental, gangguan fisik, dan masalah kesehatan lain. Di beberapa negara, bullying berkontribusi besar terhadap angka kejadian bunuh diri pada remaja. Kebanyakan perilaku bullying terjadi secara tersembunyi (covert) dan sering tidak dilaporkan, sehingga kurang disadari oleh kebanyakan orang. Di Indonesia, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada tahun 2015 merilis data bahwa kasus bullying pernah dialami sekitar 87,6 % anak dimana korban laki-laki lebih banyak dari perempuan dan perilaku bullying lebih rentan terjadi pada usia remaja awal. Penelitian Sejiwa Foundation pada tahun 2008 menunjukkan bahwa kekerasan, baik yang dilakukan oleh guru kepada siswa maupun dilakukan siswa kepada sesama siswa, terjadi di semua sekolah yang diteliti. Bentuk kekerasan meliputi bullying verbal, psikologis, serta fisik. Diduga bahwa banyak pihak yang belum menyadari bahwa tindakan yang dilakukannya merupakan suatu bentuk bullying. Hingga saat ini angka kejadian bullying di Kota Mataram tidak diketahui dan dianggap rendah. Oleh karena itu, penting untuk melakukan skrining dan mengedukasi masyarakat terutama siswa sekolah tentang bullying dan pencegahannya. Tim penulis memilih 5 (lima) SMA Negeri di Kota Mataram untuk dilakukan skrining dan edukasi. Pada masing-masing SMA Negeri yang terpilih, skrining dilakukan dengan wawancara terstruktur kepada Kepala Sekolah, Focus Group Discussion (FGD) kepada 5 (lima) orang guru, dan memberikan kuisioner kepada beberapa siswa tentang bullying. Berikutnya dilakukan edukasi dalam bentuk penyuluhan kepada siswa mengenai bullying. Kata Kunci: Skrining, Edukasi Pencegahan Bullying
Pelatihan Pembuatan Tempe Kedelai Hitam Pengrajin Tempe Kelurahan Abian Tubuh Seto Priyambodo; Ima Arum Lestarini; Basuki R; Rifana Cholidah; Palgunadi Palgunadi
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.938 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v1i2.224

Abstract

Abstrak: Kelurahan Abian tubuh merupakan sentra produsen tempe dan tahu di kota Mataram. Masyarakat mengandalkan pendapatan dari penjualan tahu dan tempe yang mereka buat. Selama ini mereka mempunyai pangsa pasar harian yang sudah dapat diperkirakan sehingga dalam hal produksi mereka membuat sesuai dengan permintaan dari konsumen. Permasalahan di masyarakat pengrajin tempe di kelurahan Abian Tubuh adalah terbatasnya pangsa pasar tempe sehingga diperlukan strategi untuk membuat peningkatan kualitas kandungan gizi produk tempe agar dapat mentarget penjualan ke sasaran pangsa pasar yang lebih luas. Solusi yang ditawarkan adalah dengan melakukan diversifikasi produk tempe dengan bahan kedelai hitam, yang diketahui mempunyai kandungan isoflavon yang lebih tinggi di banding kedelai kuning, sehingga diharapkan kualitas gizi tempe yang diproduksi akan lebih bagus dan dapat memperluas pemasaran.. Kata kunci: Tempe, Kedelai hitam, Abian Tubuh
Pelatihan Dokter Cilik Pada Anak-Anak Kelompok Nelayan Dusun Malaka Desa Nipah Ida Lestari Harahap; Arfi Syamsun; Pujiarohman Pujiarohman; Leni Herlina
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.313 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v1i2.246

Abstract

Abstrak: Daerah pesisir pantai identik dengan mata pencaharian utama sebagai nelayan. Kelompok nelayan merupakan masyarakat yang rentan akan kemiskinan disebabkan pekerjaannya yang tidak menetap dan dipengaruhi musim. Kondisi ini berdampak pada kondisi kesehatan keluarga yang kurang. Selain kondisi tersebut. Letak geografis kelompok nelayan di pinggir pantai menjadi lingkungan dimana tempat berlabuhnya limbah dari hulu sungai. Hal ini akan memperburuk kondisi lingkungan pesisir pantai. Anak-anak nelayan perlu mendapatkan perhatian khusus terkait kesehatan diri, keluarga dan lingkungan, sehingga dirasakan perlu diberikan pelatihan untuk dapat menjadi kelompok anak-anak yang peduli akan kesehatan. Bila biasanya dokter cilik dilatih secara formal di lingkungan sekolah, kali ini kami tergerak untuk dapat membentuk kelompok dokter cilik ini dilingkup tempat tinggalnya sendiri. Kegiatan ini dilakukan di tenda pengungsian Sekolah Darurat dengan siswa siswi SDN 2 Malaka kelas VI. Kegiatan dimulai dengan penyuluhan tentang topik Perilaku Hidup Bersih dan Sehat berupa Cuci Tangan Pakai Sabun dan Gosok Gigi yang Benar. Topik yang lainnya kami sesuaikan dengan Visi Misi Fakultas Kedokteran yaitu kedokteran kepulauan dengan fokus penyuluhan pada Pertolongan Pertama pada Gigitan Hewan Laut seperti Ubur-ubur, Bulu Babi dan Ular. Kemudian para siswa siswi dibagi menjadi tiga kelompok. Dalam tiap kelompok didampingi oleh mahasiswa untuk melatih masing-masing keterampilan cara mencuci tangan, menggosok gigi, penanganan luka dan pertolongan pertama terhadap gigitan hewan laut. Setelah mendapatkan pembimbingan, para siswa diminta untuk mempraktekakkan apa yang sudah dipelajari. Kata Kunci: Dokter Cilik, Anak-Anak Kelompok Nelayan, Desa Nipah
Penyuluhan Gerakan Makan Ikan Laut Sebagai Upaya Peningkatan Gizi Di SMPN 2 Gunungsari Kabupten Lombok Barat Mahrus Mahrus; Lalu Zulkifli; Dewa Ayu Citra Rasmi; Prapti Sedijani; Syamsul Bahri
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.229 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v1i2.241

Abstract

Abstrak: Penyuluhan gerakan makan ikan laut sebagai upaya peningkatan gizi di SMPN 2 Gunungsari Kabuapten Lombok Barat bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya ikan laut sebagai salah satu sumberdaya yang sangat penting sebagai penopang dalam memperbaiki gizi masyarakat. Materi penyuluhan difokuskan pada khasiat mengkonsumsi ikan laut untuk kesehatan kepada guru-guru, dan selanjutnya diteruskan kepada para siswa baik sebelum, sedang dan sesudah jam pembelajaran berlangsung, kemudian siswa menyampaikannya kepada orang tua dan keluarganya. Penyadaran guru dan siswa tentang betapa pentingnya gizi dalam masa pertumbuhan dan mengajak masyarakat untuk gemar memakan ikan sebagai upaya perbaikan gizi masyarakat merupakan kegiatan yang sudah diprogramkan pemerintah orde baru sampai sekarang ini, dengan harapan membentuk manusia Indonesia yang berkualitas. Sentuhan guru sangat dibutuhkan untuk mensosialisasikan gerakan makan ikan karena guru setiap saat dapat menyampaikannya kepada siswa baik ketika sedang mengajar di kelas maupun di luar kelas. Guru di depan para murid sebagai orang yang digugu dan ditiru memiliki peranan yang sangat penting di dalam menyampaikan pesan gerakan makan ikan, oleh karena itu kegiatan pengadian ini orang pertama yang diberikan pemahaman tentang pentingnya mengkonsumsi ikan untuk kesehatan tubuh adalah guru. Selanjutnya guru diharapkan akan menyampaikannya kepada murid dan murid akan menyampaikannya kepada orang tua dan keluarga di rumah. Melalui program ini diharapkan kegemaran masyarakat terhadap gemar makan ikan semakin meningkat, sehingga upaya menciptakan kondisi masyarakat yang sehat dan berkualitas dapat terwujud di masa depan. Sekolah sebagai salah satu media yang efektif untuk mensosialisasikan pentingnya mengkonsumsi ikan untuk kesehatan dan kecerdasan anak.Tanggapan guru sebagai kelompok sasaran adalah sangat positif. Mereka baru pertamakali menerima materi pengabdian semacam ini meskipun pernah mendapatkan informasi ini baik melalui media cetak maupun elektronik. Berdasarkan pada pengalaman yang diperoleh selama proses kegiatan pengabdian dilakukan, anggota tim menyarankan: semua pihak terkait, terutama perguruan tinggi melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat perlu melakukan penelitian dan pemberdayaan masyarakat dengan program Gemar makan ikan.   Kata Kunci: Gizi, Ikan laut, Omega-3, Gemar makan ikan, Kesehatan
Penyusunan Proposal Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Bagi Guru-Guru MTs dan MA Di Kecamatan Woja Kabupaten Dompu Hamidsyukrie ZM; Sukardi Sukardi; Ni Made Novi Suryanti
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.588 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v1i2.220

Abstract

Abstrak: Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru-guru MA dan MTs Swasta di Kecamatan Woja Kabupaten Dompu dalam membuat proposal penelitian tindakan kelas (PTK). Untuk mencapai tujuan ini, kegiatan ini menggunakan metode workshop melalui cara pelatihan dan pendampingan. Hasilnya menunjukkan bahwa guru-guru mampu mengikuti   rangkaian kegiatan dan mampu membuat proposal PTK. Kegiatan disambut baik oleh guru-guru dan mereka mengharapkan agar kegiatan serupa dapat dilakukan secara periodik. Kata Kunci: penyusunan proposal, penelitian tindakan kelas

Page 1 of 3 | Total Record : 28