cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,576 Documents
Peran Organisasi Mahasiswa dalam Penguatan Pengabdian kepada Masyarakat: Studi Kasus Ikatan Mahasiswa Teknik Lingkungan Indonesia Periode 2015/2016 Prayogo, Wisnu
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.25371

Abstract

ABSTRAK Kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu implementasi tridarma perguruan tinggi yang berperan dalam menjawab permasalahan lingkungan secara langsung di tingkat komunitas. Namun, pelaksanaan kegiatan pengabdian masih menghadapi berbagai tantangan, seperti rendahnya keberlanjutan program, keterbatasan koordinasi antarwilayah, serta belum optimalnya peran organisasi mahasiswa sebagai penggerak utama kegiatan. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran Ikatan Mahasiswa Teknik Lingkungan Indonesia (IMTLI) periode 2015/2016 dalam penguatan pengabdian masyarakat melalui pendekatan berbasis organisasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis terhadap dokumentasi kegiatan, distribusi wilayah pelaksanaan, serta keterlibatan anggota dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan berbasis organisasi mampu mendukung distribusi kegiatan pengabdian secara lebih luas, meningkatkan koordinasi lintas wilayah, serta memperkuat kolaborasi antaranggota. Selain itu, keterlibatan organisasi mahasiswa secara kolektif berkontribusi dalam meningkatkan efektivitas pelaksanaan program melalui penyesuaian terhadap kondisi lokal di masing-masing wilayah. Keterbaruan kegiatan ini terletak pada model pengabdian masyarakat berbasis organisasi mahasiswa yang mengintegrasikan kapasitas individu menjadi kekuatan kolektif dalam skala nasional. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memberikan dampak langsung kepada masyarakat, tetapi juga memperkuat peran organisasi mahasiswa sebagai aktor strategis dalam pengembangan pengabdian masyarakat yang adaptif, kolaboratif, dan berkelanjutan. Pendekatan ini juga mendorong terbentuknya jaringan kolaboratif antar perguruan tinggi yang memperluas jangkauan program serta meningkatkan kapasitas organisasi dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan pengabdian masyarakat secara sistematis dan terukur. Temuan ini memberikan dasar pengembangan model serupa pada berbagai konteks peran organisasi mahasiswa dalam penguatan pengabdian kepada masyarakat. Kata Kunci: Pengabdian Masyarakat, Organisasi Mahasiswa, IMTLI, Teknik Lingkungan, Kolaborasi Wilayah.  ABSTRACT Community service activities represent one of the core implementations of the higher education tridharma, playing a role in addressing environmental issues directly at the community level. However, the implementation of these activities still faces several challenges, such as limited program sustainability, constrained inter-regional coordination, and the suboptimal role of student organizations as primary driving forces. Therefore, this article aims to describe and analyze the role of the Indonesian Environmental Engineering Student Association (IMTLI) for the 2015/2016 period in strengthening community service through an organization-based approach. The method used is a descriptive qualitative approach, involving analysis of program documentation, distribution of implementation areas, and the involvement of members from various universities across Indonesia. The results indicate that the organization-based approach supports a broader distribution of community service activities, improves cross-regional coordination, and strengthens collaboration among members. In addition, the collective involvement of student organizations contributes to enhancing program effectiveness through adaptation to local conditions in each region. The novelty of this study lies in the organization-based community service model that integrates individual capacities into a collective force at a national scale. Thus, these activities not only provide direct benefits to communities but also strengthen the role of student organizations as strategic actors in developing adaptive, collaborative, and sustainable community service. This approach also encourages the establishment of collaborative networks among universities, expanding program reach and improving organizational capacity in planning, implementation, and evaluation of community service activities in a systematic and measurable manner. These findings provide a foundation for developing similar models in various contexts of student organization roles in strengthening community service. Keywords: Community Service, Student Organization, IMTLI, Environmental Engineering, Regional Collaboration.
Mengurangi Kelelahan Caregiver Kanker dengan Kegiatan Terapi Seni Bersama Perawat & Kader Kesehatan Pratiwi, Chaterina Janes
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.13303

Abstract

ABSTRAK Caregiver kanker memiliki stressor yang tinggi karena harus berperan dan bertanggungjawab dalam perawatan pasienkanker. Perawatan yang diberikan berupa perawatan fisik, emosional, sosial dan finansial. Peran dan tanggung jawab yang dijalani caregiver dalam merawat anggota keluarga dengan penyakit kanker berdampak pada kesehatan fisik danmental caregiver, salah satu gejala yang paling sering dirasakan caregiver adalah kelelahan. Kelelahan yangbekepanjangan pada caregiver akan menyebabkan emosi yang tidak stabil, kemarahan, cemas, depresi, frustasi danketakutan serta menurunkan kualitas hidup. Kelelahan juga akan berdampak pada aktivitas sehari-hari caregiver sepertigangguan tidur, penurunan konsentrasi. Kelelahan caregiver harus ditanggapi secara tepat agar caregiver dapatmemberikan perawatan secara terus-menerus kepada keluarga yang terdiagnosa kanker. Salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat mengurangi kelelahan adalah terapi seni. Terapi seni dianggap sebagai perawatan yang berpusat pada individu atau kelompok yang dapat meningkatkan Kesehatan dan keterlibatan sosial bagi caregiver.Terapi seni memberi kesempatan pada diri sendiri (caregiver) kanker untuk saling berinteraksi dengan orang lain, memberi pengaruh positif seperti adanya peningkatan harga diri, meningkatkan realisasi diri dan membentuk hubungan sosial dengan sekitar menjadi lebih baik. Terapi seni terbukti dapat mengurangi kelelahan sehingga dapat diterapkan lebih lanjut pada caregiver kanker yang ada dilingkungan sekitar. Kata Kunci: Caregiver Kanker, Kelelahan, Terapi Seni.  ABSTRACT Cancer caregivers have high stressors because they have responsibility for cancer patients. The care provided includes physical, emotional, social and financial care. The roles and responsibilities that caregivers undertake in caring for family members with cancer have an impact on the caregiver's physical and mental health, one of the symptoms that caregivers most often experience is fatigue. Prolonged complaints to caregivers will cause unstable emotions, anger, anxiety, depression, frustration and fear and reduce the quality of life. Complaints will also have an impact on caregivers' daily activities such as sleep disturbances, cognitive dysfunction, decreased concentration. Caregiver fatigue must be addressed appropriately so that caregivers can provide continuous care for their family. Non-pharmacological intervention that can reduce fatigue is art therapy. Art therapy is considered an individual or group-centered treatment that can improve health, self-esteem, achievement, and social engagement for caregivers. Art therapy gives cancer caregivers the opportunity to interact with other people, providing positive influences such as increasing self-esteem, increasing self-realization and forming better social relationships with those around them. Art therapy can reduce fatigue so that it can be further applied to cancer caregivers in the surrounding environment. Keywords: Cancer Caregiver, Fatigue, Art Therapy.
Edukasi Manfaat Yoga Terhadap Pengurangan Nyeri Punggung bagi Ibu Hamil Trimester III Bahrah, Bahrah; Pihahey, Pricilla Jessica; Erismawati, Erismawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.25214

Abstract

ABSTRAK Salah satu cara untuk mengatasi nyeri pungung pada kehamilan trimester III adalah dengan melakukan prenatal yoga yaitu olahraga ringan pilihan yang bisa diambil oleh ibu hamil. Berdasarkan Studi pendahuluan yang dilakukan di Klinik Bersalin Pelita Kasih Manokwari didapatkan data sejumlah ibu Hamil Trimester III yang datang berkunjung melakukan pemeriksaan kehamilan, studi pendahuluan dari 10 ibu hamil yang dilakukan wawancara, terdapat 8 ibu hamil mengeluh mengalami nyeri punggung. Tujuan dari pengabdian ini adalah Kegiatan Pengabmas ini adalah memberdayakan secara mandiri Bidan dan ibu hamil melakukan prenetal yoga untuk mengatasi ketidaknyamanan pada ibu hamil selama kehamilan dan mengurangi intensitas nyeri punggung ibu hamil Metode dalam pengabdian ini adalah dengan melakukan pendampingan pada ibu hami dan bidan dalam melakukan senam yoga pranatal. Sasaran dalam pengabdian ini adalah ibu hamil dan bidan di Klinik Bersalin Pelita Kasih. Kegiatan pengabdian ini dilakukan menggunakan media bantu video dan pedoman prenatal yoga pada ibu hamil dengan melakukan role play secara langsung dan setelah dilakukan edukasi dan pendampingan menggunakan media video dan mengevaluasi pengetahuan ibu hamil, intensitas nyeri punggung dan keterampilan bidan dalam melakukan yoga pranatal. Hasil pengabdian yaitu terjadi peningkatan pengetahuan ibu hamil, penurunan intensitas nyeri punggung ibu hamil dan secara mandiri bidan terampil melakukan yoga pranatal. Kesimpulan yaitu yoga pranatal dapat membantu mengatasi ketidaknyamanan pada ibu hamil. Diharapkan kepada pihak mitra dapat menerapkan senam yoga pranatal saat kelas ibu hamil.  Kata Kunci:  Media Video, Nyeri Punggung, Yoga Pranatal.  ABSTRACT One way to overcome back pain during the third trimester of pregnancy is by doing prenatal yoga, which is a light exercise option that can be undertaken by pregnant women. Based on a preliminary study conducted at Pelita Kasih Maternity Clinic in Manokwari, data were obtained from several third-trimester pregnant women who visited for pregnancy check-ups. The preliminary study involving interviews with 10 pregnant women found that 8 of them reported experiencing back pain. The purpose of this community service activity is to empower midwives and pregnant women to independently practice prenatal yoga to alleviate discomfort during pregnancy and reduce the intensity of back pain in pregnant women. The method of this service is by providing guidance to pregnant women and midwives in performing prenatal yoga exercises. The target of this service is pregnant women and midwives at Pelita Kasih Maternity Clinic. This community service activity was carried out using video aids and prenatal yoga guidelines for pregnant women by conducting live role plays and, after education and assistance using video media, evaluating the knowledge of pregnant women, the intensity of back pain, and the skills of midwives in performing prenatal yoga. The results of the service showed an increase in pregnant women's knowledge, a decrease in the intensity of back pain for pregnant women, and midwives independently skilled in performing prenatal yoga. The conclusion is that prenatal yoga can help alleviate discomfort in pregnant women. It is hoped that partners can implement prenatal yoga exercises during prenatal classes. Keywords: Media Video, Back Pain, Yoga Pranatal.
Sosialisasi Kesehatan Gigi dan Mulut Pada Aanak Sekolah Dasar di Kelurahan Banjar Sugihan II, Kecamatn Tandes, Kota Surabaya Firdaus, Allyza; Alim, Kenny Dion; Sakanti, Calyanindya
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.8591

Abstract

ABSTRAK Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian dari kesehatan tubuh secara keseluruhan yang dapat mempengaruhi aktivitas sehari-hari. Dengan menjaga kesehatan gigi dan mulut, individu dapat melakukan aktivitas dengan baik. Pada umumnya anak-anak belum memahami pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Oleh karena itu diadakan sosialisasi kesehatan gigi dan mulut dalam upaya memberikan pemahaman kepada masyarakat khususnya anak-anak di SDN Banjar Sugihan Kelurahan Banjar Sugihan II, Kecamatan Tandes, Kota Surabaya pada hari jumat, 22 Juli 2022 pukul 09.00-11.00. Sosialisasi ini dilakukan karena kurangnya pemahaman tentang kesehatan dalam menjaga gigi dan mulut khususnya pada anak-anak. Kegiatan ini dihadiri oleh 27 siswa yang merupakan anak-anak kelas 2. Metode dalam kegiatan ini berupa pemberian materi menggunakan video animasi dan praktik langsung agar anak dapat lebih memahami materi yang diberikan. Hasil dari kegiatan ini adalah para peserta menyapa dengan antusias dan peserta mengalami peningkatan dalam pemahaman dan pengetahuan tentang menjaga kesehatan gigi dan mulut. Kata Kunci: Sosialisasi, Kesehatan Gigi dan Mulut, Sikat Gigi, Anak. ABSTRACT Dental and oral health is part of overall body health that can affect daily activities. By maintaining healthy teeth and mouth, individuals can carry out their activities properly. In general, children don't understand the importance of keeping healthy teeth and mount. Therefore, socialization of dental and oral health was held in an effort to provide understanding to the community, especially children at SDN Banjar Sugihan, Banjar Sugihan II Village, Tandes District, Surabaya City on Friday, 22 July 2022 at 09.00-11.00. This socialization was carried out due to a lack of understanding about health in maintaining teeth and mouth, especially in children. This activity was attended by 27 students who were grade 2 children. The method in this activity is in the form of providing material using animated videos and practicing directly so that children can understand the material provided. The result of this activity was that the participants welcomed it enthusiastically and the participants experienced an increase in understanding and knowledge about maintaining healthy teeth and mouth. Keywords: Socialization, Dental and Oral Health, Tooth Brush, Children.
Program Bina Keluarga Bebas Diabetes: Edukasi dan Pelatihan PKK Kelurahan Ngemplak Simongan Dalam Mencegah dan Kelola Diabetes Secara Alami melalui Pemanfaatan Tanaman Obat Khairul Anam; Fitri Wulandari; Widyaningrum Utami; Wimzy Rizqy Prabhata; Evieta Rohana; Ragil Setiadianingati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.25314

Abstract

ABSTRAK Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat di Indonesia, termasuk di wilayah perkotaan seperti Kota Semarang. Peningkatan kasus ini menuntut upaya preventif melalui edukasi kesehatan dan pemanfaatan tanaman obat sebagai alternatif pengendalian gula darah. Pendekatan berbasis komunitas menjadi strategi penting dalam meningkatkan kesadaran dan kemandirian masyarakat. Meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan dan pengelolaan diabetes mellitus serta melatih keterampilan pemanfaatan tanaman obat lokal sebagai alternatif pengendalian gula darah.Kegiatan dilaksanakan di RT 3 Kelurahan Ngemplak Simongan dengan sasaran orang tua, kader PKK, dan kader Posbindu. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan tentang diabetes mellitus, pretest dan posttest untuk mengukur tingkat pemahaman peserta, serta praktik pembuatan puding cegah diabetes berbahan bunga telang, stevia, dan kelapa muda sebagai inovasi pangan sehat. Terjadi peningkatan signifikan pengetahuan peserta, ditunjukkan oleh kenaikan kategori pemahaman baik dari 60.6% menjadi 81.8%. Peserta juga memberikan respons positif terhadap inovasi puding bebas gula dengan stevia sebagai pemanis nol kalori, bunga telang sebagai sumber antioksidan dan agen antidiabetes, serta kelapa muda sebagai bahan pendukung pola makan sehat. Edukasi yang disertai praktik langsung efektif meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam pencegahan serta pengelolaan diabetes secara alami berbasis pemanfaatan tanaman obat lokal. Kata Kunci: Program Bina Keluarga Bebas Diabetes, Edukasi berbasis Komunitas, Diabetes Mellitus, Tanaman Obat.  ABSTRACT Diabetes mellitus is a chronic disease with a steadily increasing prevalence in Indonesia, including in urban areas such as Kota Semarang. The rising number of cases requires preventive efforts through health education and the utilization of medicinal plants as alternative approaches to blood glucose control. A community-based approach is an important strategy to enhance public awareness and self-reliance. To improve community knowledge regarding the prevention and management of diabetes mellitus and to train participants in utilizing local medicinal plants as an alternative method for blood glucose control. The activity was conducted in RT 3, Ngemplak Simongan Subdistrict, targeting parents, PKK cadres, and Posbindu cadres. The methods included educational sessions on diabetes mellitus, pretests and posttests to assess participants’ level of understanding, and hands-on practice in preparing an anti-diabetic pudding made from butterfly pea flower, stevia, and young coconut as a healthy food innovation. There was a significant increase in participants’ knowledge, indicated by the rise in the proportion of participants with good understanding from 60.6% to 81.8%. Participants also gave positive responses to the sugar-free pudding innovation using stevia as a zero-calorie sweetener, butterfly pea flower as a source of antioxidants and potential antidiabetic agents, and young coconut as a supportive ingredient for a healthy diet. Education combined with practical sessions effectively improves community knowledge and awareness in preventing and managing diabetes naturally through the utilization of local medicinal plants. Keywords: Diabetes-Free Family Development Program, Community-Based Education, Diabetes Mellitus, Medicinal Plants.
Refresher Training untuk Kader Posyandu: Upaya Meningkatkan Ketepatan Pemantauan Pertumbuhan Balita di Lampung Tengah Provinsi Lampung Mei Ahyanti; Ahmad Fikri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.25397

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang masih menjadi tantangan nasional, terutama di wilayah pedesaan. Kader Posyandu memiliki peran strategis dalam deteksi dini dan pemantauan tumbuh kembang balita, namun masih banyak yang memerlukan peningkatan kapasitas melalui pelatihan yang sistematis. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dasar kader Posyandu melalui pelatihan dan refreshing, sebagai upaya percepatan penurunan stunting di wilayah kerja Puskesmas Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan simulasi/praktik langsung. Evaluasi dilakukan dengan pendekatan pre-test dan post-test kepada 40 kader untuk menilai peningkatan pengetahuan dan keterampilan. Selain itu, dilakukan monitoring lapangan dan pengumpulan data penerapan keterampilan dalam kegiatan Posyandu. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan skor pengetahuan dan keterampilan yang signifikan setelah pelatihan, dengan rata-rata peningkatan lebih dari 15 poin. Monitoring juga menunjukkan bahwa kader mampu menerapkan keterampilan dengan lebih baik, terutama dalam pengukuran antropometri, pencatatan status gizi, dan edukasi kepada ibu balita. Pelatihan dan refreshing keterampilan dasar kader Posyandu efektif dalam meningkatkan kapasitas kader dan mendukung upaya penurunan stunting. Saran yang diberikan adalah perlunya pelatihan serupa dilakukan secara berkala dan terintegrasi dengan program pembinaan kader di tingkat Puskesmas maupun pemerintah daerah, agar keterampilan kader terus terjaga dan pelayanan di Posyandu semakin optimal. Kata Kunci: Kader Kesehatan, Refresher, Stunting.  ABSTRACT Stunting is one of the public health problems that is still a national challenge, especially in rural areas. Posyandu cadres have a strategic role in early detection and monitoring of toddler growth and development, but many still need capacity building through systematic training. This community service activity aims to improve the basic skills of Posyandu cadres through training and refreshing, as an effort to accelerate the reduction of stunting in the work area of Seputih Raman Health Center, Central Lampung Regency. The methods used in this activity include interactive lectures, group discussions, and simulations/direct practice. Evaluation was carried out using a pre-test and post-test approach to 40 cadres to assess the increase in knowledge and skills. In addition, field monitoring and data collection were carried out on the application of skills in Posyandu activities. The results of the activity showed a significant increase in knowledge and skills scores after training, with an average increase of more than 15 points. Monitoring also showed that cadres were able to apply skills better, especially in anthropometric measurements, recording nutritional status, and educating mothers of toddlers. Training and refreshing of basic skills of Posyandu cadres are effective in increasing cadre capacity and supporting efforts to reduce stunting. The suggestion given is that similar training needs to be conducted periodically and integrated with cadre development programs at the Community Health Center and local government levels, so that cadre skills are maintained and services at the Integrated Health Post are increasingly optimal. Keyword: Health Cadres, Refresher, Stunting.
Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat melalui Air Bersih dan Penataan Lingkungan di Buntu Bebo Tana Toraja Rilva Toding Bua'; Agustinus Mantong; Althon K Pongtuluran; Azril Tangke Sombolinggi; Agus Masola
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.25485

Abstract

ABSTRAK Pengembangan pariwisata berbasis masyarakat (community-based tourism/CBT) merupakan strategi penting dalam mendorong pembangunan wilayah berkelanjutan, namun keberhasilannya juga dipengaruhi oleh ketersediaan infrastruktur dasar dan kualitas lingkungan. Objek Wisata Buntu Bebo masih menghadapi keterbatasan pada penyediaan air bersih dan kebersihan kawasan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan kawasan wisata melalui pemberdayaan masyarakat yang terintegrasi dengan perencanaan sistem air bersih dan penataan lingkungan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui survei, penyuluhan, pelatihan, pendampingan, serta penerapan teknologi tepat guna dengan melibatkan ±25–30 peserta. Hasil menunjukkan bahwa sistem air bersih kombinasi pompa dan gravitasi mampu memenuhi kebutuhan air sebesar ±1.000–1.500 liter per hari, penataan kawasan meningkatkan kebersihan dari ±40% menjadi ±80%, serta sosialisasi meningkatkan pemahaman masyarakat hingga ±70%. Secara keseluruhan, integrasi perencanaan teknis dan pemberdayaan masyarakat terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas pengelolaan wisata berbasis CBT. Oleh karena itu, diperlukan implementasi berkelanjutan sistem air bersih serta penguatan pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat untuk mendukung keberlanjutan destinasi wisata. Kata Kunci: Community-Based Tourism, Sistem Air Bersih, Partisipasi Masyarakat, Penataan Kawasan, Wisata Berkelanjutan.  ABSTRACT Community-based tourism (CBT) has been an important strategy in promoting sustainable regional development; however, its success has also been influenced by the availability of basic infrastructure and environmental quality. The Buntu Bebo Tourism Site still faced limitations in clean water supply and environmental cleanliness. This study aimed to improve the quality of tourism area management through a community empowerment approach integrated with clean water system planning and environmental arrangement. The method used was a participatory approach involving field surveys, socialization, training, assistance, and the application of appropriate technology with approximately 25–30 participants. The results showed that the clean water system using a combination of pumping and gravity flow was able to meet water demand of approximately 1,000–1,500 liters per day, environmental arrangement improved cleanliness from approximately 40% to 80%, and socialization increased community understanding by approximately 70%. Overall, the integration of technical infrastructure planning and community empowerment proved to be effective in improving CBT-based tourism management. Therefore, further implementation of the clean water system and strengthening of community-based environmental management were required to support sustainable tourism development. Keywords: Community-Based Tourism, Clean Water System, Community Empowerment, Environmental Cleanliness, Tourism Management.
Edukasi Peran Sosial dalam Upaya Mendorong Kepatuhan Konsumsi Tablet FE Christin Jayanti; Citr Insani Aulia Fitri; Apriliani Kusuma; Dewi Dewi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.23727

Abstract

ABSTRAK Anemia masih menjadi masalah kesehatan utama pada remaja putri, dengan prevalensi global mencapai 30% pada perempuan usia 15–49 tahun dan 37% pada ibu hamil. Di Indonesia, Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 melaporkan bahwa prevalensi anemia pada usia 15–24 tahun mencapai 15,5%, di mana angka pada remaja putri lebih tinggi yaitu 18% dibandingkan remaja laki-laki sebesar 14,4%. Kondisi ini berdampak pada konsentrasi belajar serta berisiko menimbulkan komplikasi kehamilan di masa mendatang. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan edukasi mengenai peran sosial terhadap kepatuhan konsumsi Tablet Fe pada siswi anemia di SMAN 1 Tambun Utara. Evaluasi menggunakan pre–post test yang melibatkan 30 siswi kelas 10, dengan intervensi berupa penyuluhan menggunakan media presentasi, diskusi interaktif, dan praktik konsumsi Tablet Fe. Hasil pretest dan posttest menunjukkan peningkatan pengetahuan serta kepatuhan siswi, terutama pada mereka yang memperoleh dukungan dari teman sebaya, keluarga, guru, dan lingkungan sekolah. Hasil ini memperlihatkan bahwa penguatan peran sosial merupakan strategi efektif dalam meningkatkan kepatuhan konsumsi Tablet Fe pada remaja putri dan edukasi berbasis dukungan sosial perlu diintegrasikan dalam program pencegahan anemia remaja.  Kata Kunci: Anemia, Peran Sosial, Tablet Fe.  ABSTRACT Anemia remains a major health issue among adolescent girls, with a global prevalence of 30% among women aged 15–49 years and 37% among pregnant women. In Indonesia, the 2023 Indonesian Health Survey (SKI) reported that the prevalence of anemia among those aged 15–24 years reached 15.5%, with a higher rate among adolescent girls at 18% compared to adolescent boys at 14.4%. This condition affects learning concentration and poses a risk of pregnancy complications in the future. This study aims to analyze the effect of education regarding social roles on compliance with iron tablet (Fe Tablet) consumption among anemic female students at SMAN 1 Tambun Utara. The study used a pre–post test design involving 30 female students in grade 10, with interventions consisting of counseling using presentation media, interactive discussions, and Fe Tablet consumption practice. The results of the pretest and posttest showed an increase in knowledge and compliance among the students, especially those who received support from peers, family, teachers, and the school environment. These results indicate that strengthening social roles is an effective strategy for improving adherence to Fe Tablet consumption among adolescent girls. This study concludes that education based on social support needs to be integrated into adolescent anemia prevention programs. Keywords: Anemia, Social Role, Iron Tablet.
Edukasi Penanganan Terhadap Kondisi Keracunan Makanan Pada Anak Listiana Listiana; M. Arifki Zainaro; Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.16070

Abstract

ABSTRAK Keracunan pada anak merupakan masalah kesehatan yang serius dan memerlukan penanganan segera. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi penyebab utama keracunan pada anak, gejala, faktor, ciri ciri, pencegahan danpenanganan pertama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini melibatkan tinjauan literatur, analisis data klinis dari rumah sakit, serta survei pada orang tua dan pengasuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keracunan pada anak paling sering disebabkan oleh konsumsi obat-obatan yang tidak sengaja, bahan kimia rumah tangga, dan tanaman beracun. Faktor risiko utama meliputi kurangnya pengawasan orang dewasa, penyimpanan bahan berbahaya yang tidak aman, dan kurangnya pengetahuan tentang bahaya potensial. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya edukasi bagi orang tua dan pengasuh serta pengembangan kebijakan yang mendukung lingkungan rumah yang aman bagi anak-anak. Saran yang diberikan mencakup peningkatan program edukasi tentang pencegahan keracunan dan perbaikan regulasi terkait penyimpanan bahan berbahaya di rumah. Kata Kunci: Keracunan pada anak, Pencegahan, Edukasi.  ABSTRACT Poisoning in children was a serious health issue requiring immediate attention. The aim of this study was to identify the primary causes of poisoning in children, analyze risk factors, and develop effective prevention strategies. The methods used in this research involved a literature review, analysis of clinical data from hospitals, and surveys of parents and caregivers. The results of the study showed that poisoning in children was most often caused by the accidental ingestion of medications, household chemicals, and toxic plants. The main risk factors included lack of adult supervision, unsafe storage of hazardous materials, and lack of knowledge about potential dangers. The conclusion of this study emphasized the importance of education for parents and caregivers, as well as the development of policies supporting a safe home environment for children. The recommendations provided included enhancing educational programs on poisoning prevention and improving regulations related to the storage of hazardous materials at home. Keywords: Child poisoning, Prevention, Education.
Sosialisasi Desa Tangguh Bencana di Kawasan Bantaran Sungai Winongo Yogyakarta Puji Harsanto; Restu Faizah; Diva Darma Wijaya; Nazrey Rahario Nugroho; Rika Muzlifa
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.12846

Abstract

ABSTRAK Sosialisasi desa tangguh bencana dilakukan pada dua area, yaitu mitigasi dan kesiapsiagaan. Tujuan kegiatan ini adalah menerapkan upaya mitigasi yang meliputi struktural maupun non-struktural di kawasan bantaran Kali Winongo. Permasalahan mitra adalah belum melakukan kajian risiko bencana, belum memahami kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana, dan belum menyusun rencana aksi penanggulangan bencana di sekolah. Pengabdian dilakukan untuk meningkatkan mitigasi dan kesiapsiagaan melalui peningkatan kapasitas berbasis partisipasi. Pengabdian diimplementasikan di kawasan bantaran Kali Winongo karena merupakan solusi dari permasalahan mitra sehingga diharapkan menjadi bagian sistem pengelolaan yang berkelanjutan dan mandiri. Metode yang digunakan berupa sosialisasi/penyuluhan kepada pemerintah kelurahan dan masyarakat dan survei lingkungan yang hasilnya diterapkan langsung di kawasan bantaran Kali Winongo. Kata Kunci: Desa Tangguh Bencana, Kali Winongo, Kapasitas, Kerentanan.  ABSTRACT Socialization of disaster resilient villages is carried out in two areas, namely mitigation and preparedness. The aim of this activity is to implement mitigation efforts, which include both structural and non-structural in the Winongo River bank area. The partner's problem is that they have not conducted a disaster risk study, do not understand disaster preparedness, and have not prepared a disaster management action plan in schools. Service is carried out to increase mitigation and preparedness through participation-based capacity building. Community service is implemented in the Winongo River bank area because it is a solution to partner problems so it is hoped that it will become part of a sustainable and independent management system. The method used is socialization/counseling to sub-district governments and the community and environmental surveys, the results of which are applied directly in the Winongo River bank area. Keywords: Disaster Resilient Village, Winongo River, Capacity, Vulnerability.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue