cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
Penyuluhan Tentang Pentingnya Pengetahuan Penggunaan Masker Dengan Baik Dan Benar Pada Anak-Anak Ni Putu Sudiadnyani; Ajeng Larasati; Dwi Robbiardy Eksa; Festy Ladyani Mustofa; Ika Artini; Arti Febriyani Hutasuhut
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 3 Juni 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i3.3681

Abstract

ABSTRAK Masker adalah alat pelindung diri yang dirancang untuk melindungi pengguna dari menghirup partikel udara dan melindungi kesehatan saluran pernafasan. Penggunaan masker mengurangi infeksi influenza dan corona virus pada manusia dengan mencegah penyebaran percikan yang dapat menyebabkan infeksi dari orang yang terinfeksi ke orang lain dan kemungkinan kontaminasi lingkungan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengetahuan dan sikap anak-anak di Pondok Pesantren AN-NAHL Susunan Baru  tentang pentingnya pencegahan infeksi saluran pernafasan melalui penggunaan masker. Adapun metode yang dilakukan adalah dengan cara penyuluhan dan sosialisasi kepada sasaran yaitu anak-anak. Adapun lokasi yang dilakukan adalah di pondok pesantren AN-NAHL. Penyuluhan dilaksanakan pada tanggal 22 Desember 2020 yang bertempat di Pondok Pesantren AN-NAHL. Adapun hasil dari pengabdian masyarakat adalah anak –anak sangat antusias dan respon , hal ini terlihat dari banyaknya peserta yang bertanya dan menjawab pada saat penyuluhan. Penyuluhan ini dihadiri langsung oleh Ibu Kepala Puskesmas Susunan Baru sekaligus beliau memberi kata sambutan. Sedangkan anak-anak yang hadir lebih kurang 16 Orang. Diharapkan dengan melakukan penyuluhan dan sosialisasi ini anak-anak semakin sadar dan peduli akan pememakaian masker. Selain itu semua anak-anak  apabila keluar rumah memakai masker. Kata Kunci: Penggunaan Masker, Anak-anak, Pelindungan Diri  ABSTRACT Masks are personal protective equipment designed to protect the wearer from inhaling air particles and protect the health of the respiratory tract. The use of masks reduces influenza and corona virus infections in humans by preventing the spread of splashes that can cause infection from an infected person to another and possibly environmental contamination. The research objective was to determine the knowledge and attitudes of children at the Pondok Pesantren AN-NAHL Susunan Baru about the importance of preventing respiratory infections through the use of masks. The method used is by means of counseling and socialization to the target, namely children. The location is at the AN-NAHL Islamic boarding school. The counseling was held on December 22, 2020 at the AN-NAHL Islamic Boarding School. The result of community service is that the children are very enthusiastic and respond, this can be seen from the number of participants who asked and answered during counseling. This counseling was attended by the Head of the Puskesmas Susunan Baru and at the same time he gave a greeting. While the children who attended were approximately 16 people. It is hoped that by conducting this counseling and socialization the children will be more aware and concerned about wearing masks. In addition, all children when leaving the house wear masks. Keywords: Use Mask, Children,  Personal Protective
PENDIDIKAN/PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG PHBS TATANAN RUMAH TANGGA DI RW 09 DESA JAYARAGA GARUT, JAWA BARAT Iwan Shalahuddin; Furkon Nurhakim
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 2 Nomor 1 April 2019
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v2i1.1210

Abstract

ABSTRAK Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan, dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat. Salah satu sasaran PHBS adalah tatanan  rumah tangga,  maka melakukan asuhan dengan menerapkan strategi promkes pada tatanan rumah tangga.Penerapan PHBS di rumah tangga merupakan salah satu upaya strategis untuk menggerakan dan memberdayakan keluarga atau anggota rumah tangga untuk berprilaku PHBS. Tujuanya untuk memberdayakan setiap keluarga atau anggota rumah tangga agar tahu, mau, dan mampu menolong diri sendiri di bidang kesehatan dengan mengupayakan lingkungan yang sehat, mencegah dan menanggulangi masalah-masalah kesehatan yang dihadapi, memanfaatkan sarana pelayanan kesehatan yang ada, serta berperan aktif mewujudkan kesehatan masyarakatnya dan mengembangkan upaya kesehatan dan mengembangkan upaya kesehatan bersumber daya masyarakat. Hasil penyuluhan adanya peningkatan pengetahuan warga masyarakat tentang PHBS tatanan rumah tangga yaitu dari 40% warga yang memahami sebelum penyuluhan menjadi 90% warga memahaminya. Berdasarkan kondisi tersebut, perlu adanya strategi khusus untuk meningkatkan kesadaran dan  perilaku warga dalam melaksanakan PHBS tatanan rumah tangga yang diawali dari keluarga. Kata Kunci: PHBS, Tatanan Rumah Tangga,  Warga Masyarakat, Pengetahuan  ABSTRACT Clean and healthy behavior (PHBS) is all health behaviors carried out on awareness so that family members or families can help themselves in the health sector, and play an active role in health activities in the community. One of the targets of PHBS is the household arrangement, then caring for it by applying the promkes strategy on the household order. The application of PHBS in the household is one of the strategic efforts to mobilize and empower families or household members to behave in PHBS. The aim is to empower every family or household member to know, want and be able to help themselves in the health sector by seeking a healthy environment, preventing and overcoming health problems faced, utilizing existing health care facilities, and playing an active role in creating health. the community and develop health efforts and develop community-based health efforts. The result of counseling was an increase in the knowledge of the community about PHBS in the household structure, namely from 40% of the residents who understood before the extension became 90% of the residents understood it. Based on these conditions, it is necessary to have a specific strategy to increase the awareness and behavior of citizens in implementing PHBS household arrangements that start from the family. Keywords: PHBS, Household, Community, Knowledge
Konsultasi Dan Edukasi Masalah Kesehatan Gigi Dan Mulut Serta Protokol Kesehatan Selama Masa Pandemi Covid-19 Secara Online Melalui Teledentistry Hervina Hervina; Haris Nasutianto; Ni Kadek Ari Astuti
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 2 April 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i2.3727

Abstract

ABSTRAK Covid-19 merupakan penyakit jenis baru yang ditemui pertama kali di Wuhan China pada Desember 2019. Wabah tersebut dinyatakan sebagai pandemi oleh WHO pada Maret 2020 menyebabkan perubahan tatanan kehidupan termasuk kedokteran gigi. Tindakan kedokteran gigi beresiko besar menjadi penyebaran  SARS-CoV2 sebagai penyebab Covid-19 karena banyak berhubungan dengan produksi aerosol dan droplet. Hal tersebut menyebabkan banyak praktek dokter gigi tutup atau hanya menangani tindakan emergency. Di sisi lain memasuki kehidupan era baru di masa pandemi Covid-19 masyarakat perlu diedukasi mengenai penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran SARS-Cov 2. Tujuan pengabdian ini adalah melakukan konsultasi dan edukasi masalah kesehatan gigi dan mulut serta protokol kesehatan di masa pandemi ini agar tetap aman. Metode yang digunakan adalah melalui teledentistry yaitu komunikasi jarak jauh dengan menggunakan platform “surbo chat “ whatsapp TanyaPepsodent dan “dashboard”. Hasil dari kegiatan ini sebanyak 112 orang masyarakat mengikuti kegiatan ini dengan kasus terbanyak adalah gigi nyeri dan berlubang. Peserta terbanyak berasal dari Kota Denpasar dan semua peserta belum pernah mengikuti kegiatan teledentistry sebelumnya. Simpulan dari kegiatan ini adalah teledentistry dapat memfasilitasi dalam memberi konsultasi dan edukasi kepada masyarakan di masa pandemi Covid-19. Kata kunci: konsultasi dan edukasi, teledentistry , pandemi Covid-19   ABSTRACT Covid-19 is a new type of disease that was first discovered in Wuhan China in December 2019. The outbreak was declared a pandemic by the WHO in March 2020, causing changes in the order of life including dentistry. Dental action has a big risk of spreading SARS-CoV2 as the cause of Covid-19 because it has a lot procedures with aerosol and droplet production. This causes many dentist practices to close or only handle emergency treatment. Entering a new era of life during the Covid-19 pandemic, publics needs to be educated on the application of health protocols to prevent the spread of SARS-Cov 2. The purpose of this activity is to consult and educate on oral health issues and health protocols during this pandemic. The methode used is through teledentistry, long-distance communication using the "surbo chat" whatsapp TanyaPepsodent and "dashboard" platform. The results of this activity were as many as 112 people participating in this activity with the most cases being tooth pain and cavities. Most of the participants came from Denpasar City and all participants had never participated in previous teledentistry activities. The conclusion of this activity is that teledentistry can facilitate providing consultation and education to the community during the Covid-19 pandemic. Keywords: consultation and education, teledentistry, the Covid-19 pandemic
Pemberian Terapi Senam Kaki Pada Pasien Diabetes Mellitus Di Desa Gunung Labuhan Sungkai Selatan Lampung Utara Apriyadi Apriyadi; M. Arifki Zainaro
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i5.2921

Abstract

ABSTRAK Data Riskesdas Provinsi Lampung tahun 2013 jumlah penderita diabetes mellitus yang terdiagnosis dokter sebesar 0,7%. Prevalensi penderita diabetes mellitus di Lampung utara berada di posisi kelima terbanyak dengan jumlah 0,8%. Sementara jumlah penderita di Lampung yang terdiagnosis dan yang tidak terdiagnosis tetapi selama sebulan terakhir mengalami gejala-gejala diabetes mellitus berjumlah lebih besar yaitu 0,8% dengan prevalensi di Lampung utara sebesar 0,8%. Penatalaksanaan diabetes mellitus terdiri dari 5 pilar utama olahraga atau latihan fisik merupakan salah satu dari penatalaksanaan tersebut selain dari diet, obat-obatan, edukasidan pemantauan, Olah raga dalam arti gerak fisik atau kerja otot dapat meningkatkan metabolisme atau pembentukan dan pengeluaran energi tubuh, salah satunya yaitu senam kaki. Tujuan setelah penyuluhan dan demonstrasi, diharapkan pemberian senam kaki dapat untuk menurunkan kadar glukosa pada klien diabetes melitus. Adapun kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan menggunakan leaflet dan demonstrasi senam kaki. Terdapat penurunan kadar glukosa pada klien diabetes melitus setelah pemberian akupresur selama 7 hari di Desa gunung labuhan sungkai selatan, Lampung Utara. Dengan demikian, pemberian senam kaki pada klien diabetes melitus sangat efektif dalam menurunkan glukosa. Kata Kunci: Senam kaki, diabetes melittus  ABSTRACT Lampung Province Riskesdas data in 2013 the number of people with diabetes mellitus diagnosed by doctors (0.7%). The prevalence of people with diabetes mellitus in northern Lampung is in the fifth position (0.8%). While the number of sufferers in Lampung who were diagnosed and those who were undiagnosed, during the last month experiencing symptoms of diabetes mellitus was greater, namely (0.8%) with a prevalence in northern Lampung (0.8%). Management of diabetes mellitus consists of 5 main pillars of sports or physical exercise is one of these treatments apart from diet, drugs, education, and monitoring, Sports in the sense of physical movement or muscle work can increase metabolism or the formation and expenditure of the body's energy, one of which is foot exercise. The aim after counseling and demonstration is expected to provide foot exercises to reduce glucose levels in clients with diabetes mellitus. The activities were carried out in the form of counseling using leaflets and foot exercises. There was a decrease in glucose levels in diabetes mellitus clients after giving acupressure for 7 days in the village of Gunung Labuhan, South Sungkai, North Lampung. Thus, giving foot exercises to diabetes mellitus clients is very effective in reducing glucose. Keywords: Foot exercises, diabetes Mellitus
Penyuluhan Kesehatan Tentang Sadari Untuk Remaja Di Kelurahan Slipi Kecamatan Palmerah Jakarta Barat Nining Hening Pramesti; Milda Milda; M. Zainal Abidin; Nadya Srihamid
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v3i2.3198

Abstract

Besarnya masalah kanker payudara dan dampak yang ditimbulkan maka perlu tindakan / intervensi kesehatan masyarakat dalam bentuk program penanggulangan nasional yang diatur dalam Permenkes no. 34 tahun 2015 tentang penanggulangan kanker payudara dan kanker leher Rahim. Salah satu upaya untuk menanggulangi kanker payudara yaitu penemuan kasus melalui deteksi dini yang dilakukan dengan cara pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) yang bisa dilakukan dengan mudah bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya gangguan abnormal pada payudara. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran para remaja mengenai kanker payudara yang bisa diketahui secara dini melalui pemeriksaan payudara sendiri atau SADARI hasil meningkatkan pengetahuan remaja di kelurahan Slipi tentang kanker payudara sehingga muncul kesadaran para remaja untuk melakukan sadari secara rutin  dengan demikian secara tidak langsung akan mengurangi jumlah penderita kanker Payudara yang selalu meningkat terus jumlahnya. Kesimpulan Setelah dilakukan penyuluhan dan simulasi sadari para remaja merasa pengetahuannya menjadi lebih bertambah mengenai kanker payudara dan bisa melakukan sadari untuk medeteksi dini kanker payudara, dan akan melakukan sadari secara rutin agar bila terjadi penyimpangan dari hasib sadari tersebut bisa segera diobati.  Kata Kunci: Penyuluhan, Sadari, Kanker Payudara. ABSTRACT  The magnitude of the breast cancer problem and the impact it causes requires public health action / intervention in the form of a national prevention program regulated in Permenkes no. 34 of 2015 concerning the prevention of breast cancer and cervical cancer. One of the efforts to tackle breast cancer is case finding through early detection by means of breast self-examination (BSE) which can be done easily with the aim of knowing whether or not there are abnormal breast disorders. The purpose of this community service is to increase the knowledge and awareness of adolescents about breast cancer which can be detected early through breast self-examination or BSE results to increase the knowledge of adolescents in Slipi sub-district about breast cancer so that the awareness of adolescents to realize it regularly is thus indirectly will reduce the number of breast cancer sufferers which are always increasing in number. Conclusion After counseling and simulations are made, teenagers feel that their knowledge is increasing about breast cancer and can be aware of early detection of breast cancer, and will be aware of it regularly so that if there is a deviation from the result, they can immediately be treated. Keyword: Countermeasures, Sadari, Breast Cancer.
Konseling Kelompok Berbasis Client Centered Untuk Menurunkan Kecemasan Pada Lansia Elsy Junilia Hidayat; Nurul Hidayah
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 3 Juni 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i3.4405

Abstract

ABSTRAK Orang lanjut usia (lansia) memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk mengalami gangguan kecemasan daripada depresi. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menguji pengaruh konseling kelompok berbasis client-centered untuk menurunkan kecemasan pada lansia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif tipe eksperimen. Subjek penelitian ini berjumlah 6 wanita lansia dengan rentang usia 62-79 tahun di RW 03 wilayah kerja Puskesmas X. Hasil analisis data menggunakan SPSS menunjukkan koefisien Z = -2,20 dan p = 0,116 ( p < 0,05)  artinya ada penurunan kecemasan antara sebelum dan sesduah pemberian konseling kelompok berbasis Client-Centered (rerata skor pretes = 16 dan rerata postes = 10).  Dapat disimpulkan bahwa konseling kelompok berbasis Client-Centered dapat menurunkan kecemasan pada lansia. Kata kunci: lansia; cemas; Client Centered.  ABSTRACT The elderly have a high probability of anxiety disorder than depression. The type of this research was a quantitative approach with quasi-experiment. The subjects of this study were 6 elderly females in the age range of 62-79 years old who lived at RW 03  near the working area of Puskesmas X. The data analysis shows that the coefficient of  Z = -220 and p=0,116 (p < 0,05) mean there was a reduction of the anxiety between the beginning and after giving the counseling group with the Client-Centered method (the average of pretest score= 16 and the average of posttest score=10). The conclusion of this research shows that counseling groups with the Client-Centered method could reduce the anxiety disorder of the elderly. Keywords: elderly; anxiety; Client-Centered
PENYULUHAN PENTINGNYA PENCEGAHAN DAN PENGOBATAN PENYAKIT DIABETES MELLITUS GANG MAWAR KEMILING BANDAR LAMPUNG WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEMILING BANDAR LAMPUNG Eka Yudha Chrisanto; Rika Yulendasari; Dessy Hermawan; Andoko Andoko
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 3 Nomor 1 April 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v3i1.2540

Abstract

Kasus ternjadinya penyakit Diabetes Melitus mengalami kenaikan setiap tahunya, kenaikanya pun meningkat sekitar 415 juta orang terutama dinegara berkembang. Kasus ini akan diperkirakan  meningkat menjadi 425 kasus pada tahun 2020. Pemahaman penyakit serta pencegahan ini pun belum terlalu dimengerti dalam lingkup masyarakat sehingga perlu diadakan Penyuluhan untuk mengurangi resiko Diabates melitus dan juga komplikasi lainya. Tujuan kegiatan ini diharapkan warga dapat mengerti tentang pentingnya pencegahan dan pengobatan Diabates Melitus. Kegiatan ini telah dilaksankan pada hari Sabtu tanggal 01 Februari 2020. Adapun kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan kepada Bapak dan ibu-ibu serta para lansia tentang pentingnya pencegahan dan pengobatan Diabates Melitus di Gang Mawar Kemiling  Bandar Lampung Wilayah Kerja Puskesmas Kemiling Bandar Lampung dengan metode penyuluhan menggunakan leaflet. Terdapat pengaruh signifikan pada pengetahuan Bapak, ibu serta lansia sebelum dan sesudah penyuluhan pencegahan dan pengobatan Diabetes Melitus. Dengan demikian, pemberian edukasi dapat memberikan peningkatan pengetahuan, khususnya yang berkaitan dengan pencegahan dan pengobatan Diabaetes Melitus.Kata kunci: Diabates Melitus, tingkat pengetahuan, penyuluhan ABSTRACTThe occurrence of Diabetes Mellitus cases has increased every year, the increase also increased by 415 million people, especially in developing countries. This case will be estimated to increase to 425 billion cases by 2020. Even this understanding of diseases and prevention has not been understood in the community so that counseling is needed to reduce the risk of Diabetes Mellitus such as stroke and other complications. The aim of this activity is expected to enable the community to understand the importance of prevention and treatment of Diabetes Mellitus. This activity has been carried out on Saturday, February 01, 2020. The activities carried out in the form of counseling to Mr. and Mrs. and the elderly about the importance of prevention and treatment of Diabetes Mellitus in Gang Mawar Bandar Lampung Working Area of Kemiling Health CenterBandar Lampung with extension methods using leaflets. There is a significant influence on your knowledge before and after counseling on the prevention and treatment of Diabetes Mellitus. Thus, the provision of education can provide increased knowledge, especially those relating to the prevention and treatment of Diabetes MellitusKeywords: Diabetes Mellitus, Knowledge, Counseling
Meningkatkan Pengetahuan Cara Senam Otak Untuk Konsentrasi Dan Daya Ingat Pada Anak Usia 5-12 Tahun Siska Karmelina; Ria Setiasari; Ike Pudji Wahyuningsih; Nurseha Nurseha; Ana Febrianti; Djati Aji Nurbiantoro; Hesti Setiawati; Castirih Castirih; Ilham Efendi; Ola Filianata; Yanti Susilawati; Fajar Muharom; Erna Yuliana; Mia Amalia; Yudi Sulistyo
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 3 Juni 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i3.3841

Abstract

ABSTRAKSenam otak atau brain gym adalah serangkaian latihan gerakan tubuh yang sederhana. Gerakan itu dibuat untuk merangsang otak kiri dan kanan (dimensi lateralis), meringankan atau merelaksasikan belakang otak dan bagian depan otak (dimensi pemfokuskan), merangsang sistem yang terkait dengan perasaan/emosional, yakni otak tengah (limbik), serta otak besar (dimensi pemusatan) dan bermanfaat menigkatkan kemampuan berbahasa, konsentrasi, daya ingat meningkat, menjadi lebih bersemangat, lebih kreatif dan efesien, serta merasa lebih sehat. Dengan latihan senam otak, maka sangat berguna untuk meningkatkan keseimbangan dinamis selain itu juga dapat meningkatkan koordinasi dan konsentrasi yang baik. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimanakah pengaruh senam otak terhadap konsentrasi dan daya ingat pada anak. Penelitian ini menggunakan metode presentasi powerpoint dan video senam otak pada klien dan keluarga. Hasil dari presentasi dan demonstrasi yang dilakukan adalah  sebanyak 75 % peserta mengetahui dan dapat melakukan senam otak dan akan mempraktekkan pada eluarganya dirumah.Kata kunci : Senam Otak, KonsentrasiABSTRACTA brain gym or brain gym is a series of simple body exercises. The movement is made to stimulate the left and right brain (lateral dimension), lighten or relax the back of the brain and the front part of the brain (the focal dimension), stimulate systems related to feelings/emotions, namely the midbrain (limbic), and the cerebrum (concentration dimension ) and is useful for increasing language skills, concentration, increased memory, being more enthusiastic, more creative and efficient, and feeling healthier. With brain exercise exercises, it is very useful to improve dynamic balance besides that it can also improve good coordination and concentration. The purpose of this study was to determine how the influence of brain exercise on concentration and memory in children. This study uses a PowerPoint presentation method and video brain exercise for clients and families. The results of the presentations and demonstrations carried out were that as many as 75% of the participants knew and were able to do brain exercises and would practice them in their families at home. Keywords: Brain Exercise, Concentration
TERAPI KOMPLEMENTER SENAM KAKI DIABETIK PADA LANSIA DI PANTI SOSIAL LANJUT USIA TRESNA WERDHA NATAR LAMPUNG SELATAN Umi Romayati Keswara; Eka Trismiyana; Prima Dian Furqoni; Setiawati Setiawati
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 2 Nomor 1 April 2019
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v2i1.1165

Abstract

ABSTRAK Lansia dikatakan sebagai  tahap akhir perkembangan pada daur kehidupan manusia. Proses menua merupakan proses sepanjang hidup, tidak hanya dimulai pada satu waktu tertentu, tetapi dimulai sejak permulaan kehidupan. Diabetes Melitus merupakan sekelompok kelainan heterogen yang ditandai oleh kenaikan kadar glukosa darah atau hiperglikemia dan sering terjadi pada lansia. Komplikasi yang paling sering dialami pengidap diabetes adalah komplikasi pada kaki (15 persen) yang kini disebut kaki diabetik. Senam kaki adalah kegiatan atau latihan yang dilakukan oleh pasien diabetes melitus untuk mencegah terjadinya luka dan membantu melancarkan peredaran darah bagian kaki. Tujuan kegiatan setelah mengikuti terapi komplementer lansia dapat berespon terhadap stimulus yang diberikan oleh perawat yaitu mampu memahami dan mempraktekkan kembali senam kaki diabetik pada penderita diabetes mellitus. Kegiatan ini telah dilaksanakan pada tanggal 07 Desember 2018 Pukul 08.30 WIB s/d selesai. Kegiatan dilaksanakan dengan menggunakan metode ceramah, tanya jawab, simulasi. Berdasarkan hasil evaluasi terdapat perubahan pengetahuan dan ketrampilan lansia setelah diberikan penyuluhan dan simulasi senam kaki diabetik. Dengan demikian pemberian penyuluhan dan simulasi dapat memberikan peningkatan pengetahuan dan ketrampilan khususnya yang berkaitan dengan terapi komplementer senam kaki diabetik. Kata kunci: Lansia, Senam Kaki Diabetik 
Penggunaan Terapi Senam Otak Pada Anak Dengan Masalah Penurunan Konsentrasi Belajar Di Desa Rawajitu Selatan Lidya Ariyanti; Redia Indira Putrianti; Setiawati Setiawati
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 2 April 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i2.2813

Abstract

ABSTRAK Kosentrasi merupakan keadaan pikiran atau asosiasi terkondisi yang diaktifkan oleh sensasi di dalam tubuh. Cara mengaktifkan sensasi di dalam tubuh adalah dengan membuat tubuh berada dalam keadaan yang rileks dan suasana yang menyenangkan, karena dalam keadaan yang tegang seseorang tidak akan dapat menggunakan otaknya dengan maksimal oleh karena pikiran menjadi kosong. Fenomena yang terjadi di lapangan diketahui bahwa penurunan konsentrasi belajar pada anak belum mendapatkan penanganan yang maksimal. Selama ini teknik yang digunakan memiliki kelemahan tersendiri yang tentunya tujuan dari peningkatan konsentrasi belajar belum dapat dirasakan oleh semua siswa, seharusnya teknik peningkatan konsentrasi belajar di buat lebih mudah dan efektif. Salah satunya adalah teknik Brain Gym. Tujuan setelah diberikan terapi senam otak diharapkan dapat meningkatkan konsentrasi belajar pada anak. Adapun kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan dan demonstrasi terapi senam otak. Terdapat peningkatan konsentrasi belajar pada anak setelah diberikan terapi senam otak di Desa Rawajitu Selatan. Dengan demikian, pemberian terapi senam otak efektif dalam meningkatkan konsentrasi belajar. Kata Kunci: Konsentrasi, Senam Otak, Peningkatan Konsentrasi Belajar  ABSTRACT Concentration is a state of mind or conditioned association that is activated by sensations in the body. How to activate sensations in the body is to make the body in a relaxed state and pleasant atmosphere, because in a tense situation a person will not be able to use his brain to the maximum because the mind becomes empty. The phenomenon that occurs in the field is known that the reduction in the concentration of learning in children has not gotten the maximum treatment. During this time the technique used has its own weaknesses which of course the purpose of increasing concentration of learning can not be felt by all students, the technique of increasing the concentration of learning should be made easier and more effective. One of them is the Brain Gym technique. The goal after being given brain exercise therapy is expected to increase the concentration of learning in children. The activities carried out in the form of counseling and demonstration of brain exercise therapy. There is an increase in the concentration of learning in children after being given brain exercise therapy at Rawajitu Selatan Village. Thus, the administration of brain exercise therapy is effective in increasing concentration of learning. Keywords: Concentration, Brain Exercise, Increased Learning Concentration

Page 27 of 238 | Total Record : 2372


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue