cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,576 Documents
Peningkatan Literasi Perencanaan Keuangan sebagai Persiapan untuk Berwirausaha Bagi Kelompok Ibu dan Kader di Wilayah Depok Ranila Suciati; Firlia Ayu Arini; Nanang Nasrulloh; Iin Fatmawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.24849

Abstract

ABSTRAK Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi perencanaan keuangan sebagai persiapan berwirausaha bagi kelompok ibu dan kader di wilayah Depok. Rendahnya pemahaman terkait pengelolaan keuangan usaha, seperti pencatatan, penganggaran, manajemen kas, dan pengelolaan risiko, menjadi tantangan utama dalam mendorong keberlanjutan usaha berbasis rumah tangga. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penjajakan dan survei mitra, penyampaian materi perencanaan keuangan secara aplikatif, diskusi interaktif, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan pada hampir seluruh aspek perencanaan keuangan, dengan beberapa indikator mencapai tingkat akurasi hingga 100% pada post-test. Temuan ini mengindikasikan bahwa pelatihan efektif dalam meningkatkan kesiapan finansial peserta dalam memulai dan mengelola usaha secara lebih terstruktur. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan ekonomi keluarga dan mendukung pembangunan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan. Kata Kunci: Literasi Keuangan, Perencanaan Keuangan, Kewirausahaan, Kelompok Ibu Dan Kader, Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat.  ABSTRACT This community service program aims to enhance financial planning literacy as a preparation for entrepreneurship among groups of mothers and community health cadres in the Depok area. Limited understanding of business financial management, including record keeping, budgeting, cash flow management, and risk management, remains a major challenge in supporting the sustainability of home-based enterprises. The program was implemented through partner engagement and surveys, the delivery of practical financial planning materials, interactive discussions, and evaluation using pre-test and post-test instruments. The results indicate a significant improvement in participants’ understanding across nearly all aspects of financial planning, with several indicators reaching accuracy levels of up to 100% in the post-test. These findings suggest that the training was effective in strengthening participants’ financial readiness to initiate and manage businesses in a more structured manner. This program is expected to enhance household economic resilience and support inclusive and sustainable local economic development. Keywords: Financial Literacy, Financial Planning, Entrepreneurship, Women and Community Cadres, Community Economic Empowerment.
Sosialisasi Optimalisasi Sampah Organik Berbasis Ekoenzim sebagai Sabun Disinfektan Pembersih Lantai Ramah Lingkungan si Kelurahan Pesawahan Ade Maria Ulfa; Natalina Natalina; Erna Lystianingsih; Dina Dwi Nuryani; Devi Oktarina; Galih Bimantara; Muhammad Putra Pratama
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.23025

Abstract

ABSTRAK Sampah menjadi salah satu masalah terhadap lingkungan, pengolahannya yang tidak tepat menyebabkan penumpukan dan sumber penyakit. Data BPS tahun 2023 menunjukkan timbulan sampah di Indonesia mencapai 69,9 juta ton dimana sekitar 60% diantaranya adalah sampah organik. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kesehatan mitra serta kemampuan masyarakat secara mandiri membuat sabun disinfektan pembersih lantai ramah lingkungan berbahan dasar ekoenzim yang dapat mencegah terjadinya penyakit berbasis lingkungan seperti diare, disentri, DBD dan malaria. Kegiatan dilakukan di Kelurahan Pesawahan Bandar Lampung. Kegiatan terdiri dari penyuluhan tentang pengolahan sampah menjadi ekoenzim dan pengukuran volume sampah serta sosialisasi pembuatan sabun disinfektan pembersih lantai ramah lingkungan menggunakan alat pengaduk sabun. Adanya peningkatan kesehatan mitra yaitu penurunan volume sampah sebesar 83,3%. Sedangkan evaluasi untuk peningkatan level keberdayaan mitra diketahui kemampuan masyarakat untuk membuat sabun disinfektan pembersih lantai ramah lingkungan sesuai prosedur dengan skor minimal 85.   Kata Kunci: Sampah Organik, Ekoenzim, Sabun Disinfektan.  ABSTRACT Waste is a major environmental problem; improper waste management leads to accumulation and a source of disease. Statistics Indonesia (BPS) data for 2023 shows that waste generation in Indonesia reached 69.9 million tons, approximately 60% of which is organic waste. The goal of this community service activity is to improve the health of partners and the community's ability to independently make environmentally friendly disinfectant floor cleaning soap using ecoenzymes, which can prevent environmental diseases such as diarrhea, dysentery, dengue fever, and malaria. The activity was conducted in the Pesawahan Village, Bandar Lampung. The activity consisted of education on waste processing into ecoenzymes, waste volume measurement, and socialization on making environmentally friendly disinfectant floor cleaning soap using a soap mixer. Partner health improved, with an 83.3% reduction in waste volume. Meanwhile, the evaluation to increase the level of partner empowerment revealed the community's ability to make environmentally friendly disinfectant floor cleaning soap according to procedures, with a minimum score of 85. Keywords: Organic Waste, Ecoenzymes, Disinfectant Soap.
Optimalisasi Peran Kader Surabaya Hebat (KSH) dan Keluarga dalam Upaya Meningkatkan Kesehatan Reproduksi di Masa Menopause di Kecamatan Banyu Urip Surabaya Khairiyatul Afiyah; Farida Umamah; Rusdianingseh Rusdianingseh
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.24841

Abstract

ABSTRAK Beratnya perubahan psikologis yang dialami ibu menopause disebabkan oleh buruknya pengalaman ibu dalam menghadapi menopause. Selain itu dukungan keluarga khususnya dukungan suami juga kurang baik terhadap perubahan psikologis ibu menopause, keluarga tidak membantu ibu menghadapi segala permasalahan yang terjadi pada ibu menopause, keluarga tidak membantu ibu untuk selalu menjaga dirinya. Oleh karena itu, pendekatan terhadap fungsi keluarga sangat diperlukan dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi perempuan pada masa menopause. Keluarga merupakan unit pelayanan dasar dalam masyarakat yang sekaligus menjadi pengasuh utama bagi anggota keluarga. Keluarga akan memegang peranan besar terutama dalam menentukan jenis perawatan yang dibutuhkan oleh anggota keluarga. Sebagai suatu sistem di dalam keluarga, maka akan terjadi interaksi, interelasi, dan saling ketergantungan antar sub-sub dalam sistem keluarga. Dengan kata lain, jika salah satu keluarga mengalami gangguan maka seluruh sistem keluarga akan terganggu. Tujuan kegiatan ini adalah Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peran Kader Surabaya Hebat dan keluarga dalam upaya meningkatkan kesehatan reproduksi di masa menopause. Metode yang diterapkan dalam pengabdian masyarakat ini adalah model edukasi dan memberikan keterampilan kepada kader dan keluarga dan setelah satu bulan dievaluasi hasil pre dan post pemberian edukasi. Hasil analisa data dengan menggunakan uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test didapatkan hasil p value 0,05 yang berarti ada perbedaan pengetahuan dan keterampilan pre dan post pemberian edukasi dan keterampilan. Hasil dari kegiatan didapatkan bahwa pengetahuan dan keterampilan KSH dan keluarga tentang pentingnya peran Kader Surabaya Hebat dan keluarga dalam upaya meningkatkan kesehatan reproduksi di masa menopause sebelum diberikan intervensi Tingkat pengetahuan KSH dan keluarga sebelum edukasi sebagian besar (70%) mempunyai pengetahuan kurang dan setelah edukasi sebagian besar (68,7%) mempunyai pengetahuan baik. Pemberian edukasi dan keterampilan tentang pentingnya peran Kader Surabaya Hebat dan keluarga dalam upaya meningkatkan kesehatan reproduksi di masa menopause. Peran keluarga dan KSH serta  Pengetahuan merupakan faktor utama dalam merubah perilaku untuk mencapai derajat kesehatan di masa menopause. Kesimpulan dalam kegiatan ini adalah pemberian edukasi dan keterampilan dapat mempengaruhi perilaku sehat yaitu KSH dan keluarga dapat berperan penting dalam meningkatkan derajat kesehatan di masa menopause.Kata Kunci:  Optimalisasi, KSH, Keluarga, Upaya, Kesehatan, Reproduksi, Masa Menopause.  ABSTRACT The severity of psychological changes experienced by menopausal mothers is caused by the mother's poor experience in dealing with menopause. In addition, family support, especially husband support, is also not good for the psychological changes of menopausal women, the family does not help mothers face all the problems that occur in menopausal women, the family does not help mothers to always take care of themselves. Therefore, an approach to family function is needed in providing health services for women during menopause. The family is the basic service unit in society which is also the main caregiver for family members. The family will play a major role, especially in determining the type of care needed by family members. As a system within the family, there will be interactions, interrelationships, and interdependence between sub-subs in the family system. In other words, if one family is disturbed, the entire family system will be disturbed. The purpose of this activity is to increase the knowledge and skills of the role of Surabaya Hebat cadres and families in efforts to improve reproductive health during menopause. The method applied in this community service is an educational model and provides skills to cadres and families and after one month the results of pre and post education are evaluated. The results of data analysis using the Wilcoxon Signed Rank Test statistical test obtained the results of p value 0.05, which means there are differences in knowledge and skills pre and post the provision of education and skills. The results of the activity found that the knowledge and skills of KSH and families about the importance of the role of Kader Surabaya Hebat and families in efforts to improve reproductive health in menopause before being given the intervention The level of knowledge of KSH and families before education most (70%) had poor knowledge and after education most (68.7%) had good knowledge. Providing education and skills about the importance of the role of Kader Surabaya Hebat and families in efforts to improve reproductive health in menopause. The role of the family and KSH and Knowledge are the main factors in changing behavior to achieve a degree of health in menopause. The conclusion in this activity is that providing education and skills can influence healthy behavior, namely KSH and families can play an important role in improving health status in menopause. Keywords: Optimization, KSH, Family, Efforts, Health, Reproduction, Menopause.
Peningkatan Kualitas Layanan Pembelajaran Flipped Classroom melalui Penguatan Literasi Digital Pada Dosen Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan, Indonesia Sarwa Sarwa; Ridho Azahar; Ummu Salamah; Heri Franata Sitorus; Ahmad Zulfikar; Riansayah Putra; Al Fatahillah; Liana Atika; Wisnu Prayogo
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.25386

Abstract

ABSTRAK Perkembangan teknologi digital menuntut dosen untuk memiliki literasi digital yang memadai dalam mendukung implementasi pembelajaran inovatif, khususnya model flipped classroom. Namun, masih terdapat kesenjangan kemampuan dosen dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran secara optimal yang berdampak pada kualitas layanan pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital dosen melalui program pelatihan dan pendampingan dalam implementasi flipped classroom pada dosen di Fakultas Teknik, Universitas Negeri Medan. Metode yang digunakan meliputi pelatihan, praktik langsung, serta evaluasi melalui desain pre-test dan post-test. Analisis dilakukan secara deskriptif dan inferensial untuk melihat perubahan sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada literasi digital dosen, dari rata-rata 47,19 ± 5,71 menjadi 83,07 ± 11,47. Uji t berpasangan menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan (p 0,001) dengan ukuran efek yang sangat besar (Cohen’s d = 2,70). Selain itu, hasil evaluasi menunjukkan peningkatan kemampuan dosen dalam merancang dan mengimplementasikan pembelajaran flipped classroom secara lebih efektif. Temuan ini menunjukkan bahwa program pelatihan dan pendampingan literasi digital memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas layanan pembelajaran. Kegiatan ini menegaskan pentingnya penguatan kompetensi digital dosen sebagai strategi dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran di era digital serta dapat direplikasi pada konteks institusi lain. Kata Kunci: Literasi Digital, Flipped Classroom, Pengabdian Kepada Masyarakat, Dosen, Peningkatan Kapasitas.  ABSTRACT The rapid development of digital technology requires lecturers to possess adequate digital literacy to support innovative learning models, particularly the flipped classroom approach. However, gaps remain in lecturers’ ability to optimally utilize educational technology, which affects the quality of learning services. This community service program aims to enhance lecturers’ digital literacy through structured training and mentoring in the implementation of flipped classroom practices at the Faculty of Engineering, Universitas Negeri Medan. The methods included training sessions, hands-on practice, and evaluation using a pre-test and post-test design. Data were analyzed using descriptive and inferential approaches to assess changes before and after the intervention. The results indicate a significant improvement in lecturers’ digital literacy, with the mean score increasing from 47.19 ± 5.71 to 83.07 ± 11.47. Paired t-test analysis revealed a highly significant difference (p 0.001) with a very large effect size (Cohen’s d = 2.70). In addition, the evaluation results demonstrate improved lecturer capacity in designing and implementing flipped classroom learning more effectively. These findings confirm that digital literacy training and mentoring have a positive impact on improving the quality of learning services. This program highlights the importance of strengthening lecturers’ digital competencies as a strategic approach to enhancing learning effectiveness in the digital era and provides a replicable model for similar institutional contexts. Keywords: Digital Literacy, Flipped Classroom, Community Service, Lecturer, Capacity Building.
Sosialisasi Pemilahan Sampah Plastik: Langkah Awal Menuju Keberlajutan Lingkungan Fitria Elvi; Markdo Anbest Gustin; Dela Melisa; Lia Yuliani; Anselma Nita
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.25406

Abstract

ABSTRAK Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai pemilahan sampah plastik sebagai langkah awal menuju keberlanjutan lingkungan. Permasalahan utama yang dihadapi adalah rendahnya tingkat kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam membedakan jenis sampah serta memahami pentingnya pemilahan sampah. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi sosialisasi, penyampaian materi edukatif, serta evaluasi melalui pretest dan posttest untuk mengukur tingkat pemahaman peserta sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada seluruh indikator yang diukur. Kemampuan peserta dalam membedakan sampah plastik dan non-plastik meningkat dari 30% pada pretest menjadi 90% pada posttest. Sementara itu, pemahaman peserta mengenai konsep pemilahan sampah secara umum mengalami peningkatan dari 20% menjadi 92%. Peningkatan ini menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi yang dilakukan efektif dalam meningkatkan literasi lingkungan masyarakat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan PKM ini berhasil mencapai tujuan yang diharapkan, yaitu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terkait pemilahan sampah plastik. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah secara lebih baik dan berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan keberlanjutan program serupa dengan cakupan yang lebih luas serta dukungan dari berbagai pihak guna menciptakan lingkungan yang bersih dan lestari. Kata Kunci: Pemilahan Sampah, Sampah Plastik, Literasi Lingkungan, PKM.  ABSTRACT This Community Service Activity (PKM) aims to increase public knowledge and understanding of plastic waste sorting as a first step toward environmental sustainability. The main challenges faced include low levels of public awareness and the ability to distinguish between different types of waste, as well as a lack of understanding regarding the importance of waste sorting. The methods employed in this activity include outreach, the delivery of educational materials, and evaluation through pre- and post-tests to measure participants’ understanding before and after the activity. The results of the activity indicate a significant improvement across all measured indicators. Participants’ ability to distinguish between plastic and non-plastic waste increased from 30% on the pretest to 90% on the posttest. Meanwhile, participants’ understanding of the general concept of waste sorting improved from 20% to 92%. This improvement indicates that the awareness-raising activities conducted were effective in enhancing the community’s environmental literacy. Thus, it can be concluded that this PKM activity successfully achieved its intended objectives, namely to increase public knowledge and understanding regarding plastic waste sorting. This activity is expected to encourage behavioral changes among the public toward better and more sustainable waste management. Therefore, the continuation of similar programs with a broader scope, as well as support from various stakeholders, is necessary to create a clean and sustainable environment. Keywords: Waste Sorting, Plastic Waste, Environmental Literacy, PKM.
Edukasi Bahaya Bahan Tambahan Pangan dan Demonstrasi Deteksi Mandiri Asam Benzoat pada Ibu PKK Kelurahan Gadang Muhammad Hasan Wattiheluw
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.25519

Abstract

ABSTRAK Kegiatan pengabdian masyarakat mengenai edukasi bahaya Bahan Tambahan Pangan (BTP) asam benzoat dan demonstrasi deteksi mandirinya pada 30 orang Ibu-ibu PKK telah berjalan dengan efektif. Intervensi dengan pendekatan multimodal ini berhasil meningkatkan literasi dan keterampilan peserta yang didominasi oleh kelompok usia pra-lansia (43,3%) yang berperan penting sebagai penjaga gawang kesehatan keluarga. Hasil evaluasi menunjukkanforma bahwa tingkat keberhasilan keterampilan praktis peserta dalam mendeteksi asam benzoat menggunakan test kit mencapai 72,5%, lebih tinggi dibandingkan tingkat pemahaman teoretis dan sikap yang berada di angka 60%, dengan rerata skor evaluasi keseluruhan 14,23±1,55. Hal ini mengindikasikan bahwa pemberdayaan konsumen melalui penguasaan alat deteksi konkret lebih mudah diadaptasi dibandingkan sekadar kampanye informasi abstrak. Untuk memperluas dampak positifnya, program ini direkomendasikan agar berlanjut dengan penguatan pemahaman terkait regulasi batas aman pangan serta menjadikan kelompok PKK sebagai pendidik sebaya (peer educators) demi terciptanya ekosistem keamanan pangan yang berkelanjutan di tingkat komunitas. Kata Kunci: Asam Benzoat, Bahan Tambahan Pangan, Deteksi Mandiri, Ibu PKK, Keamanan Pangan.  ABSTRACT The community service activity regarding education on the hazards of the food additive benzoic acid and the demonstration of its independent detection among 30 women of the Family Welfare Movement (PKK) has been implemented effectively. This multimodal intervention successfully improved the literacy and skills of the participants, who were predominantly in the pre-elderly age cohort (43.3%) and act as pivotal gatekeepers of family health. Evaluation results indicated that the participants' practical skill success rate in detecting benzoic acid using a test kit reached 72.5%, which was higher than their theoretical understanding and attitude levels at 60%, with an overall mean evaluation score of 14.23 ± 1.55. These findings indicate that consumer empowerment through the mastery of concrete detection tools is more readily adopted than abstract informational campaigns alone. To expand its positive impact, it is recommended that the program be continued by strengthening comprehension of food safety limit regulations and empowering the PKK group as peer educators to foster a sustainable food safety ecosystem at the community level. Keywords: Benzoic Acid, Food Additive, Independent Detection, PKK Women, Food Safety.
Pemberdayaan Keluarga dan Kader dalam Pencegahan Stunting Berbasis Family Centered Nursing dan Modifikasi GOBI-3F Eltanina Ulfameytalia Dewi; Joko Santoso; Rista Islamarida
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.23836

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan masalah kesehatan prioritas yang memengaruhi perkembangan fisik dan kognitif anak. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Kecemen, Kecamatan Manisrenggo, Kabupaten Klaten. Meningkatkan kapasistas keluarga dan kader posyandu dalam pencegahan stunting melalui pendekatan Family Centered Nursing (FCN) dan modifikasi GOBI-3F (Growth Monitoring, Oral Rehydration, Breastfeeding, Immunization, Female Education, Family Planning, dan Food Supplementation). Metode pelaksanaan meliputi focus group discussion (FGD), pelatihan keterampilan, kunjungan rumah, edukasi gizi, pembentukan kelompok peduli ibu menyusui, penguatan kesehatan mental dan komunikasi, serta pelatihan deteksi dini tumbuh kembang. Program ini melibatkan kader posyandu, ibu balita, guru PAUD, pemerintah desa dan mahasiswa. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan kader dan ibu balita, meningkatkan kemampuan kader dalam pengukuran antropometri, terbentuknya kelompok pendukung ibu menyusui, meningkatnya praktik penyediaan MP-ASI berbasis bahan pangan lokal, serta penguatan fungsi perawatan kesehatan keluarga. Program ini terbukti meningkatkan keberdayaan masyarakat dalam upaya pencegahan stunting. Program ini berahasil meningkatkan pengetahuan, ketrampulan, dan perilaku keluarga serta kader dalam pencegahan stunting melalui pendekatan family centered nursing dan GOBI-3F. Kunjungan rumah kepada klien juga menunjukkan kontribusi terhadap peningkatan kapasitas keluarga.  Kata Kunci: Kader, GOBI-3F, Family Centered Nursing, Stunting, Pemberdayaan Keluarga.  ABSTRACT Stunting is a priority health problem that affects children's physical and cognitive development. This community service program was implemented in Kecemen Village, Manisrenggo District, Klaten Regency. To increase the capacity of families and integrated health post (Posyandu) cadres in stunting prevention through the Family Centered Nursing (FCN) approach and modified GOBI-3F (Growth Monitoring, Oral Rehydration, Breastfeeding, Immunization, Female Education, Family Planning, and Food Supplementation). The implementation methods included focus group discussions (FGD), skills training, home visits, nutrition education, the formation of breastfeeding mother care groups, strengthening mental health and communication, and early detection of growth and development training. This program involved Posyandu cadres, mothers of toddlers, PAUD teachers, village government and university students. The results showed an increase in the knowledge of cadres and mothers of toddlers, increased cadre skills in anthropometric measurements, the formation of breastfeeding mother support groups, increased practice of providing complementary feeding based on local food ingredients, and strengthening the function of family health care. This program has been proven to increase community empowerment in stunting prevention efforts. This program successfully improved the knowledge, skills, and behavior of families and cadres in stunting prevention through a family-centered nursing approach and GOBI-3F. Home visits to clients also contributed to increased family capacity. Keywords: Cadres, GOBI-3F, Family-Centered Nursing, Stunting, Family Empowerment.
Edukasi Aktifitas Fisik dan Senam Hipertensi untuk Menurunkan Tekanan Darah Pada Lansia dengan Hipertensi Nova Indriana; M. Arifki Zainaro; Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.16148

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang cukup berbahaya hingga mendapat julukan “The silent killer” kerena hipertensi dapat menyerang setiap orang tanpa adanya tanda yang muncul pada tubuh dan berisiko menyebabkan kematian. Hipertensi merupakan suatu keadaan klinis ketika pengukuran sistolik lebih dari 140 mmHg dan diastolik lebih dari 90 mmHg. Seiring meningkatnya usia pada lansia terjadi perubahan pada seluruh sistem, salah satunya perubahan sistem kardiovaskuler. Perubahan tersebut meliputi penurunan elastisitas dinding aorta, penebalan katup jantung dan katup jantung menjadi kaku, penurunan kemampuan jantung memompa darah sehingga dapat menyebabkan hipertensi pada lansia. Pencegahan dan penanggulangan hipertensi dapat dilakukan dengan olahraga teratur atau aktifitas fisik diantaranya berjalan, bersepeda, berenang, melakukan pekerjaan rumah dan senam anti hipertensi. Senam anti hipertensi adalah bagian dari aktifitas fisik yang dapat mengurangi berat badan dan menghilangkan stres, yang menjadi dua faktor tertinggi risiko penyebab hipertensi. Kata Kunci: Edukasi, Senam Hipertensi, Lansia.  ABSTRACT Hypertension is a non-communicable disease that is dangerous enough to have earned the nickname "The Silent Killer" because hypertension can attack anyone without any signs appearing on the body and has the risk of causing death. Hypertension is a clinical condition when the systolic measurement is more than 140 mmHg and the diastolic measurement is more than 90 mmHg. As the elderly age increases, changes occur in the entire system, one of which is changes in the cardiovascular system. These changes include a decrease in the elasticity of the aortic wall, thickening of the heart valves, stiffening of the heart valves, and a decrease in the heart's ability to pump blood, which can cause hypertension in the elderly. Prevention and management of hypertension can be done with regular exercise or physical activity including walking, cycling, swimming, doing housework and anti-hypertension exercises. Anti-hypertension exercise is part of physical activity that can reduce body weight and eliminate stress, which are the two highest risk factors for hypertension. Keywords: Education, Hypertension Exercise, Elderly.
Analisis Asuhan Keperawatan melalui Pemberian Intervensi Pursed Lips Breathing dan Batuk Efektif Terhadap Status Oksigenasi Dengan Diagnosa Medis Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) Di RSUD Pasar Rebo Putri Tamima Aliyah Halim; Dayan Hisni
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.13813

Abstract

ABSTRAK Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) ialah kondisi pernafasan umum yang menyebabkan obstruksi dalam pertukaranoksigen dan karbon dioksida karena kerusakan pada dinding alveolar juga menyebabkan penumpukan lendir dan sekresi ketat        yang dapat menghalangi saluran udara (Fadilah, 2022). Maka diperlukan peningkatan status oksigenasi dengan intervensi keperawatan. Menganalisis asuhan keperawatan melalui pursed lips breathing dan batuk efektif terhadap status oksigenasi pada pasien dengan diagnosa medis PPOK di RSUD Pasar Rebo. Penerapan pursed lips breathing dan batuk efektif pada masalah keperawatan bersihan jalan napas tidak efektif berdasarkan catatan perkembangan menunjukan bahwa selama 3 hari pertemuan yang dilaksanakan pada tanggal 25 Desember 2023 s/d 27 Desember 2023 pada Tn.A dan Tn.G mengalami perubahan status oksigenasi yang artinya efektif, Tn A, hasil RR dari 30x/m menjadi 22x/m, SpO2 dari 90% menjadi 94% dan Tn.G, hasil RR dari 28x/m menjadi 20x/m, SpO2 dari 95% menjadi 99%.Pemberian terapi pursed lips breathing dan batuk efektif berhasil mengatasi masalah bersihan jalan napas tidak efektif. Diharapkan keluarga dapat mengaplikasikan secara rutin dengan tujuan untuk meningkatkan status oksigenasi Kata Kunci: PPOK, Pursed Lips Breathing dan Batuk Efektif, Status Oksigenasi.  ABSTRACT Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) is a common respiratory condition that causes obstruction in the exchange of oxygen and carbon dioxide because damage to the alveolar walls also causes a buildup of mucus and tight secretions that can block the airways (Fadilah, 2022). So it is necessary to improve oxygenation status with nursing intervention. Analyzing nursing care through pursed lips breathing and effective coughing on oxygenation status in patients with a medical diagnosis of COPD at RSUD Pasar Rebo. The use Nursing evaluation on the problem of ineffective airway clearance based on progress notes showed that during the 3 day meeting out on December 25 to December 27 2023 Mr. A and Mr. G experienced changes in oxygenation status which means effective, Mr A, RR results from 30x/m to 21x/m, SpO2 from 90% to 94% and Mr.G, RR results from 28x/m to 20x/m, SpO2 from 95% to 99%. Providing effective pursed lips breathing and cough therapy succeeded in overcoming the problem of ineffective airway clearance. It is hoped that families can apply it regularly with the aim of improving oxygenation status. Keywords: Oxygenation Status, Pursed Lips Breathing and Effective Cough Exercise, PPOK.
Pendidikan Kesehatan tentang Cara Mengurangi Nyeri Menstruasi dengan Kompres Hangat dan Pijat Perut Pada Remaja Misrawati Misrawati; Sri Utami; Surya Wahyuni
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.24645

Abstract

ABSTRAK Nyeri menstruasi (dismenore) merupakan keluhan umum pada remaja putri yang dapat mengganggu aktivitas belajar, istirahat, dan kehidupan sehari-hari. Pengelolaan nyeri menstruasi secara mandiri melalui kompres hangat dan pijat perut (abdominal massage) terbukti efektif dan aman, namun remaja kurang paham dalam melakukannya. Tujuan pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) adalah mewujudkan SDG’s 3, yaitu menjamin kesehatan dan kesejahteraan remaja putri. Kegiatan dilakukan pada perempuan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Pekanbaru dengan metode partisipatif meliputi: a) Pendidikan kesehatan dengan metode ceramah interaktif dan diskusi; b) Pendampingan dalam praktik langsung dalam penatalaksanaan kompres hangat dan pijat perut untuk mengurangi nyeri menstruasi. Hasil kegiatan menunjukkan terjadi peningkatan rata-rata nilai pengetahuan yang signifikan dari sebelum diberikan pendidikan kesehatan sebesar 76,00 menjadi 92,00. Selama pelaksanaan, terlihat peserta antusias, aktif bertanya, berdiskusi, dan mempraktikkan teknik yang diajarkan dengan tepat dan benar. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi kesehatan berbasis partisipatif dan praktik langsung efektif meningkatkan pemahaman remaja tentang dismenore serta mendorong penerapan strategi pengelolaan nyeri menstruasi secara mandiri. Kata Kunci: Dismenore, Kompres Hangat, Nyeri Menstruasi, Pendidikan Kesehatan, Pijat Perut.  ABSTRACT Menstrual pain (dysmenorrhea) is a common complaint among adolescent girls that can disrupt learning activities, rest, and daily life. Self-management of menstrual pain through warm compresses and abdominal massage has been proven to be effective and safe; however, many adolescents lack adequate knowledge on how to perform these techniques properly. This Community Service Programme (PKM) aims to contribute to achieving Sustainable Development Goal (SDG) 3, which focuses on ensuring the health and well-being of adolescent girls. The programme was conducted among female students at a public junior high school in Pekanbaru using a participatory approach, including: (a) health education through interactive lectures and discussions; and (b) hands-on assistance in practising warm compress application and abdominal massage for menstrual pain relief. The results showed a significant increase in the average knowledge score, from 76.00 before the health education intervention to 92.00 afterwards. During implementation, participants demonstrated high enthusiasm, actively asked questions and engaged in discussions, and correctly performed the taught techniques. This programme demonstrates that participatory health education combined with practical training is effective in improving adolescents’ understanding of dysmenorrhea and encouraging the independent application of menstrual pain management strategies. Keywords: Dysmenorrhea, Warm Compress, Menstrual Pain, Health Education, Abdominal Massage.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue