cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,576 Documents
Pemeriksaan Kesehatan Gratis sebagai Upaya Deteksi Dini Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular Pada Acara Fun Run Kota Pariaman Nofri Zayani; Alpices Alpices; Hendro Zalmadani; Muhammad Fakhri Rahmat Muzakki; Yesi Maifita; Sri Ameliati; Syahrul Syahrul
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.23691

Abstract

ABSTRAK Kegiatan fun run sebagai olahraga massal memiliki potensi besar dalam mendukung deteksi dini Penyakit Tidak Menular (PTM) melalui pemeriksaan kesehatan gratis yang terintegrasi dengan promosi gaya hidup aktif. Mengingat tingginya prevalensi hipertensi dan diabetes di Indonesia, pemeriksaan kesehatan pada acara fun run menjadi intervensi preventif yang relevan untuk meningkatkan kesadaran dan literasi kesehatan masyarakat. meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui deteksi dini faktor risiko PTM serta edukasi yang mudah dijangkau oleh peserta. Pelaksanaan pemeriksaan dilakukan melalui metode promotif–preventif berupa penyuluhan kesehatan, pemeriksaan IMT, tekanan darah, dan gula darah, konseling individu, serta pendampingan sederhana pascapemeriksaan. Sebanyak 200 peserta mengikuti pemeriksaan dan hasil menunjukkan mayoritas berada pada kondisi normal, meskipun 18% mengalami peningkatan tekanan darah dan 10% memiliki gula darah tinggi. Peserta dengan hasil tidak normal diberikan edukasi lanjutan terkait pola hidup sehat dan pencegahan PTM. Secara keseluruhan, respons peserta sangat positif karena kegiatan ini membantu mereka mengetahui kondisi kesehatan sebelum maupun sesudah berolahraga. Kegiatan ini efektif sebagai upaya deteksi dini faktor risiko PTM dan promosi gaya hidup sehat berbasis masyarakat. Pelaksanaan rutin, perluasan jenis pemeriksaan, serta penguatan kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk keberlanjutan program. Kata Kunci: Pemeriksaan Kesehatan, Diabetes, Hipertensi.  ABSTRACT Fun run activities, as a form of mass sport, have significant potential to support the early detection of Non-Communicable Diseases (NCDs) through free health screenings integrated with the promotion of an active lifestyle. Given the high prevalence of hypertension and diabetes in Indonesia, health checks at fun run events represent a relevant preventive intervention to enhance public health awareness and literacy. To improve public health by facilitating early detection of NCD risk factors and providing accessible education to participants. Examinations were conducted using promotive and preventive approaches, including health education, measurements of BMI, blood pressure, and blood sugar, individual counseling, and simple post-examination support. A total of 200 participants underwent the examinations. The majority were found to be in normal condition; however, 18% exhibited elevated blood pressure, and 10% had high blood sugar levels. Participants with abnormal results received further education on healthy lifestyles and NCD prevention. Overall, participant feedback was very positive, as the activity helped them understand their health status before and after exercising. This activity is effective for the early detection of NCD risk factors and community-based promotion of a healthy lifestyle. Routine implementation, expansion of screening types, and strengthening cross-sector collaboration are essential for the program’s sustainability. Keywords: Health Checkup, Diabetes, Hypertension.
Peningkatan Pengetahuan Para Guru melalui Seminar Mengenai Bullying dan Bagaimana Menangani Pelaku Dan Korban Bullying di SMP-SMA Santu Klaus Werang, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur Fransiska Yuniati Demang; Nur Dafiq
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.13993

Abstract

ABSTRAK Perilaku bullying di sekolah membuat siswa yang menjadi korban mengalami kecemasan yang berlebihan saat berada di sekolah. Kecemasan mempersulit siswa untuk menjalin hubungan dengan siswa lain, teman sebaya, termasuk gurunya.. Hal ini akan menumbuhkan rasa rendah diri bagi korban dan sering juga berdampak pada kegiatan akademis mereka. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para guru tentang bullying dan diharapkan dapat mencegah terjadinya perilaku bullying di sekolah. Kegiatan ini menggunakan metode ceramah dan diskusi untuk dapat memberikan pemahaman yang mendalam kepada peserta seminar. Kegiatan ini terbukti meningkatkan pengetahuan para guru tentang bullying dan ini menjadi langkah awal dalam pencegahan perilaku bullying di sekolah. Para guru akan mengajak organisasi siswa sekolah (OSIS) untuk bersama-sama mencegah dan menghapus perilaku bullying di sekolah. Kata Kunci: Perilaku Bullying, Siswa, Guru.  ABSTRACT  Bullying behavior in schools causes victimized students to experience anxiety while they are in school. This anxiety complicates students' capacity to build relationships among the students, classmates and teachers. It creates a sense of low self-esteem among victims and often affects their academic activities. The objective of this activity is to enhance teachers' comprehension of bullying, with the expected outcome of preventing bullying in the school. This activity applies the methods of lecture and discussion to provide a comprehensive understanding to the seminar participants. This activity has proven to enhance teachers' knowledge of bullying and represents an initial step in preventing bullying behavior in schools. Teachers will collaborate with the school's student organization (OSIS) to collectively prevent and eliminate bullying behavior within the school." Keywords: Bullying Behavior, Students, Teacher.
Inovasi Produk Jamu dan Strategi Komunikasi Visual: Pendampingan Kemandirian Ekonomi Santri Pondok Pesantren Yayasan Ar Rodiah Semarang Wimzy Rizqy Prabhata; Evieta Rohana; Khairul Anam; Fitri Wulandari; Widyaningrum Utami; Eva Annisaa; Intan Rahmania Eka Dini; Adhe Setya Pramayoga
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.25431

Abstract

ABSTRAK Jamu merupakan warisan pengobatan herbal Nusantara yang memiliki potensi ekonomi besar namun sering kali tidak menarik minat generasi muda. Diperlukan inovasi produk dan strategi visual yang kuat agar jamu dapat bersaing di pasar saat ini. Yayasan Ar Rodiah Semarang memiliki santri usia remaja dengan potensi kreativitas tinggi yang dapat diarahkan menjadi produsen kreatif melalui pendampingan kewirausahaan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan santri mengenai penyakit degeneratif, mengajarkan pembuatan jamu dalam bentuk herbal shot, dan meningkatkan kemampuan desain visual dan pemasaran. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan oleh tim KKNT 118 Universitas Diponegoro pada Juni hingga Agustus 2025 dengan melibatkan 29 santri. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif yang meliputi edukasi kesehatan, praktik formulasi sediaan, pelatihan teknik fotografi dan videografi produk, hingga uji coba pasar di Car Free Day (CFD) Tembalang. Data dikumpulkan melalui instrumen pre- dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan. Hasil penilaian mendemonstrasikan peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan santri. Skor rata-rata meningkat sebesar 35,89 poin, dari nilai awal (pre-test) 52,31 menjadi 88,21 pada post-test. Santri berhasil memproduksi herbal shot yang siap untuk dipasarkan dan mampu menyusun konten pemasaran visual yang estetik untuk meningkatkan daya tarik produk. Pendampingan interaktif dan terintegrasi dari hulu hingga hilir terbukti efektif mengubah paradigma santri dari sekadar penjual jamu tradisional menjadi produsen kreatif. Integrasi antara inovasi produk herbal dan komunikasi visual menjadi kunci utama dalam meningkatkan daya saing produk jamu di pasar modern. Kata Kunci: Herbal Shot, Jamu, Komunikasi Visual, Kreativitas Remaja, Pendampingan Partisipatif                                               ABSTRACT Jamu, an Indonesian herbal medicine, has significant economic potential but often fails to attract younger generations. Strong product innovation and visual strategies are essential for jamu to compete in today's market. The Ar Rodiah Foundation in Semarang oversees teenage students (santri) with high creative potential who can be directed toward becoming creative producers through entrepreneurial mentoring. This activity aims to increase students' knowledge regarding degenerative diseases, the production of jamu in the form of "herbal shots," and the enhancement of visual design and marketing capabilities. The UNDIP KKNT 118 team conducted this community service activity from June to August 2025, involving 29 students. The method used was participatory mentoring, which included health education, formulation practice, training in product photography and videography techniques, and market testing at the Tembalang Car Free Day (CFD). Data were collected through pre- and post-tests to measure improvements in knowledge and skills. The results showed a significant increase in students' knowledge and skills. The average score increased by 35.89 points, rising from an initial pre-test value of 52.31 to 88.21 in the post-test. The students successfully produced herbal shots tailored to market preferences and were able to create aesthetically pleasing visual marketing content to enhance product appeal. Interactive and integrated mentoring, from upstream to downstream, has proven effective in shifting students' paradigms from traditional jamu sellers to creative producers. The integration of herbal product innovation and visual communication is the primary key to increasing the competitiveness of jamu products in the modern market. Keywords: Herbal Shot, Jamu, Visual Communication, Adolescent Creativity, Participatory Mentoring.
Edukasi Pencegahan Adiksi Internet pada Remaja melalui Pendekatan Interprofessional Education dan Interprofessional Collaboration Berbasis Peer Support Group Ni Luh Putu Dina Susanti; Ni Luh Putu Inca Buntari Agustini; I Gusti Lanang Suta Jayendra; I Putu Purnamayasa; I Wayan Santika Wiadnyana; Ni Made Sari Utami; Ni Wayan Sukerti; Putri Dewi Utari; I Gede Putu Darma Suyasa; Israfil Israfil
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.24772

Abstract

ABSTRAK Adiksi internet pada remaja telah menjadi isu kesehatan global yang serius karena berdampak pada penurunan performa akademik serta peningkatan risiko gangguan kesehatan mental. Penggunaan gawai yang tidak terkontrol memerlukan intervensi edukasi yang komprehensif melalui kolaborasi lintas disiplin ilmu kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai bahaya adiksi internet melalui pendekatan Interprofessional Education (IPE) dan Interprofessional Collaboration (IPC). Kegiatan dilaksanakan di Sekolah Menengah Kejuruan dengan melibatkan 53 siswa. Metode yang digunakan adalah ceramah interaktif berbasis pendekatan IPE dan IPC yang dipadukan dengan peer support group. Tingkat pengetahuan diukur menggunakan kuesioner pre test dan post test, sedangkan tingkat ketergantungan internet diukur menggunakan Internet Addiction Test (IAT). Analisis data dilakukan dengan menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test, dengan tingkat signifikansi ditetapkan pada nilai p 0,05. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan nilai rata-rata meningkat dari 83,40 menjadi 93,58. Proporsi siswa dengan tingkat pengetahuan kategori baik meningkat dari 77,4% menjadi 94,3% setelah intervensi. Analisis statistik menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p 0,05), yang menandakan adanya pengaruh signifikan pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan remaja mengenai bahaya adiksi internet. Pendekatan IPE dan IPC melalui edukasi interaktif yang dipadukan dengan peer support group terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan mental remaja terkait adiksi internet. Pihak sekolah disarankan untuk melakukan pemantauan berkelanjutan terhadap perilaku digital siswa sebagai upaya pencegahan jangka panjang. Kata Kunci: Adiksi Internet, Interprofessional Education, Interprofessional Collaboration, Pengetahuan, Remaja.   ABSTRACT Internet addiction among adolescents has become a serious global health issue, as it is associated with declining academic performance and an increased risk of mental health problems. Uncontrolled use of digital devices requires comprehensive educational interventions through collaboration across health-related disciplines. This community service activity aimed to increase adolescents’ knowledge and awareness of the risks of internet addiction through an Interprofessional Education (IPE) and Interprofessional Collaboration (IPC) approach. The activity was conducted at SMKN 1 Sukawati and involved 53 students. The intervention employed interactive lectures based on IPE and IPC approaches combined with a peer support group strategy. Knowledge levels were measured using pre-test and post-test questionnaires, while the level of internet dependence was assessed using the Internet Addiction Test (IAT). Data analysis was performed using the Wilcoxon Signed-Rank Test, with the level of significance set at a p-value 0.05. The evaluation results showed a significant increase in knowledge, with the mean score rising from 83.40 to 93.58. The proportion of students categorized as having a “good” level of knowledge increased from 77.4% to 94.3% after the intervention. Statistical analysis showed a p-value 0.001, indicating a significant effect of health education on adolescents’ knowledge levels regarding the dangers of internet addiction. The IPE and IPC approaches through interactive education combined with peer support groups were effective in improving adolescents’ mental health literacy related to internet addiction. Schools are encouraged to conduct continuous monitoring of students’ digital behavior as a long-term preventive strategy. Keywords: Internet Addiction, Interprofessional Education, Interprofessional Collaboration, Knowledge, Adolescents.
Pemanfaatan Daun Jambu Biji dan Rimpang Kunyit Menjadi Serbuk Seduh Minuman Sehat Ketika Diare Melanda Sebuah Produk Hasil Program Kreativitas Mahasiswa- Kewirausahaan (PKM-K) Choirul Nizar; Diva Maula Anggraini; Prisca Olivia Wulandari; Afidatul Muadifah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.12599

Abstract

ABSTRAK Diare merupakan suatu penyakit dimana terjadi ketidaknormalan pengerluaran tinja atau fases. Pengeluaran fasestersebut mengalami perubahan berupa peningkatan volume, konsistensi fases, dan frekuensi buang air besar lebih dari tiga kali sehari untuk orang dewasa serta empat kali sehari pada neonatus dengan atau tanpa lendir darah yangmenyertai. Banyak jenis tanaman yang dapat dimanfaatkan menjadi obat berdasarkan pengalaman turun temurun sejak jaman dulu namun sangat sedikit yang mengolah tanaman tersebut menjadi produk jadi yang siap dikonsumsi. Tercatat dii Indonesia ada 109 tanaman yang dapat digunakan untuk mengobati diare, dari 109 tanaman tersebutdiketahui 11 tanaman telah diuji secara in vivo aktivitas antidiarenya. Dua dari 11 tanaman tersebut adalah daunjambu biji dan kunyit. U ntuk menciptakan produk obat herbal yang dapat mengobati diare, memberikan motivasi kepada masyarakat untuk berwirausaha dalam bidang pemanfaatan tanaman herbal disekitar, dan melestarikan salah satu resep jamu yang sudah dikenal secara turun temurun. Proses produksi serbuk seduh meliputi tahap persiapan, pengumpulan bahan, sortasi basah, pencucian, perajangan, pengeringan, sortasi kering, penyerbukan, pencampuran, dan pengemasan. Metode untuk pemberian motivasi kepada masyarakat dilakukan dengan cara penyuluhan dengan produk serbuk seduh daun jambu biji dan rimpang kunyit sebagai contoh yang diberikan. Produk serbuk seduh berhasildibuat dan dapat memberikan peluang usaha bagi mahasiswa serta menjadi motivasi bagi masyarakat untuk dapat mengolah tanaman obat yang ada di sekitar menjadi sebuah produk inovatif yang dapat meningkatkan penghasilan masyarakat. produk serbuk seduh daun jambu biji dan rimpang kunyit dapat dibuat dan diterima di masyarakat, keberadaan produk ini di tengah masyarakat menjadi motivasi untuk masyarakat dapat lebih inovatif mengolah tanaman obat. Kata Kunci: Diare, Daun Jambu Biji, Rimpang Kunyit, Kewirausahaan  ABSTRACT Diarrhea is a condition characterized by abnormal stool discharge or feces. This discharge changes in terms ofincreased volume, consistency, and frequency of bowel movements, exceeding three times a day for adults and four times a day for neonates, with or without the presence of mucus or blood. Many types of plants can be used as remedies based on traditional knowledge from ancient times, but very few process these plants into finished products ready for consumption. In Indonesia, are 109 plants known to be used for treating diarrhea, and 11 plants have been tested for their in vivo anti-diarrheal activities. Two of these 11 plants are guava leaves and turmeric.. To create herbal medicine products capable of treating diarrhea, inspire the community to embark on entrepreneurialendeavors in the field of utilizing local herbal plants, and preserve one of the traditional jamu recipes that have been passed down through generations. The production process of instant powder includes several stages:preparation, ingredient gathering, wet sorting, washing, chopping, drying, dry sorting, grinding, mixing, and packaging. The method for motivating the community involves providing education through the example of products like guava leaf and turmeric rhizome instant powder. The instant powder products have been successfully created, providing business opportunities for students and serving as motivation for the community to transform medicinal plants from their surroundings into innovative products that can boost income levels.  Instant powder products made from guava leaves and turmeric rhizomes can be produced and are well-received within the community. The presence of these products within the community serves as motivation for people to become more innovative in processing medicinal plants. Keywords : Diarrhea, Guava Leaf, Turmeric Rhizome, Entrepreneurship
Upaya Peningkatan Pengetahuan Mengenai Hipertensi Terhadap Masyarakat Desa Pakemitan Kecamatan Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya Firman Gustaman; Evan Pebriana; Rizki Rafiq Abdilllah; Dela Sukma Al Febri; Tasya Octavia; Arnissa Kania Dewi; Nadhira Zahra
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.16660

Abstract

ABSTRAK Hipertensi adalah kondisi di mana tekanan darah dalam pembuluh darah meningkat secara konsisten. Ini adalah masalah kesehatan masyarakat di negara maju maupun negara berkembang. Hipertensi adalah penyebab utama penyakit kardiovaskular, seperti penyakit kardiovaskular, stroke, serangan jantung, dan gagal jantung. Penyebab hipertensi bervariasi, termasuk genetik, obesitas, gaya hidup yang tidak sehat, dan kondisi medis lainnya seperti penyakit ginjal. Program penyuluhan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat pedesaan tentang tekanan darah tinggi dan efeknya terhadap kesehatan mereka. Penyuluhan diberikan kepada 19 peserta, dan dilakukan dengan presentasi PowerPoint. Ada juga pre-test dan post-test. Dari analisis perbandingan pre-test dan post-test menunjukkan bahwa 19 responden memperoleh pengetahuan yang lebih banyak, dengan nilai p-value (0,006) dibawah 0,05. Ini menunjukkan bahwa ada perbedaan signifikan antara nilai skor responden untuk penyuluhan hipertensi sebelum dan sesudah tes. masyarakat Kampung Citeureup di desa Pakemitan, kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya menyambut program penyuluhan hipertensi dengan baik. Kata Kunci: Hipertensi, Penyuluhan, Pengetahuan.  ABSTRACT Hypertension is a condition in which blood pressure in the blood vessels consistently increases. This is a public health problem in both developed and developing countries. Hypertension is the main cause of cardiovascular disease, such as cardiovascular disease, stroke, heart attack and heart failure. The causes of hypertension vary, including genetics, obesity, unhealthy lifestyles, and other medical conditions such as kidney disease. this outreach program is to increase awareness in rural communities about high blood pressure and its effects on their health. Counseling was given to 19 participants, and carried out using PowerPoint presentations. There is also a pre-test and post-test. The comparative analysis of the pre-test and post-test shows that 19 respondents gained more knowledge, with a p-value (0.006) below 0.05. This shows that there is a significant difference between the respondents' scores regarding hypertension education before and after the test.  The people of Citeureup Village in Pakemitan village, Cikatomas subdistrict, Tasikmalaya Regency welcomed the hypertension education program. Keywords: Hypertension, Counseling, Knowledge.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue