cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
Pencegahan Penularan Covid-19 Melalui Sosialisasi Dan Pembagian Masker Di Pasar Pringgan Medan Henny Syapitri; Laura Mariati Siregar; Frida Liharis Saragih
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v3i2.2902

Abstract

Pemerintah Indonesia telah menetapkan langkah-langkah dan upaya pencegahan pandemi covid-19, salah satunya adalah dengan mensosialisasikan gerakan Social Distancing. Himbauan untuk mengenakan masker dan memperhatikan protokol kesehatan saat beraktivitas di luar rumah masih diabaikan. Berdasarkan hasil studi awal yang dilakukan di Pasar Pringgan Medan, masih ditemukan pedagang pasar yang tidak paham tentang pentingnya menggunakan masker untuk mencegah Covid-19, tidak disiplin mengenakan masker dengan benar, tidak sedikit pula yang bandel untuk tidak mengenakan masker.Di situasi dan kondisi saat ini, kesadaran seluruh masyarakat untuk patuh dan taat dalam menjalankan protokol kesehatan memiliki peranan yang signifikan, sehingga perlu ditekankan kepada seluruh masyarakat untuk mematuhi protokol Covid-19 agar mengurangi penyebaran virus di pasar. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mencegah dan memutus mata rantai penularan Covid-19 di Pasar Pringgan Medan. Pengabdian pada Masyarakat yang diselenggarakan pada tanggal 3 s/d 4 Mei 2020 ini dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi penggunaan masker sekaligus membagikan masker secara gratis kepada pedagang pasar di Pasar Pringgan Medan. Adapun metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian ini adalah melalui edukasi kepada pedagang pasar dengan menghimbau pentingnya menggunakan masker. Setelah diberikan edukasi dan pembagian masker, pedagang sudah mulai sadar pentingnya penggunaan masker. Penggunaan masker kain di kalangan pedagang ini sangat penting karena termasuk kelompok yang rentan terpapar covid-19. Dengan mengenakan masker, para pedagang di pasar dapat beraktivitas dengan lebih nyaman dan selalu waspada. Keyword : sosialisasi, pembagian masker, pencegahan Covid-19,   ABSTRACT The Government of Indonesia has set measures and efforts to prevent the Covid-19 pandemic, one of which is to socialize the Social Distancing movement. The call to wear a mask and pay attention to health protocols when doing activities outside the home is still ignored. Based on the results of preliminary studies conducted at Medan Pringgan Market, there are still market traders who do not understand the importance of using masks to prevent Covid-19, are undisciplined in wearing masks properly, not a few who are stubborn not to wear masks. In the current circumstances this, the awareness of the whole community to obey and obey in carrying out health protocols has a significant role, so it needs to be emphasized to all people to comply with the Covid-19 protocol in order to reduce the spread of viruses in the market. The purpose of this service is to prevent and break the chain of transmission of Covid-19 in the Pringgan Market, Medan. Community Service that was held on 3 to 4 May 2020 was carried out in the form of socializing the use of masks as well as distributing masks for free to market traders in the Pringgan Market, Medan. The method used in the implementation of this service is through education to market traders by appealing to the importance of using masks. after being given education and distribution of masks, traders have begun to realize the importance of using masks. The use of cloth masks among traders is very important because it is a vulnerable group exposed to covid-19. By wearing masks, traders in the market can move more comfortably and are always alert Keyword : sosialization, mask ditribution, Covid-19 prevention
Pemberdayaan Siswa SMAN 1 Sumberpucung Dalam Dukungan Kesehatan Jiwa Dan Psikososial Covid-19 Untuk Kelompok Rentan Khususnya Lansia Berliany Venny Sipollo; Mochamad Ali Sodikin
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i4.4045

Abstract

ABSTRAK Pandemi COVID-19 merupakan bencana non alam yang berdampak tidak hanya pada kesehatan fisik saja tetapi berdampak pula terhadap kesehatan jiwa dan psikososial masyarakat. Dampak kesehatan jiwa dan psikososial ini dapat menurunkan sistem imunitas tubuh manusia khususnya kelompok rentan yaitu kelompok lansia. Semakin seseorang merasa cemas yang berlebihan, maka tubuh mengalami kegagalan dalam menghasilkan antibodi untuk melawan virus.. Klien yang terdiagnosis positif COVID-19 merasa sangat takut dengan bayangan kematian, dan secara sosial diisolasi yang akan menimbulkan stigma sehingga mungkin terjadi ansietas dan depresi yang bila berlanjut dapat menyebabkan keputusasaan yang akan memperburuk kondisi fisik. Pemberdayaan generasi muda dalam hal ini adalah siswa SMAN 1 Sumberpucung dalam mendukung kesehatan jiwa dan psikosial lansia, yaitu lansia yang berada dalam keluarga siswa. Metode yang digunakan di masa pandemic COVID-19 dengan kegiatan atau pelatihan DKJPS (Dukungan Kesehatan Jiwa dan Psikososial) dievaluasi selama 1,5 bulan berupa melakukan upaya promosi kesehatan (peningkatan imunitas fisik dan imunitas jiwa) dan pencegahan masalah kesehatan (pencegahan penularan dan pencegahan masalah kesehatan jiwa) yang pada akhirnya disebut sebagai Adaptasi Kebiasaan Baru (AKBmelalui virtual menggunakan zoom dan platform Whatsapp Group Chat dengan metode ceramah, Tanya jawab, diskusi dan demonstrasi. Hasil Jumlah audience: 50 siswa dan jumlah lansia dan pra lansia: 11 orang Kata Kunci : Kesehatan Jiwa, Psikososial, Generasi Muda, Lansia  ABSTRACT The COVID-19 pandemic is a non-natural disaster that has an impact not only on physical health but also on the mental and psychosocial health of the community. This mental and psychosocial health impact can reduce the immune system of the human body, especially vulnerable groups, namely the older adults. The more a person feels excessively anxious; the body fails to produce antibodies to fight the virus. Clients who are diagnosed positive for COVID-19 feel very afraid of the image of death and are socially isolated which will lead to stigma so that anxiety and depression may occur if it continues. Can cause despair that will worsen the physical condition. The empowerment of the younger generation in this case is the students of SMAN 1 Sumberpucung in supporting the mental and psychosocial health of the older adults, which was the older adults who are in the student's family. The method used during the COVID-19 pandemic with DKJPS (Mental Health and Psychosocial Support) activities or training was evaluated for 4 weeks in the form of health promotion efforts (increasing physical immunity and mental immunity) and prevention of health problems (prevention of transmission and prevention of mental health problems. ) which is finally referred to as New Habit Adaptation (AKB through virtual using zoom and the Whatsapp Group Chat platform with the methods of lecturing, question and answer, discussion and demonstration Results Number of audiences: 50 students and the number of older adults and pre-elderly: 11 people Keywords: Mental Health, Psychosocial, Young Generation, Older Adults
PENYULUHAN KESEHATAN ORIENTASI TANGGAP TUA (OTT) LANSIA Sri Sakinah; Meriem Meisyaroh; Asnuddin Asnuddin; Sulkifli Nurdin; Hasrul Hasrul; Murtini Murtini
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 3 Nomor 1 April 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v3i1.2652

Abstract

ABSTRAK Setiap orang pasti ingin memiliki masa tua yang bahagia tetapi keinginan tidaklah selalu dapat menjadi nyata. Di kehidupan nyata banyak sekali lansia-lansia yang menjadi depresi, stress dan menderita penyakit kronis. Manusia kadang lupa betapa pentingnya kesehatan apalagi diusia lansia. Dewasa ini manusia melalaikan pentingnya menjaga kesehatan khususnya secara jasmani. Tujuan setelah penyuluhan, diharapkan dapat meningkatkan kesehatan dan mencegah penyakit degenerative. Adapun kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan kesehtan, senan lansia dan pemeriksaan kesehatan. Terdapat peningkatan pengetahuan pada masyarakat lansia dalam pencegahan penyakit degenerative pada masyarakat lansia kelurahan Wala. Dengan demikian, pemberian penyuluhan pada masyarakat lansia tentang pencegahan penyakit dan terapi pengobatan dengan senam lansia. Kata Kunci : Orientasi Tanggap Tua, PenyuluhanAbstract Everyone would want to have a happy old age but desires can not always be real. In real life there are many elderly people who become depressed, stressed and suffer from chronic diseases. Humans sometimes forget how important health is especially in the elderly. Today humans neglect the importance of maintaining health, especially physically. The purpose after counseling, is expected to improve health and prevent degenerative diseases. The activities carried out in the form of health counseling, senan elderly and health checks. There is an increase in knowledge in the elderly community in the prevention of degenerative diseases in the elderly community of Wala village. Thus, providing counseling to the elderly community about disease prevention and treatment therapy with elderly exercise.
Pemberdayaan Dan Pendampingan Kader Binaan Puskesmas Mojolangu Dalam Pembuatan Obat Tradisional Yang Baik Amaliyah Dina Anggraeni; Siti Rofida
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 3 Juni 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i3.3563

Abstract

ABSTRAK Pemanfaatan obat tradisional untuk menunjang kualitas kesehatan, sangat diperlukan keseimbangan dari upaya – upaya dalam peningkatan mutunya. Hal ini berkaitan pula dengan adanya dampak – dampak dari penggunaan obat tradisional pada umumnya. Sehingga untuk melindungi konsumen dari akibat penggunaan obat tradisional yang tidak memenuhi persyaratan, maka produk obat tradisional harus memenuhi persyaratan mutu, keAmanan, dan kemanfaatan untuk dapat diedarkan di Indonesia maupun ekspor ke luar negeri. Puskesmas Mojolangu merupakan fasilitas kesehatan yang memiliki bidang pengembangan dan pemberdayaan masyarakat khususnya departemen kesehatan pengobatan tradisional. Banyaknya masyarakat daerah sekitar mitra yang berprofesi sebagai produsen obat tradisional tetapi belum adanya pemberian informasi terkait cara pembuatan obat tradisional yang baik dan benar. Higenitas dan keamanan jamu atau minuman herbal yang diproduksi oleh produsen jamu di lingkungan puskesmas mojolangu belum terstandarisasi sesuai dengan CPOTB. Sehingga berpotensi dihasilkan produk jamu yang tidak berkhasiat optimal serta keamanan produk tidak tercapai. Kegiatan pengabdian ini menggunakan metode Contextual Teaching and Learning (CTL) untuk mengatasi permasalahan yang dialami oleh masyarakat di kelurahan Mojolangu. Setelah edukasi dan pendampingan produsen jamu atau obat tradisional dapat memproduksi jamu temulawak dan jahe instan yang berkhasiat dan aman untuk dikonsumsi. Kata kunci : Jamu, Obat Tradisional, Kader binaan, produsen jamu, CPOTB  ABSTRACT The use of traditional medicines to support health quality requires a balance of efforts to improve its quality. It is also related to the effects of using traditional medicines in general. It protects consumers from the consequences of using traditional medicines that do not meet the requirements. Traditional medicinal products must meet the quality, safety, and benefit requirements circulated in Indonesia and exported abroad. The Mojolangu Health Center is a health facility with community development and empowerment sector, especially the traditional medicine health department. There are many local communities around the partners who work as producers of traditional medicines, but there is no information regarding how to manufacture traditional medicines correctly and adequately. The hygiene and safety of jamu or herbal drinks produced by herbal medicine producers in the Mojolangu Community Health Center have not standard according to the CPOTB. The potential to produce herbal products that do not have optimal efficacy and product safety does not achieve. This service activity uses the Contextual Teaching and Learning (CTL) method to overcome the community's problems in Mojolangu village. After education and assistance, producers of herbal medicine or traditional medicine can produce herbal ginger and instant ginger, which are efficacious and safe for consumption. Keywords: Jamu, Traditional medicine, construction cadres, herbal medicine manufacturer, CPOTB
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG PELAKSANAAN ADL (ACTIVITY OF DAILY LIVING) KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT PADA PASIEN GANGGUAN JIWA DI RSJD PROVINSI LAMPUNG Teguh Pribadi; Djunizar Djamaludin; Andoko Andoko; M. Ricko Gunawan
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v2i2.2076

Abstract

Gejala penyakit gangguan jiwa menyebabkan penderitanya tidak dapat menilai dan melihat kenyataan pada diri. Masalah umum yang dialami pada penderita akan tidak mempunyai kepedulian dan perawatan diri, seperti kegiatan melakukan pekerjaan rutin sehari-hari (ADL) khususnya perawatan kebersihan gigi dan mulut. Tujuan penyuluhan untuk memberikan pengetahuan pendidikan kesehatan tentang pelaksanaan ADL (Activity of Daily Living) pasien gangguan jiwa di Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Lampung. Kegiatan ini dibantu mahasiswa ilmu keperawatan dari universitas Malahayati Bandar Lampung serta di fasilitasi oleh pihak rumah sakit jiwa dalam hal ini pihak Rumah Sakit Jiwa. Pembagian peran dan tugas telah ditetapkan mencakup penanggung jawab, moderator, notulen, observer, fasilitator dan dokumentasi. Hasil kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan pasien dalam merawat kebersihan dirinya. Saran pada pihak rumah sakit dan keluarga pasien  untuk segera membantu kebersihan diri pasien, setelah pasien dalam kondisi sudah dapat mengendalikan emosi dan perilakunya. Kata Kunci : Gangguan jiwa; Activity of Daily Living (ADL);  Gigi dan mulutABSTRACTSymptoms of mental illness cause sufferers inable to judge and look the reality in themselves. Common problems experienced by patients lack to care and self-care, such as activities of doing daily routine activity (ADL), especially in oral hygiene care. The purpose of counseling is to provide health education knowledge about the implementation of ADL (activity of daily living) for mental patients in Lampung Province Mental Hospital. This activity was assisted by nursing students from Malahayati  University and was facilitated by the Mental Hospital. The division of roles and tasks has been determined including the person in charge, moderator, note-taker, observer, facilitator and documentation. The results of this activity can increase the patient's knowledge in maintaining personal hygiene. Suggestions to the hospital and the patient's family to immediately help the patient's personal hygiene, after the patient able to control of his condition such as emotions and behavior.
Pelatihan Kepemimpinan Keperawatan Pada Perawat-Perawat Tugas Belajar Di Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih Jayapura Papua Hotnida Erlin Situmorang; Andi Tiyo Wijaya
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 1 Februari 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i1.3289

Abstract

ABSTRAKKemampuan leadership sangat diperlukan dewasa ini dalam meningkatkan mutu pekerjaan termasuk didunia kerja keperawatan. Memiliki kemampuan leadership dalam keperawatan akan meningkatkan kualitas layanan keperawatan dam instansi-instansi kesehatan. Karena itu peran perawat sebagai pemimpin sangat perlu guna menjamin keberhasilan pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara holistik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan para perawat-perawat di berbagai daerah di Papua. Metode yang di lakukan adalah diawali dengan pre-test kepada peserta kemudian pemaparan materi pelatihan selama tiga hari lalu di lakukan post-test. Data hasil dari pre-test dan post-test dianalisa untuk mengetahui tingkat kemajuan pengetahuan peserta pelatihan. Rata-rata gain ternormalisasi sebesar 0,5277 menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan peserta dari pre-test ke post-test termasuk dalam kategori peningkatan sedang. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semua peserta pelatihan mempunyai peningkatan pengetahuan tentang Leadership setelah mengikuti pelatihan. Kata Kunci : Kepemimpinan, pelatihan, keperawatan. ABSTRACTLeadership skills are essential in improving the quality of work, including in nursing care. Having nursing leadership skill would improve quality of nursing care in health settings holistically. Therefore the role of nurses as a leader in their workplace  is paramount. Community service activity aims to increase the knowledge and abilities of leadership of the nurses in various regions in Papua. The method used was preceded by a pre-test to the participants and then giving material and training of leadership for three days and then a post test. Data from the pre-test and post-test were analyzed to determine the level of progress of participant’s knowledge and ability of leadership. The normalized gain average of 0.5277 indicates that the increase in participant’s knowledge of leadership from pre-test to post-test is in the moderate category. It can be concluded that there is an improvement of leadership skill knowledge in all the participants after attending the training. Keywords: Leadership, training, nursing.
Pendidikan Kesehatan Tentang Kesehatan Reproduksi Remaja Di Taruna Swastika Yuwana, Desa Laban Kulon Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik Veronica Silalahi
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i5.4114

Abstract

ABSTRAK Kesehatan reproduksi remaja adalah suatu kondisi sehat yang menyangkut sistem, fungsi dan proses reproduksi yang dimiliki oleh remaja. Masalah kesehatan reproduksi yang bisa terjadi akibat perilaku berisiko  seperti ketidaksiapan menghadapi konflik perkawinan atau aborsi, seks pranikah, kekerasan seksual, penyimpangan perilaku seksual, gangguan kesehatan, penyakit kelamin, kematian yang disebabkan oleh organ reproduksi yang belum matang. Masih tingginya masalah kesehatan reproduksi tersebut dapat dipengaruhi oleh masih kurangnya pengetahuan/pemahaman remaja mengenai kesehatan reproduksi. Pengabdian masyarakat melalui kegiatan pendidikan kesehatan dilakukan secara daring atau online melalui zoom meeting pada 20 responden remaja di Taruna Swastika Yuwana Desa Laban Kulon Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Kegiatan pendidikan kesehatan diawali dengan pemberian pre test dan setelah diberikan pendidikan kesehatan, responden diberikan post test melalui google form. Terdapat peningkatan pengetahuan setelah diberikan pendidkan kesehatan. Peningkatan pengetahuan dan pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi, dapat membantu remaja berperilaku sehat dan dapat merubah perilaku menjadi lebih baik. Kata kunci : Pendidikan Kesehatan, Kesehatan Reproduksi Remaja, Remaja  ABSTRACTAdolescent reproductive health is a health condition that concerns the reproductive systems, functions, and processes of adolescents. Reproductive health problems can occur due to risky behavior such as unpreparedness to face marital conflicts or abortion, premarital sex, sexual violence, sexual behavior deviations, health problems, venereal diseases, death caused by immature reproductive organs. The high rate of reproductive health problems can be influenced by the lack of knowledge or understanding of adolescents about reproductive health. Community service through health education activities is online by zoom meetings on 20 teenage respondents at Taruna Swastika Yuwana, Laban Kulon Village, Kec. Menganti District, Kab. Gresik. Health education activities begin with giving a pre-test and after being given health education, respondents are given a post-test by a google form. There is an increase in knowledge after being given health education. Increased knowledge and understanding of adolescents about reproductive health, can help adolescents behave healthily and can change behavior for the better  Keywords: Health Education, Adolescent reproductive health, Adolescent
Optimalisasi Asi Pada Ibu Nifas 0-3 Hari Dengan Kegiatan Sosialisasi Tekhnik Menyusui Yuliana Martinah; Dainty Maternity; Nita Evrianasari; Ratna Dewi Putri
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v3i2.3038

Abstract

America Academy of Pediatrics merekomendasikan pemberian ASI eksklusif kepada bayi selama minimal 6 bulan dan dapat dilanjutkan minimal sampai bayi berusia 12 bulan. ASI merupakan nutrisi terbaik yang secara khusus ditujukan bagi bayi baru lahir karena mengandung berbagai komponen antibodi, nutrisi yang lengkap dan mudah dicerna oleh bayi baru lahir dibandingkan dengan susu formula. Kementrian Kesehatan yaitu meningkatkan cakupan menjadi 80% pada tahun 2014. Sedangkan provinsi Lampung sebesar 43,1% masih di bawah target pencapaian provinsi tahun 2017. Sedangkan cakupan ASI Ekslusif mengalami penurunan menjadi 43,2%  Dinas kesehatan Provinsi Lampung, 2017.Tujuan setelah mendapatkan penyuluhan teknik menyusui, diharapkan peserta ibu nifas 0-3 hari di RSIA Santa Anna mampu menyusui dengan teknik yang baik dan benar. Adapun kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan teknik menyusui dengan baik dan benar dengan mengunakan metode ceramah dan tanya jawab serta demonstrasi tekkhnik menyusui yang baik dan benar.  Hasilnya semua ibu menyusui sudah mampu melakukan redemonstrasi tekhnik menyusui yang baik dan benar. Kesimpulan Terdapat peningkatan pengetahuan dan kemampunan tentang teknik menyusui dengan baik dan benar. Kata Kunci : Teknik menyusui, ibu nifas, ASI Eksklusif ABSTRACT The America Academy of Pediatrics recommends exclusive breastfeeding for babies for a minimum of 6 months and can be continued at least until the baby is 12 months old. Breast milk is the best nutrition specifically intended for newborns because it contains various antibody components, complete nutrition and is easily digested by newborns compared to formula milk. The Ministry of Health, namely increasing the coverage to 80% in 2014. Meanwhile, the province of Lampung by 43.1% is still below the provincial achievement target in 2017. While the coverage of exclusive breastfeeding has decreased to 43.2%. With counseling on breastfeeding techniques, it is hoped that postpartum mothers from 0-3 days at RSIA Santa Anna are able to breastfeed with good and correct techniques. The activities carried out were in the form of counseling on breastfeeding techniques properly and correctly using lectures and question and answer methods as well as demonstrations of proper and correct breastfeeding techniques. The result is that all breastfeeding mothers have been able to do a proper and correct redemonstration of breastfeeding techniques. Conclusion There is an increase in knowledge and ability about proper and correct breastfeeding techniques Keywords: breastfeeding technique, postpartum mother, exclusive breastfeeding
Pelatihan Terapi Air Terhadap Konstipasi Masa Kehamilan Pada Bidan Di Puskesmas Langsa Barat Kota Langsa Henniwati Henniwati; Dewita Dewita
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i4.3919

Abstract

ABSTRAK Tenaga kesehatan khusunya bidan sanggat penting untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Untuk meningkatkan itu semua diperlukannya pelatihan-pelatihan khususnya kebidanan. Pelatihan merupakan suatu proses dimana seseorang mencapai kemampuan tertentu. Konstipasi yang sering terjadi selama kehamilan yaitu konstipasi. Prevalensi sembelit pada kehamilan berkisar antara 11% sampai 44%. Salah satu terapi untuk mengatasi konstipasi adalah dengan terapi air. Tujuan kegiatan ini untuk menambah pengalaman, pengetahuan dan kompetensi dalam pemberian asuhan kebidanan terhadap mengurangi konstipasi pada ibu hamil. Pelatihan diberikan selama 3 hari kepada bidan desa, diberikan selama 2 jam. Pengetahuan dan keterampilan bidan menjadi lebih baik setelah mendapatkan edukasi da pelatihan tentang terapi air terhadap konstipasi pada ibu hamil. Kata Kunci  : Pelatihan, Terapi Air, Konstipasi  ABSTRACT  Health Workers, especially midwives, it is very important to increase knowledge and skills. To improve it all requires training, especially midwifery. Training is a process by which a person reaches certain abilities. Constipation that often occurs during pregnancy is constipation. The prevalence of constipation in pregnancy ranges from 11% to 44%. One of the therapies to treat constipation is water therapy. The purpose of this activity is to increase experience, knowledge, and competence in providing midwifery care to reduce constipation in pregnant women. Training is given for 3 days to village midwives, given for 2 hours. The knowledge and skills of midwives became better after receiving education and training on water therapy for constipation in pregnant women. Keywords: Training, Water Therapy, Constipation
PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN DALAM PENERAPAN SELF-CARE MANAGEMENT DIABETEST MELITUS DI DESA CILELES KECAMATAN JATINANGOR KABUPATEN SUMEDANG Eka Afrima Sari; Titis Kurniawan; Sri Hartati Pratiwi
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 3 Nomor 1 April 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v3i1.2558

Abstract

Diabetes mellitus merupakan masalah yang serius dan mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan diikuti peningkatan komplikasi, baik akut maupun kronis. Sehingga diperlukan pengendalian yang baik guna mencegah komplikasi akut dan mengurangi risiko komplikasi dalam jangka panjang. Salah satu upaya pengendalian yang dilakukan adalah self-care management yang bertujuan untuk mencapai pengontrolan gula darah secara optimal serta mencegah terjadinya komplikasi sehingga meningkatkan kualitas hidup pasien. Untuk mencapai kerberhasilan dalam pengendalian penyakit diabetes mellitus ini, diperlukan keterlibatan dari berbagai unsur masyarakat salah satunya kader kesehatan. Kader kesehatan dapat berperan serta dalam mendampingi dan men-support pasien dengan diabetes mellitus dan keluarga dalam self-care management diabetes mellitus. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan mengenai self-care management diabetes melitus dan meningkatkan kemampuan kader kesehatan dalam melakukan skrining risiko diabetes melitus pada masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berupa pelatihan mengenai self-care management diabetes melitus dan risiko diabetes melitus. Metode yang digunakan adalah ceramah, simulasi, dan diskusi dengan menggunakan media berupa modul pelatihan. Setelah dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, terdapat peningkatan pengetahuan kader kesehatan setelah dilakukan kegiatan pelatihan dan sebagian besar kader kesehatan mampu mengisi formulir pengkajian risiko diabetes melitus dengan benar. Dengan demikian kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kader kesehatan mengenai self-management dan skrining risiko diabetes melitus. Sehingga diharapkan kegiatan pelatihan ini perlu dilanjutkan secara berkesinambungan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan kader kesehatan mengenai self-care diabetes melitus serta perlu adanya monitoring yang dilakukan oleh perawat/tim kesehatan mengenai self-care management diabetes melitus. 

Page 26 of 238 | Total Record : 2372


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue