cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
PENYULUHAN PENTINGNYA PENCEGAHAN DAN PENGOBATAN PENYAKIT HIPERTENSI GUNUNG TERANG RT. 03 LK I WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEMILING BANDAR LAMPUNG Eka Yudha Chrisanto; Eka Trismiyana; Rika Yulendasari
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v1i2.36

Abstract

ABSTRAKKasus ternjadinya penyakit hipertensi mengalami kenaikan setiap tahunya, kenaikanya pun meningkat sekitar 972 juta orang atau 26,7% terutama dinegara berkembang. Kasus ini akan diperkirakan  meningkat menjadi 29,2 % atau 1,15 milyar kasus pada tahun 2025. Tujuan kegiatan ini diharapkan warga dapat mengerti tentang pentingnya pencegahan dan pengobatan hipertensi. Kegiatan ini telah dilaksankan pada hari Sabtu tanggal 30 Desember 2017. Adapun kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan kepada Bapak dan ibu-ibu serta para lansia tentang pentingnya pencegahan dan pengobatan hipertensi di Gunung Terang Rt. 03 Lk I  Bandar Lampung Wilayah Kerja Puskesmas Kemiling  Bandar Lampung dengan metode penyuluhan menggunakan leaflet. Terdapat pengaruh signifikan pada pengetahuan Bapak, ibu serta lansia sebelum dan sesudah penyuluhan pencegahan dan pengobatan hipertensi. Dengan demikian, pemberian edukasi dapat memberikan peningkatan pengetahuan, khususnya yang berkaitan dengan pencegahan dan pengobatan hipertensi.Kata kunci: Hipertensi, tingkat pengetahuan, penyuluhan 
Dukungan Kesehatan Jiwa Dan Psikososial (Dkjps) Covid-19 Pada Masyarakat Kategori “Orang Sehat” Di Desa Seretan Kecamatan Lembean Timur, Sulawesi Utara Syenshie Virgini Wetik; Polii Benedikta Grace; Lumowa Nissia Fressy
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 1 Februari 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i1.3247

Abstract

ABSTRAK  Mewabahnya virus corona (COVID-19) saat ini, menjadi ancaman dan tantangan besar bagi seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia. Hingga saat ini, jumlah penderita covid-19 terus meningkat. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah namun belum menunjukkan penurunan jumlah kasus. Hal ini menimbulkan masalah baru (stressor) bagi masyarakat salah satunya adalah masalah psikologis. Beredarnya informasi yang tidak adekuat (hoax), kesulitan berinteraksi sosial, masalah ekonomi, ketidakpastian akan berakhirnya masa pandemi dan lainnya membuat masyarakat menjadi mudah khawatir, panik, khawatir, cemas, gelisah, stres, tertekan, takut dan berbagai masalah psikologis lainnya. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kemampuan mengatasi masalah psikososial bagi masyarakat di masa pandemi ini. Adapun kegiatan yang dilakukan yaitu pemberian edukasi (penyuluhan) dan latihan relaksasi bagi masyarakat kategori “orang sehat”. Terdapat peningkatan pengetahuan dan kemampuan relaksasi pada masyarakat Desa Seretan Kecamatan Lembean Timur. Dengan demikian, pemberian penyuluhan ini memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Kata Kunci : DKJPS, Covid-19, Orang Sehat, Penyuluhan Kesehatan ABSTRACT The outbreak of the corona virus (COVID-19) is currently a major threat and challenge for all countries in the world, including Indonesia. Until now, the number of people with Covid-19 continues to increase. Various attempts have been made by the government but have not shown a decrease in the number of cases. This creates new problems (stressors) for the community, one of which is a psychological problem. The circulation of inadequate information (hoaxes), difficulties in social interaction, economic problems, uncertainty over the end of the pandemic and others make people anxious, panic, anxious, anxious, anxious, stressed, depressed, afraid and various other psychological problems. The purpose of this activity is to increase knowledge and ability to overcome psychosocial problems for the community during this pandemic. The activities carried out consist of providing education (counseling) and relaxation exercises for the category of "healthy people" or not exposed to Covid. There has been an increase in knowledge and relaxation skills in the people of Seretan Village, East Lembean Regency. The conclusion is that this education provides many benefits for the community. Keyword : Mental Health And Pyscosial Support, Covid-19, Healthy People Category, Health Education
Pemantauan Pertumbuhan Bayi Melalui Pelatihan Pijat Bayi Sehat Bagi Kelompok Ibu Di Kabupaten Karawang Nelly Apriningrum; Sri Rahayu; Dewi Siti Aisyah
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i5.4252

Abstract

ABSTRAK Pertumbuhan pada masa bayi dan balita dapat mengalami gangguan yang dapat menyebabkan berbagai macam kendala pada periode kehidupan selanjutnya. Hasil penelitian memaparkan bahwa permasalahan balita pendek (stunting), kurus (wasting) dan obesitas masih menjadi permasalahan gizi secara nasional, sehingga diperlukan upaya deteksi dini. Beberapa hasil penelitian  menyebutkan bahwa tumbuh kembang bayi balita dapat lebih optimal bila dilakukan stimulasi. Upaya stimulasi dapat dilakukan dengan beberapa tindakan diantaranya dengan memberikan permainan edukatif, pemijatan dan SPA yang dapat mengoptimalkan pertumbuhan bayi. Studi pendahuluan di wilayah desa Telagasari didapatkan data bahwa terdapat 2,2 % balita mengalami stunting dan balita dengan gizi kurang. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk memberikan pengetahuan tentang pertumbuhan bayi dan keterampilan pijat bayi sehat pada ibu-ibu yang memiliki bayi sebagai upaya preventif gangguang pertumbuhan bayi. Metode ceramah tanya jawab digunakan dalam pemaparan pengetahuan, sedangkan pelatihan pijat bayi sehat menggunakan metode demonstrasi. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada bulan maret sampai desember 2020, dengan jumlah responden 30 peserta ibu yang memiliki bayi usia ≤ 6 bulan. Melalui kegiatan pengabdian ini peningkatan pengetahuan ibu tentang pijat bayi sehat hingga pengetahuan seluruh responden dalam kategori baik, pengalaman serta keterampilan ibu melakukan pijat pada bayi menjadi 100 % serta peningkatan pertumbuhan bayi rata-rata sebesar 607 gram. Diharapkan kegiatan pengabdian ini dapat dikembangkan di beberapa desa lainnya di Kabupaten Karawang.    Kata kunci : Bayi, pertumbuhan, pijat, sehat  ABSTRACT Growth during infancy and toddlerhood can experience some issues that can cause various kinds of obstacles in the next life period. Studies show that problems of stunting, wasting and obesity are still national nutritional problems. Therefore, early detection efforts are needed. Results from several research show that the growth and development of infants under five can be more optimal when stimulated. Stimulation can be done with several actions including providing educational games, massage, and SPA that can optimize baby growth. A preliminary study in the Talagasari village shows that 2,2 % of toddlers were stunted and under five with malnutrition issues. The aim of this community service is for knowledge sharing on infant growth and healthy baby massage skills for mothers who have babies as an effort to prevent baby growth disorders. A question and answer session was done during the knowledge sharing, while massage training for babies was used as a demonstration. Community service activities were carried out from March to December 2020, with respondent number of 30 mothers who had babies aged ≤ 6 months. . Through this service activity increase the knowledge of all respondents in the good category, the experience, and skill of mothers in doing massages on babies to be 100 % and increase in the growth of babies by an average of 607 grams. It is hoped that this service activity can be developed in several other villages in the Karawang regency.     Keywords: Baby, growth, health, massage
Optimalisasi Perilaku Hidup Sehat dan Bersih Menuju Adaptasi Kebiasaan Baru Lina Dewi Anggraeni; Elisabeth Isti Daryati
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v3i2.3227

Abstract

Pandemi Covid-19 telah menyebar di seluruh negara termasuk di Indonesia. Menurut data yang dirilis virus ini telah menyebar di 34 provinsi dengan jumlah positif Covid-19 mencapai 25.773 kasus. Dari angka tersebut, 7.015 diantaranya dinyatakan sembuh, sementara 1.573 meninggal dunia. Seiring dengan terus menyebarnya Covid-19, tanpa disertai dengan perilaku hidup sehat, pemerintah menerapkan rakyat Indonesia harus hidup berdamai dengan virus corona.  Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan anak prasekolah-sekolah mengenai perilaku hidup bersih dan sehat dengan melakukan kebersihan tangan dan memakai masker dengan tepat. Adapun kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan menggunakan power point, leaflet, lagu dan gerak/tari. Terdapat peningkatan pengetahuan anak prasekolah-sekolah tentang perilaku hidup bersih dan sehat menuju adaptasi kebiasaan baru. Kata kunci : Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Adaptasi Kebiasaan Baru, Cuci Tangan, Pakai Masker  ABSTRACT The Covid-19 pandemic has spread to all the countries including Indonesia. According to the released data, this virus has spread in 34 provinces with the number of positive cases of Covid-19 reaching 25,773 cases. Of these, 7,015 were declared cured, while 1,573 died. As Covid-19 continues to spread, without being accompanied by healthy habits, the governments were implementing it so that Indonesians live in peace with the corona virus. The purpose of this activity is to increase preschool and school children's knowledge about clean and healthy living habits by performing hand hygiene and wearing masks appropriately. Activities carried out in the form of counseling using power points, leaflets, songs and movements/dances. There is an increase in preschool and school children's knowledge about clean and healthy living habits to adapt to new habits. Keywords : Clean and Healthy Living Behavior, Adaptation of New Habits,  Washing Hands, Wearing Masks
Penyuluhan Edukasi Stunting Balita Pada Masa Pandemi Covid19 Di Posyandu Melati II Kecamatan Suka Jawa Dwi Robbiardy Eksa; Itsna Annisa; Ringgo Alfarisi; Jordy Oktobiannobel; Nopi Sani; Sri Maria Puji Lestari
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i4.3697

Abstract

ABSTRAK Di negara berkembang stunting menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius. Stunting disebabkan kekurangan asupan gizi dalam waktu lama pada masa 1000 hari pertama kehidupan (HPK) yang merupakan masa kritis. Kurang nya pengetahuan orang tua akan sangat berpengaruh pada asupan gizi anak. Oleh karenanya diperlukan upaya pencegahan terjadinya stunting pada balita baik secara langsung (intervensi gizi spesifik) maupun secara tidak langsung yang melibatkan lintas sektor dan masyarakat dalam penyediaan pangan, air bersih dan sanitasi, penangulangan kemiskinan, pendidikan, sosial dan sebagainya. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan para orang tua betapa penting nya menjaga asupan gizi anak- anak bahkan pada saat kehamilan untuk mencegah stunting. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu penyuluhan kepada orang tua balita yang melaksanakan posyandu di Posyandu Melati 2 Kecamatan Sukajawa mengenai pentingnya me-monitoring tumbuh kembang anak dengan cara rutin memeriksakannya ke posyandu untuk melihat ada tidaknya resiko terjadinya stunting pada balita. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 22 Desember 2020 di Posyandu Melati 2 Kecamatan Sukajawa. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan wawasan orang tua tentang pentingnya pemberian nutrisi yang baik serta datang ke posyandu untuk mengukur tinggi badan dan berat badan balita agar dapat memonitoring pertumbuhan anak – anaknya serta mengetahui tanda dan gejala apa saja yang timbul pada stunting pada balita dan bagaimana cara mencegahnya. Kata Kunci: Penyuluhan, Stunting, Balita  ABSTRACT In developing countries stunting is a serious public health problem. Stunting is caused by a lack of nutritional intake for a long time during the first 1000 days of life (DOL) which is a critical period. Lack of parental knowledge will greatly affect children's nutritional intake. Therefore it is necessary to prevent stunting in children under five, either directly (specific nutrition intervention) or indirectly involving cross-sectors and communities in the provision of food, clean water and sanitation, poverty alleviation, education, social, and so on. The purpose of this activity is to increase the knowledge of parents on how important it is to maintain children's nutritional intake even during pregnancy to prevent stunting. The method used in this activity is counseling parents of toddlers who carry out posyandu at Posyandu Melati 2, Sukajawa District regarding the importance of monitoring children's development and development by routinely checking them at the posyandu to see if there is a risk of stunting in toddlers. This activity was held on December 22, 2020, at Posyandu Melati 2, Sukajawa District. The result of this activity is the increased knowledge and insight of parents about the importance of providing good nutrition and coming to the posyandu to measure the height and weight of toddlers so that they can monitor the growth of their children and know what signs and symptoms arise in stunting in toddlers How to prevent. Keywords: Penyeluhan, Stunting, Toddler
Relaksasi Nafas Dalam Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Lansia Yang Menderita Hipertensi Di RT 03 RW 09 Kelurahan Slipi Palmerah Jakarta Barat Sri Atun Wahyuningsih; Nurun Nurun; Ainul Ainul; Rendra Rendra; Dwiki Dwiki
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v3i2.3194

Abstract

Lanjut usia (lansia) adalah bagian dari proses tumbuh kembang manusia. Manusia tidak secara tiba tiba menjadi tua, tetapi berkembang dari bayi, anak-anak, dewasa dan akhirnya menjadi tua. Masa tua merupakan masa hidup manusia yang terakhir atau periode penutup dalam rentang hidup seseorang, masa ini di mulai usia enam puluh sampai meninggal yang di tandai dengan adanya perubahan fisik, psikologis, sosial dan spiritual yang semakin menurun. Penyakit yang sering dijumpai pada lansia adalah hipertensi berdampak pada jantung dan stroke. Pengobatan hipertensi berlangsung seumur hidup sehingga harus dikombinasikan dengan pengobatan non farmakologis yaitu relaksasi napas dalam.  Proses menua akan terjadi perubahan-perubahan baik anatomis, biologis, fisiologis maupun psikologis. Gejala-gejala kemunduran fisik antara lain kulit mulai mengendur, timbul keriput, mulai beruban, pendengaran dan penglihatan berkurang, mudah lelah, gerakan mulai lamban dan kurang lincah masalah tersebut akan berpotensi pada masalah kesehatan baik secara umum maupun kesehatan jiwa adalah satu kesehatan jiwa yang terganggu adalah mengalami kecemasan. Rasa cemas ini merupakan keadaan mental yang tidak enak berkenaan dengan sakit yang mengancam atau yang dibayangkan, ditandai oleh kekawatiran, ketidakenakan dan perasa tidak baik yang tidak dapat dihindari, disertai perasaan tidak berdaya karena merasa menemui jalan buntu dan kemampuan untuk menemukan pemecahan masalah terhadap masalah yang diahadapi. Tujuan relaksasi nafas dalam adalah mencapai keadaan relaksasi menyeluruh, mencakup keadaan relaksasi secara fisiologis, secara kognitif, dan secara behavioral. Secara fisiologis, keadaan relaksasi ditandai dengan penurunan kadar epinefrin dan non epinefrin dalam darah, penurunan frekuensi denyut jantung (sampai mencapai 24 kali per menit), penurunan tekanan darah, penurunan frekuensi nafas (sampai 4-6 kali per menit), penurunan ketegangan otot, metabolisme menurun, vasodilatasi dan peningkatan temperature pada extermitas. Kata Kunci : Cemas, Lansia, Hipertensi, Relaksasi Nafas Dalam   ABSRACT Elderly (elderly) is part of the human development process. Humans do not suddenly get old, but develop from babies, children, adults and eventually become old. Old age is the last period of human life or the closing period in a person's life span, this period from the age of sixty to death which is marked by decreasing physical, psychological, social and spiritual changes. A disease that is often found in the elderly is hypertension which affects the heart and stroke. Hypertension treatment lasts a lifetime so it must be combined with non-pharmacological treatment, namely deep breath relaxation. The aging process will result in anatomical, biological, physiological and psychological changes. Symptoms of physical deterioration include sagging skin, wrinkles, graying, reduced hearing and vision, fatigue, slow movement and less agility.These problems will potentially lead to health problems both in general and mental health is a disturbed mental health. is experiencing anxiety. This anxiety is an uncomfortable mental state with regard to threatening or imagined pain, characterized by unavoidable worry, displeasure and bad feelings, accompanied by feelings of helplessness due to feeling stuck and the ability to find solutions to problems. faced. The goal of deep breath relaxation is to achieve a state of complete relaxation, including a physiological, cognitive, and behavioral state of relaxation. Physiologically, a state of relaxation is characterized by decreased levels of epinephrine and non-epinephrine in the blood, decreased heart rate (up to 24 times per minute), decreased blood pressure, decreased breathing frequency (up to 4-6 times per minute), decreased muscle tension, decreased metabolism, vasodilation and increased temperature at extermitas. Keywords: Anxiety, Elderly, Hypertension, Deep Breath Relaxation
Sosialisasi Pengetahuan Dan Pemahaman Masyarakat Tentang Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Anna Yuliana; Ruswanto Ruswanto; Firman Gustaman
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 2 April 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i2.3660

Abstract

ABSTRAK Tanaman Obat Keluarga (TOGA) adalah tanaman yang dihasilkan dari budidaya rumahan yang memiliki khasiat obat. Penggunaan TOGA sangat dipengaruhi oleh pengetahuan masyarakat dan cara penggunaan setiap tanaman obat untuk berbagai penyakit yang berbeda. Pengabdian masyarakat yang dilakukan bertujuan untuk memberikan sosialisasi pemahaman masyarakat tentang tanaman TOGA. Metode penelitian dalam pengabdian masyarakat ini bersifat deskriptif (sosialisasi melalui youtube dan penyebaran kuisioner melalui google form), dan sampel yang digunakan sebanyak 30 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui google form secara online. Instrument penelitian yang digunakan berbentuk kuesioner. Dari hasil pengabdian masyarakat dapat disimpulkan bahwa pengetahuan remaja milenial beserta masyarakat umum di daerah Tasikmalaya mengenai TOGA dan pemanfaatannya masih kurang sehingga masih perlu dilakukan sosialisasi seperti penyuluhan ataupun mengajak peran lebih aktif lagi masyarakat dalam pemanfaatan TOGA. Keyword: Deskripsi, Pengetahuan, TOGA  ABSTRACT Family Medicinal Plants (TOGA) are plants produced from home cultivation that have medicinal properties. The use of TOGA is very much influenced by public knowledge and how to use each medicinal plant for various different diseases. The community service carried out aims to provide socialization for community understanding about the TOGA plant. This research method in community service is descriptive (socialization via YouTube and distribution of questionnaires via google form), and the sample used is 30 respondents. Data collection is done via google form online. The research instrument used was a questionnaire. From the results of community service, it can be concluded that the knowledge of millennial adolescents and the general public in the Tasikmalaya area about TOGA and its use is still lacking so there is still a need for socialization such as counseling or inviting a more active role for the community in using TOGA. Keyword: Description, knowledge, TOGA
PENYULUHAN KENAKALAN REMAJA ANAK SEKOLAH DI SEKOLAH MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 1 KABUPATEN GARUT Iwan Shalahuddin; Indra Maulana
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v1i2.26

Abstract

ABSTRACT Adolescent  are a future asset of a nation. In addition to the exciting things with the activities of adolescents in recent times and coaching carried out by student and student organizations, we see also the flow of moral decline which is increasingly striking among some of our youth, who are more famous as juvenile delinquency. In newspapers we often read news about student fights, the spread of narcotics, the use of drugs, liquor, snatches carried out by children in their teens, increasing cases of pregnancy among young women and so on. This is a problem faced by society which is now increasingly widespread. Therefore, the problem of juvenile delinquency should get serious and focused attention to direct teenagers in a more positive direction, which is the emphasis on creating a system to overcome delinquency among teenagers. Keywords: Adolescent, Juvenile Delinquency, Schools
Pemberdayaan Keluarga Dan Penderita Gangguan Jiwa Melalui Pelatihan Kerajinan Tangan Untuk Meningkatkan Produktivitas Dan Kemandirian Di Desa Kedondong Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas Munjiati Munjiati; Welas Haryati; Hery Prasetyo; Widjijati Widjijati
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 1 Februari 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i1.3403

Abstract

ABSTRAKKeluarga dengan anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa harus selalu mendukung dan membantunya tidak hanya pada intervensi di Rumah Sakit Jiwa saja, tapi keluarga harus membantu penderita gangguan jiwa untuk mampu hidup secara mandiri dan produktik. Pelatihan kerajinan tangan sebagai salah satu upaya yang dapat diberikan kepada keluarga sebagai support system terdekat penderita gangguan jiwa untuk membantu anggotanya tersebut menjadi individu-individu yang mampu memenuhi kebutuhan hidup hariannya.Tujuan dilakukannya pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk membantu keluarga dan penderita gangguan jiwa, kader kesehatan jiwa dan tokoh masyarakat setempat agar mereka dapat mandiri dan produktif melalui pelatihan kerajinan tangan, memproduksi dan memasarkannya. Adapun kegiatan dilakukan adalah pelatihan kerajinan tangan pembuatan sapu dan kesed serta dilanjutkan dengan memproduksinya, kemudian packing, labelling dan marketing. Hasil pelaksaan pengbmas di peserta mampu menghasilkan 5 kesed dan 4 jenis hantaran berupa: kain batik yang dibuat burung, handuk yang dibuat boneka panda, sprei dibuat bentuk bunga dan mukena yang dibuat bentuk masjid. Kesimpulan bahwa pelaksanaan berjalan dengan baik, peserta sangat antusias mengikuti prosesnya. Adanya peningkatan pengetahuan tentang Pemberdayaan keluarga dan penderita gangguan jiwa melalui pelatihan kerajinan tangan untuk meningkatkan produktivitas dan kemandirian di masyarakat. Kata Kunci: Gangguan Jiwa, Kerajinan Tangan. ABSTRACTFamilies with family members who have mental disorders must always support and help not only with interventions in Mental Hospitals, but families must help people with mental disorders to be able to live independently and productively. Handicraft training is an effort that can be given to families as the closest support system for people with mental disorders to help their members become individuals who are able to meet their daily needs. The purpose of this community service is to help families and people with mental disorders, mental health cadres and local community leaders so that they can be independent and productive through training in handicrafts, producing and marketing them. The activities carried out were training in the making of broom and kesed handicrafts and continued with producing them, then packing, labeling and marketing. The results of community service implementation in the participants were able to produce 5 cases and 4 types of delivery in the form of: batik cloth made by birds, towels made by panda dolls, bed sheets made in the form of flowers and mukena made in the form of mosques. Conclusion that the implementation went well, the participants were very enthusiastic to follow the process. An increase in knowledge about Empowering families and people with mental disorders through handicraft training to increase productivity and independence in the community. Keywords: Mental Disorders, Crafts
Perawatan Luka Penderita Kusta Dengan Daun Tetanus (Leea Aequata L) Pengobatan Tradisonal Suku Karo Seri Rayani Bangun; Mestiana Br Karo; Barce Inel Crevis Gulo; Anna Pefrianti Siburian; Fransiskanes Manurung; Lisbeth L. Sihotang
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i5.4212

Abstract

ABSTRAK Kusta merupakan penyakit yang  disebabkan oleh mycobacterium leprae. Penyakit kusta pada stadium lanjut sering disertai luka akibat terjadinya kerusakan saraf pada daerah kaki yang menimbulkan gangguan sensibilitas kelumpuhan otot dan luka penderita kusta sering infeksi dan  sulit untuk disembuhkan karena pasien sering terlambat datang untuk berobat. Perawatan luka kusta dengan menggunakan agen topikal yang tepat merupakan faktor terpenting dalam penyembuhan Luka penderita Kusta . Tujuan dilakukannya penelitian ini  diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap pentingnya perawatan luka pada penderita kusta di  pusat Rehabilitasi kusta Desa Galang. Adapun kegiatan yang dilakukan yaitu berupa pemeriksaan kesehatan dan juga perawatan luka  penderita kusta dengan menggunakan obat tradisional tambar tetanus (LEEA AEQUATA L). Penderita kusta yang mengikuti perawatan luka sebanyak 34 orang. Masyarakat sangat antusias dalam mengikuti perawatan luka yang dilaksanakan serta akan berupaya melaksanakannya secara mandiri dirumah untuk meningkatkan status kesehatan penderita kusta. Kata Kunci : Penderita Kusta, Luka , LEEA AEQUATA L.  ABSTRACT Leprosy is a disease caused by mycobacterium leprae. Leprosy at an advanced stage is often accompanied by injuries due to nerve damage in the leg area which causes impaired sensibility, muscle paralysis, and leprosy wounds are often infected and difficult to heal because patients often come late for treatment. The treatment of leprosy wounds by using the right topical agent is the most important factor in the healing of leprosy wounds. The purpose of this research is expected to increase public knowledge of the importance of wound care for people with leprosy at the Leprosy Rehabilitation Center in Galang Village. The activities carried out are in the form of health checks and also the treatment of leprosy wounds using the traditional tambar tetanus medicine(LEEA AEQUATA L). The community is very enthusiastic about participating in the counseling that is carried out and will try to implement it independently which can improve the health status of leprosy sufferers. Keywords: Leprosy Patients, Wounds, LEEA AEQUATA L.

Page 25 of 238 | Total Record : 2372


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue