cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Peningkatkan Pengetahuan Masyarakat tentang Manajemen Perawatan Hipertensi: Pengabdian Kepada Masyarakat Yunita Dwi Anggreini; Fauzan Alfikrie; Wahyu Kirana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i1.5454

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi salah satu penyebab utama kematian. Hipertensi dapat menyebabkan penyakit serius lainnya seperti penyakit stroke, penyakit jantung, penyakit ginjal dan lain-lain. Penderita hipertensi kebanyakan tidak menyadari bahwa mereka memiliki tekanan darah yang tinggi. Umumnya diketahui saat melakukan pemeriksaan kesehatan atau dalam kondisi kesehatan yang buruk. Tujuan pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang manjemen hipertensi. Metode palaksanaan pengabdian kepada masyarakat adalah penyuluhan tentang hipertensi pada penderita hipertensi di Wilayah UPT Puskemas Gang Sehat Kota Pontianak. Hasil pengabdian kepada masyarakat didapatkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang manajemen hipertensi. Pengetahuan merupakan dasar dalam merubah perilaku seseorang menjadi lebih sehat. Kata Kunci: Edukasi, Hipertensi ABSTRACT Hypertension is a non-communicable disease that is one of the main causes of death. Hypertension can cause other serious diseases such as stroke, heart disease, kidney disease, and others. Most people with hypertension do not realize that they have high blood pressure. It is generally discovered during a medical examination or is in poor health. The purpose of community service is to increase public knowledge about hypertension management. The method of implementing community service is counseling about hypertension in hypertension sufferers in the UPT Puskemas Gang Sehat area, Pontianak City. The results of community service showed an increase in public knowledge about hypertension management. Knowledge is the basis for changing one's behavior to be healthier. Keywords: Education, Hypertension
Pemberian Massage Effleurage Pada Pasien Hipertensi di Desa Sribawono Lampung Timur Eka Yudha Chrisanto; Susi Anisia Laila; Rahma Elliya
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Volume 4 Nomor 6 Desember 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i6.2861

Abstract

ABSTRAK Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan jumlah penderita hipertensi akan terus meningkat seiring dengan jumlah penduduk yang bertambah pada 2025 mendatang diperkirakan sekitar 29% warga dunia terkena hipertensi. Untuk membuat tubuh menjadi rileks dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti terapi musik klasik, yoga, tehnik nafas dalam, dan terapi massage untuk menurunan hipertensi. Tujuan setelah penyuluhan dan demonstrasi, diharapkan pemberian massage effleurage dapat untuk tekanan darah pada klien hipertensi. Adapun kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan menggunakan leaflet dan demonstrasi massage effleurage. Terdapat penurunan tekanan darah pada klien hipertensi setelah pemberian massage effleurage selama 7 hari di Sribawono, Lampung Timur. Dengan demikian, pemberian massage effleurage pada klien hipertensi sangat efektif dalam menurunkan tekanan darah.Kata Kunci: Massage effleurage, Hipertensi  ABSTRACT The World Health Organization (WHO) said the number of people with hypertension will continue to increase along with the population increasing in the next 2025 estimated that around 29% of world citizens affected by hypertension. To make the body relaxed can be done in several ways such as classical music therapy, yoga, deep breathing techniques, and massage therapy to reduce hypertension. The purppose after counseling and demonstration, is expected to give effleurage massage for blood pressure in hypertensive's client. The activities carried out in the form of counseling using leaflets and demonstration massage effleurage. There was a decrease in blood pressure in hypertensive clients after giving effleurage massage for 7 days at Sribawono, East Lampung. Thus, giving effleurage massage to hypertensive clients is very effective in lowering blood pressure. Keywords: Massage effleurage, hypertension
Cegah Amputasi Gangrene Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Melalui Pemanfaatan Media Video Senam Kaki Dwi Novitasari; Prasanti Adriani; Tyas Amalia Khaerunisa; Sidik Awaludin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i2.4623

Abstract

ABSTRAK Diabetes mellitus (DM) menjadi masalah kesehatan di seluruh dunia, diperkirakan 462 juta orang (6,28% populasi dunia) terkena DMT2. Hiperglikemia kronik menyebabkan disfungsi endotel seperti kalsifikasi medial arteri yang menyebabkan gangguan sirkulasi dan syaraf di kaki. Ulkus DM yang terinfeksi menyebabkan gangrene sehingga berisiko amputasi apabila tidak ditangani. Ankle Brachial Index (ABI) untuk screening gangguan sirkulasi kaki. Strategi pencegahan mengurangi risiko ulkus, gangrene dan amputasi dapat menggunakan pendidikan kesehatan pada pasien terkait gaya hidup dan olah raga/senam. Angka kejadian DM tertinggi di Desa Karanggedang dibandingkan 10 desa lainnya di Kecamatan Sidareja. Sejumlah 61 orang DMT2 memiliki GDS > 200 mg/dl. Tujuan PKM ini yaitu meningkatkan kesadaran penderita DMT2 tentang gaya hidup yang baik, serta perbaikan sirkulasi perifer dengan perbaikan nilai ABI pada 2 kali pengkuran. Metode PKM ini menggunakan ceramah, diskusi, tanya jawab, wawancara, demonstrasi, redemonstrasi, dan menonton video senam kaki diabetes meliputi tahap persiapan hingga evaluasi sebanyak 14 kali pertemuan. Didapatkan hasil rata-rata peserta berumur 55,27 tahun, mayoritas memiliki hipertensi 9 (60%) orang, lama menderita DM 1-6 tahun, skala nyeri pre 5 (sedang) yang menurun 2 poin menjadi 3 (ringan), mengeluh baal pre 12 (80%) dan membaik menjadi 5 (33,5%) orang, kadar GDS pre 216,07 mg/dl menurun menjadi 185 mmg/dl, nilai ABI pre seluruh peserta 0,81 (abnormal) dan membaik seluruhnya saat post 1,12 (normal) yang signifikan secara statistik. Saran bagi penderita DMT2 di Desa Karanggedang agar tetap rutin melakukan senam kaki diabetes secara mandiri, dan bagi kader kesehatan aktif mengingatkan dan memotivasi penderita untuk melakukan senam kaki diabetes secara rutin. Kata kunci: senam kaki diabetes, ABI, gangren, amputasi. ABSTRACT Diabetes mellitus (DM) is a health problem worldwide, it is estimated that 462 million people (6.28% of the world's population) are affected by T2DM. Chronic hyperglycemia causes endothelial dysfunction such as calcification of the medial artery which causes circulatory and nerve disorders in the legs. Infected DM ulcers cause gangrene so there is a risk of amputation if untreated. Ankle Brachial Index (ABI) is used to screen for circulatory disorders in the legs. Prevention strategies to reduce the risk of ulcers, gangrene, and amputation can use health education in patients related to lifestyle and exercise/sports. The highest DM incidence was found in Karanggedang Village compared to 10 other villages in Sidareja District. A total of 61 DMT2 patients had GDS > 200 mg/dl. The purpose of this community service is to increase awareness of DMT2 sufferers about a good lifestyle, as well as to improve peripheral circulation by increasing the ABI value in 2 measurements. This community service method uses lectures, discussions, questions and answers, interviews, demonstrations, re-demonstrations, and watching videos of diabetic foot exercises starting from the preparation stage to evaluation for 14 meetings. The results showed that the average age of participants was 55.27 years, have hypertension 9 (60%) people, have suffered for 1-6 years, pre pain scale 5 (moderate) decreased by 2 points at the post becomes 3 (mild), pre numbness complaints 12 (80%) and improved to 5 (33.5%) people, pre levels blood glucose 216.07 mg/dl which decreased post levels blood glucose becomes 185 mg/dl, the pre-ABI of all participants was 0.81 (abnormal) and a statistically significant increase at all at post 1.12 (normal). Suggestions for DMT2 sufferers in Karanggedang Village to continue to regularly do diabetes foot exercises independently, and for care providers to always actively remind and motivate the sufferers to routinely do diabetic foot exercises. Keywords: diabetic foot exercise, ABI, gangrene, amputation.
Pelatihan Pengukuran Status Gizi Balita dengan Menggunakan Antropometri sebagai Upaya Pencegahan Stunting Sejak Dini Pada Ibu di Darat Sawah Seginim Bengkulu Selatan Liya Lugita Sari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i1.5397

Abstract

ABSTRAK Desa Darat Sawah Seginim adalah salah satu Desa yang memiliki jumlah balita yang banyak di Kabupaten Bengkulu Selatan, dan dapat menyumbangkan kejadian stunting di Kabupaten Bengkulu Selatan. Sebagai orang tua, dalam memberikan asuhan pertama untuk anak harusnya memiliki pengetahuan yang memadai dalam mengukur pertumbuhan dan perkembangan anak dengan menggunakan metode antropometri sederhana. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan keterampilan ibu dalam pencegahan stunting sejak dini.  Metode yang dilakukan adalah gabungan dari Penyuluhan untuk memberikan pengetahuan, pelatihan serta simulasi dimana Ibu hamil dan ibu yang mempunyai balita dikumpulkan dan diberikan pre-tes mengenai stunting, kemudian peneliti memberikan materi dan  pelatihan pengukuran status gizi balita terhadap ibu hamil dan ibu yang mempunyai balita, setelah itu dilakukan post-tes untuk mengevaluasi kinerja pelatihan yang dilakukan. Hasilnya didapatkan Tingkat pengetahuan ibu-ibu setelah dilakukan pelatihan mengalami peningkatan sebesar 25% dengan rata-rata nilai adalah 80 dengan nilai rata-rata pada saat pretes yaitu 55. Saran pada kegiatan ini adalah memotivasi ibu-ibu untuk bisa menerapkan pengukuran antropometri dirumah dan bisa mengajarkan lagi kepada orang-orang disekitarnya. Kata Kunci : Pelatihan, Status Gizi, Stunting  ABSTRACT Seginim Village is one of the villages that has a lot of children under five in South Bengkulu Regency and can contribute to stunting in South Bengkulu Regency. As a parent, in providing first care for children, you should have adequate knowledge in measuring the growth and development of children using simple anthropometric methods. The purpose of this training activity is to improve the skills of mothers in the early detection of stunting independently by using the anthropometric method. The method used is a combination of counseling to provide knowledge, training, and simulations where pregnant women and mothers with toddlers are collected and given a pre-test regarding stunting, then the researchers provide material and training on measuring the nutritional status of toddlers to pregnant women and mothers who have toddlers, After that, a post-test was conducted to evaluate the performance of the training carried out. It is hoped that this activity it can increase the awareness of parents and pregnant women to prevent stunting. The result is that the level of knowledge of mothers after the training has increased with an average value of 80. Suggestions in this activity are to motivate mothers to be able to apply anthropometric measurements at home and be able to teach again to the people around them. Keywords: Training, Nutritional Status, Stunting
Menstimulus Tumbuh Kembang Balita Dengan Gizi Seimbang Pada Masa Pandemi Covid-19 Tuti Asrianti Utami; Sri Redjeki; Yulianus B. Tokan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Volume 4 Nomor 6 Desember 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i6.4571

Abstract

ABSTRAK Pertumbuhan dan perkembangan anak distimulus oleh pemenuhan gizi seimbang. Masalah gizi seimbang disebabkan karena asupan nutrisi yang kurang dan tingginya penyakit infeksi. Gugus Penanganan Covid-19 di Indonesia merilis bahwa kasus anak terkonfirmasi positif Covid-19 semakin meningkat bahkan menduduki peringkat pertama di Asia Tenggara. Provinsi Jawa Barat (31%) sebagai penyumbang tertinggi di Bogor (28%), masalah gizi khususnya stunting terjadi di Kecamatan Caringin sebanyak 30%. Berdasarkan survey berat badan balita menggunakan KMS (Kartu Menuju Sehat)  didapatkan berat badan balita 45%   berada di garis hijau tua (gizi baik), 35% berada di garis hijau muda bawah (premalnutrisi), dan 20% berada digaris hijau muda atas (preobesitas), selain itu ditemukan juga balita yang memiliki kebiasaan sering jajan makanan di warung. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan ibu-ibu tentang cara menstimulus tumbuh kembang balita dengan memenuhi kebutuhan gizi seimbang pada balita. Promosi kesehatan yang diberikan menggunakan power point, video, leaflet serta tanya jawab. Terdapat 80% peningkatan pengetahuan ibu-ibu yang memiliki anak balita tentang cara menstimulus tumbuh kembang balita dengan gizi seimbang dan cara mengolah makanan sehat serta memodifikasi makanan balita di masa pandemic covid-19. Kata kunci :  Gizi Seimbang, Menstimulasi, Tumbuh Kembang.  ABSTRACT The growth and development of children are stimulated by the fulfillment of balanced nutrition. Balanced nutrition problems are caused by inadequate nutritional intake and highly infectious diseases. The Covid-19 Handling Group in Indonesia released that cases of children who were confirmed positive for Covid-19 were increasing and even ranked first in Southeast Asia. West Java Province (31%) as the highest contributor in Bogor (28%), nutritional problems, especially stunting, occurred in Caringin District as much as 30%. Based on a survey of toddlers' weight using the KMS (Card Towards Healthy) it was found that 45% of toddlers' weight was in the dark green line (good nutrition), 35% was in the lower light green line (premalnutrition), and 20% was in the upper light green line (pre obesity). besides that, it was also found that toddlers had a habit of often snacking at food stalls. The purpose of this activity is to increase the knowledge of mothers on how to stimulate the growth and development of toddlers by meeting the needs of balanced nutrition in toddlers. Health promotions are provided using power points, videos, leaflets, and questions and answers. There is an 80% increase in knowledge of mothers who have toddlers about how to stimulate toddler growth and development with balanced nutrition and how to process healthy food and modify toddler food during the covid-19 pandemic. Keywords: Balanced Nutrition, Stimulating, Growth.
Pengetahuan Menghindari Kebosanan dan Stres Selama Pembelajaran Daring Rafida Anshori; Anggi Dearni Silalahi; Tutus Rachkutho; Reny I’tishom
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i2.5781

Abstract

ABSTRAK  Pandemi COVID19 menjadi fokus utama masalah kesehatan oleh pemerintah sejak kasusnya meningkat setiap bulan pada tahun 2020. Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak besar pada berbagai bidang Salah satu bidang yang terdampak akibat Covid 19 di Indonesia adalah bidang pendidikan, maka dilakukan pembelajaran daring. Pada kondisi saat ini beberapa konsep pembelajaran sebagaimana yang diterapkan dalam pembelajaran daring tidak berjalan dengan  baik dalam  situasi  darurat  seperti  sekarang, selain itu sistem pembelajaran yang kurang efektif dapat menakibatkan penyampaian materi sulit untuk dipahami, Yang  mengakibatkan semakin luas terjadinya kecemasan, kebosanan terlebih dimasa pandemi Covid-19. Oleh sebab itu kegiatan webinar ini dilakukan agar memberikan pengetahuan tentang cara menghindari kebosanan dan stres selama pembelajaran daring kepada seluruh pelajar di Indonesia. Dengan  metode penyampaian materi menggunakan webinar lalu dilakukan pre test dan post test untuk mengukur pengetahuan pelajar. Didapatkan hasil 827 siswa yang mengikuti pre test dan post test dengan nilai rata-rata pada pre test sebesar 3,45 sedangkan pada post test nilai rata- rata sebesar 4. Hal ini menunjukkan ada peningkatan pengetahuan dari kegiatan webinar dengan hasil rerata pre test dan post test peserta.  Kata Kunci: Covid-19, Kebosanan, Stres, Daring, Pengetahuan  ABSTRACT The COVID19 pandemic has become by the government since the cases increased every month in 2020. The Covid-19 pandemic has had a major impact on various fields. One of the areas affected by Covid-19 in Indonesia is education, then online learning is carried out. In the current condition, some learning concepts as applied in online learning do not work well in emergency situations like now, besides that, an ineffective learning system can result in the delivery of material being difficult to understand, which results in widespread anxiety, boredom, especially during the pandemic Covid -19. Therefore, this webinar activity was conducted in order to provide knowledge about how to avoid boredom and stress during online learning to all students in Indonesia. With the method of delivering material using a webinar then pre-test and post-test are carried out to measure student knowledge. The results obtained were 827 students who took the pre-test and post-test with an average score of 3.45 in the pre-test while the post-test average value of 4. participant test. Keywords: Covid-19, Boredom, Stress, Online, knowledge
Edukasi Penggunaan Monofilament dalam Deteksi Dini Neuropati Sensori Diabetes Mellitus Tipe 2 Pada Kader di Tengah Pandemi Covid-19 Kelurahan Kolo Kota Bima A. Haris; Julhana Julhana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i1.5346

Abstract

ABSTRAKNeuropati atau sering disebut sebagai gangguan sensasi merupakan salah satu  komplikasi yang sering ditemukan pada pasien diabetes Mellitus tipe 2. Kejadian neuropati sering tidak disadari oleh pasien sehingga mengakibatkan munculnya Diabetic Foot Ulcer. Deteksi dini neuropati diabetic sangat penting pada pasien dengan DM karena pencegahan bisa menurunkan morbiditas dan mortalitas.. Metode yang dilakukan meliputi tahap persiapan, tahap pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. strategi pelaksanaan dengan melakukan pre test sebelum kegiatan dilaksanakan, kemudian membagikan modul dan video penggunaan  alat pengecekan gula darahdan penggunaan monofilament test, setelah itu di evaluasi dengan  post test. Hasil yang didapatkan 90% kader yang hadir mememahami dan bisa mempraktekan cara pengecekan gula darah secara mandiri dan menggunkan monofilament tes. Sedangkan kegaiatan dengan 50 penyandang diabetes 40% mengalami gangguan neuropati sensori, maka dapat disimpulakan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan para kader tentang deteksi dini neuropati pada pasien diabetes mellitus tipe 2 yang meliputi, pengertian DM, tanda dan gejala, penatalaksanaan, komplikasi, tanda gangguan neuropati dan cara mendeteksinya, ditandai dengan kemampuan kader dan penyandang diabetes mampu menjawab dan mempraktikan pertanyaan dari pengabdi. Kata Kunci: Edukasi, Pelatihan, Monofilament tes, Neuropati.  ABSTRACT Neuropathy or often referred to as impaired sensation is one of the complications that are often found in patients with type 2 diabetes mellitus. Early detection of diabetic neuropathy is very important in patients with DM because prevention can reduce morbidity and mortality. The methods used include the preparation stage, implementation stage, monitoring and evaluation. the implementation strategy was to do a pre test before the activity was carried out, then distribute modules and videos on the use of blood sugar checking tools and the use of monofilament tests, after which they were evaluated with a post test. The results obtained were 90% of the cadres who attended understood and could practice how to independently check blood sugar and use the monofilament test. While activities with 50 people with diabetes 40% experiencing sensory neuropathy disorders, it can be concluded that there is an increase in knowledge and skills of cadres about early detection of neuropathy in patients with type 2 diabetes mellitus which includes understanding of DM, signs and symptoms, management, complications, signs of neuropathic disorders. and how to detect it, is marked by the ability of cadres and people with diabetes to be able to answer and practice questions from the servants. Keywords: Education, Training, Monofilament test, Neuropathy
Meningkatkan Pengetahuan Mengenai Pemberian ASI Ekslusif Dan Manajemen Laktasi Melalui Penyuluhan Pada Ibu Rudi Haryanto; Febi Ratnasari; Eka Puji Hastuti; Liana Oktariani; Osrika Hotnasari Sitompul; Nurseha Nurseha; Rotua Nurmala Gurning; Siska Karmelia; Yudi Sulistyo; Ola Filianata; Diannita Tri Lestari; Puspita Ayu Marhaeni; Rafika Ulandari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Volume 4 Nomor 6 Desember 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i6.4512

Abstract

ABSTRAK Bayi baru lahir perlu mendapat perawatan yang optimal sejak dini, termasuk pemberian makanan yang ideal. Air Susu Ibu (ASI) eksklusif adalah sumber nutrisi terbaik pada bayi.  Pemberian ASI ekslusif diketahui dapat mencegah terjadinya stunting pada anak. Terdapat berbagai kendala yang muncul dalam upaya pemberian ASI ekslusif seperti kurangnya tingkat pengetahuan ibu mengenai manajemen laktasi dan teknik pemberian ASI ekslusif. Tujuan kegiatan ini adalah dengan memberikan penyuluhan secara daring tentang manajemen laktasi dan teknik pemberian ASI ekslusif dengan baik dan benar diharapkan dapat mengurangi resiko terjadinya stunting pada anak. Metode penyuluhan menggunakan presentasi power point mengenai manajemen laktasi dan manfaat ASI ekslusif serta demonstrasi cara menyusui yang benar dan teknik pijat oksitosin melalui aplikasi Zoom Meeting. Setelah dilakukan penyuluhan didapatkan peningkatan pengetahuan ibu-ibu tentang teknik menyusui dengan baik dan benar cara meningkatkan produksi ASI. Kata Kunci: ASI Ekslusif, manajemen laktasi, penyuluhan  ABSTRACTNewborns need to receive optimal care from an early age, including ideal feeding. Mothers’ own milk is the best source of nutrition for nearly all infants. Exclusive breastfeeding can prevent stunting in children. There are various obstacles of that, such as the lack of knowledge of mothers about lactation management and exclusive breastfeeding techniques. This activity aims to provide online counseling about lactation management and the best breastfeeding techniques, which is expected to reduce the risk of stunting in children. A PowerPoint presentation of lactation management and the benefits of Mothers’ own milk also the demonstration of the breastfeeding and oxytocin massage techniques were done through the Zoom Meeting application. After counseling, there was an increase in the knowledge of the mothers about exclusive breastfeeding techniques and how to increase Mothers’ own milk. Keywords: Exclusive breastfeeding, lactation management, counseling
Peningkatan Pengetahuan Tentang Sleep Hygiene di Masa Pandemi Covid-19 Melalui Edukasi Pada Remaja Sri Sudarsih; Windu Santoso
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i2.5555

Abstract

ABSTRAK Masa pandemi COVID-19 mempengaruhi gaya hidup dan perilaku anak dan remaja. Salah-satu perilaku gaya hidup yang kurang kontrol selama individu menjalani pembatasan diri keluar rumah karena pandemi yaitu pola tidur. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah sebagai upaya meningkatkan pengetahuan remaja tentang sleep hygiene di masa pandemi COVID-19. Metode yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian ini meliputi persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Kegiatan edukasi dilaksanakan pada masa pandemi Covid–19 pada 41 orang peserta (remaja) yang berada di wilayah kabupaten Mojokerto melalui online menggunakan media zoom. Hasil kegiatan pengabdian melalui pemberian edukasi pada remaja tentang sleep hygiene didapatkan sebagian besar remaja pengetahuannya meningkat menjadi baik yang artinya remaja menjadi tahu dan memahami tentang sleep hygiene terutama tentang kebiasaan tidur yang sehat yang perlu diterapkan untuk mencapai sleep hygiene. Pengetahuan akan dihasilkan pada waktu penginderaan  dan sangat  dipengaruhi oleh intensitas perhatian dan persepsi terhadap obyek. Jika seseorang mendapatkan informasi yang baik dari berbagai media, maka hal tersebut dapat meningkatkan pengetahuan karena Informasi akan memberikan pengaruh pada pengetahuan seseorang. Kegiatan edukasi pada remaja tentang sleep hygiene ini berjalan dengan lancar sesuai dengan perencanaan tim pengabdian, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup remaja melalui sleep hygiene.  Kata Kunci :  edukasi, pandemi COVID-19, pengetahuan, sleep hygiene  ABSTRACT The COVID-19 pandemic period affects the lifestyle and behavior of children and adolescents. One of the lifestyle behaviors that are less controlled as long as individuals undergo self-restriction out of the house due to the pandemic, namely sleep patterns. The purpose of this service activity is to increase adolescent knowledge about sleep hygiene during the COVID-19 pandemic. The methods used in this service activity include preparation, implementation and evaluation. Educational activities were carried out during the Covid-19 pandemic for 41 participants (teenagers) in the Mojokerto district through online using zoom media. The results of service activities through providing education to adolescents about sleep hygiene showed that most of the youth's knowledge increased to good, which means that adolescents became aware and understood about sleep hygiene, especially about healthy sleep habits that need to be applied to achieve sleep hygiene. Knowledge will be generated at the time of sensing and is strongly influenced by the intensity of attention and perception of the object. If someone gets good information from various media, then it can increase knowledge because information will have an influence on someone's knowledge. This educational activity for adolescents about sleep hygiene is running smoothly in accordance with the planning of the service team, it is hoped that it can improve the quality of life of adolescents through sleep hygiene. Keywords:  education, the COVID-19 pandemic, knowledge, sleep hygiene
Pelatihan Kewirausahaan Bidang Pariwisata di Desa Cadas Ngampar Sentul Imam Ardiansyah; Sofiani Sofiani; Yudhiet Fajar Dewantara; Stephanie Rosanto; Vivian Octariana; Muhammad Sutiyadi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i1.4687

Abstract

ABSTRAK Penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh pemerintah  Indonesia berdampak besar terhadap penurunan kegiatan ekonomi di masyarakat.Hal tersebut memberikan pengaruh kepada sejumlah pengusaha terpaksa membuat keputusan dengan menutup usahanya dan sebagian karyawannya dirumahkan atau melakukan pemutusan hubungan kerja karena beban operasional yang tetap berjalan, seperti biaya sewa tempat, listrik, maupun gaji karyawan sementara tidak ada pemasukan. Bagi pengusaha yang memiliki modal yang besar, kemungkinan masih bisa bertahan untuk beberapa waktu ke depan. Namun lain halnya bila pengusaha yang memiliki modal yang relatif kecil atau pas-pasan. Tentu menjadi pekerjaan rumah yang tidak mudah untuk bertahan. UMKM merupakan salah satu sector yang terimbas dari adanya Pemabatasan tersebut. Oleh karena itu, Universitas Bunda Mulia melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini, membantu para penggiat UMKM di Desa Cadas Ngampar untuk dapat bangkit dan berinovasi dalam menjalankan usahanya. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk melatih kemampuan berwirausaha masyarakat di desa cadas ngampar.  Beberapa paparan materi yang disampaikan dalam PKM ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas UMKM warga lokal dan meningkatkan lagi perekonomian di Desa Cadas Ngampar. Setelah melakukan penyuluhan dengan pemaparan materi dari masing-masing dosen maka hasil yang di dapatkan berdasarkan intensitas tanya jawab yang muncul, kegiatan pengabdian ini adalah adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman serta keterampilan peserta dalam kewirausahaan, dapat mengetahui manfaat-manfaat dari materi yang disampaikan, dan adanya tambahan motivasi dalam berwirausaha. Kata Kunci: Kewirausahaan, Pemasaran, Higiene dan Sanitasi ABSTRACTThe implementation of the Large-Scale Social Restriction (PSBB) policy by the Indonesian government has had a major impact on the decline in economic activity in the community. This has affected a number of entrepreneurs who were forced to make decisions by closing their businesses and some of their employees being laid off or terminating their employment due to ongoing operational expenses, such as the cost of renting a place, electricity, or employee salary while there is no income. For entrepreneurs who have a large capital, chances are they can survive for some time to come. However, it is different if the entrepreneur has a relatively small or mediocre capital. Of course, being homework that is not easy to survive. MSMEs are one of the sectors affected by these restrictions. Therefore, Universitas Bunda Mulia through this Community Service (PKM) program, helps MSME activists in Cadas Ngampar Village to be able to rise and innovate in running their business. The purpose of this community service activity is to train community entrepreneurship skills in the village of rock ngampar. Some of the material presentations presented in this PKM are expected to improve the quality of local MSMEs and improve the economy in Cadas Ngampar Village. After conducting counseling with material presentation from each lecturer, the results obtained were based on the intensity of the questions and answers that emerged, this service activity was an increase in the knowledge and understanding, and skills of participants in entrepreneurship, being able to find out the benefits of the material presented, and additional motivation in entrepreneurship. Keywords: Entrepreneurship, Marketing, Hygiene and SanitationABSTRAK Penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh pemerintah  Indonesia berdampak besar terhadap penurunan kegiatan ekonomi di masyarakat.Hal tersebut memberikan pengaruh kepada sejumlah pengusaha terpaksa membuat keputusan dengan menutup usahanya dan sebagian karyawannya dirumahkan atau melakukan pemutusan hubungan kerja karena beban operasional yang tetap berjalan, seperti biaya sewa tempat, listrik, maupun gaji karyawan sementara tidak ada pemasukan. Bagi pengusaha yang memiliki modal yang besar, kemungkinan masih bisa bertahan untuk beberapa waktu ke depan. Namun lain halnya bila pengusaha yang memiliki modal yang relatif kecil atau pas-pasan. Tentu menjadi pekerjaan rumah yang tidak mudah untuk bertahan. UMKM merupakan salah satu sector yang terimbas dari adanya Pemabatasan tersebut. Oleh karena itu, Universitas Bunda Mulia melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini, membantu para penggiat UMKM di Desa Cadas Ngampar untuk dapat bangkit dan berinovasi dalam menjalankan usahanya. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk melatih kemampuan berwirausaha masyarakat di desa cadas ngampar.  Beberapa paparan materi yang disampaikan dalam PKM ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas UMKM warga lokal dan meningkatkan lagi perekonomian di Desa Cadas Ngampar. Setelah melakukan penyuluhan dengan pemaparan materi dari masing-masing dosen maka hasil yang di dapatkan berdasarkan intensitas tanya jawab yang muncul, kegiatan pengabdian ini adalah adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman serta keterampilan peserta dalam kewirausahaan, dapat mengetahui manfaat-manfaat dari materi yang disampaikan, dan adanya tambahan motivasi dalam berwirausaha. Kata Kunci: Kewirausahaan, Pemasaran, Higiene dan Sanitasi ABSTRACTThe implementation of the Large-Scale Social Restriction (PSBB) policy by the Indonesian government has had a major impact on the decline in economic activity in the community. This has affected a number of entrepreneurs who were forced to make decisions by closing their businesses and some of their employees being laid off or terminating their employment due to ongoing operational expenses, such as the cost of renting a place, electricity, or employee salary while there is no income. For entrepreneurs who have large capital, chances are they can survive for some time to come. However, it is different if the entrepreneur has a relatively small or mediocre capital. Of course, being a homework that is not easy to survive. MSMEs are one of the sectors affected by these restrictions. Therefore, Universitas Bunda Mulia through this Community Service (PKM) program, helps MSME activists in Cadas Ngampar Village to be able to rise and innovate in running their business. The purpose of this community service activity is to train community entrepreneurship skills in the village of rock ngampar. Some of the material presentations presented in this PKM are expected to improve the quality of local MSMEs and improve the economy in Cadas Ngampar Village. After conducting counseling with material presentation from each lecturer, the results obtained were based on the intensity of the questions and answers that emerged, this service activity was an increase in the knowledge and understanding and skills of participants in entrepreneurship, being able to find out the benefits of the material presented, and additional motivation in entrepreneurship. Keywords: Entrepreneurship, Marketing, Hygiene and Sanitation

Page 31 of 240 | Total Record : 2400


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue