cover
Contact Name
Fitri eka sari
Contact Email
fitriekasari19@gmail.com
Phone
+6281379663738
Journal Mail Official
fitriekasari19@gmail.com
Editorial Address
http://www.ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/duniakesmas/about/contact
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Dunia Kesmas
ISSN : 23016604     EISSN : 25493485     DOI : DOI: https://doi.org/10.33024/jdk.v10i1
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Dunia Kesmas was published by the Faculty of Public Health, Malahayati University with a professional organization of Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat (PDKM). This journal contains articles from research, critical analytical studies in the field of public health (Epidemiology, Biostatistics, Environmental Health, Health Promotion, Reproductive Health, Public Health Nutrition, Administration and Health Policy, Occupational Safety Health).
Articles 519 Documents
Faktor Penyebab Kejadian Stunting di Kampung Tawang Negri Wilayah Kerja Payung Rejo Lampung Tengah Tahun 2019 Ricky Dwi Satria; Samino Samino; Christine Angelina Febriani
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 9, No 3 (2020): Volume 9 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v9i3.3017

Abstract

Kejadian stunting atau balita pedek merupakan salah satu masalah gizi yang di alami oleh balita. Kabupaten Lampung Tengah memiliki angka stunting cukup tinggi pada pada Provinsi Lampung. Salah satunya yaitu Kampung Tawang Negri yang memiliki angka stunitng 44,16%. Angka ini terbilang cukup tinggi karena kategori masalah gizi baik jika balita pendek kurang dari 20%.  Data pemberian ASI ekskusif selama 6 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Payung Rejo pada tahun 2018 yaitu 42,70%. Data tersebut menunjukkan angka dibawah Standar Pelayanan Minimum. Tujuan dari penelitian ini untuk diketahui penyebab kejadian stunting berdasarkan intervensi spesifik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif pada bulan September – Desember tahun 2019. Informan dibagi menjadi informan utama yaitu ibu dengan anak stunting yang berjumlah empat orang, informan kunci yaitu koordinator gizi Puskesmas dan Dinas Kesehatan, dan Kader sebagai triangulasi. Pengambilan data menggunakan wawancara yang mendalam (Deep Interview). Analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan dari analisis data. Sebagian besar informan belum memahami Stunting baik dari pengertian, penyebab, pencegahan dan dampak. Semua informan mengaku sudah memberikan ASI Eksklusif selama enam bulan. MPASI rutin diberikan 2-3 kali sehari namun untuk jenis makanan yang diberikan tidak bervariasi. Pengetahuan informan yang sebatas “tahu” berdampak pada ketidak mampuan dalam memahami maupun mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang dimiliki dalam melakukan upaya pencegahan stunting, sehingga dapat meningkatkan angka kejadian stunting. Maka dari itu perlu dilakukan grup diskusi yang rutin saat melakukan pendekatan keluarga, untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat secara menyeluruh sehingga mampu melakukan upaya pencegahan secara mandiri.
PERSPEKTIF HUKUM: KELENGKAPAN PENGISIAN FORMULIR INFORMED CONSENT DI RUANG RAWAT INAP BEDAH RSUD MENGGALA KABUPATEN TULANG BAWANG PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2014 Sisca Adina Purnama; Lolita Sari
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v4i1.417

Abstract

Setiap Rumah Sakit wajib menyelenggarakan rekam medis. Rekam medis dan informed consent sangatlah berperan penting apabila terjadi sengketa medik. Hasil survey pada ruang rawat inap bedah di RSUD Menggala menunjukkan 3 dari 5 berkas rekam medis tidak lengkap pada pengisian formulir informed consentnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelengkapan pengisian formulir informed consent dengan perspektif hukum di ruang rawat inap bedah RSUD Menggala Kabupaten Tulang Bawang.Jenis penelitian kuantitatif dan kualitatif dengan pendekatan deskriptif (kuantitatif) dan studi kasus (kualitatif). Sampel untuk kuantitatif adalah informed consent sejumlah 148 berkas dan subyek penelitian untuk kualitatif adalah dokter di ruang rawat inap bedah, perawat, keluarga pasien dan kepala urusan rekam medik yang secara keseluruhan berjumlah 9 orang. Pengambilan data menggunakan observasi informed consent (kuantitatif) dan pedoman wawancara (kualitatif). Analisis data menggunakan distribusi frekuensi (kuantitatif) dan content analysis (kualitatif).Hasil penelitian menunjukkan dari 148 informed consent di ruang rawat inap bedah, tidak satu pun yang terisi lengkap, khususnya pada data resiko tinggi. Penghambat kelengkapan pengisian yaitu waktu, pengetahuan dan koordinasi proses dengan pihak manajemen pengelola rumah sakit. Dokumen informed consent belum memenuhi aspek hukum dan masih lemah sebagai alat bukti. Saran untuk dokter agar memperhatikan dan memahami pengisian variabel-variabel dalam informed consent, dan perawat mampu mengingatkan dokter untuk melengkapi informed consent. Untuk pasien agar memberikan keterangan yang benar dalam pengisian informed consent agar memiliki kekuatan hukum jika terjadi sengketa medik.Kata Kunci : Informed Consent, Kelengkapan, Perspektif Hukum
IDENTIFIKASI FASILITAS SEKOLAH DASAR BERSIH SEHAT: STUDI PADA MADRASAH IBTIDAIYAH KOTA BANDAR LAMPUNG Samino Samino; Christin Angelina Febriani; Eva Finarika
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 8, No 4 (2019): Volume 8 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v8i4.2333

Abstract

ABSTRAKKesehatan sekolah dalam lingkungan sekolah dasar menjadi hal yang penting, usia anak sekolah dasar menjadi usia yang rentan terhadap masalah kesehatan dan tumbuh kembang anak sangat signifikan. Menjaga kesehatan lingkungan sekolah harus memperhatikan sarana prasarananya di sekolah. Program Madrasah Ibtidaiyah Bersih Sehat (MIBS), oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan belum mampu meningkatkan mutu kesehatan sekolah/madrasah. Tujuan diketahui kualitas kelengkapan fasilitas UKS, CTPS dan Jamban di lima Madrasah Ibtidaiyah Kota Bandar Lampung 2019.Penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data primer dengan melakukan observasi, wawancara mendalam dan data sekunder dengan melakukan kajian dokumen madrasah.Hasil penelitian menunjukkan kualitas kelengkapan fasilitas di lima Madrasah Ibtidaiyah, UKS sebesar 20,21 (50,54%) peringkat C kategori cukup, CTPS sebesar 7,41 (37,07%) peringkat D kategori kurang, jamban sebesar 24,60 (61,50%) peringkat C kategori cukup. Sedangkan kualitas kelengkapan fasilitas dari ketiga fasilitas UKS, CTPS, dan jamban sebesar 52,23 dengan peringkat C kategori “Cukup”. Dapat disimpulkan bahwa tingkat pencapaian kualitas kelengkapan fasilitas UKS, CTPS, dan jamban di madrasah masih rendah. Disarankan, kepala madrasah dapat melakukan kerja sama dengan pihak ketiga. Kata kunci    : Kelengkapan fasilitas, UKS, CTPS, Jamban
HUBUNGAN KONSUMSI TEMBAKAU, JENIS KELAMIN, DAN RIWAYAT KELUARGA DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA USIA LANJUT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BUNUT KABUPATEN PESAWARAN Endah Kurniasari; Dessy Hermawan; Zaenal Abidin
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 3, No 1 (2014): Volume 3 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v3i1.385

Abstract

Salah satu Penyakit Tidak Menular (PTM) yang menjadi masalah kesehatan yangsangat serius saat ini adalah hipertensi. Salah satu hasil pembangunan kesehatan diIndonesia adalah meningkatnya angka harapan hidup (life expectancy). Denganmeningkatnya angka harapan hidup ini membawa beban bagi masyarakat, karenapopulasi penduduk usia lanjut (usila) meningkat. Di Puskesmas Bunut jumlah penderitahipertensi pada usila mengalami peningkatan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.Tahun 2010 jumlah kasus hipertensi sebesar 200 kasus, 2011 sebesar 247 kasus, dantahun 2012 sebesar 274 kasus. Tujuan penelitian adalah diketahuinya gambaranhubungan konsumsi tembakau, jenis kelamin, dan riwayat keluarga dengan kejadianhipertensi pada usila di wilayah kerja Puskesmas Bunut Kabupaten Pesawaran tahun2013.Jenis penelitian ini kuantitatif dengan metode survey analitik dan rancangan crosssectional. Populasi dalam penelitian ini adalah usila sebanyak 218 orang dan sampel 157orang, analisa menggunakan uji Chi-square.Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar responden mengkonsumsitembakau sebanyak 103 orang (65,6%), sebagian besar responden adalah perempuansebanyak 88 orang (56,1%), sebagain besar responden tidak ada riwayat keluargahipertensi berjumlah 119 orang (75,8%), dan responden yang menderita hipertensisebanyak 77 orang (49%) Didapatkan ada hubungan konsumsi tembakau (p-value =0,044), jenis kelamin (p-value = 0,041), riwayat keluarga (p-value = 0,011) dengankejadian hipertensi pada usila. Saran, masyarakat dapat mengendalikan faktor resikohipertensi dengan pengukuran tekanan darah secara berkala, menghentikan kebiasaankonsumsi tembakau secara bertahap, menjaga kebugaran dengan olahraga khusunyaORHIBA, konsumsi makanan yang rendah garam, rendah lemak dan makanan tinggivitamin, protein dan mineral. Bagi Puskesmas Bunut meningkatkan kualitas PosyanduUsila.Kata Kunci : Usila, Hipertensi, Tembakau
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) PADA ANAK BALITA USIA 1- 5 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKARAJA NUBAN KABUPATEN LAMPUNG TIMUR Dhiny Easter Yanti; Nurhalina Sari
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v7i4.1083

Abstract

Tahun 2015 kasus pneumonia Provinsi Lampung sebesar 22,2% dan Kabupaten Lampung Timur menduduki posisi ke dua di Provinsi Lampung sebesar 22,0%. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) pada anak balita usia 1-5 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Sukaraja Nuban Lampung Timur Tahun 2018. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh anak balita usia 1-5 tahun yang ada di wilayah kerja Puskesmas dengan jumlah sampel 133 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan quota sampling, dilakukan pada bulan Juni 2018. Analisis data menggunakan uji chi-square dan regresi logistik berganda. Hasil uji chi-square didapatkan faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA adalah keterpaparan asap rokok (p=0,002; OR=3,3), status gizi (p=0,001; OR=10,4), pemberian asi esklusif (p<0,001; OR=4,6) dan riwayat imunisasi (p=  0,002; OR=3,3). Hasil uji multivariat didapatkan faktor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian ISPA adalah status gizi (OR=9,8) setelah dikontrol variabel lainnya. Status gizi dipengaruhi oleh berbagai faktor sehingga ibu disarankan untuk dapat memberikan makanan dengan menu sederhana tapi bervariasi yang mengandung gizi seimbang dan didukung dengan pemberian ASI esklusif serta imunisasi lengkap.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBUGARAN JASMANI MAHASISWA KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI Ringgo Alfarisi; Wahyu Karhiwikarta; Dessy Hermawan
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 2, No 1 (2013): Volume 2 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v2i1.353

Abstract

Kebugaran jasmani diperlukan tidak hanya oleh atlet untuk performa yang lebihbaik tetapi juga untuk non-atlet (mahasiswa kedokteran) untuk menjaga kesehatanjasmani dan rohani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktifitas fisik,Indeks Massa Tubuh (IMT), dan merokok terhadap kebugaran jasmani. Penelitian inimerupakan penelitian analitik dengan menggunakan rancangan cross sectional. Sampelpenelitian adalah 122 orang laki –laki dan 122 orang perempuan dengan teknikdisproportionate stratified random sampling. Analisis statistik dilakukan dalam bentuk ujiSpearman. Hasil penelitian pada responden laki –laki, ditemukan bahwa ada pengaruhaktifitas fisik (r = 0,958 ; p < 0,001), IMT (r = - 0,368 ; p < 0,001), dan merokok (r = -0,234 ; p < 0,05) terhadap kebugaran jasmani. Hasil penelitian pada respondenperempuan, ditemukan bahwa ada pengaruh aktifitas fisik (r = 0,981 ; p < 0,001) danIMT (r = - 0,342 ; p < 0,001) terhadap kebugaran jasmani. Mahasiswa KedokteranUniversitas Malahayati hendaknya melakukan olahraga rutin dan menghindari rokok agarmemiliki kebugaran jasmani yang baik.Kata kunci : kebugaran jasmani, aktifitas fisik, Indeks Massa Tubuh, merokok
RISIKO DISMENORE PRIMER PADA SISWI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) YAYASAN BADRUL LATIF (YBL) KECAMATAN NATAR KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Ani Kristianingsih; Vida Wira Utami; Dhini Easter Yanti
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v4i3.440

Abstract

Dismenore atau nyeri haid merupakan salah satu keluhan ginekologi yang paling umum pada perempuan muda yang datang ke klinik atau dokter. Hampir semua perempuan mengalami rasa tidak nyaman selama haid, seperti rasa tidak enak diperut bagian bawah dan biasanya disertai mual,pusing, bahkan pingsan. Prevalensi siswi dismenore primer SMP YBL sebanyak 83% Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui faktor risiko dismenore primer pada siswi SMP Yayasan Badrul Latif (YBL) Tahun 2014. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswi SMP YBL Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan.Jenis penelitian ini penelitian kuantitatif. Desain penelitian dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi 163 mahasiswa. Penelitian ini chi square menggunakan sampel seluruh populasi. Pengumpulan data dengan wawancara. Analisis data dan regresi logistik ganda.Hasil penelitian menunjukkan variabel yang memiliki hubungan terhadap dismenore primer adalah usia menarche (p=0,001), masa menstruasi (p=0,003), perokok (p=0,005), dan olah raga (p=0,001). Sedangkan variabel yang tidak ada hubungan adalah riwayat dismenore primer dan obesitas. Faktor risiko yang paling dominan adalah usia menache. Disimpulkan terdapat hubungan usia menarche, masa menstruasi, perokok, dan olah raga dengan dismenore primer. Disarankan penanganan dismenore primer dengan kompres air hangat dan dengan konsumsi makanan bergizi, menghindari stress dan kelelahan.Kata kunci: Usia menarche, masa menstruasi, rokok, olah raga, dan dismenore primer.
Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Balita Stunting Usia 24-36 Bulan Tahun 2018 Nurul Aryastuti; Yuyun Kamsiati
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 9, No 3 (2020): Volume 9 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v9i3.1850

Abstract

Stunting didefinisikan sebagai tinggi badan menurut usia dibawah -2 standar median kurva pertumbuhan anak WHO (WHO, 2010). Angka stunting Kabupaten Lampung Selatan  tahun 2017 mencapai 30,3 %. Di Puskesmas  Banjar Agung tahun 2017 didapatkan 31 balita mengalami stunting. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan stunting balita usia 24-36 bulan. Penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dengan melakukan pengukuran langsung dan melihat buku KIA. Populasi adalah balita berusia 24-36 bulan di Puskesmas Banjar Agung sejumlah 474 balita, sampel 362 responden dengan teknik proporsional random sampling. Analisa data univariat dengan distribusi frekuensi, bivariat dengan uji chi square dan multivariat dengan uji regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan angka stunting balita usia 24-36 bulan sebesar 26%. Ada hubungan antara riwayat kurang energi kronis pada ibu (p <0.001, OR 16.1, 95% CI 5.9-43.9), tinggi badan ibu (p<0.001, OR 12.9, 95%CI 3.6-46.9), usia ibu saat hamil (p 0.038, OR 2.8, 95%CI 1.1-6.8), riwayat BBLR (p <0.001, OR 14.1, 95%CI 2.9-66.4), riwayat ASI tidak Ekslusif (p <0.001, OR 9.5, 95%CI 5.5-16.3)  dan persediaan air bersih yang tidak memenuhi syarat (p <0.001, OR 8.9, 95%CI 5.3-15.3). Faktor paling dominan adalah riwayat kurang energi kronis pada ibu saat hamil (OR 12.6, 95%CI 3.9-40.8). Disarankan agar Puskesmas melakukan penanganan terhadap balita stunting, bekerja sama dengan lintas sektor terkait membuat komitmen yang mendukung kebijakan penundaan usia perkawinan <20 tahun, penerapan ASI ekslusif, perbaikan sanitasi lingkungan dan peningkatan akses air bersih bagi masyarakat.
ANALISIS PENYEBAB-PENYEBAB PRIMER KEJADIAN PERDARAHAN POST PARTUM PADA IBU BERSALIN DI KECAMATAN DENTE TELADAS KABUPATEN TULANG BAWANG PROVINSI LAMPUNG Eniyati Eniyati; Lolita Sari; Vida Wira Utami
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 3, No 4 (2014): Volume 3 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v3i4.408

Abstract

Peningkatan AKI disebabkan karena rendahnya kesadaran masyarakat tentangkesehatan ibu hamil, dan tersering karena perdarahan obstetri. Kematian Ibu dikabupaten Tulang Bawang tahun 2011 dari 7,6 per 100.000 kelahiran hidup, tahun 2012menjadi 9,5 per 100.000 kelahiran hidup dan meningkat di tahun 2013 menjadi sebesar12,8 per 100.000. Salah satu penyebab yang banyak berperan pada kematian ibu adalahadanya kejadian perdarahan post partum.Tujuan penelitian adalah diketahuinya penyebab-penyebab primer kejadianperdarahan post partum pada ibu bersalin di Kecamatan Dente Teladas KabupatenTulang Bawang Provinsi Lampung.Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan case control. Penelitiandilakukan di Kecamatan Dente teladas Kabupaten Tulang Bawang dari bulan Juni-Juli2014. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu yang melahirkan di Kecamatan DenteTeladas Kabupaten Tulang Bawang sebanyak 677 postpartum, dengan kasus perdarahanpost partum 146 orang. Penentuan sampel dihitung menggunakan rumus Lemeshow,dengan kelompok kasus sebanyak 52, kelompok kontrol sebanyak 52 dan total sampel104 orang.Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara atonia uteri (p=0,018;OR=2,75), robekan jalan lahir (p=0,000; OR=4.71), retensio plasenta (p=0,000;OR=4,65), inversio uteri (p=0,011;OR=3,02), dan gangguan pembekuan darah(p=0,000; OR=5,07) dengan kejadian perdarahan post partum. Faktor paling dominanberhubungan dengan kejadian perdarahan postpartum adalah Retensio plasenta(p=0,000; OR=4,65) . Saran: memberikan konseling persiapan kepada ibu hamil untukmencegah terhadap kejaidan perdarahan postpartum.Kata Kunci : Penyebab Primer Kejadian Perdarahan Post Partum
HUBUNGAN STATUS PEKERJAAN IBU DENGAN PENCAPAIAN PERKEMBANGAN MOTORIK PADA ANAK USIA 5-7 TAHUN Lia Kurniasari; Shella Karina
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 8, No 4 (2019): Volume 8 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v8i4.2272

Abstract

Periode sejak janin dalam kandungan sampai anak berusia 6 tahun merupakan periode yang sangat penting dalam pertumbuhan dan perkembangan yang paling pesat pada otak manusia. Salah satu perkembangan anak yang penting untuk dipantau pada periode ini adalah perkembangan motorik. Peran orang tua dalam perkembangan motorik sangat diperlukan terutama seorang ibu. Ibu yang seharusnya memberikan stimulasi dalam tumbuh kembang anak harus bekerja membantu ayah mencari nafkah, sehingga waktu tumbuh kembang anak tidak bisa dipantau oleh orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada hubungan status perkerjaan ibu dengan pencapaian perkembangan motorik pada anak usia 5-7 tahun. Metode penelitian ini kuantitatif dengan cross sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 130 responden. Analisis hubungan antara Status Pekerjaan Ibu dengan Pencapian Perkembangan Motorik Anak menggunakan rumus Person chi-Square dengan taraf signifikan α 5% dengan nilai P Value  0.371 > α 0,05 yang berarti tidak ada hubungan Status Pekerjaan Ibu dengan Pencapaian Perkembangan Motorik Anak Usia 5-7 Tahun. Kualitas dalam pengasuhan anak menjadi hal yang paling diperlukan untuk setiap orang tua. Komunikasi dengan pihak lain yang terlibat seperti guru di sekolah menjadi salah satu upaya untuk memantau perkembangan anak di sekolah.

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): Volume 15 Nomor 1 Vol 14, No 4 (2025): Volume 14 Nomor 4 Vol 14, No 3 (2025): Volume 14 Nomor 3 Vol 14, No 2 (2025): Volume 14 Nomor 2 Vol 14, No 1 (2025): Volume 14 Nomor 1 Vol 13, No 4 (2024): Volume 13 Nomor 4 Vol 13, No 3 (2024): Volume 13 Nomor 3 Vol 13, No 2 (2024): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2024): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 4 (2023): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2023): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2023): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2023): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 4 (2022): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2022): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2022): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2022): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 3 (2021): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2021): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2021): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2020): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2020): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2 Vol 8, No 4 (2019): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2019): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 1 (2019): Volume 8 Nomor 1 Vol 8, No 2 (2019): Volume 8 Nomor 2 Vol 7, No 4 (2018): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2018): Volume 7 Nomor 3 Vol 6, No 4 (2017): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2017): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2017): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2017): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 3 (2016): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2014): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2014): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2014): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2013): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2013): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2013): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2013): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2012): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2012): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2012): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2012): Volume 1 Nomor 1 More Issue