cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,534 Documents
Edukasi Pengetahuan tentang Konsumsi Tablet Fe dan Screening Status Anemia Remaja Putri Menggunakan Metode Pakem Mintaningtyas, Sestu Iriami; Bahrah, Bahrah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.25354

Abstract

ABSTRAK Remaja Indonesia menanggung tiga beban malnutrisi, salah satunya yaitu defisiensi mikronutrien. Proporsi anemiapada kelompok umur 15-24 tahun meningkat hampir setengah dari tahun 2013 sebesar 18,4% menjadi 32% pada tahun      2018. Upaya yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi anemia pada remaja putri yaitu dengan memberikan Tablet Tambah Darah (TTD) di sekolah dengan dosis pemberian 1 tablet/minggu dan 1 tablet/ hari selama menstruasi. Studi pendahuluan yang dilakukan di SMP Negeri 3 Kwawi didapatkan data sejumlah remaja putri pada kelas 7, 8 dan 9 sebanyak 156 siswi dan yang telah mengalami menstruasi sebanyak 46 siswi, dimana beberapa remaja putri yang telah mengalami menstruasi yang rutin mengkonsumsi tablet tambah darah sekitar 30%. Tujuan dari pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang anemia dan pentingnya mengkonsumsi tablet Fe dan memberdayakan remaja putri secara mandiri untuk mengkonsumsi tablet Fe secara benar dan teratur serta mengetahui status anemia remaja putri sehingga ditentukan suatu kebijakan dan tindak lanjut pada permasalahan mitra.Metode dalam pengabdian ini adalah dengan melakukan edukasi pada remaja putri tentang pencegahan anemia dan cara mengkonsumsi tablet zat besi dan melakukan screening status anemia pada remaja putri. Sasaran dalam pengabdian ini adalah remaja putri. Kegiatan pengabdian ini dilakukan menggunakan metode PAKEM dengan mediabantu video sebagai media edukasi dan penggunaan kartu kontrol untuk memantau kepatuhan remaja putri dalam mengkonsumsi tablet zat besi. Hasil pengabdian yaitu terjadi peningkatan pengetahuan remaja, diketahuinya status anemia remaja putri dan diketahuinya kepatuhan remaja putri dalam mengkonsumsi tablet zat besi menggunakan kartu kontrol. Kesimpulan yaitu metode PAKEM dan kartu kontrol efektif sebagai metode dalam meningkatkan pengetahuan dan kepatuhann remaja putri. Diharapkan dari pihak sekolah mendukung kepatuhan remaja putri dalam mengkonsumsi tablet zat besi pada remaja putri. Kata Kunci: Metode PAKEM, Pengetahuan, Anemia.  ABSTRACT Indonesian adolescents bear three burdens of malnutrition, one of which is micronutrient deficiency. The proportion of anemia in the 15-24 age group increased by almost half from 18.4% in 2013 to 32% in 2018. Efforts made by the government to address anemia in adolescent girls include providing Iron Supplement Tablets (TTD) in schools with a dosage of 1 tablet per week and 1 tablet per day during menstruation. A preliminary study conducted at SMP Negeri 3 Kwawi found data on a total of 156 female students in grades 7, 8, and 9, of which 46 girls had experienced menstruation, and about 30% of these menstruating adolescent girls routinely consumed iron supplement tablets.The purpose of this service is to increase the knowledge of adolescent girls about anemia and the importance of consuming iron tablets, and to empower adolescent girls to independently consume iron tablets correctly and regularly, as well as to know the anemia status of adolescent girls so that policies and follow-up actions on partner problems can be determined. The method in this service is to provide education to adolescent girls about anemia prevention and how to consume iron tablets and to conduct anemia status screening on adolescent girls. The target of this service is adolescent girls. This service activity is carried out using the PAKEM method with video as an educational media and the use of control cards to monitor adolescent girls' compliance in consuming iron tablets.The results of the community service were an increase in adolescent knowledge, the identification of anemia status in female adolescents, and the awareness of female adolescents' compliance in consuming iron tablets using a control card. The conclusion is that the PAKEM method and control card are effective methods for increasing knowledge and compliance among female adolescents. It is hoped that the school authorities will support female adolescents' compliance in consuming iron tablets. Keywords: PAKEM Method, Knowledge, Anemia.
Pelatihan Sertifikasi Tukang Bangunan Gedung Jenjang I Kabupaten Pringsewu Agustina, Resti; Asnaning, Aniessa Rinny; Wisman, Mira; Ariyanti, Titi; Balqis, Tanya Audia; Lestari, Fera; Amalia, Rahayu Putri; Cambodia, Mirnanda
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.23922

Abstract

ABSTRAK Banyak pekerja di Pekon Srikaton yang bergerak di bidang konstruksi belum mempunyai Sertifikat Tukang karena belum pernah mengikuti pelatihan resmi. Kondisi ini menyebabkan pekerja belum memiliki sertifikat yang dapat digunakan sebagai pengakuan atau bukti bahwa mereka telah memenuhi standar kompetensi kerja. Tujuan pelatihan Tukang Bangunan Gedung Jenjang I adalah memberikan pengakuan dan pembuktian bahwa pekerja konstruksi memiliki pengetahuan, keterampilan, serta sikap kerja sesuai standar kompetensi yang dipersyaratkan. Metode pelaksanaan Pengabdian Masyarakat dilakukan dengan membentuk tim panitia untuk membantu seluruh proses pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelaksanaan pelatihan dan sertifikasi berjalan dengan nyaman, lancar, dan tertib. Peserta pelatihan yang sehari-hari bekerja sebagai tenaga konstruksi di Pekon Srikaton memperoleh peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja sehingga menjadi lebih kompeten sebagai Tukang Bangunan Gedung. Seluruh peserta berhasil mendapatkan Sertifikat Tukang Bangunan Gedung Jenjang I. Kata Kunci: Pelatihan, Pekerja Konstruksi, Kompetensi, Sertifikat Tukang ABSTRACT Many construction workers in Pekon Srikaton had not obtained a Craftsman Certificate because they had never participated in formal training. This condition resulted in workers lacking formal recognition of their competencies in accordance with the required work standards. This community service activity aimed to support the implementation of the Level I Building Construction Worker Training by equipping workers with validated knowledge, skills, and work attitudes in accordance with established competency standards. The implementation method involved establishing a committee team to support the training and certification process. The results showed that the training and certification activities were conducted smoothly and comfortably. Participants who worked as construction laborers in Pekon Srikaton gained improved knowledge, skills, and work attitudes, enabling them to become competent Building Construction Workers. All participants successfully obtained the Level I Building Construction Worker Certificate. Keywords: Training, Construction Workers, Competence, Craftsman Certificate.
Optimalisasi Supervisi Keperawatan di Ruang Rawat Inap Anak Hizrian, Emir Fajar; Kusumaningsih, Dewi; Wardiyah, Aryanti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.11016

Abstract

ABSTRACT According to the World Health Organization (WHO), nosocomial infections cause 1.4 million deaths per day worldwide. In Indonesia, nosocomial infections prolong hospital stay for 5-30 days with a mortality rate of 23.6%. This study aims to optimize nursing supervision for the implementation of universal precautions (Hand Wash) which is carried out in the pediatric inpatient room at Pertamina Bintang Amin Hospital Bandar Lampung in 2023. This type of descriptive research uses a case study approach. Subjects in the reports of the head of the nursing field, the head of the children's room, the team leader and the implementing nurse in the Children's Room of the Pertamina Bintang Amin Hospital Bandar Lampung were 12 people. the supervision carried out has an influence on the performance of nurses in carrying out hand washing. The results of the observation revealed that after supervision in carrying out hand washing was carried out properly, the implementation of hand washing was carried out thoroughly. Strength: nurses in the pediatric room understand supervision. Weakness: Implementation of unscheduled nursing supervision. Nurses have never received Training on Supervision. There is no guide format for the implementation of nursing supervision in the room. Opportunity There is good cooperation between health education institutions and hospitals in student clinical practice activities. The existence of hospital policies provides opportunities for nurses to improve education. Threat There are high demands from patients and their families to get professional nursing services. Efforts to optimize nursing supervision in pediatric inpatient rooms by optimizing the planning function of the head of the room, such as making guidelines, SOPs and evaluating supervision programs. Keywords: Optimization, Nursing Supervision.  ABSTRAK Menurut World Health Organisation (WHO), infeksi nosokomial menyebabkan 1,4 juta kematian perhari di seluruh dunia. Di Indonesia, infeksi nosokomial memperpanjang keperawatan di rumah sakit selama 5-30 hari dengan tingkat kematian 23,6%. Penelitian ini bertujuan melakukan optimalisasi supervisi keperawatan pelaksanaan universal precaution (Hand Wash) yang dilakukan di ruang rawat inap anak RS Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung Tahun 2023. Jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan metode pendekatan studi kasus. Subjek pada laporan kepala bidang keperawatan, kepala ruangan anak, ketua tim dan perawat pelaksana di Ruang anak Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung sebanyak 12 orang. supervisi yang dilakukan mempunyai pengaruh dengan kinerja perawat dalam pelaksanaan cuci tangan. Hasil pengamatan diketahui bahwa setelah dilakukan supervisi dalam melakukan cuci tangan dilaksanakan dengan baik, pelaksanan cuci tangan dilakukan secara menyeluruh. Strenght : perawat di ruang anak  telah mengerti tentang supervisi. Weakness: Pelaksanaan supervisi keperawatan tidak terjadwal. Perawat belum pernah mendapatkan Pelatihan tentang Supervisi. Belum terdapat format panduan pelaksanaan Supervisi keperawatan di ruangan. Opportunity Adanya kerja sama yang baik antara institusi pendidikan kesehatan dan rumah sakit dalam kegiatan praktek klinik mahasiswa. Adanya kebijakan rumah sakit memberikan kesempatan bagi perawat untuk meningkatkan pendidikan. Threat Adanya tuntutan tinggi dari pasien dan keluarga pasien untuk mendapatkan pelayanan keperawatan professional. Upaya optimalisasi supervisi keperawatan diruang rawat inap anak dengan melakukan optimalisasi fungsi perencanaan kepala ruangan, seperti pembuatan panduan, SOP dan penilaian program supervisi. Kata Kunci: Optimalisasi, Supervisi Keperawatan.
Pendidikan dan Pelatihan Sadari (Periksa Payudara Sendiri) sebagai Upaya Deteksi Dini Kanker Payudara pada Siswi SMP Negeri 2 Banjar Agung Rofika, Ayu; Rianasari, Dewi; Safitri, Diah Aprilia; Eniyati, Eniyati; Robbayani, Robbayani; Sedriyanda, Shela; Ifayanti, Hikmah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.13750

Abstract

ABSTRAK Tumor  payudara telah banyak di temukan pada  usia  muda,   bahkan   remaja putri usia 14 tahun , di mana tumordapat berpotensi menjadi kanker bila tidak terdeteksi lebih awal. Kanker tertinggi di Indonesia pada perempuan  adalah kanker  payudara.  Upaya  deteksi  dini  kanker  payudara  dapat   dilakukan dengan  SADARI.  Tujuan  pengabdian  ini  adalah  untuk  memberikan Pendidikan dan pelatihan  SADARI  pada   remaja  putri agar dapat mendeteksi dini secara mandiri  kanker  payudara.  Mitra  pada  kegiatan  ini  adalah Puskesmas Tulang Bawang 1,Kabupaten Tulang Bawang. Metode  yang digunakan yaitu melalui sosialisasi  dan  edukasi  SADARI  serta  langkah-langkah pemeriksaan SADARI. Hasil analisis deskriptif perhitungan kuantitatif terkait dengan edukasi dan langkah-langkah pemeriksaan SADARI, bisa ditarik kesimpulan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan ketrampilan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan dan pelatihan. Kata Kunci: Tumor Payudara, Pendidikan dan Pelatihan SADARI.  ABSTRACT Many breast tumors have been discovered at a young age, even in teenage girls aged 14 years, where the tumor can have the potential to become cancer if not detected early. The highest cancer in Indonesia among women is breast cancer. Early detection of breast cancer can be done with SADARI. The aim of this service is to provide SADARI education and training to young women so they can independently detect breast cancer early. The partner in this activity is Tulang Bawang 1 Community Health Center, Tulang Bawang Regency. The method used is through SADARI socialization and education as well as SADARI examination steps. From the results of descriptive analysis ofquantitative calculations related to education and SADARI examination steps, it can be concluded that there was an increase in knowledge and skills before and after being given counseling and training. Keywords: Breast Cancer, Counseling, Early Detection of Breast Cancer.
Penerapan Pemurnian Air Darurat Pasca Banjir Bandang dengan Pelatihan Masyarakat untuk Peningkatan Ketahanan Lokal di Aceh, Indonesia Ersa, Nanda Savira; Yusrizal, Teuku; Gustami, Heri; Akmal, Ajmir; Najmuddin, Najmuddin; Herdianti, Wenny; Prayogo, Wisnu
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.25352

Abstract

ABSTRAK Banjir bandang di Aceh sering merusak infrastruktur air minum sehingga masyarakat terdampak kehilangan akses terhadap air yang aman. Pemulihan cepat layanan air bersih yang disertai peningkatan kapasitas operasional masyarakat menjadi krusial untuk mencegah dampak kesehatan lanjutan. Artikel ini bertujuan menyajikan model terintegrasi antara penerapan teknologi pemurnian air darurat dan pelatihan teknis berbasis masyarakat pada konteks pascabanjir bandang di Aceh, Indonesia. Program dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif dan bertahap yang meliputi asesmen kebutuhan cepat, commissioning unit pemurnian air bergerak tipe skid-mounted, pelatihan operator, serta pemantauan rutin. Hasil pengujian kualitas air menunjukkan penurunan parameter fisik-kimia dari air baku menuju air hasil olahan hingga air minum, yang mengindikasikan peningkatan kualitas air secara konsisten selama periode operasional, dengan tren stabilitas parameter yang menunjukkan efektivitas sistem dalam berbagai kondisi kualitas air baku lapangan yang berfluktuasi. Selain itu, evaluasi kepuasan masyarakat menunjukkan mayoritas responden menyatakan puas terhadap aspek layanan, kinerja sistem, serta dampak program terhadap kesehatan dan kebutuhan dasar air, dengan tingkat kepuasan yang tinggi pada indikator aksesibilitas, keandalan sistem, dan kemudahan operasional di tingkat pengguna lokal. Unit yang diterapkan mampu memulihkan akses air yang lebih aman bagi masyarakat terdampak serta menjaga stabilitas operasional dalam kondisi lapangan yang fluktuatif. Selain itu, pelatihan meningkatkan kompetensi operator lokal dan memperkuat praktik penanganan air yang aman di tingkat rumah tangga. Model integrasi antara teknologi pemurnian non-kimia dan pemberdayaan masyarakat ini menunjukkan pendekatan yang praktis dan replikatif untuk penyediaan air minum darurat pascabanjir, dengan menekankan pengendalian risiko rekontaminasi dan keberlanjutan operasional berbasis komunitas. Kata Kunci: Banjir Bandang, Pemurnian Air Darurat, Pelatihan Masyarakat, Air Minum Aman, Respons Bencana.  ABSTRACT Flash floods in Aceh frequently damage drinking water infrastructure, resulting in the loss of access to safe water for affected communities. Rapid restoration of clean water services, combined with strengthening community operational capacity, is essential to prevent further public health risks. This article aims to present an integrated model that combines the deployment of emergency water treatment technology with community-based technical training in a post-flash flood context in Aceh, Indonesia. The program was implemented through a participatory and phased approach, including rapid needs assessment, commissioning of a skid-mounted mobile water treatment unit, operator training, and routine monitoring. Water quality assessment results indicate a consistent reduction in physico-chemical parameters from raw water to treated water and final drinking water, demonstrating stable performance of the system under fluctuating field conditions. In addition, community satisfaction evaluation shows that most respondents expressed high satisfaction with service delivery, system performance, and program impact on health and basic water needs, particularly in terms of accessibility, system reliability, and operational ease at the local user level. The deployed unit successfully restored access to safer water for affected communities while maintaining operational stability under variable field conditions. Furthermore, the training program improved local operator competence and strengthened safe water handling practices at the household level. This integrated approach, combining non-chemical water treatment technology and community empowerment, provides a practical and replicable model for post-flood emergency drinking water supply, emphasizing recontamination risk control and community-based operational sustainability. Keywords: Flash Flood, Emergency Water Purification, Community Training, Safe Drinking Water, Disaster Response.
Penerapan Metode Fun Learning di SMK Kristen 1 Surakarta untuk Meningkatkan Edukasi Gizi dalam Pencegahan Overweight Pada Remaja Megasari, Anis Laela; Tomera, Hanif Maulana; Paramesti, Calliztha Diva; Sidiq, Lintang Anasya; Fanesya, Nanda; Husna6, Nadya Fadiyatul; Margaresta, Nisa Ayu
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.22947

Abstract

ABSTRAK Prevalensi overweight pada remaja Indonesia masih tinggi, dipengaruhi faktor sosial ekonomi, pola makan tidak seimbang, serta gaya hidup sedentari. Upaya pencegahan melalui edukasi gizi dengan pendekatan fun learning dinilai efektif untuk meningkatkan kesadaran remaja dalam mencegah kejadian overweight. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan gizi siswa terkait hubungan pola makan atau kualitas gizi dengan kejadian overweightpada remaja, melalui penyuluhan dengan metode fun learning serta mengetahui pengaruhnya terhadap perubahan pengetahuan siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pretest dan posttest. Subjek kegiatan adalah 21 siswa kelas XI SMK Kristen 1 Surakarta. Intervensi berupa penyuluhan gizi serta dengan metode fun learning yang melibatkan permainan edukatif, diskusi interaktif, dan media visual. Hasil pretest menunjukkan hanya 66,7% dari siswa yang memiliki pemahaman yang memadai terkait pola makan remaja. Setelah diberikan penyuluhan, hasil posttest menunjukkan peningkatan signifikan, dengan seluruh peserta mencapai nilai 100%. Penyuluhan dengan metode fun learning terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan gizi siswa SMK, khususnya terkait pentingnya pola makan yang sehat pada masa remaja. Kata Kunci: Remaja, Pola Makan, Penyuluhan, Overweight, Gizi.  ABSTRACT The prevalence of overweight among Indonesian adolescents remains high, influenced by socioeconomic factors, unbalanced dietary patterns, and sedentary lifestyles. Preventive efforts through nutrition education with a fun learning approach are considered effective in raising adolescents’ awareness to prevent overweight. This activity aimed to improve students’ nutritional knowledge regarding the relationship between dietary patterns and the incidence of overweight in adolescents through nutrition counseling using the fun learning method, as well as to determine its effect on students' knowledge. This study employed a quantitative approach with a pretest-posttest design. The subjects were 21 eleventh-grade students from SMK Kristen 1 Surakarta. The intervention consisted of nutrition education using the fun learning method, which involved educational games, interactive discussions, and visual media.  The pretest results showed that only 66.7% of students had adequate understanding of adolescent eating patterns. After the counseling, the posttest results showed a significant improvement, with all participants achieving a perfect score of 100%. Nutrition counselling using the fun learning method proved to be effective in increasing students knowledge of nutrition, particularly regarding the importance of healthy eating patterns during adolescence. Keywords: Overweight, Nutrition, Eating Pattern, Counselling, Adolescent.
Pemberdayaan Kelompok Bank Sampah Sri Wilis Melalui Pembuatan Sabun dari Minyak Goreng Bekas Thohir, Rizqina Salma Tajja Aziza; Saputri, Della Anfa; Qurotuaini, Zhalwa Anggoro; Yanuar, Ragilang Gema; Priyadi, Amanda Agustyaningrum; Diana, Dwi Ervi; Saputra, Ferdinand Ghalib; Aphrodita, Mayang Hawwin; Rachmadani, Muhammad Nasza; An-nisa, Qotrunnada Fairuz Syifa; Ramadhani, Anggun Berliana Putri; Putri, Mardiana Prasetyani; Prodyanatasari, Arshy; Jayanto, Deni Luvi; Pujiono, Fery Eko; Mulyati, Tri Ana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.12225

Abstract

ABSTRAK Salah satu bank sampah yang sudah menjalankan program pengelolaan sampah dengan sangat baik di Kota Kediri adalah bank sampah “Sri Wilis”. Selain pengelolaan sampah, bank sampah “Sri Wilis” juga telah memiliki kegiatan daur ulang sampah seperti pembuatan boneka dari limbah kain bekas, pembuatan ecoenzim dari sisa sayuran serta pembuatan pupuk dari limbah rumah tangga. Disisi lain bank sampah “Sri Wilis” belum melakukan pemanfaatan limbah minyak goreng bekas. Minyak goreng bekas diketahui juga memiliki kandungan asam lemak yang tinggi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan sabun. Tujuan dari kegiatan ini adalah (1) memanfaatkan minyak goreng bekas menjadi produk sabun cuci (2) Memberdayakan kelompok bank sampah “Sri Wilis” dalam menangani masalah limbah minyak goreng bekas serta (3) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok bank sampah “Sri Wilis” mengenai pembuatan sabun dari minyak goreng bekas. Kegiatan ini menggunakan metode penyuluhan, pelatihan dan pendampingan mengenai cara pembuatan sabun cuci dan minyak goreng jelantah pada Kelompok bank sampah Sri Wilis di Desa Pojok Kecamatan Mojoroto Kabupaten Kediri. 100% mitra telah mengetahui bahwa minyak jelantah dapat digunakan sebagai bahan pembuat sabun cuci serta 92,8% faham bagaimana langkah-langkah pembuatan sabun dari minyak jelantah. Pada kegiatan ini telah berhasil diproduksi 1,5 sabun cuci dari minyak jelantah. Minyak goreng jelantah dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuat sabun serta pegiatan pelatihan pembuatan sabun cuci dari minyak goreng bekas sangat bermanfaat bagi Kelompok bank sampah Sri Wilis. Kata Kunci: Sabun, Minyak Jelantah, Bank Sampah, Sri Wilis, Kediri.  ABSTRACT One of the waste banks that has implemented a waste management program very well in Kediri City is the "Sri Wilis" waste bank. Apart from waste management, the "Sri Wilis" waste bank also has recycling activities such as making dolls from used cloth waste, making eco-enzymes from vegetable waste, and making fertilizer from household waste. On the other hand, the "Sri Wilis" waste bank has not utilized cooking oil waste. Used cooking oil is also known to have a high fatty acid content, so it can be used as a raw material for making soap. The aim of this activity is (1) to utilize used cooking oil in washing soap products, (2) to Empower the "Sri Wilis" waste bank group in dealing with the problem of used cooking oil waste and (3) Increase the knowledge and skills of the "Sri Wilis" waste bank group ” regarding making soap from used cooking oil. This activity uses counseling, training and mentoring methods on how to make washing soap and used cooking oil at the Sri Wilis waste bank group in Pojok Village, Mojoroto District, Kediri Regency.  100% of partners knew that cooking oil could be used in laundry soap, and 92.8% understood the steps for making soap from cooking oil. In this activity, 1.5 washing soaps were successfully produced from used cooking oil.  Used cooking oil can be used as an ingredient for making soap, and training activities for washing soap from used cooking oil are very beneficial for the Sri Wilis Waste Bank group. Keywords: Soap, Used Cooking Oil, Waste Bank, Sri Wilis, Kediri.
Analisis Asuhan keperawatan melalui Intervensi Penggunaan Zinc Cream Plus Chitosan Sebagai primary Dressing Pada Tn. H dan Ny. S Dengan Diagnosa Medis Ulkus diabetikum Di Wocare Center Bogor Hayati, Riska; Naziyah, Naziyah; Bahri, Khairul
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.13717

Abstract

ABSTRAK Terjadinya ulkus diabetik di Indonesia sebesar 15 % dan sering kali berakhir dengan kecatatan dan kematian. Prinsip-prinsip kelembapan dalam perawatan luka meliputi menjaga luka agar tidak mengering dan mengeras, mempercepat epitelisasi, mencegah perkembangan jaringan dermal, mengurangi rasa sakit, mengurangi peradangan dan memberikan penampilan yang lebih estetis. Hal ini bisa dicapai salah satunya dengan menggunakan prosedur yang disebut dengan autolisis debridement. Salah satu modern dressing yang telah terbukti efektif sebagai autolisis debridement adalah krim topikal yang terbuat dari Zinc cream plus chitosan. Menganalisis asuhan keperawatan melalui intervensi penggunaan zinc cream plus chitosan sebagai primary dressing pada Tn. H dan Ny. S dengan diagnosa medis ulkus diabetikum di Wocare Center Bogor. Zinc cream plus Chitosan digunakan pada Tn. H 2 kali dan Ny. S 3 kali dengan frekuensi perawatan 3 hari sekali.  Perubahan luka dapat dilihat setelah penggunaan zinc cream plus chitosan pada Tn. H Red 60% slough 10% menjadi Red 90% slough 10%, pada Ny. S slough pada luka mulai meluruh sehingga dasar   luka mulai terlihat dengan menampakkan tendon jari kaki pada bagian metatarsal. Penggunaan Zinc cream plus Chitosan sebagai primary dressing terbukti dapat membantu peluruhan slough pada luka. Penggunaan Zinc cream plus Chitosan sebagai bahan acuan autolisis debridement berbasis evidence base practice.  Kata Kunci: Ulkus Diabetikum, Zinc Cream Plus Chitosan, Primary Dressing.  ABSTRACT The incidence of diabetic ulcers in Indonesia is 15% and often ends in disability and death. The principles of moisture in wound care include keeping wounds from drying out and hardening, accelerating epithelialization, preventing the development of dermal tissue, reducing pain, reducing inflammation and providing a more aesthetic appearance. This can be achieved one way by using a procedure called autolysis debridement. One modern dressing that has been proven effective as autolysis debridement is a topical cream made from Zinc cream plus chitosan. To analyze nursing care through the intervention of using zinc cream plus chitosan as a primary dressing for Mr. H and Mrs. S with a medical diagnosis of diabetic ulcers at Wocare Center Bogor. Zinc cream plus Chitosan was used on Mr. H 2 times and Mrs. S 3 times with a treatment frequency of once every 3 days. Wound changes can be seen after using zinc cream plus chitosan on Mr. H Red 60% slough 10% becomes Red 90% slough 10%, on Mrs. The slough in the wound begins to dissolve so that the base of the wound begins to appear, exposing the toe tendon at the metatarsal. Using Zinc cream plus Chitosan as a primary dressing has been proven to help dissolve slough in wounds. The use of Zinc cream plus Chitosan as a reference material for autolysis debridement is based on evidence base practice. Keywords: Diabetic Ulcers, Zinc Cream Plus Chitosan, Primary Dressing.
Edukasi Kesehatan untuk Meningkatkan Kesadaran Terhadap Lingkungan yang Bersih dan Sehat melalui Inovasi Pengelolaan Sampah Plastik Pada Siswa di UPTD SD Negeri 2 dan 3 Desa Cikedung Kabupaten Indramayu Amira, Iceu; Hendrawati, Hendrawati; Yudha, Ray Kasuma
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.25347

Abstract

ABSTRAK Permasalahan sampah masih menjadi isu lingkungan yang dihadapi masyarakat Desa Cikedung, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, khususnya rendahnya kesadaran pengelolaan sampah sejak usia dini. Berdasarkan hasil observasi lapangan, ditemukan kebiasaan membuang sampah sembarangan di lingkungan sekolah dan tingginya penggunaan sampah plastik. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya upaya edukatif yang terarah untuk meningkatkan pemahaman dan perilaku peduli lingkungan pada anak-anak sekolah dasar. PKM ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang kesadaran siswa sekolah dasar untuk memelihara lingkungan yang sehat serta pengolahan  sampah plastik menjadi barang yang berguna. Pelaksanaan kegiatan ini menggunakan pendekatan edukatif, partisipatif, dan aplikatif melalui kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah, edukasi interaktif berbasis permainan, serta workshop daur ulang botol plastik menjadi tempat pensil. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai jenis-jenis sampah, konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle), serta pentingnya pemanfaatan kembali sampah menjadi barang bernilai guna. Antusiasme dan partisipasi aktif siswa selama kegiatan berlangsung menunjukkan bahwa program CERIA efektif sebagai media edukasi lingkungan hidup di tingkat sekolah dasar. Setelah dilakukan edukasi ini ada peningkatan dari hasil pre dan pos-test, yang tadinya 75 % menjadi 80%, memahami cara memelihara lingkungan yang sehat serta bagaimana pengolahan sampah yang baik terutama sampah plastik. Untuk kepala sekolah diharapkan program ini bisa dilanjutkan agar anak anak sekolah dasar dapat meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kesehatan lingkungan serta dapat dilakukan setiap jumat bersih. Untuk pengelolaan sampah bisa dilakukan pada kegiatan ekstra kurikuler. Untuk peneliti selanjutnya dapat meneliti tentang inovasi pengelolaan sampah selain sampah plastik. Kata Kunci: Daur Ulang Sampah Plastik, Edukasi, Lingkungan Sehat.  ABSTRACT The issue of waste remains an environmental problem faced by the community of Cikedung Village, Cikedung District, Indramayu Regency, particularly the low awareness of waste management from an early age. Based on field observations, a habit of littering in the school environment and high plastic waste usage were found. These conditions indicate the need for targeted educational efforts to enhance understanding and environmentally conscious behavior among elementary school children. This community service program aims to educate elementary school students about the importance of maintaining a healthy environment and processing plastic waste into useful items. The implementation of this activity uses an educational, participatory, and applicative approach thru waste management socialization activities, interactive education based on games, and workshops on recycling plastic bottles into pencil cases. The results of the activities show an increase in students' understanding of the types of waste, the 3R concept (Reduce, Reuse, Recycle), and the importance of repurposing waste into useful items. The enthusiasm and active participation of the students during the activities indicate that the CERIA program is effective as a medium for environmental education at the elementary school level. After this education was conducted, there was an increase in the pre and post-test results, from 75% to 80%, in understanding how to maintain a healthy environment and how to properly manage waste, especially plastic waste. For the principal, it is hoped that this program can be continued so that elementary school children can increase their awareness of the importance of environmental health and it can be carried out every clean Friday. For waste management, it can be conducted as part of extracurricular activities. For future researchers, they can study innovations in waste management beyond plastic waste. Keywords: Plastic Waste Recycling, Education, Healthy Environment.
Edukasi Faktor Lingkungan Rumah yang Mempengaruhi Penyakit Asma pada Pasien dan Keluarga yang Terkena Penyakit Asma Asisifa, Mukayin; Zainaro, M Arifki; Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.15981

Abstract

ABSTRAK Sebanyak 235 juta orang di dunia hidup dengan asma. Negara dengan penghasilan rendah dan menengah ke bawah prevalensi kematian akibat asma mencapai lebih dari 80%. Asma merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan, sampai saat ini belum ditemukan obatnya. Dengan manajemen asma yang baik dapat meningkatkan kualitas hidup pada penderitanya. Asma adalah salah satu kondisi kronis yang paling umum terjadi dengan tingkat prevalensi tertinggi di kalangan masyarakat. Hal ini terkait dengan morbiditas yang signifikan, pemanfaatan layanan kesehatan dan hilangnya produktivitas . Meskipun ada kemajuan dalam terapi asma dan perluasan asuransi kesehatan ; lingkungan biologis, fisik dan psikososial masih dapat mempengaruhi aktivitas penyakit asma . Memahami faktor-faktor yang berpengaruh dalam lingkungan biologis, fisik, dan psikososial, penderita asma merupakan bagian integral dalam penanganan asma. Kata Kunci: Edukasi Asma, Pengaruh Lingkungan Penyakit Asma, Asma.  ABSTRACT As many as 235 million people in the world live with asthma. In countries with low and lower middle income, the prevalence of deaths due to asthma reaches more than 80%. Asthma is an incurable disease, so far no cure has been found. With good asthma management, sufferers can improve the quality of life.Asthma is one of the most common chronic conditions with the highest prevalence rate among the population. It is associated with significant morbidity, healthcare utilization and loss of productivity . Despite advances in asthma therapy and expansion of health insurance ; the biological, physical and psychosocial environment can still influence asthma disease activity . Understanding the influencing factors in the biological, physical and psychosocial environment of asthma sufferers is an integral part of treating asthma. Keywords: Asthma Education, Environmental Influences on Asthma, Asthma.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue