cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,534 Documents
Pendekatan Terapi Bermain dalam Membantu Menigkatkan Keterampilan Makan Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Luar Biasa Sriasih, Ni kadek; Wulandari D, Anak Agung Istri; Susandi, Ni Kadek Ary; Darmini, A.A Ayu Yuliati; Purnariastuti, Ni Ketut
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.23948

Abstract

ABSTRAK Anak berkebutuhan khusus (ABK) sering mengalami hambatan dalam mengembangkan kemandirian, termasuk dalam keterampilan makan yang merupakan bagian penting dari aktivitas bina diri. Hambatan motorik halus, koordinasi tangan-mata, serta keterbatasan sosial dan emosional menyebabkan anak cenderung bergantung pada orang tua atau guru saat makan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan kemandirian makan anak berkebutuhan khusus melalui pendekatan terapi bermain menggunakan media boneka tangan di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 3 Denpasar. Sasaran kegiatan adalah 9 orang siswa kelas IIIb dengan berbagai kondisi disabilitas, yaitu Down syndrome, autisme, speech delay, dan hiperaktif.Metode pelaksanaan terdiri dari tiga tahap: (1) persiapan, meliputi koordinasi dengan pihak sekolah dan observasi awal kemampuan makan anak; (2) pelaksanaan, berupa kegiatan edukasi gizi seimbang, pelatihan kemandirian makan, dan pembentukan perilaku makan sehat melalui terapi bermain boneka tangan, di mana anak berinteraksi langsung dengan boneka dalam permainan “Menyuapi Boneka” dan “Boneka Makan Sendiri”; serta (3) evaluasi, melalui observasi perilaku makan dan aktivitas anak dalam mengelompokkan makanan sehat dan tidak sehat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan terapi bermain dengan boneka tangan secara signifikan meningkatkan motivasi dan kemampuan anak dalam makan secara mandiri. Anak tampak lebih fokus, percaya diri, dan antusias dalam mengikuti kegiatan. Guru juga melaporkan peningkatan pemahaman anak terhadap konsep makanan sehat serta kemampuan menggunakan alat makan tanpa banyak bantuan. Kesimpulannya, terapi bermain dengan media boneka tangan terbukti efektif dan menyenangkan dalam menstimulasi kemandirian makan anak berkebutuhan khusus, sekaligus memperkuat kolaborasi antara guru, anak, dan lingkungan belajar yang inklusif. Kata Kunci: Anak Berkebutuhan Khusus, Kemandirian Makan, Terapi Bermain, Boneka Tangan, Pengabdian Masyarakat. ABSTRACT Children with special needs often experience difficulties in developing independence, particularly in self-feeding skills, which are essential aspects of daily living activities. Limitations in fine motor skills, hand-eye coordination, and social-emotional development often cause dependency on parents or teachers during mealtime. This community service program aimed to enhance the self-feeding independence of children with special needs through play therapy using hand puppets at Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 3 Denpasar, Bali. The activity involved nine students from class IIIb with various disabilities, including Down syndrome, autism, speech delay, and hyperactivity. The program consisted of three stages: (1) preparation, including coordination with the school and initial observation of children’s feeding abilities; (2) implementation, which focused on nutrition education and self-feeding training through interactive play therapy with hand puppets, such as the activities “Feeding the Puppet” and “Puppet Eats by Itself”; and (3) evaluation, conducted through observation and children’s performance in classifying healthy and unhealthy foods. The results showed that play therapy using hand puppets significantly improved the children’s motivation, focus, and independence in self-feeding. Children became more confident and enthusiastic, while teachers observed better understanding of healthy food concepts and improved use of eating utensils with minimal assistance. In conclusion, hand puppet-based play therapy proved to be an effective, engaging, and inclusive approach to promoting self-feeding independence among children with special needs, while also fostering collaboration between teachers, students, and their learning environment. Keywords: Children With Special Needs, Self-Feeding Independence, Play Therapy, Hand Puppets, Community Service.
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Anak Sekolah Dasar tentang Anticipatory Quidance dan Pertolongan Pertama Kecelakaan Misniarti, Misniarti; Haryani, Sri; Rochmat, Roestam Adjie
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.24266

Abstract

ABSTRAK  Pendahuluan: Sekolah dan lingkungannya menduduki urutan ketiga tempat terjadinya cedera, data anak usia 5-14 tahun yang mengalami cedera sebanyak 12,1% yang mengganggu kegiatan sehari-harinya.  Ada bebrapa cedera yang sering terjadi pada anak sekolah dasar (SD) seperti terkilir 27,5%, luka robek 23,2%, patah tulang 5,8%, dan cedara lainnya. Sedangkan angka kejadian cedera disekolah dan lingkungannya pada provinsi Bengkulu adalah 18,5 %. SD Muhamadiaya 05 Rimbo Recap terdapat 195 orang siswa yang berusia 6 – 15 tahun dan belum pernah mendapatkan penyuluhan tentang anticipatory quidance dan pertolongan kecelakaan pada anak. Tujuan: Terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan anak sekolah dasar tentang anticipatory quidance dan pertolongan pertama kecelakaan. Metode Pengabdian Masyarakat: menggunakan metode edukasi dengan cara penyampaian materi tentang anticipatory quidance dan pertolongan pertama kecelakaan pada anak sekolah dasar dan simulasi serta praktik pertolongan pertama kecelakaan. Pengetahuan siswa mengalami peningkatan setelah diberikannya edukasi anticipatory quidance dan pertolongan pertama kecelakaan di desa rimbo recap tahun 2025. Kesimpulan: Pengabdian masyarakat dengan cara melakukan edukasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Anak sekolah tentang aticisipatory Quidance dan pertolongan pertama kecelakaan. Kata Kunci: Sekolah Dasar, Antisipatory Quidance, Pertolongan Pertama, Kecelakaan.  ABSTRACT Introduction: Schools and their environment rank third in the occurrence of injuries, data on children aged 5-14 years who experienced injuries as much as 12.1% which disrupted their daily activities. There are several injuries that often occur in elementary school children (SD), such as sprains 27.5%, lacerations 23.2%, fractures 5.8%, and other injuries. While the incidence of injuries in schools and their environment in Bengkulu province is 18.5%. SD Muhamadiaya 05 Rimbo Recap has 195 students aged 6-15 years and have never received counseling on anticipatory quidance and first aid for children. Objective: There is an increase in knowledge and skills of elementary school children about anticipatory quidance and first aid for accidents. Community Service Method: using educational methods by delivering material on anticipatory quidance and first aid for accidents to elementary school children and simulations and practices of first aid for accidents. Students' knowledge increased after being given anticipatory quidance and first aid for accidents education in Rimbo Recap village in 2025. Conclusion: Community service by conducting education is effective in increasing the knowledge and skills of school children about anticipatory quidance and first aid for accidents.. Keywords: Elementary School, Anticipatory Guidance, First Aid, Accidents
Edukasi Masyarakat Kenali, Cegah dan Atasi Malaria Asimptomatik di GMAHK Jemaat Kolayinuk Koya Koso Kristina, Yunita; Suweni, Korinus; Sasarari, Zusana A.
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.24847

Abstract

ABSTRAK Malaria asimptomatik adalah orang yang terkena malaria tapi tidak menunjukkan gejala demam atau gejala akut lainnya dan belum menerima perawatan antimalaria. Malaria asimptomatik terdapat didaerah endemisitas rendah atau tinggi. Peran Pengidap malaria asimptomatik sebagai Sillent reservoir, yang terus berperan mempertahankan penularan malaria karena mereka bertahan lama pada tubuh dalam bentuk gametosit terpendam dan berpotensi menular kenyamuk Anopheles. Menambah pengetahuan tentang cara mengenali, mencegah dan menangani malaria Asimtomatik. Eksperimen, pendekatan Pre- experimental design dengan Onegroup pretest-posttest design. Peneliti menggunakan desain untuk mengetahui pengaruh. Analisa uji pengaruh menggunakan Paired samples T Test. Pretest masyarakat Sebagian besar pengetahuan kurang sebanyak 76%. Posttest masyarakat memiliki pengetahuan baik 100%, Table paired samples T test nilai signifikansi 2 tail = 0.000, kurang dari 0.05, menunjukkan ada perbedaan signifikan variabel awal dan akhir, artinya pretest dan posttest menunjukkan pengaruh bermakna terhadap perlakukan yang diberikan. Peningkatan pengetahuan tentang Kenali, Cegah Dan Atasi malaria Asimtomatik Di Warga Binaan GMAHK Daerah Misi Papua Jemaat Kolayinuk Koya Kosso. Edukasi Masyarakat dalam Upaya Bersama Kenali, Cegah Dan Atasi malaria Asimtomatik Di Warga Binaan GMAHK uh Daerah Misi Papua Jemaat Kolayinuk Koya Koso sangat dibutuhkan masyarakat untuk membantu mereka agar dapat mengenali, mencegah Dan mengatasi malaria Asimtomatik. Kata Kunci: Pengetahuan, Pendidikan Kesehatan, Malaria Asimtomatik, Koya Kosso.  ABSTRACT Asymptomatic malaria is a person who has malaria but does not show fever or other acute symptoms and has not received antimalarial treatment. Asymptomatic malaria occurs in areas of low or high endemicity. The role of asymptomatic malaria sufferers as silent reservoirs, which continue to play a role in maintaining malaria transmission because they survive for a long time in the body in the form of latent gametocytes and have the potential to be transmitted by Anopheles mosquitoes. Increase knowledge about how to recognize, prevent and treat asymptomatic malaria. Method: Experiment, Pre-experimental design approach with One group pretest-posttest design. Researchers use design to determine influence. Analysis of the influence test using Paired samples T Test. Community pretest Most of the knowledge was lacking at 76%. Posttest the community had 100% good knowledge, Table paired samples T test significance value 2 tail = 0.000, less than 0.05, indicating there was a significant difference in the initial and final variables, meaning that the pretest and posttest showed a significant influence on the treatment given. Increased knowledge about Recognizing, Preventing and Treating Asymptomatic Malaria in Residents Assisted by GMAHK Papua Mission Area Kolayinuk Koya Kosso Congregation. Community Education in Joint Efforts to Recognize, Prevent and Overcome Asymptomatic Malaria in Residents Assisted by GMAHK uh Papua Mission Area Kolayinuk Koya Koso Congregation is really needed by the community to help them to recognize, prevent and overcome Asymptomatic Malaria. Keywords: Knowledge, Health Education, Asymptomatic Malaria, Koya Kosso
Peningkatan Kesadaran Masyarakat melalui Penyuluhan dan Pemeriksaan untuk Pencegahan Asam Urat di Desa Bahagia Kurniawan, Bayu Eka; Nyombali, Siti Zahra M.; Ratnawati, Yunita; Rahmadani, Nia; Petuna, Michelle; Tiban, Derawati M; Mutmainnah, Mey; Nurrahmadani, Aulia; Rahayu, Sri; Marwah, Siti; T, Nirwa
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.17739

Abstract

ABSTRAK Desa Bahagia terletak di kecamatan Palolo, kabupaten Sigi, provinsi Sulawesi Tengah. Masyarakat mayoritas bekerja sebagai petani. Berdasarkan hasil pengkajian asam urat merupakan penyakit terbanyak diakibatkan oleh kebiasaan mengonsumsi alkohol dan pola makan serta kurangnya pengetahuan terkait penyakit asam urat dan penanganannya. Pisang adalah salah satu pangan lokal di desa bahagia yang memiliki kandungan gizi yaitu karbohidrat, protein dan serat yang bermanfaat untuk mengobati penyakit asam urat, hal ini menjadi rujuk utama sebagai bentuk alternatif pengobatan penyakit asam urat. Untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran terkait penyakit asam urat dan pemanfaatan buah-bauhan. Menggunakan metode penyuluhan dan diskusi, evaluasi untuk menilai pengetahuan masyarakat melalui kuesioner pre-test dan post-test. Materi yang digunakan melalui media power point yang berisikan tentang penyakit asam urat. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test yang diberikan, terdapat perbedaan nilai dari sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan sebanyak 90%. Dari perbandingan hasil tersebut terdapat peningkatan pengetahuan dan pemahaman Masyarakat mengenai materi yang diberikan. Selain itu dilakukan pembagian buah-buahan pisang. Hasil wawancara Masyarakat mengalami peningkatan pengetahuan untuk memanfaatkan pisang sebagai alternatif pengobatan dan mulai memanfaatkan pisang untuk mengurangi asam urat. Adanya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang penyakit asam urat dan pemanfaatan pisang sebagai salah satu Upaya pencegahan asam urat. Kata Kunci: Asam Urat, Pengetahuan, Penyuluhan.  ABSTRACT Bahagia Village is located in Palolo sub-district, Sigi district, Central Sulawesi province. The majority of the community works as farmers. Based on the results of the study, gout is the most common disease caused by the habit of consuming alcohol and diet, as well as a lack of knowledge regarding gout and its treatment. Bananas are one of the local foods in the happy village that contain nutrients, namely carbohydrates, protein, and fiber, which are useful for treating gout. This is the main reference as an alternative form of gout treatment. To increase knowledge and awareness regarding gout and the use of fruits. Using counseling and discussion methods, an evaluation to assess community knowledge through pre-test and post-test questionnaires. The material used is through PowerPoint media containing gout. Based on the results of the pre-test and post-test given, there is a difference in value from before and after the counseling given as much as 90%. From the comparison of these results, there is an increase in community knowledge and understanding of the material given. In addition, bananas were distributed. The results of interviews with the community have increased knowledge of using bananas as an alternative treatment, and have begun to use bananas to reduce gout. There is an increase in public knowledge about gout and the use of bananas as an effort to prevent gout. Keywords: Counseling, Gout, Knowledge.
Pembedayaan Masyarakat Kesiapsiagaan Bencana Alam Gempa Bumi di Perum Harmonia Estate Hajimena Natar Sartika, Eka; Zainaro, M Arifki; Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.15978

Abstract

ABSTRAK Bencana merupakan suatu ancaman yang sifatnya tidak terduga, merugikan dan sulit dihindari. Pemberdayaan masyarakat dalam kesiapgiagaan bencana alam di perum harmonia estate hajimena natar perlu dilakukan, mengingat daerah ini memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap terjadinya bencana terutama bencana banjir yang sudah melanda daerah ini beberapa bulan terakhir ini, dan tentunya gempa bumi tidak menutup kemungkinan terjadi karena lampung mempunyai gunung api yang aktif dan berpotensi. Peristiwa tersebut memicu kegiatan pengabdian masyarakat, sebagai respon cepat dan efektif dalam upaya percepatan pemulihan situasi tanggap daruarat. Tujuan pemberdayaan masyarakat adalah untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi bencana gempa bumi dan banjir di perum harmonia estate hajimena natar. Metode pelaksanaan pengabdian ini yaitu melalui (1) Survey melalui pengamatan, wawancara, (2) Kajian literatur, (3) Penyuluhan dan simulasi tanggap bencana, (4) Pre test and post test. Hasil dari program ini adalah bertambahnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai kesiapsiagaan bencana serta dapat melatih pengendalian diri dari rasa takut bencana untuk dapat mengurangi korban bencana, Program ini pun diharapkan dapat memfasilitasi masyarakat informasi dan keterampilan dalam kesiapsiagaan terhadap bencana.Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Kesiapsiagaan Bencana.  ABSTRACT Disaster is a threat that is unexpected, detrimental and difficult to avoid. Community empowerment in natural disaster preparedness at perum harmonia estate hajimena natar needs to be done, considering that this area has a high level of vulnerability to disaster, especially floods which have hit this area in the last few months, and of course earthquakes do not rule out the possibility of them occurring because lampung has mountains active and potential fires. This incident triaggered community service activities, as a quick and effective response in an effort to accelerate recovery from the emergency response situation. The aim of community empowerment is to increase the community’s ability to face earthquake and flood disaster at perum harmonia estate hajimena natar. The method for implementing this service is through (1) Survery throught pbservation, interviews, (2) literature review, (3) Disaster response counseling and simulation, (4) Pre test dan post test. The result of this program is increasing people’s knowledge and skills regarding disaster preparedness and being able to train themselves to control themselves from fear of disasters in order to reduca disaster victims. This program is also ecpected to be able to facilitate the community’s information and skills in disaster preparedness.Keywords: Community Empowerment, Disater Preparedness.
Pembentukan Kelompok Mandiri Lansia Penderita Hipertensi melalui Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) di Kelurahan Tanjung Senang, Bandar Lampung Manurung, Idawati; Syifa, Faidana Yaumil; Agustanti, Dwi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.25376

Abstract

ABSTRAK Jumlah lansia di dunia pada tahun 2030 diprediksi sebanyak 1,4 miliar dan di tahun 2050 meningkat menjadi 2,1 miliar. Lansia mengalami berbagai perubahan pada aspek fisik, kognitif dan psikososial. Salah satu masalah kesehatan yang paling banyak dialami lansia yaitu hipertensi. Terapi non farmakologis pada lansia dengan hipertensi yaitu memodifikasi gaya hidup (latihan fisik), nutrisi dan manajemen stres. Latihan fisik dapat dilakukan melalui terapi aktivitas kelompok (TAK). TAK efektif dalam menurunkan tekanan darah. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini untuk membentuk kelompok mandiri lansia yang memiliki hipertensi melalui terapi TAK di Kelurahan Tanjung Senang. Metode yang digunakan yaitu terapi aktivitas kelompok (TAK) berupa latihan fisik dan kognitif. Pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan bahwa hipertensi merupakan masalah kesehatan yang paling banyak dialami lansia. Terdapat perubahan nilai risiko jatuh, tingkat kemandirian dan kemampuan kognitif lansia yang meningkat setelah TAK dilakukan. Kesimpulan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu pembentukan kelompok mandiri lansia dengan hipertensi dapat membantu mengurangi masalah kesehatan yang dialami lansia melalui TAK. Harapannya kelompok mandiri lansia ini terus berlanjut dengan bantuan pihak Kelurahan dan Puskesmas. Kata Kunci: Lansia, Hipertensi, Terapi Aktivitas Kelompok (TAK).  ABSTRACT The number of elderly people worldwide is predicted to reach 1.4 billion by 2030 and increase to 2.1 billion by 2050. Elderly individuals experience various changes in physical, cognitive, and psychosocial aspects. One of the most common health problems experienced by the elderly is hypertension. Non-pharmacological therapies for elderly individuals with hypertension include lifestyle modifications (such as physical exercise), proper nutrition, and stress management. Physical exercise can be carried out through group activity therapy (GAT), which has been shown to be effective in lowering blood pressure. The purpose of this community service program is to establish an independent group for elderly individuals with hypertension through group activity therapy (GAT) in Tanjung Senang Village. The method used involves group activity therapy (GAT) in the form of physical and cognitive exercises. The results of this community service indicate that hypertension is the most common health problem among the elderly. Improvements were observed in fall risk, level of independence, and cognitive abilities after the implementation of GAT. In conclusion, the establishment of an independent group for elderly individuals with hypertension can help reduce health problems through group activity therapy (GAT). It is expected that this independent group will be sustained with support from the Village authorities and the Community Health Center. Keywords: Elderly, Hypertension, Group Activity Therapy (GAT).
Program Penyuluhan tentang Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan di Pengungsian Gempa Bumi Cianjur 2022 Iskardyani, Delfi; Astuti, Febriana; Arifin, Novi Riza
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.13177

Abstract

ABSTRAK Gempa bumi Cianjur menimbulkan kerusakan infrastruktur dalam skala besar termasuk fasilitas layanan kesehatan. Adanya pengungsian yang diakibatkan oleh bencana, berakibat pada timbulnya masalah kesehatan seperti, campak, batuk, demam, malaria, luka, kurang gizi, sakit kulit serta adanya komplikasi pada bayi. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang pemanfaatan pelayanan kesehatan di pengungsian. Penyuluhan dilakukan menggunakan leaflet dengan mendatangi tenda pengungsian secara langsung serta serta melibatkan tim Dukungan Kesehatan dari RSAU dr. M. Salamun Bandung untuk pemeriksaan Kesehatan. Kegiatan dilaksanakan sesuai dengan yang ada di pedoman promosi kesehatan, yaitu memberikan informasi 5 jenis layanan kesehatan yang dapat diperoleh pada lokasi pengungsian. Pemeriksaan tersebut terdiri dari: a) Pemeriksaan kehamilan; b) Pemeriksaan kesehatan bayi balita; c) Pemeriksaan kesehatan umum; d) Pemeriksaan kesehatan pada orang yang cacat dan pada lansia; e) Pelayanan kesehatan mental. Dilakukannya penyuluhan ini dapat meningkatkan pengetahuan serta kesadaran dari pengungsi terhadap pemanfaatan layanan kesehatan pada lokasi pengungsian yang dibuktikan dengan antusiasme pengungsi untuk langsung mengikuti pemeriksaan kesehatan. Kata Kunci: Gempa Bumi, Pelayanan Kesehatan, Pengungsian. ABSTRACT The Cianjur earthquake caused large-scale damage to infrastructure, including health service facilities. Displacement caused by disasters results in health problems such as measles, coughs, fever, malaria, wounds, malnutrition, skin diseases, and complications in babies.  This activity aims to provide knowledge about the use of health services in refugee camps. Counseling was carried out using leaflets by visiting refugee tents directly and involving the Health Support team from RSAU dr. M. Salamun Bandung for a health check.  Activities are carried out in accordance with the health promotion guidelines, namely providing information on five types of health services that can be obtained at refugee camps. The examination consists of: a) Pregnancy examination; b) Health checks for babies and toddlers; c) General health examination; d) Health checks on disabled people and the elderly, e) Mental health services.  Carrying out this outreach can increase the knowledge and awareness of refugees regarding the use of health services at refugee locations, as evidenced by the enthusiasm of refugees to attend health checks immediately. Keywords: Earthquake, Health Service, Shelter.
Pelatihan Pembuatan Spal bagi Perangkat Desa sebagai Model Pemberdayaan Masyarakat Mencegah Stunting di Kampung Workwan Arso Kota Kabupaten Keerom Batticaca, Fransisca; Nurfaisyah, Diyah Astuti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.25157

Abstract

ABSTRAK Kampung Workowana mememiliki berbagai madalah kesehatan diantanya lingkungan.  Hasil survey 31 Mei sampai dengan 22 Juni 2023 diperoleh  keadaan lingkungan belum memenuhi standar Kesehatan. Salah satu yang menonjol yaitu belum tersedia saluran air limbah yang memadai. Hal ini menimbulkan bau busuk dan lingkungan sekitar rumah penduduk tergenang air. Tujuan penelitian terjadi peningkatan pengatahuan pembuatan SPAL sederhana di Kampung Workowana Arso Kota Keerom. Metode  menggunakan pemberdayaan melalui penyuluhan SPAL, dialnjukan dengan  pelatihan pembuatan SPAL sederhana. Lokasi kegiatan  di Kampung Workowana Arso Kota keerom. Untuk Pengetahuan peserta Sebelum penyuluhan dilakukan pretest dan setelah penyuluhan dilakuan post test Pengolahan data menggunakan analisia univariat untuk menggambarkan karakteristik peserta dan bivariat uji t untuk menganalisis perbedaan pengetahun sebelum dan setelah dilakukan intervensi. Sementera pelatihan dilakukan dengan dengan melibatkan langsung peserta dalm pembuatan SPAL sehingga menghasilkan sebuah SPAL percontohan. Hasil Kegiatan mayoritas peserta berada pada rentang usia dewasa, laki-laki, SMA dan berkerja sebagai karyawan/sawsta. Terjadi peningkatan pengethuan kategori  kurang dari 23,1% turun menjadi 15,4%. Sementaraa yang baik  meningkat dari 46,2% menjadi 53,8%. Hasil uji t menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antara pengetahuan peserta sebelum dan setelah diberi pelatihan, terbentuk sebuah SPAL percontohan.   Kata Kunci: Workowana, Pemberdayaan, Perangkat Desa, Saluran Pembuangan, Air Limbah.  ABSTRACT Workowana Village has various health and environmental benefits.  The results of the survey from May 31 to June 22, 2023 showed that the environmental conditions did not meet health standards. One of the prominent things is that there are no adequate wastewater channels. This causes a bad smell and the environment around residents' houses is flooded. The purpose of the research was to increase the knowledge of making simple SPAL in Workowana Arso Village, Keerom City. The method  of using empowerment through wastewater sewer  counseling, followed by training on making wastewater sewer   is simple. Location of activities in Workowana Arso Village, Keerom City. For participant knowledge Before counseling is carried out pretest and after counseling is carried out post test Data processing uses univariate analysis to describe the characteristics of participants and bivariate t-test to analyze differences in knowledge before and after intervention. The training was carried out by directly involving participants in the creation of SPAL so as to produce a pilot SPAL. Activity Results The majority of participants are in the age range of adulthood, male, high school and work as employees/sawsta. There was an increase in the deduction of the category of less than 23.1% down to 15.4%. Good serenity increased from 46.2% to 53.8%. The results of the t-test showed that there was no significant difference between the participants' knowledge before and after being trained, a pilot wastewater sewer was formed.   Keywords: Workowana, Empowering, Village Device, Sewer, Wastewater.
Analisis Asuhan Keperawatan melalui Intervensi Senam Kaki pada Lansia dengan Diagnosa Medis Diabetes Mellitus di Kelurahan Makasar Kota Jakarta Timur Salasi, Kris Sofyan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.8972

Abstract

ABSTRAK Diabetes mellitus (DM) adalah suatu gangguan kesehatan dimana berupa kumpulan gejala yang disebabkan oleh meningkatnya kadar gula (glukosa) dalam darah akibat dari kekurangan ataupun resistensi insulin. Diabetes mellitus terjadi ketika sel beta tidak mampu memproduksi insulin (diabetes mellitus tipe 1) atau memproduksi insulin dalam jumlah yang tidak cukup (diabetes mellitus tipe 2). Akibatnya, glukosa tidak masuk kedalam sel, melainkan tetap didalam darah dan glukosa dalam darah meningkat. Salah satu aktifitas fisik yang dapat dilakukan salah satunya senam kaki. Senam kaki dapat menurunkan kadar glukosa darah. Untuk meningkatkan kemampuan dalam menganalisis asuhan keperawatan melalui intervensi senam kaki pada pasien dengan diagnosa medis diabetes mellitus. Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif. Sampel yang diambil sebanyak 2 pasien dengan pemberian intervensi senam kaki selama 3 kali dlaam seminggu dengan durasi 30 menit. Pengumpulan data menggunakan lembar kajian dan alat cek gula darah digital. Terdapat penuruan kadar glukosa darah pada Ny. S dan Ny. D setelah dilakukan intervensi. Senam kaki sangat efektif untuk menurunkan kadar glukosa darah dan sebagai perawatan sederhana yang dapat dilakukan secara mandiri. Kata Kunci: Diabetes Mellitus, Senam Kaki.  ABSTRACT Diabetes mellitus (DM) is a health disorder in the form of a collection of symptoms caused by increased levels of sugar (glucose) in the blood as a result of insulin deficiency or resistance. Diabetes mellitus occurs when beta cells are unable to produce insulin (type 1 diabetes mellitus) or produce insufficient amounts of insulin (type 2 diabetes mellitus). As a result, glucose does not enter the cells, but remains in the blood and glucose in the blood increases. One of the physical activities that can be done is foot exercise. Foot exercise can lower blood glucose levels. To improve the ability to analyze nursing care through foot exercise interventions in patients with a medical diagnosis of diabetes mellitus. This case study uses a descriptive method. Samples were taken as many as 2 patients by providing foot exercise interventions 3 times a week with a duration of 30 minutes. Data collection uses study sheets and digital blood sugar checking tools. There is a decrease in blood glucose levels in Mrs. S and Mrs. D after the intervention. Foot exercise is very effective for lowering blood glucose levels and as a simple treatment that can be done independently. Keywords: Diabetes Mellitus, Foot Exercise.
Penerapan Relaksasi Otot Progresif untuk Menurunkan Nyeri Sendi pada Lansia Dewi, Claudia Fariday; Muwa, Maria Rosari A.; Iwa, Kornelia Romana; Nggarang, Bonavantura N.; Handi, Heribertus
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.15545

Abstract

ABSTRAK Nyeri kronis adalah keluhan umum di kalangan lansia, yang berdampak signifikan pada kualitas hidup dan biaya perawatan kesehatan. Pengobatan farmakologis untuk nyeri kronis sering memiliki efek samping yang tinggi pada lansia, sementara pendekatan nonfarmakologis seperti terapi fisik, teknik relaksasi, dan intervensi psikologis lebih aman dan efektif. Teknik relaksasi otot progresif (PMR) terbukti mengurangi nyeri akut dan kronis, serta kecemasan dan depresi, dengan meningkatkan kualitas tidur dan efikasi diri. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk melatih lansia yang mengalami nyeri agar memiliki keterampilan dalam manajemen nyeri sendi melalui terapi Relaksasi Otot Progresif. Pelaksanaan program PkM melibatkan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi terapi relaksasi otot progresif pada lansia, yang mencakup diskusi tempat pelaksanaan, persiapan modul, musik, dan instrumen pengukuran, serta pelaksanaan terapi dan pengukuran skala nyeri sebelum dan sesudah terapi. Evaluasi dilakukan dengan mengukur perubahan skala nyeri setelah terapi diberikan. Pelaksanaan pelatihan terapi relaksasi otot progresif diikuti oleh 30 lansia dengan mayoritas berjenis kelamin perempuan, bekerja sebagai petani, dan berusia lebih dari 50 tahun. Sebelum terapi, sebagian besar responden mengalami nyeri sendi dalam kategori sedang (77%). Setelah terapi selama 30 menit, skala nyeri berkurang secara signifikan, dengan peningkatan jumlah responden yang merasakan nyeri ringan dari 2 menjadi 10. Hasil ini menunjukkan efektivitas terapi relaksasi otot progresif dalam mengurangi nyeri sendi pada lansia. Penerapan terapi relaksasi otot progresif (ROP) terbukti efektif dalam menurunkan tingkat nyeri sendi pada lansia, menunjukkan penurunan signifikan dari nyeri berat ke sedang dan ringan. Disarankan agar terapi ROP diintegrasikan ke dalam program perawatan nyeri sendi di berbagai fasilitas kesehatan sebagai bagian rutin dari program rehabilitasi untuk lansia dengan nyeri sendi kronis. Kata Kunci: Nyeri Sendi, Lansia, Relaksasi Otot Progresif.  ABSTRACT Chronic pain is a common complaint among the elderly, significantly impacting their quality of life and healthcare costs. Pharmacological treatments for chronic pain often have high side effects in the elderly, whereas non-pharmacological approaches such as physical therapy, relaxation techniques, and psychological interventions are safer and more effective. Progressive muscle relaxation (PMR) has been proven to reduce acute and chronic pain, as well as anxiety and depression, by improving sleep quality and self-efficacy. The aim of this community service activity is to train elderly individuals experiencing pain to develop skills in managing joint pain through Progressive Muscle Relaxation therapy. The implementation of the community service program involves preparation, execution, and evaluation of progressive muscle relaxation therapy for the elderly, including discussions on the location of implementation, preparation of modules, music, and measurement instruments, as well as the execution of therapy and pain scale measurement before and after therapy. Evaluation is conducted by measuring changes in pain scale after therapy. The training in progressive muscle relaxation therapy was attended by 30 elderly participants, predominantly female, working as farmers, and aged over 50 years. Before therapy, the majority of respondents experienced joint pain in the moderate category (77%). After 30 minutes of therapy, the pain scale significantly decreased, with an increase in the number of respondents experiencing mild pain from 2 to 10. These results demonstrate the effectiveness of progressive muscle relaxation therapy in reducing joint pain in the elderly. The application of Progressive Muscle Relaxation (PMR) therapy has been proven effective in reducing the level of joint pain in the elderly, showing a significant decrease from severe to moderate and mild pain. It is recommended that PMR therapy be integrated into joint pain management programs in various healthcare facilities as a routine part of rehabilitation programs for elderly individuals with chronic joint pain. Keywords: Joint Pain, Elderly, Progressive Muscle Relaxation.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue