cover
Contact Name
Fitri eka sari
Contact Email
fitriekasari19@gmail.com
Phone
+6281379663738
Journal Mail Official
fitriekasari19@gmail.com
Editorial Address
http://www.ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/duniakesmas/about/contact
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Dunia Kesmas
ISSN : 23016604     EISSN : 25493485     DOI : DOI: https://doi.org/10.33024/jdk.v10i1
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Dunia Kesmas was published by the Faculty of Public Health, Malahayati University with a professional organization of Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat (PDKM). This journal contains articles from research, critical analytical studies in the field of public health (Epidemiology, Biostatistics, Environmental Health, Health Promotion, Reproductive Health, Public Health Nutrition, Administration and Health Policy, Occupational Safety Health).
Articles 519 Documents
PERBEDAAN METODE PENYULUHAN LEAFLET DAN DISKUSI KELOMPOK TERHADAP PENEMPELAN STIKER PROGRAM PERENCANAAN PERSALINAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI (P4K) DI DESA Siti Rohma Perbasya; Fitri Ekasari; Marinah Marinah
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 1, No 3 (2012): Volume 1 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v1i3.335

Abstract

Salah satu upaya yang dilakukan adalah mendekatkan jangkauan pelayanankesehatan kepada masyarakat melalui Program Perencanaan Persalinan dan PencegahanKomplikasi (P4K). Berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar (Rinkesdas) 2007mencatat kepemilikan P4K dengan stiker baru 24,3% dan untuk provinsi Lampungsebesar 22,6%. Sedangkan di Kabupaten Lampung Selatan khususnya di Desa NeglasariWilayah Kerja Puskesmas Katibung belum pernah dilakukan evaluasi terhadappelaksanaan P4K dengan stiker. Tujuan penelitian adalah perbedaan metode penyuluhanleaflet dan diskusi terhadap penempelan stiker P4K (Program Perencanaan Persalinandan Pencegahan Komplikasi) di Desa Neglasari Wilayah Kerja Puskesmas KatibungKabupaten Lampung Selatan Tahun 2012.Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen dengan desain “Nonequivalencontrol group design”. Populasi seluruh ibu hamil di Desa Neglasari Wilayah KerjaPuskesmas Katibung Kabupaten Lampung Selatan pada bulan Februari tahun 2012sebanyak 40 ibu hamil. Sampel 40 responden. Analisis data yang digunakan yaitu uji ChiSquare.Hasil penelitian menunjukkan distribusi frekuensi responden yang mendapatkanpenyuluhan dengan metode diskusi dan leaflet masing-masing sebanyak 20 responden(50,0%). Responden melakukan penempelan stiker P4K sebanyak 22 responden(55,0%). Ada perbedaan metode penyuluhan leaflet dan diskusi terhadap penempelanstiker P4K di Desa Neglasari Wilayah Kerja Puskesmas Katibung Kabupaten LampungSelatan Tahun 2012 (p value 0,026 OR 5,571). Saran bagi petugas kesehatan agarmeningkatkan penyuluhan terutama dengan menggunakan metode diskusi sehinggadapat meningkatkan angka penempelan stiker P4K.Kata Kunci : Diskusi Kelompok, leaflet, penempelan stiker P4K
HUBUNGAN PERSEPSI INDIVIDU TERHADAP PERILAKU MENGGOSOK GIGI PADA SISWA SDN 3 GUNUNG TERANG BANDAR LAMPUNG 2015 Rachmat Hidayat; Lolita Sari; Fitri Ekasari
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v5i2.463

Abstract

Data UKS Puskesmas Segala Mider 2014, SD Negeri 2 Gunung Terang ada 90% siswa dengan kasus karies gigi dan jarang menggosok gigi. Sedangkan SD Negeri 3 Segala Mider yang mengalami karies gigi sebanyak 85%. SD Negeri 1 Langkapura 80% karies gigi, sedangkan SD negeri 2 Langkapura 70%. Persentase terbesar adalah SD Negeri 3 (Profil Puskesmas Segala Mider, 2013). Hasil Pre survey di SD Negeri 3 didapatkan 53,33% mengalami karies gigi.Penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh siswa SD Negeri 3 Gunung Terang Bandar Lampung 171, dengan sampel total populasi. Analisa data menggunakan uji Chi Square dan regresi logistik, dengan derajat kepercayaan 95%.Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan persepsi individu tentang perilaku menggosok gigi (p = 0,057), ada hubungan persepsi keseriusan (p= 0,016, OR = 2,292), besarnya manfaat daripada kerugian menggosok gigi (p = 0,001, OR = 3,176), dan motivasi tindakan terhadap perilaku menggosok gigi (p-value = 0,028, OR = 2,161). Variabel persepsi besarnya manfaat daripada kerugian menggosok gigi merupakan faktor yang paling dominan pengaruhnyaterhadap perilaku menggosok gigi (p = 0,000, OR = 3,247). Saran perlu lebih meningkatkan penyuluhan dengan memberikan leaflet tentang cara menggosok gigi yang baik dan benar, serta menempelkan gambar atau poster tentang akibat yang timbul bila para siswa tidak menggosok gigi di berbagai tempat.Kata Kunci : Persepsi Individu, Perilaku Menggosok Gigi.
Analisis Risiko Kegemukan Pada Remaja dan Dewasa Muda Purwo Setiyo Nugroho; Sudirman Sudirman
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 9, No 4 (2020): Volume 9 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v9i4.3238

Abstract

Indonesia mengalami permasalahan penyakit tidak menular, salah satunya adalah kegemukan pada remaja yang tercatat mengalami peningkatan menurut Riset Kesehatan Dasar tahun 2010 dan 2013. Hasil survey pendahuluan di sebuah Puskesmas tercatat sekitar 200 siswa mengalami kegemukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko kejadian kegemukan pada remaja dan dewasa muda di Kota Samarinda. Desain penelitian penelitian ini menggunakan Cross Sectional dengan bantuan Google Form dalam pengambilan data penelitian ditengan pandemic COVID-19. Jumlah sampel pada penelitian ini sejumlah 416 responden yang berumur 13-24 tahun. Analisis statistik Chi Square digunakan untuk menjawab tujuan peneitian. Hasil penelitian didapatkan bahwa variabel status orang tuan yang memilik kegemukan berisiko terjadinya kegemukan ada remaja dan dewasa muda (p-value 0.034, OR 1.629, CI 95% 1.058-2.506). Kegemukan pada remaja dan dewasa muda cenderung dikarenakan perilaku orang tua yang berperilaku hidup kurang sehat sehingga perlu adanya edukasi kepada orang tua melalui media yang terjangkau agar hidup berperilaku sehat karena akan mempengaruhi status kegemukan pada anak, dalam hal ini yang dimaksud adalah remaja dan dewasa muda.
KEPEMIMPINAN, MOTIVASI, PELATIHAN, DAN INSENTIF DENGAN KINERJA PETUGAS DALAM PENEMUAN KASUS TB PARU DI KABUPATEN TANGGAMUS 2014 Bambang Nurwanto; Ahcmad Farich; samino samino
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v4i2.431

Abstract

Tuberkulosis (TB) secara global merupakan masalah kesehatan masyarakat di semua negara. Prevalensi TB di Kabupaten Tanggamus 2014 mencapai 908 kasus, meningkat dari 2013 (899 kasus), sementara cakupan penemuan kasus TB positif CDR 2011 berjumlah 399 kasus (46,3%), 2012 berjumlah 329 kasus (33,9%) dan 383 kasus (42,6%) pada tahun 2013, sedangkan target nasional 70%. Diduga hal tersebut dikarenakan kinerja petugas yang rendah. Tujuan penelitian ini untuk diketahuinya hubungan kepemimpinan, motivasi, pelatihan, dan insentif dengan kinerja petugas dalam penemuan kasus TB Paru di Kabupaten Tanggamus 2014.Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi petugas TB paru di seluruh Puskesmas Kabupaten Tanggamus, 120 orang. Sampel total populasi. Alat pengumpul data kuesioner dan observasi. Analisis data univariat, bivariat, dan multivariat.Hasil penelitian menunjukkan: 1) tidak ada hubungan kepemimpinan dengan kinerja (p=0.061); 2) ada hubungan motivasi dengan kinerja (p=0.014); 3) ada hubungan pelatihan dengan kinerja (p=0.018); 4) ada hubungan insentif dengan kinerja (p=0.045); dan 5) variabel yang paling dominan yaitu motivasi (OR=3.078). kesimpulan ada hubungan motivasi, pealtihan, insentif dengan kinerja.Kata kunci : Kepemimpinan, Motivasi, Pelatihan, Insentif, Kinerja
ANALISIS HUBUNGAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN DIINSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RS PERTAMINA BINTANG AMIN LAMPUNG Fitri Ekasari; Samino Samino; Risnawati Risnawati
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 8, No 2 (2019): Volume 8 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v8i2.2400

Abstract

Salah satu tujuan Rumah Sakit adalah kepuasan pasien. Pengukuran tingkat kepuasan pasien mutlak dalam upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan. IGD merupakan gerbang utama pelayanan kegawatdaruratan di Rumah Sakit yang membutuhkan penanganan cepat, tepat dan cermat. Melalui Tim Survey RS Pertamina Bintang Amin merupakan RS rujukan di Bandar Lampung yang menyatakan bahwa kepuasan pasien di IGD masih kurang dari nilai standar yaitu >70%. Tujuan peneilitian ini adalah mengetahui Hubungan Mutu Pelayanan Kesehatan dengan Kepuasan Pasien di RS Pertamina Bintang Amin tahun 2017. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif yang menggunakan rancangan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang berobat ke IGD RS Pertamina Bintang amin dengan jumlah sampel 148 pasien. Pengumpulan data dengan cara membagikan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi, analisis bivariat menggunakan uji Chi Square (X2) dan analisis multivariat menggunakan Uji Regresi Logistik Ganda. Hasil penelitian diperolah responden yang puas dengan pelayanan di IGD RSPBA ada 87 pasien (58,8%) sedangkan 61 pasien (41,2%) menjawab tidak puas dengan pelayanan di IGD. Mutu pelayanan kesehatan dalam dimensi tangibel dengan p-value (0,02), reliability dengan p-value (0,002) , responsiveness dengan p-value (0,00), assurance dengan p-value (0,04 )dan  emphaty dengan p-value (0,04)  memiliki hubungan dengan kepuasan pasien di IGD RSPBA dengan p-value < α (0,05). Responsiveness dan Reliability merupakan dimensi yang dominan terhadap kepuasan pasien tetapi tidak ada interaksi karena nilai p-value responsiveness by reliability (0,395) >p-value 0,25. Responsiveness memililiki nilai p-value 0,000 dan OR=5,237 sehingga dapat diasumsikan bahwa responsiveness berpengaruh besar terhadap kepuasan pasien. Saran bagi RSPBA adalah penambahan jumlah SDM baik medis dan non medis, meningkatkan komunikasi terapeutik dan dilakukannya system online pada bagian IT untuk mempermudah pendaftaran melakukan registrasi pasien untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di IGD RS Pertamina Bintang Amin. Kata kunci    : Analisis Hubungan, Tangibel, Reliability, Responsiveness,  Assurance, Emphaty, Kepuasan Pasien.
FAKTOR-FAKTOR RISIKO INFEKSI NOSOKOMIAL PADA LUKA OPERASI BERSIH DI RUANG PERAWATAN BEDAH RS YUKUM MEDICAL CENTER KABUPATEN LAMPUNG TENGAH PROVINSI LAMPUNG David Yunizar; Sugeng Juwono Mardihusodo; Zaenal Abidin
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 2, No 2 (2013): Volume 2 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v2i2.358

Abstract

Infeksi nosokomial sangat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan secaramenyeluruh yang dapat meningkatkan morbiditas, mortalitas, hari rawat penderita yanglama, dan beban biaya menjadi semakin besar. Tujuan penelitian tesis ini adalah untukmenganalisis dan menyimpulkan faktor endogen dan eksogen yang berhubungan denganFaktor-faktor risiko infeksi nosokomial pada luka operasi bersih di ruang perawatanbedah RS Yukum Medical Center Kabupaten Lampung Tengah.Jenis penelitian ini adalah penelitian survei analitik, yaitu pengumpulan datadiambil langsung dari sumber primer. Populasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalahpasien jenis operasi bersih di Ruang perawatan Rumah Sakit Yukum Medical CentreKabupaten Lampung Tengah sebanyak 30–40 orang perbulan, dengan sampel sebanyak60. Teknik pada penelitian ini adalah uji Chi Square (X2) dan analisis multivariatdilakukan pengujian secara bersama-sama sehingga dapat dilihat variabel mana yangpaling berhubungan dengan infeksi nosokomial pada luka post operasi bersih.Hasil penelitian didapatkan hasil uji interaksi umur dan penyakit penyertaterhadap terjadinya infeksi nosokomial pada luka operasi bersih di Ruang PerawatanBedah RS Yukum Medical Center Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2012 merupakanvariabel yang paling dominan yang menyebabkan terjadinya infeksi nosokomial denganp-value = 0,032 dan p-value = 0,000. Saran, Hasil penelitian ini diharapkan dapatmemberikan masukan untuk pengambilan kebijakan manajemen Rumah Sakit YukumMedical Center dalam pengendalian faktor-faktor yang dapat mempengaruhi terjadinyainfeksi nosokomial pada luka operasi bersih.Kata Kunci : Kejadian, Faktor, Infeksi Nosokomial
HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN PENYAKIT KECACINGAN PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI DUSUN PANGKUL TENGAH DESA MULANG MAYANG KECAMATAN KOTABUMI SELATAN, KABUPATEN LAMPUNG UTARA Dina Dwi Nuryani; Ima Yustitia
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 6, No 2 (2017): Volume 6 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v6i2.486

Abstract

Penyakit infeksi masih merupakan masalah kesehatan utama di dunia, terutama di negara tropis dan sedang berkembang, termasuk di Indonesia. Di antara penyakit infeksi, ternyata hingga saat ini penyakit kecacingan terkesan kurang mendapat perhatian dari masyarakat. Angka prevalensi cacingan di Indonesia mencapai 28,12% sedangan target kecacingan di Indonesia < 20% Tujuan penelitian diketahui Diketahui hubungan personal hygine (mencuci tangan, kuku tangan dan penggunaan alas kaki) dengan kecacingan pada anak sekolah dasar. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional, Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak SD kelas 4-6 di Dusun Pangkul Tengah Desa Mulang Jaya. Populasi berjumlah 78 orang dengan jumlah sampel total sampling (78). Analisa data menggunakan chi-square, dengan derajat kepercayaan 95%.Hasil Penelitian menunjukan bahwa hanya 8 (10,3%) menderita kecacingan. Sebagian besar responden mencuci tangan baik (64,1%), kebersihan kuku tangan dalam kategori bersih sebesar 73,1%, dan yang menggunakan alas kaki sebesar 67,9%. Ada hubungan mencuci tangan (p=0,022; OR 6,5), kebersihan kuku tangan (p=0,029; OR 5,6), dan penggunaan alas kaki (p=0,012; OR 8,0) dengan penyakit kecacingan pada anak sekolah dasar di Dusun Pangkul Tengah Desa Mulang Maya Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara. Disarankan pada petugas kesehatan peningkatan pengetahuan masyarakat khusus nya pada anak sekolah dasar tentang kebersihan diri, melalui promosi kesehatan atau penyuluhan yang dapat diberikan pada saat kegiatan pramuka, PMR, dan lain-lain atau dapat juga membina anak sekolah dasar dari masyarakat yang dapat mentransfer pengetahuan kesehatan kepada anak yang lain.Kata kunci : Penyakit kecacingan, personal hygiene
Hubungan Kecemasan, Pengetahuan, dan Interaksi dengan Stigma Perawat terhadap Pasien HIV/AIDS di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Nurul Aryastuti; Dhiny Easter Yanti; Renitasari Renitasari
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 10, No 1 (2021): Volume 10 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v10i1.2910

Abstract

Stigma perawat pada Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) dapat menurunkan kualitas layanan kesehatan pasien HIV/AIDS. Data di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung diketahui kasus HIV/AIDS dirawat tahun 2016 sampai 2018 meningkat (189 orang, 195 orang, 343 orang). Salah satu cara meningkatkan kualitas hidup ODHA dengan menghilangkan stigma dan diskriminasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kecemasan, pengetahuan, dan interaksi dengan stigma perawat terhadap pasien HIV/AIDS di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2020. Jenis penelitian menggunakan rancangan survey analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah perawat di ruang Anyelir, Nuri, PBH, Mahammunyai, dan Sudhanirmala A RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung sejumlah 109 perawat. Sampel sebanyak 97 perawat diambil dengan teknik simple random. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi square. Hasil Penelitian didapatkan stigma perawat sebagian besar negatif sebanyak 52 (53,6%); sebagian besar kecemasan perawat dalam batas normal sebanyak 64 (66%); sebagian besar perawat memiliki pengetahuan rendah sebanyak 85 (87,6%); sebagian besar perawat memiliki interaksi baik sebanyak 57 (58,8%). Ada hubungan antara kecemasan perawat dengan stigma perawat terhadap pasien HIV/AIDS (p value=0,039, OR=2,78); Ada hubungan antara interaksi dengan stigma perawat terhadap pasien HIV/AIDS (p value=0,12, OR=3,21). Pihak manajemen rumah sakit diharapkan dapat memfasilitasi perawat melalui seminar atau pelatihan tentang HIV/AIDS secara berkala agar dapat meningkatkan layanan atau asuhan keperawatan dalam penatalaksanaan pasien HIV/AIDS sehingga dapat menghilangkan stigma negatif terhadap pasien dengan HIV/AIDS.
HUBUNGAN POLA ASUH IBU DALAM PRAKTIK PEMBERIAN MAKAN DENGAN STATUS GIZI BALITA USIA 6 – 24 BULAN DI KAMPUNG TEMPURAN KECAMATAN TRIMURJO TAHUN 2012 Marina Susanti; Samino Samino; Dina Dwi Nuryani
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 1, No 2 (2012): Volume 1 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v1i2.326

Abstract

Prevalensi gizi kurang menurut BB/TB hasil Riskesdas tahun 2010 Provinsi Lampungadalah 13,6%. Di Kampung Tempuran lebih dari 50% ibu balita kurang tepat dalampraktik pemberian makan untuk anaknya. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinyahubungan pola asuh Ibu dalam praktik pemberian makan dengan status gizi balita usia6-24 bulan di Kampung Tempuran tahun 2012.Populasi penelitian ini adalah semua ibu yang mempunyai balita usia 6 – 24 bulandan bertempat tinggal di Kampung Tempuran. Sampel berjumlah 80 orang (40 kasus dan40 kontrol). Teknik pengambilan sampel kontrol dilakukan dengan purposive sampling.Penelitian ini bersifat analitik menggunakan pendekatan case control dan uji statistik chisquare.Berdasarkan hasil penelitian, pola asuh ibu dalam praktik pemberian makan padakelompok kasus 80% diberi makanan prelaktal,67,5% tidak diberi kolostrum, 90% tidakASI Ekslusif, 72,5% pemberian MP-ASInya tidak baik, dan 82,5% penyapihannya tidakbaik. Hasil perhitungan menunjukkan adanya hubungan antara pola asuh ibu dalampraktik pemberian makan dengan status gizi balita usia 6-24 bulan (makanan prelaktalp-value = 0,000 dan OR = 18,857, praktik pemberian kolostrum p-value = 0,029 dan OR= 4,333, praktik pemberian ASI Eksklusif p-value = 0,000 dan OR = 11,000,praktik pemberian MP-ASI p-value = 0,000 dan OR = 23,727, praktik penyapihan pvalue= 0,000 dan OR = 33,000). Disarankan agar penyuluhan yang lebih intensiftentang praktik pemberian makan pada balita bagi masyarakat, diaktifkannya kelas ibudan pemanfaatan pekarangan rumah.Kata kunci : pola asuh ibu, praktik pemberian makan, status gizi
HUBUNGAN HYGIENE IBU DAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI PUSKESMAS KEDONDONG KABUPATEN PESAWARAN 2015 Aprianita Aprianita; Lolita Sari; Khoidar Amirus
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v5i1.454

Abstract

Diare merupakan penyebab utama kematian anak balita kedua dimana jumlah kematian akibat Diare setiap tahunnya adalah 760.000 kasus. Kasus diare balita 0 - 5 tahun pada 2011-2013 tertinggi berada di wilayah kerja Puskesmas Kedondong sejumlah 1.282 kasus (60,24%) meningkat menjadi 1.396 kasus (72,33%) pada 2012 dan makin meningkat pada 2013 menjadi 1.655 kasus (77,48%). Tingginya angka kesakitan diare di Puskesmas Kedondong tidak terlepas dari adanya faktor risiko diare yaitu keadaan sanitasi lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya gambaran dan hubungan hygiene ibu dan sanitasi lingkungan dengan kejadian diare pada balita di Puskesmas Kedondong Kabupaten Pesawaran tahun 2015. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Objek penelitian adalah 199 ibu yang memiliki balita di wilayah kerja Puskesmas Kedondong. Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2015. Uji yang digunakan Chi square, dengan derajat kepercayaan 95% (α=0,05).Hasil penelitian menunjukkan, dari 199 responden terlihat bahwa sebanyak 132 (66,3%) terkena Diare, 129 (64,8%) memiliki hygiene tidak baik, 95 (47,7%) memiliki sarana air minum tidak baik, 116 (58,3%) keberadaan sampah tidak baik. Ada hubungan yang bermakna antara hygiene ibu (p = 0,001 OR= 7,7), sarana air minum (p=0,001 OR=6), keberadaan sampah (p= 0,001 OR = 9,7) dengan kejadian Diare Balita.Disarankan pada Puskesmas Kedondong agar dapat melakukan penyuluhan dengan demonstrasi cara CTPS dan waktu CTPS yang benar, cara penjernihan/pengendapan air rumah tangga dengan cara sederhana, mengingatkan pada masyarakat agar merebus air minum hingga mendidih selama 10 menit. Menyediakan kotak sampah tertutup dalam dan luar rumah dengan melakukan pemisahan jenis sampah.Keywords: Diarrhea, Children, Sanitation

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): Volume 15 Nomor 1 Vol 14, No 4 (2025): Volume 14 Nomor 4 Vol 14, No 3 (2025): Volume 14 Nomor 3 Vol 14, No 2 (2025): Volume 14 Nomor 2 Vol 14, No 1 (2025): Volume 14 Nomor 1 Vol 13, No 4 (2024): Volume 13 Nomor 4 Vol 13, No 3 (2024): Volume 13 Nomor 3 Vol 13, No 2 (2024): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2024): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 4 (2023): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2023): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2023): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2023): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 4 (2022): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2022): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2022): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2022): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 3 (2021): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2021): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2021): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2020): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2020): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2 Vol 8, No 4 (2019): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2019): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 1 (2019): Volume 8 Nomor 1 Vol 8, No 2 (2019): Volume 8 Nomor 2 Vol 7, No 4 (2018): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2018): Volume 7 Nomor 3 Vol 6, No 4 (2017): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2017): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2017): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2017): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 3 (2016): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2014): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2014): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2014): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2013): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2013): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2013): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2013): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2012): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2012): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2012): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2012): Volume 1 Nomor 1 More Issue