cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
Penguatan Perilaku New Normal Covid 19 Melalui Kontrol Teman Sebaya Mokh. Sujarwadi; Mukhammad Toha; Ida Zuhroidah
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 2 April 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i2.3739

Abstract

ABSTRAK Berdasarkan laporan WHO, pada tanggal 30 Agustus 2020, terdapat 24.854.140 kasus konfirmasi Covid-19 di seluruh dunia dengan 838.924 kematian (CFR 3,4%). Wilayah Amerika memiliki kasus terkonfirmasi terbanyak, yaitu 13.138.912 kasus. Selanjutnya wilayah Eropa dengan 4.205.708 kasus, wilayah Asia Tenggara dengan 4.073.148 kasus, wilayah Mediterania Timur dengan 1.903.547 kasus, wilayah Afrika dengan 1.044.513 kasus, dan wilayah Pasifik Barat dengan 487.571 kasus. Pada kondisi Pandemic Covid 19, para santri tetap melaksanakan kegiatan di Pondok baik kegiatan sekolah umum, madrasah diniyah maupun kegiatan lain di pesantren. Pemberian pengetahuan dan keterampilan melalui penguatan perilaku new normal Covid 19 melalui kontrol teman sebaya merupakan hal yang sangat urgent untuk dimiliki oleh santri sehingga mereka yang sudah terlatih bisa menjadi polisi bagi teman-temannya dalam menerapkan protokol kesehatan baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan asrama. Kegiatan ini dilakukan dengan metode penyuluhan dengan 27 peserta. Hasil yang didapatkan sebagian besar santri (85%) memahami dan mengerti tentang perilaku new normal covid 19 dan mampu mempraktekkan cara cuci tangan, menggunakan masker dan melepas masker. Kata Kunci : perilaku, new normal covid, teman sebaya ABSTRACT Based on the WHO report, as of August 30, 2020, there were 24,854,140 confirmed cases of Covid-19 worldwide, with 838,924 deaths (CFR 3.4%). The American region has the most confirmed cases, namely 13,138,912 cases. Furthermore, the European region with 4,205,708 cases, the Southeast Asia region with 4,073,148 cases, the East Mediterranean region with 1,903,547 cases, the African region with 1,044,513 cases, and the West Pacific region with 487,571 cases. During the Covid 19 Pandemic, the students continued to carry out activities at the Islamic boarding schools, both public school activities, primary school, and other activities at Islamic boarding schools. Providing knowledge and skills through strengthening the new normal Covid 19 behavior through peer control is very urgent for students to have. Those who are trained can become police for their friends in implementing health protocols both in the school environment and in the dormitory environment. This activity was carried out using the extension method with 27 participants. The results obtained by most of the students (85%) understood and understood the new normal covid 19 behavior and practiced how to wash hands, use masks and remove masks. Keywords: behavior, new normal covid, peers
Edukasi Kesehatan Daring Untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Perilaku Tentang Pencegahan Penularan Covid 19 di Kecamatan Langke Rembong Manggarai NTT Angelina Roida Eka; Lidwina Dewy Wea; Bonavantura Nursi Nggarang; Maria G Simon; Aldegonda F Jeharut; Anastasia Bandar; Maria Helena Nei; Rosalia D Padut
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i2.4564

Abstract

ABSTRAK Sejak ditetapkan sebagai pandemik hingga kini corona viruse disease (COVID-19) telah menginfeksi 30 juta orang di seluruh dunia dan  1.7 Juta orang di Indonesia. Di Provinsi NTT orang dengan COVID-19 telah mencapai angka 16347 orang termasuk 1961 orang yang berasal dari Manggarai. World Health Organisation (WHO) merekomendasikan cara terbaik untuk terhindar dari penyakit ini adalah dengan melakukan pencegahan penularan yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak sosial dan fisik. Namun demikian masih banyak masyarakat yang tidak mematuhi panduan tersebut dan bahkan tidak peduli. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku masyarakat di Manggarai khususnya kecamatan Langke Rembong tentang COVID-19. Pengabdian masyarakat ini dilakukan secara daring dengan menggunakan media Whatsapp. Sebanyak 160 orang yang bersedia untuk mengikuti kegiatan dibagi ke dalam 8 kelompok masing-masing berisikan 20  peserta. Kegiatan ini terdiri dari 3 pokok kegiatan yaitu (1)Pemberian edukasi tentang peningkatan imunitas fisik dan cara pencegahan penularan COVID-19 (2) Latihan mandiri edukasi tentang peningkatan imunitas fisik dan cara pencegahan penularan COVID-19 (3) Evaluasi setelah edukasi dan latihan mandiri. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah  bahwa terjadi peningkatan yang signifikan pada pengetahuan klien setelah dilakukan edukasi kesehatan secara online yaitu sebelum dilakukan rata-rata pengetahuan sebelum adalah 11,57 menjadi 17,23 setelah dilakukan. Selain itu terjadi juga peningkatan perilaku sebelum edukasi dari 16,23 menjadi 21,03. Hasil tersebut diharapkan menjadi saran bagi pemerintah dan tenaga kesehatan daerah untuk terus memberikan informasi tentang COVID-19 dan  memotivasi masyarakat  untuk melakukan perilaku pencegahan COVID-19 dan mengurangi penularan. Kata Kunci: edukasi kesehatan, COVID-19, Pencegahan penularan  ABSTRACT Since it was declared a pandemic until now the corona virus disease (COVID-19) has infected 160 million people worldwide and 1.7 million people in Indonesia. In NTT Province, the number of people with COVID-19 has reached 16347 people including 1961 people who came from Manggarai regency. The World Health Organization (WHO) recommends that the best way to avoid this disease is to prevent transmission and improve physical health. However, there are still many people who do not comply with these guidelines and do not even care. This community service aims to increase the knowledge and behavior of the people in Mangarai about COVID-19. This community service is carried out online using Whatsapp. A total of 160 people who were willing to take part in the activity were divided into 8 groups Whatsapp which each contained 20 participants. This activity consists of 3 main activities, namely (1) Providing education about increasing physical immunity and ways to prevent transmission of COVID-19 (2) Self-training education on increasing physical immunity and ways to prevent transmission of COVID-19 (3) Evaluation after education and training independently. The result of this community service is that there is a significant increase in knowledge and behavior after online health education; The mean value of knowledge before the health education is 11.57 and increases to 17.23 after.  The mean of behavior before health education is 16.23 and 21, 03 afterward. These results are expected to be suggestions for the government and local health workers to continue to provide information about COVID-19 and motivate the public to take COVID-19 prevention behavior seriously to reduce COVID-19 transmission. Key Words: Health education, COVID-19, transmission prevention
Edukasi Manfaat Vaksinasi Covid-19 dan Menangkal Hoax Martina Pakpahan; Deborah Siregar; Lina Berliana Togatorop; Marisa Junianti Manik; Masrida Adolina Panjaitan; Novita Susilawati Barus
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i1.5354

Abstract

ABSTRAK Vaksianasi Covid-19 menjadi program nasional yang dicanangkan Pemerintah bagi seluruh rakyat Indonesa di ke 34 Provinsi, dimulai sejak 13 Januari 2021 dan ditargetkan rampung pada Desember 2021. Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat (PkM) dilakukan pada tanggal 4 Juni 2021 dalam bentuk webinar kesehatan diselenggarakan oleh Fakultas Keperawatan UPH bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Tujuan kegiatan ini untuk mendukung pemerintah dalam capaian vaksinasi Covid-19 melalui peningkatan pengetahuan dan sikap positif masyarakat untuk mengikuti vaksinasi. Kegiatan ditujukan bagi masyarakat umum dan diikuti oleh 227 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan hal-hal sebagai berikut: 1) Karakteristik Peserta: berasal dari berbagai Provinsi (mayoritas dari Banten yaitu sebanyak 22%), beragam profesi (mayoritas adalah mahasiswa sebanyak 62,6%), beragam jenjang pendidikan (mayoritas adalah S1 yaitu sebanyak 67,4%) dan berbagai usia (mayoritas adalah 17-25 tahun yaitu sebanyak 66,5%); 2) Gambaran pengetahuan peserta terkait vaksin COVID-19 sudah baik. Hal ini terlihat dari rerata nilai pre-test sebesar 7.28 dan Nilai Median 7 yang kemudian meningkat pada post-test dengan rerata nilai 8.29 dan Nilai Median 9; 3) Sebanyak 207 (91,2%) peserta belum pernah terinfeksi COVID-19, sebanyak 220 (96,9%) peserta memiliki sikap positif (menilai penting) pemberian vaksin COVID-19, sebanyak 106 (46,7%) peserta mendapatkan informasi terkait vaksin COVID-19 dari media sosial, dan sebanyak 122 (53,7%) peserta belum pernah mendapatkan vaksin COVID-19; 4) Peserta antusias mengikuti webinar dari awal sampai akhir dan menilai kegiatan baik (memuaskan). Saran untuk lembaga mitra, agar dapat memanfaatkan media sosial secara maksimal untuk sosialisasi dan edukasi terkait vaksinasi COVID-19. Kata Kunci: COVID-19, Imunitas, Masyarakat, Pemerintah, Vaksin  ABSTRACT The Covid-19 vaccination is a national program launched by the government for all Indonesians in 34 provinces beginning January 13, 2021 and expected to be completed in December 2021. A Community Service Activity (PkM) was held on June 4, 2021 in the form of a health webinar organized by The UPH Faculty of Nursing in collaboration with the Tangerang District Health Office and the Bali Provincial Health Office. The purpose of this activity is to support the government in achieving Covid-19 vaccination by increasing public awareness and positive attitudes toward vaccination. The activity was intended for the general public and had 227 participants. The results of the activity showed the following: 1) Characteristics of Participants: came from various provinces (the majority were from Banten, which was 22%), various professions (the majority were students, as many as 62.6%), various levels of education (the majority were Bachelors, namely 67.4%) and various ages (the majority are 17-25 years, which is 66.5%); 2) The description of participants' knowledge regarding the COVID-19 vaccine is good. This can be seen from the average pre-test score of 7.28 and a median value of 7 which then increased in the post-test with an average value of 8.29 and a median value of 9; 3) A total of 207 (91.2%) participants had never been infected with COVID-19, as many as 220 (96.9%) participants had a positive attitude (judged it was important) to administer the COVID-19 vaccine, as many as 106 (46.7%) participants received information related to the COVID-19 vaccine from social media, and as many as 122 (53.7%) participants had never received the COVID-19 vaccine; 4) Participants participated enthusiastically in the webinar from start to finish and rated the activity as good (satisfactory). Suggestions for partner institutions to make the best use of social media for COVID-19 vaccination socialization and education. Keywords: COVID-19, Immunity, Society, Government, Vaccines
Optimalisasi Kemitraan Dukun dengan Bidan di Wilayah Kerja Puskesmas Mamba Kabupaten Manggarai Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur Maria Sriana Banul; Silfia A.N. Halu; Yuliana Suryati; Maria Fridolin Kawu
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Volume 4 Nomor 6 Desember 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i6.4533

Abstract

ABSTRAK Kepercayaan masyarakat Manggarai Timur terhadap dukun sebagai penolong persalinan masih cukup tinggi. Program kemitraan dukun dengan bidan merupakan salah satu cara untuk mencegah terjadinya pertolongan persalinan oleh dukun. Program ini sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan program kemitraan dukun dengan bidan di Wilayah Kerja Puskesmas Mamba Kabupaten Manggarai Timur, sehingga cakupan pertolongan persalinan oleh dukun tidak terjadi lagi. Kegiatan ini diikuti oleh kepala puskesmas, dukun, dan bidan setempat. Motode yang digunakan adalah melalui edukasi dengan penyajian materi menggunakan metode ceramah, diskusi, tanya jawab serta pembagian leaflet dan lembar balik kepada peserta. Semua peserta yang ikut dalam kegiatan ini sangat antusias dan aktif dan mampu memahami materi yang disampaikan. Peserta bersama bidan dan pemerintah setempat berkomitmen untuk bekerja sama dalam meningkatkan program kemitraan dukun dan bidan ini. Diharapkan, dengan kegiatan ini cakupan pertolongan persalinan oleh dukun tidak terjadi lagi. Kata Kunci: Kemitraan, Dukun, Bidan, Persalinan  ABSTRACT The trust of the East Manggarai community towards traditional healers as birth attendants is still quite high. The shaman's partnership program with the midwife is one way to prevent birth assistance by shamans. This program is one of the strategies to increase the coverage of delivery assistance by health workers. This activity was carried out to improve the traditional healer's partnership program with midwives in the Mamba Health Center Work Area, East Manggarai Regency so that the coverage of delivery assistance by traditional birth attendants would no longer occur. This activity was attended by the head of the health center, traditional healers, local midwives, and pregnant women. The method used is through education by presenting the material using lecture, discussion, question and answer methods, and distributing leaflets and flipcharts to participants. All participants who took part in this activity were very enthusiastic and active and were able to understand the material presented. Participants together with midwives and the local government are committed to working together in improving this partnership program between traditional healers and midwives. It is hoped that with this activity the coverage of delivery assistance by traditional birth attendants will not occur again.  Keywords: Partnership, traditional healers, midwives, childbirth
Rehabilitasi Psikososial Untuk Mewujudkan Orang dengan Gangguan Jiwa Bermartabat di Wilayah Kerja Puskesmas Sunggal Medan Jenny Marlindawani Purba; Sri Eka Wahyuni; Mahnum Lailan Nasution; Evi Karota Bukit
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i1.5185

Abstract

ABSTRAKPeningkatan kasus COVID 19 dan penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat di Kota Medan mengakibatkan kegiatan pelayanan kesehatan jiwa masyarakat terhenti. Salah satu prioritas masalah di wilayah kerja Puskesmas Sunggal adalah gangguan jiwa. Situasi saat ini banyak penderita yang tidak teratur minum obat, tidak kontrol ke puskesmas atau rumah sakit, mengalami kekambuhan dan tidak mematuhi protokol kesehatan bila keluar rumah serta tidak produktif. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan fungsi sosial dan keterampilan orang dengan gangguan jiwa. Target khusus yang ingin dicapai adalah perubahan perilaku dari ODGJ dan keluarga di wilayah kerja Puskesmas Sunggal Medan. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi dan tanya jawab, home visit, pengembangan bakat dan minat pasien berupa pelatihan dan pendampingan pembuatan sabun cair. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah 12 orang dari 15 ODGJ (80%) dapat mengontrol gejala pskotik, kontrol teratur ke puskesmas sebelum obat habis dan mempunyai keterampilan membuat sabun cair serta mampu mengembangkan keterampilan lainnya sesuai dengan minat dan bakat masing-masing. Rehabilitasi psikosoial memberikan dampak positif bagi peningkatan fungsi kognitif, psikomotor dan afektif orang dengan gangguan jiwa. Keberhasilan program ini membutuhkan partisipasi aktif dari semua pihak. Kata Kunci : Rehabilitasi, psikososial, orang dengan gangguan jiwa, bermartabat  ABSTRACTThe increase in cases of COVID 19 and the implementation of restrictions on community activities in the city of Medan resulted in community mental health service activities being stopped. One of the priority problems in the work area of the Sunggal Health Center is mental disorders. The current situation was people with mental illness did not regularly take medication, did not go to the community health center or hospital to see the Doctor, experience relapses and did not comply with health protocols when leaving the house, and was unproductive. The activity aims to improve the social functioning and skills of people with mental disorders. The specific target to be achieved is to change the behavior of ODGJ and their families in the working area of the Sunggal Community Health Center, Medan. The methods used were lectures, discussions and questions and answers, home visits, identifying talents and interests of patients in the form of training and assistance in making liquid soap. The results of the activities were 12 from 15 of people with mental illness (80@) can control psychotic symptoms, regularly visit "the puskesmas" before the drugs run out and have the skills to make liquid soap, and are able to develop other skills according to their respective interests and talents. Psychosocial rehabilitation has a positive impact on improving the cognitive, psychomotor, and affective functions of people with mental disorders. The success of this program requires the active participation of all parties. Keywords: rehabilitation, psychosocial, people with mental illness, dignity
Pentingnya Pemahaman Masyarakat Melalui Edukasi Tentang Protocol Kesehatan Menghindari Penularan Covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Rimbo Tengah Muara Bungo Hani Ruh Dwi; Suhaela Aro’fah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Volume 4 Nomor 6 Desember 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i6.4475

Abstract

ABSTRAK Masyarakat terdiri dari berbagai ras, suku, agama termasuk budaya, sehingga masyarakat memiliki tradisi yang berbeda-beda. Jika di hubungkan dengan kejadian covid-19 sekarang, di lihat dari perbedaan tradisi atau kebiasaan masyarakat tersebut tentunya memunculkan keragaman perilaku. Seperti perilaku kurangnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan masker, jaga jarak dan mencuci tangan. Padahal masalah ini telah ditetapkan oleh pemerintah dan di tetapkan sebagai protocol kesehatan yang harus di patuhi seluruh lapisan masyarakat. Pemberian edukasi terhadap masyarakat merupakan cara paling efektif, dimana tujuan kegiatan masyarakat mengerti edukasi tentang protocol kesehatan menghindari penularan covid-19. Kegiatan dilaksanakan di 2 tempat Jumat, tanggal 15 januari 2021 di posyandu Lorong LDII dan sabtu tanggal 16 Januari  2021 di Posyandu Serai Harum. Kegiatan dilakukan dengan cara pendidikan kesehatan kepada para masyarakat tentang protokol kesehatan menghindari penularan covid-19 dengan metode pendidikan kesehatan menggunakan power point dan leaflet. Berdasarkan kegiatan terdapat hasil yang signifikan pada pengetahuan masyarakat sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan. Kegiatan ini memberikan hasil positif untuk masyarakat di wilayah kerja puskesmas Rimbo Tengah tentang protokol kesehatan menghindari penularan covid-19. Kata kunci: Masyarakat, protokol kesehatan, covid-19  ABSTRACT Society consists of various races, ethnicities, religions including cultures so that people have different traditions. If it is connected with the current Covid-19 incident, judging from the differences in the traditions or habits of the community, it certainly brings up a diversity of behavior. Such as the behavior of the lack of public awareness in using masks, keeping a distance, and washing hands. Even though this problem has been determined by the government and set as a health protocol that must be obeyed by all levels of society. Providing education to the public is the most effective way, where the purpose of community activities is to understand education about health protocols to avoid the transmission of COVID-19. The activity was carried out in 2 places, Friday, January 15, 2021, at the Posyandu Lorong LDII, and Saturday, January 16, 2021, at the Posyandu Serai Harum. The activity was carried out by means of health education to the public about health protocols to avoid the transmission of covid-19 by using health education methods using power points and leaflets. Based on the activity, there were significant results in the knowledge of the community before and after being given health education. This activity gave positive results for the community in the working area of the Central Rimbo Health Center regarding health protocols to avoid the transmission of COVID-19. Keywords: Society, education, health protocol, covid-19
Sosialisasi Manfaat Tempe dan Pelatihan Pengolahan Tempe Menjadi Tepung Tempe Sebagai Alternatif Pengganti Tepung Terigu Oktavina Permatasari; Zuhria Ismawanti; Arwin Muhlishoh; Inayatush Sholihah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i2.4704

Abstract

ABSTRAK Perkembangan produk makanan semakin pesat dan beragam di Indonesia dan memberikan kontribusi besar terhadap asupan zat gizi seseorang. Berdasarkan tingginya konsumsi tepung terigu pada masyarakat, mendorong untuk dapat menggunakan bahan pangan lokal sebagai pengganti tepung terigu. Salah satu yang berpotensi sebagai bahan baku tepung adalah tempe. Kegiatan sosialisasi dan pelatihan pembuatan tepung tempe  ini dilaksanakan secara daring (online) dua arah dengan menggunakan aplikasi zoom, video, dan yotube sesuai arahan Puskesmas karena kondisi pandemi Covid-19 di Wilayah Dusun Wonorejo Gondangrejo Kabupaten Karanganyar. Berdasarkan dari hasil kegiatan sosialisasi dan pelatihan pada peserta, terdapat peningkatan pengetahuan dan kemampuan peserta dalam pemahaman manfaat tempe yang terlihat dari hasil kuesioner sebelum dan sesudah mengikuti pelatihan. Berdasarkan hasil pretest Sebanyak 25 peserta memiliki pengetahuan kurang atau nilai dibawah 70 dan 10 peserta memiliki pengetahuan baik atau nilai diatas 70, sedangkan hasil postest diperoleh peningkatan pengetahuan dari peserta dengan hasil rerata nilai 81, dengan 7 peserta memiliki pengetahuan kurang dan 28 peserta memiliki pengetahuan baik. Selain itu dari hasil evaluasi wawancara pada bulan berikutnya terdapat peningkatan keterampilan dan keahlian peserta yang  yang sudah mengaplikasikan membuat tepung tempe secara mandiri dan digunakan sebagai bahan baku dproduk makanan sehari-hari. Kata Kunci : Peningkatan pengetahuan, pelatihan tempe, tepung tempe, pembuatan tepung tempe  ABSTRACT The development of food products is increasingly rapid and diverse in Indonesia and contributes greatly to a person's nutrient intake. Based on the high consumption of wheat flour in the community, it is encouraging to be able to use local food ingredients as a substitute for wheat flour. One of the potential raw materials for flour is tempeh. The socialization and training in making tempeh flour was carried out online in two directions using the zoom, video, and youtube applications according to the direction of the Health Center due to the Covid-19 pandemic condition in the Wonorejo Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar. Based on the results of the socialization and training activities for participants, there was an increase in participants' knowledge and ability in understanding the benefits of tempeh as seen from the results of the question before and after participating in the training. Based on the results of the pretest, 25 participants had poor knowledge or scores below 70 and 10 participants had good knowledge or scores above 70, while the posttest results obtained an increase in knowledge from participants with an average score of 81, with 7 participants having poor knowledge and 28 participants having good knowledge. From the results of the interview evaluation in the following month, there was an increase in the skills and expertise of participants who had applied to make tempeh flour independently and used it as a raw material for daily food products. Keywords : Health Improvement, tempeh, training on tempeh, tempeh flour
Edukasi untuk Menurunkan Keluhan Wanita Menopause Berdasarkan Skor Menopausal Rating Scale di Desa Sidodadi Kecamatan Langsa Lama Kota Langsa Alchalidi, Alchalidi; Veri, Nora; Fazdria, Fazdria
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i2.5337

Abstract

ABSTRAK Peningkatan usia harapan hidup menyebabkan jumlah perempuan yang mengalami menopause semakin banyak. Perubahan keseimbangan hormonal ini dapat menyebabkan berbagai gejala psikologis ditandai dengan sikap yang mudah tersinggung, depresi, cemas, suasana hati (mood) yang tidak menentu, menurunnya kemampuan berfikir dan daya ingat. Gangguan emosi berupa rasa takut menjadi tua dan tidak menarik,  sulit tidur, mudah marah, sangat emosional, merasa tertekan dan sedih tanpa diketahui sebabnya. Senam masa menopause diperlukan asalkan disesuaikan dengan kemampuan yang ada. Banyak para lansia yang tidak sadar akan pentingnya aktifitas fisik (senam) masa menopause, banyak dari mereka juga tidak mengetahui bagaimana cara melakukannya dengan cara yang baik dan benar. Tujuan kegiatan adalah menerapkan IPTEKS di bidang kesehatan kepada  masyarakat khususnya untuk meningkatkan pengetahuan ibu menopause mengenai tingkat keluhan yang terjadi pada masa menopause berdasarkan skor menopausal rating scale serta melakukan praktik senam menopause. Metode pengabdian adalah metode pengabdian yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhanan pengisian skor menopausal rating scale dalam meningkatkan taraf kesehatan masyarakat terutama ibu menopause serta penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan serta melakukan senam lansia. Hasil penilaian adalah pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan oleh dosen prodi kebidanan langsa adalah rata rata pengetahuan ibu menopause setelah diberikan edukasi menjadi meningkat dari sebelumnya 3,57 (35,7%) menjadi 6,24 (64,2%), dan ibu menopause telah melakukan senam menopause. Disarankan bagi wanita yang memasuki usia menopause untuk dapat menerapka pola hidup sehat yang bersifat preventif contohnya dengan melakukan senam menopause.Kata Kunci : Menopause, Skor Menopausal Rating Scale, Senam Menopause, Edukasi ABSTRACTIn 2030, the number of women worldwide who enter menopause is estimated to reach 1.2 billion people (Who, 2014). In Indonesia, in 2025 it is estimated that there will be 60 million menopausal women. In 2016 currently in Indonesia only reached 14 million menopausal women or 7.4% of the total population. The life expectancy of women jumped from 40 years in 1930 to 67 years in 1998. Meanwhile, the estimated average age of menopause in Indonesia is 48 years. The increase in life expectancy causes the number of women who experience menopause to increase (Ministry of Health, 2014). Changes in hormonal balance can cause various symptoms characterized by an easy attitude, depression, anxiety, erratic mood, decreased thinking and memory. Emotional disturbances in the form of fear of getting old and unattractive, difficulty sleeping, irritability, very emotional, feeling depressed and sad without a known cause. Fear of losing husband, children, and being left alone (Manuaba, 2009). Menopausal exercise is necessary to adjust to existing abilities. Many elderly people are not aware of the importance of physical activity during menopause, many of them also do not know how to do it properly and correctly. The purpose of the activity is to apply science and technology in the health sector to the community, especially to increase the knowledge of menopausal women regarding the level of complaints that occur during menopause based on the menopause rating scale score and to practice menopause gymnastics. assessment scale in improving the level of public health, especially postmenopausal women, and counseling to increase knowledge and do elderly gymnastics. The results of community service that have been carried out by langsa midwifery study program lecturers are that the average knowledge of postmenopausal women after education has increased from the previous 3.57 (35.7%) to 6.24 (64.2%), and postmenopausal mothers have done elderly exercise. It is recommended for women who enter menopause to be able to apply a healthy lifestyle that is preventive in nature, for example by doing menopause exercises. Keywords: Menopausal, Menopausal Rating Scale Score, Menopausal Exercise, Education 
Pendampingan Penyajian dan Pengolahan Data Demografi Kesehatan Penduduk Aparat Desa Negeri Hutumuri Kecamatan Leitimur Selatan Kota Ambon Johan Bruiyf Bension; Ferry Kondo Lembang; Carlos Salemba Latuihamallo; Samin Radjid; Asrul Irfanullah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Volume 4 Nomor 6 Desember 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i6.4344

Abstract

ABSTRAK Negeri Hutumuri merupakan desa terpadat di wilayah Kecamatan Leitimur Selatan Kota Ambon dengan jumlah penduduk mencapai 4.657 jiwa serta kepadatan penduduk sebesar 310 jiwa setiap km2. Keberadaan profil status jumlah  penduduk yang lebih besar memungkinkan peluang munculnya berbagai persoalan kependudukan khususnya kesehatan penduduk apabila tidak dikelola dengan baik. Tujuan dari program Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan aparat desa sebagai ujung tombak pembangunan desa terkait penyajian dan pengolahan data demografi kesehatan penduduk. Metode pelaksanaan kegiatannya meliputi pelatihan dan pendampingan tentang analisis statistik data demografi kesehatan penduduk yang meliputi pengukuran dasar data demografi kependudukan desa. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini, dapat menunjang pemahaman, menambah pengetahuan dan pengembangan softskill aparat desa dalam mengelola statistik demografi kesehatan penduduk yang berdampak pada peningkatan kualitas pengelolaan dan penataan data kependudukan yang dapat digunakan untuk pembangunan dan mempermudah pelayanan terhadap masyarakat desa. Kata Kunci: Demografi Kesehatan Penduduk, Penyajian dan Pengolahan Data, Softskill Aparat Desa ABSTRACT Negeri Hutumuri is the most populous village in the South Leitimur Subdistrict, Ambon City, with a population of 4,657 people and a population density of 310 people per km2. The existence of a larger population status profile allows opportunities for various population problems to arise, especially population health if it is not managed properly. The purpose of this Community Service program is to increase the knowledge of village officials as the spearhead of village development related to the presentation and processing of population health demographic data. The method of implementing its activities includes training and assistance on a statistical analysis of population health demographic data which includes basic measurement of village population demographic data. The results of the implementation of this activity can support understanding, increase knowledge and develop soft skills of village officials in managing demographic health statistics of the population which have an impact on improving the quality of management and structuring of population data that can be used for development and facilitating services to village communities. Keywords: Population Health Demographics, Data Presentation, and Processing, Soft Skills for Village Officials.
Peningkatan Pengetahuan Lansia Melalui Promosi Kesehatan Dalam Upaya Meningkatkan Kunjungan Posbindu Penyakit Tidak Menular Agung Sutriyawan; Suherdin Suherdin; Luthfi Ryhan Ramdhani; Anggi Meilani; Harfani Dwinurani; Hilmi Farhanudin; Moch Ilham Fadilah; Ricky Rosadi; Susi Susilawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i2.4692

Abstract

ABSTRAK Upaya dalam menangani masalah kesehatan masyarakat pada penyakit tidak menular adalah dengan suatu program yang dikenal dengan istilah Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Pusbindu PTM). Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dalam upaya meningkatkan kunjungan pusbindu PTM. Kegiatan dilakukan dengan beberapa metode yaitu Intervensi peningkatan pengetahuan lansia, dalam kegiatan ini dilakukan melalui promosi kesehatan yang berupa pemberian edukasi tentang Pusbindu PTM dan memberikan leafltet sebagai media edukasi. Lansia yang ikut serta dalam kegiatan ini sebanyak 14 lansia. Data dianalisis secara deksriptif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa semua lansia sangat antusias dalam mengikuti rangkaian kegiatan. Terdapat peningkatan skor pengetahuan lansia yaitu rata-rata peningkatan sebesar 32,16 setelah diberikan promosi kesehatan tentang pusbindu PTM. Pelaksanaan PKM ini perlu dilanjutkan secara berkesinambungan untuk memonitoring partisipasi lansia dalam mengikuti kegiatan pusbindu PTM. Kata Kunci : Kunjungan pusbindu; pengetahuan; promosi kesehatan, Penyakit  Tidak Menular  ABSTRACT Efforts in dealing with public health problems in non-communicable diseases are with a program known as Integrated Development Post of Non-Communicable Diseases. This Community Service activity aims to increase knowledge in an effort to increase the visit of integrated coaching posts of non-communicable diseases. The activity is carried out by several methods, namely Intervention to increase the knowledge of the elderly, this activity is carried out through health promotion in the form of educational giving about Pusbindu Integrated Development Post of Non-Communicable Diseases and provide leaflet as an educational media. The elderly who participated in this activity were as many as 14 elderly people. The data is descriptively analyzed. The results showed that all seniors are very enthusiastic about participating in the series of activities. There was an average increase in the elderly knowledge score of 32.16 after being given a health promotion on integrated coaching posts of non-communicable diseases. The implementation of this activity needs to be continued continuously to monitor the participation of the elderly in participating in integrated development post activities of non-communicable diseases.  Keywords: Pusbindu visit; knowledge; health promotion, Non-Communicable Diseases

Page 30 of 238 | Total Record : 2372


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue