cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
PENYULUHAN KESEHATAN PENANGANAN RESIKO ANAK TERSEDAK DI DUSUN 02 ARYO JIPANG KELURAHAN SUKAJAYA LEMPASING LAMPUNG SELATAN TAHUN 2019 Rilyani Rilyani; Setiawati Setiawati; Rahma Elliya; Riska Wandini
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v2i2.2095

Abstract

ABSTRAK Tersedak merupakan kondisi tersumbatnya saluran pernafasan oleh benda asing yang berupa makanan, mainan, dan lain-lain. Tersedak dapat terjadi bila makanan atau benda asing yang seharusnya menuju kerongkongan tetapi malah berakhir di tenggorokan karena berbagai sebab. Ada sekitar 80 % AFB (aspirated foreign body) pada anak adalah disebabkan oleh bahan makanan. Dan ada sekitar 10% AFB (aspirated foreign body) itu disebabkan oleh benda logam dan mainan. Tujuannya denga memberikan penyuluhan tentang penanganan resiko anak tersedak di dusun 02 aryo jipang kelurahan sukajaya lempasing pesawaran lampung selatan. Metode penyuluhan menggunakan leaflet, lembar balik, dan mendemonstrasikan cara penanganan anak tersedak di rumah. Setelah dilakukan penyuluhan maka terdapat peningkatan ibu tentang cara penanganan anak tersedak di rumah. Kata Kunci : Tersedak, Kesehatan, Penyuluhan  ABSTRACT Choking is a condition of obstruction of the respiratory tract by foreign objects in the form of food, toys, and others. Choking can occur if food or foreign matter that is supposed to go into the esophagus but ends up in the throat for various reasons. There are around 80% of AFB (aspirated foreign body) in children due to food ingredients. And there are around 10% AFB (aspirated foreign body) that is caused by metal objects and toys. The aim is to provide counseling about the handling of the risk of choking children in 02 aryo jipang hamlet, sukajaya. lempasing village, pesawaran, southern Lampung. Extension methods use leaflets, flipcharts, and demonstrate how to handle choking children at home. After counseling, there is an increase in mothers about how to handle choking children at home. Keyword: Choking, Health, Counseling
Meningkatkan Pengetahuan Cara Menggosok Gigi Dengan Baik Dan Benar Melalui Penyuluhan Pada Anak Rudi Haryanto; Ria Setiasari; Eka Puji Hastuti; Aep Saepudin; Ati Rohmawati; Ifolisah Ifolisah; Nida Laila; Nurul Hijriah; Osrika Hotnasari Sitompul; Ratu Nurlaela; Rina Annisa; Riska Nur Wulandari; Sri Gristine; Yunianto Wibowo
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 2 April 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i2.3832

Abstract

ABSTRAK Kesehatan gigi dan mulut merupakan hal yang sangat penting karena buruknya kebersihan gigi dan mulut berhubungan dengan terjadinya resiko  penyakit lainnya seperti penyakit kardiovaskular. Anak usia sekolah merupakan golongan yang rentan mengalami masalah kesehatan pada gigi dan mulut. Selama pandemik COVID-19, terdapat berbagai hambatan dalam pemeriksaan rutin gigi anak, maupun dalam perawatannya. Tujuan kegiatan ini adalah dengan memberikan penyuluhan secara daring tentang pentingnya kebersihan gigi dan mulut serta cara menggosok gigi yang baik dan benar. Sehingga diharapkan dapat mengurangi resiko terjadinya kerusakan gigi pada anak, terutama selama pandemi COVID-19. Metode penyuluhan menggunakan presentasi power point dan menampilkan video cara menggosok gigi yang benar secara daring melalui aplikasi Google Meet dengan didampingi orangtua dan atau fasilitator proses demostrasi. Setelah dilakukan penyuluhan maka terdapat peningkatan pengetahuan anak-anak tentang cara menggosok gigi dengan baik dan benar. Kata Kunci : Kebersihan gigi dan mulut , penyuluhan daring, pandemi  ABSTRACTOral health is very important because poor oral hygiene is associated with the risk of other diseases such as cardiovascular disease. School-age children are a group that is prone to experiencing oral health problems. During the COVID-19 pandemic, there were various obstacles in routine dental examinations for children, as well as in their treatment. The aim of this activity is to provide courageous education about the importance of oral hygiene and how to brush teeth properly and correctly. So, it can reduce tooth decay in children, especially during the COVID-19 pandemic. The method we used was powerpoint presentations and displayed the video on how to brush teeth correctly through the Google Meet application accompanied by parents and or facilitators offline when demonstrating. The children's knowledge about how to brush their teeth properly was increased after the counseling. Keywords: oral hygiene, online counseling, pandemic
PENYULUHAN TENTANG DEMAM TIFOID DI SMA NEGERI 01 KOTABUMI LAMPUNG UTARA Djunizar Djamaludin; Setiawati Setiawati
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v1i2.31

Abstract

ABSTRACTTyphoid fever is a bacterial infection in humans caused by salmonella thypi disorder characterized by prolonged fever, abdominal pain, diarrhea, delirium, splenomegaly, and sometimes accompanied by complications of bleeding and bowel perforation. This bacterial spread through various way with 5 F: Food, Fingers, Vomitus, Flies and Feces. The predisposition of this disease is to buy their own food or snacks for daily consumption and usually occurs through consumption of food outside the home or in public places, if food or drinks are less clean. The purpose of this activity is expected it is expected that students be able to understand the importance of preventing the incidence of typhoid fever through a healthy lifestyle. This activity was carried out on Saturday, May, 28th, 2018 with a total of 32 students. Activities carried out with counseling method of the students about typhoid fever in Public Senior High School 01 Kotabumi, North Lampung by using LCD projector and leaflet. There was a significant effect on students’ knowledge before and after counseling. As a result of this counseling found that by providing education be able to improved knowledge, particularly relating to typhoid fever.Keywords: Typhoid fever, Level of Knowledge, Counseling
Penyuluhan Diabetes Mellitus Di Puskesmas Rawat Inap Sukaraja Bandar Lampung Rian Hazni; Ricki Gustiawan; Zulfian Zulfian; Sri Maria Puji Lestari; Resti Arania; Ni Putu Sudiadnyani
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 1 Februari 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i1.3728

Abstract

ABSTRAK Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2011 jumlah penderita diabetes melitus di dunia 200 juta jiwa, Indonesia menempati urutan keempat terbesar dalam jumlah penderita diabetes melitus di dunia setelah India, Cina,dan Amerika Serikat. Pada tahun 2011,terdapat sekitar 5,6 juta penduduk Indonesia yang mengidap diabetes mellitus. Sementara itu di Dinas Kesehatan Provinsi Lampung tercatat bahwa pada tahun 2014 persentase penderita DM tipe II sejumlah 1,5% per 100.000 atau sebanyak 5.560. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan akan pentingnya menjaga kesehatan untuk mencegah terjadinya Diabetes Mellitus. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu penyuluhan kepada masyarakat yang mengunjungi Puskesmas Rawat Inap Sukaraja Bandar Lampung. Pelaksanaan kegiatan dibantu oleh mahasiswa FK Universitas Malahayati Bandar Lampung pada 22 Desember 2020. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan masyarakat sehingga dapat disimpulkan bahwa penyuluhan pada masyarakat sangat efektif. Kata Kunci: Penyuluhan, Diabetes Melitus, Masyarakat ABSTRACT According to the World Health Organization (WHO) in 2011 the number of diabetes mellitus sufferers in the world was 200 million people, Indonesia was fourth in the number of diabetes mellitus sufferers in the world after India, China and the United States. In 2011, there were approximately 5.6 million Indonesians who had diabetes mellitus. Meanwhile in the Lampung Provincial Health Office, it was recorded that in 2014 the proportion of people with type II DM was 1.5% per 100,000 or as much as 5,560. The purpose of this activity is to increase knowledge about maintaining health to prevent Diabetes Mellitus. The method used in this activity was counseling to the public who visited the Sukaraja Bandar Lampung Puskesmas. Implementation of activities assisted by students of FK Malahayati University in Bandar Lampung on December 22, 2020. The result of this activity is public knowledge so it can be ignored that community education is very effective. Keywords: Counseling, Diabetes Mellitus, community 
Pemberian Suplemen Jahe Merah Dan Senam Kaki Diabetik Bagi Jamaah Masjid Alam Semesta (MAS) Sempaja Samarinda Mayusef Sukmana; Ida Ayu Kade Sri Widiastuti; Endang Sawitri; Nurul Hasanah; Muhammad Aminuddin; Iwan Samsugito; Anik Puji Rahayu; Azi Surya Kurniawan; Yoga Bowo Leksono; Syaiful Yanwar
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i5.4310

Abstract

ABSTRAK Pelaksanaan kegiatan ibadah di masjid memiliki risiko terjadinya penularan covid-19. Upaya yang dilakukan mencegah penularan selain menerapkan protokol kesehatan adalah dengan meningkatkan imunitas dan meningkatkan kebugaran jamaah masjid melalui pemberian jahe dan senam kaki diabetic. Pengabdian masyarakat bertujuan jamaah masjid Alam Semesta Sempaja Samarinda mampu mempraktikan senam kaki diabetik dan meminum jahe dalam rangka meningkatkan kebugaran dan imunitas tubuh. Metode yang digunakan adalah mendemontrasikan senam kaki diabetic, senam bersama, edukasi manfaat jahe, meminum jahe bersama dan membagikan jahe untuk 7 hari. Kegiatan menerapkan protokol kesehatan melalui pengukuran suhu dan membagikan masker, Kegiatan dikuti oleh seluruh jamaah Masjid Alam Semesta Sempaja berjumlah 80 orang. Para jamaah mampu melakukan senam kaki diabetic dan rutin meminum jahe.    Kata kunci : Senam Kaki Diabetic, Jahe ABSTRACT The implementation of worship activities in mosques has a risk of covid-19 transmission. Efforts made to prevent transmission in addition to implementing health protocols are to increase immunity and improve the fitness of mosque’s congregations through the provision of ginger water and diabetic foot exercises. Community service aims at the congregation of the Alam Semesta Sempaja Samarinda mosque to be able to practice diabetic foot exercises and drink ginger water in order to improve fitness and immunity. The method used was to demonstrate diabetic foot exercise, doing the exercise together, educate the benefits of ginger water, drink ginger water together and distribute ginger water for 7 days. The activity of implementing health protocols by measuring temperature and distributing masks, this activity was attended by 80 congregations of the Alam Semesta Sempaja Mosque. The congregation is able to do diabetic foot exercises and drink ginger water regularly. Keyword: Diabetic Foot Gymnastics, Ginger Water
Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil Melalui Pendidikan Kesehatan Tentang Anemia Dan Penatalaksanaanya Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Pembantu Waso Ruteng Kab. Manggarai Nusa Tenggara Timur Reineldis Elsidianastika Trisnawati; Putriatri K. Senudin; Fortunata Armalan
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v3i2.3186

Abstract

Anemia pada Ibu hamil sangat terkait dengan mortalitas dan morbiditas pada ibu dan bayi, termasuk resiko keguguran, lahir mati, prematuritas, dan berat bayi lahir rendah. Pada ibu hamil, anemia yang paling banyak terjadi adalah anemia defisiensi zat besi serta asam folat dan vitamin B12 sehingga dibutuhkan pemberian makanan yang mengandung protein, zat besi, asam folat, dan vitamin B12. Untuk mencegah terjadinya anemia pada ibu hamil, diperlukan nutrisi yang baik dengan mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi seperti sayuran berdaun hijau, daging merah, sereal, telur, dan kacang tanah dapat membantu memenuhi kebutuhan zat besi. Kegiatan pendidikan kesehatan tentang anemia pada ibu hamil ini bertujuan agar dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya ibu hamil tentang anemia pada kehamilan dan penatalaksanannya, sehingga kejadian anemia pada ibu hamil dapat diatas. Kegiatan pendidikan kesehatan ini penyajian materi menggunakan leaflet dan lembar balik dengan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab. Dari pengamatan sejak dimulai sampai berakhirnya kegiatan, semua peserta ibu hamil yang ikut sangat antusias dan aktif selama kegiatan berlansung dan ibu mampu memahami materi yang disampaikan. Kata Kunci: anemia, kehamilan, pendidikan kesehatan  ABSTRACT Anemia in pregnant women is strongly associated with maternal and neonatal mortality and morbidity, including the risk of miscarriage, stillbirth, prematurity, and low birth weight. In pregnant women, the most common anemia is iron deficiency anemia and folic acid and vitamin B12, so it is necessary to provide food containing protein, iron, folic acid and vitamin B12. To prevent anemia in pregnant women, good nutrition is needed by eating foods that contain iron such as green leafy vegetables, red meat, cereals, eggs, and peanuts to help meet iron needs. This health education activity about anemia in pregnant women aims to increase public knowledge, especially pregnant women, about anemia in pregnancy and its management, so that the incidence of anemia in pregnant women can be above. This health education activity presents material using leaflets and flipcharts with the method of lecturing, discussion and question and answer. From observations from the start to the end of the activity, all pregnant women participants were very enthusiastic and active during the activity and the mothers were able to understand the material presented. Keywords: anaemia, pregnancy, health education
Tehnik Peningkatan Imunitas Jiwa dan Penerapan Protokol Kesehatan dalam Persiapan Kegiatan Pembelajaran Saat New Normal Era Bagus Dwi Cahyono; Nurul Huda; Evy Aristawati
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i4.4007

Abstract

ABSTRAK Kondisi pandemic Covid-19 merubah dunia, hal yang tidak lazim menjadi lazim. Semua kegiatan dilakukan dari rumah, hal ini memicu seseorang mengalami stress dan menurunkan imun dalam tubuh. Kondisi pandemic memaksa remaja melakukan semua kegiatan di rumah.  Remaja rentan mengalami stress, hal ini bisa menurunkan daya tahan tubuhnya dan lebih rentan sakit. Jika remaja sering mengalami sakit, maka akan mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangannya. Orang tua memiliki peranan penting dalam menjaga kondisi anaknya. Pandemic Covid-19 mengharuskan pembelajaran dilakukan secara online, tapi di Madin Al Muhajirin pembelajaran dilakukan dengan tatap muka karena sudah masuk zona hijau. Pemberian pengetahuan dan latihan tehnik peningkatan imunitas jiwa serta penerapan protocol kesehatan dalam kegiatan pembelajaran saat new normal era adalah hal yang harus segera dilakukan agar santri memiliki pengetahuan serta terampil menerapkan terapi aktivitas kelompok serta penerapan protocol kesehatan baik dilakukan di rumah maupun di lingkungan madrasah diniyah. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah penyuluhan pada 27 santri. Hasil evaluasi sebagian besar santri (80%) memahami dan mengerti tentang dan mampu mempraktekkan cara cuci tangan, menggunakan masker dan melepas masker, serta melakukan kegiatan terapi aktivitas kelompok. Kata Kunci : imunitas jiwa, protokol kesehatan, pembelajaran new normal  ABSTRACT The conditions of the Covid-19 pandemic have changed the world; things that are not uncommon are becoming commonplace. All activities are carried out from home; this triggers a person to experience stress and lowers immunity in the body. Pandemic conditions force teenagers to do all activities at home. Teenagers are prone to anxiety; this can reduce their immune system and are more prone to illness. If adolescents often experience illness, it will affect the process of growth and development. Parents have an essential role in maintaining the condition of their children. The Covid-19 pandemic requires learning to be done online, but at Madin Al Muhajirin, learning is done face-to-face because it has entered the green zone. Giving knowledge and training in mental immunity enhancement techniques and implementing health protocols in learning activities during the new normal era must be done immediately so that students can implement group activity therapy and implement health protocols both at home and in Madrasah Diniyah circles. The method used in this service was counseling 27 students. The results of the evaluation most of the students (80%) understand and understand about and can practice how to wash hands, use masks and remove masks, and carry out group therapy activities. Keywords: mental immunity, health protocol, new normal learning
Pengelolaan Posyandu Citra Sebagai Upaya Peningkatan Peran Serta Masyarakat Dalam Bidang Kesehatan Di RT 04 RW 12 Desa Jayaraga Tarogong Kidul Garut Udin Rosidin; Theresia Eriyani; Iwan Shalahuddin
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v3i2.2678

Abstract

Kegiatan PPM ini dilatarbelakangi dengan adanya penurunan kunjungan posyandu pada enam bulan terakhir. Kunjungan bayi dan balita yang biasanya 80 sd 90 % setiap bulannya  menurun menjadi 50 atau 60 %. Hal tersebut merupakan masalah kesehatan yang akan berdampak buruk pada kesehatan bayi/balita. Demikian halnya dengan kunjungan lansia,  kunjungan setiap bulanannya mengalami penurunan. Menurut hasil survey yang dilakukan oleh mahasiswa Program Bina Desa ditemukan adanya peranserta masyarakat yang rendah dalam kegiatan di posyandu. Hasil survey tersebut juga menunjukkan bahwa rata rata  pengetahuan masyarakat tentang posyandu sangat kurang. Memperhatikan hal tersebut kami mengadakan  musyawarah dengan tokoh masyarakat setempat, kader kesehatan, ketua RT 4, ketua RW 12, Kepala Desa Jayaraga dan kepala Puskesmas Haurpanggung. Dari pembahasan tersebut disepakati bahwa di RT 4 diperlukan beberapa kegiatan yang dapat meningkatkan peran serta masyarakat di posyandu. Kegiatan tersebut berupa penyuluhan tentang posyandu, mengelola posyandu dengan baik dan melakukan senam bersama di posyandu. Untuk melaksanakan kegiatan tersebut dilakukan pembagian tugas sebagai berikut : Pengelolaan posyandu dilakukan oleh dosen dan kader kesehatan, penyuluhan kesehatan oleh dosen dan mahasiswa program bina desa dan senam bersama dilaksanakan oleh mahasiswa bersama masyarakat. Sedangkan Puskesmas Haurpanggung mengadakan Puskesmas Keliling dan PMT disiapkan oleh Dharma Wanita Pusat Unpad.
Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Online Di Masa Pandemi Covid-19 Dan Tetap Menjaga Silaturahmi Ivanna Beru Brahmana; Yunita Furi Aristyasari
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 3 Juni 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i3.3597

Abstract

                     ABSTRAK Pandemi Covid-19 merupakan bencana yang terjadi tiba-tiba. Protokol stay at home dan social distancing diterapkan untuk mencegah penularan Covid-19. Nasyiatul ‘Aisyiyah (NA), kelembagaan sosial remaja putri, rutin pertemuan tiap satu-tiga bulan sekali. Bulan Romadhon yang biasanya diisi berbagai kegiatan berjamaah menjadi sulit dilakukan di masa pandemi ini. Pelaksanaan pengabdian ini menggunakan aplikasi whatsapp sebagai penghubung silaturahmi dan pertemuan rutin sekaligus mensosialisasikan pentingnya kesehatan reproduksi bagi remaja. Whatsapp (wa) sebagai media sosial akrab digunakan oleh remaja. Tujuan memanfaatkan wa sebagai sarana menimba ilmu dan silaturahmi di masa pandemi. Urutan metode pelaksanaan meliputi pengisian daftar hadir dengan google form, dilanjutkan pretest. Kemudian dilanjutkan dengan ceramah beserta tanya jawab yang dipandu moderator melalui chat dan voice note whatsapp. Tahap akhir diisi dengan post-test oleh peserta. Ceramah kesehatan reproduksi dengan powerpoint wa dan penjelasan materi dengan voice note, diakhiri posttest. Tercatat 35 peserta mengisi lengkap google form dan 4 orang tidak lengkap. Total 39 peserta merupakan 90,7% (39/43) dari anggota NA. Pretest diikuti 48,72% (19/39), posttest 53,85% (21/39) peserta, 80% peserta mengusulkan pertemuan online via wa tiap bulan, dan 20% pertemuan cukup dua bulan sekali. Seluruh peserta merasa wa bisa sebagai solusi tetap terjalinnya silaturahmi dan wahana edukasi yang berkesinambungan di masa bencana pandemi ini. Protokol kesehatan pun tetap bisa dijalankan. Simpulan yang dapat diambil adalah edukasi kesehatan dan silaturahmi tetap bisa dijalankan di masa bencana pandemi ini, dengan memanfaatkan wa. Kata Kunci : Covid-19, edukasi, silaturahmi, whatsapp                     ABSTRACT The Covid-19 pandemic has led to the emergence of several new regulations in society that aim to prevent the transmission of the virus. These regulations, namely the stay at the home and social distancing. These regulations change several activities in society. One of the regular meetings for young women named Nasyiatul 'Aisyiyah has an agenda of meeting once every three months. Meanwhile, the month of Ramadan is usually filled with various congregational activities so that it is difficult to carry out during the pandemic. The implementation of this community service uses WhatsApp as a liaison for friendship and regular meetings as well as socializing the importance of reproductive health for adolescents. The sequence of methods includes filling in the attendance list with google form, followed by pretest. Then proceed with a lecture along with discussion guided by the moderator through chat and voice notes. The final stage is filled with post-tests by the participants. Register attendance by filling in the google form and pre-test. The reproductive health lecture by sharing material through PowerPoint and explanation of the material with voice notes then ended with a post-test. It was recorded that 35 participants filled out the complete google form and 4 people were incomplete. Participants who took part in the activity were 39 (90.7%) (39/43) of NA members. The pre-test was followed by 48.72% (19/39), post-test 53.85% (21/39) of participants, 80% of participants suggested online meetings via WhatsApp every month, and 20% of meetings were sufficient every two months. This study concludes that health education and friendship can be carried out during a pandemic by (WhatsApp). Keywords: Covid-19, education, familiarization, WhatsApp
KEGIATAN PENYULUHAN TENTANG REMATIK PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NGARAS KABUPATEN PESISIR BARAT Umi Romayati Keswara; Dewi Kusumaningsih; Wahid Tri Wahyudi; Rahmat Hidayat
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 1 Nomor 1 April 2018
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v1i1.21

Abstract

ABSTRACT Rheumatism, stiff, muscle and joint pain, are common illnesses in our lives. And mostly in elder people who are close to rheumatic disorders which is one of the degenerative diseases. The objective of the activity is increasing knowledge of participants about rheumatic care. This activity was done at Monday, December 18, 2017. The education was done using poster and leaflets. The result of education  showed  an increase knowledge in elder people is about 70%. Recommended that elderly participants can perform rheumatic disease treatment by avoiding trigger factors and performing rheumatic exercises. Keywords: Rheumatism, Elderly, Care.

Page 22 of 238 | Total Record : 2372


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue