cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,576 Documents
Pemberdayakan Masyarakat sebagai Kader Promosi Gerakan Perilaku CERDIK untuk Mencegah Penyakit Jantung Try Ayu Patmawati; Irwan Budiana; Rif'atunnisa Rif'atunnisa
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.23550

Abstract

ABSTRAK PTM menjadi masalah kesehatan global yang cukup serius, yang ditandai dengan munculnya kasus baru dan kasus kematian akibat Penyakit Tidak Menular (PTM) di tiap tahunnya. Masyarakat kelurahan Paupanda kurang produktif secara ekonomi. Rendahnya pendidikan, minat dan kesadaran masyarakat menjadi penyebab kurangnya pengetahuan tentang penyakit tidak menular salah satunya penyakit jantung. Selain itu, perilaku hidup yang tidak sehat perilaku tidak sehat seperti merokok, kurang aktivitas fisik, dan pola makan yang tidak sehat dan berbagai faktor risiko PTM bisa dengan mudah ditemukan diberbagai lapisan masyarakat.Tujuan penelitian ini yakni ntuk memberdayakan masyarakat sebagai kader promosi gerakan perilaku CERDIK untuk mencegah penyakit penyakit kardiovaskular di Kelurahan Paupanda Wilayah Kerja Puskesmas Rukun Lima Kabupaten Ende. Metode pada kegiatan ini tim pengabdian masyarakat memberikan edukasi bagi kader dan masyarakat, pelatihan dan pendampingan. Hasil pengukuran pre dan post test didapatkan bahwa pada tahap pre rerata pengetahuan responden adalah 54,4 sedangkan pada tahap post didapatkan rerata pengetahuan kader meningkat yakni 79,8 setelah diberikan materi dan pelatihan. Edukasi yang diberikan mampu meningkatkan pengetahuan kader dan juga masyarakat akhirnya sadar akan pentingnya menerapkan CERDIK untuk mencegah penyakit jantung. Oleh karena itu perlu peran aktif kader kesehatan untuk memberikan penyuluhan yang rutin tentang pencegahan penyakit tidak menular (PTM) dengan materi CERDIK dan kepada masyarakat untuk menyerbarluaskan informasi yang diterima terkait dengan pencegahan penyakit tidak menular (PTM) demi keberlanjutan kegiatan pengabdian. Kata Kunci: Penyakit Jantung,Edukasi,Kader, CERDIK.   ABSTRACT Non-communicable diseases (NCDs) are a serious global health problem, marked by the emergence of new cases and deaths from Non-Communicable Diseases (NCDs) each year. The Paupanda sub-district community is economically unproductive. Low levels of education, interest, and public awareness contribute to a lack of knowledge about NCDs, one of which is heart disease. Furthermore, unhealthy lifestyles, such as smoking, lack of physical activity, and unhealthy diets, contribute to various NCD risk factors, which are readily found across all levels of society. The aim is to empower the community as cadres to promote the CERDIK behavior movement to prevent cardiovascular disease in Paupanda Sub-district, within the Rukun Lima Community Health Center (Puskesmas) working area in Ende Regency. The method In this activity, the community service team provided education, training, and mentoring to cadres and the community. Pre- and post-test measurements revealed that in the pre-test, the average respondent's knowledge was 54.4, while in the post-test, the average cadre's knowledge increased to 79.8 after receiving materials and training. The education provided increased the knowledge of cadres and the community, ultimately raising awareness of the importance of implementing CERDIK to prevent heart disease. Therefore, health cadres need to actively participate in providing regular counseling on the prevention of non-communicable diseases (NCDs) using CERDIK materials and disseminating the information received regarding the prevention of non-communicable diseases (NCDs) to the community to ensure the sustainability of community service activities. Keywords: Heart Disease, Education, Cadres, CERDIK.
Kemampuan Membaca Label, Food Taboo, dan Pemilihan Makanan Ibu Balita Pra Stunting dan Tidak Stunting Muhamad Zaid Zidane
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.25442

Abstract

ABSTRAK Membaca label kuliner bisa membantu mencegah pra stunting, gagal pertumbuhan di anak yang ditimbulkan sang kekurangan nutrisi. Menggunakan tahu berita gizi di label kuliner, seorang bisa menentukan kuliner yang lebih bergizi serta memenuhi kebutuhan nutrisi anak. Tujuan asal penelitian yang dilakukan merupakan menganalisis disparitas kemampuan membaca label kuliner antara ibu menggunakan balita stunting serta tidak stunting pada daerah Wonokromo. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian Kualitatif. Tidak terdapat besar sampel pada penelitian yang dilakukan, diambil random memakai stratified random sampling. Pengumpulan data mencakup Wawancara, Focused Group Discussion (FGD), Indepth Interview. Akibat penelitian memberikan tidak terdapat disparitas antara kemampuan membaca label kuliner ibu balita pra stunting menggunakan kemampuan membaca label kuliner ibu balita tidak stunting. Kebanyakan ibu balita pra stunting serta ibu balita tidak stunting tidak seringkali membaca label kuliner. Ada beberapa yang kurang paham menggunakan label kuliner. Ada beberapa yang tidak memiliki pantangan terhadap kuliner eksklusif. Konklusi asal penelitian yang dilakukan merupakan tidak terdapat disparitas antara kemampuan membaca label kuliner ibu balita pra stunting menggunakan kemampuan membaca label kuliner ibu balita tidak stunting. Ada beberapa yang tidak memiliki pantangan terhadap kuliner eksklusif. Usahakan sebelum ibu yang memiliki balita pra stunting serta ibu yang memiliki balita tidak stunting menggunakan kuliner yang berlabel, pastikan wajib melihat nilai zat gizi yang terdapat di kuliner yang berlabel. Bila tidak memiliki pantangan terhadap kuliner eksklusif, sebaiknya permanen mengonsumsi kuliner yang bergizi. Bila menentukan kuliner, pilih kuliner yang sehat menggunakan cara melihat zat gizi kuliner tersebut. Kata Kunci: Pra Stunting, Label Kuliner, Pantangan.  ABSTRACT Studying meals labels can assist save you pre-stunting, a increase failure in kids resulting from dietary deficiencies. With the aid of expertise the dietary facts on meals labels, you'll be able to select meals which might be greater nutritious and fulfil kid's dietary wishes. The reason of the studies carried out became to examine variations inside the capacity to examine meals labels among mothers with stunted and non-stunted infants inside the Wonokromo region. The studies performed became qualitative studies. There has been no pattern length inside the studies performed, taken randomly the use of stratified random sampling. Facts series consists of Interview, focused group discussion (FGD), Indepth Interview. The outcomes confirmed no distinction among the capacity to examine meals labels of pre-stunted mothers of infants and the capacity to examine meals labels of non-stunted mothers of infants. Maximum mothers of pre-stunted infants and mothers of non-stunted infants did no longer frequently examine meals labels. There have been a few who do no longer apprehend meals labels. There are a few who did no longer have regulations on positive meals. The belief of the studies performed is that there may be no distinction among the capacity to examine meals labels of mothers of pre-stunting infants and the capacity to examine meals labels of mothers of non-stunting infants. There are a few who do no longer have regulations on positive meals. It's far encouraged that earlier than mothers who've pre-stunting infants and mothers who've non-stunting infants use labelled meals, make certain to take a look at the dietary values in labelled foods. In case you do not have regulations on positive meals, attempt to maintain consuming nutritious meals. If selecting meals, choose healthful meals with the aid of searching on the vitamins of the meals. Keywords : Pre-Stunting, Meals Labelling, Abstinence.
Penyuluhan Kesehatan tentang Pengobatan Tradisional untuk Menurunkan Tekanan Darah Pada Lansia dengan Hipertensi Rostika Januar; M Arifki Zainaro; Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.15982

Abstract

ABSTRAK Tekanan darah menjadi salah satu faktor yang memiliki efek sangat penting dalam sistem sirkulasi. Tinggi atau rendahnya tekanan darah akan mempengaruhi homeostatis di dalam tubuh manusia . Pada orang dewasa muda tekanan darah berkisar 120/70 mmHg dalam posisi istirahat. Namun secara fisiologis, tekanan darah bervariasi dari waktu ke waktu karena adanya beberapa faktor yang mempengaruhi. Tekanan darah di atas 140/90 mmHg yang diukur pada tiga kesempatan terpisah disebut hipertensi atau tekanan darah tinggi. Hipertensi menjadi penyebab utama kematian ketiga secara global. Pengobatan  dasar  untuk  hipertensi  adalah  non-farmakologis  terapi,  dan  termasuk  penurunan  berat badan,  asupan  natrium  terbatas,  aktivitas  fisik,  dan penghentian  merokok  dan  konsumsi  alkohol. Khomsan (2009) juga menyatakan bahwa buah mentimun memiliki efek hipotensif yang dapat menurunkan tekanan darah dan efek diuretik yang dapat melancarkan air seni sehingga menurunkan jumlah cairan yang beredar dalam aliran darah pada akhirnya dapat mengurangi beban kerja jantung. Hal ini berarti cara kerja terapi dengan mengkonsumsi jus mentimun sama halnya dengan obat-obatan antihipertensi golongan diuretik dalam menurunkan tekanan darah. Selain itu, mentimun sangat bermanfaat dalam menurunkan tekanan darah karena kandungan kalsium, magnesium, kalium, dan fosfornya yang tinggi Kata Kunci: Penyuluhan Kesehatan, Obat Tradisional, Mentimun, Hipertensi , Lansia.  ABSTRACT Blood pressure is one of the factors that has a very important effect on the circulatory system. High or low blood pressure will affect homeostatic in the human body. In young adults, blood pressure ranges from 120/70 mmHg in the resting position. But physiologically, blood pressure varies from time to time due to several influencing factors. Blood pressure above 140/90 mmHg measured on three separate occasions is called hypertension or blood pressure.Hypertension is the third leading cause of death globally. The basic treatment for hypertension is non-pharmacological therapy, and includes weight loss, limited sodium intake, physical activity, and cessation of smoking and alcohol consumption. Khomsan (2009) also stated that cucumbers have a hypotensive effect that can lower blood pressure and a diuretic effect that can promote urine so that it reduces the amount of fluid circulating in the bloodstream can ultimately reduce the workload of the heart This means that the way therapy works by consuming cucumber juice is the same as diuretic antihypertensive drugs in lowering blood pressure. In addition, cucumbers are very beneficial in lowering blood pressure due to their high content of calcium, magnesium, potassium, and phosphorus Keywords: Health Counseling, Traditional Medicine, Cucumber, Hypertension, Elderly.
Pemanfaatan Limbah Nasi sebagai Bahan Baku Mikroogranisme Lokal (MOL) dalam Mewujudkan Sanitasi Lingkungan yang Berkelanjutan Inosensius Harmin Jandu; Lorensius Santu
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.25415

Abstract

ABSTRAK Pengolahan limbah nasi menjadi pupuk organik cair (MOL) merupakan solusi efektif untuk mengurangi timbunan sampah organik dan emisi gas rumah kaca. MOL yang kaya akan mikroorganisme bermanfaat dapat memperbaiki kualitas tanah dan meningkatkan produktivitas pertanian Selama ini, limbah nasi seringkali dianggap sebagai sampah yang tidak bernilai dan hanya dibuang begitu saja. Padahal, limbah nasi memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk yang bermanfaat, salah satunya adalah pupuk organik cair (MOL). Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarkat untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan tentang pembuatan (MOL). Metode kegiatan yaitu memberikan praktek langsung Bersama masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah organik dan pemanfaatan limbah. Selain itu, kegiatan ini juga dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan baru kepada masyarakat dalam membuat pupuk organik cair. Hasil menunjukkan penurunan dalam jumlah limbah makanan dan peningkatan produktivitas ternak. Selain itu, program ini telah meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan limbah yang berkelanjutan dan membuka peluang ekonomi baru bagi petani. Inovasi ini memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Berdasarkan hasil evaluasi pelatihan menunjukkan peningkatan setelah melakukan praktek mengalami peningkatan yaitu dengan 75% artinya kegiatan PkM dapat mempengaruhi kemampuan mitra atau sasaran. Kata Kunci: Limbah Nasi, Pupuk Organik Cair (MOL), Masyarakat.  ABSTRACT Processing rice waste into liquid organic fertilizer (Local Microorganisms/MOL) is an effective solution for reducing organic waste accumulation and greenhouse gas emissions. MOL, which is rich in beneficial microorganisms, can improve soil quality and increase agricultural productivity. Historically, rice waste has often been regarded as worthless refuse and is simply discarded. In fact, rice waste holds great potential to be processed into valuable products, such as liquid organic fertilizer (MOL). This activity aims to empower the community by providing them with the knowledge and skills required for MOL production. The method employed involves direct practical training with the community. This initiative is expected to raise public awareness regarding the importance of organic waste management and waste utilization. Furthermore, it provides the community with new skills in producing liquid organic fertilizer. Results show a decrease in the amount of food waste and an increase in livestock productivity. Additionally, the program has heightened community awareness about sustainable waste management and opened new economic opportunities for farmers. This innovation provides a tangible contribution to achieving eco-friendly and sustainable agriculture. Based on the evaluation results, training participants showed a 75% improvement after the practical sessions, indicating that this Community Service (PkM) activity significantly enhances the capabilities of the partners or target groups. Keywords: Rice waste, Liquid Organic Fertilizer (MOL), Community.
Seksualitas Remaja Yang Sehat: Kunci Kepercayaan Diri Veronica Paula; Deborah Siregar; Juniarta Juniarta; Belet Lydia Ingrit; Rani Sonia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.25534

Abstract

ABSTRAK Masa remaja merupakan periode kritis dalam perkembangan individu yang ditandai dengan pembentukan identitas,termasuk identitas seksual. Pendidikan seksualitas yang komprehensif berperan penting dalam membekali remaja dengan pengetahuan dan sikap positif untuk mendukung perilaku seksual yang sehat dan bertanggung jawab. KegiatanPengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan membentuk sikap positifremaja terhadap seksualitas yang sehat melalui pendekatan pendidikan seksualitas yang komprehensif. Kegiatan dilaksanakan di SMA Negeri 8 Tangerang pada 25 April 2025 dengan metode ceramah dan diskusi. Sebanyak 70 remaja putri mengikuti kegiatan ini. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Hasil menunjukkan peningkatan skor pengetahuan rata-rata dari 95,87 pada pre-test menjadi 96,07 pada post-test, dengan peningkatan sebesar 0,2 poin. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan meskipun dilakukan dalam waktu singkat, tetap memiliki peran penting dalam memperkuat pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi dan seksual. Rekomendasi yang dapat diberikan dari hasil kegiatan ini adalah untuk melakukan pendidikan kesehatan secara berkelanjutan dan lebih luas di berbagai komunitas dengan pendekatan yangpartisipatif dan kontekstual sesuai kebutuhan remaja. Kata Kunci: Edukasi Kesehatan Seksual, Kepercayaan Diri, Remaja, Pendidikan Resproduksi.  ABSTRACT Adolescence is a critical period in individual development marked by the formation of identity, including sexual identity. Comprehensive sexuality education plays an essential role in equipping adolescents with knowledge and positive attitudes to support healthy and responsible sexual behavior. This community service activity aimed toimprove adolescents' knowledge and shape positive attitudes toward healthy sexuality through a comprehensive sexuality education approach. The activity was conducted at SMA Negeri 8 Tangerang on April 25, 2025, using lecture and discussion methods. A total of 70 female adolescents participated in this activity. Evaluation was carried out using pre- and post-tests to measure knowledge improvement. The results showed an increase in the average knowledge score from 95.87 (pre-test) to 96.07 (post- test), with a gain of 0.2 points. This activity indicates that health education, even when conducted in a short period, still plays a vital role in enhancing adolescents' knowledge about reproductive and sexual health. Based on the findings, it is recommended that health education be conducted continuously and more widely in various communities using participatory and contextual approaches that meet the needs of adolescents. Keywords: Sexual Health Education, Self-Confidence, Adolescents, Reproductive Education.
Implementasi Diabetes Self-Management Education (DSME) untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Perawatan Diri Pasien Diabetes Mellitus Zuriati Zuriati; Indra Wijaya; Melti Suriya; Nida Izzatunisa Khasanah; Karlina Karlina; Siska Putri Septiani; Fatikah Rodotul Aini; Iis Setiawaty; Alfi Fauziah Hafidzah; Krisnina Alya Maharani; Nisa Marwa Nabilah; Neta Eka Aprilia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.24429

Abstract

ABSTRAK Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang membutuhkan pengelolaan mandiri secara berkelanjutan guna mencegah terjadinya komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup penderita. Permasalahan yang banyak ditemukan pada pasien DM di wilayah Cikarang adalah rendahnya tingkat pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan manajemen mandiri diabetes. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pasien DM beserta keluarga pendamping melalui program Diabetes Self-Management Education (DSME). Kegiatan dilaksanakan di Ruang Srikandi RS Bhakti Husada Cikarang dengan metode edukasi tatap muka, diskusi interaktif, demonstrasi senam kaki diabetik, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Peserta kegiatan terdiri dari pasien Diabetes Mellitus dan keluarga pendamping. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, ditandai dengan peningkatan nilai rata-rata pre-test sebesar 56,3 menjadi 82,7 pada post-test. Selain itu, peserta mampu mempraktikkan senam kaki diabetik dengan benar serta menunjukkan pemahaman yang lebih baik terkait pengaturan diet, aktivitas fisik, perawatan kaki, dan pencegahan komplikasi diabetes. Kegiatan DSME terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan manajemen mandiri diabetes. Program ini diharapkan dapat berkontribusi dalam pengendalian kadar gula darah serta peningkatan kualitas hidup penderita Diabetes Mellitus. Kata Kunci: Diabetes Mellitus, Diabetes Self-Management Education, Manajemen Mandiri.  ABSTRACTDiabetes Mellitus (DM) is a chronic disease that requires continuous self-management to prevent complications and improve patients’ quality of life. One of the main problems encountered among patients with DM in the Cikarang area is the low level of knowledge and skills in diabetes self-management. This Community Service activity aimed to improve the knowledge and skills of patients and their family caregivers through a Diabetes Self-Management Education (DSME) program. The activity was conducted at the Srikandi Room of Husada Hospital using face-to-face educational sessions, interactive discussions, demonstrations of diabetic foot exercises, and evaluation through pre-test and post-test assessments. Participants consisted of patients with Diabetes Mellitus and their accompanying family members. The evaluation results showed a significant increase in knowledge, with the average pre-test score improving from 56.3 to 82.7 in the post-test. In addition to increased knowledge, participants were able to correctly perform diabetic foot exercises and demonstrated a better understanding of dietary management, physical activity, foot care, and the prevention of diabetes-related complications. The DSME program proved to be effective in improving diabetes self-management knowledge and skills and is expected to contribute to better glycemic control and an improved quality of life among patients with Diabetes Mellitus. Keywords: Diabetes Mellitus, Diabetes Self-Management Education, Self-Management.
Penyuluhan Pemenuhan Nutrisi Seimbang Pada Balita di Wilayah Kelurahan Periuk Kota Tangerang Ika Oktaviani; Suci Nurfajriah; Nizla Rohaya
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.12379

Abstract

ABSTRAK Menurut data prevalensi balita pendek (stunting) dari World Health Organization (WHO), Negara Indonesia menduduki peringkat ketiga di regional Asia Tenggara yaitu dengan jumlah rata – rata prevalensi balita pendek (stunting) tahun 2005 – 2017 sebesar 36,4%. Berdasarkan Data Pemantauan Status Gizi Tahun 2015 – 2017 di Indonesia, kejadian balita pendek (stunting) memiliki prevalensi tertinggi dibandingkan dengan permasalahan gizi lainnya seperti gizi kurang, kurus, dan gemuk (Kemenkes RI, 2018). Prevalensi stunting bayi berusia di bawah lima tahun (balita) Indonesia pada 2015 sebesar 36,4%. Artinya lebih dari sepertiga atau sekitar 8,8 juta balita mengalami masalah gizi di mana tinggi badannya di bawah standar sesuai usianya. Stunting tersebut berada di atas ambang yang ditetapkan WHO sebesar 20%. Penyuluhan yang dilakukan dengan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di kelurahan periuk Tangerang pada bulan Agustus sampai dengan September 2023. Setelah dilakukan penyuluhan pemenuhan nutrisi pada balita didapatkan hasil sebanyak 42 (70 %) ibu memiliki pengetahuan yang baik dan setelah dilakukan penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat, didapatkan sebanyak 48 (80%) peserta memiliki pengetahuan yang baik. Pelaksanaan kegiatan pengabdian Masyarakat dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta tentang pemenuhan nutrisi seimbang pada balita dan perilaku hidup bersih. Kata Kunci: Stunting, Balita, Penyuluhan.  ABSTRACT Indonesia is ranked third in Southeast Asia by the World Health Organization (WHO) in terms of the frequency of stunted toddlers, with an average incidence of 36.4% from 2005 to 2017. In comparison to other nutritional issues including malnutrition, thinness, and fatness, stunting among children under five has the highest prevalence in Indonesia, according to Nutritional Status Monitoring Data for 2015–2017 (Ministry of Health of the Republic of Indonesia, 2018). In 2015, there were 36.4% of toddlers (kids under the age of 5) in Indonesia who had stunting. This indicates that 8.8 million toddlers, or more than one third, have nutritional issues when their height is below the average for their age. This stunting is more severe than the WHO's 20% cutoff point. The methods for the delivery of counseling include lecture, discussion, and question and answer sessions. From August to September 2023, community service initiatives will be taken out at Tangerang's Periuk subdistrict. After receiving counseling on the dietary needs of toddlers, it was discovered that 42 (70%) mothers had good knowledge, while 48 (80%) participants had good knowledge after receiving instruction on clean and healthy living habits. It can be said that the implementation of community service activities has resulted in an improvement in participants' awareness and comprehension of the importance of clean living practices and providing toddlers with a balanced diet. Keywords: Stunting, Toddlers, Counseling.
Pendidikan dan Pelatihan Sadari (Periksa Payudara Sendiri) sebagai Upaya Deteksi Dini Kanker Payudara Pada Siswi SMP Negeri 2 B Anjar Agung Ayu Rofika; Dewi Rianasari; Diah Aprilia Safitri; Eniyati Eniyati; Robbayani Robbayani; Shela Sedriyanda; Hikmah Ifayanti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.16318

Abstract

ABSTRAK Tumor  payudara telah banyak di temukan pada  usia  muda,   bahkan   remaja putri usia 14 tahun , di mana tumordapat berpotensi menjadi kanker bila tidak terdeteksi lebih awal. Kanker tertinggi di Indonesia pada perempuan  adalah kanker  payudara.  Upaya  deteksi  dini  kanker  payudara  dapat   dilakukan dengan  SADARI.  Tujuan  pengabdian  ini  adalah  untuk  memberikan Pendidikan dan pelatihan  SADARI  pada   remaja  putri agar dapat mendeteksi dini secara mandiri  kanker  payudara.  Mitra  pada  kegiatan  ini  adalah Puskesmas Tulang Bawang 1,Kabupaten Tulang Bawang. Metode  yang digunakan yaitu melalui sosialisasi  dan  edukasi  SADARI  serta  langkah-langkah pemeriksaan SADARI. Hasil analisis deskriptif perhitungan kuantitatif terkait dengan edukasi dan langkah-langkah pemeriksaan SADARI, bisa ditarik kesimpulan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan ketrampilan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan dan pelatihan. Kata Kunci: Tumor Payudara, Pendidikan dan Pelatihan SADARI.  ABSTRACT Breast tumors have been found at a young age, even 14-year-old girls, where tumors can potentially become cancerous if not detected early. The highest cancer rate in Indonesia among women is breast cancer.  Early detection of breast cancer can be done with SADARI.  The purpose of this service is to provide SADARI education and training to adolescent girls so that they can independently detect breast cancer early.  The partner in this activity is Puskesmas Tulang Bawang 1, Tulang Bawang Regency. The method used is through socialization and education of SADARI and the steps of SADARI examination. The results of descriptive analysis of quantitative calculations related to education and SADARI examination steps, can be concluded that there is an increase in knowledge and skills before and after being given counseling and training. Keywords: Breast Tumor, Education and Training on SADARI (Check your own breasts).
Sosialisasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Gedong Meneng Baru Kecamatan Rajabasa Kota Bandar Lampung Lolita Sary; Nurul Aryastuti; Ahmad Ansori; Christina Kusuma Reni; Desi Mailan Sari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.14395

Abstract

ABSTRAK Kesehatan merupakan hal yang sering terabaikan dan kita akan  merasakan betapa besar keberadaannya saat kita kehilangan nikmat kesehatan tersebut. Kesehatan bukanlah segala-galanya akan tetapi segala yang kita miliki tidak akan berarti apa-apa tanpa adanya kesehatan. Derajat kesehatan dapat dicapai melalui upaya-upaya perbaikan sanitasi lingkungan, pengendalian dan pemberantasan penyakit menular, pendidikan kesehatan, pengorganisasianpelayanan atau perawatan kesehatan serta pengembangan unsur-unsur sosial untuk menjamin taraf kehidupan yanglayak. Faktor lingkungan yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan seperti polusi udara, perubahan iklim danbencana alam, sampah, kualitas air yang buruk, masalah infrastruktur, penyakit yang disebabkan oleh mikroba, danbahan kimia berbahaya. Terkait hal tersebut perlu dilakukan upaya pendekatan pada masyarakat. Mengukurpemahaman pengelolaan sampah, aksi membuang sampah dan memfasilitasi tong sampah pada mahasiswa WargadiGedong Meneng Baru Kecamatan Rajabasa Kota Bandar Lampung. Kegiatan Pengabdian ini dilakukan pada tanggal 10 Februari 2024 yaitu Diikuti sebanyak 30 orang warga di RT 04 dan 06 Kelurahan Gedong Meneng Kecamatan RajabasaKota Bandar Lampung. dengan metode membagikan kuisioner Pengetahuan tentang “Pengelolaan sampah  rumahtangga berupa edukasi memilah sampah organik dan non- organik, aksi membuang sampah di tong sampah sertamemfasilitasi tong  sampah” sebanyak dua kali saat sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan. hasil kueisionersebelum dilakukan penyuluhan (pre test) dan sesudah dilakukan penyuluhan (post test). Sejumlah 66,6 % mahasiswaWargamengalami peningkatan pengetahuan tentang pemilahan sampah organic dan non organic. Prioritas masalah pada Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Gedong Meneng adalah memfasilitasi tong sampah di tiga Wargadi gedong meneng rajabasa dengan kegiatan edukasi, aksi dan fasilitasi.  Kata Kunci: Pengelolaan Sampah, Pengatahuan Masyarakat, Edukasi.  ABSTRACT Health is something that is often neglected and we will feel how big it is when we lose the blessing of health. Health is not everything, but everything we have will be meaningless without health. A degree of health can be achieved through efforts to improve environmental sanitation, control and eradicate infectious diseases, health education, organizing health services or care and developing social elements to ensure a decent standard of living.Environmental factors that can cause health problems include air pollution, climate change and natural disasters,waste, poor water quality, infrastructure problems, diseases caused by microbes, and dangerous chemicals. In thisregard, efforts need to be made to approach the community. Measuring understanding of waste management, action of throwing away rubbish and facilitating rubbish bins among boarding/dormitory students in Gedong Meneng Baru, Rajabasa District, Bandar Lampung City. Method: This service activity was carried out on February 10 2024, namely 30 residents in RT 04 and 06, Gedong Meneng Village, Rajabasa District, Bandar Lampung City. by distributing knowledge questionnaires about "Household waste management in the form of education on sorting organic and non-organic waste, the action of throwing rubbish in rubbish bins and facilitating rubbish bins" twice before and after the counseling was given. questionnaire results before counseling (pre test) and after counseling (post test). A total of 66.6% of boarding school/dormitory students experienced increased knowledge about sorting organic and non-organic waste. Conclusion: The priority problem in Household Waste Management in Gedong Meneng is facilitating rubbish bins in three boarding houses/dormitories in Gedong Meneng Rajabasa with educational activities, actions and facilitation. Keywords: Waste Management, Public Knowledge, Education.
Penguatan Literasi Kesehatan Digital dan Inisiasi Pemodelan Bisnis Nutrasetikal Berbasis Limbah Perkebunan di Desa Tutuyan III Citra A Korompot; Fajrin Astuti; Feldya R.A Rambitan; Irawati Ipa; Nersa Balamba; Sahid Ade; Sitty H Giu; Febrianika A Kusumaningtyas
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.25093

Abstract

ABSTRAK Desa Tutuyan III menghadapi permasalahan rendahnya literasi kesehatan masyarakat, khususnya terkait pencegahan penyakit, kesehatan reproduksi, penggunaan obat yang rasional, serta tingginya perilaku berisiko pada remaja. Selain itu, potensi hasil samping perkebunan seperti daun cengkeh, daun pala, dan kulit kakao belum dimanfaatkan secara optimal. Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan digital masyarakat sekaligus menginisiasi pemodelan pemanfaatan bahan lokal sebagai produk nutrasetikal berbasis prinsip zero waste. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif-preventif melalui penyusunan booklet dan poster kesehatan berbasis QR Code, penyuluhan langsung kepada masyarakat, serta pelatihan pembuatan teh herbal dari daun cengkeh dan daun pala. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap informasi kesehatan preventif dan pemanfaatan teknologi digital sebagai sumber edukasi kesehatan. Program ini menghasilkan luaran berupa media edukasi digital, peningkatan pengetahuan masyarakat tentang perilaku hidup sehat, serta pengenalan awal pemanfaatan potensi lokal sebagai produk herbal sederhana. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mendukung kemandirian kesehatan dan potensi ekonomi desa secara berkelanjutan melalui pendekatan partisipatif dan berbasis sumber daya lokal. Kata Kunci: Literasi Kesehatan Digital, Zero Waste, Nutrasetikal Desa, QR Code, Pemberdayaan Masyarakat.  ABSTRACT Tutuyan III Village faces challenges related to low public health literacy, particularly related to disease prevention, reproductive health, rational drug use, and high risk behavior among adolescents. Furthermore, the potential of plantation by-products such as clove leaves, nutmeg leaves, and cocoa shells has not been optimally utilized. This Community Service Program (KKN) aims to improve the community's digital health literacy while initiating a model for utilizing local materials as nutraceutical products based on zero-waste principles. The implementation method uses an educational-preventive approach through the development of QR Code-based health booklets and posters, direct community outreach, and training in making herbal tea from clove leaves and nutmeg leaves. The results of the activities indicate an increase in community understanding of preventive health information and the use of digital technology as a source of health education. This program produces outputs in the form of digital educational media, increased public knowledge about healthy living behaviors, and initial introduction to the use of local potential as a simple herbal product. This activity is the first step in supporting health independence and village economic potential in a sustainable manner through a participatory approach based on local resources. Keywords : Digital Health Literacy, Zero Waste, Village Nutraceuticals, QR Code, Community Empowerment.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue